
Sarah kembali terjaga dari tidurnya. Ia mendengar sesuatu. Seperti ketukan. Ia mendekati asal suara itu. Ternyata itu adalah Bram yang membentur benturkan kepalanya sambil memegang salib pemberian pendeta Uriel.
***
Exodus
Sarah menemui Sam, temannya.
Sam memiliki saudara Jacob namanya, Jacob suka mendengar hal hal aneh sebelum tidur, emosinya juga tidak stabil akhirnya ia menusukkan pisau berkali kali pada ibunya atas perintah suara itu.
(Fix Jacob gila!, tapi apakah Bram juga gila?🤔)
***
Ternyata Sarah meninggalkan rumah dan tinggal dirumah temannya. Bram meneleponnya.
***
Bram membawakan kotbah diatas mimbar, tiba tiba ada bayi yang menangis. Ia mendekati wanita yang membawa bayi itu dengan marah marah. (😥Emosinya tidak stabil).
Ia langsung pingsan seperti orang kesurupan.
***
Bram bercerita kalau visi itu semakin lama semakin kencang. Ia sudah konsultasi dengan Dr. Kore. Dokter menyarankan agar mereka tetap bersama melalui ini semua. Ia ingin bertemu Sarah.
***
Sarah dan Bram menemui Dr. Kore bersama sama.
Mereka berbincang bincang. (Pembicaraannya tingkat tinggi jadi kurang paham, intinya: Bram terlihat jelas didatangi oleh roh, tetapi bukan Roh dari Bapa, tapi Lucifer)
***
Sarah mengundang Pendeta Uriel untuk melakukan pengusiran setan.
Setelah berdoa,
“Bramwell, apa yang kau rasakan?”
“Aku merasa kosong.”
***
Sarah mendatangi pendeta Uriel,
“Bapa, apakah kau percaya bahwa ini sudah selesai?”
“Ya, dan kau juga harus percaya bahwa ini selesai. Dan itu akan selesai! Jangan biarkan iblis berpijak karena keraguan raguan!,”
“Tapi jika kau merasa Skya dalam bahaya, hubungi polisi!” Lanjutnya
***
Pembukaan Rahasia
Kondisi Bram semakin membaik, ia tidur dengan lelap. Dan tidak ada keanehan yang terjadi. Jadi Sarah akan membawa Skya kembali kerumah.
Mereka makan bertiga, Bram juga sangat perhatian pada Skya.
Gabe datang kerumah memberikan kue ucapan selamat datang.
***
Sarah meminta pada Bram agar Skya tidur dengannya selama beberapa hari. Karena suasananya masih terasa canggung. Bram mengijinkan.
Sarah ragu, harus menutup pintu kamar atau tidak. Akhirnya dia menutupnya tanpa mengunci
***
Saat malam tiba, Bram kekamarnya menodongkan pistol.
“Semua orang salah menilai! Aku butuh waktu sedikit dengan putri kita. Sarah dengarkan aku, aku tidak mau melukai siapapun. Tapi aku harus lakukan apa yang harus aku lakukan. Kamu mengerti aku?,” Bram membekap Sarah.
“Hanya ada satu pilihan tersisa, dan aku tidak mau kamu menghentikan nya.”
Sarah mencoba berteriak, Bram menodongkan pistol nya ke mulut Sarah. Dia marah!
Bram menganggap Dr kore salah diagnosa, pendeta Uriel juga gagal. Tapi ia membaca kisah Alkitab yang bagus, yang sebelumnya ia luput.
“Tuhan butuh melihat kesungguhan Abraham”
Sarah berkelahi dengan Bram. Bram memukulnya dengan pistol, lalu mencekiknya sampai lemas. Skya menangis kencang. Sarah berusaha bangkit, tapi ditonjok lagi sampai berdarah. Ia lalu didorong keluar kamar.
Bram menggendong Skya ditangan kanan dan ditangan kirinya membawa pisau.
Bram mulai membaca doa, Sarah berusaha menghalanginya tapi ditendang oleh Bram.
***
Pintu kamar terbuka, Bram keluar dengan berlumuran darah.
“Tidak ada apapun. Dia tidak pernah datang.” Bram lalu terjatuh.
Bram menusuk dirinya sendiri sebagai ganti anaknya.
***
Pendeta Uriel datang mengunjungi Sarah. Sarah tampak lemas dan sedih. Dia kecewa pada Tuhan.
Pendeta Uriel menghiburnya, kadang ada hal yang terjadi tidak kita ketahui maksudnya apa. Tapi nanti kita akan tahu, semua demi kebaikan kita.
***
Sarah duduk memangku Skya di Maggot fire road. Ia memandangi lampu lampu kota.
Tiba tiba, kegelapan menutupi bumi. (Kiamat😱)
***
End