Karena kejadian ditaman, Qi Shen marah. Peng Peng dihukum dengan tidak memberinya daging sebagai makanannya tapi hanya sayur sayuran saja.
Peng Peng kesal, ia mogok makan.
***
Peng Peng kelaparan dikamarnya.
Ia ingin humberger dan bebek Peking panggang.
Yang Yan tiba tiba muncul.
“Kamu sebenarnya siapa? Kenapa mencelakai ku!” Kata Peng Peng kesal.
“Saya adalah Yang Yan, putra jendral besar Yang Yu.” Yang Yan memperkenalkan diri.
Lalu Yang Yan memberikan daging bebek pada Peng Peng, Peng Peng memakannya dengan rakus.
Yang Yan heran, “sudah berapa tahun dia tidak makan daging?”😂
“Dari mana kamu masuk?”
“Ini adalah kungfu khusus milikku.” Kata Yang Yan sambil mempraktikkan jurusnya, tapi kepleset! 😅.
Yang Yan sengaja datang karena ia tahu Peng Peng sedang dalam kesulitan. (Kesulitan karena tidak makan daging🙄)
Dan dia ingin mengenal Peng Peng lebih dekat, karena Jiu Wang sangat menyukai Peng Peng. Ia jadi penasaran.
“Kau memang seperti Dewi yang turun dari langit.” Kata Yang Yan memuji.
“Liu Li…!!! Ambil kue guihua!!!”
Liu Li datang membawa kue guihua.
“Bukankah kamu suka makan ini, makanlah!” Kata Peng Peng pada Yang Yan.
Yang yang belum sempat mengunyah, sudah disuapi lagi. Yang Yan dicekoki terus menerus… Sampai Yang Yan keselek.
Yang Yan minta ampun karena meninggalkan Peng Peng ditaman.
***
Yang Yan menemui Jiu Wang, ia teler karena kue guihua.
“Kakak, saya suka sikap selir pangeran ini. Sangat bersemangat!” Kata Yang Yan.
Yang Yan sakit perut, Prreett!!!
“Aduh!”
Yang Yan buru buru ke toilet.
“Sudah keluar, kena tanganku!!”
(Hueks..!!! Jorok!🤮)
Jiu Wang muntah😂.
***

Peng Peng mengajak Liu Li berdansa.
Kasim melaporkan kalau selir sedang berdansa pada Qi Shen.
Qi Shen datang juga untuk menyaksikan. Ia terpana.
***
Qi Shen menemui Peng Peng. Ia mau mengajak Peng Peng mudik ke rumah Keluarga Zhang.
“Bolehkah aku tidak pulang?”
“Kenapa?”
“Aku sekarang adalah orang keluarga Qi.” Peng Peng beralasan.
“Apa kamu takut akan sesuatu?”
“Tidak.” Kata Peng Peng berbohong.
Qi Shen memberinya sebuah buku keluarga Zhang.
Karena ia tidak bisa tulisan kuno, ia tidak mengerti cara bacanya.
Ada gambar seorang wanita.
“Apa kau tau siapa itu?” Tanya Qi Shen.
Peng Peng mengamati, ia tidak tahu.
“Itu adalah ibumu! Fan shi.”
Peng Peng pura pura sakit kepala. Qi Shen menghela nafas, ia tahu Peng Peng cuma akting.
“Jangan pura pura lagi! Kamu punya waktu 3 hari. Kamu harus berikan alasan yang tepat!” Kata Qi Shen galak.
***
Peng Peng stress harus buat alasan apa.
Apa ia beralasan kalau dia adalah Dewi yang turun ke bumi? Atau,
ia beralasan kalau dia adalah siluman kelinci?
Kalau ceritanya tidak masuk akal, Peng Peng takut dipenggal.😰
***
Peng Peng datang menemui Qi Shen dengan membawa durian.
“Salam, aku sengaja mengimpor durian dari malaysia. Durian adalah raja buah, cocok untuk posisimu! Walau aramonya bau, tapi rasanya sangat lezat.”
Qi Shen menutup hidungnya. (Bau durian Khan mirip bau kaki😂).
“Tidak perlu bertele tele, katakan apa yang mau kamu katakan!”
“Pada tahun 2015 setelah Masehi, ada seseorang bernama Zhang Peng. Ia menghadiri pesta Hongpa. Diacara ini, ada seorang gadis jatuh ke kolam, menurutmu dia harus menolong atau tidak?” Peng Peng berusaha menjelaskan.
“Harusnya menolong.”
“Tepat! Dia terjun untuk menolong, setelah itu apa yang terjadi? Apa pangeran bisa menebaknya?”
“Wanita yang diselamatkan akan menganggap orang ini pahlawan dan memberi hadiah besar.”
“Tidak, pria ini ditendang sampai pingsan! Ketika bangun, ia sudah disini namanya menjadi Zhang Peng Peng.”
“Kamu mengarang untuk membuatku senang?”
“Saya bersumpah atas nama Mao Zedong, kalau yang saya katakan ini benar!”
“Yang aku mau tanyakan, apa kau menyindirku karena aku tidak menolongmu dikolam Taiyechi?”
“Aku tidak ada maksud itu, hubunganmu dengan Jiang shi, aku tidak peduli. Kamu Khan pangeran, jadi ditakdirkan untuk punya banyak istri.”
“Jangan berlebihan!”😅
“Pangeran, apa penjelasan ku ini membuatmu puas?”
“Akan aku pikirkan.”
Peng Peng pamitan pergi, ternyata ada Jiang shi dibalik ruangan. Jiang shi mencoba menghasut pangeran.
“Sepertinya kakak kerasukan, carilah orang pintar, siapa tau ia bisa sembuh.”
Qi Shen memang melihat bahwa Peng Peng sangat berubah setelah tenggelam diair. Jadi ia sedikit percaya pada apa yang dikatakan Peng Peng.
***
Peng Peng merasa lega ia bisa selamat. Peng Peng merasa Qi Shen adalah orang kejam yang dengan mudah memenggal kepala orang
***
Liu Li memberikan gaun yang cantik pada Peng Peng, lalu Liu Li mengajak Peng Peng ketaman.
Peng Peng ke ge-er an lagi, dipikir mau diajak kencan.
“Nyonya tunggulah sebentar, orangnya mau datang.” Kata Liu Li lalu meninggalkan Peng Peng sendiri.
Qi Shen datang, ia terpana melihat penampilan Peng Peng.
“Kenapa kamu kemari?” Tanya Peng Peng galak.
“Kenapa kamu berpakaian seperti ini?”
“Aku khan tidak tau kamu akan kemari!”
“Aku mau datang sendiri untuk menemuimu.”
Peng Peng kesal, “Dayang kecil ini mencelakai ku lagi!” Katanya dalam hati.
Qi Shen mendekati Peng Peng, “Kamu sudah tidak sabar lagi?” (Qi Shen pikir, Peng Peng kebelet uhuk uhuk😪)
“Aku ingin kamu tahu, saya terhadapmu tidak berselera!!” Kata Peng Peng ketus.
“Tidak masuk akal!” Qi Shen curi curi pandang lagi, “cepat ganti pakaiannya!!”
Peng Peng langsung ganti baju.
***
Qi Shen memberikan buku keluarga Zhang.
Ada gambar seorang memakai baju zirah. Lalu ada gambar seorang wanita.
“Aku tidak kenal mereka, mereka juga tidak mengenaliku.”
“Keluarga mu adalah keluarga terpelajar.”
“Maaf, tapi aku sungguh sungguh tidak ingat.”
Qi Shen tanya, “apa kau masih ingat siapa wanita ini?”
“Ibu ini, terlihat sudah menopause. Dari yang kulihat, dia sudah paruh baya, tapi masih oke!”
“Kamu bicara sembarangan! Dia adalah ibumu, Fanshi! Aku sudah kasih tau kemarin!” Qi Shen kesal.
“Sorry, i’m so sorry..”
Qi Shen kembali menunjukkan gambar seorang lelaki.
“Kau ingat siapa ini?”
“Dia ayah!” Peng Peng asal menebak.
“Ini kakak iparmu!”
“Kakak ipar? Tapi dia sudah bapak tua.”
“Bapak tua? Kau bicara sembarangan lagi!” Kata Qi Shen tambah kesal. 😂
***
Bersambung episode 5








