Sinopsis Go Princess Go eps 13

Ibu suri menyuruh para selir berkumpul untuk menikmati keindahan guci shengxia.

Peng Peng panik, karena ia tahu, bungkusan itu isinya patung David.

“Aku baru menerimanya dari pengiriman ekspress. Masih baru, masih panas… Aku juga belum melihatnya, aku menunggu momen seperti ini untuk menikmati bersama kalian.”

Ibu suri membuka penutupnya, semua selir menutup mata.

“Guci shengxia ini seperti musim semi tak terbendung! Guci ini membuat kalian terpesona?” Kata ibu suri menjelaskan tanpa menyadari itu bukan guci. Tapi patung pria telanjang 😂.

Ketika melihat patung itu. Ha???

🤣🤣🤣 Sungguh musim semi yang tak terbendung!!!

Ibu suri murka, “lancang! Ini bukan guci yang aku inginkan! Cepat selidiki kasus ini” titah ibu suri.

Peng Peng punya ide, ia berbisik pada ibu suri.

“Nenek ada yang ingin aku bicarakan denganmu, berdua saja.”

***

“Peng Peng, apa yang mau kau katakan?”

“Nenek maaf, guci itu sebetulnya milikku.”

“Kamu? Kenapa? Aku tahu kamu baik hati, jangan menanggung kesalahan orang lain”

“Ini memang aku, demi Qi Shen. Kaisar meminta ku membelinya di pasar underground, tidak disangka terjadi salah kirim.”

“Kenapa kalian menginginkan itu?”

“Jika ditaruh dikamar, akan membuat suasana jadi ‘panas’. Tidak hanya memakai cara ini, kaisar juga mau memakai jingge untuk ‘itu itu’ denganku.” Kata Peng Peng pura pura malu.

“Kalau begitu, aku tidak bisa menyalahkan kalian. Kalian juga demi mendapatkan keturunan.”

“Benar, demi mendapatkan anak, kita sudah sangat berusaha.”

“Mengenai kasus ini, aku akan membiarkannya. Tapi aku juga ingin segera melihat hasilnya.”

“Terima kasih nenek.”

***

Peng Peng tampak stress, ia dipijit Liu Li.

“Sayang, pijat kepalaku untuk menenangkan diri. Seharian ini, aku sungguh memeras otak.”

Tidak lama kemudian, kaisar datang membawa bungkusan dari ibu suri.

“Letakkan barangnya lalu keluar lah!”

Liu Li dan Kasim Qiang keluar ruangan.

“Ini barang apa? Kata nenek mau mengembalikan padaku. Ia juga berpesan agar melihat nya jika bersamamu.”

“Barang ini kamu belum melihatnya?”

Qi Shen menggeleng.

“Oh, ada taik mata!” Peng Peng mendekati kaisar untuk membersihkan kotoran mata, trus di lap dibajunya kaisar🤣🤣🤣

Tris dengan sengaja, Peng Peng menyenggol patung David sampai pecah.

“Ahhh… Astaga, patung pemberi anak yang diberi ibu suri pecah.” Peng Peng pura pura kaget.

“Sudah sudah…”

“Oppa eottokke?” Peng Peng menangis bombay .

“Hari ini, jangan ada masalah mendadak lagi! Nadi otak ku mau pecah! Aktingku sudah kering!” Kata Peng Peng dalam hati 😂

Qi Shen akhirnya membahas tujuannya kesana. Pengiriman ekspress terjadi banyak kesalahan.

Peng Peng merayu, “Oppa, kamu sudah susah, mari aku pijat! Aku nyanyi juga ya.”

***

“Liu Li, kamu suka apel kecil?” Tanya Kasim Qiang.

“Tidak suka, aku sukanya peer.”

“Bukan apel buah, tapi apel kecil yang didalam.” Kasim Qiang mesum😫

“Pokoknya semua apel aku tidak suka, aku lebih suka durian. Itu buah paling enak didunia!”

Kasim Qiang bercanda dengan Liu Li.

Qi Shen mau pulang, “ayo kembali!”

Kasim Qiang terdiam.

“Kenapa tidak jalan?”

“3 meter.”

“Sekarang tidak perlu.”

“Terima kasih kaisar.”

***

Jiang shi sedang menari.

“Kaisar datang!” Kata Kurir kaki terbang.

“Suruh kaisar tunggu, aku segera kembali.”

(Jiang shi dandan dulu 😪)

Setelah cantik, ia kembali. “Dimana kaisar?”

“Kata kaisar, melihat barang seperti melihat orang.”

Si kurir lalu menyerahkan paket.

“Bukalah untukku.”

Isi paket adalah setengah buah bergamot.

“Sungguh baik padaku, ia berikan buah bergamot yang mahal.”

“Kenapa buahnya dibagi dua? Jangan jangan itu artinya berpisah.”

“Dia mau berpisah dengan ku? Ini pasti salah, aku tidak mau menerima nya.”

“Kau kembali kan saja sendiri.” Si kurir langsung kabur.

“Peng Peng, ini pasti kamu!!” Jiang shi geram.

***

Ibu suri menyiapkan lilin yang disusun cantik. Ia juga memberikan baju biru yang seksi.

Ia mau menyiapkan suasana yang romantis untuk Peng Peng dan Qi Shen.

Ketika Qi Shen datang, ia terpesona. Peng Peng sangat cantik dengan gaun birunya.

***

Bersambung episode 14

Sinopsis Go Princess Go eps 12

Ibu suri mendengar tentang Mall letv. Ibu suri ingin membeli guci shengxia dari Zhang sanqian. Ia minta tolong Peng Peng untuk mencarikan barang itu untuknya.

“Serahkan hal itu padaku.” Kata Peng Peng manja.

“Peng Peng, kau memang paling berbakti.”

***

Peng Peng menemui Kasim yang mengurusi barang selundupan.

Ketika mengambil guci shengxia, Peng Peng melihat ada patung David disana. (Patung laki laki telanjang dan kelihatan ‘itu’ nya🙄)

“Nyonya, maafkan aku! Guci shengxia ini, anggap saja aku berikan padamu!” Si Kasim memohon agar ratu tidak mempermasalahkan patung David.

“Dijamanku, ini adalah patung berharga, harus kuambil!” Pikir Peng Peng licik.

“Kau berikan saja patung David ini padaku, anggap tidak terjadi apa apa.”

“Itu dari barat, palsu, tapi ditempat kita itu terlarang.”

“Kamu masih tidak mengerti? Aku membantumu menghilangkan barang bukti!”

Si Kasim langsung memberikannya.

***

Peng Peng kelabakan, patung David hilang! Ternyata terjadi kesalahan pengiriman!

Patung David dikirim ke ibu suri!

***

“Kudengar paket ekspress diistana sangat diminati.”

“Benar kaisar, semua keperluan istana menggunakan kiriman kaki terbang.”

“Sepertinya ekologi yang dikatakan ratu benar.”

Qi Shen juga ingin mengirim sebuah paket menggunakan ekspress kaki terbang. “Sampaikan pesan, lihat barang sama dengan lihat kaisar.”

Tak lama kemudian, ada kiriman surat untuk kaisar. Surat dari Kasim Qiang untuk Liu Li. Salah kirim 😅 (surat mesum🙄)

“Kasim Qiang, kamu tuliskan ‘3 apel kecil’ untukku!”

Kasim Qiang mulai menulis, tulisannya sama!

(😅 Qi Shen pikir, Kasim Qiang homo)

Tak lama kemudian, pelayan membawakan apel dari ibu suri.

“Apel lagi, apel lagi! Buang semua!” Kata Qi Shen marah.

***

Qi Shen sedang berbaring setengah telanjang diranjangnya.

Kasim Qiang datang untuk menyeka.

“Kaisar, dadamu akhir akhir ini lebih kuat.” Kata Kasim Qiang sambil menoel dada kaisar. (Mencabuli😂)

“Six pack juga, mari kulihat! Kalau seperti ini akan membuat orang tergila gila.”

Qi Shen risih😅…

“Biar aku lakukan sendiri!.. kamu sudah ikut aku bertahun tahun, aku tidak suka menyakiti orang… Tapi, mulai dari sekarang, kamu sebaiknya jaga jarak denganku! Jarak 3 meter”

Kasim Qiang kecewa, “hamba merasa akhir akhir ini, kaisar tidak puas dengan pelayanan ku! Hamba sudah salah apa?”

“Kamu tidak salah, ini hanya demi kebaikan kita berdua.”

***

(Ada iklan jingge, viagra versi China… Aneh abis pokoknya film ini😂…trus segalak galaknya Qi Shen, lebih galak sutradara 😅)

***

Bersambung episode 13

Sinopsis Go Princess Go eps 11

Peng Peng sedang bersantai, minum minum ditemani Liu Li.

Qi Shen datang, ia ingin ditemani Peng Peng.

Otak laki lakinya Peng Peng berbicara, “Dia dalam proses mengencani ku, harus aku hentikan!”

Qi Shen menuangkan Peng Peng arak, tapi ditolak oleh Peng Peng.

“Tidak perlu alasan, aku hanya duduk sebentar disini lalu pergi. Aku hanya mau berbincang denganmu.” Kata Qi Shen. Ia mengerti kalau Peng Peng tidak nyaman bersamanya.

Qi Shen bercerita tentang masa kecil mereka, mereka dulu selalu bermain dengan senang. Karena melihat kedekatan Peng Peng dengan Qi Shen, maka merekapun dijodohkan.

“Ini sudah larut, kaisar Jagan minum lagi.”

“Kamu sedang mengusirku?”

“Tidak.”

Qi Shen lalu berdiri pergi.

“Antar kaisar ke youlandian.” Bisik Peng Peng pada Kasim.

“Kembali ke istana Daming!” Qi Shen kesal.

***

Pagi pagi, Liu Li sudah menggosip, kalau kaisar tidak pernah bermalam di youlandian.

“Kapan aku menyuruhmu mencari tahu hal itu?”

“Aku hanya tidak mau Jiang shi merebut posisi ratu.” Kata Liu Li.

Seorang pelayan datang memberitahukan, kalau para selir ingin diberi keadilan.

Akhirnya mereka berkumpul. mereka telah berkelahi dengan Jiang shi demi membela ratu. Mereka juga komplen kalau kaisar juga tidak pernah mendatangi mereka.

Mereka menangis bersama sama. Salah satu selir riasannya rusak karena menangis, merekapun berhenti menangis dan malah membahas make up.

“Hei ini sudah diluar topik.” Peng Peng berusaha mengingat kan tujuan mereka menghadapnya.

Tapi selir selir itu lebih asik membahas make up lalu ijin pergi begitu saja.

“Apa mereka kesini hanya semacam tamasya?” Peng Peng tidak mengerti pikiran wanita

***

Peng Peng merasa risih karena para wanita yang terus mengeluh padanya.

“Posisi ratu, tapi seperti kepala yayasan, setiap hari mendengar keluhan mereka. Aku sudah tidak tahan lagi!”

Peng Peng lalu memiliki ide agar para wanita itu tidak lagi mengganggunya. Yaitu, membuat kondisi beli…beli…beli…

***

Peng Peng menghadap Qi Shen.
Ia ingin membuat Mall Letv.
Mall Letv akan dibantu Alipengpeng untuk penjualan nya.

Lalu ekspedisi nya dinamakan ekspress kaki terbang.

(Alipengpeng??? Alibaba??🙄)

“Aku memikirkan ini juga demi kaisar. Kaisar mengunjungi youlandian, membuat mereka menggosipkan kaisar. Dengan cara ini, mereka tidak lagi bergosip.”

“Jika aku tidak setuju, kau pasti cari masalah.”

Qi Shen merasa takjub dengan ide brilian Peng Peng. (Zhang Peng Khan orang masa kini 🙄)

***

Yang Yan dan Jiu Wang repot mengurusi Mall letv dan Alipengpeng. (Khan belum ada komputer, jadi masih dikerjakan manual🙄)

***

Zhao Wang repot mengurusi pengiriman barang. (Karena semua pengerja buta huruf 🙄)

“Tidak berpendidikan sungguh mengerikan.”

***

Si Kasim Qiang membuat surat cinta pada Liu Li.

***

Bersambung episode 12

Sinopsis Go Princess Go eps 10

Setelah kembali ke istana, Peng Peng sedang maskeran mentimun.

Peng Peng merasa kesal karena ditinggal ditenda sendiri, ia mau melabrak Qi Shen.

***

Qi Shen sedang asik dipijat dua wanita cantik.

“Qi Shen, aku sudah kembali.”

“Aku sudah tahu.”

“Kamu menikmati hidup, dipijit dua wanita cantik. Aku mau bicara tapi nanti didengar orang lain.”

“Bicaralah, tidak ada orang ke tiga yang bisa dengar.”

Ternyata dua tukang pijat itu buta, tuli dan bisu.

Peng Peng jadi speachless.

***

Peng Peng dan Liu Li bertemu Zhao Wang dihalaman istana. Peng Peng menyuruh Liu Li membalaskan dendamnya.

Zhao Wang langsung dihajar Liu Li.

“Kamu bukan istriku tapi kenapa memukulku?” Zhao Wang protes.

“Aku hanya ingin saja.”

“Cukup!” Kata Peng Peng.

Peng Peng dan Zhao Wang akhirnya berbincang dengan tenang.

Zhao Wang bercerita, ketika dia bangun pagi hari, Jiang shi sudah hilang. Mereka bilang, Jiang Ying Yue mati karena sakit. Tentu saja Zhao Wang tidak percaya begitu saja. Jiang shi pasti dibawa Qi Shen ke istananya. Karena itu dia murka dan ingin menghabisi semua saingan.

“Ternyata kau bukan bodoh, tapi bersabar. Pria jika bertemu masalah seperti ini 80-90% pasti terjadi korban. Aku bisa memahamimu.” Kata Peng Peng.

“Nyonya, Zhao Wang dihajar lagi atau tidak?” Tanya Liu Li.

“Hubungan ya hubungan, perang ya perang… Balaskan dendamku!”

Liu Li menghajar Zhao Wang lagi.

***

Peng Peng masih merasa gelisah, Qi Shen kini jadi kaisar. Sedangkan ia belum tentu jadi ratu. Nyawanya setiap saat bisa melayang.

Tiba tiba Qi Shen datang, menarik tangannya. Mengajaknya pergi.

Ditengah jalan, seorang dayang memberi salam,

“Hormat pada kaisar, hormat pada selir pangeran.” Kata dayang dengan sopan.

“Tidak ada otak kah? Ini adalah ratu!” Kata Qi Shen marah.

Peng Peng kaget, ia yang dipilih jadi ratu dibanding Jiang shi.

“Maaf ratu, hamba salah.”

“Ah, tidak apa apa, memang belum ada upacara pengangkatan. Ayo bangunlah!” Kata Peng Peng.

“Kau terlalu baik!”

“Ini namanya berlapang dada.”

Mereka pergi ke istana Youlandian

Ternyata disana ada Jiang shi.

“Zhao Wang yang malang..” kata Peng Peng.

“Memang aku yang bersalah padanya lebih dahulu, tapi kejadian di jiangbei dia sudah berlebihan.”

Qi Shen bercerita, Zhao Wang tidak bisa menjaga Jiang shi dengan baik sehingga Jiang shi sakit. Ia takut Jiang shi akan jadi gila atau mati karena sedih. Karena itu Qi Shen membawa Jiang shi ke youlandian.

“Jadi kau membawaku kesini, untuk minta pendapatku, kalau kau mau menyimpan wanita? Apapun yang kau lakukan, aku mendukungmu.”

“Aku hanya ingin kau menerimanya.”

Peng Peng mengajak segera masuk ke youlandian.

Jiang shi lalu berpura pura batuk.

Peng Peng yang sejatinya adalah laki laki, berusaha mencari cari kesempatan untuk meraba raba Jiang shi. Dasar!!!

“Adik, wajahmu begitu kurus, badanmu begitu bangus, kakimu putih, panjang dan lembut. Jangankan kaisar, aku sendiri saja tertarik.”kata Peng Peng sambil meraba raba.

“Adik, kau sakit. Itu membuatku sedih.” Peng Peng mendapat kesempatan memeluk Jiang shi.

“Kamu ini kenapa?” Tanya kaisar heran. Karena Peng Peng terlalu lebay.

“Saya lagi menyayangi adik.”

“Kamu lebih baik tunggu diluar.”

“Bye” kata Peng Peng genit pada Jiang shi.

***

Jiang shi mulai menghasut, “kakak terlalu perhatian, aku rasa itu cuma berpura pura.”

“Dia sungguh berubah” kata Qi Shen.

Jiang shi pura pura batuk lagi supaya lebih diperhatikan.

“Sejak kaisar kembali dari jiangbei, tidak pernah lagi mengunjungi ku. Sekarang datang, tapi membawa kakak. Apa kaisar merasa kakak lebih menarik dariku?”

“Aku kesini untuk memberitahumu, aku menjemputmu kemari agar nyawamu selamat. Tidak ada maksud lain. Intinya, saya merasa bersalah padamu. Sekarang, cintaku padamu dan kepada Peng Peng terjadi perubahan.”

Jiang shi pura pura sakit lagi. Ia tahu kaisar akan mengatakan apa.

“Kalau kamu tidak sehat, kita bahas nanti saja.”

***

Qi Shen mengajak Peng Peng pulang, tapi Peng Peng langsung memeluk Qi Shen, kakinya kesemutan😂.

***

Keesokan hari, Peng Peng dikelilingi para dayang. Ini adalah saat acara pengangkatan.

Peng Peng komplen karena dandanan nya norak.

Jiu Wang datang menemuinya. Peng Peng mengajak Jiu Wang bersekutu dengannya. Merekapun bersepakat.

***

Bersambung episode 11

Sinopsis Go Princess Go eps 9

Pagi hari, Jiu Wang sudah sadar. Ia tersenyum.

“Kenapa tersenyum? Apa karena panas, dia jadi bodoh?” Kata Peng Peng ceplas-ceplos.

“Kamu ingat siapa aku?” Tanya Peng Peng.

Jiu Wang menggeleng.

“Aku kakakmu! Nanti kalau bertemu diluar, panggil aku kakak!”

Jiu Wang kembali tersenyum, “Peng Peng, semua yang kamu lakukan membuatku terkesima.”

Baik Jiu Wang maupun Peng Peng merasa nyawa mereka terancam oleh Qi Shen.

Mereka memutuskan untuk menjadi sekutu melawan Qi Shen. Karena jika tidak melawan, mereka hanya tunggu waktu untuk mati. Sedangkan kalau melawan, paling tidak, mereka punya kesempatan untuk hidup.

***

Peng Peng ke sungai untuk menangkap ikan.

Ia melihat ada seseorang terdampar disungai. Ia mencoba menolong, ternyata orang itu Qi Shen!

“Dimana bajumu?!” Tanya Qi Shen pertama kali.

“Dia mau membunuhku, kenapa masih peduli aku pakai baju atau tidak?” Kata Peng Peng dalam hati dengan kesal.

“Kenapa kamu disini?”

“Demi menghindari penyusup, hingga jatuh ke air.” Kata Qi Shen beralasan.

(🙄Padahal Khan demi nyariin Peng Peng)

“Itu berarti, penyusup yang menang.”

“Tentu saja kita yang menang!”

Tangan Qi Shen terluka,

“Mungkin dislokasi, aku cari ranting dulu.” Kata Peng Peng.

Ditengah jalan ia bertemu Jiu Wang yang sedang mencarinya.

“Aku bertemu Qi Shen, cepat sembunyi! Sebaiknya kalian tidak bertemu saat ini.”

“Tidak perlu lagi.”

Ternyata Qi Shen sudah ada dibelakang Peng Peng.

Qi Shen melempar jubahnya, “pakai!”

Qi Shen dan Jiu Wang saling menatap tajam.

“Kalian berdua, janganlah berkelahi disini!” Kata Peng Peng dalam hati

Jiu Wang membantu Qi Shen meluruskan tangannya.

Baik Jiu Wang maupun Qi Shen menduga bahwa dalang penyusup kali ini adalah Zhao Wang.

“Tak disangka, dia sungguh berani melakukan ini.” Kata Jiu Wang.

“Biasanya sungguh meremehkan!”

“Siapa? Apakah Zhao Wang? Tidak mungkin si bodoh itu! Tapi dia benar benar memiliki motif melakukan ini.
Dia sudah diremehkan dan dibodohi sampai tidak tahan lagi.

Topi hijau itu artinya, istri sendiri selingkuh dengan orang lain!” Peng Peng ikut berkomentar.

“Zhang Peng Peng, kamu kemari!”

“Kenapa?”

Qi Shen langsung mencium nya.

Jiu Wang shock.

“Jika kamu berani memakaikan aku topi hijau, akan ku bunuh dia!” Qi Shen kembali menatap Jiu Wang tajam.

“Qi Shen, Qi Shen, saya dan Jiu Wang sudah berpelukan disungai, CPR juga sudah, semalam tidur bersama dihutan.. ini bukan masalah topi hijau, tapi otakmulah yang bersinar hijau!” Kata Peng Peng dalam hati.

“Aku tidak berani, kamu tenang saja.” Senyum Peng Peng dibuat buat.

Tiba tiba, ada bunyi prajurit. Tapi mereka tidak tahu itu kawan atau lawan.

“Kita bertaruh saja, jika mereka kawan kita selamat, tapi jika lawan, kita mati.” Kata Qi Shen.

Qi Shen memanggil prajurit itu, tapi dihalangi Peng Peng.

“Jangan, jika kau mati, rakyat Nanxia bagaimana nasib mereka? Biarkan aku saja! Aku tidak punya siapa siapa disini. Dan aku punya hati yang mulia.” Peng Peng menawarkan diri.

Peng Peng dengan berani menantang prajurit. Tapi ia kepleset.😪

“Aaaaaa….”

***

Peng Peng terbangun, ia sudah ada ditenda.

“Kamu saat jatuh dari bukit, kepalamu tergores.” Kata Qi Shen perhatian.

“Sakit ini tidak masalah, kemarin aku hebat Khan?”

“Untung datang orang sendiri, jika tidak, kamu tidak mungkin berlagak!”

Ia ingin tanya keadaan Jiu Wang, tapi takut Qi Shen cemburu.

“Apa kalian selamat?”

“Ya, yang lain sudah kembali ke Shengdu.”

Peng Peng lega…

“Apa kamu tau, orang yang mau membunuhmu itu utusan siapa?” Tanya Qi Shen menyelidik.

Peng Peng tau Qi Shen hanya mengetesnya, padahal dalangnya adalah Qi Shen sendiri.

“Mana mungkin saya tau.” Kata Peng Peng berbohong.

“Yang penting, sekarang kau baik baik saja.”

Qi Shen mendapatkan surat dari ibu suri. Kaisar sudah meninggal. Jadi Qi Shen harus kembali mengurus penguburan dan menangani urusan negara.

Qi Shen segera kembali ke istana. Ia menyuruh prajurit untuk menjaga Peng Peng ditenda.

Peng Peng merasa bosan, orang orang sudah pergi.

Ia bermain ditenda sendiri beberapa hari. Ia merasa merana.

Liu Li datang bersama kasim, Peng Peng lalu mengendus endus seperti anjing.

“Nyonya, kamu sedang mengendus apa?” Liu Li bingung.

“Sayangku, aku sudah berhari hari tidak mencium bau manusia.” Kata Peng Peng senang.

Kasim bercerita kalau Qi Shen sudah naik tahta menjadi kaisar.

***

Jiu Wang mendapatkan penghargaan dan hadiah dari kaisar karena menyelamatkan selir pangeran.

Ia berlutut mengucapkan terima kasih.

***

Sedangkan Zhao Wang, ia tidak peduli, ia mabuk mabukan. Utusan kaisar yang membacakan perintah malah dipukuli.

Qi Shen datang sendiri.

“Kenapa kamu kemari? Kau mau mengejekku? Mau bunuh atau apapun, terserah!!”

“Kamu sungguh tidak berguna! Siapa yang bilang kamu bisa mati?”

“Kau kira dengan tidak membunuhku, aku akan berterima kasih? Aku muak! Ini lebih kejam dari membunuh ku.”

“Kelak kamu akan mengerti maksud baikku.” Kata Qi Shen lalu pergi meninggalkannya.

***

Bersambung episode 10

Sinopsis Go Princess Go eps 8

Peng Peng pergi bersama Kasim, tapi aneh, ia bukan ke istana Ba Da tapi malah ketempat perbekalan tentara.

Yang Yan merasa aneh dengan Kasim yang mengantar Peng Peng.

“Selir, ayo cepat kita pergi.” Kata si Kasim

Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Yang Yan yang curiga mengikuti Peng Peng.

Ia juga menyuruh perajurit untuk memberitahu Jiu Wang.

Ternyata Kasim itu berniat untuk mencelakai Peng Peng.

Untung Yang Yan segera datang menolongnya.

Tak lama kemudian, Jiu Wang juga datang membantu. Peng Peng pingsan.

Si Kasim diinterogasi, ternyata dia disuruh oleh Qi Shen.

“Aku tidak percaya dia tega menghabisiku.” Kata Peng Peng.

Rupanya Qi Shen murka karena Peng Peng bertemu dengan Jiu Wang malam itu.

***

Qi Shen datang, ingin melihat keadaan Peng Peng dengan Jiu Wang. (Sebetulnya ia tidak sungguh sungguh ingin membunuh Peng Peng, ia hanya ingin mengetes hubungan Jiu Wang dengan Peng Peng).

Tapi Peng Peng sudah antipati.

Tak lama kemudian, pemberontak datang, mereka dipimpin oleh Zhao Wang, mereka menyerang markas perbekalan itu.

Didalam kekacauan itu, Peng Peng berhasil lari. Ditolong oleh Jiu Wang. Jiu Wang terluka.

Peng Peng dan jiu Wang berenang menyeberangi sungai.

***

Qi Shen mencari Peng Peng, sampai ke sungai.

“Peng Peng tidak bisa berenang.” Kata Qi Shen sedih. Ia juga ikut berenang mencari Peng Peng.

“Zhang Peng Peng, nyawamu adalah milikku, kau tidak boleh mati tanpa ijinku.”

***

Jiu Wang tidak sadarkan diri, “Hei, bangun!”

“Apa dia mau aku memberikan nafas buatan? Tidak bisa, aku cek dulu dia pura pura atau tidak.” Kata Peng Peng dalam hati.

“Bodoh… Bodoh… Bodoh…!! Ada wanita cantik pakai bikini!” Jiu Wang tetap belum sadar.

“Sepertinya beneran pingsan, ya sudahlah, ciuman perdanaku kuberikan padamu.” Lalu Peng Peng memberikan nafas buatan… Jiu Wang menikmati, ia hanya pura pura.😂

Peng Peng langsung muntah.🤣🤣🤣

“Cium ya cium, kenapa julurkan lidah.” Kata Peng Peng jijik.😂

***

Peng Peng menuntun Jiu Wang mencari tempat yang tenang.

“Terima kasih.” Kata Peng Peng.

“Aku tidak tega kamu terluka.”

Peng Peng merobek bajunya untuk membalut luka Jiu Wang.

Jiu Wang badannya panas, Peng Peng mengkompresnya. Ia merawat Jiu Wang sampai pagi.

Jiu Wang mengigau, “Peng Peng, cepat pergi … Cepat pergi!”

Peng Peng merasa Jiu Wang rela mengorbankan nyawa untuknya, jadi Jiu Wang lebih bisa dipercaya. Jika semua sudah mereda, ia akan berkoalisi dengan Jiu Wang untuk memberontak pada Qi Shen.

***

Bersambung episode 9

Sinopsis Go Princess Go eps 7

Peng Peng sedang tidur, Qi Shen ada disampingnya membelai pipi Peng Peng yang memar.

“Aku baru tidur, jangan ganggu aku!” Kata Peng Peng setengah sadar.

“Ini aku buka matamu ”

Qi Shen mengeluarkan obat dan mengoleskannya pada pipi Peng Peng.

Ia minta maaf, ia sudah menyelidiki, memang itu Jiang shi yang melakukannya. Ia harap Peng Peng tidak perlu membesar besarkan masalah itu.

“Aku tahu, kau ingin melindungi selingkuhanmu!”

“Jiang shi memang terlihat lembut, tapi hatinya tidak seperti itu ”

“Kau sudah tahu dia begitu, lalu apa yang kau suka darinya? Dia pura pura polos dan baik hati, tapi nyatanya dia sangat jahat.”

“Aku sudah lama mengenalnya, dia baik dan perhatian.” Bela Qi Shen.

“Pantas saja, aku selalu dipermalukan dihadapannya.”

“Jangan bicara sembarangan lagi, kamu istirahat lah.” Kata Qi Shen lalu pergi.

***

Peng Peng berendam di kolam. Yang Yan datang menemuinya.

Yang Yan disuruh Jiu Wang untuk membawakan obat. “Obat yang dari Qi Shen pasti tidak manjur.”

“Darimana kamu tau Qi Shen memberiku obat?”

Yang Yan menutup matanya, ia tidak sanggup melihat badan Peng Peng yang basah

“Buka mata dan katakan padaku?” Kata Peng Peng cuek.

Ternyata Yang Yan memang selalu mengintai dirinya.

“Kakak Jiu Wang khawatir karena kamu telah dipermalukan, kini ia ingin mentraktir mu makan.”

“Katakan padanya, aku baik baik saja, jadi tidak perlu mentraktirku makan.”

“Datanglah, kak Jiu sudah mempersiapkan kejutan romantis untukmu. Kalian bisa memandang laut bersama.”

“Aku seorang pria, dua orang pria memandang laut?? Apa dia mempermainkan ku?” Kata Peng Peng dalam hati.

“Aku tidak mau, kata tabib aku harus istirahat.”

***

Malam hari, Yang Yan datang seperti ninja. Ia membius Peng Peng dan membawanya kesebuah restauran.

Peng Peng terbangun disebuah restoran. Ia senang, ia pikir, ia sudah kembali ke masanya.

Ternyata ada Yang Yan disitu, ia kecewa.

“Ini dimana?”

“Ini tempat janjian kamu dengan Jiu Wang.” Jawab Yang Yan.

“Kata Yang Yan kamu tidak mau datang, kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran?” Kata Jiu Wang.

“Sebetulnya aku tidak mau datang, tanya saja padanya!” Peng Peng kesal.

“Aku sudah memberimu 2 pilihan. 1.datang sendiri, 2.aku gendong kemari.”

***

Qi Shen datang ke istana Peng Peng. Tapi Peng Peng tidak ada.

***

Jiu Wang dan Peng Peng melihat laut bersama.

Jiu Wang menatap Peng Peng penuh perasaan.

Otak lelakinya kembali berbicara, “pandangan ini, jika aku terpana, Jiu Wang akan menciumku. Tidak bisa! Aku harus melotot!”

Jiu Wang menyatakan perasaannya pada Peng Peng. Ia. Menyukai Peng Peng sejak kecil , tapi sayangnya Peng Peng dijodohkan dengan Qi Shen.

***

Peng Peng kembali ke istana nya, ia kaget. Ada Qi Shen disana menunggunya.

“Jangan kira aku tidak tahu kamu kemana!”

“Kenapa kamu kesini?”

“Aku ingin kamu menemaniku.” Lalu Qi Shen menarik Peng Peng kepangkuan nya.

Peng Peng tampak takut diperkosa. Qi Shen lalu melepaskannya. Ia tidak mau memaksa Peng Peng.

“Pria seperti apa yang kau sukai? Lembut, dewasa atau romantis?” Tanya Qi Shen.

“Qi Shen… Qi Shen… Aku tidak menyukai pria manapun. Aku hanya ingin jadi pria dengan tenang” Kata Peng Peng dalam hati.

“Menyukai pria yang seperti apa itu tidak penting, yang penting, siapa pria itu!” Peng Peng beralasan.

Qi Shen mendekati Peng Peng, memegang dagunya.

“Menurutmu, aku dan Jiu Wang, siapa yang lebih disukai?”

Peng Peng ketakutan, ekspresi Qi Shen tampak aneh.

“Aku ingin kita berbincang seperti orang biasa terlepas dari status pangeran. Apa yang kau katakan, aku akan menganggapnya bercanda. Dimatamu, aku orang seperti apa?”

“Jika kamu berkata demikian, baiklah, akan ku analisa. Orang seperti mu ini, pasti kuper! lihat saja, kamu seharian tidak tersenyum, bercanda saja tidak bisa apalagi pacaran!”

“Teruskan!”

“Aku merasa, jika mengenalmu lebih dekat, kamu sendirinya akan banyak bicara dan bercanda. Nah kalau sudah dekat, maka kamu pria yang banyak disukai wanita.”

“Kamu sudah salah! Sudahlah, sudah malam, istirahat lah lebih awal.”

Qi Shen pun pergi.

***

Peng Peng mendapatkan perintah agar pergi menemui pangeran di istana Bei Da.

Peng Peng pun pergi ditemani Kasim.

***

Bersambung episode 8

Sinopsis Go Princess Go eps 6

Keesokan harinya,

Peng Peng bangun dengan ceria. Ia memegang tangan Liu Li.

“Kamu sudah bangun begitu pagi, padahal kamu pasti lelah.” Kata Peng Peng penuh perhatian.

“Nyonya pasti yang lebih lelah dari aku.” Liu Li tersenyum malu malu.

“Setelah kita kembali ke istana, apa bisa kita melakukannya lagi?” Kata Peng Peng sambil membelai tangan Liu Li.

(Peng Peng mesum🤢)

“Kalo nyonya mau, aku bersedia.” Liu Li tersenyum.

***

Didalam kereta, Peng Peng melihat ada kissmark di leher Qi Shen.

Ia menggoda Qi Shen, ia pikir Qi Shen semalam uhuk uhuk dengan Jiang shi. Peng Peng bahkan memberi tips untuk menggaet wanita.

“Apa maksud dari perkataan mu ini?” Qi Shen bingung.

Peng Peng bahkan merestui hubungan Qi Shen dengan Jiang shi.

Qi Shen kesal, Peng Peng diturunkan ditengah jalan.

***

Peng Peng marah marah, ia tidak mengerti kenapa Qi Shen justru kesal padanya.

“Nyonya, kenapa pangeran marah? Padahal semalam kalian sudah tidur bersama.”

“Apa? Bukannya semalam kau yang tidur dengan ku?”

“Tidak, saat kau mabuk, pangeran yang menggendongmu ke ranjang.” Kata Liu Li malu malu.

Peng Peng langsung muntah dua hari dua malam 😂😂

***

Ibu suri mengadakan pertandingan sepak bola. Semua anggota kerajaan diwajibkan untuk ikut. Laki laki dan perempuan akan bermain bersama.

Peng Peng malas ikut, ia mau minta ijin.

“Tidak bisa!” Qi Shen tiba tiba muncul dan menyeretnya untuk latihan.

“Lepaskan aku! Kau pikir kau tokoh utama pria drama Korea? Jangan kira kamu bisa menggodaku!”

“Diam!”

Ternyata, untuk menendang bola saja, Peng Peng tidak bisa😅.

Peng Peng disuruh latihan keras, “aku tidak sanggup lagi.” Peng Peng merengek. Ia langsung digendong Qi Shen.😍😍

“Aku sudah sakit begini, bolehkah aku ijin sakit?” Peng Peng pasang wajah melas.

“Besok aku jemput!” Kata Qi Shen dingin.

***

Pertandingan sepak bola dimulai.

Peng Peng berhasil memasukkan bola dalam gawang. Ia sangat senang. Ternyata itu gol bunuh diri🤣…

Pertandingan berlangsung sengit. (Kayak Shaolin soccer 🤣)

Jiang shi rebutan bola dengan Peng Peng. Ia dengan licik membuka bajunya dengan cepat, seakan Peng Peng yang melakukannya untuk mempermalukan Jiang shi.

Semua kaget.

“Kakak kenapa menarik bajuku?” Kata Jiang shi memfitnah.

Qi Shen membuka jubahnya untuk menutupi tubuh Jiang shi.

“Aku tidak melakukannya.”

Jiu Wang menggandeng tangan Peng Peng untuk meninggalkan arena sepak bola.

Qi Shen kesal dan cemburu. Ia menggendong Jiang shi.

Zhao Wang merasa direndahkan, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa.

Semua selir mengatai Peng Peng, Peng Peng tidak terima.

“Aku paling tidak suka difitnah!”

Plok!!! Qi Shen menampar Peng Peng.

Peng Peng sakit hati

***

Bersambung episode 7

Sinopsis Go Princess Go eps 5

Qi Shen dan Peng Peng menuju rumah keluarga Zhang.

“Kamu adalah istri pangeran, perhatikan tingkah lakumu!” Bisik Qi Shen.

“Kamu bimbinglah aku!” Kata Peng Peng merayu.

“Kamu sudah bisa memohon??”

“Kalau aku lupa isi buku itu bagaimana? Aku bisa mati.” Peng Peng ketakutan sendiri.

“Bagus jika kamu tahu! Jadi ikuti aku saja!” Kata Qi Shen.

Mereka disambut keluarga Zhang, Peng Peng kaget, Jiang shi juga ada disitu.

“Dia kenapa juga ada disini?” Bisik Peng Peng pada Liu Li.

“Dia masih keluarga, tapi kamu adalah nona besar. Statusnya beda”

Mereka masuk kedalam rumah, Qi Shen dan Jiang shi saling memandang.

***

Qi Shen bertemu diam diam dengan Jian shi. Qi Shen memperingatkan Jiang shi agar mereka tidak perlu bertemu selama tinggal di keluarga Zhang. Mereka harus lebih hati-hati.

Jiang shi cemburu karena sepanjang hari, Qi Shen selalu menjaga Peng Peng.

“Sejak kita saling kenal, harusnya kamu tahu, Zhang Peng Peng adalah istriku selamanya.”

“Aku tahu, tapi apakah pangeran masih ingat janjimu kepadaku?”

“Ingat. Tapi kita tidak perlu buru buru, semakin terburu buru, maka akan makin kacau.”

“Aku tahu.”

(🤔 Qi Shen berjanji akan menjadikan Jiang shi selirnya)

***

Jiang shi disuruh Fan shi untuk meminta maaf pada leluhur karena dia sudah membuat Peng Peng celaka.

(Jiang shi adalah anak yatim piatu. Jadi keluarga Zhang mengdopsinya. Jiang shi iri pada kehidupan Zhang Peng Peng. Zhang Peng Peng pun demikian, Zhang Peng Peng merasa cemburu karena kedekatan Qi Shen dengan Jiang shi. Karena itulah Jiang shi selalu ditindas Peng Peng.

Jiang shi berperan sebagai korban, jadi Qi Shen selalu membelanya)

Peng Peng tidak tega melihat Jiang shi dimarahi habis habisan, ia pun membela Jiang shi. (Zhang Peng Khan gentleman 😎)

“Ibu, apapun kesalahan adik, jangan perlakukan dia seperti itu.”

“Hukuman ini masih ringan. Masalah kamu tenggelam, dia harus bertanggung jawab, tidak peduli dia sengaja atau tidak, Peng Peng adalah kakak, ia harus menghormati dan melindungi nya.” Kata Fan shi.

“Aku sudah memaafkan nya ibu.” Bujuk Peng Peng.

Qi Shen datang,

“Ibu mertua, Jiang shi adalah istri Zhao Wang. Tidak cocok jika menghukumnya.” Bela Qi Shen

“Pangeran Khan juga bilang, Jiang shi adalah istri Zhao Wang. Pangeran ikut campur, ini juga salah.” Kata Fan shi.

“Aku selalu menganggap Jiang Yin Yue adalah adikku, mungkin ini tidak termasuk ikut campur.”

(Adik??what??😤)

“Jika adik karena tumbuh bersama, tidak masalah. Tapi berbeda, jika itu pria dan wanita. Apalagi pangeran dan Ying Yue sama sama sudah menikah. Aku takut akan terjadi perselingkuhan.”

(Fang shi benar!!!)

Qi Shen tak bisa berkata kata, ia memberi kode pada Peng Peng agar menolong Jiang shi.

“Kali ini aku akan jadi pahlawan untukmu!” Kata Peng Peng dalam hati.

“Ibu, hari ini adalah hari yang bahagia, menyuruh adik berlutut seperti ini, kasihan para leluhur, sudah lelah.”

“Baiklah, karena aku menghormati nona besar, aku akan membiarkan leluhur istirahat.”

Semua akhirnya bubar, Fan shi mengajak Qi Shen berbicara berdua.

***

“Sayang, kira kira ibu ingin bicara berdua dengan pangeran ada apa?” Tanya Peng Peng pada Liu Li.

Liu Li akhirnya bercerita, dulu ada seorang menantu keluarga Zhang yang prilakunya buruk. Lalu ia mati, diracun oleh Fan shi.

“Apa?!” Peng Peng kaget, ia khawatir pangeran akan diracun sampai mati.

“Sekarang aku adalah keluarga kerajaan, jika Qi Shen mati disini, aku bisa dapat masalah!” Pikir Peng Peng. Ia langsung lari menuju ruangan pertemuan Fan shi dengan pangeran.

“Janggaannn…!!!” Peng Peng langsung menumpahkan minuman pangeran.

Pangeran kaget.

“Apa yang sedang kamu lakukan?” Tanya Fan shi.

“Ibu, jangan melakukan hal bodoh!”

“Kamu sedang apa?!” Qi Shen marah.

“Jangan buru buru berterima kasih padaku!” Kata Peng Peng sambil menutup muka pangeran dengan tangannya😂

“Pangeran, pulanglah dulu, perkataan ku tadi ingatlah.” Kata Fan shi.

“Baiklah, nanti akan aku lakukan.”

***

“Sebetulnya, apa yang kau lakukan?” Tanya Fan shi heran.

“Ibu kamu jangan melakukan hal bodoh dengan membunuhnya.”

“Maksud mu apa?” Fan shi tidak mengerti.

“Bukankah kau ingin meracuni dia?”

Peng Peng langsung dibekap.

“Ssttt.. jangan sembarangan, jika ada orang lain dengar, kita bisa dipenggal!”

“Aku dengar cerita tentang manantu keluarga Zhang yang mati di bunuh. Aku pikir kau juga akan melakukannya lagi pada pangeran.”

“Siapa yang memberitahumu? Enak saja. Dia mati sendiri!”

Ternyata itu hanya salah paham😪.

Fan shi membahas pembicaraannya dengan pangeran. Ia ingin pangeran bisa memiliki anak dengan Peng Peng, sehingga posisi Peng Peng akan lebih aman.

***

Peng Peng stress, “Mana mungkin aku serahkan keperawananku padanya?” Membayangkan saja, membuat Peng Peng mual.

Ternyata pangeran ada disitu, ia kaget!

“Pagi ini, aku harus berterima kasih padamu.”

“Tidak perlu, aku masih ada urusan!” Peng Peng ingin kabur.

“Duduk! Temani aku ngobrol!”

Peng Peng langsung duduk.

“Tadi kamu buru buru masuk ruangan apa karena khawatir aku akan dicelakai?”

Peng Peng mengangguk.

“Kamu sungguh jauh berbeda dari yang dulu. Sekarang kamu lebih pengertian. Sekarang kamu lebih menarik perhatian ku.”

Qi Shen ingin memperlakukan Peng Peng lebih baik

(Qi Shen mulai jatuh cinta😍).

***

Peng Peng stress, karena ia harus tidur dengan pengeran agar punya anak. Ia banyak minum.

“Jangankan suruh punya anak, suruh dia menyentuhku saja aku sudah jijik!”

Ia mengajak Liu Li minum bersama.

“Aku ingin serahkan keperawananku padamu saja.” Kata pengantar Peng sambil menangis dan memeluk Liu Li.

Dalam mabuknya, ia uhuk uhuk dengan Liu Li.

😱😱😱

***

Bersambung episode 6