Ibu suri menyuruh para selir berkumpul untuk menikmati keindahan guci shengxia.
Peng Peng panik, karena ia tahu, bungkusan itu isinya patung David.
“Aku baru menerimanya dari pengiriman ekspress. Masih baru, masih panas… Aku juga belum melihatnya, aku menunggu momen seperti ini untuk menikmati bersama kalian.”
Ibu suri membuka penutupnya, semua selir menutup mata.
“Guci shengxia ini seperti musim semi tak terbendung! Guci ini membuat kalian terpesona?” Kata ibu suri menjelaskan tanpa menyadari itu bukan guci. Tapi patung pria telanjang 😂.
Ketika melihat patung itu. Ha???
🤣🤣🤣 Sungguh musim semi yang tak terbendung!!!
Ibu suri murka, “lancang! Ini bukan guci yang aku inginkan! Cepat selidiki kasus ini” titah ibu suri.
Peng Peng punya ide, ia berbisik pada ibu suri.
“Nenek ada yang ingin aku bicarakan denganmu, berdua saja.”
***
“Peng Peng, apa yang mau kau katakan?”
“Nenek maaf, guci itu sebetulnya milikku.”
“Kamu? Kenapa? Aku tahu kamu baik hati, jangan menanggung kesalahan orang lain”
“Ini memang aku, demi Qi Shen. Kaisar meminta ku membelinya di pasar underground, tidak disangka terjadi salah kirim.”
“Kenapa kalian menginginkan itu?”
“Jika ditaruh dikamar, akan membuat suasana jadi ‘panas’. Tidak hanya memakai cara ini, kaisar juga mau memakai jingge untuk ‘itu itu’ denganku.” Kata Peng Peng pura pura malu.
“Kalau begitu, aku tidak bisa menyalahkan kalian. Kalian juga demi mendapatkan keturunan.”
“Benar, demi mendapatkan anak, kita sudah sangat berusaha.”
“Mengenai kasus ini, aku akan membiarkannya. Tapi aku juga ingin segera melihat hasilnya.”
“Terima kasih nenek.”
***
Peng Peng tampak stress, ia dipijit Liu Li.
“Sayang, pijat kepalaku untuk menenangkan diri. Seharian ini, aku sungguh memeras otak.”
Tidak lama kemudian, kaisar datang membawa bungkusan dari ibu suri.
“Letakkan barangnya lalu keluar lah!”
Liu Li dan Kasim Qiang keluar ruangan.
“Ini barang apa? Kata nenek mau mengembalikan padaku. Ia juga berpesan agar melihat nya jika bersamamu.”
“Barang ini kamu belum melihatnya?”
Qi Shen menggeleng.

“Oh, ada taik mata!” Peng Peng mendekati kaisar untuk membersihkan kotoran mata, trus di lap dibajunya kaisar🤣🤣🤣
Tris dengan sengaja, Peng Peng menyenggol patung David sampai pecah.
“Ahhh… Astaga, patung pemberi anak yang diberi ibu suri pecah.” Peng Peng pura pura kaget.
“Sudah sudah…”
“Oppa eottokke?” Peng Peng menangis bombay .
“Hari ini, jangan ada masalah mendadak lagi! Nadi otak ku mau pecah! Aktingku sudah kering!” Kata Peng Peng dalam hati 😂
Qi Shen akhirnya membahas tujuannya kesana. Pengiriman ekspress terjadi banyak kesalahan.
Peng Peng merayu, “Oppa, kamu sudah susah, mari aku pijat! Aku nyanyi juga ya.”
***
“Liu Li, kamu suka apel kecil?” Tanya Kasim Qiang.
“Tidak suka, aku sukanya peer.”
“Bukan apel buah, tapi apel kecil yang didalam.” Kasim Qiang mesum😫
“Pokoknya semua apel aku tidak suka, aku lebih suka durian. Itu buah paling enak didunia!”
Kasim Qiang bercanda dengan Liu Li.
Qi Shen mau pulang, “ayo kembali!”
Kasim Qiang terdiam.
“Kenapa tidak jalan?”
“3 meter.”
“Sekarang tidak perlu.”
“Terima kasih kaisar.”
***
Jiang shi sedang menari.
“Kaisar datang!” Kata Kurir kaki terbang.
“Suruh kaisar tunggu, aku segera kembali.”
(Jiang shi dandan dulu 😪)
Setelah cantik, ia kembali. “Dimana kaisar?”
“Kata kaisar, melihat barang seperti melihat orang.”
Si kurir lalu menyerahkan paket.
“Bukalah untukku.”
Isi paket adalah setengah buah bergamot.
“Sungguh baik padaku, ia berikan buah bergamot yang mahal.”
“Kenapa buahnya dibagi dua? Jangan jangan itu artinya berpisah.”
“Dia mau berpisah dengan ku? Ini pasti salah, aku tidak mau menerima nya.”
“Kau kembali kan saja sendiri.” Si kurir langsung kabur.
“Peng Peng, ini pasti kamu!!” Jiang shi geram.
***
Ibu suri menyiapkan lilin yang disusun cantik. Ia juga memberikan baju biru yang seksi.
Ia mau menyiapkan suasana yang romantis untuk Peng Peng dan Qi Shen.
Ketika Qi Shen datang, ia terpesona. Peng Peng sangat cantik dengan gaun birunya.
***
Bersambung episode 14









