Terius Behind Me eps 20

Yong Tae menulis, “King Castle, gedung 204 unit 501. Hanya ini yang kuberikan pada V. Rumah, mobil dan kartu kunci laboratorium. Entah apa yang dia lakukan?”

“Kamu punya foto V?”

“Tidak. Tapi dia hanya bicara bahasa Inggris. Selain itu dia tinggi dan tampak cantik.”

Ae Rin datang membawa barang barang untuk mereka. Ia juga membelikan bon ponsel yang terdaftar namanya. Bo Yoo akan membayar tagihan telepon nya.

“Mana punyaku?” Yong Tae protes.

(Yong Tae ngelunjak 😂)

Dokter membawakan Kim bon sup rumput laut.

Yong Tae mupeng,

“Jangan sentuh itu, kamu sudah buang gas?” Tanya dokter

Yong Tae menggeleng.

“Kalau sudah, baru boleh makan, tapi hanya bubur.”

***

Kim bon makan dengan lahap. Yong Tae mupeng.

“Tetaplah disini seminggu lagi, nanti kamu akan diberi sup rumput laut.” Kata Ji Yeon pada Kim Bon.

“Ulang tahunnya Minggu depan?”

“Ya”

(Ooo pantes password rumahnya 1031. Oktober tanggal 31)

***

Sang Ryoel diparkiran, ia melihat Kim bon dan Ji Yeon ke blok 204.

“Wanitanya Kim bon baru melahirkan, lalu sekarang sedang apa Kim bon dengan pemilik King’s bag disini?” Sang Ryoel kepo.

“Dia punya berapa pacar?”

***

Apartemen kosong, V sudah berkemas.

***

“Go Ae Rin ssi, ganti bantal yang baru, ini bau. Aku tidak bisa tidur.”

“Kenapa menyalahkan bantal, padahal kamu yang kotor.”

“Kalau begitu lap rambutku dengan tisu sampo.”

Ae Rin melap rambut Yong Tae dengan setengah hati.

“Bisakah kamu melakukannya seakan akan kamu peduli? Lakukan perlahan.” Yong Tae rewel.

Kim bon datang, melihat Ae Rin melap rambut Yong Tae ia merasa tidak senang.

“Kau menangkap kutu?”

“Dia terus merengek.” Kata Ae Rin

“Biar aku saja.”

Yong Tae langsung dijambak trus di gosok dengan kasar oleh Kim bon. Wkwkwk

“Sakit sekali, biar aku sendiri.” (Yong Tae melas hehehehe)

***

Ji Yeon mengajak do woo ke toko perhiasan. Do woo ge-er, ia pikir Ji Yeon akan memberinya hadiah.

Do woo memilih gelang.

“Yang ini, cocok dengan seleraku ” kata do woo bersemangat.

“Ya ini bagus.. tolong dibungkus..”

“Untuk apa? Biar langsung kupakai saja.”

“Ini hadiah ulang tahun untuk bon.”

Do woo kecewa.

Tapi ia melihat kalung yang cantik, ia langsung membelinya untuk Ji Yeon. Dicicil.

***

Ae Rin memberitahu si kembar bahwa paman bon akan ulang tahun.

“Apa akan ada pesta?”

“Aku harus memberikan hadiah apa?”

“Kalian pikirkanlah, nanti aku akan membawanya hari Sabtu.”

***

Yong Tae bercerita, ia tinggal di panti asuhan. Dia tidak jajan selama 10tahun agar punya tabungan. Tapi uang itu ditipu. Akhirnya dia membenci semua orang. Jadi, ia juga menipu orang. Awalnya merasa bersalah, lama lama menjadi terbiasa.

“Berbuat baik sulit tapi berbuat jahat mudah. Ditepi jurang, kamu memilih yang mudah.”

“Bagaimana denganmu? Kenapa memilih yang sulit?”

“Meski sulit ada yang perlu dilakukan dan dilindungi. Itu keputusanku. Jadi sekarang pikirkanlah kau ingin melakukan apa.”

(Sepertinya percakapan inilah yang akan merubah hidup Yong Tae 🤗)

***

Papa Yura datang, ia mandi. Mama Yura langsung mengambil ponselnya dan memberikannya pada sang Ryoel. Waktu hanya 20 menit.

Sang Ryoel berlari ke parkiran, sudah ditunggu oleh Bu Shim .

Ae Rin juga sudah menunggu didepan King’s bag. Ia berlari ke ruang rahasia.

Do wo juga sudah bersiap. Hp langsung diretas. (Mereka melakukan ini secara sembunyi sembunyi, bahkan Ji Yeon tidak tahu.

Mereka berhasil mengembalikan ponselnya tepat waktu.

***

Direktur Shim bertemu dengan Ji Yeon.

“Direktur Shim, operasi King’s bag akan segera berakhir. Kami mendapatkan Jin Yong Tae dari J Internasional.”

“Dimana dia?”

Ji Yeon lalu menyerahkan berkas mediasi Yong Tae.

“Kamu belum memberi tahu siapapun Khan?”

“Tentu saja.”

Ada yang mengawasi mereka dari jauh.

***

Dirumah sakit, seseorang mati karena virus.

“Mengerikan.”kata do woo

“Dapatkan sampel dan minta badan anti-terorisme menyelidiki. Setelah selesai, tutup tempat ini.” Kata Ji Yeon.

***

Ji yeon memberikan foto foto korban virus pada Kim bon.

“Mereka melakukan tes pada tubuh manusia?”

Yong Tae kaget, “aku sungguh tidak tahu mereka melakukan hal seperti ini ”

“Lihatlah baik baik, ini perbuatan organisasi mu!”

“Ruang isolasi kedap suara? Ini pasti bakteri patogen yang menyebar lewat udara.”

“Kita harus mengajukan penyelidikan.” Usul Ji Yeon.

“Apa tujuan mereka?”

***

Tim kis, berkumpul. Mereka berusaha mendengarkan percakapan suami mama Yura dengan seorang wanita. Data itu dari ponsel yang sudah diretas.

Tapi mereka berbicara pakai bahasa Inggris, mama Yura tidak paham.

Bu Shim yang ngaku ngaku bisa bahasa Inggris ternyata juga tidak bisa,dia alasan sakit perut 😂.

Karena tidak mahir bahasa Inggris, mereka hanya mengerti bagian akhir percakapan, “kafe Bonjour pukul 14.00”

Mereka langsung ke Bonjour cafe.

Seorang wanita keluar dari mobil papa Yura. Setelah papa Yura pergi.

Mama Yura langsung menjambak wanita itu.

“Sejak kapan kau berkencan dengan suamiku!” Mama Yura kalap.

Mereka akhirnya Jambak jambakan😂

Karena si wanita ngomong nya pake bahasa Inggris, mama Yura gak paham dan meminta Bu Shim menterjemahkan untuk mereka. Bu Shim gugup, (otaknya bocor😂). Untunglah anaknya ada disekitar situ. Dia pintar bahasa Inggris. Jadi anaknya lah yang menterjemahkan.

Dalam bahasa Inggris:

“Apa dia mengenal suamiku?”

“Tidak, siapa suamimu?”

“Lee Chung sul”

“Aku mengenalnya, tapi kenapa?”

“Kenapa?Karena aku istrinya.”

“Lalu kenapa?”

“Kamu pergi ke hotel bersama suamiku.” Tapi langsung diralat, “apa dia bertemu suami ku diluar kantor?”

“Ya.” Mama Yura langsung menggila.

“Tanyakan alasannya kenapa bertemu.” Kata Bu Shim lalu diterjemahkan.

“Aku adalah seorang headhunter. Aku bagian dari perusahaan besar perekrut Amerika bernama Cnm Consulting. Aku kesini untuk mendiskusikan kemungkinan pemindahan tugas suamimu ke amerika”

Semua terkejut.

“Lalu hotelnya?”

“Kami mendiskusikan secara mendetail di hotel, termasuk gaji tahunannya.”

Mama Yura langsung meminta maaf , tapi wanita itu langsung sinis😂.

***

“Seo Hyeon, terima kasih sudah membantu ibu. Kau dapat otak pintar dari siapa?” Kata Bu Shim bangga

“Dari ibu ”

“Ibu senang, ibu akan mengabulkan keinginanmu, katakan saja!”

“Bolehkah aku bolos kelas bahasa Inggris hari ini? Dan main game di hp?”

(Walah nduk, belajar bahasa Inggris nya dipaksa to😂)

***

“Sayang, kenapa kamu tidak bilang.”

“Maaf, aku ingin menunggu sampai sudah dipastikan.”

“Apa headhunter itu mengatakan sesuatu. Dia pasti marah.” Mama Yura merasa sangat menyesal.

“Jika tidak bisa mempekerjakan ku karena itu, biarkan saja. Aku bisa pindah lain waktu.” Kata suaminya penuh pengertian.

“Apa kegiatan mu besok?”

“Kenapa?” Mama Yura langsung girang dipikir mau diajak kencan.

“Janganlah kemana mana, tetaplah dirumah bersama Yura.”

***

Hasil tes, virus itu korona mutan lebih berbahaya dari Mers dan sars. Virus korona menyerang sistem pernafasan. Angka kematian mencapai 90%.

Dan virus ini belum ada obatnya.

***

Ae Rin segera membawa laptop yang menyimpan hasil peretasan. Ia merasa mendengar sesuatu tentang ‘proyek cors’ dihp yang diretas. Tp ia tidak yakin karena pakai bahasa Inggris.

Ternyata benar, mereka langsung melacak hp papa Yura.

“Dia ada di SD Seong Jeon.”

Ae Rin kaget, karena di SD Seong Jeon akan ada menteri kesehatan berpidato. Semua akan berkumpul disitu termasuk si kembar.

“Targetnya adalah pak menteri.”

Ae Rin panik karena si kembar disana. Ia langsung berlari kesekolah

***

Menteri kesehatan mulai berpidato, mempraktikkan cara mencuci tangan.

***

Papa Yura menaruh bon bio kimia di bawah gedung.

“Sudah siap.”

***

Bersambung episode 21

Terius Behind Me eps 19

Dua tahun lalu di Tiongkok.

Jung in Soo di culik,

“Penipu terkenal, Jung in Soo? Itu gelar yang bagus, bukan? Negara ini berusaha menangkapmu.”

“Si… Siapa kamu.” Kata Yong Tae terbata bata. Mukanya ditutup kain sehingga ia hanya mendengar suara tanpa tahu wajah orang itu.

“kamu hanya punya dua pilihan, kamu mau mati atau hidup.”

“Bagaimana jika aku ingin hidup?”

“Kalau begitu, Jung in Soo harus mati”

Ia dibawa pengawal untuk operasi plastik yang mahal. Namanya jadi jin Yong Tae.

Jung in Soo dinyatakan sudah mati.

Setelah itu ia menjadi orang suruhan ‘si suara’.

***

Kim bon menemukan Yong Tae ditelepon umum sambil berdarah darah. Yong Tae memohon agar diselamatkan.

***

K melaporkan pada ‘si suara’ bahwa Yong Tae sudah disingkirkan. Yong Tae kehilangan banyak darah pasti dia akan mati.

‘si suara’ menelepon V untuk melanjutkan rencana proyek cors.

***

Rumah sakit Kebidanan dan kandungan Yoo Ji Seob.

Yong Tae dibedah oleh dokter kakak Ji Yeon.

“Beberapa hari lalu aku harus merawatmu, sekarang operasi darurat. Kalian terlalu sering menyalahgunakan aku!” Kakak Ki Yeon mengomel

“Maafkan aku, kami akan segera pergi.”

“Tetaplah disini sampai dia pulih.”

(Kakak Ji Yeon baik banget, ia juga tidak membocorkan rahasia)

“Jangan hubungi Ji Yeon juga. Ji Yeon bisa dalam bahaya.”

“Jika kamu mempedulikan dia, apa kamu juga mempedulikan perasaannya padamu?”

Kim bon terdiam.

Kim bon diberi pakaian ganti oleh si dokter.

***

Ae Rin cemas, “mereka berdua, baik baik saja Khan?”

***

Yong Tae mulai sadar, ia memakai baju ibu hamil hehehe..

“Kamu sudah bangun?”

Yong Tae menghela nafas, “aku selamat.”

“Aku menyelamatkanmu karena membutuhkanmu, itu saja.”

“Terima kasih.”

Setelah memandang bajunya sesaat,

“Hei, kau punya baju yang lainnya?”

“Kamu di klinik kebidanan dan kandungan, anggap saja ini Caesar dan tinggallah beberapa hari.” Kata Kim bon.

“Baiklah, aku hidup dan itulah yang terpenting.”

Kim bon mau berbaring lagi,

“Hei brother.”

“Apa? Brother?”

“Beri aku air, aku haus.. cepat.”

Karena tidak air dalam ruangan, Kim bon mengambilkan air di ruang tunggu ibu ibu hamil.

“Apa bayimu, lahir hari ini juga?” Sapa salah satu ibu disitu.

“Apa?” Kim bon bingung.

“Berapa lama persalinannya?”

“Tujuh jam.”

Si ibu mulai curhat tentang menantunya yang sulit saat melahirkan.

***

Kim bon merawat Yong Tae setengah hati. Yong Tae juga rewel minta dilayani ini itu. Kim bon kesal.

“Kenapa kamu menghubungiku?”

“Firasat ku yang tajam mengatakan kau adalah satu satunya orang yang bisa kupercayai sekarang. Aku ingin kamu melindungiku.”

“Jika aku bisa memberimu apa yang kamu mau, apa kau bisa juga memberiku apa yang ku mau?”

“Apa yang kau mau?”

“Orang dibalik mu.”

“Kau bisa mendapatkan nya jika membawaku ketempat yang aman, aku butuh identitas baru ”

Dokter datang,

“Lakukan sekaligus agar tidak terlalu menyakitkan.” Kata Kim bon nakut nakutin.

“Baiklah.” Jawab si dokter.

Yong Tae ketakutan, “brother… Kamu mau kemana… Brother..”

(Yong Tae penakut🤣)

Kim bon menunggu diluar.

Ada seseorang yang memfoto Kim bon, Kim bon mengejar nya. Tapi tidak ketemu.

***

Tim kis mulai menyebar informasi bahwa ada orang mencurigakan dilingkungan mereka. Tim kis langsung datang mau menginterogasi mereka.

Tapi dua orang mencurigakan itu langsung lari.

Orang mencurigakan itu adalah pengawal kepala Kwon. Mereka melaporkan bahwa didaerah situ ada ‘mommy cop’ jadi pengintaian mereka terganggu.

“Aduh, orang bodoh mengganggu pekerjaanku. Wanita macam apa mereka? Mereka ada dimana mana.” kata kepala Kwon kesal.

***

Ternyata yang memfoto Kim bon adalah anggota tim kis

“Bukan kah ini bon?”

“Astaga, dia diruang kebidanan dan kehamilan Yoo Ji Seob.”

Ae Rin langsung pergi ke tempat Kim bon diikuti Ji Yeon.

****

Gosip kalau Kim bon punya wanita yang melahirkan anaknya pun tersebar.

***

Yong Tae sedang di lap oleh Kim bon. Karena ia masih belum bisa mandi sendiri.

Ae Rin dan Ji e masuk ke ruangan.

“Bagaimana kalian tau kami disini? Apa dokter yang memberitahumu?”

“Kis yang menemukanmu. Kudengar kau punya seorang putra.”

Ae Rin mentertawakan baju Yong Tae.😂

***

Ae Rin dan Kim bon berbincang. Mereka membahas si kembar hingga masa lalu Kim bon yang menyakitkan.

“Jangan menyalahkan dirimu, kamu berjuang untuk negara.” Ae Rin mencoba menghibur.

“Kapan kapan ayo kita kesana dan minum mojito.” Kata Kim bon sambil memandang menara Namsan.

***

Ji Yeon berusaha membujuk Yong Tae agar mau bekerjasama. Tapi Yong Tae hanya percaya pada Kim bon.

***

Ditoko king’s bag

Mama Yura menangis, ia sangat yakin suaminya nya berselingkuh. Tapi ia tidak punya bukti. Detektif yang menanganinya payah padahal dia sudah membayar banyak.

Ra Do Woo mencoba membantu ibu ibu itu. Ia bilang punya kenalan detektif yang andal. Hanya butuh ponsel suami mama Yura.

Merekapun bekerja sama untuk mengambil ponsel suaminya.

***

Suami mama Yura mendapat telepon, “semua sudah jelas. Kita bicarakan besok.” Ia bicara dalam bahasa Inggris.

***

Yong Tae menjelaskan bahwa ia memang melobi menggunakan tas tas itu. No seri tas itu adalah nomor stasiun kereta bawah tanah dan nomor lokernya.

Mereka membunuh moon Sung So karena ia menolak bekerja sama dalam proyek Lucas con.

“Siapa dalang dibelakangmu?”

“Suara.”

“Suara?”

“Yang aku tahu hanya suaranya, aku tidak pernah bertemu dengannya, tidak tau apa yang dia lakukan. Aku hanya melaksanakan tugas yang dia berikan via telepon.”

Yong Tae juga mengatakan bahwa orang dalam BIN juga ada yang terlibat. Yong Tae meminta jam pasirnya. Tapi isinya sudah hilang, “siapa yang mengambilnya?”

“Apa yang ada didalamnya?”

“Sesuatu yang bisa mengubah suatu negara, tergantung siapa yang memilikinya.”

***

Ternyata si kembar bermain main dengan falsdisk itu bersama teman temannya, flasdisknya terserak entah kemana.

***

Bersambung episode 20

Terius Behind Me eps 18

Direktur Shim menelepon Ji Yeon,

“Benarkah kamu membantu Terius?”

“Kenapa anda tiba tiba bilang begitu?”

“Kepala Kwon mencurigai kalian. Apakah kalian tidak mempercayai ku?”

“Aku percaya.”

“Kamu bisa memberi tahuku, aku mendukungmu.”

“Mari bertemu besok, akan kukatakan semuanya.”

***

Kim bon melihat Ae Rin dan anak anak tertidur diruang tamu. Ia memandangi mereka.

Lalu ia mengambil teleskop dan mulai mengamati sekitar lingkungan itu. Ada orang mencurigakan.

***

Ae Rin memasak.

Kim bon jadi korban anak anak😂.

Disuntik sama Jun Hee. Diperiksa oleh Jun Soo.

Ketika akan berangkat sekolah, “apakah kalian mau ciuman hidung?”

“Ya” kata anak anak girang.

Kim bon menggosokkan hidungnya pada Jun Soo, lalu pada Jun Hee, lalu Ae Rin… Eee gak jadi..(penonton kecewa🤣)

Suasana jadi canggung.

“Istirahat lah kami pergi dulu.” Kata Ae Rin.

***

Tempat sauna digeledah oleh K.

Yong Tae lari ketakutan, “Bagaimana dia bisa menemukanku?”

Yong Tae lalu mengambil baju bekas dari tempat sampah.

Ia pergi dari situ.

***

Ae Rin memasukan belanjaan kedalam kulkas. Ia melihat ada catatan dipintu kulkas.

“Aku akan pergi sebentar, bicaralah pada Joon Hee dan Joon Soo untukku. Minta mereka selalu patuh agar tidak terkena masalah. Kode sandi pintuku 1031. Tolong beri makan ikannya juga.”

Kim bon pergi, ia tidak mau Ae Rin dan anak anak akan terkena masalah karenanya. Bahkan hp nya juga ditinggal.

Ae Rin sedih, “jadi itu (ciuman hidung) salam perpisahannya.”

***

Kim bon membereskan barangnya ditempat baru. Menempel semua hal yang mencurigakan dipannya.

***

Ae Rin memberitahu Ji Yeon bahwa Kim bon sudah pergi.

“Ia tidak ingin kamu terseret masalahnya. Ia memiliki masa lalu yang menyakitkan. Wanita yang dia cintai tewas. Dia ditembak karena misi pembelotan. Saat itu bon penanggung jawab dan wanita itu informannya, seorang ahli fisika nuklir dari Korea Utara. Bon juga hampir tewas. Bon berpikir, wanita itu mati karena salahnya. Jika dia tidak merekrut wanita itu, dia pasti tidak akan mati. Karena itulah dia pergi, baginya kamu dan si kembar sangat berharga. Dia takut kalian terluka.” Kata Ji Yeon yang tampak sangat mengenal temannya itu.

***

Tim kis menggosipkan tentang kaburnya Kim bon acara tiba tiba.

“Dia melarikan diri, karena dia dan Ae Rin habis bertengkar hebat. Karena bon minta tambahan gaji…” Kata sang Ryoel. (Gosipnya tambah hot😂)

***

Ji Yeon bertemu direktur Shim di kafe.

“Apa?dia pergi?katanya kamu berkontak dengannya. Kamu berbohong padaku karena dia enggan menemuiku?” Tanya direktur Shim kecewa.

“Bukan begitu.”

“Begitu kepala Kwon menangkapnya saat sendiri, tidak ada cara untuk membantunya. Beritahu aku jika ada kabar darinya.”

“Pasti.”

“Ji Yeon ssi, orang terpercaya yang kamu katakan tentang pembunuhan Moon Sung So, apa bon orangnya?”

“Iya”

“Bon punya bukti videonya?”

Ji Yeon mengangguk.

“Lindungi bon. Beritahu aku kapanpun kamu butuh bantuanku.”

“Terima kasih pak, tapi pak, kenapa j internasional diserang padahal Ji Yong Tae belum dikenali bahkan sebelum hasil operasi King’s bag keluar?”

“Sebenarnya, aku membaca laporan Kwon Young Shil beberapa hari lalu. Kepala Kwon menyimpan informasi tentang j internasional. Setelah mengunjungi king’s bag, dia melakukan banyak penelitian. Jangan remehkan dia! waspada lah terhadapnya!” Kata direktur Shim mengingatkan.

“Ya, aku harus menangkap Ji Yong Tae dulu, dia saksi hidup kita.”

“Kira kira dimana sekarang dia berada?”

***

Dengan wajah mupeng Yong Tae memandangi anak SMA yang sedang makan sandwich.

Ketika anak anak itu pergi, “pergilah, biar aku yang membereskan ini.”

(Sama Yong Tae benar benar dibereskan🤣 sampe abis)

***

Tim Kis ngerumpi lagi membahas sekolah anak anak mereka. Bu Shim ngaku ngaku kalau dia dari lulusan universitas yang terkenal dan pandai berbahasa Inggris.

Tiba tiba mama Yura ditelepon detektif.

“Ya, sekarang?aku akan kesana.”

Lalu ia buru buru pamit pergi.

Rupanya, mama Yura mencurigai suaminya berselingkuh. Jadi ia menyewa detektif.

Setelah dapat info dari detektif ia langsung melabrak ke hotel. Ternyata itu orang lain, bukan suaminya.

“Kamu siapa? Kenapa ribut sekali?”

“Maafkan aku.” Mama Yura langsung malu.

***

“Aku memberi mereka banyak uang, tapi ini hasil kerja mereka?” Mama Yura kesal. Ia lalu melabrak detektif nya

***

Suami mama Yura pulang kerja dan akan mandi. Mama Yura menggeledah ponselnya. Tapi sayang hp nya dipasang password. Dia frustrasi.

***

Setelah menidurkan anak anak. Ae Rin tampak merindukan dan mengkhawatirkan Kim bon.

“Apa dia minum obat tepat waktu? Dia juga harus membersihkan lukanya.”

***

Pagi hari, Ae Rin mengecek kantong depan pintu seperti biasa.

Ia menemukan sebuah permen sapi yang pernah ia berikan pada Kim bon.

Permen itu bertuliskan, “aku mengawasi mu.”

Ia menyadari Kim bon, tetap didekat nya, jadi ia juga memberikan balasan. Dengan menaruh pesan di kantong belanja itu.

Dengan cara itu, Kim bon dan Ae Rin tetap saling mengontak.

***

Si suara misterius menelepon pak park pengawal Yong Tae, “Apa dia masih belum bisa ditemukan? Lanjutkan plan B.”

***

Berita di TV, Ji Yong Tae, direktur J internasional dituduh membunuh sopirnya. Kini ia buron.

***

Ae Rin pulang kerja di malam hari. Tiba tiba seseorang mengikuti nya. Ia segera lari. Tapi Yong Tae langsung menghadangnya.

“Aku butuh bantuanmu.”

“Kenapa kamu tiba tiba muncul begini?”

Yong Tae berlutut,

“Aku tahu sudah jahat padamu, aku sungguh minta maaf.”

“Sudah lihat berita?”

“Bukan.. itu bukan aku.. percayalah.”

“Bosku sedang mencari mu, datanglah ke king’s bag, dia akan membantu mu.” Saran Ae Rin.

Tapi Yong Tae tidak percaya pada mereka. Ia mau Kim bon yang menolongnya.

“Ada cara untuk menghubunginya, tapi tidak sekarang, mungkin besok.”

“Aku tau, sikapku tidak tau malu, tolong sampaikan ini padanya.” Yong Tae menyerahkan sebuah catatan.

Yong Tae langsung but buru pergi,

“Tunggu!” Ae Rin lalu memberinya uang untuk beli makanan.

“Hubungi aku jika terjadi sesuatu.” Kata Ae Rin. Yong Tae terharu.

***

Ae Rin menaruh pesannya Yong Tae di kantong depan pintu.

Kim bon membaca pesan itu,

“Tanggal 24 pukul 22.00, ditaman Jeong in. Telepon umum. Datanglah sendiri.”

Kim bon langsung menuju ke taman Jeong in.

***

Yong Tae menunggu dengan gelisah, ia menelepon Ae Rin untuk menenangkan diri. Ia ketakutan kalau harus sendirian.

Seorang polisi lewat, itu adalah K. K menusuk Yong Tae sampai sekarat.

Kim bon datang, “Jin Yong Tae sadarlah!”

Yong Tae mencengkram Kim bon, “selamatkan aku!” Lalu tidak sadarkan diri.

***

Bersambung episode 19

Terius Behind Me eps 17

Kim bon berganti dan mengambil senjata diruangan rahasia.

“Akan ku dapatkan, apapun caranya. Lacak lokasi Ji Yong Tae.”

***

Ji Yeon melacak ponsel Ae Rin.

“Aku menemukan sinyal didekat gereja Jang in Dong.” Kata Do Woo.

Setelah melihat foto Ae Rin, mereka tahu Ae Rin ada disebuah bangunan konstruksi.

***

Ae Rin berteriak, tapi tak ada yang mendengarnya.

“Apa apaan kamu?! Kenapa melakukan ini?”

“Kamu mahir berakting, karenamu aku mendapatkan masalah besar padahal aku sudah bermurah hati. Kamu pantas menerima ini. Kita impas.”

“Sebetulnya apa maksudmu?”

“Kamu akan tahu detailnya dari pemilik King’s bag. Tunggu 40 menit setelah aku mendapatkan barangnya, kau akan kulepaskan.”

Ji Yeon datang, mereka berkelahi. Tentu saja Yong Tae kalah, dia tidak bisa berkelahi.

Ae Rin, Ji Yeon dan Yong Tae ada didalam mobil, terjadi kemacetan di jembatan Seon Ho. Pintu Utara dan pintu selatan diblokir.

Terjadi pengepungan untuk menangkap Terius.

Terius melompat ke air dan ditembak oleh K.

***

Ae Rin dan Ji Yeon segera pergi menyusuri sungai. Ae Rin berenang untuk menyelamatkan Kim bon.

“Jangan khawatir, aku akan melindungi mu.”

Ketika semua lengah, Yong Tae kabur.

***

Kim bon dibawa ke rumah Ae Rin. Ia diperiksa oleh dokter, kakak Ji Yeon.

“Kakak tahu ini rahasia Khan?”

Dokter nya tampak mengerti lalu pergi.

***

Ji Yeon dan Do Woo memuji Ae Rin yang pintar menyelam.

“Omong omong, dimana jam pasirnya?”

***

Si kembar memainkan jam pasir.

Jam pasir diminta oleh Ji Yeon, Ji yeon berjanji akan membelikan mereka Jam pasir yang baru.

“Paman bon, baik baik saja?”

“Dia sedang tidur pulas. Jadi jangan berisik.” Jawab Ae Rin.

“Kami boleh melihatnya?”

“Hanya melihat ya!” Ae Rin mengingatkan.

***

Kepala Kwon, menyelidiki rumah sakit dengan korban luka tembak, tapi tak ada informasi apapun. Ia yakin terius masih hidup.

Kepala Kwon lalu menganalisa kedatangan Kim bon ke J internasional.

Ada tas king’s bag di J internasional.

Ji Yeon pengelola king’s bag.
Orang yang berkaitan antara king’s bag dan J internasional adalah Go Ae Rin.

***

Ae Rin berpamitan pada sikembar kalau mau ke toserba.

Si kembar kasihan melihat Kim bon yang terbaring. Mereka mencoba menolong Kim bon dengan alat dokter dokteran mereka.

Wajah Kim bon ditempeli plaster

(😂Si kembar ngegemesin….)

***

Kepala Kwon mengetuk pintu rumah Ae Rin.

“Siapa?” Tanya Jun Hee

Mendengar anak kecil yang menyahut. Suara kepala Kwon di lembut lembutin…

“Ibu mu ada dirumah?”

“Tidak.”

“Dia pergi kemana?”

“Ke toserba, anda siapa?”

“Aku teman ibumu. Bisa buka pintunya sebentar saja?”

(Adegan ini kayak adegan tiga babi dan serigala dibuku anak anak🙄)

Joon Hee mau membukanya tapi dihalangi oleh Kim bon. Kim bon memberi kode ‘sssttt’ 🤫.

***

Ae Rin datang, ia melihat kepala Kwon ada didepan rumahnya.

“Aku kesini untuk menanyakan, kamu mengenal Kim bon?”

“Aku baru mendengar tentangnya.”

“Jika berbohong, kamu bisa terluka.” Kata kepala Kwon mengintimidasi.

“Anda dulu mau mempekerjakan ku, sekarang datang malah untuk menanyaiku soal orang asing. Kini Anda malah mengancamnya. Sebenarnya, ada apa ini?!” Ae Rin pura pura lugu.

“Tolong minggir, anak anakku sudah menunggu?!” Ae Rin pura pura kesal.

Ia mau memencet password rumah, kepala Kwon curi curi lihat,

“Anda masih tidak mau pergi? Akan ku telepon polisi!”

Kepala Kwon terpaksa pergi dari situ.

Ae Rin merasa lega sekali.

***

Ae Rin masuk rumah dan kaget dengan wajah Kim bon yang penuh plaster.

“Kenapa?”

“Tidak apa apa.”😜

***

Ji Yeon memeriksa jam pasirnya. Tapi tidak ada apa apa. Jadi kemungkinan sudah kosong saat Kim bon mengambilnya.

“Nyawa Ji Yong Tae bergantung pada itu. Hanya ada satu cara. Kita harus menangkap Ji Yong Tae apapun yang terjadi.”

***

Yong Tae mau pesan kamar motel, tapi ia mencurigai si pegawai. Ia lalu lari menuju tempat sauna. Tempat yang ramai agar tidak mencolok.

Flashback:

Ia menyimpan memori kotak hitam mobil Moon Sung So diflasdisk. Lalu menyimpannya di jam pasir

Ia juga menukar tas bukti suap dengan tas king’s bag.

***

Kim bon, Ae Rin dan si kembar makan bersama.

Kim bon mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkan nya.

Si kembar sangat perhatian pada Kim Bon.

(Mereka seperti keluarga bahagia 😍)

Kim bon ingin kembali ke apartemen nya, tapi Ae Rin dan si kembar mengikutinya agar bisa merawat Kim bon

***

Rumah Kim bon terasa tidak sepi lagi. Jadi berisik🤣.

***

Kim bon demam, Ae Rin melap dahinya. Kim bon memegang tangan Ae Rin dengan terpana, “aku baik baik saja sekarang.”

(Ada percikan cinta😘)

***

Seorang pria berbicara pada seorang wanita, yang memakai sepatu high heels merah. Rencana mereka akan dilaksanakan seperti semula.

“Kamu akan dihubungi oleh orang ini. Seorang koneksi BIN.”

“Orang ini yang menutup operasi candy? Aku suka caranya menyelesaikan tugas, rapi dan efisien.” Kata wanita itu dalam bahasa Inggris.

***

Kepala Kwon menyuruh bawahannya untuk menyelidiki daftar panggilan ji Yeon.

Tiba tiba direktur Shim datang dengan marah,

“Sudah kubilang aku menyayanginya, jangan terlalu kejam!”

“Ku bilang, akan kuurus sendiri!”

“Belum ada bukti dia mata mata. Perlukah kamu memakai kekerasan? Jika dia sampai tewas, aku tidak akan memaafkanmu!!”

“Anda bilang menyayanginya? Anda tidak mengenalnya. Selama ini dia saling kontak dengan Ji Yeon. Aku yakin Ji Yeon membantu Bon.”

“Mustahil.”

“Jika dua agen kesayangan anda menjadi pengkhianat, bagaimana perasaanmu?” Kepala Kwon mencoba memprovokasi.

***

Bersambung episode 18

Terius Behind Me eps 16

Ae Rin pulang kerja, dia ada yang mengikuti. Ae Rin segera berlari dan masuk minimarket. Ia segera menelepon Kim bon untuk meminta bantuan.
Ternyata yang mengikuti nya adalah Kim bon. Kim bon ingin tau respon Ae Rin jika seandainya ada orang yang coba menguntitnya.

Menurut Kim bon respon Ae Rin sangat bagus, alih alih pergi ketempat gelap, ia pergi ketempat terang dan meminta bantuan.

Mereka minum kopi bersama.

***

Yong Tae menerima fax. Tentang identitas Ra Do Woo dan Ji Yeon.

“Jadi mereka anggota BIN”

***

Kim bon juga mendapat informasi dari Ra Do Woo tentang identitas asli Yong Tae.

“Jung in Soo?”

“Jung in Soo dinyatakan tewas 2 tahun lalu.”

“Pria yang sudah tewas, bangkit dan dia hidup dengan nama dan wajah baru.”

“Mungkin dia disuruh seseorang. Agar mudah dimanfaatkan dan disingkirkan.”

***

Kim bon dan sang Ryoel minum yogurt. Mereka menggosipkan mama Yura dan Bu Shim yang bersaing untuk mendapatkan status sosial dilingkungan.

Kim bon memegang tangan sang Ryoel dengan lembut, “sudah kuduga, kau adalah panutan.”

Sang Ryoel senang, “kau membuatku tersipu.”

Mama Yura dan Bu Shim datang.

Kim bon menyerahkan hasil ramalan.

Bu Shim : rawatlah mertuamu. Anggota baru akan merebut semua uangnya!

Mama Yura: tidak ada anak antara kamu dan suamimu. Kamu sungguh tinggal dengan ayah Yura?

Sang Ryoel: kamu segera akan punya anak lagi.

Semua galau mendapat ramalan itu.😂😂😂

***

Seorang pria mendapatkan email. Ia tampak gelisah lalu menelepon seseorang.

“J internasional terekspos, mulai pembersihan!”

***

Keesokan harinya, K sudah ada di star tower. Menghancurkan semua data hard copy dan soft copy.

Yong Tae datang tanpa tahu apa yang terjadi

K menyerang Yong Tae, tapi Yong Tae berhasil kabur. Ia membuang ponselnya agar tidak terlacak

Yong Tae ketakutan, dia Khan pengecut.

Ditengah jalan, ia bertemu Ae Rin. Ia mengajak Ae Rin ke suatu tempat.

Semula Ae Rin menolaknya, tapi karena ia ingat pesan Ji Yeon agar berteman dengan Yong Tae. Ia pun ikut dengan Yong Tae.

Di sebuah bangunan konstruksi yang belum jadi, Ae Rin disekap.

***

Ji Yeon heran kenapa Ae Rin tak kunjung datang.

Ada telepon masuk dari Ae Rin, bukan itu Hp Ae Rin yang dipakai Yong Tae.

“Agen BIN Yoo Ji Yeon dan TI, Ra do woo, aku akan dibunuh!!!… Dengarkan aku jika ingin wanita ini hidup, aku memberimu waktu 1 jam. Datanglah ke kantor J Internasional dan bawakan jam pasir untukku.”

“Jam pasir? Apa ada yang penting dalam jam pasir?”

“Sebaiknya kamu berhenti bertanya dan cepat bertindak! Jika tidak datang dalam 1 jam, Go Ae Rin akan mati!”

***

Ji Yeon menelepon Kim bon. Mereka menyusun rencana.

Kim bon yang akan ke J internasional dan Ji Yeon yang akan mencari lokasi Ae Rin.

***

Kim bon datang ke J internasional, para pengintai anak buah kepala Kwon segera melapor.

Ia segera mengerahkan pasukan untuk menangkap Terius.

“Aku menyayangi bon, tangkap dia tapi jangan bersikap kasar padanya.” Kata direktur Shim mengingatkan kepala Kwon.

“Biar aku yang mengurusnya!”

***

Bon memasuki kantor J Internasional. Mengamati sekitar. Tidak ada siapa siapa, semua tas berserakan.
Kim bon memeriksa tas, logonya Kings bag.

“Ini bukan tas yang Ae Rin lihat.”

Ia lalu mengambil jam pasir nya. Do woo menelepon nya, memberitahu bahwa pasukan kepala Kwon menuju ke star tower.

Ia berlari, kejar kejaran dengan para pasukan.

Dijembatan, ia terkepung.

Ia melompat dari jembatan, K berhasil menembaknya.

Kim bon jatuh ke air. Tidak sadarkan diri

***

Bersambung episode 17

Terius Behind Me eps 15

Ae Rin memasuki ruangan rahasia.

Mereka tertangkap basah.

Kim bon langsung memeluk Ae Rin, sambil memberikan kode pada Do Woo untuk membereskan papan penyelidikan.

“Mari kita bicara diluar”

Karena sudah kepalang basah, mereka mengakui bahwa mereka adalah anggota BIN yang sedang melakukan penyelidikan disitu.

Mereka juga mengakui kecerdasan Ae Rin yang bisa mengungkapkan identitas mereka.

“Bisa kami bicara berdua?” Kata Kim bon.

Ra Do Woo dan ji Yeon langsung menyingkir.

Ji Yeon berencana untuk membuat perjanjian kerahasiaan dengan Ae Rin dan menyuruhnya pergi dari tempat itu.

***

“Aku senang, kamu bukan orang jahat. Sudah kuduga, kau orang baik.” Kata Ae Rin.

“Tidak usah berbelit belit, kau tidak mempercayaiku, bahkan memecat ku tepat 14jam yang lalu.” rupanya Kim bon gondok wkwkwk.

“Pak jin terus menghasut ku, aku mudah terpengaruh.”

“Ae Rin ssi, tempat ini adalah markas rahasia untuk operasi BIN. Jangan beritahu siapapun tentang identitas toko ini.”

“Jangan khawatir, aku tidak sebodoh itu. Sekarang aku mengerti mengapa semua hal aneh ini terjadi.” Ae Rin mulai menganalisa.

“Apa kau mengasuh anak anakku juga untuk tujuan lain?”

“Dulu memang iya, tapi sekarang tidak. Aku benar-benar serius.”

“Aku akan percaya padamu.”

Ternyata ruangan itu juga ditempeli penyadap oleh Ra Do Woo.

“Kim bon ssi, bolehkah aku tetap bekerja disini. Aku akan pura pura tidak tahu dan bekerja seperti biasa”

“Tidak, itu terlalu berbahaya. Mengetahui rahasia akan berbahaya untukmu.”

“Apakah itu sebabnya kamu menyuruhku untuk merahasiakan tentang aku melihat pak Moon Sung So di J internasional?”

Kim bon langsung berdiri dan memberi isyarat pada Ae Rin untuk keluar dari situ.

Kim bon memberi tahu Ae Rin agar merahasiakan pertemuannya dengan pak Moon Sung So. Karena walaupun mereka bekerja sama, ada informasi rahasia yang mereka saling tutupi.

“Bon ssi, kenapa kamu menggunakan nama palsu untuk menyewa apartemen?”

“Aku buronan, aku membutuhkan identitas palsu.”

“Kenapa kamu menjadi buron?”

“Jika saatnya tiba, Aku akan memberitahumu nanti.”

***

“Bisa bisanya dia merahasiakan itu padaku.” Ji Yeon kesal setelah tau Ae Rin adalah saksi.

***

Kim bon merasa lega, akhirnya ia bisa menikmati tidur dengan tenang.

***

Pagi hari, sebelum si kembar berangkat sekolah. Mereka berteriak teriak,

“Ahjussi, jangan lupa memberi makan ikan!” Ae Rin mencoba menghalangi si kembar mengganggu Kim bon.

Tapi Kim bon keluar, lalu dipeluk anak anak.

Ae Rin berangkat kerja dengan memakai tas hadiah dari kim bon.

***

Yong Tae datang lagi ke king’s bag. Ia mengamati Ra do woo. Ia tahu Ra Do Woo adalah orang yang mencoba masuk kekantor nya.

Yong Tae telpon ke seseorang,

“Lacak nama Ra Do Woo. Lalu hubungi sumber BIN kita. Firasat ku mengatakan itu mereka.”

*** Si Buron ***

Ji Yeon mengajukan kerjasama dengan Ae Rin.

“Aku butuh seseorang untuk memperhatikan etalase, seperti yang kau lakukan.”

“Terima kasih.” Ae Rin senang.

“Kau melihat Moon Sung So di J internasional, bisakah kau bersaksi untuk itu nanti?”

Ji Yeon berusaha meyakinkan Ae Rin, ia berjanji akan melindungi Ae Rin juga.

Ji Yeon berencana menjadikan Ae Rin sebagai informannya.

“Selain menjual tas sebagai jobdesk ku, tapi aku harus mempertaruhkan hidupku untuk bersaksi.”

“Aku akan memberikanmu kenaikan gaji 20% ”

“Aku juga harus menjalankan tugas…”

“Tambah lagi 10%”

“Setuju.”

(Oalah, Ae Rin minta naik gaji toh😓)

“Kamu bisa menyetir?”

“Tentu saja” kata Ae Rin berbohong.

***

Ae Rin memandangi SIM nya dengan putus asa.

Dia meminta Kim bon mengajarinya menyetir.

Kim bon setuju.

Didalam mobil, Kim bon terus mengomel, Ae Rin ugal ugalan. Dia pengemudi yang buruk!🤣

***

Kim bon kesal karena jika Yeon merekrut Ae Rin sebagai informan nya. Ia takut Ae Rin dalam bahaya. Ae Rin mendengar kan pembicaraan Kim bon dengan Ji Yeon.

“Aku tidak apa apa, justru kamulah yang dalam bahaya. Kata Bu yoo, ada orang yang mengejar ngejarmu. Aku akan melindungimu apapun yang terjadi.”

Kim bon tersenyum geli.

“Terima kasih”

***

Ae Rin melaporkan pengamatannya disekitar komplek pada Ji Yeon.

***

Kim bon kembali menjemput anak anak pulang sekolah, para ibu ibu terpana ketampanan Kim bon.

Bus sekolah datang,

Kim bon langsung menggendong si kembar pulang. Kim bon adalah pengasuh yang andal.

Dia bisa membersihkan rumah sambil main dengan si kembar.

Si kembar mau memberikan makanan yang banyak pada ikan. Tapi dilarang oleh Kim bon,

“Kenapa?”

“Karena, kalau mereka banyak makan, mereka akan gemuk, kalau gemuk mereka harus push up.”

Si kembar kasihan pada ikan kalau harus push up.

“Kita kasih mereka makan sedikit saja.” Kata Joon Hee.

***

Ae Rin pulang kerja, ada yang mengikuti nya.

***

Bersambung episode 16

Terius Behind Me eps 14

Pulang sekolah anak anak dijemput oleh sang Ryoel. Si kembar menanyakan kenapa bukan Kim bon yang menjemput mereka. Mereka protes.

“Sebenarnya apa yang terjadi sehingga dia berhenti tanpa kabar?”

Sang Ryoel tampak kewalahan mengurus 3 anak sekaligus.

Saat Sang Ryoel memandikan anaknya, si kembar kabur.

Mereka pergi ke apartemen Kim bon.

“Ahjussi, apa kau dirumah?”

Kim bon membukakan pintu. Si kembar langsung memeluknya.

“Kenapa ahjussi tidak menjemput kami? Kami menunggu paman.”

Mereka lalu bermain dirumah Kim bon. Dan makan es krim.

“Kalau kalian makan es krim, ibumu akan marah.”

“Bisakah paman merahasiakannya?”

“Mulai sekarang, paman tidak bisa menjemput kalian lagi.”

“Kenapa?” Kata sikembar berbarengan.

“Apa karena aku pipis di celana?” Kata Joon Soo merasa bersalah.

“Atau kami terlalu berisik? Kami akan diam sekarang.”

“Bukan.”

“Kami juga tidak akan makan es krim lagi.”

“Bisakah paman terus menjemput kami?”

“Ini hadiah” Joon Soo memberikan selembar kertas.

Kertas gambar Kim bon.

“Paman menyukainya?”

Joon Hee lalu menempelkan gambar itu di pintu lemari es.

(Si kembar manis banget😍).

***

Sang Ryoel kelabakan si kembar menghilang, ia takut sikembar di culik lagi. Tapi ponselnya berbunyi, itu dari Kim bon yang mengatakan kalau sikembar ada dirumahnya.

***

Kim bon dan sang Ryoel mengawasi anak anak bermain

“Wah, rumor tentangmu dan Ae Rin itu benar.”

“Rumor apalagi kali ini?”

“Katanya kamu dan Ae Rin berkencan, karena itu kamu sengaja membunuh suami Ae Rin. Ibu min Jun berusaha menyebar rumor tidak masuk akal itu. Tapi aku mengerahkan segenap nyawaku untuk membelamu.”

Kim bon memegang tangan sang Ryoel, “Terima kasih.”

Sang Ryoel ingin membelai tangan Kim bon. (Maksudnya apa coba??)

“Aku hanya memberi contoh sebagai panutan. Oh ya ada seorang pimpinan datang ke king’s bag untuk merekrut Ae Rin.”

Kim bon kaget,

“Namanya Kim Tae Hae, pimpinan Rose L.”

“Itu aliasnya Kwon Young Shil.” Kata Kim bon dalam hati.

***

Ae Rin melayani banyak tamu.

“Toko ini pelanggannya banyak sekali, mustahil toko ini palsu.” Kepala Kwon bingung.

“Maaf membuat anda menunggu, ada klub king’s bag dilingkungan ini. Jadi, pelanggan kami makin banyak.”

“Klub king’s bag?”

“Ya, mereka mengadakan arisan untuk membeli tas.”

“Tampak nya ini hanya toko biasa yang dikunjungi para ibu.” Pikir kepala Kwon.

“Kamu biasa menjaga toko ini sendiri?”

“Ya, mengenai lowongan pekerjaan yang anda bilang, perusahaan apa itu? Dan aku akan melakukan apa? Karena aku berencana resign. Berapa gaji ya? Apa ada asuransi?…” Ae Rin nyerocos. Bu Shim kewalahan, di pura pura dapat telepon dan pergi.

***

Kim bon berlari ke Kings bag, ia melihat ada kepala Kwon keluar dari sana.

Kim bon lalu berlari menuju ruang bawah tanah.

Ae Rin melihatnya dan berusaha mengejar Kim bon, ia kehilangan jejak.

Ae Rin disuruh pulang lebih awal oleh do woo.

Saat pulang, Ae Rin melihat dikotak surat ada tagihan listrik king’s bag. Jumlah tagihannya sangat besar. Dia kaget.

Jika king’s bag hanya ruangan itu, seharusnya tagihan listrik tidak sebesar itu.

“Pasti ada ruangan lain ditempat itu.” Kata Ae Rin cerdas.

***

Bu Shim bercerita tentang direktur yang mendatangi mereka siang itu. Ia sangat aneh, perusahaannya juga tidak terdaftar di manapun.

***

Ae Rin menidurkan anak anak, mereka bercerita tentang Kim bon yang bermain bersama mereka.

“Menurut kalian, ahjussi orang baik atau orang jahat?”

“Tentu saja orang baik.” Kata si kembar berbarengan. (Anak anak itu suci, mereka bisa membedakan orang baik dan bukan😉).

***

Ae Rin mencoba menggabungkan semua kejadian yang janggal.

“Apa dia polisi? Atau pembunuh? Atau anggota BIN?”

***

Ji Yeon, Kim bon dan do woo sedang rapat dibawah tanah.

Mereka memarahi Do Woo yang mencoba masuk ke kantor J Internasional tanpa seijin mereka.

Padahal Do Woo melakukannya demi Ji Yeon.

Falshback:

“Ra do woo, mari kita segera selesaikan operasi King’s bag, dan mari kita pergi ketempat yang jauh! Aku muak dengan bon!” kata Ji Yeon saat mabuk.

“Baiklah, mari kita selesaikan.”

***

Yong Tae memeriksa CCTV di lift, ia merasa mengenali perawakan orang pakai topi dan rambut pirang.

Ia lalu mendapat telepon dari seseorang misterius, orang itu mengingat kan agar Yong Tae tidak terlalu ingin tahu.

(Siapa ya orang yang menelepon Yong Tae??,🤔)

***

Sebelumnya, ketika Ji Yeon menutup tirai toko siang hari Ae Rin menempelkan solasi kertas dipintu toko.

Ketika larut malam, Ae Rin mengecek kembali, ternyata solasi kertas masih utuh. Itu berarti Ji Yeon dan Do Woo tidak keluar dari tadi siang.

“Lampu sudah mati dan tidak ada orang ditoko?” Ae Rin makin penasaran.

“Pasti ada ruangan lain ditoko ini.” Pikirnya. Lalu membuka pintu toko.

***

Tiba tiba alarm berbunyi, dari layar CCTV, Ae Rin masuk ke toko lalu mematikan panel listrik. Ae Rin melihat jejak kaki dari serbuk berkilau. Lalu ia menggeser bingkai foto. Lalu dengan perasaan takut ia masuk ke ruangan rahasia.

***

Do woo berhasil menyalakan listriknya kembali.

Ae Rin masuk keruangan itu.

“Ini maksudnya apa?”

Mereka kaget, ketangkap basah.

Kim bon memeluk Ae Rin.

***

Bersambung episode 15

Terius Behind Me eps 13

Kim bon berusaha menjelaskan pada Ae Rin. Tapi Ji Yeon meneleponnya.

“Kamu mengenal bosku? Siapa kamu sebenarnya?”

“Kurasa kamu salah paham. Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, tapi namaku memang Kim Bon. Percayalah padaku.”

“Bagaimana dengan bosku?”

“Kami teman lama, dia butuh pegawai jadi aku merekomendasikanmu.”

“Entah aku bisa mempercayaimu atau tidak. Untuk saat ini tolong keluar dari rumahku.”

***

Bon nya melas (sini sini oppa.. biar aku menghiburmu🤗!! Miminnya ganjen🤣)

***

“Kenapa kamu terlambat sekali? Ada masalah apa?” Tanya Ji Yeon.

“Aku frustrasi karena tidak bisa jujur. Ae Rin tau soal identitas mata mataku. Kira kira siapa yang memberitahunya?”

“Wanita itu sangat pintar, kau meremehkannya.”

“Rasanya aku membuatnya percaya lalu mengkhianatinya. Itu sebabnya hatiku sakit.”

“Pekerjaan kita memang seperti itu. Jika melibatkan perasaan pribadi, semua akan kacau seperti insiden di Polandia.”

“Kamu menggampangkan nya karena ini bukan urusanmu.”

Ji Yeon kesal. Lalu pergi.

Flashback:

Kim bon jatuh cinta pada informan, ia berjanji akan mentraktirnya mojito di Namsan setelah kasus usai. Tapi Candy malah mati tertembak.

***

Kim bon pulang ke apartemen nya, ia merindukan sikembar.

Rumahnya yang rapi sekarang penuh mainan anak anak. Karena si kembar suka main disana.

***

Ji Yeon minum sampai mabuk, ia kesal. Do woo datang mengantar nya pulang.

Ji Yeon digendong do woo.

“Kim bon, bedebah! Hei bon, siapa yang lebih cantik, aku atau Choi Yeon Kyeong?”

“Kamu lebih cantik.”

“Benar, lalu siapa yang lebih cantik, aku atau go Ae Rin?”

“Tentu kamu lebih cantik.”

“Astaga, akhirnya kamu bisa melihat dengan benar.” Ji Yeon senang.

Ia membelai rambut do woo,

“Hei bon, sejak kapan uban mu sebanyak ini?”

“Ini pirang.”

“Dia menanyakan pria lain saat dipunggung ku. Ji Yeon, kamu kejam sekali.” Ra do woo mengomel.

*** Terungkap ***

Ae Rin meminta bu Shim agar mencarikannya pengasuh baru.

***

Ae Rin datang ke king’s bag. Meminta klarifikasi tentang Kim Bon.

“Bu, antara Kim bon dan Wang Jeong Nam, siapa nama aslinya?”

“Wang Jeong Nam.”

Ae Rin ingat bahwa bon mengatakan nama aslinya adalah “Kim bon”.

“Karena kau sudah tau kebenarannya, apa kau akan berhenti dari pekerjaan ini?”

Ae Rin mengangguk.

***

Tim Kis rapat, mereka menggosipkan Kim bon yang resign. Dan hubungan Kim bon dan Ae Rin.

Ae Rin dikabarkan sudah tinggal bersama Kim bon. Karena si kembar selalu dirumah Kim bon.

***

Direktur Shim mengingatkan agar Ji Yeon berhati hati pada kepala Kwon.

Ji Yeon juga melaporkan mengenai J internasional sebagai mediasi suap menyuap para pejabat.

***

Bu Kwon mendapatkan informasi galaxy Shim (Shim Eun Ha) dari Instagram mengenai Ae Rin.

“Jadi, king’s bag adalah nama tokonya? Lokasinya dekat king’s Castle.”

***

Ae Rin menemui Bon, Kim bon dipecat.

“Kamu tidak perlu lagi menjemput dan menjaga si kembar.”

“Baiklah, maaf membuatmu tidak nyaman.”

Kim bon kelihatan sedih.

***

Kepala Kwon datang ke king’s bag.

Ditemui oleh Bu Shim. Tim kis membantu Ae Rin menjaga toko selama Ae Rin pergi.

***

Kim bon melihat seorang wanita keluar dari mobil Yong Tae. Ia coba mengejar wanita itu, tapi dihalangi Yong Tae.

Yong Tae mengejeknya, lalu memberinya kartu nama seandainya Ae Rin memecatnya, setelah Ae Rin tahu kalau Wang Jeong Nam seorang kriminal.

Yong Tae sebetulnya merasa aneh, Kim bon bukan tipikal seorang kriminal.

***

Kepala Kwon berusaha mencari informasi tentang Ae Rin pada ibu ibu rempong itu. Merekapun menggosip sampai Ae Rin datang.

Bu Shim meminta kartu nama Bu Kwon.

“Kim Tae Hae, direktur Rose L.”

Lalu mereka membiarkan kepala Kwon dan Ae Rin ngobrol.

***

Ra do woo ke kantor J internasional, ia mencoba meretas password kantor. Tapi ketahuan oleh pengawal Yong Tae.

Merekapun kejar kejaran. Ra do woo berhasil lolos.

***

Yong Tae marah,

“Kaki panjangmu hanya untuk pajangan?kamu bodoh sekali!”

“Mungkin dia pencuri biasa.”

“Ia mematikan CCTV di koridor, firasat ku buruk.”

“Bukankah, anda harus melapor ke atasan?”

“Jangan bertindak gegabah, belum terjadi apapun. Tutup mulutmu, paham?!”

***

Bersambung episode 14

Terius Behind Me eps 12

Ae Rin meminta maaf atas ketidaknyamanan saat makan siang, dia langsung kembali ke toko.

***

Yong Tae merasa curiga pada Kim Bon, ia lalu menyuruh pak Park untuk menyelidiki latar belakang Kim bon.

“Firasat ku tidak bagus tentang orang ini.”

***

Kim Bon dan sang Ryoel sedang mengawasi anak anak bermain.

“Bon, usiamu 40an?”

“Tidak.” Kata Kim bon sambil tetap cuek.

“Kamu lahir di Seoul?”

“Tidak.”

“Pernah menikah?”

“Tidak ”

“Kamu suka olah raga?”

“Ya.”

“Suka belajar?”

“Ya” jawab kim bon seperti robot.

“Golongan darahmu o ?”

“Ya”

“Kamu suka roti?”

“Ya”

“Kamu suka Ae Rin Khan?”

“Ya…” Ting! Dia langsung tersadar, “Tidak!”

Wkwkwk…

Sang Ryoel menggoda Kim bon mengenai kejadian dijalan saat bon berguling memeluk Ae Rin.

Bon langsung berdiri,

“Sang Ryoel nim, mau pergi ke suatu tempat?”

***

Mereka pergi ke toko mainan. Joon Hee membeli lampu untuk tidur.

Mereka main Komidi putar, makan es krim dan main selodotan bersama.

Sang Ryoel memfoto Kim bon saat main dengan anak anak lalu mengirimkannya pada Ae Rin.

***

Ae Rin tersenyum melihat foto anak anak. Ia lalu memperlihatkan pada Do Woo.

Ji Yeon yang menguping, jadi kepo. Ia terlihat cemburu.

***

“Sang Ryoel nim, aku tau kau penasaran dengan ku, jadi akan ku beritahu. Aku dari Daejeon, usiaku 38, aku juga pernah bekerja untuk master kang dari gunung Gyeryong. Tapi aku sudah berhenti, uangku sudah cukup. Aku tidak perlu bekerja untuk mencari nafkah.”

“Oh, jadi begitu.”

“Tolong bilang itu ke Kis.”

“Untuk apa aku melakukan itu.” Sang Ryoel pura pura bisa menjaga rahasia.

“Tolong juga, kamu beritahukan padaku semua rahasia dan gosip di Kis.”

“Kamu menyuruhku mengkhianati mereka?”

“Ini karena aku ingin menjadi sahabat mu,agar kita lebih dekat, kita perlu membagi rahasia.”

Sang Ryoel setuju dengan Kim bon,

Kim bon mendekati sang Ryoel, sambil memegang tangannya. “Kamu adalah panutanku.”

(Sepertinya ada cinta diantara mereka🤣wkwkwk)

***

Karena rayuan maut Kim bon, sang Ryoel mengatakan hal hal baik tentang Kim bon pada Kis. Bahwa Kim bon bukan orang yang layak dicurigai.

***

Kim bon tertidur karena kelelahan, tiba tiba Jun Soo membangunkannya, Jun Hee sakit.

Kim Bon memeriksa perut Jun Hee. Keras dan sakit.

Kim Jong segera berlari membawa anak anak ke rumah sakit, ditengah jalan ia bertemu Ae Rin dan pergi ke rumah sakit bersama sama.

Setelah diperiksa dokter, perutnya sakit karena sembelit🤣 hehehe. Mereka langsung lega.

***

Ae Rin berterima kasih karena Kim bon cepat tanggap jika anak anak sakit.

Kim bon memperingatkan Ae Rin tentang Yong Tae. Ae Rin harus berhati hati sebaik apapun sikap Yong Tae.

***

Apartemen Ji Yeon ada yang mengawasi. Ternyata profil Ae Rin itu palsu, alamat dan nomor telepon, itu milik Ji Yeon.

Kini Ji Yeon yakin bahwa memang ada mata mata di BIN.

***

Ji Yeon, do woo dan Kim bon rapat.

Membahas situs gold clover yang mengeluarkan kartu tarot. Setiap kartu Aries muncul, maka akan ada yang tewas.

***

“Joon Joon, apa kalian bersenang senang dengan pak Kim hari ini?” Tanya Ae Rin pada sikembar, pembicaraan santai sebelum tidur.

Si kembar meng iya kan.

“Ada luka besar dipunggung ahjussi.” Kata Joon Hee.

“Dia bilang, luka itu mengeluarkan banyak darah.”

“Sungguh?” Ae Rin penasaran.

***

Kim bon memandang situs gold clover sambil tangannya memegang sebuah kancing.

Falshback:

Saat dia bertarung dengan K. Insiden Candy. Tiba tiba seseorang menembaknya dari belakang. Tapi ia sempat meraih kancing baju K. Kancing baju Gold Clover.

Ia diopname dirumah sakit, ketika ia sadar, ia dituduh sebagai mata mata yang mengkhianati organisasi.

Ia diinterogasi oleh kepala Kwon. Yang aneh, kepala Kwon memakai kemeja dengan kancing gold clover.

Ia jadi curiga pada kepala Kwon. Ia akhirnya melarikan diri.

Setelah kabur, ia ke polandia dengan identitas palsu. Ketika berjalan jalan, ia menemukan toko baju gold clover. Dan orang orang yang berkaitan dengan kematian Candy ada disitu.

Ia menyadari, bukan Korea Utara yang akan menyerang dengan teknologi nuklir. Tapi negara negara lain yang mencoba mengambil keuntungan.

Kini gold clover mengeluarkan kartu baru yang berarti mereka punya rencana baru.

“Yang menggangguku, titik koordinat target berikutnya adalah Kings Castle.”

***

Yong Tae menerima berkas latar belakang Kim Bon.

“Pak, firasat anda tepat sekali.” Kata pak park.

“Sudah kuduga, ada yang aneh tentangnya.”

***

Ae Rin disuruh pulang oleh Ji Yeon agar pengasuh anaknya bisa pulang

“Anda perhatian sekali, bahkan pada pengasuhku juga.” Kata Ae Rin polos.

Ia lalu mendapat telepon dari Yong Tae yang mengajaknya bertemu. Yong Tae memberikan berkas Kim bon.

“Pengasuh mu, bernama Wang Jeong Nam, umur 40 tahun. 6 catatan kriminal atas pencurian.”

Ternyata Kim bon menggunakan nama Wang Jeong Nam untuk menandatangani perjanjian sewa rumah.

***

Kim bon menunggu Ae Rin pulang kerumah, ia sudah menyiapkan hadiah.

Ae Rin pulang lalu menatapnya,

“Kenapa? Apa ada yang salah dengan wajahku?”

“Maaf aku terlambat, kamu pasti lelah, pulanglah!” Ae Rin tampak aneh.

Kim bon memberikan hadiahnya. Berupa Tas. Ae Rin tertegun, ia mengira Kim bon mencurinya.

Ketika Kim bon pamitan pulang,

“Wang Jeong Nam ssi!” Panggil Ae Rin

Kim bon menoleh,

“Dia menoleh, itu pasti nama aslinya.” Ae Rin ketakutan

Kim bon berusaha menjelaskan, tiba tiba hp Kim bon yang dimeja berbunyi. Ji Yeon telepon.

“Kamu mengenal bosku? Siapa kamu sebenarnya?”

***

Bersambung episode 13