
Sebuah video promosi sebuah sekolah.
“Halo, aku Mi Ja Hong, kepala akademi Younghwa, 36 tahun. Mereka yang menyiapkan sekali lagi untuk ujian masuk perguruan tinggi dan mereka yang masih takut tahun lain pembelajaran, kami dapat membantu di akademi. Kami dapat menaikkan tingkat konsentrasi dengan pemandangan yang indah dan fasilitas seni rupa. 4 perempuan berbagi ruangan asrama. Ruang belajar yang tenang, kamar mandi yang bersih untuk sanitasi mereka. Dan rencana sistem diet untuk merawat mereka. (Ditayangkan foto foto fasilitas sekolah dan testimoni para siswinya).
“Itu cukup bagus untuk aku berkonsentrasi penuh” testimoni seorang siswi.
“Tidak ada masalah dengan kesehatanku sejak ada perawat”. Testimoni siswi lain
“Kuliah terbaik yang aku pernah dengar! Sangat mudah dimengerti!”
“Sangat enak, seperti makanan rumah”
Kamu hanya butuh kebulatan tekad. Jika kamu dapat melaluinya selama 1 tahun dengan kami, kamu sudah setengah berhasil. Mimpi akan menjadi kenyataan”
Video selesai.
*** D-Day***
D-312
“Halo semuanya, kalian tidak ada 1 tahun sampai ujian, aku Myung Hwa Oh, dekan dan akan bertanggung jawab selama kalian tinggal. Hanya jika kalian mengikuti peraturan kita akan bisa menjadi keluarga. Sekarang, silahkan ganti pakaian kalian dengan seragam.”
Semua berganti seragam kaos olahraga.
“Hmm, betapa jembelnya .” Keluh seorang Yoo jin.
Setelah berganti pakaian dan menaruh pakaian lama dikotak,
“Sekarang kami akan memeriksa barang kalian.”
MP3 dilarang, alat make up dilarang, hp dilarang, makanan instan dilarang, majalah dilarang. Semua hal yang dianggap mengganggu konsentrasi belajar dilarang.
Yoo jin tampak kesal karena dia juga dilarang memakai anting.
“Kendalikan dirimu dari segala sesuatu yang dapat mengganggu kuliahmu selama setahun, seperti musik, aksesori, ponsel dan novel.” Lanjut Myung Hwa.
Barang barang pribadi di lakban dan tidak boleh digunakan.
Semua siswa di absen dan duduk ditempat duduk yang sudah ditentukan.
Ketika aku pertama kali disini, aku merasa hanya bingung dan keputus adaan dari kegagalan dan harapan untuk permulaan baru. Tetapi harapan atau kegagalan hanya kemewahan untuk kami. Jika kami merasa harapan atau kegagalan, kami lebih baik belajar.
Petugas mengumumkan ruangan tidur masing masing siswi.
“Halo, aku Da Young.”
“Oh, aku Eun Su.”
“Ini Bo Ram,” kata Da Young memperkenalkan teman sekamar nya.
“Kamu mendapatkan nilai tertinggi Khan? Apa tingkatanmu? Ketika memasuki ujian masuk perguruan tinggi?” Tanya Da Young sok akrab.
Ketika aku pertama kali bertemu mereka, Da Young aktif berbicara, Eun su periang, dan Yoo jin, dia adalah pel*c*r.
Yoo jin datang, Da Young juga memperkenalkan diri, tapi Yoo jin mengabaikan nya.
“Ini Bo Ram, ini Eun Su, ayo semua berkumpul,” Da Young tampak tidak tersinggung.
“Aku tidak dapat tidur dibangku tidur,” kata Yoo jin ketus.
“Huh?”
“Itu tidak masuk akal kamu yang memilih pertama hanya karena kamu datang duluan.”
Da Young langsung membereskan barangnya yang ada ditempat tidur.
“Aku tidak melakukan nya dengan sengaja. Aku hanya meletakkan barang aku sebentar.”
***
Ketika membereskan barang barangnya, Bo Ram melihat di plafon ada noda hitam.
“Noda apa itu?” Tanyanya
Semua terdiam. Enggan membahasnya.
“Tidakkah kamu tahu?” Tanya Yoo jin balik.
“Apa?”
“Ada kebakaran besar 3 tahun lalu. Tidakkah kamu tahu? Semua anak meninggal” kata Yoo jin sengaja menakut nakuti.
“Hentikan! Hentikan!” Da Young berteriak ketakutan.
“Api membakar tetapi pintu terkunci, itu sudah seperti neraka asli. Tidakkah kamu mencium sesuatu? Bau daging terbakar.” Lanjut Yoo jin (Yoo jin ini memang anaknya menyebalkan😤)
“Aku tidak tau.”
Setiap orang berkata dibakar dalam kematian, tetapi itu tidak ada urusannya denganku. Yang paling penting untukku dari semua itu adalah mendapat nilai bagus.
***
06:00 Bangun
(bel berbunyi)
Semua bangun
“Sialan, berisik!” Yoo jin tidur lagi
Semua siswi berdiri dilorong dan diabsen oleh Myung Hwa.
Yoo jin terlambat dengan rambut masih acak-acakan
***
06:30 senam pagi
08:00 kelas bahasa Inggris
09:00 kelas matematika
10: 00 kelas bahasa Inggris
11:00 kelas sosial
12:00 kelas ilmu pengetahuan
12:50 waktu makan siang
Para siswa makan siang dengan kelelahan
“Aku tidak nafsu makan. Ini lebih brutal daripada tahun seniorku.” Keluh Da Young
Eun Su mengeluarkan beberapa botol obat
“Ini untuk sakit kepala, ini untuk insomnia, ini untuk membangunkannya, ini vitamin dan ini untuk pencernaan.”
“Tidak ada ekstasi?” Tanya Yoo jin
Bel berbunyi…
“Sialan!!!” Yoo jin frustrasi.
14:00 kelas ilmu pengetahuan
15:00 kelas kemasyarakatan
16:00 kelas matematika
17:00 kelas
Bubar
18:00 kelas bahasa asing kedua (sudah pada teler..🤯)
21:00 bebas belajar
(Maksudnya bukan tidak perlu belajar ya.. tapi terserah mau belajar apa yang penting belajar!)
“Bu,”
“Ada apa?”
“Boleh kah aku pergi ke kamar mandi?” Tanya Da Young
“Ke kamar mandi selama kelas atau jam belajar, itu melanggar peraturan.” Jawab Myung Hwa
Da Young disuruh berdiri, tangannya dipukul 3 kali dan dia baru boleh ke toilet.
Ketika dia mencuci tangan, dia merasa seakan ada sosok dibelakangnya. Tapi sepi, tidak ada seorang pun disitu.😥
Para siswi mengeluh kan peraturan mengenai ke toilet.
***
Yoo jin membanting telepon umum.
“Sialan, mereka tidak pernah pulang!” Kata Yoo jin kesal. (Mungkin karena dia kurang perhatian jadi dia bersikap menyebalkan🤔
Telepon umumnya cuma satu, jadi yang antri banyak).
***
“Da Young apa itu?!” Tanya Yoo jin kasar.
“Ini bukan apa apa” Da Young memeluk erat sebuah bungkusan.
“Jadi kenapa kamu menyembunyikan itu?”
“Kapan aku menyembunyikan sesuatu?” Da Young mengelak.
Yoo jin merebut bungkusan Da Young. Ternyata itu adalah seekor hamster peliharaan Da Young.
“Aku tidak bisa hidup tanpa Happy (hamster).” Kata Dan Young memelas.
“Maafkan aku, aku memiliki nya sejak tahun lalu dan tidak dapat meninggalkan nya dirumah. Kumohon..” Da Young mulai menangis
Yoo jin mau merahasiakan si hamster dengan satu syarat: Da Young juga harus menyimpankan rokok dan korek milik Yoo jin, seandainya ketahuan maka Da Young yang harus bertanggung jawab.
Aku tidak tahu saat itu akan menjadi masalah yang besar.
***
Seperti sebelumnya, para murid berbaris di lorong.
“Yoo jin, apa yang terjadi dengan celana mu?” Tanya Myung Hwa
“Aku memotong nya”
“Perilaku aneh seperti itu adalah pelanggaran terhadap peraturan.”
“Aku tidak melakukan sesuatu yang berbahaya pada siapapun dan aku tidak berpikir mengelem celana adalah aneh.”
“Jadi kenapa kamu memotong nya?”
“Itu terlalu ketat sekitar pergelangannya, ketika aku bangun jadi merasa tidak nyaman. Jika aku tidak mendapat istirahat yang cukup, maka itu akan berdampak negatif pada pembelajaran ku. Dan jika berdampak pada pembelajaran ku, aku akan gagal lagi” Kata Yoo jin berargumen.
Myung Hwa terdiam.
***
Yoo jin sangat senang bisa membuat Myung Hwa speechless.
“Lihat Bangs*t aku merasa luar biasa” katanya tertawa penuh kemenangan.
Kami tidak bisa mendengar tertawanya lagi setelah itu.
***
D-268
Senam pagi seperti biasa. Tapi kali ini senamnya diulang karena Yoo Jin asal asalan.
Kelas bahasa Inggris, Yoo jin yang harus menjawab soal.
Kelas matematika, Yoo jin juga yang harus menjawab.
(Yoo jin jadi pusat perhatian ‘bully’ para guru)
***
Saat makan siang, Yoo jin merasa dipandang sinis oleh teman temannya, dia kesal lalu membanting makan siangnya.
“Apa lihat lihat?! sial!!” umpatnya
Myung Hwa mendekati nya, masih tanpa ekspresi.
“Bersihkan sampah mu sendiri!”
Yoo jin memandangnya penuh kemarahan.
“Bersihkan!” Kata Myung Hwa tidak gentar.
Dengan terpaksa Yoo jin membereskannya sendiri.
***
Yoo jin melampiaskan stress nya dengan merokok.
Tiba tiba dia melihat beberapa siswi masuk ke kamar mandi. Dia mengikuti siswi itu dan membuka suatu ruangan.
Ruangan itu berisi para siswi yang sedang duduk tertib. Kemudian dia pergi ke lorong, dia juga melihat para siswi berdiri tertib seperti setiap pagi ia lakukan. Dia berjalan melewati mereka (serem ih😥). Ia melihat sepatu mereka berdarah. Ia berteriak..
***
Para siswi (yang ini siswi beneran) kaget mendengar suara teriakan.
***
“Kamu harus tau, merokok itu dilarang.” Kata Myung hwa.
“Disana ada yang lain, mereka ada di dapur dan dikoridor.” Yoo jin berusaha menjelaskan apa yang ia lihat
“Apa yang kamu bicarakan?” Tanya Myung Hwa tidak mengerti.
“Tidakkah kamu tahu, setiap orang disini sedang belajar?”
***
Yoo jin yakin dengan apa yang dia lihat.
Dia kembali ke dapur dan koridor, tapi tidak ada siapapun.
***
Ia menceritakan tentang apa yang ia lihat pada teman temannya. Tapi tidak ada yang mempercayai nya.
Ini hari dimana hidupnya mulai menjadi sampah.
***
D-240
bel berbunyi
“Selamat pagi happy.” Da Young menyapa hamster kesayangannya.
Semua sudah bangun. Kecuali Yoo Jin. Temannya membangunkannya.
“Bangun Yoo jin, sudah hampir waktunya untuk absen.”
“Sialan, tinggal kan aku sendiri. Aku tidak bisa melakukan ini lagi!” Ia kembali tidur.
***
Semua berbaris dilorong
“Yoo jin masih tidur?” Tanya Myung Hwa?
“Ya”
“Bersiaplah untuk latihan pagi.”
***
Semuanya senam pagi.
Yoo jin dipaksa bangun, dia ditarik dan diseret 2 orang. Yoo jin berusaha memberontak tapi tidak bisa.
Ia disiram air.
“Kamu harus mentaati peraturan.” Kata Myung Hwa dingin
Lalu Yoo jin dipaksa untuk mengikuti pelajaran
***
Ketika semua sedang memperhatikan Yoo jin yang tampak kacau.
“Tidak bisakah kalian berkonsentrasi hanya karena seseorang sedang sedih?” Kata gurunya. (Waaa gurunya tidak ada empati nya😮).
“Ayo kita mulai kalau sudah tenang.” Lanjut nya.
“Sial!! Aku tidak bisa bertahan dengan ini lagi!!” Yoo jin memberontak, ia meninggalkan kursinya dan pergi menelepon orang tua nya
***
“Aku tidak bisa melakukan ini lagi. Sangat aneh disini! Kenapa kamu tidak mempercayai aku?!” Teriaknya sambil menangis.
Myung Hwa datang dan menutup teleponnya.
***
Kepala akademi, Mi Ja Hong menelepon orang tua Yoo jin.
“Beberapa murid mencari masalah, mereka stres. Ya.. ya.. itu masih dalam periode adaptasi. Disana ada beberapa gadis yang bahkan lebih lama.. ya kami akan menjaganya.”
Suara kepala akademi begitu tenang dan meyakinkan. Seakan akan ini bukanlah masalah besar.
“Apa yang kamu bicarakan? Menjaga ku?aku akan pergi sekarang! Biarkan aku bicara dengan dia!!” Yoo jin marah dan berteriak.
“Yoo jin, tenang lah. Kami perlu ijin dari orang tua untuk membiarkanmu pergi.”
“Disana ada prosedur nya. Jadi tenanglah dan cobalah sekali lagi. Kamu akan melewati kelemahan mu.” Kata mi ja Hong tenang.
***
Yoo jin kembali ke kamar dan membereskan barang barangnya
“Sial, kelemahan?omong kosong..” gerutunya.
Ia mau keluar dari akademi tapi pintu nya terkunci.
Ia berteriak dan menggebrak pintu. Ia menjadi pusat perhatian. Myung Hwa datang bersama 2 orang.
“Semua, sudah saatnya untuk tidur. Tolong masuk ke kamar masing-masing.” Perintah Myung Hwa.
“Buka itu!” Bentak Yoo jin
“Tidak bisa kulakukan sekarang.”
“Kenapa tidak? Kamu punya kunci!”
“Sudah saatnya tidur dan kasar pada guru juga melanggar aturan.”
“Aku akan pergi sekarang!”
“Yoo jin, kamu mau jadi pecundang lagi?”
“Buka itu!”
“Jika kamu tidak bisa bertahan disini, kamu tidak akan bisa melakukan apapun di dunia ini. Kamu akan gagal lagi.”
Yoo jin langsung menampar Myung Hwa
“Gagal? Kamu mengatakan aku gagal karena aku tidak masuk kuliah! Biarkan aku pergi!”
Yoo jin histeris, ia dipegangi 2 orang lalu disuntik obat penenang. Lalu ia dimasukkan keruangan isolasi dan dikunci dari luar.
***
“Ada apa dengan Yoo jin? Maksud ku itu terlalu buruk buatku.” Kata Da Young.
“Yaaa, disana ada orang yang bisa beradaptasi dan ada yang tidak bisa.” Jawab Eun Su bijak.
***
Didalam ruangan isolasi yang gelap. Yoo jin ketakutan. Ia melihat sosok lain disitu. Sosok hantu yang berdarah darah.
***
Eun Su bermimpi buruk.
“Kamu baik baik saja?”. Tanya bo Ram.
“Kamu kesakitan sepanjang malam. Lihat kasurmu basah.”
***
“Besok kita akan ujian, pikir kan itu akan mendeterminasi tesmu dan lakukan yang terbaik!” Kata guru.
Eun Su memegangi kepalanya, ia tampak sakit.
***
Eun Su meminum obat lagi.
“Apa kamu kembung lagi?”
” Tidak, aku sakit kepala.”
Ia lalu melihat keatas. Ada noda hitam diplafon (sepertinya dia mulai berhalusinasi 🙄).
***
Ruang isolasi Yoo jin dibuka.
Yoo jin duduk ketakutan dan berlumuran darah.
Yoo jin dimasukkan dalam ambulance.
“Tolong pergi lah sekarang!” Pinta Yoo jin, entah ditujukan untuk siapa
Apa yang membuat Yoo jin gemetaran dalam ketakutan…
***
D-187
Eun Su, Bo Ram dan Da young mengobrol santai sambil berselimut.
“Apa yang mau kamu lakukan di kampus?” Tanya Eun Su.
“Aku akan operasi plastik di mukaku dan sedot lemak.” Jawab Da young “sedot lemak? Kenapa?”
“Karena aku gemuk, lihat lenganku dan pahaku!’
“Kenapa kamu harus belajar 1 tahun lagi? Kamu cukup pintar untuk bisa masuk ke kampus yang baik?” Tanya Da Young pada Eun Su.
“Yeah, tapi dalam keluarga kami, kami harus melakukan yang terbaik. Jadi aku harus masuk universitas nasional Seoul.” Jawab Eun Su.
“Aku sungguh tidak tau kenapa kita harus serius belajar” kata Bo ram.
Bel berbunyi, lalu mereka memasukkan happy lagi dalam kandang.
***
Pembagian hasil ujian.
Da Young sedih karena hasil ujiannya jelek
Bukan hanya kita yang tidak punya nafsu makan, diantara berdua, ada yang melakukan terbaik dan ada yang tidak. Kami merasa canggung dan tidak bisa menatap satu sama lain.
***
Da young stress, ia mulai sakit bahkan muntah diruang belajar.
“Apa kamu baik baik saja?” Tanya Myung Hwa.
“Aku merasa lebih baik sekarang.” Katanya sambil menangis.
“Kalau begitu, bersihkan sampah mu.”
(Saya pikir Myung Hwa perhatian, eee ternyata nyuruh bersihin muntahannya sendiri😒)
Da Young membersihkan muntahannya yang ada dibuku.
***
“Bagaimana perasaan mu?”
“Aku tidak apa apa. Itu bukan pertama kali aku muntah.”
“Aku pikir itu terlalu berlebihan juga untuk makan seawal ini.”
Eun Su memberikan buku catatan nya.
“Ini tidak baik dan harus diingat.. tapi aku harap ini bisa membantu.” Kata Eun Su.
Da Young menangis terharu.
“Aku tidak akan membantu mu tanpa syarat, biarkan kita membantu satu sama lain, oke?”
“Terima kasih.”
Eun Su meminjamkan catatan nya, pada kita saingannya. Itu bahkan lebih sulit daripada meminjamkan diary mu. Kami merasa luar biasa dan penuh dengan harapan yaitu kami akan mendapatkan nilai yang lebih baik.
***
Ibu Yoo jin datang ke akademi bersama Yoon jin yang terlihat berantakan. Dia memaksa Yoo jin untuk kembali bersekolah.
“Tolong terima yoo jin sekali lagi.” Pinta ibu Yoo jin.
“Aku benar benar menyerah pada kekuatan Yoo jin. Kami sudah melakukan segala yang kami bisa.” Kata mi ja Hong.
“Dia selalu tidak bisa dikendalikan.” Keluh ibu Yoo jin
“Dia bahkan berjanji pada ayahnya kalau dia akan melakukan yang terbaik kali ini.” Ibu Yoo jin berusaha meyakinkan.
(Yoo jin terlihat habis digebuki ayahnya.. kasihan 😥).
Ibu Yoo jin bahkan memberikan uang suap agar Yoo jin diterima kembali.
Yoo jin memohon pada ibunya, tapi tidak dihiraukan.
Yoo jin kembali melihat mayat mayat yang berlumuran darah. Aaaaa!!!!!
***
Da Young merangkak mencari happy yang terlepas dari kandang.
Ketika kembali ke kamar, Yoo jin sudah ada disana memandang keluar dan menangis.
Yoo jin menangis, aku tidak yakin, ia menangis karena dia kembali atau karena orang tuanya tidak mengerti dia. Tapi dia kelihatan nya sangat sedih.
***
Semua siswi berbaris dilorong, Yoo jin memakai seragam dengan benar
“Yoo jin ssi, seragamnya tidak mengganggumu lagi hah?” Tanya Myung Hwa.
***
Semua mengantri makan sambil membaca buku.
“Bukankah Yoo jin aneh? Tanya Eun Su
“Ya, dia seperti bukan dirinya. Ada apa dengan rambutnya?”
“Itu akan merusaknya”
“Aku tahu, tampaknya dia seperti orang yang berbeda.”
Da young melihat happy di dapur.
***
Bilik Yoo jin kosong, Myung Hwa mencarinya. Ternyata Yoo jin ada di ruangan isolasi.
“Yoo jin ssi apa yang kamu lakukan disini?”
“Guru, aku punya pertanyaan. Insiden 3 tahun lalu apa hanya karena api? Tapi kenapa aku melihat banyak potongan tubuh?”
“Aku takut pertama kali aku melihat nya, tapi sekarang aku kasihan pada mereka karena aku tau perasaan mereka. Tidakkah kau melihat mereka? Mereka tergeletak disini” lanjut Yoo jin. (Sereemmm, apalagi Mimin bikin sinopsis ini tengah malam😰).