
Catatan Penulis:
Film ini ada tiga cerita horor… Nah yang Mimin tulis ini part yang kedua…
Happy reading…
***
Sebuah lingkungan yang sibuk.
Seorang nenek datang untuk menemui Cucunya, Nanan.
“Nenek bawa bubur, ayo kita makan.”
Ayah dan ibu Nanan akan berangkat kerja. Ibunya kesal karena Nanan menaruh mainan disembarang tempat.
“Dasar anak tidak berguna!” Umpat ibunya
“Biar aku bereskan!” Kata Si Nenek tidak terima cucunya dimaki.
Lalu ibunya berangkat kerja dengan marah.
“Habiskan buburnya, nanti nenek ajak keluar main.”
Nanan belum bisa bicara walaupun sudah sekitar 5tahun. Ia hanya bisa bilang, “Yak…Yak..”
Nenek mengajak Nanan kerumahnya. Rumah nenek melintasi perempatan jalan besar yang berbahaya.
Nenek membelikan Nanan kue.
“Nanan, kalau kau bisa panggil ‘paman Chang’, akan kuberi ye ini gratis.” Kata Lao Chang
“Yak… Yak…”
“Dari kecil sampai besar, bisanya cuma ‘yak yak’…”
Paman Chang tertawa.
***
Ibunya datang dengan marah marah, karena makan dengan tangan kotor. Nanan menangis.
“Dia Khan masih kecil.” Bela si nenek.
“Kau selalu lindungi dia, sampai dia tak tahu ayah ibunya.” Kata ibunya galak.
Nenek menghibur Nanan yang menangis.
Sore harinya, nenek pamitan pulang, “dua hari lagi nenek akan menjengukku lagi.”
Nenek pulang kerumahnya.
“Kau lapar ya? Aku buatkan makan untukmu.” Kata nenek pada suaminya.
***
Pagi harinya, nenek tak kunjung datang.
“Aku telat, kenapa ibu belum datang?”
“Aku sudah telepon tapi tak diangkat.”
“Lalu bagaimana? Aku ada urusan.”
“Biar Nanan aku bawa.”
“Kau begitu sibuk, mana bisa bawa anak.” Kata ibu Nanan.
Ayah lalu mendekati Nanan lalu menggambar lingkaran besar. Nanan tidak boleh keluar lingkaran sampai nanti ayahnya kembali…
Nanan ditinggal sendiri dirumah.
Nenek kembali datang.
“Yak… Yak…”
Nanan ikut nenek kerumahnya, melewati perempatan besar.
“Ayo masuk, lepas sepatumu.” Kata nenek.
“Cucumu datang untuk melihat mu!” Sapa nenek pada kakek.
“Naiklah, temui kakek mu! Mau makan apa, minta saja pada kakekmu , oke?”
***
Ayah Nanan pulang, ia membelikan banyak mainan.
“Nanan, kau tidak melewati lingkaran ini Khan? Lalu ini dari mana?” Tanya ayah karena melihat potongan kue.
Nanan mengangguk.
“Lalu ini darimana?”
***
Ayah Nanan kerumah ibunya.
“Ibu!! Kau dirumah tidak?”
Karena tidak ada yang menjawab, Ayah Nanan mendobrak pintu.
Ia mendapati ibunya sudah tergeletak tak bernyawa.
***
Upacara pemakaman…
Nanan ditinggal dirumah sendiri, mereka tidak tega memberi tahu Nanan bahwa neneknya sudah meninggal.
“Nenek masih sakit. Jadi sekarang tidak bisa bertemu nenek. Kau sendirian dirumah, jangan kabur kaburan… Ayah akan pulang cepat.” Pesan ayah.
Ruko di gembok. Tapi tidak tertutup Full.
***
Nanan melihat neneknya datang lagi seperti biasanya.
“Yak…Yak…” Nanan membuka teralis pintu ruko. (Teralisnya ada yang sudah rusak)
Lalu ia mengikuti nenek, melewati perempatan jalan besar.
(Itu Khan sangat berbahaya 😰)
***
Nanan membeli kue seperti biasa.
“Nanan, kau kesini sama siapa?” Tanya paman Chang.
“Yak… Yak…” Nanan menunjuk nenek yang disebelahnya… Padahal tidak ada siapa siapa disitu.
Nanan membayar kuenya lalu pergi.
Tapi uang itu bukan uang biasanya itu uang kuno.
***
Paman Chang mendatangi orang tua Nanan.
“Aku ada hal lain mau bilang pada kalian.”
“Ada apa?”
“Sore ini Nanan pergi beli barang.”
“Dia dengan siapa beli?”
“Dia pergi sendiri.”
“Sendiri??” Orang tua Nanan terkejut.
“Dia juga gunakan uang ini untuk membeli.”
Kata paman Chang memberikan uang kuno itu. Ayah Nanan langsung membuka dompetnya untuk mengganti.
“Tidak usah! Bukan masalah uangnya… Aku hanya mau menasihati kalian, harus jaga Nanan baik baik. Dia masih kecil, melewati jalan besar sangat berbahaya… Kalian harus lebih perhatian padanya.”
“Terimakasih” ayah dan ibu Nanan langsung pergi mencari Nanan
***
Nanan ada didalam ruko.
“Nanan, kau dapat uang ini darimana?” Tanya ayahnya.
“Yak… Yak…”
“Kau tidak boleh asal bicara!” Ibunya emosi.
Nanan menunjuk foto kakaknya yang tergantung didinding.
Deg!!!
***
Orang tua Nanan menemui biksu.
“Ada yang tidak kalian tahu, ayah kamu saat meninggal, ibumu menyuruh kami menjaga mayatnya… Agar nanti jika dia meninggal, bisa dikuburkan bersama.” Kata biksu
Para penjaga jenazah membongkar peti kakek. Tapi mayatnya sudah tidak ada.
Rupanya, nenek merasa kesepian setelah ditinggal kakek. Jadi ia menyuap penjaga jenazah agar mayat itu bisa ia bawa kerumah.
Nenek memperlakukan mayat kakek seakan ia masih hidup.
***
Nanan kembali diajak nenek kerumahnya.
Orang tua Nanan kelabakan mencari Nanan, mereka mendatangi rumah nenek. Dan benar Nanan ada disitu. Nanan sudah bisa bicara, “Ayah ibu… Pulang…”
“Nanan barusan kau bilang apa?” Tanya ibunya
“Pulang…”
“Kami sekarang akan membawamu pulang.” Kata ayah
Ketika mereka masuk, ternyata ada jasad kakek diruangan itu, sambil memangku sekotak uang kuno.
“Kakek bilang, dia mau aku tinggal bersamanya.”
***
Nenek dan kakek dimakamkan bersama sama.
Namun diajak serta kepemakaman.
“Ibu, aku bersumpah akan menjaga Nanan dengan baik.” Kata ibu Nanan sambil menangis.
***
Ibu Nanan memindahkan cermin dari rumah nenek kerumahnya.
“Bu, cermin ini punya siapa?” Tanya Nanan
“Ini punya kakek dan nenek.
“Nenek dan kakek kemana?”
“Mereka pergi ke surga… Nanan, ibu mau membuatkanmu sesuatu yang enak, kamu tunggu disini ya .. ” kata ibu Nanan penuh kasih sayang
Ibu pergi membeli sayur, sedangkan ayah mengelas teralis yang rusak.
Nanan bermain pesawat, tiba tiba selembar uang kuno terjatuh… Hantu kakek dan nenek muncul dicermin.
***
End