Sinopsis Terius Behind Me eps 27

Ae Rin pulang lewat pintu belakang. Seseorang sedang mengikuti nya.

Dia berlari, diikuti orang tersebut, sebuah pistol ditodongkan kepalanya. Dor! Ternyata itu hanya pistol mainan.

(Kayaknya Kim bon balas dendam pernah ditodong Ae Rin pake pistol mainan😆)

Kim bon mengingat kan betapa berbahayanya pekerjaan ini.

“Aku tau kamu juga akan membantu ku. Karena kamu selalu menjagaku.”

“Jika itu yang kau inginkan, aku pasti melindungi mu.”

“Aku percaya padamu.”

Ji Yeon datang, dan mengajak mereka pulang.

***

Sampai didepan rumah,

“Aku memikirkan ini dalam perjalanan kemari. Ada dua poin berbahaya saat kamu melakukan penyamaran ini. Satu, bisakah kamu menyembunyikan identitas mu sampai akhir? Dua, jika identitas mu ketahuan, bisakah kamu melarikan diri dengan aman tanpa terluka?”

“Jangan khawatir akan ketahuan, aku Khan bukan agen sungguhan. Aku seorang ibu rumah tangga.”

“Justru itu yang aku khawatir kan, setidaknya agen mendapatkan pelatihan. Mari kita latihan mulai besok.”

*** Misi mustahil 2***

Ae Rin disuruh berlari.

“Ketika sesuatu terjadi,..”

“Jangan terlibat, segera kabur. Kau sudah mengatakan itu 37x. Berhentilah khawatir.” Ae Rin menyahut.

***

Direktur Shim akan menghentikan operasi King’s bag. Ji Yeon memohon agar diberikan waktu satu bulan lagi.

“Ji Yeon, kepala Kwon mengatakan sesuatu tentang brankas Kim bon di Swiss. Apa kamu tau tentang itu?”

“Tidak, baru kali ini aku mendengar tentang hal itu.”

“Baiklah”

Ji Yeon pergi. Ia merasa aneh, “bagaimana kepala Kwon tahu tentang brankas bon?”

“Dia pasti menyembunyikan sesuatu.” Kata direktur Shim dalam hati.

***

Jin Yong Tae diberi 2 tiket ke Swiss. Ia dan Yoon Chun Sang akan pergi bersama akhir pekan depan.

“Kita harus mengambil barang barang Terius.”

“Baik.”

“Setelah brankas dibuka, kita akan membicarakan jabatanmu.”

***

Yong Tae memberi tahu akan kepergiannya pada Kim bon via telepon.

Tiba tiba bel pintu rumah bon berbunyi.

Tim kis datang, mereka akan masak bersama disitu untuk merayakan kembalinya bon.

Kim bon menghela nafas panjang.

Mereka makan bersama. Tim Kis menyombongkan kinerja mereka dalam menghalau terorisme.

Kim bon diam saja tanpa ekspresi, Ae Rin mendekatinya. “Bon ssi, berpura pura lah tertarik pada apa yang mereka bicarakan. Jika tidak, kita akan ketahuan.”

Kim bon baru pasang muka penasaran, “benarkah? Itu hebat sekali.”

Lalu mereka kembali menceritakan hal hal yang Kim bon sebenarnya sudah ia ketahui.

“Ada hal hal yang ingin kami tanyakan padamu. Katakan yang sebenarnya.”

“Ada apa?” Kim bon bingung.

“Anggaplah wanita yang melahirkan bayimu itu sebuah kesalahan. Tapi pemilik King’s bag, kalian mencari rumah bersama. Aku juga pernah melihat kalian bertemu ditaman suatu pagi.” Kata sang Ryoel.

“Pemilik King’s bag adalah teman lamaku. Dia ingin tinggal lebih dekat dengan toko. Jadi kami lihat lihat apartemen.” Kim bon berusaha menjelaskan.

“Teman lama? Apa dia dari gunung Gyeryong juga?” Kata mama Yura ngaco.

“Ya, dia ratu peri gunung Gyeryong.”

Semua pada takjub.

Kim bon mulai menikmati keramahan mereka.

***

Ra Do Woo mengajak Ji Yeon melihat daun daun gugur. Do woo menggandeng tangannya dan mereka berjalan jalan melihat musim gugur yang cantik

“Konon, kamu jatuh cinta jika menangkap daun merah yang gugur. Kamu ingin mencobanya?” Kata do woo.

“Kamu aja dulu, aku terlalu tua untuk hal kekanak Kanakan seperti itu.”

Do woo melihat ada daun merah dirambut Ji Yeon, ia mengambilnya, dan ia langsung memakaikan kalung yang ia beli pada Ji Yeon.

“Kamu tau berapa gajiku, ini cicilannya lebih dari enam bulan.”

“Kamu gila?” Ji Yeon kaget.

“Berterima kasihlah jika kamu bersyukur. Kenapa bertanya apa aku gila? Kamu terkadang salah memilih kata kata.” Kata do woo sedih.

“Terima kasih.”

“Kamu ingat pernah menyarankan agar kita pindah ke islandia setelah operasi King’s bag selesai?”

“Apa aku mengatakan itu?”

“Ditaksi, saat kau mabuk. Bawa aku bersamamu. Aku menghabiskan semua yang kumiliki untuk kalung itu. Belikan tiketku juga.”

Sepertinya Ji Yeon mulai tersentuh ketulusan do woo.

***

Ae Rin mengucapkan terima kasih pada Bu Shim karena atas bantuannya ia mendapat pekerjaan.

“Apa kau sudah menanyakan pada orang orang mengenai flasdisk itu?”

“Oh, itu milik suamiku ”

“Suamimu? Lalu kenapa ia memiliki video seperti itu?”

“Seseorang mengirimkan video ancaman agar penerbit tidak mengeluarkan sebuah buku. Editor kepala penerbit, dia juga diancam. Tapi dia baik baik saja.” Ae Rin beralasan.

“Sungguh melegakan. Aku tidak percaya bedebah semacam itu sungguh ada.”

“Eun Ha, jangan khawatir kan video itu lagi.”

“Baiklah.”

***

Kim bon, Ji Yeon, Yong Tae, Ra Do Woo dan Ae Rin. Meeting di markas.

Mereka berencana untuk mengambil file ketika Yoon Chun Sang pergi ke Swiss bersama Yong Tae.

“Ae Rin kamu siap?”

“Ya”

Ae Rin lalu diberi lensa kontak pintar.

“Ketika kamu melihatnya, kami bisa melihat yang kamu lihat.” Do woo menjelaskan.

“Bukankah ini sama dengan kacamata yang kamu berikan padaku?” Tanya Yong Tae..”ya”

“Harusnya berikan aku lensanya. Kacamata itu menutupi wajah tampanku” Yong Tae protes.

“Diamlah”

“Baik.”

***

Ae Rin berjalan pulang bersama Kim Bon.

“Nama kode mu Terius?”

“Ya, terjadi begitu saja.”

“Haruskah ku buat nama kode juga? Bisakah kau menamaiku”

“Bagaimana kalau ‘Alice’?”

“Dari ‘Alice ini Wonderland’? Kenapa?”

“Karena kamu masuk ke negeri ajaib yang nyata.”

***

Alice datang ke rumah Yoon Chun Sang.

Bu An memberinya seragam dan ia memberi penjelasan.

“Daerah aktivitas mu adalah dapur, jika meninggalkan daerahku, kamu akan segera dipecat. Inga itu!”

“Baik.”

Sebelum pergi, Bu An membuka sebuah toples lalu memakan isinya, bubuk madu.

Tugas Ae Rin hari ini adalah mengupas bawang putih yang banyak.

“Pegawai baru hanya bekerja dengan bahan bahan selama sebulan. Bawang putih harus sempurna. Lakukan yang terbaik.” Kata Bu An.

Ae Rin tidak bisa kemana mana, ia harus mengupas bawang seharian.

Ji Yeon dan Do Woo sampai bosan menunggu.

***

“Aku mengupas bawang putih sepanjang hari.bu An terlalu teliti. Aku juru masak baru, tidak bisa meninggalkan dapur.”

“Bisakah kamu pergi diam diam?”

“Aku akan dipecat begitu ketahuan.”

“Kamu menemukan hal lain?”

“Aku mendapat informasi dari pelayan lain, hanya Yoon Chun Sang yang boleh kelantai 2”

“Artinya, ada hal penting dilantai dua.”

“Semua pintu terkunci, pintu itu terbuka hanya saat Bu An membersihkannya.”

“Artinya, An da Jung yang membersihkan lantai dua.” Ji Yeon mengambil kesimpulan

“Kurasa begitu”

“Ada alasan dia bekerja begitu lama. Dia teliti dan dapat dipercaya.” Kata Kim bon

“Kita harus bagaimana?” Ji Yeon bingung.

Ae Rin seakan mengingat sesuatu…

***

Bersambung episode 28

Tinggalkan komentar