Sinopsis Go Princess Go eps 4

Karena kejadian ditaman, Qi Shen marah. Peng Peng dihukum dengan tidak memberinya daging sebagai makanannya tapi hanya sayur sayuran saja.

Peng Peng kesal, ia mogok makan.

***

Peng Peng kelaparan dikamarnya.

Ia ingin humberger dan bebek Peking panggang.

Yang Yan tiba tiba muncul.

“Kamu sebenarnya siapa? Kenapa mencelakai ku!” Kata Peng Peng kesal.

“Saya adalah Yang Yan, putra jendral besar Yang Yu.” Yang Yan memperkenalkan diri.

Lalu Yang Yan memberikan daging bebek pada Peng Peng, Peng Peng memakannya dengan rakus.

Yang Yan heran, “sudah berapa tahun dia tidak makan daging?”😂

“Dari mana kamu masuk?”

“Ini adalah kungfu khusus milikku.” Kata Yang Yan sambil mempraktikkan jurusnya, tapi kepleset! 😅.

Yang Yan sengaja datang karena ia tahu Peng Peng sedang dalam kesulitan. (Kesulitan karena tidak makan daging🙄)

Dan dia ingin mengenal Peng Peng lebih dekat, karena Jiu Wang sangat menyukai Peng Peng. Ia jadi penasaran.

“Kau memang seperti Dewi yang turun dari langit.” Kata Yang Yan memuji.

“Liu Li…!!! Ambil kue guihua!!!”

Liu Li datang membawa kue guihua.

“Bukankah kamu suka makan ini, makanlah!” Kata Peng Peng pada Yang Yan.

Yang yang belum sempat mengunyah, sudah disuapi lagi. Yang Yan dicekoki terus menerus… Sampai Yang Yan keselek.

Yang Yan minta ampun karena meninggalkan Peng Peng ditaman.

***

Yang Yan menemui Jiu Wang, ia teler karena kue guihua.

“Kakak, saya suka sikap selir pangeran ini. Sangat bersemangat!” Kata Yang Yan.

Yang Yan sakit perut, Prreett!!!

“Aduh!”

Yang Yan buru buru ke toilet.

“Sudah keluar, kena tanganku!!”

(Hueks..!!! Jorok!🤮)

Jiu Wang muntah😂.

***

Peng Peng mengajak Liu Li berdansa.

Kasim melaporkan kalau selir sedang berdansa pada Qi Shen.

Qi Shen datang juga untuk menyaksikan. Ia terpana.

***

Qi Shen menemui Peng Peng. Ia mau mengajak Peng Peng mudik ke rumah Keluarga Zhang.

“Bolehkah aku tidak pulang?”

“Kenapa?”

“Aku sekarang adalah orang keluarga Qi.” Peng Peng beralasan.

“Apa kamu takut akan sesuatu?”

“Tidak.” Kata Peng Peng berbohong.

Qi Shen memberinya sebuah buku keluarga Zhang.

Karena ia tidak bisa tulisan kuno, ia tidak mengerti cara bacanya.

Ada gambar seorang wanita.

“Apa kau tau siapa itu?” Tanya Qi Shen.

Peng Peng mengamati, ia tidak tahu.

“Itu adalah ibumu! Fan shi.”

Peng Peng pura pura sakit kepala. Qi Shen menghela nafas, ia tahu Peng Peng cuma akting.

“Jangan pura pura lagi! Kamu punya waktu 3 hari. Kamu harus berikan alasan yang tepat!” Kata Qi Shen galak.

***

Peng Peng stress harus buat alasan apa.

Apa ia beralasan kalau dia adalah Dewi yang turun ke bumi? Atau,

ia beralasan kalau dia adalah siluman kelinci?

Kalau ceritanya tidak masuk akal, Peng Peng takut dipenggal.😰

***

Peng Peng datang menemui Qi Shen dengan membawa durian.

“Salam, aku sengaja mengimpor durian dari malaysia. Durian adalah raja buah, cocok untuk posisimu! Walau aramonya bau, tapi rasanya sangat lezat.”

Qi Shen menutup hidungnya. (Bau durian Khan mirip bau kaki😂).

“Tidak perlu bertele tele, katakan apa yang mau kamu katakan!”

“Pada tahun 2015 setelah Masehi, ada seseorang bernama Zhang Peng. Ia menghadiri pesta Hongpa. Diacara ini, ada seorang gadis jatuh ke kolam, menurutmu dia harus menolong atau tidak?” Peng Peng berusaha menjelaskan.

“Harusnya menolong.”

“Tepat! Dia terjun untuk menolong, setelah itu apa yang terjadi? Apa pangeran bisa menebaknya?”

“Wanita yang diselamatkan akan menganggap orang ini pahlawan dan memberi hadiah besar.”

“Tidak, pria ini ditendang sampai pingsan! Ketika bangun, ia sudah disini namanya menjadi Zhang Peng Peng.”

“Kamu mengarang untuk membuatku senang?”

“Saya bersumpah atas nama Mao Zedong, kalau yang saya katakan ini benar!”

“Yang aku mau tanyakan, apa kau menyindirku karena aku tidak menolongmu dikolam Taiyechi?”

“Aku tidak ada maksud itu, hubunganmu dengan Jiang shi, aku tidak peduli. Kamu Khan pangeran, jadi ditakdirkan untuk punya banyak istri.”

“Jangan berlebihan!”😅

“Pangeran, apa penjelasan ku ini membuatmu puas?”

“Akan aku pikirkan.”

Peng Peng pamitan pergi, ternyata ada Jiang shi dibalik ruangan. Jiang shi mencoba menghasut pangeran.

“Sepertinya kakak kerasukan, carilah orang pintar, siapa tau ia bisa sembuh.”

Qi Shen memang melihat bahwa Peng Peng sangat berubah setelah tenggelam diair. Jadi ia sedikit percaya pada apa yang dikatakan Peng Peng.

***

Peng Peng merasa lega ia bisa selamat. Peng Peng merasa Qi Shen adalah orang kejam yang dengan mudah memenggal kepala orang

***

Liu Li memberikan gaun yang cantik pada Peng Peng, lalu Liu Li mengajak Peng Peng ketaman.

Peng Peng ke ge-er an lagi, dipikir mau diajak kencan.

“Nyonya tunggulah sebentar, orangnya mau datang.” Kata Liu Li lalu meninggalkan Peng Peng sendiri.

Qi Shen datang, ia terpana melihat penampilan Peng Peng.

“Kenapa kamu kemari?” Tanya Peng Peng galak.

“Kenapa kamu berpakaian seperti ini?”

“Aku khan tidak tau kamu akan kemari!”

“Aku mau datang sendiri untuk menemuimu.”

Peng Peng kesal, “Dayang kecil ini mencelakai ku lagi!” Katanya dalam hati.

Qi Shen mendekati Peng Peng, “Kamu sudah tidak sabar lagi?” (Qi Shen pikir, Peng Peng kebelet uhuk uhuk😪)

“Aku ingin kamu tahu, saya terhadapmu tidak berselera!!” Kata Peng Peng ketus.

“Tidak masuk akal!” Qi Shen curi curi pandang lagi, “cepat ganti pakaiannya!!”

Peng Peng langsung ganti baju.

***

Qi Shen memberikan buku keluarga Zhang.

Ada gambar seorang memakai baju zirah. Lalu ada gambar seorang wanita.

“Aku tidak kenal mereka, mereka juga tidak mengenaliku.”

“Keluarga mu adalah keluarga terpelajar.”

“Maaf, tapi aku sungguh sungguh tidak ingat.”

Qi Shen tanya, “apa kau masih ingat siapa wanita ini?”

“Ibu ini, terlihat sudah menopause. Dari yang kulihat, dia sudah paruh baya, tapi masih oke!”

“Kamu bicara sembarangan! Dia adalah ibumu, Fanshi! Aku sudah kasih tau kemarin!” Qi Shen kesal.

“Sorry, i’m so sorry..”

Qi Shen kembali menunjukkan gambar seorang lelaki.

“Kau ingat siapa ini?”

“Dia ayah!” Peng Peng asal menebak.

“Ini kakak iparmu!”

“Kakak ipar? Tapi dia sudah bapak tua.”

“Bapak tua? Kau bicara sembarangan lagi!” Kata Qi Shen tambah kesal. 😂

***

Bersambung episode 5

Sinopsis Go Princess Go eps 3

Peng Peng sampai dirumah bordil.

Mucikari nya, memandang Peng Peng heran.

“Nona, kenapa kamu kemari dengan pakaian seperti itu? ”

“Kamu panggil siapa? Siapa yang nona? Aku pria asli!” Peng Peng ngotot.

“Kamu tak perlu menutupi, aku sudah tahu.” Kata si mucikari.

“Astaga! Film sinetron benar benar berbohong! Wanita menyamar jadi pria bisa langsung ketahuan.” Kata Peng Peng dalam hati.

“Kamu jujur saja, kamu kesini untuk menggrebek suami?”

“Tidak, aku kemari untuk jajan!” Kata Peng Peng sambil memamerkan uangnya.

Peng Peng langsung disambut dengan baik.

***

Para wanita penghibur bermain cosplay. Ada yang jadi siluman kelinci, ada yang jadi ular putih.

Peng Peng sangat senang, mereka cantik cantik. Bekas lipstik ada di seluruh mukanya.

Dia mabuk. Dan ingin kencing.

“Dimana toilet nya?”

“Disana tuan.”

Karena mabuk, ia lupa kalau dia perempuan. Dia masuk ketoilet laki laki.

Ditoilet itu ada Jiu Wang.

Ketika merogoh ‘senjatanya’ ia langsung sadar, kalau dia perempuan!

Jiu Wang terus memandanginya.

Peng Peng memandang Jiu Wang, Jiu Wang langsung menutup ‘senjatanya’.

Mereka saling berpandangan. Kaget!

“Bro, kamu teruskan saja! Maaf!” Peng Peng langsung kabur.

***

Peng Peng dipijitin Liu Li, “Sayang, ini sangat enak.”

“Nyonya, kenapa selalu memanggil ku ‘sayang’?”

“‘sayang’ adalah panggilan dekat untuk orang yang disukai.”

“Nyonya, aku jadi terharu.”

“Kamu sangat cantik, kalau tidak menyukai mu, saya suka siapa lagi?” Peng Peng mulai menggombal.🤮

Kasim datang untuk memberi tahu, bahwa ratu akan mengadakan perjamuan, untuk menyambut kedatangan pangeran.

“Qi Shen sudah pulang?” Peng Peng kaget.

***

Para selir sudah bersiap siap menyambut kedatangan Qi Shen. Mereka sudah berdiet beberapa bulan sebelumnya agar tampak cantik dan menarik didepan Qi Shen.

Peng Peng terpesona dengan selir selir itu.

Liu Li heran, kini Peng Peng dekat dengan para selir, padahal sebelumnya ia selalu menindas para sel.

***

Qi Shen datang, semua selir terpana akan kegantengan nya.

Qi Shen membuka tangannya pada Peng Peng,

“Dia minta pelukan?begitu banyak orang, jika tidak memeluknya, dia bisa merasa malu.” Kata Peng Peng dalam hati.

Peng Peng lalu memeluk Qi Shen.

Qi Shen ekspresi risih, ternyata ia hanya mau dibantu buka baju perangnya!

Peng Peng langsung menciut😂 karena malu.

“Kamu sungguh tidak sabaran!” Qi Shen mengejeknya.

***

“Kenapa kamu tidak beritahu kalau dia cuma mau ganti baju?” Bisik Peng Peng kesal pada Liu Li.

“Aku mau beri tahu, tapi nyonya sudah memeluknya.”😅

(Oh ya baju perangnya Qi Sheng itu bentuknya lucu, ada tempat jemurannya😂)

***

Diruang perjamuan, Qi Shen pura pura perhatian pada Peng Peng, karena disitu ada ibu suri.

Qi Shen juga menuangkan minum untuk Peng Peng lalu menyuapinya.

“Kenapa kamu jadi sejuk? Biasanya bermuka dingin?” Tanya Peng Peng.

“Hanya berakting didepan ibu suri saja!” Kata Qi Shen dingin.

Ibu suri senang melihat kerukunan Qi Shen dengan Peng Peng.

Sebaliknya, Jiang shi kelihatan cemburu.

***

Zhao Wang memakai topi hijau yang norak.

Peng Peng mencoba memberi kode pada Zhao Wang mengenai topinya yang norak. Tapi Zhao Wang berpikir Peng Peng memuji topinya.

“Zhao Wang, topimu itu, tak peduli warna atau model, itu sangat indah!” Puji ibu suri.

Zhao Wang senang, “ibu suri, topi hijau ini dibuat dari bahan kualitas tinggi dari barat. Dan penjahit khusus dari Jiangnan yang membuatnya.”

Peng Peng tertawa cekikikan.

“Nanti, suruh penjahit buat satu lagi untuk adik ke tiga mu, Qi Shen!” Kata ibu suri

“Nanti, kalau topi hijaunya sudah jadi, kamu jangan pakai!” Saran Peng Peng sambil cekikikan.

“Kenapa?”

“Itu sulit dijelaskan! Intinya topi hijau memiliki arti yang tidak baik.”

“Kamu bicara sembarangan.”

Ibu suri pergi, mau luluran.

Qi Shen dan Jiang shi saling memandang.

“Disiang bolong main mata!apa kalian begitu menindas Zhao Wang?” Kata Peng Peng dalam hati.

Ekspresi Zhao Wang melas, ia dicuekin istrinya.

***

Jiu Wang datang ke perjamuan.

Semua selir Qi Shen terpana kegantengan Jiu Wang.

Tapi Peng Peng kaget setengah mati, pernah ketemu dirumah bordil sih😂.

“Dia siapa?” Tanya Peng Peng pada Liu Li.

“Dia Jiu Wang, yang selamatkan nyawamu!”

“Ada hubungan apa dia dengan Qi Shen?”

“Saingan.”

“Saat itu saya keluar istana, tidak sengaja bertemu Jiu Wang.”

***

Jiu Wang memberi salam pada Qi Shen. Mereka bersulang.

“Kakak ipar, bagaimana kalau kita bersulang?”

“Baik, segelas.” Kata Peng Peng ramah.

“Letakkan!” Qi Shen cemburu.

Qi Shen menantang Jiu Wang minum arak.

Mereka pun adu minum.

***

Peng Peng ketoilet, ia kaget karena Jiu Wang masuk ketoilet yang sama dengannya lagi. Jiu Wang mabuk.

Peng Peng berpikir dia yang salah masuk toilet.

“Kamu ini, hantu atau bukan?” Kata Peng Peng mengagetkan Jiu Wang.

“Sepertinya ini bukan toilet pria, kali ini saya yang salah.” Jiu Wang pamit pergi.

Peng Peng mengikuti nya,

“Mengenai salah toilet, aku anggap impas.” Kata Peng Peng .

“Tapi kakak ipar, kenapa saat itu, kau ada dirumah bordil?” Tanya Jiu Wang menyelidik.

“Aku..Harusnya aku tanya kamu dulu, kenapa kamu ada disana!”

“Kadang ada pekerjaan yang harus dibahas disana. Jadi tidak seperti yang kau pikirkan!”

“Lagipula, namanya pria, ketempat seperti itu biasa saja. Aku mengerti” Goda Peng Peng.

***

Liu Li menyuruh Peng Peng ketaman

Peng Peng ke ge-er an, dipikir Liu Li mengajaknya kencan. Ia senang.

Ia mencari cari Liu Li ditaman, tiba-tiba seseorang memakai baju biru membekapnya.

“Kamu siapa? Kau pasti tertarik pada wanita secantik aku.” Kata Peng Peng pe-de.

“Sstttt…” Pria itu menarik tangannya. Menunjukkan pertemuan rahasia Jiang shi dengan Qi Shen.

Peng Peng kesal, “ternyata Liu Li menyuruhku kesini bukan untuk kencan, tapi untuk menangkap basah Qi Shen.” Kata Peng Peng dalam hati.

***

“Waktu diperjamuan, sikapmu pada kakak sangat mesra. Apa kau sudah jatuh cinta padanya?” Kata Jiang shi cemburu.

“Aku dan Peng Peng tidak akan ada apa apa, hanya karena ada nenek disana, jadi aku harus baik padanya.”

“Lalu adu minum arak buat apa?”

“Aku hanya tidak suka pada Jiu Wang.”

“Kamu dulu bilang mau selamanya bersamaku, apa kamu masih ingat?”

“Tentu.”

“Saya kedinginan” kata Jiang shi ingin dipeluk.

“Aku juga merasa dingin. Sebaiknya kita pulang saja.” Usul Qi Shen.

Peng Peng yang menguping dari tadi, jadi gemas, “kalau wanita bilang kedinginan, harusnya kamu memeluknya!”

“Mau kue guihua?” Tanya Yang Yan

“Tidak, kamu makan sendiri saja!”

Qi Shen dipeluk Jiang shi.

“Ayo cium.. ayo cium…!” Kata Peng Peng dan yang Yan, bersorak.

Yang yang membersihkan tangan dengan menepuk tangannya.

Suara tepukan nya kencang, Qi Shen jadi tahu, ada orang yang mengintip nya.

Qi Shen mendatangi mereka, Yang Yan ngumpet diatas pohon.

Peng Peng yang gak bisa manjat, ketangkap basah.

“Kenapa kau kesini?” Tanya Qi Shen

“Aku mau melihat bulan.” Petir langsung menyambar, ketauan bo’ong nya.

“Pulang sekarang!”

***

Bersambung episode 4

Sinopsis Go Princess Go eps 2

Qi Shen dan Zhao Wang berlutut, Peng Peng menghampiri mereka dan juga ikut berlutut.

“Pergi!” Kata Qi Shen galak.

“Kamu pangeran Khan? Menurutku, cara bicaramu harus lebih diperhatikan!” Peng Peng nyolot.

Qi Shen bergeser menjauhi Peng Peng.

Peng Peng gantian mendekati Zhao Wang.

“Kamu sudah berapa lama berlutut?” Tanya Peng Peng.

“Berapa lama berlutut itu tidak penting, aku akan terus berlutut bahkan sampai setahun pun.”

“Setahun? Tidak!” Peng Peng segera bangkit dan berteriak ingin bertemu ratu.

“Biarkan aku masuk!!” Teriak Peng Peng.

***

“Sudah berapa lama mereka berlutut?” Tanya ibu suri

“Sudah 2jam.”

“Satu anak raja, satunya lagi pangeran. Demi seorang wanita, mereka jadi seperti ini. Aku malu melihat tingkah mereka!”

“Selir pangeran juga sedang berlutut, ia terus ingin menerobos masuk.” Kata Kasim.

Ibu suri akhirnya mau keluar menemui mereka.

***

“Kalian ada apa kesini dan berlutut begitu lama?”

“Mohon lepaskan Jiang Ying Yue.” Kata Qi Shen.

“Yang harusnya memohon adalah suaminya, kenapa kamu yang memohon?”

Qi Shen terdiam.

“Ibu suri, ini semua karena aku. Aku mohon, hukum matilah aku!” Kata peng Peng memohon.

“Karena aku berusaha mencelakai pangeran, aku menggunakan siasat jahat.” Kata Peng Peng mengarang cerita.

“Shang er, apa kau sudah sadar kesalahanmu? Lihat istrimu yang lemah dan baik hati ini! Demi kamu, dia rela mengaku salah untuk dihukum mati. Seorang raja bahkan tidak bisa menyamai seorang wanita!” Kata ibu suri tegas.

Peng Peng menangis bombay minta tetap dihukum mati.

Tapi ratu menganggap, Peng Peng emosinya sedang tidak stabil karena habis tenggelam.

Ibu suri juga memerintahkan agar Qi Shen rukun dengan istrinya lagi.

Ibu suri akhirnya mau melepaskan Jiang shi.

Zhao Wang dan Qi Shen berebut menggendong Jiang shi yang tak berdaya. Tapi Qi Shen harus rela Zhao Wang yang menggendongnya.

Tapi tatapan Qi Shen dan Jiang shi menunjukkan ada perselingkuhan diantara mereka.

***

Qi Shen naik tandu, didepannya ada Jiu Wang yang juga naik tandu.

Qi Shen menyuruh untuk mengejar tandu Jiu Wang.

Akhirnya antar pengangkat tandu senggol senggolan😂.

Qi Shen memperingatkan Jiu Wang agar tidak terlalu ikut campur urusannya.

(Jiu Wang yang menolong Zhang Peng Peng saat tenggelam)

***

Peng Peng merasa frustrasi, ia tidak bisa minta hidup, ia juga tak bisa minta mati.

Peng Peng merasa perutnya begah. Ternyata ia menstruasi!

“Kenapa sekarang aku merasa feminim?” Kata Peng Peng.

“Feminim? Kau Khan memang seorang nona.” Jawab Liu Li.

“Jadi wanita sungguh tidak mudah.”

“Nyonya, aku buatkan ini untukmu. Sangat bagus untuk wanita” kata Liu Li sambil menyuapi jamu untuk datang bulan.

Jamu langsung dimuntahkan. Hueks!!

“Aku tidak mau minum lagi! Panggil kan saja selir selir yang lain!”

“Kamu biasanya tidak pernah ngobrol dengan mereka.”

“Karena itu aku ingin menjalin silaturahmi.”

***

“Ini Jiang Xi, dia memiliki sepasang kaki yang bagus” kata Liu Li.

Peng Peng yang jiwanya masih laki laki mulai cari cari kesempatan meraba raba kaki Jiang Xi.

“Kakak, kau sedang apa? Sangat geli! Aku tidak mau!” Jiang Xi pergi meninggalkan Peng Peng yang mupeng

***

“Selir berikutnya, Huang Jia Zhi. Bodynya bagus, dadanya besar.” Kata Liu Li. Peng Peng menelan ludah.

Peng Peng mengajak berendam bersama. Ia mulai cari cari kesempatan lagi.

“Adik, dadamu sungguh bagus!” Peng Peng mupeng.

“Kakak, dadamu juga bagus.” Kata selir Huang sambil meraba dada Peng Peng.

Peng Peng risih, dia langsung kabur😅.

***

Peng Peng mengadakan rapat membahas menstruasi. Mereka berdiskusi sambil makan kuaci.

“Saat pertama kali, aku pikir aku sakit. Jadi aku menangis dan membuat surat wasiat.”

“Pertama kali, aku pikir itu penyakit aneh turunan.”

Peng Peng mencuri curi lihat dada selir Huang. (Hadeh, mesum pisan😪)

“Kalau kalian datang bulan, apa juga sakit?”

Mereka lalu membahas tentang pembalut yang mereka gunakan.

(Topik diskusi yang gak penting😂, khas rumpian para wanita)

***

Peng Peng menyamar jadi pria, ia pergi kerumah bordil.

***

Bersambung eps 3

Sinopsis Go Princess Go eps 1

Sebuah kota metropolitan.

Beberapa wanita cantik menuju ke ruangan pesta. Bukan untuk pesta, tapi untuk melabrak seorang pria playboy, Zhang Peng.

***

Zhang Peng, sedang asik mendekati para wanita di pesta.

“Nona itu lumayan!”

“Kau berani, mendekati wanitanya bos? Kau banyak wanita, jangan begitu!” Temannya menasihati.

“Dia terlihat kesepian.”

***

Tiga wanita mengepung Zhang Peng, Zhang Peng mau kabur tapi tidak sengaja ia menyenggol seorang wanita.

Wanita itu jatuh kekolam. Zhang Peng segera menolongnya.

Tapi ketika didalam air, wanita itu justru menendangnya sampai pingsan.

***

Zhang Peng siuman dari pingsannya, ia bercermin.

Ia menjadi perempuan!!

Aaaa….!!

***

“Nyonya, kau sudah sadar?” Tanya Liu Li, ia datang bersama tabib istana.

Liu Li menceritakan tentang Jiang shi yang berusaha menenggelamkannya.

“Nona, kau siapa?” Tanya Zhang Peng dengan bingung.

“Aku Liu Li, kau tidak ingat denganku?”

Liu Li menyuruh tabib Song memeriksa Zhang Peng.

“Jangan sentuh aku, kamu siapa?” Tanya Zhang Peng galak.

“Dia, tabib Song. Dia sering memeriksa mu saat sakit. Kamu lupa?”

“Ini dimana?” Zhang Peng bingung.

“Diistana mu.”

“Istana? Apakah ini China?”

Liu Li tampak bingung. Ia tidak pernah mendengar tentang ‘China’.

“Kau tau siapa namaku?”

“Namamu Zhang Peng Peng, anak tunggal keluarga Zhang…”

“Stop!! Aku hanya berenang, kenapa aku berubah dari ‘Zhang Peng’ menjadi ‘Zhang Peng Peng’? Dan aku harusnya seorang pria.”

Zhang Peng Peng stress, ia mengusir Liu Li dan tabib.

***

Zhang Peng Peng mencoba tidur, ia berharap ketika bangun dia akan kembali ke masa nya.

Tapi keadaan tetap sama, ia tetap seorang wanita.

“Bagaimana aku bisa kembali? Kalau dalam sinetron, jika aku mati, aku akan bisa kembali.”

Kata Zhang Peng Peng dalam hati.

***

Peng Peng berusaha menusuk dirinya dengan gunting, tapi dihalangi oleh Liu Li.

***

Ia gantung diri, tapi diganduli sama Liu Li. (Ya tambah kecekik, neng!😅)

***

Peng berusaha bunuh diri tapi selalu gagal!

***

Liu Li memberikan kabar pada Peng Peng, kalau ibu suri sudah mengetahui bahwa Peng Peng dicelakai oleh Jiang shi hingga jatuh ke air.

Sekarang, ibu suri sedang menghukum Jiang shi. Kemungkinan Jiang shi akan dihukum mati.

Peng Peng dapat ide, karena ia selalu gagal bunuh diri. Jadi ia ingin dihukum mati saja.

Ia langsung lari ke istana ibu suri.

***

Jiang shi diruang penyiksaan,

Penyiksaan paling kejam yaitu hukuman no.16: kakinya di gelitik… 😂😂

***

Didepan istana ibu suri,

Zhao Wang (suami Jian shi) dan Qi Shen (suami Zhang Peng Peng), berlutut agar Jiang shi dilepaskan ratu.

Peng Peng juga ikutan berlutut.

“Pergi!” Kata Qi Shen galak.

***

Bersambung episode 2

Sinopsis 3 AM : Overtime

Disebuah kantor, tengah malam.
Seorang pegawai wanita sedang asik chat mesum.

“Fotomu sangat cantik, bisa kau kirim foto seksinya?”

Si pegawai wanita lalu membuka bajunya, dan berfoto.

“Hai As, kau lembur? Kau sangat rajin. Kurasa kau akan lewat dari masa percobaan lebih cepat.” Tanya Bump.

As tersenyum.

Bump dan Nging pulang.

“Hei tunggu, satpam itu tidur terus setiap waktu. Aku ingin memggodanya”

Bump mengeluarkan spidol lalu mencoret coret muka si satpam.

Tiba tiba ada suara dentuman. Kepala melayang.

“Aaaa….!!!” Bump dan Nging lari ketakutan. Karena lift tidak kunjung terbuka, mereka lari melalui tangga darurat.

***

As mendengar teriakan mereka, tapi mungkin ia salah dengar. Ia kembali chat mesum lagi.

Tiba tiba terdengar suara orang tertawa. As melihat sekeliling, tapi tidak ada siapa siapa.

Sebuah benda terjatuh, kursi bergerak sendiri.

As ketakutan, ia segera berkemas.

“Aku mau keluar dari sini!!!” Katanya dengan suara pria. (Ternyata dia waria😜)

Ia berlari pergi.

Ternyata, Karan dan Tee mengerjainya!! Menggunakan balon mirip kepala.

Mereka tertawa terbahak bahak. (Mereka tuh usilnya gak ketulungan 😜😂)

***

“Apakah mereka masih berani berangkat kerja?” Tanya Tee.

“Mungkin tidak.”

“Orang bodoh itu! Mereka chatting di Facebook seharian. Tapi sekarang, lembur!.” Keluh Tee.

“Siapa yang mati?” Tee melihat dari CCTV. Tapi ia tampak cuek.

Tee dan Karan suka mengerjai karyawan yang lembur.

***

Tee menjatuhkan korek api, ketika ia bangkit, ada hantu didepannya. Ia kaget!.

Ternyata Karan memakai topeng untuk menakutinya.

Karan tertawa.

“Kapan kau akan berhenti merokok? Ayahmu meninggal karena merokok Khan?” Tanya Karan.

“Kau tidak perlu mencemaskan aku.” Jawab Tee.

Karan pergi.

Tee merasakan sakit dijantungnya. Rokoknya ia matikan.

***

Karan berjalan diruangan pegawai, kursi tiba tiba bergerak sendiri,

Karan mengangkat kursi itu, ia tahu seseorang mengerjainya. (Dia Khan raja prank! 😂)

“Keluar, atau kulempar kursi!”

Nging dan bump merangkak keluar. Ia ingin membalas Karan yang suka mengerjai mereka.

“Kalian harus lebih licik, aku sebenarnya bisa lihat kalian menarik kursinya dengan tali!” Kata Karan.

“Kenapa kalian kembali?”

“Aku ingat harus menyiapkan rapat untuk besok. Jadi aku kembali untuk lembur.

Mereka kembali bekerja.

***

Karan ke lobby, ia melihat satpam sedang tidur, ia ingin mengerjai si satpam.

Ia mencorat-coret wajah satpam lagi. Lalu pergi.

***

Telepon berbunyi,

“Tidak ada orang disini.” Jawab satpam dengan setengah sadar.

(Wajahnya jadi lucu😂)

Entah apa yang mereka bicarakan,

“Tidak pak, aku terjaga sepanjang malam.” Kata satpam itu beralasan.

“Apa??? Aku akan segera turun.” Si satpam kaget dan turun kebawah.

***

“Tee, kami akan kembali sekarang, kerjaan kami sudah selesai.” Kata Bump dan Nging.

“Kalian sudah selesai? Kalian bisa lembur ganda.”

“Kalau lembur ganda, aku bisa dipecat. Ngomong ngomong, dimana Karan?” Tanya bump.

“Mungkin dia merencanakan keusilan lainnya. Ia suka mengerjai kita sejak kuliah!” Jawab Tee.

“Tapi kita tidak bisa menyalahkannya, kita sendiri yang memilih kerja di perusahaan nya.”

Mereka pamitan pulang.

***

Suara pintu digedor, Tee memeriksa nya.

Dipantry ada hantu, ia tersenyum, mungkin ia dikerjai. Tee menyalakan lampu. Tapi hantu itu menghilang.

Tiba tiba pintu kulkas membuka dan menutup sendiri. Ia merasa dikerjain Karan.

Ia menahan pintu kulkas dengan kakinya. Tapi Karan ternyata datang membawa burger dan cola.

“Kenapa kakimu dikulkas?” Tanya Karan.

Tee tertegun.

“Ada apa denganmu?” Karan lalu pergi.

Tiba tiba hantu itu keluar dari kulkas dan mencoba menangkapnya.

Tee lari terbirit-birit.

Ada hantu mata copot menakutinya.

Tee memegang jantungnya dan pingsan.

Ternyata, hantu mata copot itu Karan yang memakai topeng 😂.

Hantu wanita, itu Nging.

Mereka tertawa terbahak bahak.

“Jika mau mengerjai orang, harus sebagus ini.” Kata Karan.

“Aku bahkan melepaskan bagian belakang kulkas!” Kata Nging.

“Kau hebat.”

(Niat banget mereka nge prank!😂)

***

Bump mencoba membangunkan Tee.

“Tee..Tee.. dia tidak bernafas!” Kata Bump.

“Apa?!”

Semua terkejut.

“Kita harus menelepon polisi. Kita tanggung masalah ini sama sama.” Kata Nging panik.

“Kita tidak harus melakukan apapun! Kalian berdua pulanglah! Dan jangan katakan apapun pada orang lain tentang kejadian ini!” Kata Karan lalu pergi keruangan nya.

Karan tampak stress.

“Bump, apakah mata Tee tertutup beberapa menit lalu?” Tanya Nging ketakutan.

Nging mencoba memegang Tee untuk memastikan, tiba tiba tangan Tee memegangnya. “Aaaaaa…!!!” Nging menjerit.

Tee dan Bump tertawa terbahak bahak.

“Kau usil lagi!!” Kata Nging kesal.

***

Ada suara benda terjatuh,

Mereka lari keruangan Karan.

Karan gantung diri.

***

Mereka panik,

“Kenapa kalian melihat ku? Kalian yang mengerjai aku duluan!” Kata Tee.

Mereka mulai saling menyalahkan.

Ternyata Karan cuma pura pura gantung diri! Ada kait dibelakangnya. Jadi ia tidak benar benar tergantung.

Tee tertawa ngakak. Mereka berhasil mengerjai Bump dan Nging lagi.😂

“Aku mau pulang!” Kata Nging kesal.

“Nging, sebelum kau pergi, bisa bantu aku turun?” Pinta Karan.

“LAKUKAN SENDIRI!!”

***

Mereka keluar kantor bersama.

“Ini hampir pukul 3. Orang orang bilang, hantu punya kekuatan terkuat pada jam ini.” Kata Karan

“Sudah cukup, aku tidak bisa tahan lagi, kasihanilah kami!” Bump memohon.

“Aku hampir lupa,..” Karan kembali masuk kantor.

“Lupa apa? Apa kau membuat lelucon lagi?” Nging cemberut.

***

Karan menulis tanda ‘Rusak’ untuk kulkas. Ia mau mengerjai pelayan esok hari

“Bump, bisakah kau ambilkan tape?” Bump pergi,

“Aku akan cari lem dimejaku.” Kata Tee.

“Oke.”

***

Bump mengambil tape, tapi ia kaget berteriak.

Karan datang bersama Nging

“Kenapa kau berteriak?” Tanya Karan

Ternyata ada mayat Tee disitu bergelimpang. Keningnya tertusuk paku kertas dan darah berceceran. Tidak bernafas.

Flashback:

Tee berlari dari hantu kulkas, saat melihat hantu mata copot. Jantungnya kambuh. Ia pingsan. Kepalanya mengenai paku kertas.

“Tee… Tee…”

” Apa dia mati?”

” Ada besi tembus dikepalanya. Dia pasti mati.”

“Karan, bagaimana sekarang?” Mereka saling berpandangan.

***

“Aku menemukan lem nya!” Kata Tee dari luar.

Bump dan Nging ketakutan, “jika Tee berbaring disini, lalu siapa yang bicara?”

Hantu Tee berjalan menuju mereka.

Lampu tiba tiba mati.

Mereka menyalakan senter dari HP.

“Nging, apa kau beli hp baru? Kenapa ada dua.”

“Aku hanya punya satu, yang lain pasti punya Karan.” Jawab Nging.

“Ya, aku baru beli kemarin, tapi kupinjamkan pada Tee.” jawab Karan.

Ternyata hantu Tee juga menyalakan senter dari HP.

Mereka lari terbirit-birit menuju pintu, tapi pintu tidak bisa dibuka.

Karena itu pintu otomatis, ketika lampu mati, maka pintu juga terpengaruh.

Mereka tambah panik, “siapa sialan yang beli pintu ini?!”

“Kurasa, pemilik perusahaan!” Jawab Bump

“Itu aku!!” Karan protes.

“Kunci ada diruanganku! Bump kamu ambil.” Perintah Karan.

“Nging, kau ikut denganku!” Pinta Bump.

***

Nging dan Bump keruangan Karan.

Ada mayat Karan tergeletak disana.

Flashback:

Karan mencoba pura pura gantung diri. Tapi kaitnya tidak terpasang dengan benar. Ia tercekik, sampai mati. Tali terputus, jadi mayatnya terjatuh.

Bump dan Nging ketakutan, “bagaimana bisa? Kita bicara pada hantu.”

“Apa kau juga sudah mati?” Tanya Bump, ia lalu dikeplak. “Kau ingin aku mati?!” Nging nyolot.

“Ayo pergi Bump, itu berarti kita yang selamat.”

Hantu Karan mendatangi mereka. Bump dan Nging lari terbirit-birit.

Mereka keluar kantor, tapi lift tak bisa menyala. Mereka memutuskan lewat tangga darurat.

“Tunggu! Ini seperti sepatu ku” Kata Nging

***

Karan dan Tee membereskan boneka mayat mereka.

Mereka tertawa terbahak bahak.

“Aku rasa bonekanya lebih ganteng daripada kamu.”

“Dimana mereka berdua?”

“Aku tidak tahu, mereka ketakutan.”

“Aku pikir kita keterlaluan. Mempermainkan mereka berulang kali.” Kata Tee.

“Mereka pantas mendapatkan nya jika masih malas, lihat saja! Bekerja hanya untuk lembur.” Kata Karan.

(Jadi, karyawan bekerja bermalas malasan dijam kerja supaya bisa lembur… Kalau lembur Khan dibayar lebih banyak… Karan, sengaja mengerjai mereka agar lebih disiplin)

***

Karan dan Tee naik lift, pukul 03:00 tepat.

Ada Bump dan Nging disitu.

“Aku hanya mengerjai kalian, ingat! Dari sekarang, Jangan menunda pekerjaan sampai lembur! Mengerti?!” Kata Karan memperingatkan.

Tee, mengecek ponselnya. Ada puluhan panggilan tak terjawab. Karena mereka menggunakan mode silent sejak jam 10.

“Hallo Tarn, ada apa?” Tanya Tee, lalu hp nya diserobot oleh Karan.

“Mr Karan, ada sesuatu buruk terjadi. Bump dan Nging jatuh dari tangga. Mereka meninggal pada tengah malam.”

Flashback:

“Aaaa…!!!” Bump dan Nging lari melihat kepala melayang (padahal cuma balon dikasi wig)

Mereka ketakutan, mau naik lift, tapi tidak kunjung terbuka. Mereka memutuskan lewat tangga darurat.

Karena terburu buru, mereka terjungkal dan jatuh kebawah.

Polisi berdatangan, menanyai si satpam.

“Biasanya, apa karyawan disini bekerja lembur?”

“Ada beberapa, jika ingin dapat uang lebih.”

“Sekitar jam 11-12 , dimana kamu berada?”

“Ruang pribadiku, aku adalah penjaga keamanan.”

“Apa kau melihat seseorang yang mencurigakan?”

“Tidak. Tapi aku ingin tanya, kenapa kamu tersenyum saat melihat ku?” Tanya satpam dengan lugu.

(Wajahnya penuh coretan!😂)

***

“Tuan Karan, apa kau masih disana?” Tanya Tarn sekretaris nya via telepon.

Karan memandang kearah Bump dan Nging.

Bump memegang tangannya. “Sial!!!”

***

End

Sinopsis 3 AM : The Corpse Bride

Seorang perawat merias mayat sepasang pengantin dan memberi mayat wanita dengan formalin.

*** The Corpse Bride ***

“Kenapa kau tidak memberi injeksi pada mayat satunya?” Tanya perawat pria.

“Keluarga tidak memintanya. Selain itu, tubuh Tn.Mike juga tidak dalam kondisi bagus.”

Si perawat pria mencoba membuka peti.

“Apa yang kau lakukan! Aku sudah bilang, jangan buka petinya!” Hardik si perawat senior.

Si perawat senior mengajak berkeliling si perawat baru.

“Itu adalah kamar Cherry dan Mike, apapun yang kau lakukan, jangan pergi keruangan itu!”,

“Ini seharusnya menjadi rumah perkawinan mereka, tapi terjadi kecelakaan hanya dalam seminggu sebelum pernikahan.”

“Kecelakaan apa?”

Si perawat senior terdiam. Enggan menjawab.

“Siapkan sesajen disini! Rinciannya ada didalam buku. Jangan lupa untuk menyalakan dupa.”,

“Ini adalah kamarmu! Kau yakin tidak takut?”

“aku baik baik saja, aku biasa berhubungan dengan pasien dan mayat sebelumnya. Bekerja denganmu, penghasilanku lebih banyak dari yang kudapat setengah tahun dirumah sakit.”

***

Si perawat senior pergi.

***

Si pria tidak mengindahkan nasihat sebelumnya, ia tidur dikamar pengantin Cherry dan Mike.

***

Sebuah kotak musik menyala, di kotak musik itu ada miniatur pengantin pria.

Padahal, harusnya miniatur itu ada sepasang.

***

Si perawat mayat, mempersiapkan sesajen. Ia juga menyalakan dupa.

Tiba tiba, ada tokek masuk dalam peti.

Si perawat membuka tutup peti, ia terpesona dengan kecantikan si mayat Cherry.

Didada dan di leher Cherry ada bekas jahitan.

Tokek masuk kedalam rok Cherry.

Ia ingin mengambil tokek itu, tapi niatnya berganti jadi ingin mengintip. Tutup peti Mike langsung bergeser, membuatnya kaget.

***

Si perawat tampak bosan, ia mulai menggeledah laci. Ada sebuah box. Ia membukanya.

Tak sengaja miniatur pengantin wanita terlempar dikolong, ia berusaha meraihnya tapi tidak bisa.

Ia lalu menyalakan sebuah CD yang ada di box. Tapi loading nya lama.

Ia kemudian melihat lihat foto foto dalam kamera.

Ada foto Cherry sedang berpose, ia kembali terpesona.

Tapi ada salah satu foto yang aneh, Cherry tampak ketakutan, ia diikat tangan dan kakinya.

Si perawat merasa kasihan pada Cherry karena disiksa oleh calon suaminya.

“Orang orang bilang, mereka saling mencintai!” Katanya kesal.

Tiba tiba ia mendengar sesuatu, ia keluar. Dipintu ada sehelai benang, ia kemudian menelusuri asal benang itu.

Ternyata itu adalah benang jahitan didada Cherry. Cherry bangkit dan dicekik oleh Mike.

Dia terbangun, ternyata itu hanya mimpi buruk…😪

***

Video berhasil diputar.

Isi video:

Cherry tangannya terikat. Ia menangis sedih.

“Kau bilang, kau mencintaiku! lalu kenapa kau lakukan ini padaku!” Kata Cherry.

“Karena aku mencintaimu, aku harus lakukan ini.” Kata Mike sambil mengikat kaki Cherry.

Si perawat tidak tega melihatnya, jadi ia langsung mematikan videonya.

“Kenapa dia menyakitinya?” Katanya kesal.

Si perawat lalu pergi ke ruangan peti.

Peti Cherry terbuka, posisi Cherry juga tidak sama seperti sebelumnya.

Si perawat tambah kesal, “aku tidak takut denganmu! Aku sudah biasa melihat hantu?” Katanya pada mayat mike.

Ia memindahkan peti Mike ke ruangan lain dan menalinya dengan benang suci.

Ia tidak mau Mike melukai Cherry lagi.

***

Setelah perawat menjahit lagi luka Cherry.

Ia mencium mayat itu, membuka resleting gaun pengantin nya. Membelainya penuh cinta. Ia bercinta dengan MAYAT!!😱

Ia ingin selalu bersama Cherry, memperlakukan mayat itu layaknya putri.

(Dia sakit jiwa🤮)

***

Ketika malam, ia terbangun, Cherry masih disamping ranjangnya.

Ada suara aneh, rupanya tutup peti Mike terbuka, mayat mike menghilang.

Sesosok tangan pria ingin meraihnya, ia lari ketakutan. (Katanya berani?!😪)

Ia kembali ke kamar, mayat Cherry tidak ada diranjang.

“Kenapa kau tidak membiarkan Cherry pergi?!” Katanya kesal

Ia dihantui, ia diseret ke kolong ranjang. Ia berusaha keluar, tapi tangan hantu itu memegangnya erat lalu melukai tumitnya menggunakan pecahan miniatur pengantin.

Ia berusaha melarikan diri, ternyata ia melihat mayat mike lunglai tidak bergerak.

Jadi yang melukainya adalah mayat Cherry!!

Flashback:

Cherry menangis, tangan dan kakinya terikat.

“Apakah kau tidak mencintaiku lagi?” Tanya Cherry sambil menangis.

Mike menghentikan rekaman videonya, “Aku melakukan ini karena aku mencintaimu!”

“Kumohon, biarkan aku pergi!”

Mike tidak tega, ia memeluk Cherry.

“Kau membutuhkan pertolongan. Biar aku menolongmu! Kau harus berhenti menyakiti dirimu sendiri!”

(🤔Jadi si Cherry ini sakit jiwa dan cenderung untuk bunuh diri, makanya Mike mengikatnya)

Mike melepas ikatan Cherry.

Tapi Cherry seperti kerasukan, ia mendorong Mike. Menghancurkan kotak musik, hingga miniatur pengantin itu pecah.

Ia mengambil miniatur itu, lalu membunuh mike.

Lalu Cherry menyayat dirinya sendiri sampai mati.

***

Si perawat ketakutan,

“Apa kau tidak mencintaiku lagi?” Tanya si hantu. Lalu menciumnya.

Aaaaaa….!!!!

***

Jam 03:00

Si perawat ada didalam peti, “tolong aku!!!” Katanya sambil menggedor gedor tutup peti.

Hantu Cherry duduk diatas peti.

***

End

Sinopsis 3 AM : The Wig

Seorang pria tua membuka plastik jenazah. Ia lalu memotong rambut jenazah.

*** The Wig ***

Sebuah toko Wig, berjajar patung kepala yang memakai wig.

Seorang gadis memajang wig. Lalu telepon berbunyi,

“Hallo, Bu.”

“Ini tahun baru, berikan bonus pada Sam ya! Apa kamu mau oleh oleh? Besok kita akan pulang.”

“Tidak, aku tidak ingin apa apa. Apa Mint disitu? Dia disuruh ayah beli sesuatu, tapi ia menolaknya. Bisakah kau panggilkan Mint?”

May menyuruh Sam untuk memanggil Mint.

Mint sedang santai dan makan ramen.

“Ayahmu, ingin bicara padamu!” Kata Sam.

Mint tampak kesal, kaosnya dipakai oleh May, “Hey, itu kaosku!”

“Ibu Khan menyuruhmu untuk tidak memakai nya?”

“Tapi tak berarti orang lain bisa pakai! Ngerti?!”

Mint kembali ngobrol dengan ibunya.

May, anak yang sederhana, penurut dan pekerja keras.

Sedangkan Mint, anak yang pemilih, pemalas dan seenaknya sendiri.

Mint iri dengan May yang lebih disayang orang tuanya.

***

Seseorang datang, mengantarkan rambut.

May mengecek berat rambut dan teksturnya.

May memberikan harga mahal untuk rambut kali ini, karena rambutnya indah sekali.

***

Diberita koran, ada seorang pria yang tergantung ditembok dengan leher patah.

(Pria itu yang memotong rambut jenazah!😰)

***

Rambut dicuci dan dikeringkan dalam oven raksasa.

Lalu dengan lembut May menyisir rambut itu.

Sesosok tangan ingin meraihnya…😰

May lalu menyusun satu persatu rambutnya disebuah jaring.

May memberi Sam uang bonusnya. Lalu Sam pulang.

Mint pergi dengan teman temannya.

“Aku pulang telat, pintunya jangan dikunci!”

***

Jam 20:00

May menutup toko, ia lalu minum obat dikamar mandi. Ia mimisan.

Ia membersihkan darahnya diwashtafel. Tapi saluran wastafelnya tersumbat, ia mencoba mengambil penyumbat saluran. Ternyata itu rambut!

Dan dari saluran pembuangan, sebuah tangan keluar dari situ untuk menangkapnya

Aaaa…!

Ternyata itu hanya mimpi buruk.

***

Ada suara aneh digudang rambut, dengan takut May mencari sumber suara. Ternyata itu Mint dan teman temannya yang mencoba mengagetkannya.

May kesal.

***

Mint dan teman temannya, minum minum dan bercerita tentang hantu wig.

“Mint, karena kamu kerja ditoko wig, aku mau cerita tentang hantu wig! Temanku punya rambut palsu, malam pertama tidak terjadi apa apa.

Tapi malam kedua, temanku membeli sampo aroma strawberry. Nah saat cuci rambut, harusnya bau strawberry. Tapi dia mencium bau yang sangat busuk, seperti orang mati.

Dan yang paling parah, ketika rambutnya ditiup angin, aku melihat…” Kata Pond

Semua teman berteriak… Bukan karena takut, tapi birnya habis.

Lin dan Mint mengambil bir.

Tapi Lin jail, ia mengambil wig untuk bermain main. Semua tertawa.

May, datang dan marah marah, “Apa yang kau lakukan?! Itu wig milik pasien. Kau tidak boleh bermain dengan itu!”

Lin ketakutan, karena May galak.

May langsung mematikan musik kencang yang mereka dengarkan.

“Para tetangga mengeluh karena suaranya! Mint, jika kau tidak membantuku, paling tidak, jangan jadi beban!” Kata May marah.

Mint marah, “lihat siapa yang bicara!! Kalau begitu, kembali kan kaosku!”

“Ini Khan hanya kaos!”

Mint mengambil wig nya lalu melemparkannya, “ini juga hanya wig!!”

“Kamu mengambil semua barangku! Tas, boneka, dan kaos bodoh ini juga!”

“Mint, tenanglah… Setidaknya dia tidak mengambil pacarmu!” Kata Joom.

“Dia bahkan tidak punya pacar!” Ejek Lin pada Mint.

“Kalian ini! Diamlah!”

Lin, Joom dan pond kembali minum minum.

“Lin, kembalikan wig bodoh ini ketempat kau mengambilnya tadi!” Suruh Mint. Sambil melempar wig itu lagi.

Lin memakai wig itu lalu pergi ke gudang wig.

“Dasar anak mama! Ibu dan ayah lebih menyayangi mu! Kamu mencuri semua cinta mereka dariku!” Kata Mint iri.

“Kau pikir aku menyukainya? Aku harus bekerja siang malam supaya kamu bisa hura hura! Apapun yang kamu minta, mereka akan mengabulkannya! Kau tahu? Aku juga membencinya, karena harus menggunakan sepatumu, bermain bersama boneka bau mu! Dan menggunakan baju bodoh ini! Kau ingin aku mengembalikannya? Baik!” Kata May sambil melepas kaosnya. (Tapi May masih pakai tank top ya, jadi gak porno🙄)

***

Digudang wig, tepat jam 03:00.

Lin dihantui, tiba tiba muncul tangan dari wignya dan meremas muka Lin sampai mati.

Aaaaaa….!!!!

***

Semua yang mendengar teriakan Lin, langsung menuju ke gudang. Mereka pikir Lin hanya bercanda.

Tapi ada darah dilantai.

Kepala Lin ada diantara patung pajangan lainnya.

Semua ketakutan dan berusaha keluar dari toko. Tapi terkunci.

Karena terburu buru, kuncinya patah.

Joom berusaha mencari sesuatu untuk membuka pintu. Tapi ada sesuatu yang mengikutinya.

“Joom ada apa?” Tanya Pond khawatir

“Tolong aku!”

Tiba-tiba keluar tangan dari perut Joom. Joom lalu terpental Kedinding berkali kali sampai mati.

May, Mint dan Pond berlari ke atas.

Karena kurang hati hati, Pond terpeleset dan jatuh ke sisir paku. Pond mati tertusuk paku.

***

May seakan akan melihat sebuah penglihatan, asal muasal rambut itu. Rambut itu dari jenasah korban pembunuhan!

Mint ingin mencari bantuan, dan menyuruh May untuk tinggal disitu.

Pintu tertutup.

***

Mint melihat dari kaca pintu, dibelakang May ada hantu. Ia menggedor pintu dan memukul handle pintu agar terbuka.

Ketika ia berhasil masuk, May ada di dalam oven raksasa.

Temperatur oven semakin lama semakin naik panas.

Mint terus menggedor gedor pintu oven untuk menyelamatkan May.

Suhu semakin panas dan panas. Oven meledak. Mint terpental ke dinding.

***

Keesokan harinya, mint terbangun.

Orang tuanya sudah kembali. May menyambut mereka dengan tangisan sedih.

Tapi Mint tidak terlihat oleh mereka. “Ibu.. aku disini!”

Mint ingat, saat ia terpental Kedinding, pecahan kaca menusuknya sampai mati.

***

May menangis dipelukan ibunya. Tapi itu juga bukan May, itu hantu!!!

***

End

Sinopsis Don’t Click part 1

Seorang gadis memasuki gudang tua. Ia frustrasi dan merasa selalu diawasi. Tiba tiba tersedot masuk kedalam gudang. Aaaaaa….!!!

*** Don’t Click ***

Kemajuan teknologi membuat orang berlomba lomba untuk meng-upload video dan berusaha menjadikannya viral, agar mendapatkan uang.

Para netizen dengan seenaknya saling menjudge tanpa berpikir panjang.

Seorang anak SMA meng-upload dirinya memakai pakaian seksi dan menari Belly dance, pakai topeng tentunya. Ia senang karena mendapat uang dari internet.

***

Diruangan IT polisi cyber.

Jun Hyeok dengan keahliannya, ia menjadi pegawai kontrak disana.

Jun Hyeok kekasih Sae Hee. Saat ini mereka sedang bertengkar.

Ia ingin meminta tolong pada Jeong Mi, adik Sae Hee untuk mengklarifikasi.

***

Sae Hee seorang SPG mall, mendapat SMS iseng, “kalau rok mu lebih pendek, pasti lebih cantik.”

Sae Hee kesal, ia melihat sekitar, mungkin ada penguntit.

“Kakak!” Jeong Mi mengagetkannya.

“Saya sudah pernah bilang, jangan pakai baju seperti itu untuk meng-upload!”

“Masa saya menari Belly dance pakai training?”

“Ayah pasti senang lihat kamu dari Amerika nih!” Sae Hee mau menelepon ayahnya tapi Jeong Mi protes.

“Dasar tukang atur!”

***

Jun Hyeok menelepon Jeong Mi. Ingin bertemu.

“Benarkah dia polisi cyber?” Tanya teman Jeong Mi.

“Bukan polisinya, tapi dia kerja disitu sementara.”

“Jadi, dia bisa lihat website dan video yang diblokir?”

“Kalau tidak salah, kemarin ada video yang keren.”

“Video apa itu?”

“Video yang dapat membuat kerasukan! Kalau sudah nonton video itu, harus sampai selesai!”

“Bukankah semua juga bertujuan agar ditonton sampai habis?”

Jun Hyeok datang,

“Ada masalah apa? Biasanya jarang telepon?”

“Sebetulnya, aku…”

“Ingin minta bantuan? Pacar kakak saya yang selingkuh.”

“Tidak kok.”

Jeong Mi mau membantu Jun Hyeok dengan syarat, Jun Hyeok mau memberikannya video video yang sudah diblokir.

***

Sae Hee mendapat SMS lagi, “Jangan terlihat lelah, lebih cantik waktu kamu tersenyum! Tahi lalat dibawah pusar kamu.”

Sae Hee ketakutan, berarti selama ini ia dikuntit. Ia komplen para manager, tapi keluhannya tidak ditanggapi serius.

Sae Hee langsung mengundurkan diri.

***

Jun Hyeok mencopy video video yang diblokir.

Tapi ada yang aneh, nama file videonya berubah.

Ketika Jun Hyeok pergi, kamputer me-restart sendiri.

***

Jeong Mi asik main komputer, Sae Hee datang.

“Anak SMA belajar, yang rajin!” Kata Sae Hee lemas.

“Tumben, biasanya dia teriak teriak.”

***

Sae Hee berendam, Jeong Mi ikutan.

“Bagaimana hubungan dengan Jun Hyeok oppa?”

“Ya begitulah!” Jawab Sae Hee malas

“Jangan jauh jauh dari dia, sulit menemukan laki laki seperti dia.” Jeong Mi menghasut. Sudah disuap sih😪.

Mereka bercanda bersama.

***

Jun Hyeok datang membawa videonya.

“Video apa ini?” Tanya Jeong Mi.

“Aku juga belum melihatnya. Tapi banyak website ditutup gara gara video ini.”

Jeong Mi girang.

***

Jeong Mi menyalakan komputer nya dan memasukkan flasdisk nya.

Lampu berkedip, CCTV seakan memperhatikan.

Isi Video

Peringatan: Video ini harus ditonton sampai habis.

Gambar jam 3, boneka teluh yang disobek perutnya dan dikeluarkan isinya diganti beras. Mata dicongkel lalu dijahit. Tubuh diikat lalu dimasukkan dalam kotak berisi air lalu ditetesi darah.

Jeong Mi mendapat panggilan dari youtuber lain. Ia mengucapkan selamat karena videonya masuk dalam 10besar.

“Aku punya video keren lain, kamu mau?”

“Apa? Aku punya semua kok.”

“Boneka teluh. Aku baru memiliki nya.”

“Kirimi saya dong!”

“Masa gratis?”

“Coba lihat dulu, saya bukan pembohong.”

Jeong Mi mengirimkan videonya. Jeong Mi mendapat transferan uang.

***

Seorang wanita yang dikira selingkuhan Jun Hyeok menelepon, hanya untuk mengatakan kalau dia tidak ada hubungan dengan Jun Hyeok.

Wanita itu lalu dimaki maki oleh Jeong Mi.

Sae Hee tersenyum, adiknya membelanya.

Jeong Mi lalu mengajak Sae Hee menonton video bersama.

“Oh, nama filenya berubah?” Jeong Mi heran.

“Video apa?”

“Boneka teluh, tapi keren sekali.”

Tapi ketika dibuka, itu video lain.

Isi Video:

Seorang wanita mabuk sedang duduk, lalu seorang pria paruh baya mendekatinya lalu menutup muka wanita mabuk itu dengan koran. Entah apa yang mereka lakukan dibalik koran.

“Sesat sekali!” Hujat Sae Hee.

Jeong Mi merasa heran, ia mengambil flasdisk nya lalu memutarnya lagi dikomputer pribadinya.

“Hah, nama file berubah lagi!”

Isi Video:

Lemari putih terbuka (Lemari Jeong Mi juga terbuka)

Jeong Mi lalu menutup lemari. Ia juga mencoba meng close video tapi tidak bisa. Tiba tiba dilayar muncul hantu mata merah, mengagetkannya.

Sae hee datang mengambil flasdisk itu. “Belajarlah yang benar!”

***

Sae Hee keluar rumah, kamera CCTV bergerak mengikutinya.

Sae Hee belanja diminimarket, kamera CCTV minimarket juga terus mengawasinya.

***

Jeong Mi menyalakan musik lalu dirinya menari striptis

***

Youtuber yang mendapat video dari Jeong Mi merasa ketakutan melihat video itu. Ia merasa seakan ada yang mengawasinya.

Ia menelepon Jeong Mi,

“Halo, video yang kamu kirim itu, aku sudah nonton sampai habis. Tapi akhirnya seperti ada yang…”

Ia berjalan dengan ketakutan, seakan terus dikuntit dan dihantui.

Ia berlari, pintu lift terbuka, ia masuk ke lift. Padahal liftnya anjlok.

Aaaa!!!.

***

Jeong Mi bangun kesiangan, ia langsung berangkat ke sekolah.

Semua teman memandangi nya dengan tatapan menghina.

“Jeong Mi, guru memanggilmu. Bagaimana ini?”

***

Jeong Mi bertemu guru, rupanya video nya yang sedang menari striptis sudah tersebar di internet.

“Itu bukan video Cam ku.” Jeong Mi kaget karena merasa tidak pernah meng-uploadnya.

“Aku tau kamu anak bermasalah, sekarang kamu senang? Dari dulu memang kau ingin terkenal kan?” Kata guru menghina.

Jeong Mi tidak fokus dikelas, ia dihantui.

Bahkan ketika naik kereta bawah tanah, semua orang seakan mengawasinya dengan tatapan merendahkan.

Ia bahkan sampai berkelahi dengan anak SMA lain karena memfoto dirinya.

Perkelahian itu, ada yang merekamnya dan meng-upload ke internet.

***

Sae Hee diberitahu Jun Hyeok, kalau ada video Jeong Mi yang berkelahi didalam kereta bawah tanah.

***

Jeong Mi dihujat habis habisan oleh para netizen.

Ia seperti diteror.

Ia membalas komentar pedas dari para netizen. Hal itu malah memperkeruh keadaan.

***

“Apa kamu sudah gila? Kenapa upload video seperti itu diinternet?” Sae Hee datang langsung memarahi Jeong Mi.

“Kalau tidak tahu, diam saja!”

Mereka pun adu mulut.

“Bukan aku yang merekam! Bukankah kakak harus percaya padaku!!”

“Mana mungkin aku percaya padamu! Kalau bukan kamu? Masa yang upload komputer sendiri?”

Jeong Mi yakin, komputer cam bisa upload sendiri!

Jeong Mi mencari flasdisk nya seperti orang gila, Sae Hee berusaha merebutnya. Tapi tatapan mata Jeong Mi membuat Sae Hee takut.

Jeong Mi memutar video diflasdisk. Ada video Youtuber yang ia kenal, masuk dalam lift yang anjlok dan mati.

***

Sae Hee menangis

***

Jeong Mi masuk lemari dan ketakutan. Ia mendengar suara dari luar, ia pikir itu kakaknya. Ia keluar dari lemari dan melihat komputernya nyala sendiri dan keyboard mengetik sendiri. Tertulis dilayar, “gara gara kamu!”

***

Sae tidur, Jeong Mi menyelinap masuk dalam selimut.

Jeong Mi seperti orang gila dan mengatakan hal hal aneh.

“Kakak, aku tidak mau mati.”

Sae mencoba menghiburnya, “aku tahu kamu pasti sakit hati, tapi ketika waktu berlalu, semua orang juga bisa lupa. Tenang saja, kakak akan membantumu.”

“Masa? Kakak tidak bisa membantuku! Kalau nonton video itu pasti mati. Tapi kakak tidak percaya padaku Khan?”

Jeong Mi memeluk kakaknya dengan ketakutan.

***

Bersambung part 2

Sinopsis Don’t Click part 2

Ketika malam hari, Jeong Mi tidak ada ditempat tidur, Sae Hee mencarinya.

Jeong Mi seperti kesurupan, ia menggoreng semua telur dan ada yang dimakan mentah mentah. Ia kelaparan.

Sae Hee mengingatkannya, tapi malah ditampar. Jeong Mi jadi kasar. Jeong Mi bukan dirinya lagi.

Tatapannya menyeramkan.

Sae Hee menelepon Jun Hyeok meminta tolong.

Sae Hee kaget, kamar Jeong Mi sangat berantakan. Laptop menyala sendiri. Sae Hee ketakutan langsung menutupnya.

Jeong Mi masuk kamar dan mengeluarkan cutter, “Saya ingin sendiri.” Katanya dingin.

***

Jun Hyeok memasang kamera CCTV dirumah untuk mengawasi Jeong Mi.

Lampu mati.

“Rumah saya, memang kadang kadang suka seperti ini.”

Sae Hee dan Jun Hyeok keruang bawah tanah untuk memeriksa panel listrik.

Listrik berhasil diperbaiki, lampu menyala kembali. Ternyata Jeong Mi ada disitu, lalu pergi menghilang.

***

Jun Hyeok kekamarnya Jeong Mi, ia memberi boneka Teddy bear yang ada kamera pengintai.

“Kenapa kamu memberiku ini?”

“Karena kamu cantik.”

“Apanya yang cantik?”

“Semuanya.”

Jeong Mi mengunci pintu kamar dan mulai menggoda Jun Hyeok.

Sae Hee menggedor pintu. Jun Hyeok keluar.

“Telepon aku kalau ada apa apa.” Jun Hyeok pergi.

***

Jeong Mi kembali melihat video, gadis yang mati kesedot dalam gudang.

Lalu muncul video baru, berjudul ‘Don’t Click’

Jeong Mi histeris setelah melihat video itu.

***

Malam hari, Jeong Mi pergi sambil menyeret boneka Teddy bear. Ia kekamarnya Sae Hee, Sae Hee tertidur.

Ia membawa pisau dan mencoba membacok kakaknya.

Aaaa…!!! Ternyata Sae Hee hanya mimpi buruk.

Tapi, ia lekas menyadari, kamarnya sangat berantakan.

***

Sae Hee mengecek video CCTV. Lalu menelepon Jun Hyeok.

“Kalau tidak kelihatan diCCTV, itu berarti ada masalah atau dia edit. Nanti saya check programnya.”

“Bukan itu masalahnya! Jeong Mi tidak ada dirumah! Sepertinya Jeong Mi benar, dia bilang gara gara habis nonton video!”

“Video?”

“Katanya kalau nonton video itu bisa mati, tapi aku tak percaya padanya. Kalau itu benar…”

“Mana mungkin ada yang mati karena nonton video, itu semua hanya…”

“Boneka juga tidak ada!”

“Kalau Jeong Mi bawa boneka itu, bisa dilacak sekarang!”

“Tenang dulu, saya akan kesana kalau sudah selesai kerja.”

Sae Hee langsung menutup teleponnya.

Ia melihat video seram milik Jeong Mi.

***

“Polisi Choi, tahu nama website ‘Jeong I Gu In’?”

Tanya Jun Hyeok.

“Website itu sudah ditutup 1 tahun, kenapa?”

“Tanya saja.”

“Haduh, aku masih merasa seram jika mengingat nya. Pernah ada video lelaki tua pegang pegang wanita mabuk, tapi bukan video itu saja.

Mereka sebenarnya mau mempermalukan wanita mabuk, tapi akhirnya mereka potong.

Lelaki tua itu sebenarnya mau menolong wanita itu supaya tidak kelihatan orang lain, tapi akhirnya lelaki itu bunuh diri, istrinya mati karena stress, kalau anaknya, lebih parah lagi..”

“Anak?”

“Akhirnya orang orang buka website untuk memviralkan, tapi akhirnya terkuak nama lelaki tua itu, alamat, nomor telepon, sekolah, keluarga… Semua..”

Flashback:

Anak lelaki itu dibully habis habisan oleh netizen.

“Baik, lihat saja, orang yang nonton sekarang dan orang yang nonton nanti juga pun, saya datangi.”

Anak itu meng-upload video bunuh dirinya. Tapi malah diejek, “Tidak berani Khan?” Desak hatersnya. Dan anak itu benar benar bunuh diri .

“Apa lelaki itu benar benar mencabuli wanita itu?” Tanya Jun Hyeok.

“Saya juga tidak tahu, tempat itu diluar area CCTV, mungkin hater yang membuatnya.”

***

Jeong Mi kegudang (rumah tua) dan marah marah. Ia membawa pisau.

Sae Hee yang mengawasi dari CCTV Teddy bear segera pergi ke rumah gadis yang bunuh diri itu.

***

Jun Hyeok ikut nonton video seram.

***

Sae masuk kerumah tua dengan ketakutan.

Ada banyak boneka teluh, juga boneka Teddy bear.

Jeong Mi mencari cari boneka teluh yang divideo. Mungkin dengan membakarnya ia bisa selamat.

Mereka menemukan ruangan lokasi bunuh diri.

Diruangan itu banyak foto foto keluarga, terlihat sangat bahagia dan harmonis.

Jeong Mi akhirnya menemukan boneka teluh itu, ia membakarnya.

Jeong Mi menangis, “ini semua gara gara saya.”

“Sepertinya, ia hanya ingin memberitahu orang orang bahwa papanya bukan orang sejahat itu.” Kata Sae Hee.

Merekapun pulang kerumah .

***

Sae Hee mendapat SMS,

“Dari siapa?” Tanya Jun Hyeok

“Teman Jeong Mi, ia sangat perhatian dan akan kesini sekarang.”

Sae Hee memeluk Jun Hyeok.

“Maaf, ini semua karena saya.” Kata Jun Hyeok.

SMS masuk lagi,

“Kakak mencoba nonton video ya? Saya sedang kesana.” Isi pesan itu.

“Ternyata itu bukan teman Jeong Mi.”

Ada video gadis yang menatapnya tajam lalu menggorok lehernya sendiri.

“Aaaa…” Jeong Mi berteriak.

“Kakak , dia datang mau bunuh kita.” Jeong Mi ketakutan.

Dari CCTV terlihat sesosok sedang memasuki rumah mereka

“Kita harus keluar dari sini.” Jun Hyeok mengajak mereka semua pergi.

Jeong Mi ketakutan dan berteriak histeris.

Pintu kamar terkunci.

“Jeong Mi, kamu sudah nonton sampai habis Khan? Coba ingat!”

“Aku tidak tahu… Aku tidak tahu…”

“Coba pikir, apa ada kesamaan antara orang orang mati?”

“Oh ya ada, kalau lihat cam diri bisa mati. Orang yang mati itu semua nonton sendiri waktu dia mati.”

“Mungkin karena itu dia mencari kita lagi. Tunggu disini, aku tau caranya ” kata Jun Hyeok.

“Memang mau apa?”

“Kalau matiin lampu, monitor itu semua mati, saat itu kita bisa keluar dari sini.”

“Kalau kamu mati bagaimana? Kamu tidak nonton video itu Khan?”

“Tidak, saya sudah nonton.”

“Jun Hyeok…”

***

Jun Hyeok menuju ruang bawah tanah. Tv yang rusak tiba tiba menyala, Jun Hyeok bisa melihat videonya sendiri.

Perutnya sobek seperti boneka teluh. matanya kecongkel, tapi ia tetap berusaha ke panel listrik

“Sae Hee kabur…!!!” Lampu mati.

Sae Hee dan Jeong Mi berusaha lari dari rumah, tapi Jeong Mi terperangkap, ia melihat videonya sendiri.

Jeong Mi mati tergantung.

Sae Hee jatuh dari atap gedung. Tapi ia jadi gila karena kamera terus mengintainya.

***

End