
Myung Hwa kembali mengunci Yoo jin dari luar.
***
bo ram mendapatkan sebuah note.
Da young mengangkat tangan, dia bilang mau ke toilet. Lalu ia dipukul 3 kali. Bo Ram juga mengangkat tangan.
Mereka bukan mau ke toilet, tapi mau mencari happy.
Bo ram melewati ruang isolasi. Dia melihat seseorang sedang berusaha membuka pintu tapi Da Young memanggilnya.
“Bo Ram, cepat lah!”
Mereka mencari happy dengan senter disebuah ruangan yang gelap. Mereka melihat sepasang kaki yang biru bengkak, ketika cahaya senter dinaikkan, mereka melihat tangan yang juga biru bengkak, semakin keatas mereka melihat wajah yang berlumuran darah.
Bo Ram mau teriak tapi dibungkam oleh Da young.
Lampu dinyalakan, Kepala akademi dan Myung Hwa masuk keruangan.
Bo ram dan Da Young bersembunyi di kolong
“Sepertinya, Yoo jin mengetahui sesuatu.” Kata Myung Hwa melaporkan.
“Apa yang kau bicarakan? Bagaimana dia bisa tahu?”
“Dia berkata, dia melihat mayat yang penuh dengan darah.”
“Hentikan bicara omong kosong ini.”
“Bu, dulu ada seorang murid…”
“Itu bukan kesalahan kita. Lupakan tentang ini.”
Tiba tiba terdengar suara mangkok aluminium terjatuh.
“Tikuusss…” Teriak para siswi.
Ruang belajar gaduh, semua naik ke atas kursi.
Myung hwa datang begitupun Da Young.
“Happy.. happy.. ” Da Young cemas.
Da Young berhasil menangkap happy. Myung Hwa berdiri dibelakang nya.
***
Semua siswi muntah dan diberi suntikan.
***
Da Young meminta maaf atas kekacauan itu.
“Apa kau sadar, apa yang sudah kau lakukan? Kesehatan adalah hal yang terpenting. Apalagi ujian akan segera tiba. Bagaimana bisa kau membawa binatang yang begitu jorok?” Kata Mi Ja Hong.
“Dia tidak jorok”
“Putuskan, kapan kau akan pergi?”
Da Young berlutut,
“Maafkan aku, jika aku pergi dari sini, ibuku akan membunuhku.”
Da Young memohon.
“Bu,” seorang pegawai memanggil nya.
Mereka berlari ke ruang isolasi.
Yoo jin gantung diri
“Kenapa kau tidak membawa nya?” Tanya Bu ja Hong. Mereka lalu menurunkan mayat Yoo jin.
***
Didalam kamar, Da young terus menangis.
Ini hari yang kacau. Semuanya menderita karena keracunan makanan. Da Young harus membuat happy mati sebagai pertukaran agar bisa tinggal diakademi. Siapa anak yang kulihat diruangan? Dan kenapa Yoo jin belum kembali?aku tidak tahu.
***
D-153
Bo Ram dan Eun Su membaca buku berdua.
“Mungkin Yoo jin berhasil kabur kali ini.”
“Aku tahu, dia tidak akan kembali.”
“Apa kau tidak apa apa?” Tanya bo ram ketika melihat Eun Su terlihat pucat dan kelelahan.
“Tidak, aku baik baik saja.”
Da Young datang,
“Aku memiliki ini dari aku masih kecil, kapanpun aku merasa lelah, aku berdoa dan memegang rosary ini.”
“Cantik.” Eun Su senang
“Maafkan aku, aku tidak ada yang lain yang bisa kuberikan untukmu.” Kata Da Young.
“Hei, kalo begitu aku apa?” Protes bo ram.
“Maafkan aku, akulah yang tidak punya sesuatu yang bisa kuberikan padamu.” Kata Bo Ram pada Eun Su
“Apa maksudmu? Kita Khan teman. Ayo berusaha dalam tes latihan.” Mereka bertiga berpelukan.
***
“Obat apa ini?” Tanya Da Young pada Eun Su. Saat makan.
Eun Su minum obat banyak dalam sekali teguk.
“Kepalaku serasa membunuhku.” Kata Eun Su sambut memegang kepalanya.
“Kau baru minum sebutir agar terjaga.” Da young mengingat kan.
(Eun Su sepertinya kebanyakan minum obat agar staminanya terjaga.. justru itu menjadi petaka, karena kurang istirahat 🤔)
“Tak baik minum banyak obat obatan.” Kata Bo Ram.
“Tidak apa apa, hari yang besar akan tiba. Aku akan bertahan.” (Keras kepala banget sih😣)
***
Ujian dimulai.
Eun Su. mulai berhalusinasi, ia melihat Yoo jin, noda plafon yang semakin membesar.Hantu. Aaaaahhh!!!
Ternyata itu hanya mimpi buruk Eun Su.
“Aku pikir aku mengacaukan ujianku” sambil hidungnya berdarah darah (mimisannya banyak banget😥).
“Eun Su, apakah kau tidak apa apa?” Tanya bo ram sambil memegangi tisu dihidung Eun Su.
***
Da Young berlari mencari Eun Su. Wajahnya ceria. Nilainya bagus
Eun Su kehilangan senyumnya dan pembicaraan kita sangat berkurang.
***
“Eun Su apa yang terjadi? Bukankah kau ingin masuk universitas? Bagaimana bisa nilainya jatuh sebegitu nya?” Tanya Myung Hwa.
“Aku tidak tahu”
“Dengan nilai seperti ini, kau tidak akan bisa masuk ke universitas yang kau inginkan. Tolong kuatkan dirimu, kita hanya punya 100 hari tersisa.”
Ketika keluar ruangan, Eun Su mendengar pembicaraan Da Young dengan ibunya.
“Ibu, aku mendapat kan kertas nilai hari ini, nilaiku meningkat. Jangan khawatir Bu, aku bisa lakukan kali ini dengan baik.”
***
Guru membagikan peringkat kelas. Da Young mendapatkan peringkat 7 dan Eun Su mendapat peringkat 37.
Eun Su mulai sinis pada Da Young.
Eun Su meminta catatan nya kembali. Lalu ia minum obat lagi.
***
Tengah malam, Eun Su berjalan kekelas.
“Maaf, tapi ini tempat dudukku” kata Eun Su
Sesosok itu menoleh,
“Yoo jin?”
(Kayaknya Eun Su mulai gak waras neh🤨).
Ternyata bo ram mengikuti Eun Su. Dan ia melihat Eun Su berbicara sendiri.
***
“Kau kelihatan lelah, makanlah ini. Manisan sangat baik saat kau kelelahan” Kata Da Young menyodorkan sebatang coklat.
“Maaf aku tidak menyukai manisan.” Jawab Eun Su ketus.
“Eun su, apa ada yang bisa aku lakukan untuk mu? Akan ku pinjamkan kau catatanku.” Kata Da young tidak menyerah.
“Ku pikir, kau akan memerlukan ini dengan baik. Aku hanya tidak enak badan hari itu, itulah kenapa hasil tesku jelek. Apa kau pikir aku perlu bantuan mu?” Kata Eun Su jutek.
“Aku tidak bermaksud..”
“Menurut mu aku tidak tahu? Aku tau kalian tetap terjaga dan belajar sementara aku tertidur!” Kata Eun Su. (Wah bener konslet neh orang, khan dia yang belajar terus tanpa tidur 🤨)
“Apa yang kau bicarakan?”
Waktu berjalan dan Eun su menjadi semakin aneh dan aneh.
***
D-67
Nilai Eun Su semakin memburuk. Wajahnya jadi mirip zombie. Ia juga mulai mendengar bisikan bisikan .
“Dengan nilai seperti ini kamu tidak akan bisa masuk universitas. Apa yang terjadi?kau kesini dengan nilai tinggi. Jika nilai mu turun lagi, aku akan mengambil tindakan.” Ancam Myung Hwa.
“Bu, kapan Yoo jin akan kembali?” Tanya Eun Su lemas.
Myung Hwa kaget.
“Dia tidak datang ke ruangan tapi selalu duduk dimeja ku. Aku bilang padanya itu adalah tempat dudukku, tapi dia tidak bergeming.”
“Apa yang kau katakan?”
“Dia terlalu banyak bicara dikelas, . Aku tidak bisa belajar karena dia. Tolong tegor dia! Dan dia selalu berkeliaran ketika jam pelajaran. Aku tidak tahan lagi.”
Myung Hwa terdiam. Ia mengamati tangan Eun Su yang penuh luka karena digaruk ketika cemas.
***
Eun Su semakin sering berhalusinasi.
“Apa yang salah denganmu?” Tanya seorang dokter
“Kepalaku sakit dan badanku dingin sekali.”
Ia diberi 2 butir pil penenang.
“Itu tidak cukup. Aku mendengar dan melihat hal hal aneh. Kepalaku pening.”
Pilnya ditambah.
“Tidak apa, itu karena stress. Jangan khawatir yang berlebihan, semua orang pernah mengalami saat yang sulit.kau akan segera sehat, aku berjanji. Ayolah, minum!”
“Ada sesuatu yang benar benar aneh.” Kata Eun Su menangis ketakutan.
Lalu dokternya memaksa Eun Su meminum obatnya.
Eun Su mencoba memuntahkan obatnya, tapi yang keluar adalah ulat.
“Apa kau baik baik saja?” Tanya Da Young
Ia melihat Eun Su memuntahkan obat.
Eun Su memandang Da young penuh kebencian
“Apa aku terlihat baik baik saja?bukankah kau berkata akan mendoakan aku?”
“Aku berdoa untukmu sepanjang waktu.”
“Kau berdoa untukku dan apa yang terjadi padaku? Kau mungkin tidak berdoa, tapi menyumpahi ku jadi kau bisa melangkahi dan mengalahkan ku!”
“Tidak Eun su.”
***
Eun Su mencari cari sesuatu.
“Ada apa?” Tanya Da Young
Rosario pemberian Da Young diputuskan.
“Benar, menurut ku ini sangat aneh, sejak kau beri aku ini, aku mengalami kesialan.”
Eun Su Langsung mencekik Da young. Untung Bo Ram datang memisahkan mereka.
Kalau aku tidak masuk, Eun Su bisa membunuh Da Young. Kenapa aku tidak perhatikan Eun Su saat mengalami masa sulit?
***
“Nomor 45, duduklah!” Diulang sampai ke tiga kali. Tapi Eun su tidak bergeming.
Tiba tiba ada suara mencicit dari speaker yang memekakkan telinga.
Eun Su berlutut minta maaf pada Da Young.
“Tolong maafkan aku, atas apa yang aku lakukan dulu. Tolong maafkan aku, akan ku pinjamkan catatan untukmu. Aku tidak ada ide apa yang harus aku pelajari.” Eun Su menangis.
***
Eun Su dibawa perawat karena sudah menunjukkan tanda kegilaan.
“Apa kita perlu panggil ambulance?”
“Berikan dia anti-depresan. Dia depresi.” Kata Myung Hwa.
Eun Su meronta ronta histeris.
Eun Su tertidur setelah disuntik.
***
D-24
Semua berbaris dilorong.
“Hari ini, adalah hari pertama dari ujian latihan. Anggap ini sebagai tes betulan dan lakukan yang terbaik.”
“Kau baik baik saja Eun Su?”
(Eun Su seperti raga tanpa nyawa😨)
“Ya, aku sehat.”
Celana Eun Su kotor, sobek dan ada bercak darah.
Eun Su kelihatan sangat aneh, tapi itu bukan satu satunya masalah dia. Waktu berjalan begitu cepat. Dan para gadis begitu gugup karena hari h akan segera tiba.
***
D-4
“D-Day yang ditunggu tunggu tinggal 3 hari lagi, ayo lewati ini, buat dirimu dalam keadaan terbaik. Aku yakin semua kerja kerasmu akan terbalas. Tolong Kemasi barang barangmu dan bersiap meninggalkan akademi.” Kata Myung Hwa berpidato.
Eun Su tersenyum menyeramkan.
***
Da young mengemasi barangnya. Ada sesosok menyeramkan dibelakangnya.
“Kapan kamu menemukan happy?”
(Kenapa Eun Su jadi mirip setan?😨)
***
Bo ram menelepon keluarganya.
“Kita akan mengemasi barang barang kita hari ini dan pergi besok pagi ”
Telepon tiba tiba terputus.
Lampu juga mati. Ruangan jadi senyap.
Bo ram menyadari bahwa teman-temannya sudah mati. Mayat ada dimana mana. Ia mencoba membuka pintu tapi terkunci.
Ia mendengar teriakan histeris.
Ada siswi bersembunyi ketakutan dibawah kolong. Myung Hwa sudah mati. Bo ram berusaha mencari kunci ditubuh Myung Hwa. Tapi tidak menemukan nya. Ia mencoba telepon, tapi teleponnya mati.
Seseorang lewat, “aneh sekali, kenapa tidak ada seorang pun disini?”. (Ternyata itu Eun Su 😰)
Ia membawa pisau besar yang sudah berlumuran darah. Ia berdiri tepat didepan siswi yang dikolong.
“Apa yang kamu lakukan disini?” Eun Su melongok ke bawah meja. Aaaaaaa!!!!.
Bo ram masih mencari cari kunci dilemari. Ia berhasil menemukannya.
Bo ram berjalan perlahan melewati mayat yang bergelimpangan.
Da Young bersembunyi ketakutan.
“Dimana semua orang? Aku tidak siap untuk pergi.” (Awasss, ada Eun Su dibelakang mu😲)
Mereka berkelahi.
Tiba tiba speaker berbunyi rekaman
“Para siswi, selamat datang di akademi Younghwa. Kau sudah menjadi pecundang, tahun tahun ke depan akan menentukan hidupmu tolong tahan dirimu sendiri dari segala godaan dan belajar untuk menjadi kompetitif. Berusaha lah sebaik mungkin. Jika kau berusaha sebaik mungkin, kemenangan akan menjadi milikmu.”
“Menurut mu begitu? Yang kita perlukan adalah melakukan sebaik mungkin?” Tanya Eun Su setelah dikalahkan Bo ram. Bo ram membuka pintu.
Eun Suh menyalakan korek api. Dan terbakar karena selang gas sudah ia buka tadi.
***
Terdengar bunyi sirene mobil pemadam kebakaran.
Ada berita di tv
“Ada kebakaran yang hebat disekolah persiapan masuk universitas. Ledakan gas diakademi Yonghwa, disekitar Daejeon pukul 1 pagi ini. Polisi berkata, tangki gas meledak dan membunuh hampir seluruh murid dan guru. Hal yang sama terjadi 3 tahun yang lalu, ditempat yang sama. Lalu didirikan lagi secara ilegal. Daftar korban : Eun Young Kim, Ye jin ahn, Myung Hye Woo, Ji jeong park, oh Kyung seo, Hye jin ahn, Ji Hye yang
Karena peraturan yang ketat, para murid telah berubah menjadi tertutup dari dunia luar. Menuntun pada akibat yang berat. Para dewan melakukan pemeriksaan khusus dibulan februari dan juli tapi tidak memperhatikan kesalahan yang dilakukan institut. Begitu banyak kecurigaan tapi itu termasuk dengan kecelakaan kebakaran. Orang orang berkata bahwa ada ujian masuk, tapi mereka tidak berkonsentrasi dalam 1 tahun yang seperti neraka. Kecelakaan itu segera terlupakan dan kecelakaan yang lain terjadi
“Berita berikutnya, disebuah apartemen studio di Seoul ada kejadian pembunuhan berantai”
**** D-Day****
Aku ada wawancara pekerjaan terakhir hari ini aku sudah mencoba sebaik mungkin untuk mendapatkan pekerjaan tapi ini tidak mudah. Setiap hari sudah seperti Medan peperangan. 8 tahun lalu aku berpikir aku akan bahagia jika aku mengambil 1 tahun lagi untuk belajar. Tapi hidupku sudah menyakitkan selama ini.
Wajah bo ram penuh bekas kebakaran
Terdengar suara pemberitahuan bahwa kereta akan segera datang. Tolong mundur!
Bo ram mendengar suara memanggil namanya.
Ia melihat teman temannya disisi lain kereta.
“Bagaimana kabar teman teman yang lain? Terkadang aku membayangkan…
Seorang wanita mendekati kereta yang berjalan..
Tuutttt… Tuutttt
(Maksud nya apa neh?? Bo ram bunuh diri 🤔 atau dia membayangkan akan bunuh diri?🤔.. sepertinya ending diserahkan ke tangan penonton)
Sekian terima kasih