
So Young membawa si nenek ke kantor polisi. Rupanya si nenek sering tersesat karena sudah pikun.
Seorang pria datang,
“Nenek, putra mu disini.” Kata salah satu polisi.
“Ayo pergi! Ini sangat memalukan.” Kata si pria. Si nenek tidak bergeming.
So Young pergi, diikuti oleh Jun Sook. Jun Sook minta maaf karena kasar sebelumnya. Ia lalu mengantar So Young pulang.
“Aku membuang kucingnya.”
“Maaf karena aku sudah merepotkan.”
“Bukan begitu, ada sesuatu yang janggal pada kucing itu. Bisakah manusia mati karena kucing?”
“Apa?” Jun Sook tidak mengerti.
“Bo Hee dan wanita itu keduanya mati setelah mengadopsi kucing. Apakah itu kebetulan?”
“Jadi menurut mu itu karena kucing?”
***
Jun Sook kembali melihat video CCTV kematian si wanita pemilik kucing.
Jun Sook menelepon temannya,
“Apa kau tau dimana kucing yang Bo Hee adopsi?”
“Kudengar, penampungan binatang mengambil nya lagi.”
“Bisa minta nomor telepon nya?”
***
Pak Lee, akan menyuntik mati Dimwit. Jun Sook menelepon nya agar suntuk matinya ditunda dulu, tapi tidak ia hiraukan.
Ia tetap menyuntik mati Dimwit.
Dimwit difoto lalu dimasukkan ke alat kremasi, tapi pintu alat itu terbuka, padahal dia sudah menutupnya.
Ia tutup lagi, dan terbuka lagi. Tiba tiba tangan anak kecil keluar dari alat kremasi, menariknya masuk. Pintu tertutup, tuas turun sendiri. Api menyala. Aaaaaa!!!
***
So Young menggambar anak kecil potongan Bob dikertas. Bel berbunyi.
Ia melihat dari lubang intip, hantu kecil itu diluar!
Jun Sook menelepon So Young, mengajaknya ketempat penampungan hewan.
***
Dijalan So Young kembali menceritakan hal hal aneh yang dialaminya, termasuk hantu gadis potongan Bob.
***
So Young dan Jun Sook bertemu petugas dipenampungan binatang.
“Dia tidak menjawab teleponnya. Mungkin ia dijalan.”
“Katanya, dia akan menidurkan hewan. Dimana dia akan melakukan nya?” Tanya Jun Sook.
“Disana, dibelakang!”
Lalu Jun Sook dan So Young pergi ketempat itu, mereka melihat foto foto kucing yang disuntik mati.
“Ini kucing Bo Hee.” Kata So Young mengambil salah satu foto.
Mereka melihat ditempat kremasi. Ada mayat pak Lee hangus terbakar didalamnya.
***
“Mereka, kucing yang sehat saat dibawa kesini, ah, kucing yang disuntik kemarin malam, disita pada tanggal 9 Oktober ditaman Sang Soo.” Kata si petugas.
So Young melihat catatan Silky, ternyata Silky dan Dimwit itu ditemukan ditempat yang sama.
“8 ekor kucing dibawa dari sana.” Kata si petugas.
“Apakah semua normal?”
“Karena komplen dari para penduduk, kita membawanya dalam satu kelompok dalam waktu yang sama.”
“Lalu, bisakah kita mencari tahu, siapa yang mengirim komplenannya?”
“Sebetulnya pak Lee juga ingin tahu hal itu… Aku dengar penyelamat binatang terkait dengan kucing kucing itu.”
Jun Sook dan So Young saling berpandangan.
***
“Orang orang yang mati, memiliki kesamaan. Mereka mati ditempat yang terkunci. Apakah kau tau Claustrophobia?”
Tanya So Young.
“Bahkan jika tak sepenuhnya terkunci, tak bisa bernafas, ketakutan dan gelisah. Kau bahkan tak bisa masuk lift, karena kau berfikir bahwa kau akan mati.” So Young menceritakan tentang dirinya pada Jun Sook.
Jun Sook ditelepon atasannya, ia harus segera kembali, jadi tidak bisa mengantar So Young.
***
So Young mendatangi seorang penyelamat hewan yang meliput berita tentang kucing kucing saat itu.
Si penyelamat hewan memperlihatkan video liputannya.
“Penduduk komplen, nilai rumah mereka akan jatuh karena kucing kucing itu. Maka tim pemeliharaan gedung menutup semua lubang tempat kucing kucing itu bersarang. Ada beberapa yang hidup, tapi semuanya yang digedung mati.
So Young melihat mainan pancing kupu kupu milik hantu cilik itu divideo.
Bos So Young meneleponnya, karena so Young belum juga datang ke petshop.
***
Silky masuk ke petshop, si bos marah marah lalu mengurung Silky dalam box lalu ditaruh dalam gudang, karena si kucing terus rewel, kucing itu dipukul dan ditendang. Hantu gadis kecil muncul, duduk dipundaknya dan mencakarnya sampai mati. Aaaaaaa..!
***
So Young datang ke petshop, ia membuka gudang, tapi terkunci. Ia mencoba membuka dengan kunci, tapi tetap tidak bisa.
Jun Sook menelepon nya.
“Dimana kau?”
“Ditoko ”
“Apa yang dikatakan penyelamat hewan?”
“Mereka menemukan kucing kucingnya diapartemen Dong Ha.”
“Apartemen Dong Ha?”
“Ya, diruang uap Gedung 504. Lusinan kucing ditemukan mati.”
So Young melihat darah keluar dari gudang.
Ia membuka gudang, bosnya sudah mati dengan wajah mengenaskan.
Aaaa!!! So Young shock.
Teriakan So Young didengar oleh Jun Sook, Jun Sook langsung menuju ke petshop.
So Young duduk diluar dengan menggigil ketakutan.
“Apa yang terjadi, So Young ssi?” Tanya Jun Sook. Ia lalu mengecek kedalam petshop. Bos So Young sudah tewas.
“Selanjutnya, pasti aku. Aku… Aku jatuh cinta padamu, sejak awal bertemu denganmu. Jika tidak sekarang, aku takkan punya kesempatan untuk memberitahumu. Aku akan pergi ke ruang uap itu.”
***
Jun Sook dan polisi lainnya mengurusi TKP.
***
So Young berjalan menuju gedung 504. Seorang nenek pikun mengejutkan nya.
“Nenek? Kau tinggal disini? Dimana sepatu mu? Ini dingin.” Tanya So Young perhatian.
“Kamu melihat Hee Jin?”
“Siapa Hee Jin?”
“Cucuku yang paling cantik.”
Jun Sook telepon, ia akan ketempat So Young.
“Ah, Jun Sook ssi, kau ingat nenek pikun dulu? Ia tersesat lagi, bisa kau cari dimana dia tinggal?”
Tapi Jun Sook sedang sibuk. Ia akan menghubungi jika sudah mengetahuinya.
***
Jun Sook menanyakan alamat nenek pikun kepada temannya.
“Apa kau tau alamat nenek pikun yang dulu kesini?”
“Seharusnya disekitar sini. Dia pernah melaporkan cucunya yang hilang. Sekitar September.”
“Apa dia menemukan nya?”
“Anaknya datang keesokan harinya, dia membatalkan laporan dan bilang mereka telah menemukannya. Ah ini dia alamatnya, apartemen Dong Ha, gedung 504. No 401.”
Ternyata foto Hee jin ada dilaporan. Memakai potongan Bob.
***
So Young mengantar nenek kerumah.
“Tolong temukan Hee Jin.”
“Dimana dia?”
“Tidur dikamar nya, dia harus makan.”
So Young berjalan menuju kamarnya,
Jun Sook menelepon,
“So Young ssi, kau bilang melihat gadis potongan rambut bob, Khan?”
“Ya.”
“Aku akan mengirim fotonya, lihat apakah itu dia.”
Jun Sook mengirim foto, dan ternyata benar. Itu anak gadis yang dilihat So Young.
Dan dikamar, ada foto gadis itu. Hantu itu Hee jin!!!
“Nenek, dimana Hee Jin?” Tanya So Young mendesak.
Nenek lalu melilitkan syal kuning pada So Young. Ia mengira So Young adalah cucunya.
Anak nenek, si pria galak itu datang. Ia mengusir So Young dengan kasar.
Setelah So Young keluar, ia juga memukuli ibunya, So Young mengintip sedih dari jendela.
Si pria tahu so Young mengintip, ia lalu mengejarnya. so Young kabur.
Tiba tiba banyak kucing datang menyerang pria itu. Aaaaaa….!!!!!
(Sukurin 😤)
***
So Young berjalan menuju ruang uap. Banyak kucing datang ingin menyerangnya. Ia dikepung.
Silky ada diatas tangki. Ia juga naik keatas tangki untuk menyelamatkan diri.
Seekor kucing mengagetkannya, ia jatuh kedalam tangki.
Ia menyalakan lampu senter di hp, hantu kecil itu ada disitu. Ada tas anak anak juga.
Hantu kecil merangkak mendekati nya, tapi bukan untuk menyerangnya. Tapi memegang syal nenek.
“Nenek,..” hantu kecil menangis.
Flashback:
Hee Jin bermain main dengan kucing kucing itu menggunakan pancingan kupu kupu.
Gedung itu banyak sekali kucing liar.
Seseorang datang, Hee jin bersembunyi. Ia menguping pembicaraan mereka.
“Kucing kucing ini bertambah banyak dari sebelumnya, bunuh mereka semua jika memang harus!” Kata si pemilik gedung
Hee jin membawa kucing kucing kecil ke dalam tangki, agar mereka tidak dibunuh. Tapi saat akan naik, Hee Jin terpeleset. Ia tak sadarkan diri .
Para tim maintenance menutup tempat itu disetiap lubang sehingga tidak ada udara. Hee jin terjebak dalam gedung dan mati lemas.
***
So Young menangis memeluk jasad Hee Jin. Ia menaruh syal nenek si jasadnya.
“Tak apa apa Hee jin, Jagan takut, aku akan mengeluarkanmu.” Kata So Young menangis.
Jun Sook menemukan So Young yang memeluk jasad Hee jin sambil menagis.
***
So Young menjenguk ayahnya dirumah sakit. Ia sudah bisa naik Lift.
***
So Young naik ke mobil, Jun Sook sudah menunggunya.
“Aku naik lift. Tidak terlalu buruk.” Kata So Young senang.
Ketika mereka akan pergi, mereka mendengar meongan kucing.
So Young turun, dan mengambil anak kucing dibawah mobil.
“Kau disana karena kau kedinginan? Kemarilah manis.”
Meong!!!!
***
End