Sinopsis Hidden Floor part 2

Hidden Floor part 1

Pria 304 menekan tombol lift tapi tidak terbuka, dia lalu turun menggunakan tangga darurat.

***

Min Yong memasak, dia memanggil Ju hee untuk makan.

Ju hee sedang menusuk nusuk boneka dengan jarum suntik.

“Darimana kau mendapatkan ini?”

“Itu ada disana.”

“Kenapa kau berbohong?” Desak min Young.

“Itu benar benar ada disana.”

***

Min young turun ke apartemen pria 304, ia mau melabraknya. Ia masuk lalu melihat pria 304 sudah mati.

***

Polisi berdatangan, polisi mengira itu karena overdosis.

Min Yong memberi kesaksian kalau dia melihat wanita dan anak laki laki juga tinggal disitu saat pulang dari makan malam kantor ia melihat nya.

“Makan malam kantor?kamu minum alkohol ya?”

“Hanya sedikit.”

“Mabuk dan pergi ke lantai yang salah.” Kata detektif.

“aku mabuk tapi tidak keracunan.” Kata min Yong kesal.

“Kau yakin ini lantai 3?”

Tanya detektif tak percaya.

“Ya aku yakin.”

“Pernahkah kamu melihat wanita dan anak laki laki itu saat tidak keracunan?” Tanya detekif menyebalkan 😤.

“Aku yakin tentang itu, dan juga kebisingan dilantai bawah.”

Detektif marah dan mengatakan kalau pria 304 masih lajang.

“Putrimu adalah satu satunya anak kecil yang tinggal disini!” Bentak detektif.

Min Yong merasa ada yang janggal.

***

Min young masuk ke apartemen nya. Ia melihat ju hee menempelkan telinganya dilantai, menguping.

“Ju hee, ibu sudah bilang untuk tidak melakukannya lagi ”

Ju hee tidak peduli.

“Kamu tidak mau mendengarkan ibu?” Kata Min young kesal

***

Min young menyelesaikan pekerjaan nya dirumah. Ju hee bermain sendiri.

Ju hee memukul mukul boneka. (sebelumnya Ju Hee adalah anak yang manis😞)

“Aku benci kau! Kau jelek! Kau bodoh! Aku berharap menusukmu dan membunuhmu! Aku tidak menyukaimu!” Kata Ju Hee pada boneka yang ia aniaya.

Min young speechless. Lalu ia menelepon kakaknya.

***

Min young membereskan baju bajunya. Ia meminta Ju hee ke rumah Sang hee.

Ju hee menolak, ia mau tetap tinggal disitu. Ju hee memberontak.

“Ju hee kenapa kamu jadi bersikap seperti ini?” Kata Min young kecewa. Ia tetap memaksa Ju Hee untuk pindah.

Di lorong, pria minimarket ada disana juga. Pria itu menanyakan kenapa Ju hee marah marah.

“Bolehkah aku membelikanmu es krim?” Bujuk si pria minimarket.

“Lupakan!!” Kata Ju Hee marah sambil mendorong pria itu. (Ju hee jadi kasar banget😰).

“Maafkan aku, apa kau baik baik saja?” Tanya min young merasa tidak enak.

Si pria minimarket juga heran atas perubahan perilaku Ju hee.

***

Ju hee dibacakan cerita oleh sang hee, sepupunya. Min Yong berencana menitipkan Ju hee disana untuk beberapa hari. Karena kini dia semakin sibuk, dan perilaku Ju Hee juga semakin aneh.

Tiba tiba sang he berteriak..

“Eomma, ” katanya sambil memeluk ibunya ketakutan.

Ju hee sedang menggaruk garuk kulitnya dan bajunya penuh darah.

***

Dirumah sakit, Min Yong menunggu Ju hee yang sedang diobati.

Bos Min young telepon, dia marah karena memang Min Young tidak masuk kerja.

Dengan berat hati akhirnya Min young memutuskan berhenti kerja.

“Aku minta maaf, tapi putriku sakit keras.”

***

Dalam mimpi, lampu berkedip kedip. Coretan didinding. Min Yong melewati lorong yang tidak pernah digunakan. Ada seorang wanita disitu.

***

Min young minum setelah bermimpi buruk lagi. Ia berusaha melupakan mimpi buruk itu.

Ia lalu melihat berkas perumahannya. Ia mengingat didalam mimpi, lorong itu ada coretan coretan.

Ia langsung pergi ke TKP, kamar 304.

Di ruangan 304, ia mencari cari sesuatu. Setelah menemukan berkas, ia langsung keluar.

***

Surat kontrak.

Setelah membaca surat kontrak itu, ia ingat pembicaraan para detektif mengenai insiden nona Kang, penghuni lama dilantai 5.

Ia lalu menelepon seseorang.

***

Min young bertemu dengan seorang wanita.

Rupanya min Young menyelidiki tentang bangunan lama sebelum perumahan itu dibangun.

Wanita itu bilang kalau pembongkaran komplek Sae jong menjadi polemik. Bahkan ada preman yang mengusir penghuni disitu secara paksa. Ada beberapa orang yang bertahan disitu sampai akhir.

Namun aneh, tidak lama kemudian Park soon ok, penghuni suite 404, gedung no 3. Meninggalkan apartemen dengan menolak kompensasi.

Min young melihat foto foto lama.

Disalah satu foto itu, ada seorang wanita didekat jendela bersama anak laki lakinya.ia seperti mengenalinya.

***

Min young menemui detektif.

Ia memberi tahu detektif kalau hal aneh yang terjadi di apartemen karena insiden penghancuran komplek lama 3 tahun lalu. Ada seorang wanita yang mati disitu dibunuh para preman. Bernama Park soon ok.

“Jadi maksudmu, Park soon ok mati lalu jadi hantu dan membunuhi mereka semua?” Kata detektif tidak percaya.

Tanpa bukti yang konkret polisi tidak bisa bertindak apa apa.

***

Sampai dirumah kakaknya, ia diberitahu bahwa Ju hee menghilang.

Ia langsung pergi, sepertinya ia tau Ju hee pergi kemana. Di ingat kalau Ju Hee pernah mengatakan kalau ia akan tinggal di apartemen itu selamanya.

Ia masuk ke apartemennya, tapi Ju Hee tidak ada disitu.

Min young mencari di setiap lantai apartemen. Tapi tidak menemukannya.

Ia pergi ke minimarket, menanyakan Ju hee pada kasir disitu. Tapi si kasir juga tidak melihat Ju hee seharian.

“Apa kau sudah menelepon polisi?”

“Tidak, belum”

“Jangan terlalu khawatir, aku yakin dia ada disekitar sini.” Kata si kasir berusaha menenangkan

Tidak lama kemudian, ia mendapat telepon dari seorang wanita yang memberinya informasi mengenai penghancuran komplek Sae Jeong.

“Aku sudah mendapat info siapa dalang usaha penghancuran komplek. Namanya park Byung do. Aku akan mengirimkan fotonya ke ponselmu sekarang.”

“Terima kasih banyak.”

MMS masuk. Foto pria itu adalah pria minimarket.😰.

Pria minimarket tiba tiba ada dibelakang nya, dia kaget. Ponselnya jatuh. Pria itu mengambilnya. “Kenapa fotoku disini?”

Min Young gugup, dia akan segera pergi dari situ. Tapi pria minimarket memanggilnya.

“Nyonya, jangan lupakan ponselmu.”

Ia berbalik perlahan.😰

***

Min young sadar dari pingsannya. Ia disuatu ruangan dan pria itu juga disitu.

“Kau.. kau membunuh Park soon ok, Khan?”

“Park soon ok, jalang itu yang membuat nya sendiri. Aku menjalankan usaha penghancuran dan si jalang itu menolak sampai akhir.”

“Bagaimana dengan putri ku Ju Hee?”

“Aku tidak tahu dimana putrimu berada. Aku membunuh si jalang Soon ok, membunuhmu juga bukan masalah besar bagiku.”

“Bahkan jika kau membunuhku, apa kau tidak takut ia (soon ok) membalas dendam”

“Dendam? Aku tidak percaya dengan hal hal seperti itu.”

“Akupun tidak percaya sampai sekarang ini… sekarang giliran mu.. giliranmu untuk mati!”

“Giliran ku?tidak, justru kini giliran mu untuk mati!”

Ketika pria itu mau memukul Min Young, ia ditusuk suntikan oleh Ju hee dari belakang.

“Kesini gadis kecil!”

Ju hee lari, si pria mau mengejar tapi ia ditahan oleh Min Young.

Ju hee lari melalui tangga darurat diikuti pria itu

“Hei bocah kemana kau, percuma bersembunyi.” (Pria ini bengis😰😤)

***

Min Yong berlari melalui tangga darurat.

4. Ada lantai nomor 4.

Ada ruangan 404. Dengan takut ia membuka pintu itu.

***

Ju hee lari, ia tertangkap pria itu. Ia dicekik sampai pingsan.

Tiba tiba ada sosok wanita dibelakangnya. Hantu!. Pria itu lari ketakutan. Dikegelapan, entah apa yang terjadi dengan pria itu.

***

Min young berjalan melewati lorong. Lorong itu persis yang ada dalam mimpinya.

Ia memasuki ruangan 404. Dia melihat suatu kejadian dimasa lalu.

Beberapa preman mengacaukan rumah itu.

Pria minimarket, pria rentenir dan pria 304. Mereka menghancurkan barang barangnya.

Sebuah lemari dirobohkan dan dihancurkan. Tapi ada darah keluar dari lemari itu. Ternyata, didalam lemari ada anak laki laki yang sudah mati.

Seorang wanita memakai baju setelan jas juga ada disitu. (Dia adalah nona kang. Korban diawal film ini🤔)

Ibunya yang melihat anak laki lakinya mati, menangis sedih.

“Ming gu.. Ming gu.. buka matamu!” Wanita itu histeris.

“Apa yang kau lakukan? Kembalikan Ming gu ku..!!”

Lalu pria minimarket memukulnya dari belakang.

Ternyata si anak masih bernafas.. si pria minimarket memukulnya lagi sampai mati.

Kelereng yang dipegang anak itu menggelinding dikakinya min Young. Ia mengambilnya

Min young yang seakan akan melihat langsung kejadian itu, menangis histeris.

Hantu park soon ok mendatanginya dengan berdarah darah.

“Aku mengerti penderitaan yang kau alami.” Kata min young.

Hantu itu mengulurkan tangannya, dan min Young juga menyambutnya. Tapi tiba tiba menghilang.

Min Yong juga tiba tiba berada diapartemennya sendiri.

“Eomma!” Panggil Ju hee. Ju hee ada disitu.

“Ju hee..” mereka berpelukan.

Mi Young melihat tangan Ju hee. Sudah sembuh, tidak bentol bentol lagi

***

“Apa kau berkata ada mayat yang dikubur dikamar 504. Jadi kita harus menggalinya?” Kata pemilik bangunan.

“Ya.. gedung punya celah antara tiap lantai untuk memblokir semua kebisingan. Disana, seorang wanita bernama Park soon ok dan anaknya dikubur.” Kata min Young.

“Apa kau berkata, empat kasus kematian digedung ini berhubungan dengan kematian nyonya park?. Berarti setelah kematian 4 orang ini, kutukan sudah diangkat?”

“Yang benar benar dia inginkan adalah jasad dia dan anaknya ditemukan ”

“Chae min young, apa kau menulis novel?atau mengancam kami?” Kata pemilik bangunan tidak percaya.

“Nyonya, pergilah dengan tenang, kami akan mengembalikan depositnya. Pindahlah!”

“Kau harus menemu kan jasad ibu dan anak itu!”

Pemilik gedung mengancam, jika rumor tersebar keluar. Maka mereka akan menuntut kerugian akibat rumor itu.

“Pindah! Atau kita akan berurusan dipengadilan!”

“Bagaimana bisa, kau seorang manusia?!” Min young marah.

***

Min Young bersiap siap pindah.

“Lupakan saja tentang ini!” Kata agen perumahan

“Park soon ok mendapatkan penolakan meskipun dia sudah mati.” Kata Min Young sedih.

***

Min young dan Ju Hee menaiki mobilnya dan pergi. Tangan Ju Hee menggenggam sebuah kelereng.

***

Pemilik gedung mengawasi mereka dari atas. Ketika ia menoleh, ada hantu dibelakangnya. Aaaa…!!!!!

***

1.. 2.. 3..5..

4

***

Selesai.

Tinggalkan komentar