SinopsisGisaeng Ghost part 1

Dimalam yang mencekam, seorang anak menyaksikan ibunya memotong kaki ayahnya dan membunuhnya. Lalu ia juga memotong kakinya sendiri lalu bunuh diri.

***

Polisi di TKP sedang memfoto foto korban.

“Anaknya bagaimana?”

“Dia kejang kejang, dia memiliki sindrom hiperventilasi yang membuatnya kejang kejang.”

“Bagaimana keluarganya?”

“Ga Hee Choi punya seorang orang tua, Gui Ok Jeong. Ia dikabarkan hilang sejak 2 bulan lalu.”

***

Seorang pria sedang dikantor. Ia ditelepon penagih hutang, ia tampak stress.

Ia lalu ditelepon polisi, polisi ingin, ia merawat keponakannya, karena ayah dan ibunya sudah tewas.

***

“Seo Ni Kim” panggil seorang perawat.

Ia konsultasi dengan psikiater, mengenai kecemasannya, karena ia harus pindah kerumah orang yang sudah meninggal.

***

Mereka pindah rumah baru.

Bersama suami dan Yeo Rin, adik Seo Ni Kim.

Rumah itu ada sebuah gudang yang terkunci.

***

Mereka makan malam bersama, Seo Ni tampak perhatian pada keponakan suaminya itu. Sehingga membuat Yeo Rin cemburu.

Bin tampak dingin, ia tak banyak bicara, mungkin masih trauma mengenai kematian orang tuanya.

***

Yeo Rin merajuk, “kakak, ini adalah hari pertama tinggal disini, bolehkah aku tidur denganmu?”

Seo Ni tersenyum.

“Kau biasanya memperhatikanku, tapi setelah menikah, kau berubah.”

Merekapun bercanda bersama.

***

Seo Ni bermimpi buruk, ada seorang yang mencoba memotong kedua kakinya.

***

Bin diantar pamannya ke sekolah. Sampai sekolah, ia dibully temannya yang lebih besar.

***

Seo Ni menyuruh tukang membuka gudang yang terkunci.

Disana ia melihat buku buku tentang ritual perdukunan.

***

Bin membeli tiga ekor anak ayam.

Ia berjalan terpincang-pincang, pergelangan kakinya sakit.

***

“Kau tahu ibuku dan kakakku seorang dukun sejak lama, jadi tak perlu terkejut.”

“Tapi aku tidak suka menyimpan barang barang itu dirumah.”

“Lalu apa yang mau kamu lakukan?”

“Tidak bisakah kau membuangnya?”

“Ibu menghilang, bagaimana jika ia kembali dan mencari barang barang itu?”

***

Bin pulang terlambat, pamannya memarahinya.

Tapi Seo Ni dengan lembut bertanya, “Apa kau sudah makan? Ganti baju, cuci tangan, aku akan menyiapkan makan malammu.”

***

“Apa kau tau tentang gudang disebelah?” Tanya Seo Ni pada Bin.

“Kau harusnya tidak membukanya.”

***

Seo Ni dikutekin suaminya. Mereka sangat mesra.😍😍😍

***

Malam hari, Yeo Rin sedang belajar. Tapi terdengar sesuatu, ia mencari sumber suara.

Ternyata ada bin didalam kolong meja.ia menggebrak meja dari kolong. Tatapan matanya aneh, seperti bukan dirinya sendiri.

“Hei, aku ada ujian besok, aku tidak bisa belajar kalau kamu begini.”

Yeo Rin merasa seakan ada yang menariknya, memotong kakinya, lalu menenggelamkannya dalam air.

“Aaaa….!!!”

Ternyata itu hanya mimpi buruk.

***

Yeo Rin memasuki gudang, ia melihat Bin disana, seperti kerasukan.

***

Seorang Polisi masih mencari Gui ok Jeong yang menghilang.

Ia juga merasa aneh akan tatapan mata Ga Hee Choi difoto, ia merasa ada yang janggal. Ga Hee Choi seakan melihat ada orang lain disana.

***

Bin kembali di-bully. Buku gambarnya direbut. Ia diejek sebagai cucu dukun.

Bin menggaruk kakinya. Ia seakan kerasukan, ia mengambil pensil lalu menusuk si pembully. Tepat dileher, sampai berdarah darah.

“Sang Wook, kau tidak apa apa? Bisa kau mendengar ku?” Semua orang berkerumun.

***

Seo Ni menanyakan, kenapa Bin menusuk temannya.

“Bukan aku yang melakukannya.”

“Jangan bohong! Semua orang melihat nya!” Pamannya murka.

Bin kejang kejang.

Seo Ni berusaha memberikan pertolongan pertama.

“Apa kau baik baik saja?”

Bin langsung memeluk Seo Ni.

***

Seo Ni menidurkan Bin.

“Boleh aku tidur denganmu?” Pinta bin.

Ia tampak ketakutan.

***

Yeo Rin datang, ia senang mendapat nilai bagus disekolah.

“Sstttt… Bin sedang tidur, sesuatu terjadi, aku ingin menjaga agar dia tetap stabil. Kurasa aku harus menemani nya malam ini.”

Yeo Rin kecewa karena diabaikan kakaknya.

***

Bin tidur dengan gelisah, Seo Ni memeluknya.

“Tidak apa apa, jangan cemas.”

“Gi Jin yang melakukan nya.” Kata bin.

“Gi Jin?”

“Dia juga membunuh ayah dan ibu.”

Seo Ni tersenyum, “itu hanya mimpi.”

Tiba tiba bin menjauh.

“Ada apa?”

“Gi Jin sedang melihat mu.”

***

Yeo Rin dihantui.

***

Kaki bin ada bekas luka melingkar.

Bin sedang makan,

“Apa kau ingat apa yang kau bicarakan kemarin? Tentang Gi Jin.”

“Aku tidak ingat apapun.”

Biasanya bin makan dengan tenang, tapi kali ini ia makan dengan lahap, sampai keselek.

Ia memberi bin minum, tapi langsung direbut oleh Yeo Rin, “ini gelasku!”

“Kenapa kamu mempermasalahkan itu?” Tanya Seo Ni tidak mengerti.

Gelas langsung dibanting Yeo Rin

***

Seo Ni mengantar bin sekolah.

Si pembully gendut tampak dendam karena tamannya ditusuk pensil.

Ia mengikuti bin, sampai ke gudang. Ia dihantui. “Aaaaaaa!!!”

***

Seo Ni membeli kue. Si penjual mulai bergosip.

Gui Ok Jeong seorang dukun. Sebelum menghilang ia melakukan ritual aneh. Katanya ia harus menenangkan arwah yang ia sembah.

Tapi putrinya malu, dan melarangnya. Tak lama setelah Gui Ok Jeong menghilang, putrinya jadi gila, ia bunuh diri setelah membunuh suaminya.

***

“Kenapa kau tidak bilang kalau mereka mati bunuh diri?” Tanya Seo Ni pada suaminya.

“Aku sudah bilang, mereka mati kecelakaan.”

“Kau bilang sebuah kecelakaan mobil. Kecelakaan dengan pembunuhan itu hal yang berbeda, bagaimana kau bisa menyeret ku dan Yeo Rin kerumah mengerikan ini?”

“Sudah, hentikan! Itu bukan masalah besar.”

“Adik ipar membunuh suaminya sendiri, kau bilang bukan masalah besar?”

“Aku sudah menjual rumah tua itu untuk membayar hutang.”

“Kau menjebak kami! Rumah ini dikutuk!” Kata Seo Ni marah.

Si suami melihat paha Yeo Rin.

“Cabul!!” Kata Yeo Rin kesal.

***

“Aku juga tidak menyukai rumah ini kak. Bin juga aneh.” Kata Yeo Rin.

“Kenapa kau menyeretnya dalam percakapan ini?” Bela Seo Ni.

Bin datang dengan ceria, “apakah kita akan makan bawang putih? Aku sangat suka bawang putih.”

“Kamu bermain dimana sampai kakimu kotor begitu?”

“Dilokasi konstruksi.”

“Hey, bukan kah itu darah?” Kata Yeo Rin ketika melihat dibajunya bin ada bercak darah.

“Aku membantu temanku saat terpeleset dan terluka dilengan dan lututnya.” Bin beralasan.

“Seharusnya kau hati hati.”

***

Polisi mendapat informasi dari rumah sakit mengenai Gui Ok Jeong.

“Dia tidak memiliki tanda pengenal apapun, jadi aku kaget waktu tahu dia salah satu orang hilang.” Dokter menjelaskan.

“Sudah berapa lama dia disini?”

“Sekitar sebulan lebih. Seorang pendaki menemukannya pingsan digunung lalu membawanya kesini.”

“Sebuah gunung?”

“Iya, semacam ritual digunung.”

***

Gui ok Jeong melukai dirinya sendiri karena ia mendengar suara suara.

“Nyonya Jeong, apa kau mengetahui kematian Ga Hee Choi?” Tanya detektif.

“Aku sudah bilang untuk tidak melakukannya, aku sudah memperingatinya beberapa kali. Tapi Ga Hee tidak mau mendengarkan. Itu membuat cucuku celaka!!” Kata Gui Ok Jeong, ia lalu melihat detektif seperti hantu anak kecil.

Ia mencekik detektif, “Beraninya kau membunuh putriku! Iblis kau!!”

Ditengah shocknya , detektif itu juga melihat anak kecil.

***

Bin menyobek selebaran untuk orang hilang, si pembully gendut.

***

Bersambung part 2

Tinggalkan komentar