
Ketika malam hari, Jeong Mi tidak ada ditempat tidur, Sae Hee mencarinya.
Jeong Mi seperti kesurupan, ia menggoreng semua telur dan ada yang dimakan mentah mentah. Ia kelaparan.
Sae Hee mengingatkannya, tapi malah ditampar. Jeong Mi jadi kasar. Jeong Mi bukan dirinya lagi.
Tatapannya menyeramkan.
Sae Hee menelepon Jun Hyeok meminta tolong.
Sae Hee kaget, kamar Jeong Mi sangat berantakan. Laptop menyala sendiri. Sae Hee ketakutan langsung menutupnya.
Jeong Mi masuk kamar dan mengeluarkan cutter, “Saya ingin sendiri.” Katanya dingin.
***
Jun Hyeok memasang kamera CCTV dirumah untuk mengawasi Jeong Mi.
Lampu mati.
“Rumah saya, memang kadang kadang suka seperti ini.”
Sae Hee dan Jun Hyeok keruang bawah tanah untuk memeriksa panel listrik.
Listrik berhasil diperbaiki, lampu menyala kembali. Ternyata Jeong Mi ada disitu, lalu pergi menghilang.
***
Jun Hyeok kekamarnya Jeong Mi, ia memberi boneka Teddy bear yang ada kamera pengintai.
“Kenapa kamu memberiku ini?”
“Karena kamu cantik.”
“Apanya yang cantik?”
“Semuanya.”
Jeong Mi mengunci pintu kamar dan mulai menggoda Jun Hyeok.
Sae Hee menggedor pintu. Jun Hyeok keluar.
“Telepon aku kalau ada apa apa.” Jun Hyeok pergi.
***
Jeong Mi kembali melihat video, gadis yang mati kesedot dalam gudang.
Lalu muncul video baru, berjudul ‘Don’t Click’
Jeong Mi histeris setelah melihat video itu.
***
Malam hari, Jeong Mi pergi sambil menyeret boneka Teddy bear. Ia kekamarnya Sae Hee, Sae Hee tertidur.
Ia membawa pisau dan mencoba membacok kakaknya.
Aaaa…!!! Ternyata Sae Hee hanya mimpi buruk.
Tapi, ia lekas menyadari, kamarnya sangat berantakan.
***
Sae Hee mengecek video CCTV. Lalu menelepon Jun Hyeok.
“Kalau tidak kelihatan diCCTV, itu berarti ada masalah atau dia edit. Nanti saya check programnya.”
“Bukan itu masalahnya! Jeong Mi tidak ada dirumah! Sepertinya Jeong Mi benar, dia bilang gara gara habis nonton video!”
“Video?”
“Katanya kalau nonton video itu bisa mati, tapi aku tak percaya padanya. Kalau itu benar…”
“Mana mungkin ada yang mati karena nonton video, itu semua hanya…”
“Boneka juga tidak ada!”
“Kalau Jeong Mi bawa boneka itu, bisa dilacak sekarang!”
“Tenang dulu, saya akan kesana kalau sudah selesai kerja.”
Sae Hee langsung menutup teleponnya.
Ia melihat video seram milik Jeong Mi.
***
“Polisi Choi, tahu nama website ‘Jeong I Gu In’?”
Tanya Jun Hyeok.
“Website itu sudah ditutup 1 tahun, kenapa?”
“Tanya saja.”
“Haduh, aku masih merasa seram jika mengingat nya. Pernah ada video lelaki tua pegang pegang wanita mabuk, tapi bukan video itu saja.
Mereka sebenarnya mau mempermalukan wanita mabuk, tapi akhirnya mereka potong.
Lelaki tua itu sebenarnya mau menolong wanita itu supaya tidak kelihatan orang lain, tapi akhirnya lelaki itu bunuh diri, istrinya mati karena stress, kalau anaknya, lebih parah lagi..”
“Anak?”
“Akhirnya orang orang buka website untuk memviralkan, tapi akhirnya terkuak nama lelaki tua itu, alamat, nomor telepon, sekolah, keluarga… Semua..”
Flashback:
Anak lelaki itu dibully habis habisan oleh netizen.
“Baik, lihat saja, orang yang nonton sekarang dan orang yang nonton nanti juga pun, saya datangi.”
Anak itu meng-upload video bunuh dirinya. Tapi malah diejek, “Tidak berani Khan?” Desak hatersnya. Dan anak itu benar benar bunuh diri .
“Apa lelaki itu benar benar mencabuli wanita itu?” Tanya Jun Hyeok.
“Saya juga tidak tahu, tempat itu diluar area CCTV, mungkin hater yang membuatnya.”
***
Jeong Mi kegudang (rumah tua) dan marah marah. Ia membawa pisau.
Sae Hee yang mengawasi dari CCTV Teddy bear segera pergi ke rumah gadis yang bunuh diri itu.
***
Jun Hyeok ikut nonton video seram.
***
Sae masuk kerumah tua dengan ketakutan.
Ada banyak boneka teluh, juga boneka Teddy bear.
Jeong Mi mencari cari boneka teluh yang divideo. Mungkin dengan membakarnya ia bisa selamat.
Mereka menemukan ruangan lokasi bunuh diri.
Diruangan itu banyak foto foto keluarga, terlihat sangat bahagia dan harmonis.
Jeong Mi akhirnya menemukan boneka teluh itu, ia membakarnya.
Jeong Mi menangis, “ini semua gara gara saya.”
“Sepertinya, ia hanya ingin memberitahu orang orang bahwa papanya bukan orang sejahat itu.” Kata Sae Hee.
Merekapun pulang kerumah .
***
Sae Hee mendapat SMS,
“Dari siapa?” Tanya Jun Hyeok
“Teman Jeong Mi, ia sangat perhatian dan akan kesini sekarang.”
Sae Hee memeluk Jun Hyeok.
“Maaf, ini semua karena saya.” Kata Jun Hyeok.
SMS masuk lagi,
“Kakak mencoba nonton video ya? Saya sedang kesana.” Isi pesan itu.
“Ternyata itu bukan teman Jeong Mi.”
Ada video gadis yang menatapnya tajam lalu menggorok lehernya sendiri.
“Aaaa…” Jeong Mi berteriak.
“Kakak , dia datang mau bunuh kita.” Jeong Mi ketakutan.
Dari CCTV terlihat sesosok sedang memasuki rumah mereka
“Kita harus keluar dari sini.” Jun Hyeok mengajak mereka semua pergi.
Jeong Mi ketakutan dan berteriak histeris.
Pintu kamar terkunci.
“Jeong Mi, kamu sudah nonton sampai habis Khan? Coba ingat!”
“Aku tidak tahu… Aku tidak tahu…”
“Coba pikir, apa ada kesamaan antara orang orang mati?”
“Oh ya ada, kalau lihat cam diri bisa mati. Orang yang mati itu semua nonton sendiri waktu dia mati.”
“Mungkin karena itu dia mencari kita lagi. Tunggu disini, aku tau caranya ” kata Jun Hyeok.
“Memang mau apa?”
“Kalau matiin lampu, monitor itu semua mati, saat itu kita bisa keluar dari sini.”
“Kalau kamu mati bagaimana? Kamu tidak nonton video itu Khan?”
“Tidak, saya sudah nonton.”
“Jun Hyeok…”
***
Jun Hyeok menuju ruang bawah tanah. Tv yang rusak tiba tiba menyala, Jun Hyeok bisa melihat videonya sendiri.
Perutnya sobek seperti boneka teluh. matanya kecongkel, tapi ia tetap berusaha ke panel listrik
“Sae Hee kabur…!!!” Lampu mati.
Sae Hee dan Jeong Mi berusaha lari dari rumah, tapi Jeong Mi terperangkap, ia melihat videonya sendiri.
Jeong Mi mati tergantung.
Sae Hee jatuh dari atap gedung. Tapi ia jadi gila karena kamera terus mengintainya.
***
End