Sinopsis Ayla

Seorang pria mengendarai mobilnya, “Maafkan aku, aku mungkin tidak seharusnya menghubungimu, aku pikir aku membuat kesalahan yang sangat besar. Aku berharap kamu ada disini karena kupikir, kamu tahu yang harus dilakukan dan kupikir aku akan mendengarkan kamu. Tapi, kamu tak ada disini.”

Seorang wanita yang dari tadi terbaring dimobil, kini ia bangun lalu membelai wajah pria itu.”

*** Ayla ***

Wanita itu, adalah wanita yang ia temukan dahulu disebuah rumah tua…

Saat itu, ia dan kekasihnya berlibur ke hutan dan tinggal disebuah rumah tua.

Baginya, rumah itu terasa angker… Entah kenapa, justru kekasihnya menyukainya.

Ketika ia sedang bercinta dengan Alex (cewek ya🙄). Elton melihat ada seorang wanita yang memperhatikannya… Wanita misterius itu menempel didinding seperti Spiderman.

Waktu liburan sudah usai, merekapun harus kembali ke kota.

Tapi pria itu masih terngiang ngiang spiderwoman itu. (Spiderwoman??🙄)

***

Elton menemui ibunya, “Apa kau masih melihatnya?”

“Adikmu? Tidak untuk waktu yang sangat lama.” Ibunya sudah bisa move on akan kematian adiknya

“Aku melihatnya lagi beberapa hari yang lalu. Aku yakin itu dia.” Kata Elton

(Oh, jadi spiderwoman itu hantu adiknya?🙄)

“Jiwa adikmu sudah lama pergi, tidak ada alasan baginya untuk kembali lagi.”

“Hanya karena kau tidak bisa melihatnya, bukan berarti aku juga tidak bisa.” Kata Elton ngeyel…

Ibunya tampak memahami, kepedihan anaknya itu karena kematian adik perempuan nya. Ayla.

***

Hari hari berlalu, tapi Elton masih tidak bisa melupakan adiknya.

Ia melakukan ritual pemanggilan arwah dengan darah, ia menyayat lengannya.

***

Adik laki lakinya berkunjung ke apartemen nya. James disuruh ibunya agar memberikan foto masa kecil saudarinya pada Elton.

“Ibu memberimu ini agar kau mengingat sesuatu atau agar kau sadar.”

“Dia adalah adikmu perempuan.”

“Tapi, selama 30 tahun, aku tidak merasa dia sebagai saudariku.”

Merekapun adu pendapat. Lalu James pergi.

***

Elton membandingkan foto masa kecil Ayla dengan spiderwoman. Banyak sekali kemiripan.

Ia ingin mengembalikan lagi, adiknya yang sudah mati.

Saking terobsesi nya pria itu, sehingga ia tidak lagi fokus pada kehidupannya, kekasihnya apalagi pekerjaannya.

Ia kembali kerumah tua itu. Tapi ia tidak menemukan apa apa. Seakan ada yang menuntunnya, ia pergi ketengah hutan,

Dibawah pohon besar, ia menggali kubur adiknya.

Lalu ia membawa mayat itu ke sebuah ruangan dari kayu yang kosong dihutan.

Ia terjebak didalam ruangan itu dan tak bisa keluar, tiba tiba ada sebuah cahaya masuk dari atap. Ruangan itu jadi sedikit lebih terang.

Ia menggedor gedor pintu tapi tidak bisa terbuka.

Didalam ruangan itu ada sebotol minuman. Ia meminumnya. Setelah lama tanpa ada yang menolongnya, iapun merasa putus asa.

Mayat itu, bisa hidup lagi. Menjadi seorang wanita dewasa. Bukan lagi gadis kecil yang sudah mati.

Pintu bisa terbuka, ia menggendong wanita itu.

Ia membawa wanita misterius itu ke mobilnya, ia merasa sangat senang.

Pria itu mampir ke motel untuk istirahat.

Mereka menikmati kebersamaan, menonton tv bersama. Dan Ayla tidur disampingnya.

Karena mereka bertemu lagi saat sudah dewasa, perasaan ‘saudara’ menjadi perasaan ‘pria dan wanita’.

Elton merasa bergairah, tapi tak ada yang bisa ia lakukan.

***

Pagi hari,

“Pagi tukang tidur.” Kata Elton mesra.

Ayla tersenyum lalu membelai wajah Elton, tidak sengaja kukunya menggores hingga berdarah.

“Agghh?!! Tidak apa apa, ini hanya goresan.” Ia tidak mau adiknya sedih

“Kamu lapar?” Tanya Elton lagi.

(🙄Ayla gak pernah ngomong)

Mereka pergi kekedai makanan, tentu saja Ayla tidak makan. Tapi Ayla kuat minum air putih.

Elton membawa Ayla ke apartemennya.

Ia lalu mengajari Ayla makan layaknya manusia pada umumnya. Tapi dimalam hari, Ayla muntah… Muntah cairan hijau…

“Apa kau tidak apa apa? Kau menakutkan ku?” Elton memeluk Ayla penuh kasih sayang.

***

Elton memberi tahu kekasihnya, Alex, bahwa ia sudah menemukan adiknya.

Alex penasaran, ia pun datang ke apartemen Elton. Dia bertemu dengan Ayla yang telanjang bulat. Ia shock.

***

Elton pulang kerumah, ia mendapati Ayla muntah muntah karena mencoba memakan selai.

Elton memandikan Ayla yang kotor karena muntahannya… Merekapun mandi telanjang berdua…

Elton merasa bergairah pada adiknya, tapi ia tak mungkin melakukan itu.

Jadi Elton pergi ke apartemen Alex lalu melampiaskan hasratnya.

***

Alex mencari Elton ditoko tempat Elton bekerja. Tapi ternyata Elton sudah resign.

Ia mencoba menelepon nya, tapi tak diangkat.

Ternyata Elton sedang perjalanan menuju rumah ibunya. Ia ingin menunjukkan Ayla pada ibunya.

Tentu saja ibunya merasa bahwa penyakit psikologis Elton semakin parah.

Sedangkan James, adiknya. Merasa kelakuan Elton semakin tidak masuk akal.

Merekapun adu pendapat lagi.

***

“Aku rasa dia seharusnya kerumah sakit.” Kata James pada ibunya.

“Aku juga berpikir begitu.”

James tampak tidak sabaran akan perilaku Elton, tapi ibunya membela Elton. (Bagaimanapun Elton adalah anaknya😑)

***

Dipantai,

Susan (ibu Elton) mengajak ngobrol Ayla. (Tapi Ayla diam saja)

Ibunya bercerita James dan Elton dulu sangat rukun. James sangat mengagumi Elton. Tapi ketika dewasa, semua berubah

***

“Apa kamu menggunakan omong kosong voodoo?” Tanya James

“Tidak seperti itu.”

“Lalu siapa gadis yang duduk disampingnya ibu? Pacar barumu? Kau datang untuk memperkenalkannya pada keluarga? Kamu sebaiknya pergi saja, kamu tidak membuat kebaikan apapun disini”

James mengusir Elton.

“Maafkan aku.”

“Apa kau pikir, aku akan percaya bahwa dia adalah Ayla, seorang gadis empat tahun yang sudah mati?”

“Kau tidak melihat kemiripan mereka?”

“Banyak orang yang memiliki kemiripan. Jadi dimana kau menemukan gadis itu? Online?” Tanya James tak percaya

“Aku melihat dia dalam mimpi.”

“Aku hanya tidak percaya.”

***

Susan menawari kue keju, tapi Elton menolaknya.

“Dia juga hampir tidak menyentuh makanannya.” Kata Susan.

“Tidak apa apa Bu, dia makannya sedikit.”

“Dia juga ngomongnya sedikit.” Celetuk James.

Susan memberi kode pada James agar tidak sembarang bicara.

“Apa? Dia bahkan tidak bicara sepatah kata sejak tiba disini.” Keluh James

“James, jangan kasar!” Susan memperingatkan.

“Apa kau mau aku buatkan sup?” Tanya Susan.

“Tidak apa apa, jika dia lapar, aku akan mengurusnya.” Jawab Elton.

“Oke, baiklah.”

Susan memeluk Elton penuh kasih sayang.

Merekapun pergi tidur.

***

Tengah malam, ketika Elton sedang tidur. Ayla menemui James yang sedang makan.

“Kau lapar sekarang?”

Ayla memandangnya tajam lalu memakan makanannya James yang digarpu.

Tiba tiba Elton datang, tangannya penuh darah karena tersayat.

“Kenapa kau melakukan ini lagi?” Tanya James kaget.

“Kau pikir aku yang melakukannya?” Sangkal Elton.

(Jangan jangan makanan Ayla adalah darah😱)

Elton berpikir, James yang melakukan itu padanya. Sedangkan James yang tiba tiba dituduh menjadi marah. Merekapun bertengkar.

Elton memutuskan untuk pergi saja.

“Kau tau, kau akan selalu diterima disini. Tapi kau harus mendapatkan penyelesaianmu… Aku tidak mengenal wanita itu.”

“Tentu kau kenal Bu, aku bisa melihatnya.”

“Tidak, adikmu sudah pergi sejak lama.”

“Kau harus percaya, lebih dari siapapun Bu!”

“Aku harap aku bisa… Kau harus merelakannya pergi!”

Elton pergi dengan kecewa, ibunya tidak mempercayai bahwa wanita itu adalah Ayla.

***

Elton mengendarai mobilnya, ia menelepon kekasihnya, Alex. “Maafkan aku, aku mungkin tidak seharusnya menghubungimu, aku pikir aku membuat kesalahan yang sangat besar. Aku berharap kamu ada disini karena kupikir, kamu tahu yang harus dilakukan dan kupikir aku akan mendengarkan kamu. Tapi, kamu tak ada disini.”

Ayla yang dari tadi terbaring dimobil, kini ia bangun lalu membelai wajah Elton, lalu menciumnya lalu bercinta dalam kondisi sedang menyetir.

Brakkk!!!!!!

Kecelakaan mobil. Elton menabrak sebuah pohon besar, pohon dimana ia menemukan mayat Ayla.

Ia melihat sekitar, Ayla tidak ada disampingnya.

Ia berjalan menuju pohon itu lalu menggali bawah pohon.

***

Alex masuk ke apartemen Elton, ia menemukan cairan di kasur Elton.

***

End

Tinggalkan komentar