
Seo Ni mendapatkan telepon dari sekolah.
“Hey bin, kau kenal teman sekelasmu, namanya Chang Gi?”
(Jadi si pembully gendut namanya Chang Gi🙄)
Bin cuek, ia asik nonton TV.
Yeo Rin kesal karena sikap Bin yang kurang sopan pada kakaknya.
Bin lalu memandang Yeo Rin tajam.
***
Malam hari, Yeo Rin terbangun, ia bermimpi ditusuk Bin sampai mati
Ia langsung mengunci pintu kamar.
***
Detektif memperbesar foto Ga Hee. Dimata Ga Hee, ada pantulan gambar hantu.
Detektif mengikuti Bin pulang sekolah.
“Hay Bin, aku ingin bertanya sesuatu ”
Bin tersenyum.
***
Seo Ni tersenyum melihat bin sedang bermain dengan capung, ketika didekati, ternyata capungnya dipotong potong.😨
***
Ketika membersihkan kamar bin, Seo Ni menemukan buku gambar bin.
Gambar seseorang membawa pedang dan ada guci didepannya.
Seo Ni ingat sesuatu, gambarnya sama dengan gambar di buku ritual dukun, yang pernah ia lihat digudang.
Ia pergi kegudang dan melihat buku itu lagi, kini ia mengerti.
Flashback:
Mertua Ga Hee mendesak Ga Hee agar punya anak.
Kemudian,
Ga Hee membawa seorang anak kecil, Gi jin. Ia memungut Gi Jin dari tengah jalan.
Bukan untuk dirawat, tapi untuk dipersembahkan kepada dewa agar mendapatkan anak.
Bin ada disitu, “Aku sudah bilang, kau seharusnya tidak kemari.”
***
Seo Ni bermimpi buruk.
Bin membangunkannya, ia minta dibuatkan sarapan. Bin sangat manja tidak seperti biasanya.
***
Bin mengajak Yeo Rin main petak umpet.
“1…2…3…25…29…” Bin akan mendorong Yeo Rin dari balkon. Tapi tidak jadi karena Seo Ni melihat nya.
***
Chocho, hamster kesayangan Yeo Rin mati.
Yeo Rin memukuli Bin, “Kenapa kau melakukan ini? kenapa?!”
“Yeo Rin, kenapa kau memukulnya?”
“Dia membunuh Chocho.”
“Kau punya bukti?” Tanya kakak iparnya.
“Bin juga tidak punya bukti, kalau dia tidak melakukannya.
Kau dan aku tidak melakukan nya, tersangka terakhir adalah bin!” Seo Ni membela Yeo Rin.
“Kau tidak suka tinggal dengan keponakanku? Sama, aku juga tidak suka tinggal dengan adikmu.”
“Apa karena itu kau mengintip tubuhku?” Yeo Rin nyolot. Ia langsung ditampar.
Ditengah kerusuhan itu, Gui Ok Jeong datang, ia menyeret Bin kedalam gudang.
Lalu ditutup.
“Kau membunuh Putri ku, sekarang aku akan ambil cucuku kembali ”
Bin diikat, akan dipersembahkan. Tapi tiba tiba nenek berdarah.
“Ga Hee membawanya kemari, dia membawa Gi Jin.”
“Siapa itu Gi Jin?”
“Ingatan akan kematian yang buruk, tidak hilang begitu saja. Tubuh anak itu harus dibakar!”
***
Bin kembali ke gudang, ia membekap Gui Ok Jeong sampai mati. Yeo Rin disana, ia melihat nya.
Bin mendekati nya, lalu menaruh jarinya dibibir, kode ‘jangan bilang siapa siapa’.
***
Yeo Rin jadi pendiam. Ia tidak mau makan.
***
Suami Seo Ni berjanji akan mencari rumah lain, dalam waktu beberapa hari lagi.
Ketika Bin sudah pergi kesekolah, Seo Ni menggeledah kamar Bin.
Ia menemukan selebaran Chang Gi dilemari, juga ada jam tangan yang bernoda darah.
***
Seo Ni mendatangi lokasi konstruksi. Ada bin keluar dari sana, ia sembunyi.
Ia mengecek ruangan itu, ada banyak mayat!!😰
Ada seseorang yang sudah sekarat, “Bin yang membunuh mereka semua, kau harus memanggil polisi!”
***
Bin bermain pisau.
“Bin, apa yang kau lakukan? Itu berbahaya.” Kata Pamannya.
“Aku tidak mau pindah.”
***
Seo Ni menelepon Yeo Rin, ia ingin memperingatkan Yeo Rin, tapi terlambat. Yeo Rin sudah mati.
***
Seo Ni sampai dirumah.
“Kenapa kau terlambat? Aku sudah menunggumu!” Kata bin dengan baju penuh darah ia membawa pisau.
“Mengapa kau melakukannya?”
“Kita akan bermain dan bersenang senang.”
Bin mencoba membacok Seo Ni. Seo Ni memukulnya dengan stick golf.
Bin menarik kaki Seo Ni lalu membacoknya.
Terjadi perkelahian yang sengit.
Seo Ni berhasil lari, tapi dari dalam gudang, ada suara Yeo Rin, “Kak, tolong aku.”
Seo Ni masuk gudang, suara itu dari dalam lemari pemujaan.
Seo Ni membuka lemarinya, ada sebuah kendi besar.
Didalam kendi bukan ada Yeo Rin, tapi mayat anak laki laki.
Flashback:
Gi jin duduk di halte bus. “Mau aku antar pulang?” Tanya Ga Hee. Gi jin menurut.
Ternyata Gi jin dibuat persembahan pada dewa agar ia memiliki anak.
Kedua kaki Gunung Jin dipotong. Ia dimasukkan dalam kendi yang diisi air. Ia ditenggelamkan hidup hidup.
Ga Hee berhasil punya anak. Bin. Tapi rohnya Gi Jin menempel pada Bin.
***
Bin mendatangi Seorang Ni digudang,
“Mereka semua orang jahat, aku tidak nakal tapi kenapa mereka memotong kakiku lalu membunuhku?” Kata Bin yang ketempelan Gi Jin.
Gi Jin akan menusuk Seo Ni. Tapi roh bin menghalanginya.
Seo Ni membakar mayat Gi Jin yang didalam kendi.
Seo Ni memeluk bin.
Setelah mayat Gi Jin terbakar, bin jadi lebih tenang.
***
Seo Ni terbangun dirumah sakit, ia memimpikan Gi Jin.
Dokter bilang, Seo Ni sedang hamil.
Bin menemani Seo Ni pemeriksaan USG.
“Dokter, perutku sakit.”
“Kenapa sakit? Bayinya sehat.” Kata dokter.
Saat USG, orok bayi tampak aktif, dia Gi Jin!!!😰😱😱😱
***
End