
Setelah mencium kekasihnya. Seorang wanita berjalan dengan sempoyongan, dia agak mabuk.
Dia mengingat sesuatu, lalu ia kembali. Karena lift tidak terbuka, ia berjalan melalui tangga darurat.
5, dia menuruni lantai 5.
Dia kembali menuruni tangga.
5, dia bingung, kenapa ia masih dilantai 5. Lampu berkedip, dia mencoba membuka pintu darurat tapi terkunci.
Ada sesosok orang juga melewati tangga naik darurat. Dikegelapan ia diserang, ia berusaha mengambil ponselnya yang tergeletak dilantai. Ketika lampu ponsel menyala, ia melihat hantu disebelahnya. Aaaaaaa…!!! 😰😰
***Lantai Tersembunyi***
Seorang ibu turun dari mobil dan meminta anak perempuan nya tetap menunggu disitu.
Ia menuju kantor agen perumahan.
“Aku mau mengambil kunci nomor 504.”
“Namamu?”
“Chae Min young.”
Mereka memberikan kuncinya.
“Air dan listrik seharusnya sudah dipasang hati ini. Telepon tukang gas untuk menyambungkannya. Kesini lah jika kamu ada masalah” Kata pegawai nya.
“Tapi apakah kamu tau kenapa bangunan ini begitu sepi?”
Kedua pegawai agen itu saling berpandangan.
“Ini bukan musim pindahan. Lagi pula, hari ini hantu akan berkeliaran. Mengganggu orang yang mengusiknya (pindahan)” kata seorang agen menakuti nya.
“Aku tidak percaya takhayul, aku pindah hari ini karena diskon 30%”
Anak Min young masuk kedalam kantor.
“Kenapa kamu tidak mengatakan kalau sudah punya anak?”
“Apa itu masalah?”
“Tidak apa apa, anak ini kelihatannya tenang. Ijin tinggal disini agak sulit karena menyangkut ijin kedap suara. Berbeda jika dibandingkan tinggal di apartemen.”
(Bangunan ini lebih seperti rumah susun. Tapi aku akan tetap menyebut apartemen ya..)
***
Min young membawa barang barangnya menuju lift.
“Ju hee, bisakah kamu menekan tombol ke lantai 5?”
“1..2..3..5.. kenapa tidak ada nomor 4, Bu?”
“Memang tidak ada nomor 4.”
“Kenapa?”
“Orang orang tidak menyukai nomor 4.”
“Kenapa?”
“Mereka takut nomor 4 karena itu seperti kata ‘mati’ dalam bahasa cina.”
***
Setelah sampai didepan pintu. Bola yang dikotak Min young jatuh.
“Ju hee bisakah kau mengambil nya?” Kata Min young. Ia kerepotan membawa barang barang itu sendiri.
Ju hee mengambil bolanya, tapi seakan akan ada yang mengawasi.
***
Ju hee tertidur, tapi Min young masih merapikan barang barangnya.
Lalu Min young bekerja menghadap komputer nya. Dia mendengar suara aneh, lalu ia keluar untuk memastikan.
Ahhh… Ternyata dia hanya bermimpi.
***
Pagi hari Min young berolahraga. Ia sengaja menggunakan tangga darurat dibanding lift.
Ia berlari ditangga, melewati 3 lantai. Harusnya ia sudah dilantai satu. Ia merasa aneh, karena dia masih dilantai 2.
Tapi mungkin ia yang salah, lalu ia menuruni 1 tangga lagi.
***
Min young datang ke tempat penitipan anak. Mungkin ia mau menitipkan Jun Hee disitu ketika ia bekerja.
Tapi pemilik penitipan menolaknya dengan alasan tempat itu khusus untuk komplek disitu, sedangkan Min Yong dari komplek sebrang.
***
Min Yong bersama Jun Hee membeli belanjaan di mini market, tiba tiba pria misterius ada dibelakang nya. Omo!
Dia kaget, ternyata pria itu cuma mengambil sesuatu lalu pergi.
Mereka membayar belanjaan dikasir,
“Kamu pindahan?” Tanya si kasir.
“Iya”
“Pindah di apartemen yang mana?”
“504. Berapa?”
“7000 won”
Ternyata pembicaraan mereka didengar oleh pria misterius yang tadi. Pria misterius itu sedang makan ramen disitu
***
Min young akan berangkat kerja,
“Apa kamu bisa ditinggal sendirian? Hanya untuk beberapa hari saja” Bujuk min Yong pada Ju Hee.
“Berjanjilah ibu akan pulang lebih awal malam ini.” Mereka berjanji kelingking.
“Kamu bisa nonton film kartun kesukaan mu.”
“Benarkah?” Ju hee senang
***
Ju hee nonton sambil makan kudapan. Ia tampak bosan. Ia merasa ada sesuatu disitu jadi ia melihat kesekeliling. Dibelakang Ju Hee ada hantu!!!
Pintu tiba tiba terbuka, Ju hee melihat keluar. Ketika pintu ia tutup, sekilas ia melihat seorang anak laki laki.
Ia buka lagi pintunya, tapi anak itu sudah tidak ada.
***
Min young bekerja sebagai drafter di sebuah kontraktor.
“Bagaimana tempat tinggal mu yang baru?.” Tanya temannya.
“Dekat tempat kerja.”
“Untuk orang sibuk seperti kita, tinggal dekat tempat kerja itu yang terbaik.”
“Tapi tidak ada tempat untuk Ju hee.” Keluhnya.
Atasan Min young datang dan memberitahukan bahwa mereka mendapatkan proyek baru. Jadi dia meminta semua karyawan bekerja lebih keras daripada biasanya.
Sebagai perayaan mendapat proyek, mereka makan makan. Semua menikmati makanannya, tapi Min young gelisah karena meninggalkan Ju Hee sendirian.
***
Min young pulang larut malam dengan agak mabuk.
“Aku minta maaf, Ju hee” kata min Yong masih didepan pintu.
Dia mengetok pintu tapi tidak dibukakan.
Dia terus mengetok, sambil memanggil manggil Ju Hee.
Pintu dibukakan. Tapi itu bukan Ju Hee.
“Kamu siapa?” Katanya.
Min young langsung sadar kalau dia mengetok apartemen yang salah..
“Maaf aku sudah mengganggumu.”
Pintu langsung ditutup.
***
Min Yong pulang ke apartemen nya
“Kenapa ibu pulangnya lama? Aku takut ”
“Ibu telat karena..”
“Ibu bau alkohol.”
“Ju hee, apa kamu marah karena ibu meninggalkanmu sendiri?” Min Yong mencium putrinya.
***
Min Yong berjalan melewati lorong apartemen yang lama tidak dihuni. Ada sesosok anak kecil disitu. Ah!! Ia hanya bermimpi.
***
“Eomma, apa kau tau anak yang tinggal dilantai bawah?”
“Oh, anak laki laki itu.”
“Jadi kau tahu?”
“Ibu tahu segalanya.”
“Tapi dia sedikit aneh.”
“Kenapa?”
“Dia tidak pernah bicara dan lari ketika aku melihat nya.”
“Itu karena kamu cantik dan ia pemalu.” Kata min Yong tersenyum.
“Berkenalanlah dengannya, jadilah teman.” Min young menyarankan.
***
Min Yong menaiki lift.
Lantai 5.. lantai 3.. pintu lift terbuka.
Pria misterius itu muncul lagi!! Dia masuk lift. Min Yong tampak sedikit takut.
“Nona, kamu tinggal di 504 Khan?” Tanya pria itu.
“Apa?”
“Kamu tinggal di 504 dengan seorang anak Khan?”
“Ya.”
“Aku tinggal di kamar 304, tepat dibawah kamarmu. Anakmu atau keponakanmu itu, tolong tenangkan dia!” Katanya kesal. Mata pria itu cekung seperti kurang tidur. (Atau seperti seorang pemakai narkoba🤔)
“Apa?!” Min Yong kaget.
“Aku tidak bisa mendengarkan dia ribut!” Katanya kesal
“Maafkan aku, aku akan menenangkannya.”
Ternyata agen perumahan ada disitu.
“Memang sial tinggal diatas kamar pria itu. Berhati hatilah, pria itu benar benar aneh! Ada yang mengatakan dia mantan gangster, jadi jangan mengganggunya!” Kata si agen.
***
“Ju hee, kamu pasti bosan seharian sendiri. Seorang wanita akan mengajakmu main diluar besok.”
“Tidak bisakah, ibu yang bermain denganku?”
“Ju hee seberapa sayang sama ibu?”
“Seeebannyaaak ini” kata Ju hee sambil merentangkan tangan.
“Ibu menyayangi Ju Hee juga seeebannyaaak ini juga.. ibu harus bekerja, agar ibu dan Ju hee bisa hidup bahagia. Ayo bersabar sedikit lagi, oke?” Kata min Yong penuh kasih sayang
Merekapun bercanda.
(Senang melihat keakraban ibu-anak ini😍)
“Seseorang mengeluh kalau kamu berisik.”
“Seseorang yang tinggal dengan anak aneh itu? Aku tidak berisik. Lebih berisik dibawah!”
“Dibawah?”
“Lakukan seperti ini dan kau akan mendengar suara yang aneh.” Ju hee menaruh telinganya dilantai.
Min Yong juga ikut menempelkan telinganya dilantai. Ia memang mendengar suara aneh.
“Suara apa itu?” Tanya Min Yong penasaran.
“Pria dari bawah pasti bertengkar setiap hari.” Kata Ju Hee.
“Jangan lakukan ini lagi ,oke?” Kata min Yong tidak mau Ju hee merasa takut.
“Oke.”
***
Min Yong bermimpi lagi
Ia berjalan dilorong yang tidak berpenghuni lagi. Sebuah kelereng menggelinding dikakinya. Ia mengambil kelereng itu. Ia berjalan terus, ia melihat sesosok wanita. 😰
***
“Baiklah, tolong jaga dirinya.” Kata min Yong pada pengasuh baru Ju hee.
“Iya, jangan khawatir.”
“Ju hee, dengarkan apa yang ia katakan. Ibu akan mencoba pulang lebih awal, oke?”.
Min young pun berangkat kerja.
***
Min Young mengendarai mobilnya, secara tidak sengaja ia hampir menabrak seorang pria. Pria itu marah.
***
Ju hee bermain sendiri, pengasuhnya asik nonton tv sambil makan kudapan.
Ju hee bosan dan ia akan keluar.
“Hei, kau akan pergi kemana? Tanya si pengasuh.
“Ke mini market.”
“Apa ada kue lain?belilah kue dan 5telur juga oke.”
“Oke.”
“Cepat kembali.”
***
Ju hee membayar barang di mini market.
“Tunggu sebentar, ini hadiah untuk anak baik.” Si kasir memberikan sepotong es krim.
***
Ketika berjalan dilorong, Ju hee melihat ada seorang anak berlari dibelakangnya.
***
Min Yong menelepon pengasuh. Si pengasuh beralasan Ju hee sedang asik bermain. Ia baru sadar kalau Ju hee tidak kunjung pulang. Ia mulai mencarinya.
Ia melihat di lorong sebuah kantong plastik dengan telur yang sudah pecah.
Ia mengikuti bercak telur dan menemukan Ju hee disuatu ruangan. Tapi Ju hee tampak aneh tidak seperti biasanya.
***
Malam hari, min Yong mengucapkan terima kasih pada si pengasuh. Si pengasuh lalu pergi.
Mi Yong menanyakan ke Ju hee apa yang mereka lakukan seharian
“Dia sangat baik. Mengajakku bermain ditaman bermain dan membelikan ku es krim.
(😢padahal pengasuhnya cuek dan yang kasih es krim itu pria minimarket!!)
***
Malam hari ada seorang pria menelepon dengan suara keras. Pria yang hampir ditabrak min Yong. Pria itu rentenir.
Ia masuk ke dalam lift..lalu lampu lift mati. Ia menelepon 119 tapi diurungkan. Ia membuka pintu list secara manual lalu melompat keluar.ia disebuah lorong lantai yang asing. Dikegelapan dia melihat sesosok hantu yang kian mendekat padanya. Ia lari menuju lift yang macet.
Namun masih setengah badan, lift kembali menyala. Tubuhnya terjepit di lift dan mati terpotong.(ngeri…!!)
****
Pagi hari polisi sudah berdatangan. Min Yong melihat kerumunan dan mendengarkan beberapa detektif membicarakan insiden yang terjadi di lantai 5.
Diluar gedung, si pria cekung kamar 304 memperhatikan min Yong dari jauh.
***
Ju hee didalam rumah bersama pengasuh. Ia menggambar seorang anak laki laki dibuku gambarnya.
Karena bosan, Ju hee keluar. Ia akan ke tempat bermain.
Si pengasuh asik memasak lalu bel rumah berbunyi, ia mengintip ada Ju hee diluar tapi ketika pintu dibuka tidak ada siapa siapa.
Lalu ia melanjutkan memasak, tiba tiba ia mendengar sesuatu yang aneh. Ia ketakutan lalu tv langsung dimatikan.
***
Sore harinya, si pengasuh bilang kau ia tidak bisa lagi mengasuh Ju hee. Ia beralasan kau ada hal mendadak yang harus ia selesaikan.wajahnya tampak ketakutan.
“Ju hee apa ada yang terjadi hari ini?”
“Tidak tahu.” Jawab nya singkat.
“Apakah kau nakal lagi hari ini?”
“Tidak.”
“Jika tidak kenapa ia bersikap seperti itu hari ini?”
“Aku tidak melakukan apapun.”
(Ekspresi Ju hee sangat dingin🤨)
Min Yong membujuk anaknya agar bersikap lebih baik. Tapi Ju Hee membantahnya lalu pergi. Ketika min Yong menahan Ju hee, ia melihat ditangan Ju hee bentol bentol merah.
****
Min Yong membawa Ju hee ke dokter.
Kata dokter itu adalah gejala awal dari suatu penyakit. Kemungkinan itu karena asbestos, asbestos biasanya digunakan di gedung tua. Ia heran kenapa gedung baru masih memakai asbes.🤔
***
Bos min young menelepon agar min Yong tetap masuk kerja walaupun anaknya sakit. Bos nya mendesaknya.
“Apa kau akan pergi kerja?” Tanya Ju hee kecewa.
***
Min Yong komplen kepada agen perumahan. Karena anaknya menderita atopic dermatitis yang disebabkan asbestos.
Agen perumahan kekeuh kalau tidak memakai asbestos karena itu ilegal. Ia menunjukkan poster rumah susun itu, rumah susun yang ramah lingkungan.
***
Min Yong mengamati gedung apartemen nya.
“Lantai 1,2,3,5..” ia melihat ke atas dan ada seseorang disitu, ia mengira itu Ju hee. Lalu ia melambaikan tangan.
Secara tak sengaja, pria kamar 304 menabraknya dan menjatuhkan rokok yang dibawanya. Si pria tidak mengatakan apa apa lalu ia pergi dengan sinis.
***
Ju hee menekan tombol sebuah kamar apartemen. Lalu ia masuk. (Kamar siapa itu??😥)
***
Min Yong tampak tidak berkonsentrasi di kantor, atasannya menegornya agar bisa membedakan masalah pribadi dengan pekerjaan.
***
Pulang kerja, apartemen min Yong tampak gelap, lampunya tidak dinyalakan. Ju hee sedang nonton tv. Tapi aneh, tv-nya tidak ada gambarnya, hanya bintik bintik buram.
“Tidak kah kau takut gelap?” Tanya min Yong.
“Lagipula aku biasanya sendiri.”
Ketika lampu dinyalakan, min Yong melihat dinding yang penuh coretan.
Ia menganggap itu bentuk protes Ju hee padanya.
“Aku tidak melakukan itu.” Kata Ju Hee dingin.
***
Ju hee tertidur. Bel rumah berbunyi, ia membukanya. Ternyata itu pria kamar 304. Pria itu melabraknya karena anaknya sangat berisik.
***