Sinopsis The Cat part1

Disebuah petshop,

So Young sedang memandikan seekor kucing putih dengan kasih sayang, lalu memberi nya pita agar terlihat cantik.

****** The Cat ******

Si wanita, pemilik kucing datang mengambil kucing nya. Ia tampak tidak puas, karena si kucing ‘kurang Stylish’.

Ketika si pemilik akan naik mobilnya, So Young melihat ada seorang anak kecil potongan rambut Bob, sedang membelai kucingnya. Mobil lewat, anak itu menghilang.

Si pemilik kucing naik lift. Dia memencet tombol ke lantai 11. Lalu pintu lift terbuka, seakan ada yang masuk tapi tidak ada siapa siapa.

Si kucing mulai gelisah. Pintu lift tertutup dan tidak bergerak beberapa lama. Kemudian lift kembali berjalan.

Suami si wanita mencoba menelepon istrinya tapi tak diangkat, ketika ia akan memasuki lift, ia melihat istrinya sudah tewas.

kucing nya masih ada disitu, menyeringai.

***

So Young mendatangi psikiater. Ia rupanya menderita claustrophobia, yaitu ia tidak bisa berada ditempat yang tertutup seperti lift atau kereta bawah tanah.

Ketika akan kembali ketempat kerja, ia bertemu Jun Sook, teman lamanya yang saat ini sudah jadi polisi.

Jun Sook membawa seekor kucing dari TKP.

So Young mengenali kucing itu, Silky.

“Kucing ini milik wanita yang mati dalam kecelakaan.” Kata Jun Sook.

“Dia mati? Bagaimana?”

“Aku tidak yakin, mungkin sakit jantung.”

“Kau tidak keberatan mengawasi kucing ini sementara waktu?” Pinta Jun Sook.

“Tidak apa apa, aku akan menjaganya.”

“Bagaimana kabar Bo Hee?”

“Baik.”

“Bolehkah aku minta nomor telepon mu? Siapa tau pemiliknya masih menginginkan nya.”

***

“Kucing itu bersamanya saat wanita itu mati? Itu bisa menjauhkan pelanggan.” Si pemilik petshop menolak.

“Hanya sampai pemilik nya menerimanya kembali.”

“Kalau begitu, tinggalkan saja dirumahmu!”

Si kucing menyeringai tajam.

***

So Young menaruh Silky dalam kandang, ada seorang anak kecil potongan Bob di cermin. Aaaaahhh!!! So Young kaget.

***

So Young membawa Silky kerumahnya.

Rumah Si Young tidak ada pintu selain pintu utama.

So Young menyayangi Silky.

Bo Hee menelepon So Young,

“Ternyata aku bisa mendapat kucing gratis dari penampungan binatang, kalau beruntung, aku bisa dapat yang bagus.” Kata Bo Hee senang.

“kau bukan tipe orang yang bisa merawat binatang peliharaan. Kau membuang satu sebelumnya, kau ingat?”

“Tidak, dia lari! Jadi, kau ikut denganku atau tidak?”

“Oke.”

“Oh, Bo Hee, aku bertemu Jun Sook tadi, dia bekerja sebagai polisi daerah. Kau tidak pernah menemuinya?”

“Buat apa? Kami sudah berakhir. Aku tidak apa apa, dulu kau menyukainya, Khan?”

So Young tersenyum.

So Young bermain dengan Silky memakai mainan seperti alat pancing.

Lalu Silky masuk kedalam kolong ranjang.

“Oh, jadi kau mau main petak umpet?” Kata So Young, ia melihat ke kolong ranjang, mengambil Silky, dan ada sepasang mata lagi disana. Mata anak kecil potongan Bob! So Young kaget.

***

So Young datang ke psikiater,

“Itu pertama kalinya kau melihat gadis itu?” Tanya psikiater.

“Tidak, aku pernah melihat sebelum nya.”

“Saat aku kerja, diluar jendela.”

“Ketika kau masih kecil, apa potongan rambutmu seperti itu?”

“Kurasa begitu.”

“Kau berumur 6tahun pada saat kau mengalami trauma, Khan?”

So Young mengangguk. “Ingatan itu bisa kembali dalam mimpi. Itu bagian dari proses penyembuhan. Itu akan segera hilang.”

***

So Young bersama Bo Hee pergi ke tempat penampungan binatang.

“Untuk apa kau perlu kucing yang berbulu panjang?” Tanya So Young.

“Untuk berlatih.”

“Hei! Jadi kau berlatih menggunakan kucing yang malang?” So Young protes.

“Jadi kenapa? Lagipula mereka akan dibuat tidur untuk selamanya.” Kata Bo Hee yang tampak kurang menghargai binatang.

***

So Young dan Bo Hee menemui petugas, mereka melihat lihat, banyak binatang yang ditelantarkan.

So Young sengaja mengganjal pintu gudang hewan, lalu ia masuk.

Bo Hee tertarik pada kucing jenis Chinchilla.

“Siapa nama kucing ini?”

“Wit…Dimwit.” kata pak Lee, si petugas.

Pak Lee pergi untuk mengkremasi kucing yang sudah disuntik mati.

So Young tampak sedih melihat kucing yang terbaring mati.

“Aku ambil yang ini. Dimwit.” Bo Hee memutuskan.

Bo Hee mengikuti pak Lee, tak sengaja menyenggol pintu gudang. Pintu gudang tertutup, So Young panik dan ketakutan. Ia menggedor gedor pintu.

Ia muntah, untung Bo Hee segera kembali.

***

Polisi mengecek CCTV di lift.

Wanita pemilik kucing itu tampak tak sabar dengan kucing nya, kucingnya lompat. lalu tiba tiba ia menggedor gedor pintu lift, lalu ia terbaring seakan akan ada yang mencekiknya.

“Apa mungkin dia gila?”

“Dia lebih terlihat panik!”

“Bagaimana seseorang bisa mati karena panik?” Tanya Jun Sook.

***

So Young berada di petshop, tapi ia merasa ada orang lain selain dirinya

Ia membuka sebuah ruangan, lalu ada tangan anak kecil yang menarik kakinya. Ia lari keluar toko dengan ketakutan.

“Apa yang terjadi?” Tanya Jun Sook yang kebetulan lewat situ

“Ada sesuatu didalam.”

Jun Sook mengecek tiap sudut toko, tapi tidak menemukan apa apa.

Jun Sook lalu mengantar So Young pulang.

“Mengenai kucing itu, pemiliknya masih belum bisa menerima nya, bisakah kau mengawasinya lebih lama sedikit?”

“Kau datang cuma untuk mengatakan itu? Harusnya kau telepon saja.”

Jun Sook tersenyum malu.

“Apa kau sudah bilang bilang Bo Hee kalau aku jadi polisi?”

(Oalah, masih mengharapkan Bo Hee 😪)

“Ya.” Kata So Young kecewa.

Ia memandangi Jun Sook yang beranjak pergi.

***

So Young terbangun dimalam hari dan mencari Silky, ia melihat ayahnya ada disitu sedang mencicip sesuatu, SUP KUCING!!

Ah , ternyata itu hanya mimpi😪…

Silky masih ada disampingnya didalam selimut, ketika selimut disingkapkan. Ada anak kecil itu lagi!!

So Young segera meminum obatnya, ia merasa berhalusinasi.

***

Rumah sakit Baekam Psychiatric

So Young datang kerumah sakit, tapi ia tidak mau menjenguk ayahnya. Ia hanya mengisi formulir lalu pergi.

***

So Young kerumah Bo Hee,

Bo Hee sedang akan mewarnai bulu kucing.

“Mengapa kau putus dengannya, kau bilang dia baik?” So Young penasaran dengan hubungan Bo Hee dan Jun Sook.

“Aku ingin pria yang bisa menjagaku. Tipe penyayang dan bergairah.”

Si kucing merasa gelisah, tidak mau diwarnai. Bo Hee memaksanya. Ia mengejar Dimwit sampai ke kolong lemari.

Pintu tertutup, lampu berkedip.

“Kemarilah Wit, kau sangat nakal!” Kata Bo Hee. Seorang anak kecil memperhatikan nya, memandangnya marah. Aaaaaaa!!!!

***

So Young memasuki ruangan lemari, ia melihat anak kecil itu lagi. Baju baju berjatuhan. Mayat Bo Hee terlihat mengenaskan

***

Bo Hee dilarikan ke rumah sakit, tapi tidak tertolong.

So Young memaksakan diri naik lift, mendampingi jenazah Bo Hee bersama para dokter, ia mulai berhalusinasi seakan mayat Bo Hee hidup lagi.

***

Jun Sook datang dengan ling lung,

“Kamu datang bersamanya?” Tanya Jun Sook

“Ya, gadis yang rambutnya dipotong… Kucingnya ada didalam.. Gadis itu dibelakang rak baju…” So Young berusaha menjelaskan dengan terbata bata.

Tapi ia dibentak oleh Jun Sook, “Bicaralah yang jelas dan masuk akal!!!”

So Young terdiam dengan sedih.

***

So Young mengiris daging lalu tangannya teriris sampai berdarah. Silky menjilati lukanya,

“Kau mengkhawatirkan ku?” Tanya So Young. Tapi dia teringat sesuatu, Silky bukan menjilatinya karena khawatir, tapi karena darahnya!

So Young ketakutan, “apa yang kau lakukan!” Sambil mendorong si kucing. Si kucing menyeringai ganas.

***

So Young membawa kucing itu ke apartemen pemilik kucing, tapi seakan ada yang mengikuti nya. Gadis kecil itu!

***

“Buang atau bunuh saja, aku sudah tidak peduli! Kita seperti dikutuk sejak memiliki kucing itu. Istriku terus mengatakan hal hal gila.” Kata si pemilik kucing.

“Seperti apa itu?”

“Katanya ada seorang gadis dirumah itu. Gadis dengan potongan rambut Bob.”

So Young ketakutan, karena ia juga sering melihat gadis itu.

Karena si pemilik kucing tidak menerima nya, So Young membuang kucing itu ditengah jalan.

“Maaf Silky.” Kata So Young.

So Young dikagetkan oleh seorang nenek.

Hantu gadis kecil itu mengawasi mereka dari jauh.

***

Bersambung part 2

Tinggalkan komentar