Ae Rin mengendap endap. Membuka lemari peralatan beberes.
Ia menempel kamera kecil pada vacum cleaner.
“Apa yang kamu lakukan disini?” Bu An memergoki.
“Aku hanya penasaran pada alat penghisap debu.” Ae Rin beralasan
“Kamu penasaran pada alat penghisap debu, padahal tugasmu memasak. Bekerja lah dengan benar!”
“Baik.”
Ae Rin diberi tugas mengupas daun bawang.
“Usahakan daunnya jangan sampai sobek.” Kata Bu An rewel.
“Baik.”
Bu An, menuju toples lagi dan memakan sesendok bubuk madu.
***
Bu An mulai membersihkan ruangan menggunakan vacum cleaner. Kamera yang terpasang mulai memperlihatkan sudut sudut ruangan.
“Hei, itu brankas Schwitz.”
“Schwitz?”
“Itu perusahaan terkenal dari Jerman yang membuat brankas amat kuat.”
“Ia memiliki brankas amat modern diperpustakaannya.”
“Berarti ada yang harus dia sembunyikan disitu. Do woo bisakah kamu membukanya?”
“Pertama, aku membutuhkan sidik jari Yoon Chun Sang untuk membuka kunci digital dengan cepat. Aku butuh peralatan.”
“Bagaimana jika minta bantuan doktor park dari tim teknis?” Usul Ji Yeon.
“Doktor park? Dia pasti mau membantu jika aku yang meminta nya.” Kata do woo pe-de.
***
Ketika doktor park menyerahkan peralatan itu pada do woo, ternyata kepala Kwon ada disitu, melihat mereka.
“Doktor park.” Sapa kepala Kwon
“Astaga! Halo.”
“Kau dan do woo membicarakan apa?”
Doktor park gugup.
***
Ae Rin pulang kerja disambut oleh Kim bon,
“Kita sudah mengalami dua kemajuan hari ini.”
“Kamu sudah mengetahui denah lantai dua?” Tanya Ae Rin
“Kami bahkan menemukan sesuatu yang lebih penting.”
“Misi berhasil.” Kata Ae Rin bersemangat.
Ae Rin mendapat pesan dari Yong Tae. Ia mengajak Ae Rin makan malam bersama.
Kim bon cemburu, ia membalas pesan Yong Tae melalui ponsel Ae Rin. Berupa emoticon marah.
“Dia lebih dingin dari dugaan ku.” Kata Yong Tae 😜
“Bon ssi, kau pasti sangat menyukai emoticon ini.”
“Apa?”
“Kamu juga mengirimiku yang ini. Kamu tidak ingat?”
(Padahal saat itu Kim bon salah pencet 😂)
“Ah, Ya, sesuai selera ku.”😁
***
Kim bon memanggang daging untuk mereka makan malam.
Ae Rin rewel.
“Bisakah kamu pergi dan duduk saja? Kamu pasti lelah membersihkan semua daun bawang itu.” Kim bon kesal.
(Dulu waktu belajar nyetir, Kim bon yang rewel… Sekarang bon masak, Ae Rin yang rewel… Pasangan serasi 😋)
Mereka makan bersama dengan senang.
“Kamu tau makanan paling enak didunia? Masakan ibu.” Kata Ae Rin
“Makanan paling enak kedua adalah masakan orang lain. Itu sebabnya ini sangat enak.” Kata e Rin senang.
Bon menaruh daging di mangkuk nasi Ae Rin.
(Romantisnya…😍)
***
“Ini kesempatan terakhir kita menyelesaikan operasi King’s bag.” Kata Ji Yeon.
“Ini satu satunya kesempatan kita, jadi harus berhasil.” Kim bon melanjutkan.
Mereka merencanakan memasuki rumah Yoon Chun Sang. Untuk mengambil berkas kepemilikan tas didalam brankas.
“Bu An, tidak boleh diremehkan, ia hanya mau menerima orang orang yang dia kenal.”
“An da Jung itu, apa tidak punya kelemahan?” Tanya Yong Tae
“Berdasarkan analisis SWOT Eun Ha, dia lemah terhadap pria tampan.”
Yong Tae ke pe-de an, “ini merepotkan, berarti aku harus kesana.”
Semua melongo…
“Aku yang akan kesana. Terlalu berbahaya untuk orang lain” Kata Kim bon.
***
Kim bon menyamar menjadi teknisi,
“Aku meminta perusahaan mengirimkan orang yang biasanya datang.” Kata Bu An galak.
“Sebenarnya, jam kerja kami sudah selesai. Bukankah perusahaan akan mengirimkan orang besok?” Kata Kim bon beralasan.
“Benar.”
“Aku baru menyelesaikan pekerjaan didekat sini dan mampir dalam perjalanan pulang. Jika anda mau wifi diperbaiki besok juga tidak apa, anda hanya kesusahan sehari.” Kim bon berpura pura pergi
“Tunggu.” Bu An ragu.
“Kurasa sebaiknya aku pulang.” Kim bon membuka topinya perlahan kemudian kacamata nya.
Bu An hampir jatuh karena terpesona.
Kim bon memegang tangannya, “kau tidak apa apa?”
“Jangan pergi..!”(ada lope lope dimatanya😍)
“Anda membutuhkan pelayanan ku?”
“Ya”
Kim bon mulai berpura pura mengerjakan saluran WiFi, Bu An tak berkedip memandangi nya.
“Aku sudah selesai. Apa ada TV dan komputer diruangan lain?”
“Kenapa?”
“Aku mengganti dekodernya, jadi semua membutuhkan kata sandi baru. Model ini membutuhkan banyak pengaturan.”
“Ada komputer diruang baca lantai dua.”
“Begitukah?” Kim bon kembali mengeluarkan aura ketampanan nya. Dia meminum minuman nya bak model. Bu An kembali terpana.
“Ikutlah denganku.” Kata Bu An lembut.
Ae Rin mengawasi dari jauh, “itu bukan rumor, tapi fakta.”
Ae Rin mengabari Ji Yeon kalau Terius menuju ruang baca.
***
Kim bon pura pura memeriksa komputer, Bu An terus memandangi nya. Kim bon memberi kode batuk.
Ji Yeon langsung memerintahkan Ae Rin membuat kekecauan dibawah.
Ae Rin memecahkan toples bubuk madu.
Bu An marah besar.
***
Kepala Kwon berpapasan dengan direktur Shim.
“Direktur Shim, Ra Do Woo meminjam peralatan nomor 17 dari tim teknis. Kamu tidak tahu? Aku curiga king’s bag merencanakan sesuatu.”
***
direktur Shim memasuki markas. Ia melihat catatan alamat rumah Yoon Chun Sang.
“Beraninya mereka melakukan ini tanpa memberitahuku!” Direktur Shim kesal.
“Ini tulisan tangan bon.”
Ia lalu menelepon Ji Yeon.
“Ji Yeon, kamu dimana? Aku dikantor king’s bag.”
“Ada apa?”
“Bon, dimana dia?”
***
Ra do woo segera memberitahu Kim Bon.
“Kau dan Ji Yeon pergilah ke king’s bag. Agar tau ada apa. Aku akan disini bersama Ae Rin untuk menyelesaikannya.” Perintah Kim bon.
“Baik.”
***
Yoon Chun Sang mendapatkan telepon. Ia langsung membatalkan ke Swiss dan balik kerumah.
“Ada masalah apa? Waktu keberangkatan kita tinggal sedikit.” Tanya Yong Tae berpura pura.
“Kita akan ke Swiss beberapa hari lagi.”
Yong Tae mengirim pesan dan diintip oleh sopir.
***
Kim jin berhasil membuka brankas, tapi ketika ia mengambil berkasnya, alarm berbunyi. Ternyata ada sensor massa di brankas.
Bu An langsung menuju lantai dua, dia dipukul Kim bon sampai pingsan.
Terjadi lah kejar kejaran Kim bon dengan keamanan disitu.
Kim bon ditembak oleh K saat menemui Ae Rin, “bawa ini dan keluarlah lewat pintu belakang. Apapun yang terjadi, lindungi ini.” Kata Kim bon pada Ae Rin.
Ae Rin berlari ketakutan.
Kim bon berkelahi dengan K. K menodongkan pistol pada bon. Dan terdengar suara tembakan. Dor!!
***
Bersambung episode 29