Sinopsis Terius Behind Me eps 26

Jin Yong Tae bertemu Yoon Chun Sang, si ‘suara’.

“Apa yang kamu mau?”

“Ijinkan aku bekerja untuk anda.”

***

Ji Yeon kesal karena Kim bon merahasiakan tentang brankas di Swiss. Ia menelpon Do Woo.

“Do woo, cari tahu tentang Yoon Chun Sang. Juga cari tahu soal rekening bon di Swiss ”

“Baik Bu, dari suaramu, kedengarannya kamu kesal lagi.”

“Diamlah!”

***

Kim bon dan Yong Tae minum kopi bersama.

“Karena ini pemberian kakak, aku akan menikmati nya?”

(Yong Tae ngaku ngaku bersaudara dengan Kim bon 😂)

Ji Yeon mengamati mereka dari belakang. Ia penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.

“Hey brother, apa isi brankas rahasiamu?”

Kim bon tersenyum, enggan bercerita.

***

Ae Rin video call dengan si kembar.

“Kalian menurut sama kakek nenek Khan?”

“Iya. Kapan ibu menjemput kami?”

“Secepat nya, begitu ibu menemukan pekerjaan.”

Si kembar lalu menyanyi untuk ibunya. Mereka anak yang lucu.

Bel rumah berbunyi, tapi tidak ada orang. Hanya secangkir kopi dengan selembar catatan.

“Kita maju selangkah hari ini. Aku akan tetap kuat. Kamupun harus.”

***

Kim bon masuk ke apartemen nya, lalu memberi makan ikan. Ia melihat ada kado pemberian Ji Yeon. Gelang. Ia lalu memakainya sebentar dan menaruhnya lagi dikotak nya.

***

Pagi hari, Ji Yeon bertamu ke rumah Ae Rin.

“Ada apa kamu kemari?”

“Aku kemari untuk minta bantuanmu.”

***

Do woo memberitahu kim bon tentang informasi Yoon Chun Sang.

“Yoon Chun Sang menyimpan semua bukti dirumahnya, 1301-9, pyeongchang-dong, jongno-gu, Seoul.”

“Dirumahnya?”

“Dia menghabiskan banyak uang untuk pengamanan rumah. Banyak satpam berjaga di lokasi. 24jam penuh setiap hari. Dia juga memasang sensor radar disekitar pintu pagar. Kamera PTZ canggih dihalaman rumah dan didalam bangunan senantiasa merekam semuanya. Dengan kata lain, pengamanan mereka sulit ditembus.”

“Tata ruang bangunannya gimana?”

“Mustahil mengetahuinya, kita harus memasuki rumahnya agar bisa membuat rencana.”

Mereka juga mendapatkan informasi tentang kepala pelayan disana. Bu An, Seorang wanita yang misterius dan andal dibidangnya. Ada rumor dia bekerja untuk Spetsnaz. Dia juga ahli dalam pertarungan jarak dekat. Ada kemungkinan Bu An, salah satu anggota corner stone.

“Lalu apakah kau akan melakukannya sendiri?”

“Tidak, Yoon Chun mengenali setiap anggota BIN. Jadi aku menggunakan orang lain. Dari tim Kis.”

“King Castle? Jangan bilang…” Kim bon protes.

“Ya, Ae Rin orangnya. Dia melakukan itu demi suaminya.”

Kim bon pergi dengan kesal.

***

“Akan aku lakukan” jawab Ae Rin.
Ternyata Ji Yeon meminta Ae Rin agar menjadi pelayan untuk memasuki rumah Yoon Chun Sang.

“Ini membutuhkan banyak keberanian. Kami akan melindungi mu, jadi jangan khawatir. Persiapkan saja dirimu.”

***

Ae Rin meminta tolong pada Bu Shim. Bu Shim memiliki banyak koneksi dirumah itu.

Bu Shim menjelaskan tentang Bu An. (Seperti presentasi 🤔)

“Kamu akan langsung dipecat begitu menanyakan usianya!”

“Apa lagi?”

(Bu An, kepala pelayan yang killer 😥)

“Semua orang dipecat dalam waktu satu bulan, karena itu Ae Rin punya kesempatan.”

“Kalian pasti tahu buku ini, dia yang membuatnya. Dia menguasai tiap hidangan dari seluruh dunia. Dia sangat ahli memakai pisau.”

“Jika dia sehebat itu, apakah dia akan menyukai Ae Rin?” Tanya mama Yura.

“Karena itulah kamu harus bersiap.”

Mereka juga membahas analisis SWOT agar Ae Rin lolos wawancara.

Strength: dia ahli membumbui. Dia sangat jago memasak. Tidak perlu menimbang apapun agar masakannya terasa pas.

“Ae Rin juga mahir soal itu, baguslah.”

Weak: pria tampan. Kudengar Bu An akan hilang kendali dan selalu ge-er saat melihat pria tampan. Tapi itu hanya rumor.

Threat: kau akan dipukuli. Pelayan yang sebelumnya dirawat di rumah sakit selama 2 Minggu karena menyentuh hidangannya.

Opportunity: Nabak kimchi. Yoon Chun sangat menyukai nabak kimchi. Jadi mereka mencari seseorang yang ahli membuat nabak kimchi.

“Ae Rin terkenal dengan Nabak kimchi nya.”

***

Kim bon kembali mengingat candy. Candy begitu ketakutan.

“Jika terlalu membebani, kamu tidak perlu melakukan ini.” Katanya pada Candy saat itu

***

Kim bon menemui Ae Rin yang sedang belanja untuk membuat nabak kimchi.

Ae Rin memberikan hadiah ulang tahun pada Kim bon,

Joon Soo memberikan mobil mobilan.

Joon Hee memberikan hansaplas, jika Kim bon sakit.

“Mereka berpikir berhari hari mau memberikanmu apa.”

“Beritahu mereka, aku tersentuh sampai menangis.”

“Baiklah.”

Ada yang lain?” Kata Kim bon. (Kim bon berharap hadiah dari Ae Rin 😜)

“Sebetulnya aku memasak hari itu, kamu tidak datang, jadi aku membuangnya. Sebagai gantinya, akan kuberikan Nabak kimchi.”

Ae Rin memasak dibantu Kim bon.

“Kau sudah dapat pekerjaan?” Kata Kim bon memancing.

“Ya”

“Dimana?”

“Didapur restoran temanku. Bayaran ku sangat besar.”

“Sungguh? Aku boleh mampir?”

“Tidak!” Ae Rin langsung gugup.

***

Ae Rin bersiap siap wawancara kerja. Ia memakai alat komunikasi jarak jauh yang dihubungkan ke Ji Yeon.

Yang diwawancarai ada 3 orang.

Ae Rin disuruh mengikat rambutnya, Ae rin diam diam melepas alat itu ditelinga nya.

Test pertama:

Disodorkan beberapa jenis saus.

“Cicipilah dan beritahu aku apa saja bahan bahannya.” Kata Bu An

Pelamar pertama, mencoba menjilat dengan mengatakan kalau Bu An awet muda dan tidak punya keriput. Tapi pelamar itu langsung diseret keluar

Pelamar kedua, “kecap asin, minyak wijen, cuka dan gula.”

“Itu saja?”

“Selain itu, ada ekstrak Prem hijau.” Jawab Ae Rin cerdas.

“Benar.”

***

Ji Yeon harap harap cemas, melihat dua calon pelamar sudah dieliminasi.

***

Yoon Chun Sang mendapatkan laporan kematian Terius.

Dalam laporan itu juga ada profil Ae Rin.

“Siapa wanita ini?” Tanyanya

“Mereka menjadikannya umpan untuk menangkap Terius.”

“Go Ae Rin.”

***

Ae Rin menyerahkan Nabak kimchi buatannya pada Bu An.

“Siapa menyuruh mu membawa makanan? Jangan jangan kamu menaruh racun disana.”

“Kalau tidak mau, akan kubawa pulang.”

“Akan ku coba.”

Rupanya Bu An. Menyukai nabak kimchi buatan Ae Rin. Ae Rin langsung diterima kerja.

Bu An mendapatkan telepon dari seseorang lalu, Ae Rin disuruh pulang lewat pintu belakang.

“Saat matahari terbenam, kamu keluar lewat sini.”

“Sampai jumpa Minggu depan.” Kata Ae Rin.

Ae Rin celingukan, ia tidak mengenal tempat itu. Ji Yeon juga tidak ada.

Seseorang mengendap endap mengikuti nya.

Ae Rin lari ketakutan, orang itu menodongkan pistol kearahnya.

***

Bersambung episode 27

Tinggalkan komentar