
Catatan penulis:
Menulis sinopsis film ini menjadi tantangan sendiri bagi Mimin. Lha gimana gak jadi tantangan, lha wong adegannya banyak yang disensorš¤Æ.. saking banyaknya yang disensor sampe Mimin gak yakin bisa kasih cerita yang ‘nyambung’ kepada teman teman sekalian.
Tapi akan Mimin coba merangkai dari potongan potongan film (soalnya yang Mimin punya, film yang disensor sihš) karena nilai nilai kehidupan di film ini berbanding lurus dengan kepornoannya.
Seseorang yang membenci kita akan memandang rendah apapun yang kita lakukan.
Sebaliknya, orang yang sungguh sungguh mencintai kita, akan memuja kita, akan menganggap baik apapun yang kita lakukan.
Dan, jika kalian mencintai seseorang, perlakukan lah dia dengan baik.
***
Film di mulai dari sebuah pameran seni rupa.
“Semua terjual, kecuali Natalie. Kamu sangat hebat hari ini!” Kata kurator park. pada profesor Hwang. Si wanita tampak mengagumi sang profesor.
(Natali itu patung telanjang seorang wanita)
“Ah, orang itu telefon lagi, katanya dia muridmu kuliah , angkatan 97. Aku bilang, kalau ingin melihatmu sebaiknya ia kesini,”
“Apa kamu akan menjual Natalie?”
Profesor terdiam, ia enggan untuk menjual patung itu.
“Para jurnalis penasaran siapa model dari Natalie itu.”
Sang profesor masih tetap diam.
***
Seorang pria muda datang dari jauh, Jang Min Woo. Ia ingin membeli patung Natalie.
***
Profesor Hwang tampak galau, ia menyayangi patung itu, tapi ia juga membencinya. (Sepertinya benci sama si model dari patung itu).
Ia ingin menghancurkan patung itu, tapi ia urungkan.
Pintu diketuk, dengan tergopoh gopoh ia membukanya. Tetapi ketika yang datang adalah laki laki, ia kecewa.
“Pameran sudah berakhir.” Katanya kesal.
“Kau profesor Hwang Jun Hyuk Khan?”
“Ya.”
“Aku, Jang Min Woo. Aku suka karyamu dan ingin menulis review.”
“Aku tidak mengenalmu.”
Belum sempat mengatakan apa apa, si profesor menutup pintunya. (galak amatš¤!)
“Aku muridmu, disekolah seni angkatan tahun 97. Aku ingin tahu lebih banyak tentang Natalie.”
Akhirnya si profesor mengijinkannya masuk.
Melihat patung Natalie, Jang Min Woo tampak terkesima, ia ingin menyentuh patung itu.
“Jangan sentuh patung itu!” Kata profesor galak.
***
“Apa yang ingin kamu dengar tentang Natalie?”
“Aku bisa merasakan jiwanya. Seakan akan dia hidup dan menunggu seseorang.” Kata Min Woo
(Pertama lihat adegan ini, terasa membosankan! Tapi setelah mengulang film ini, dan melihatnya lagi,jadi terasa mengharukanš)
“Katakan padaku tentang Natali, modelnya. Siapa dia sebenarnya?”
Profesor Hwang enggan untuk bercerita.
“Apa kau tau jiwa dari suatu objek?” Tanya profesor angkuh.
“Tapi profesor, aku juga tidak yakin kau juga bisa melihat jiwa dari wanita”
“Apa maksudmu kurator park? Apa dia mengkritik ku? Apapun yang dia katakan tidak penting. Karena dia jatuh cinta padaku.”
“Jika dia mencintai mu, dia tidak akan memanggilmu penjahat kelamin.”
(Kurator park hanya dibuat objek seks si profesor saja.. si profesor tidak benar benar mencintai kurator park)
“Aku ingin tau tentang mu, apa kau sudah menikah? Pasti sudah, kamu pasti sangat mencintai istrimu.”
Profesor Hwang tampak meremehkan, Min Woo yang setia. Mau diperalat wanita.
“Tidak semua laki laki seperti mu!”
***
Diceritakan kalau profesor Hwang, tidak mau mengadakan pameran. Sampai pada 10tahun setelah Natali dibuat, ia baru mau melakukan pemasaran.
***
“Aku ingin membeli Natalie dengan harga tertinggi.”
“Kau tidak dapat, ini bukan supermarket yang semua bisa kau beli.”
“Sepertinya kau tidak punya uang sebanyak itu. Kau punya warisan?” Katanya lagi.
Jang Min Woo ngotot ingin membeli.
“Kenapa kamu sangat ingin membeli Natalie? Kamu mengenalnya?!”
“Sebelum ku jawab, katakan padaku, menurutmu Natalie itu siapa.”
Tiba tiba kurator park datang, “akan kuberi tahu siapa itu Natalie,”
“Natalie adalah aku!” (Wkwkwk kurator park ngaku ngakušŖ)
“Kurator park, kau tidak akan bisa menjadi Natalie.”
“Kau berengsek!” Kurator park marah lalu menjatuhkan patung Natalie.
Patung segera ditangkap oleh Jang Min Woo, seakan akan patung itu sangat berharga baginya.
Kurator park pergi dengan kesal
***
Flashback:
Profesor Hwang mendengar musik dari ruang teater.
Ia masuk keruangan itu, dan terpana akan tarian seorang gadis cantik yang sedang berlatih.
Ternyata gadis itu salah satu murid dikelasnya.
Karena gadis itu sangat cantik. Ia ingin membuat patung dari gadis itu. Ingin mengabadikannya. Karena manusia tidak bisa hidup selamanya.
Si gadis membuka sedikit pahanya, agar profesor dapat melihat apa yang didalamnya.
Setelah kelas usai, gadis itu mendatangi profesor, meminta tanda tangan.
“Siapa namamu?”
“Kau tidak tau namaku? Namaku Oh Mi Ran.”
“Kamu ingin aku menulis apa?”
“Tulis, ‘Aku ingin kamu’.”
Pucuk dicinta ulam tiba.
***
“Tidak mungkin! Kau bilang dia merayumu dulu?! Mi Ran yang ku tahu tidak seperti itu” Kata Min Woo marah.
***
Flashback versi profesor:
Mi Ran datang ke tempat profesor membuat patung.
Mi Ran membuka bajunya.
Setelah selesai mematung, mereka uhuk uhuk.
***
“Jangan berbohong padaku!” Min Woo semakin kalap.
Apalagi saat profesor menceritakan sambil membayangkan hal porno. Seakan akan Mi Ran hanya objek seks.
(Profesornya nyebelinš¤)
“Kenapa kamu putus dengannya? Kenapa kamu tidak menikahinya?”
“Kami tidak putus. Kami bersumpah akan saling mencintai selamanya. Jika kamu mencintai seseorang, apa kau harus menikahinya?”
(Jadi profesor hanya mau uhuk uhuk tanpa ikatanšµ)
“Mi Ran yang kutahu bukan wanita gampangan!”
***
Flashback versi Min Woo:
Didalam ruangan teater, dia sedang melukis Miran yang sedang menari. Ia terpesona, Mi Ran sangat cantik.
Ternyata Mi Ran adalah teman sekelasnya di kelas seni profesor Hwang.
Si profesor cunihin, ia memandangi paha Mi Ran. Tapi Mi Ran langsung menutupi kakinya
Setelah kelas usai, Min Woo ingin kenalan. Tapi tidak diacuhkan oleh Mi Ran. Karena Mi Ran menyukai profesor Hwang.
Ia meminta tanda tangan profesor, tapi profesor mengambil kesempatan.
“Namamu Mi Ran Khan?” Kata si profesor sambil menuliskan sesuatu dibuku mi Ran.
‘Aku ingin kamu’
Lalu si profesor meyakinkan Mi Ran agar mau jadi modelnya.
Setelah itu mereka uhuk uhuk. Min Woo ada disana mengawasi mereka.
***
“Kamu menghancurkan hidupnya dengan alasan menjijikkan yang kamu sebut ‘seni’.”
“Aku tau kamu mencintai Mi Ran tapi tak bisa mendapatkannya. Kamu cemburu! Karena itu ingatanmu terbalik.”
“Jika mencintainya, kenapa kamu meninggalkan nya?”
“Sudah kubilang, aku tidak meninggalkannya!”
***
Flashback yang sebenarnya:
Profesor dan Mi Ran berpacaran. Mereka saling mengirim surat untuk janjian bertemu.
Mereka uhuk uhuk suka sama suka. Akhirnya Mi Ran hamil.
Mi Ran mencoba memberitahu pada profesor kalau dia ingin menikah.
“Laki laki menikah dengan wanita dan memiliki anak pasti sangat bahagia.” Mi Ran mencoba memberi kode.
“Laki laki yang menikah, itu berarti dia bertemu wanita paling jahat sedunia.”
“Tidak mungkin, itu berarti ibumu salah satunya.”
“Kita hidup bersama saja, tidak usah menikah, pernikahan itu cuma tradisi.”
Setelah pembicaraan itu, sikap profesor berubah. Ia bingung akan perasaannya.
Ia mencintai wanita hanya karena pekerjaan atau memang sungguh sungguh jatuh cinta.
Mi Ran melihat perubahan sikap profesor, ia sedih.
Setelah uhuk uhuk, Mi Ran pergi meninggalkan profesor.
Ia ingin profesor akan selalu mengingatnya sebagai wanita yang cantik, yang tidak akan berubah seiring waktu.
Ia merasa profesor hanya mencintai fisiknya saja.
Mereka berjanji, jika mereka bertemu lagi 10 tahun lagi dan perasaan itu tetap sama. Itu berarti mereka benar benar saling mencintai.
***
10 tahun berselang, profesor tidak bisa melupakan Mi Ran.
Profesor ternyata mau mengadakan pameran seni, karena dia berharap, Mi Ran yang dulu meninggalkannya akan menemuinya. Untuk menjelaskan kenapa dia pergi.
“Apa kamu terobsesi dengan cinta sebelah tanganmu?” Kata profesor mengejek
“Dia mungkin berfikir, akulah satu-satunya harapan nya.” Jawab Min Woo.
***
Flashback versi Min Woo:
Min Woo melukis Mi Ran diam diam. Min Woo selalu curi curi pandang.
***
“Menurutmu, kamu lebih mengenal Mi Ran daripada aku?” Tanya profesor.
“Aku sangat mengenalnya. Karena dia adalah istriku.”
Profesor tertegun kecewa.
***
Flashback sebenarnya:
Mi Ran mendatangi min Woo. Mi Ran tampak sangat sedih.
“Kamu mencintaiku?” Tanya mi Ran tanpa basa basi
“Ya”
“Benarkah? Walaupun ada orang lain dihatiku, bisakah kamu masih mencintaiku?”
“Ya”
“Selamanya?”
“Ya, selamanya”
Mi Ran menangis dipelukan Min Woo. Min Woo berpikir Mi Ran telah dicampakkan oleh profesor.
***
Profesor kesal dan marah, ia selama ini menunggu Mi Ran dengan merana, sedangkan Mi Ran disana makan dan tidur dengan orang lain.
“Kenapa kamu kesini? Apakah dia memintamu untuk membawa Natalie? Pergi kau sekarang!!”
“Tidak, berikan Natalie padaku. Dia istriku!”
“Dia wanita murahan, yang aku tiduri untuk semalam.”
“Apa kau melihat Natali dengan cara memalukan seperti itu?”
“Ya, dia tidak berharga. Katakan padanya, janjiku padanya aku tarik kembali.”
“Aku tidak bisa mengatakan padanya ”
“Katakan padanya tanpa melewatkan satu katapun: Natali adalah wanita murahan dan pelacur!”
“Cukup! Aku tidak bisa mengatakannya.”
“Kenapa?!!”
“Karena Mi Ran sudah tidak ada.” Mata Min Woo berkaca kaca.
Profesor terhenyak. Kemarahannya berubah jadi kesedihan.
***
Flashback yang sebenarnya:
Mi Ran hamil, tapi ia di vonis kanker ovarium. mi Ran menolak kemoterapi demi anaknya.
Akhirnya ye Rim lahir,bayi yang sehat.
Tapi kesehatan Mi Ran memburuk.
Min Woo merawatnya dengan sangat baik.
Ketika Min Woo sedang mencuci, Mi Ran yang sedang duduk disebelahnya, berkata dengan lemas, “Sayang, aku mencintaimu.”
Min Woo sangat senang, “aku juga mencintaimu “
Lalu Mi Ran mati.
(Mimin sampe nangisššš)
***
“Maafkan aku.. maafkan aku mi Ran.” Profesor menangis.
“Ia mencoba memegang janjinya sampai akhir. Dia menunggumu sampai hari terakhirnya.”
***
Flashback:
Sebelum meninggal Mi Ran mengirim surat pada profesor seperti dulu mereka lakukan.
Min Woo melihatnya, ia cemburu lalu mengambil surat itu.
***
“Kenapa?! Kenapa kamu mengambilnya?!” Profesor semakin kalap
“Dia merindukanmu sampai akhir hayatnya.” Kata min Woo sambil menyerahkan surat terakhir Mi Ran.
“Kita harus bertemu lagi, aku rasa aku tidak sanggup memegang janji kita untuk bertemu 10 tahun lagi. Jika aku bisa melihatmu sekali saja. Aku ingin mengatakan ini padamu.”
“Kamu tahu apa yang ingin dia katakan padaku?”
“Tidak, aku juga penasaran. Itulah kenapa aku datang menemuimu.”
“Katamu kamu punya anak, bisakah kamu membawanya kapan kapan?” Kata profesor lemas.
***
Natalie diberikan pada Min Woo. Ia merasa Min Woo yang paling layak memilikinya.
***
Profesor masuk ke dalam kotak surat raksasa. Sebagai balasan surat Mi Ran
***
End
Saya pernah menonton film ini, sangat sensual
SukaSuka
Wkwkwk.. kita lihat sisi positifnya aja..
SukaDisukai oleh 1 orang