Sinopsis Body 19 part 2

Cung melihat berita kematian di universitas Na Ta La di TV. Ia kesana dan menyamar jadi dokter.

Polisi tidak ada yang mencurigainya.

Ia melihat kondisi korban yang mengerikan

Cung pergi kekuil, ia sedih. Kakak nya mencoba menghiburnya.

***

Dr. Yusa mendatangi kamar mayat dan ditemui asisten dr. Siu Si.

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” Tanya dr.Yusa

“Aku bisa bilang apa? Ini masalah rumah sakit, aku tidak mau ikut campur.”

“Apa dia sangat baik pada dr.Siu Si?”

“Dr.Siu Si merasa bersalah. Aku hanya tahu itu. Ia mencoba menjaga jarak dengannya. Setiap dia telepon, aku berusaha mencegahnya.”

“Masih ada orang lain yang tahu tentang itu?”

“Tidak. Hanya kau. Jangan bilang aku memberitahumu ini.”

***

Chung mendatangi asisten dokter.

“Dokter, kau kenal wanita bernama Nala?”

“Mengapa kau menanyakan itu dariku?”

“Jika kau tau tentang Nala, jangan beritahu siapapun, kalau tidak, kau akan jadi korban berikutnya. Seperti karyawan itu.”

***

Dr. Nala pulang. Dr, siu Si menemani anaknya belajar.

“Kau baik baik saja?” Tanya dr. Siu Si.

“Aku tahu tentang pasangan selingkuhanmu. Aku tahu itu sudah berakhir. Kenapa kau menipuku?”

Dr. Siu Si memeluk istrinya.

“Itu sudah berakhir.”

***

Cung sakit kepala, ketika akan makan, disendoknya ada orok bayi. Dia berhalusinasi.

“Aku takut sekali, tolong jangan ganggu aku.” Cung memohon.

TV tiba tiba menyala, ia melihat asisten dokter mati di bunuh monster. (Adegannya mengerikan😱)

Cung mencari cari kakaknya, tapi tidak menemukan nya. Ada kucing lewat, ia mengikuti nya. Kucing masuk dalam ruangan dibelakang lemari.

Ia melihat seorang wanita sedang dimutilasi.

Yang memutilasi adalah dirinya sendiri. Dia gemetar.

Ia mendengar suara suara, yang akan membunuhnya.

Diruangan itu ia menemukan sebuah cincin.

Ia juga menemukan ditempat pembakaran, ada foto setengah terbakar, foto dr.Siu Si dengan seorang wanita, Nala.

Cung kini tau apa yang terjadi. Ia pergi mencari dokter Yusa.

***

Dr.Yusa mendapat telepon dari polisi. Asisten dokter tewas mengenaskan.

“Mungkin kau bisa membantu kami.” Kata polisi sambil menyerahkan kartu nama.

“Kau tau, kartu ini diberikan pada siapa?”

Itu adalah kartu nama yang diberikan asisten dokter itu pada Chung!

Dr. Yusa menangis

***

Dr. Yusa bertanya alamat Chung pada resepsionis. Ia datang kerumah Cung.

Ia menemukan foto setengah terbakar milik dr.Siu Si dan Nala.

Ia tiba tiba mendapatkan telepon.

“Halo.”

“Aku Cung, ingat? Kau dirumah?

“Aku dikidepan rumahmu! Cepat pulang. Ada hal penting ingin memberitahumu.”

“Jangan masuk rumahku! Aku segera pulang! Jika kau masuk, aku akan lapor polisi!” Ancam dr.Yusa.

Cung masuk rumah dr. Yusa. Ia mencari cari sesuatu.

Pembantu dan Mei, anak dokter Yusa, sembunyi di lemari.

Dr.Yusa datang dengan panik.

“Dr.Yusa, aku Cung, kau ingat?”

“Dimana Mei?”

“Mohon dengarkan aku! Ada hal penting aku mau beritahu. Kau harus tahu yang sebenarnya,”

“Suamimu membunuh seorang wanita bernama Nala, sebab dia ingin memeras suamimu. Bukan hanya itu, suamimu juga membunuh asisten dokter dan karyawan itu. Dia membunuh semua orang yang tahu dia berselingkuh. Sekarang suamimu menculik kakakku. Cepat katakan dimana suamimu!”

“Diam! Aku tidak bisa mengobatimu lagi! Aku ingin kau tahu, kakakmu sudah tewas!”

“Bagaimana kau tahu?”

“Kau membunuhnya! Kau membunuh mereka!”

“Tidak mungkin, aku tidak melakukannya. Itu suamimu!”

“Kau bukan Cung! Mayat Cung ada diruang no 19.”

Cung sakit kepala, ia melihat dr.Yusa seperti monster yang mau menyakiti nya. Ia menusuk dr.Yusa.

Aaaa…!!!! Mei melihat kejadian itu.

***

Cung mendatangi ruang mayat, ia mencari mayat Cung Re Si yang sebenarnya.

Itu benar benar mayat Cung. Ia tersadar, ia bukan Cung tapi Dr.Siu Si!

***

Cung Re Si adalah adik dr.Nala satu satunya!.

***

Dr.Siu Si berselingkuh dengan Dr.Nala.

Perselingkuhan itu diketahui Cung, adik dr.Nala.

Cung memerasnya. jadi dr.Siu Si membunuhnya.

Dr.Nala marah, ia mengancam akan memberitahu hubungan mereka pada istrinya, dr.Yusa.

Dr.Siu Si memberi obat pada minuman dr.Nala sehingga tidak sadarkan diri. Ia lalu membawanya kesebuah rumah dan memutilasi nya, menguliti dr.Nala.

Ternyata diperut dr.Nala ada orok bayi. Ia kaget dan merasa sangat bersalah.

Setelah kejadian itu, ia memiliki kepribadian ganda.

Dr.Siu Si menganggap dirinya Cung dan tinggal dirumah tempat ia memutilasi dr.Nala.

***

Polisi menangkap dr.Siu Si.

***

Dr.Nala belum mati, dia bisa diselamatkan

***

Dipengadilan,

Karena dr.Siu Si memang dinyatakan sakit jiwa serius. Ia tidak bisa dihukum sampai ia menerima terapi kejiwaan.

***

Dr. Siu Si dibawa ke mobil pengawalan.

Ia melihat petugasnya berubah jadi monster. Ia berusaha melarikan diri, keluar dari mobil pengawalan.

Truk membawa besi, mengerem mendadak. Besi besinya longsor kebawah dan menusuk dr.Siu Si seperti sate.

Dr. Siu Si mati.

***

End

Sinopsis Body 19 part 1

Seorang pria sedang mendengarkan konser, ia pulang naik taksi.

“95 bath.”

Cung mengeluarkan dompet lalu membayar dan masuk rumah.

Ia menali kresek sampah dan membuangnya diluar, ia melihat ada hantu didalam plastik sampah!

Ia masuk rumah, dan ia melihat kucing hitam yang menyeramkan.

***

“Siu Si, bangun! Kau tidak enak badan?” Tanya istrinya. Yusa

“Aku baik baik saja.”

“Hari ini kau ada kelas?”

“Ya, aku ingin memeriksa PR.”

Istrinya mulai mengeluh karena mereka tidak pernah istirahat.

Istri Siu Si adalah seorang dokter jiwa.

Seorang ibu sedang konsultasi mengenai anak gadisnya yang cenderung ‘psikopat’.

dr. Yusa menyarankan agar membawa gadis kecil itu ke rumah sakit jiwa.

***

Siu Si mencari cari dompet nya,

“Kapan terakhir kau melihat dompet mu?”

Siu Si lupa.

Siu Si adalah dokter ahli bedah senior.

“Bagaimana kabarnya? Bagaimana menyelesaikan masalah itu? Dosen Nala?” Tanya asisten nya.

Siu Si kaget. “Jangan ikut campur.”

***

Cung, seorang siswa usia 19tahun, tinggal bersama kakaknya perempuan. Mereka memiliki hubungan yang akrab,

“Cung apa kau masih waras?”

“Kenapa?”

“Orang normal tidak akan memasukan panci panas kedalam kulkas! Ayo keluarkan!”

“Maaf ”

Cung membantu memasak. Ia mengupas udang, tak sengaja tangannya terkena pisau.

Cung kedokter bedah agar lukanya dijahit.

“Kau memasak sendiri?” Tanya asisten dokter Siu Si.

“Ya, saat itu aku sedang masak.”

“Terus terang, apa yang sedang kau lakukan?” Si dokter bingung.

“Aku tidak pakai obat, kau bisa tes urin, aku bukan pemakai narkoba.”

Jawab Cung lugu.

Si dokter memeriksa matanya. Lalu mengetes daya fokusnya.

“Apa kau punya gejala lain, seperti kurang tidur?”

“Aku hanya terluka, aku tidak merasa ini ada hubungannya.” Cung ngotot.

“Lihat dan katakan ini benar atau tidak.” Si dokter menyodorkan formulir.

“Benar.”

“Hubungi nomor ini, mungkin bisa membantu.”

“Siapa ini?” Tanya Cung

“Dokter psikiater.”

Cung merasa tidak masuk akal, ia pergi dengan kesal.

“Tunggu aku!” Si dokter memberi nya kartu nama.

Ia dipanggil perawat karena ada pasien, jadi tidak sempat mengatakan apa apa.

***

Cung ngobrol dengan kakaknya.

“Ini apa?” Tanya kakak.

“Dokter psikiater, untuk mengobati orang gila!”

“Apa?”

“Aku terluka malah disuruh ke dokter jiwa.”

“Cung, tidurmu nyenyak?”

“Aku, mimpi buruk.”

***

“Cung, rasanya kau harus menjalani pengobatan.” Kata kakak

“Menurut mu aku gila?”

“Aku harap kau bisa jaga dirimu baik baik, jika sesuatu terjadi padamu, aku tak punya keluarga lagi.”

***

Cung bermimpi, seseorang sedang memutilasi perempuan. Ia juga melihat hal hal aneh, seperti bayi merangkak. Dan hantu yang mencekiknya. Ia balas mencekik si hantu, ternyata itu adalah kakaknya.

“Kau kerasukan?” Kata kakaknya marah.

“Maaf, aku tidak tahu.”

“Besok pergilah kedokter! Kalau tidak aku akan mati!” Desak kakak.

***

Cung menelepon dr.Yusa.

***

Dr. Yusa menanyakan ada hubungan apa, Siu Si dengan Cung Re Si, pada seseorang via telepon.

Cung datang lalu memberi salam.

Dr. Yusa memandangnya aneh. (Setelah melihat keseluruhan film, saya jadi mengerti arti pandangan dr.Yusa ini🤔)

“Cung Re Si, ada yang bisa kubantu?”

“Akhir akhir ini aku mimpi buruk.”

“Mimpi apa?”

“Aku mimpi suatu kasus pembunuhan. Aku tidak jelas siapa membunuh siapa. Aku selalu mimpi kasus pembunuhan yang sama. Tapi aku tahu, korban adalah wanita. Tubuhnya dipotong potong. Rasanya sangat nyata.”

dr. Yusa kaget. Tapi ia mencoba mengendalikan dirinya. Ia memegang tangan Cung.

“Kamu pikir aku gila?”

Lalu dr.Yusa mengeluarkan beberapa kartu.

“Bagaimana perasaanmu saat panik?”

“Otakku merasa kosong. Aku mimpi jalan. Didalam mimpiku, wanita korban itu, ingin aku melakukan sesuatu.”

Dalam mimpi:

Seorang wanita mengancam seorang pria, ia akan memperlihatkan foto perselingkuhan mereka pada istri pria itu. Samar samar si wanita bilang, namaku Nala.

Cung terbangun.

“Dia suruh aku mencarinya!” Kata Cung

Cung difoto oleh dr. Yusa.

“Apa itu perlu?,” Cung protes.

“Bagaimana hasilnya?” Tanya Cung lagi.

“Aku harus mempelajari nya dulu.”

Cung berpamitan pergi.

***

Cung mengeluh pada kakaknya, ia merasa ke psikiater itu tidak ada gunanya. Ia tidak diberi obat, atau pengobatan.

***

Dr.Yusa menelepon asisten dr.Siu Si.

“Dia bilang, dia mahasiswa teknik, kuliah disana. Dia bilang itu padamu?” Tanya dr. Yusa cemas.

“Aku tidak melihat data riwayat nya.”

“Dan satu lagi, dia sebut satu nama.”

“Siapa?”

“Nala. Apa kau mengenalnya?”

“Mengapa kau merasa aku mengenalnya?” Kata asisten dr. Siu si pura pura tidak tahu.

“Dia juga sebut sekolahmu, maka kupikir mungkin kau tau sesuatu.” Kata dr. Yusa menyelidik.

“Aku harus pergi, perawat menungguku.”

***

Dr. Yusa membaca email dari universitas Na Ta La.

***

Cung bermimpi: seorang pria pakai kemeja putih, membawa seorang wanita yang sedang pingsan. Ia mau mengintip, tapi ada hantu tanpa kulit memegang tangannya. Ia mencoba melepaskan diri. hantu kembali masuk dalam ruangan. Tapi cincinnya terlepas. Sesaat Cung melihat cincin itu menggelinding

***

Psychiatry dan Neurology.

Dr. Yusa datang menemui asisten dr.Nala

“Kamu asisten dokter Nala, bisa bicara denganmu?”

“Maaf, siapa anda?” Tanya Lin Ke

“Namaku, Yusa.”

Mereka lalu bercakap cakap.

“Ia mengajar jurusan apa? Jangan katakan, para siswa memanggilnya ‘nenek sihir’.”

“Dulu sempat terjadi gempa saat ia mengajar, itu sangat aneh.” Kata Lin Ke lagi.

Flashback:

Dr. Nala sedang membawakan materi dikelas. Seorang siswi asik telepon dan mengganggu kelasnya. Setelah selesai, ada panggilan masuk lagi

Dr. Nala melarangnya mengangkat panggilan itu, tapi si siswi membantahnya.

Dr. Nala marah, “beritahu aku hidupmu yang paling menyedihkan.”

“Kau bilang apa?, Pelajaran ini membosankan”

“Orang tuamu tidak mengajarkan sopan santun?”

“Apa hubungannya dengan orang tuaku?”

Dr. Nala menatapnya lekat lekat. Si siswi seakan terhipnotis, ia mulai mengingat waktu kecil ayahnya suka memukulinya. Si siswi mulai menangis ketakutan.

“Sejak kejadian siswi itu, dr.Nala juga menghilang.”

“Bagaimana dengan data riwayat nya?”

“Karena dia bukan dosen tetap, kami tidak punya riwayat nya.”

“Kau bisa tanya orang yang merekomendasikan nya!”

“Ini agak rumit, yang merekomendasikannya, dr.Siu Si.” Kata Lin Ke

***

Cung merasa posisi lemari sangat aneh, ia mau menggesernya.”

“Cung, ini bukan rumah kita! Nala itu cuma ilusimu!”

“Akan aku buktikan, wanita itu bukan ilusinasiku!”

Chung datang ke ke universitas mencari dr.Nala.

***

Lin ke akan pulang, tapi sesuatu terjadi.ia dibunuh monster dengan kawat duri, Chung ada disana.

Chung terbangun dari mimpi buruknya.

***

Dr. Yusa dan dr. Siu Si berserta anaknya makan bersama.

Dr Yusa tampak uring uringan.

“Hari ini aku dokter jiwa. Aku mencari datanya. Aku bertemu karyawan disitu namanya Lin Ke.”

***

Bersambung part 2

Sinopsis My Ex Haunted

Tiga orang wanita keluar dari bioskop. Mereka membahas film yang mereka tonton.

“Bowie hanya muncul di dua adegan.”

“Geez, gayanya seperti artis terkenal.”

“Di episode 2, aku dengar dia mendapat peran utama.” Kata Cee.

“Bagaimana denganmu, kapan debutmu?”

Tiba tiba mereka melihat kekasih Cee sedang berjalan bersama seorang wanita, saling memeluk menuju bioskop.

Cee menghampiri mereka dan menyiram Aof dengan air. Tapi itu hanya harapan Cee saja, mereka tidak mau terlihat seperti orang gila didepan umum.

***

Aof berusaha membujuk Cee.

“Aku menggunakan Daying hanya untuk uangnya saja. Untuk melunasi hutangku.”

Ternyata Daying mendengarnya, dia ada di depan pintu. Daying menangis diatap lalu terjun kebawah. Ia mati, kepalanya pecah.

***

Aof berusaha menghubungi Cee lagi,

“Maafkan aku Cee.. aku tidak punya siapa siapa sekarang. Daying sudah mati.” Kata Aof memelas.

Karena Cee tidak menjawabnya, ia kesal lalu melempar ponselnya. Ada hantu Daying disana!

***

Cee sedang audisi untuk film horor. Aktingnya sangat bagus. Tapi sesungguhnya ia tidak berakting, Hantu kepala pecah menghantuinya, sampai ketakutan.

Cee berhasil mendapatkan peran itu. Boyd, sang sutradara memperkenalkan Karn. Cowok ganteng dan kaya raya yang tertarik berinvestasi di film mereka.

“Dia punya resort untuk lokasi Shooting.” Kata Boyd memperkenalkan.

“Senang bertemu denganmu.” Sapa Bowie.

Cee juga memperkenalkan diri.

“Senang bertemu dengan kalian berdua.” Kata Karn.

Karn tampak tertarik pada Cee. Cee juga sama.

Bowie juga tertarik pada Karn.

(Cinta segitiga?😓)

***

Aof menelepon Cee, lagi. Bowie tampak tak suka dengan Aof. Baginya, Aof adalah pria berengsek yang memanfaatkan wanita.

Bowie mengangkat telepon Aof dengan marah, “Bisakah kau berhenti mengganggunya?” Lalu langsung ditutup.

“Tak peduli apapun, jangan angkat telepon nya!” Kata Bowie kesal.

***

Cee dan dua temannya pergi ke kuil. Dan berdoa.

Dari ramalan yang disitu, mereka akan mendapat sial, jadi harus banyak beramal.

***

Cee, Bowie dan dua temannya menuju resort Karn untuk shooting.

Sepanjang perjalanan, Cee dihantui Daying

***

Semua menikmati perjalanan, kecuali Cee yang terlihat tertekan. Ia selalu merasa dihantui.

Ketika akan memfoto Cee, Bowie melihat dibelakang Cee ada hantu. Ia pikir, ia salah lihat

***

Disebelah kapal mereka ada tim Sars yang sedang mengevakuasi jasad wanita yang tenggelam,

“Sungguh menakutkan, ayo kita pulang.” Kata Bee

“Sudah sampai sini masa mau pulang?” Kata Bowie.

***

Akhirnya mereka sampai di resort.

Mereka berjalan jalan disekitar resort, ada beberapa pegawai yang sedang menggali lubang. Mereka akan membuat sebuah kuil.

Tidak sengaja mereka menginjak sesajen, “ini pertanda buruk ” kata Ae

***

Cee sekamar dengan Bowie.

Ae sekamar dengan Bee

***

Ae meramal hidup Cee dengan kartu tarot.

“Ada seorang pria akan masuk kedalam kehidupan mu.”

Ia membuka kartu lagi, “Tapi, yang lama masih ada.”

Kartu terakhir dibuka, ternyata gambar malaikat maut.

Ae tidak yakin, ia membuka buku panduan. “Kau akan terlibat dengan kehidupan dan kematian.” Kata Ae

Bowie protes, dulu ia juga diramal sama seperti itu.

Semua mentertawakan hasil ramalan.

Karn datang, menyapa mereka…

Kartu terjatuh, Karn dan Cee mengambilnya bersamaan. (Ada percikan cinta 😍)

“Karn memandangnya tanpa berkedip! Saya bisa memprediksi ini tanpa kartu tarot.” Goda Ae. Bowie kelihatan cemburu.

***

Mereka bertiga main dipantai, kecuali Bowie. Bowie harus standby dilokasi shooting.

Cee kembali dihantui Daying. Hantu Daying ada didalam air, ah.. itu hanya terumbu karang.

***

Karn menemui Cee dipantai,

“Apa kamu senang?” Tanya Karn

“Ya.”

Mereka mengobrol mesra. Tapi ada seseorang yang mengawasi mereka.

***

Cee berganti pakaian, tapi ia merasa diawasi, ia memeriksa sekitar tapi tidak ada siapa siapa.

***

Keesokan harinya, Ae dan Bee memutuskan pergi dari resort. Mereka ketakutan, semalam mereka dihantui.

***

“Setelah shooting, Karn meminta ku untuk tinggal disini beberapa hari lagi, apa kau mau menemaniku?” Tanya Bowie.

“Apa itu ide yang baik? Aku takut akan menjadi beban baginya ” kata Cee.

Karn ada di pondok sebelah memandangi mereka berdua.

(Kayaknya Karn ini playboy deh😎)

***

Di jalan, Ae dan Bee membeli sebuah koran. Mereka membaca berita tentang kematian Daying.

Be menelepon Cee,

“Ada apa Bee?”

“Apa kamu sudah baca berita?”

“Kamu ingat gadis yang kita lihat di bioskop bersama Aof? Dia adalah putri pemilik hotel.”

“Lalu kenapa?”

“Dia mati!”

“Benarkah?”

“Seperti nya dia patah hati dengan kekasih nya. Jadi dia bunuh diri melompat dari atas bangunan.” Kata bee

“Kau harus berhati hati, mati seperti ini akan sangat menghantui” kata Ae merebut ponsel bee.

Van yang mereka kendarai tertabrak truk kontainer.

“Halo?” Sambungan telepon terputus.

***

Karn berakting dengan Cee. Mereka akan shooting lagi dibangkok Minggu depan.

Sutradara sangat senang karena Karn mensubsidi semua anggaran.

Boyd berpamitan karena dia dan seluruh kru akan kembali ke Bangkok.

***

Karn mengobrol dengan Cee dipinggir kolam, Bowie sedang berenang

“Apa benar kalian bersaudara? Kalian tidak mirip?” Kata Karn.

Cee tersenyum, “kami memiliki ayah yang berbeda. Kenapa menanyakan itu?”

“Yang kakak, sangat hot, dan yang adik, cute.”

(Karn suka dua duanya😱)

Melihat kebersamaan Karn dan Cee, Bowie cemburu.

***

Karn tampak selalu mendekati Cee. Cee kelilipan, Karn meniup mata Cee. Lalu mereka…😚😚

***

Bowie kesal pada hubungan Cee dan Karn… ketika Aof menelepon Cee lagi, dia yang mengangkatnya. Ia menyuruh Aof datang ke resort.

***

Cee kembali kekamarnya, ada Aof disana!

Lampu mati

Aof memaksa ingin balikan dengan Cee.

“Jangan berfikir, tidak ada yang tau apa yang terjadi diatap malam itu!” Ancam Aof.

Flashback:

Setelah Cee menampar Aof karena berselingkuh dengan Daying,

“Cee dengarkan aku! Aku kehilangan banyak uang dalam bertaruh sepak bola. Daying bisa menyelesaikannya. Aku hanya menggunakan uangnya…! Percayalah padaku.”

Cee memeluk Aof. Cee tahu ada Daying didepan pintu.

Daying menangis sedih diatap, Cee datang untuk mengejek Daying. Merekapun adu mulut.

Lalu Cee mendorong Daying dari atap. Aof menyaksikan kejadian itu.

***

Terjadilah perkelahian antara Aof dan Cee…

Cee mengambil pisau dan menusuk Aof dileher.

Cee mengambil tempat dupa, lalu dipukulkan ke kepala Aof. Darah muncrat kemana mana.

Bowie datang, ia tersandung mayat Aof. Aaaa…!!!

Ada Cee disitu, bajunya berlumuran darah.

Flashback:

Bowie kecil suka merebut mainan Cee. Cee kesal lalu bonekanya, ia cabik cabik.

Lalu, saat itu, ia melihat Karn sedang mencium Bowie.

Cee mendekati Bowie lalu memukulnya dengan tempat dupa, sampai mati.

***

Cee berusaha mencuci bekas darah. Hatinya gelisah. Ia ketakutan.

Pintu kamar terbuka, Cee melihat hantu Daying.

Ia menusuk hantu itu dengan pisau yang ia pakai menusuk Aof.

Tapi itu bukan hantu Daying, itu Karn. Karn mati.

Ditengah hujan badai, Cee menyeret mayat mayat itu ke lubang yang akan dibuat kuil.

Ternyata Aof masih hidup, tangannya mencengkram kaki Cee. Tangan itu langsung dibacok sampai putus.

Air hujan mulai mengisi lubang.

Ia melihat hantu Daying bangkit, ia kaget dan terpeleset. Ia mencoba keluar dari lubang, tapi sia sia. Aaaaaa….!!!

***

Cee terbangun dari tempat tidurnya, ia seperti mimpi buruk dikejar kejar hantu.

Ia keluar kamar dan melihat banyak polisi berdatangan. Mereka mengeluarkan mayat dari lubang. Salah satu mayat itu adalah mayatnya sendiri! Ia sudah mati.

Saat ia berusaha keluar dari lubang, bangunan kuil menimpanya sampai mati.

Ia menangis, menyesali perbuatannya.

***

Seorang pria mendengar kan siaran berita mengenai kematian artis Ceerin dan Bowie dan dua orang lainnya.

Ia marah lalu menghancurkan Tv.

Ada foto pria itu dan Cee sedang berpelukan.

***

End

Sinopsis Alone

Seorang wanita menjahit baju kembar anaknya. Kembar Siam.

***

Seorang wanita masuk dalam apartemen nya, teman teman mengejutkannya. Merayakan ulang tahunnya.

******* Alone ********

Kue ulang tahun dipotong. Pim melarang suaminya Wee makan kue ulang tahun karena manis, Wee kena diabetes.

Lalu teman Pim mulai meramal kartu:

“Kau harus mulai mengerti orang lain, kau tidak boleh egois,” ia lalu membuka kartu yang lain.

“Barangmu yang hilang, akan kembali lagi. Apakah kau ada kehilangan sesuatu? Barang lama?”

“Tidak”

“Mungkin saja ini bukan barang, seseorang atau semacamnya. Dia akan menagih atau mengembalikannya.”

“Ramalan nya jangan dipercaya, dia dulu meramalku dapat jodoh, nyatanya sampai sekarang aku masih saja melajang.” Kata teman yang lain. Mereka tertawa

***

Pim menyuntikkan insulin keperut Wee.

Mereka mendapat telepon. Dari pihak rumah sakit, ibunya Pim sakit parah. Mereka harus kembali ke Thailand.

***

Pim berkaca, perutnya ada bekas operasi besar. Pim bermimpi buruk mengenai operasinya dulu.

“Aku merasa bersalah pada Ploy.”

“Ini bukan salahmu.” Wee mencoba menghiburnya.

***

Mereka sampai di Thailand lalu menengok ibunya yang dirumah sakit.

“Dia lumpuh dan tidak bisa bicara, begitu banyak pendarahan dikepalanya, sehingga tidak berani operasi sampai kondisinya stabil.’ kata dokter.

***

Pim dan Wee tinggal dirumah Pim yang dulu.

Banyak benda kenangan Pim dimasa kecil bersama kembarannya Ploy. Piano, baju, sepatu, meja rias, kotak musik, album foto mereka.

Masa kecil mereka sangat bahagia walaupun saling menempel. Karena mereka kembar Siam.

Ploy memakai kacamata dan Pim tidak.

Pelayan memberi tahu kalau kamar sudah siap.

Pim mandi, lalu mengambil handuk dalam lemari,

Ketika tertutup, ada gambar dua lingkaran yang saling menempel dicermin karena embun.

Pim langsung menghapus gambar itu dengan takut.

***

Pim tidur disebelah Wee, tapi di sebelahnya lagi ada hantu!. Ia kaget lalu membangunkan Wee. Pim dihantui.

***

Ibu Pim mulai sadar, Pim menemani disamping ranjang rumah sakit. Tapi mata ibunya seakan akan melihat sesuatu dan ketakutan.

***

Pim menanyakan keanehan rumah itu pada pelayan.

“Akhir-akhir ini ibu sering ketakutan, seakan melihat sesuatu atau ada sesuatu yang mengawasinya. Dan dia juga suka bicara sendiri.” Kata Noi.

***

Kata dokter kondisi ibu sudah stabil, besok bisa dioperasi .

Pim membeli minuman dimesin, ia dihantui seakan perutnya berdarah darah. Tapi itu hanya tumpahan air.

***

Pim memberi makan anjingnya, Lucky.

Ketika sedang mencari si Lucky, anjing itu terus menggonggong, Pim mencoba melihat apa yang membuat lucky seperti itu, tapi sesuatu mengagetkannya, ia terjatuh dari tangga.

Pim dibawa kerumah sakit.

Dirumah sakit, Pim kembali dihantui, ia memecahkan cermin dengan marah.

“Pim kenapa kau melukai diri sendiri? Kau ada masalah?” Tanya Wee

“Aku melihat Ploy, dia datang untuk membalas dendam.”

“Itu hanya pikiranmu, Ploy sudah tiada.”

Wee menyarankan Pim ke psikiater.

“Aku tidak gila!”

***

Si psikiater datang kerumah, Pim kesal, dia naik mobil dan tidak berhati hati sehingga Lucky tertabrak.

Pim sedih, tapi akhirnya ia mau diperiksa psikiater.

“Dibutuhkan seseorang untuk membimbingmu, untuk membedakan kenyataan dengan khayalan.” Bujuk si psikiater.

Pim lalu menceritakan kisahnya,

Ia memiliki saudara kembar Siam, menempel di perut. Mereka sangat dekat, jika Ploy sakit dan tidak mau minum obat, maka Pim rela yang meminum nya. Jika ada yang mengejek mereka, maka Ploy yang membela mereka.

“Lalu kenapa kau mengingkarinya?”

Pim menangis, “Aku ingin sendiri. Dan aku tidak pernah mengingkarinya.”

***

Si psikiater mengatakan pada Wee bahwa Pim hanya stress, sebaiknya mereka kembali ke korea. Jika tidak memungkinkan, mereka juga bisa mengajak ibu Pim ke Korea.

***

Pim memandangi laut, tiba tiba ia dihantui lagi, ada dua pasang tapak kaki disepanjang pantai.

Ia hanya mimpi buruk.

Sejak disitu, Pim selalu merasa dihantui.

***

Wee pulang kerumah, ia melihat Pim sedang dipeluk Ploy. Tapi itu hanya bayangannya.

***

Wee mencemaskan Pim, jadi ia berencana akan membawa ibu Pim ke Korea, jika kondisi ibu sudah stabil.

Flashback:

Wee memakai kursi roda. Dirumah sakit. Ia terpesona oleh Pim, tapi ketika ia melihat Ploy, ia tampak kecewa.

Pim sangat baik dan perhatian, Wee selalu mengawasinya. Ia melukis Pim dan Ploy. suatu ketika, gambarnya terkena angin, terbang ke bawah kaki Pim. Pim dengan tersenyum ia mengembalikannya.

***

Ibu Pim sadar, ia mencoba mengatakan sesuatu pada Wee.

***

Pim sendirian dirumah, tapi ia merasa seakan ada orang lain ditempat itu, ketika ia membuka kamar, ada kacamata. Kacamata yang biasa dipakai Ploy, ia ketakutan lalu memasukkannya kedalam laci lalu ia minum obat.

***

Pim mandi, ia dihantui lagi, seakan ingin menenggelamkannya.

***

Pim kembali menemui Psikolog, psikolog menyuruhnya melihat cermin, gambaran dia sesungguhnya.

Flashback:

Wee melukis Pim dan Ploy, tapi dalam hatinya, ia ingin Pim seorang, bukan Ploy.

Wee memberikan bunga pada Pim, tapi saat malam hari Ploy membuangnya, Ploy iri.

Wee sangat perhatian pada Pim dan memberikan kalung, Ploy melotot.

Saat Wee keluar dari rumah sakit, Wee ingin melihat Pim, Pim juga begitu.

Tapi Ploy tidak mau beranjak dari kamar rumah sakit. Bahkan Pim menangis , memohon agar bisa melihat Wee. tapi Ploy tetap tidak bergeming.

Wee menitipkan gambar untuk Pim sebelum pergi.

***

Pim mengunjungi makam Ploy, ia merasa bersalah.

***

Pim membeli anjing yang mirip Lucky. Ia memperlakukan anjing baru seperti Lucky.

Tapi Wee tidak bisa menyayangi anjing baru seperti ia menyayangi Lucky.

Pim kesal, lalu membunuh anjing itu

***

Flashback:

Wee melukis Pim seorang diri tanpa Ploy. Ploy merasa cemburu, ia menyobek lukisan itu. Sejak itu hubungan dua bersaudara itu tidak akur. Bahkan Ploy rela minum obat tidur segenggam, Ploy ingin mati.

Ibu yang sedih melihat kondisi anaknya, memutuskan untuk memisahkan mereka dengan operasi.

***

Kondisi mental Pim semakin parah. Ia membakar semua foto masa kecilnya, merusak meja riasnya. Ia frustrasi dan ketakutan. Ia akhirnya pingsan terkena pecahan genteng rumah kaca.

***

Pim dibawa kerumah sakit.

***

Wee menemui ibu Pim diruangannya, ibu Pim menarik kerah bajunya, membisikkan sesuatu.

Wee langsung menuju ke pemakaman.

Dibatu nisan, yang tertulis adalah nama Pim. Jadi selama ini yang tinggal bersamanya adalah Ploy.

(Selanjutnya saya akan menyebut Pim sebagai Ploy sesuai identitas sebenarnya)

***

Wee menemui Ploy untuk mengklarifikasi. Ploy menangis, karena ibunya sudah tiada. Padahal itu cuma pura pura.

Flashback:

Ploy mencabut selang oksigen ibunya. Ibunya mati kehabisan oksigen.

***

Wee mendesak Ploy menceritakan yang sebenarnya.

Flashback:

Pim menangis, ia ingin operasi pemisahan dengan Ploy, Ploy menolak. Mereka adu mulut, Ploy mencekik Pim sampai mati.

Ibu menyaksikan itu, agar dua duanya tidak mati, mereka harus segera dioperasi. Sejak saat itu, ibu tidak pernah memaafkan Ploy. Ploy berpura pura jadi Pim, Memakai kalung pemberian Wee untuk Pim.

***

Wee marah pada Ploy, ia menarik kalung Pim.

Ketika akan pergi, Ploy memukul Wee dari belakang.

(Ploy serem, lebih serem dari hantunya😰)

Wee terikat, Ploy datang membawa peralatan insulin. Lalu menyuntik Wee Dangan kasar.

“Kenapa tidak bisa mencintaiku? Padahal aku memiliki wajah yang sama dengannya!”

***

Noi, si pelayan datang disaat yang tidak tepat.

Apa yang terjadi pada Noi?😰 Noi mati dibunuh Ploy.

***

Wei berhasil melepaskan diri. Ploy mencarinya, mereka terlibat perkelahian. Rumah terbakar. Wee membanting lemari pada ploy dan berhasil keluar dari rumah itu.

Tapi Ploy, terjebak dalam lemari.

Pim ada disana, didalam lemari, menemaninya. Sesuai janji mereka, bahwa mereka tak akan terpisah. Aaaaaaa…!!!!

Api menghanguskan rumah itu.

***

Wee menaruh kalung dibatu nisan Pim.

***

End

Sinopsis The Cat part 2

So Young membawa si nenek ke kantor polisi. Rupanya si nenek sering tersesat karena sudah pikun.

Seorang pria datang,

“Nenek, putra mu disini.” Kata salah satu polisi.

“Ayo pergi! Ini sangat memalukan.” Kata si pria. Si nenek tidak bergeming.

So Young pergi, diikuti oleh Jun Sook. Jun Sook minta maaf karena kasar sebelumnya. Ia lalu mengantar So Young pulang.

“Aku membuang kucingnya.”

“Maaf karena aku sudah merepotkan.”

“Bukan begitu, ada sesuatu yang janggal pada kucing itu. Bisakah manusia mati karena kucing?”

“Apa?” Jun Sook tidak mengerti.

“Bo Hee dan wanita itu keduanya mati setelah mengadopsi kucing. Apakah itu kebetulan?”

“Jadi menurut mu itu karena kucing?”

***

Jun Sook kembali melihat video CCTV kematian si wanita pemilik kucing.

Jun Sook menelepon temannya,

“Apa kau tau dimana kucing yang Bo Hee adopsi?”

“Kudengar, penampungan binatang mengambil nya lagi.”

“Bisa minta nomor telepon nya?”

***

Pak Lee, akan menyuntik mati Dimwit. Jun Sook menelepon nya agar suntuk matinya ditunda dulu, tapi tidak ia hiraukan.

Ia tetap menyuntik mati Dimwit.

Dimwit difoto lalu dimasukkan ke alat kremasi, tapi pintu alat itu terbuka, padahal dia sudah menutupnya.

Ia tutup lagi, dan terbuka lagi. Tiba tiba tangan anak kecil keluar dari alat kremasi, menariknya masuk. Pintu tertutup, tuas turun sendiri. Api menyala. Aaaaaa!!!

***

So Young menggambar anak kecil potongan Bob dikertas. Bel berbunyi.

Ia melihat dari lubang intip, hantu kecil itu diluar!

Jun Sook menelepon So Young, mengajaknya ketempat penampungan hewan.

***

Dijalan So Young kembali menceritakan hal hal aneh yang dialaminya, termasuk hantu gadis potongan Bob.

***

So Young dan Jun Sook bertemu petugas dipenampungan binatang.

“Dia tidak menjawab teleponnya. Mungkin ia dijalan.”

“Katanya, dia akan menidurkan hewan. Dimana dia akan melakukan nya?” Tanya Jun Sook.

“Disana, dibelakang!”

Lalu Jun Sook dan So Young pergi ketempat itu, mereka melihat foto foto kucing yang disuntik mati.

“Ini kucing Bo Hee.” Kata So Young mengambil salah satu foto.

Mereka melihat ditempat kremasi. Ada mayat pak Lee hangus terbakar didalamnya.

***

“Mereka, kucing yang sehat saat dibawa kesini, ah, kucing yang disuntik kemarin malam, disita pada tanggal 9 Oktober ditaman Sang Soo.” Kata si petugas.

So Young melihat catatan Silky, ternyata Silky dan Dimwit itu ditemukan ditempat yang sama.

“8 ekor kucing dibawa dari sana.” Kata si petugas.

“Apakah semua normal?”

“Karena komplen dari para penduduk, kita membawanya dalam satu kelompok dalam waktu yang sama.”

“Lalu, bisakah kita mencari tahu, siapa yang mengirim komplenannya?”

“Sebetulnya pak Lee juga ingin tahu hal itu… Aku dengar penyelamat binatang terkait dengan kucing kucing itu.”

Jun Sook dan So Young saling berpandangan.

***

“Orang orang yang mati, memiliki kesamaan. Mereka mati ditempat yang terkunci. Apakah kau tau Claustrophobia?”

Tanya So Young.

“Bahkan jika tak sepenuhnya terkunci, tak bisa bernafas, ketakutan dan gelisah. Kau bahkan tak bisa masuk lift, karena kau berfikir bahwa kau akan mati.” So Young menceritakan tentang dirinya pada Jun Sook.

Jun Sook ditelepon atasannya, ia harus segera kembali, jadi tidak bisa mengantar So Young.

***

So Young mendatangi seorang penyelamat hewan yang meliput berita tentang kucing kucing saat itu.

Si penyelamat hewan memperlihatkan video liputannya.

“Penduduk komplen, nilai rumah mereka akan jatuh karena kucing kucing itu. Maka tim pemeliharaan gedung menutup semua lubang tempat kucing kucing itu bersarang. Ada beberapa yang hidup, tapi semuanya yang digedung mati.

So Young melihat mainan pancing kupu kupu milik hantu cilik itu divideo.

Bos So Young meneleponnya, karena so Young belum juga datang ke petshop.

***

Silky masuk ke petshop, si bos marah marah lalu mengurung Silky dalam box lalu ditaruh dalam gudang, karena si kucing terus rewel, kucing itu dipukul dan ditendang. Hantu gadis kecil muncul, duduk dipundaknya dan mencakarnya sampai mati. Aaaaaaa..!

***

So Young datang ke petshop, ia membuka gudang, tapi terkunci. Ia mencoba membuka dengan kunci, tapi tetap tidak bisa.

Jun Sook menelepon nya.

“Dimana kau?”

“Ditoko ”

“Apa yang dikatakan penyelamat hewan?”

“Mereka menemukan kucing kucingnya diapartemen Dong Ha.”

“Apartemen Dong Ha?”

“Ya, diruang uap Gedung 504. Lusinan kucing ditemukan mati.”

So Young melihat darah keluar dari gudang.

Ia membuka gudang, bosnya sudah mati dengan wajah mengenaskan.

Aaaa!!! So Young shock.

Teriakan So Young didengar oleh Jun Sook, Jun Sook langsung menuju ke petshop.

So Young duduk diluar dengan menggigil ketakutan.

“Apa yang terjadi, So Young ssi?” Tanya Jun Sook. Ia lalu mengecek kedalam petshop. Bos So Young sudah tewas.

“Selanjutnya, pasti aku. Aku… Aku jatuh cinta padamu, sejak awal bertemu denganmu. Jika tidak sekarang, aku takkan punya kesempatan untuk memberitahumu. Aku akan pergi ke ruang uap itu.”

***

Jun Sook dan polisi lainnya mengurusi TKP.

***

So Young berjalan menuju gedung 504. Seorang nenek pikun mengejutkan nya.

“Nenek? Kau tinggal disini? Dimana sepatu mu? Ini dingin.” Tanya So Young perhatian.

“Kamu melihat Hee Jin?”

“Siapa Hee Jin?”

“Cucuku yang paling cantik.”

Jun Sook telepon, ia akan ketempat So Young.

“Ah, Jun Sook ssi, kau ingat nenek pikun dulu? Ia tersesat lagi, bisa kau cari dimana dia tinggal?”

Tapi Jun Sook sedang sibuk. Ia akan menghubungi jika sudah mengetahuinya.

***

Jun Sook menanyakan alamat nenek pikun kepada temannya.

“Apa kau tau alamat nenek pikun yang dulu kesini?”

“Seharusnya disekitar sini. Dia pernah melaporkan cucunya yang hilang. Sekitar September.”

“Apa dia menemukan nya?”

“Anaknya datang keesokan harinya, dia membatalkan laporan dan bilang mereka telah menemukannya. Ah ini dia alamatnya, apartemen Dong Ha, gedung 504. No 401.”

Ternyata foto Hee jin ada dilaporan. Memakai potongan Bob.

***

So Young mengantar nenek kerumah.

“Tolong temukan Hee Jin.”

“Dimana dia?”

“Tidur dikamar nya, dia harus makan.”

So Young berjalan menuju kamarnya,

Jun Sook menelepon,

“So Young ssi, kau bilang melihat gadis potongan rambut bob, Khan?”

“Ya.”

“Aku akan mengirim fotonya, lihat apakah itu dia.”

Jun Sook mengirim foto, dan ternyata benar. Itu anak gadis yang dilihat So Young.

Dan dikamar, ada foto gadis itu. Hantu itu Hee jin!!!

“Nenek, dimana Hee Jin?” Tanya So Young mendesak.

Nenek lalu melilitkan syal kuning pada So Young. Ia mengira So Young adalah cucunya.

Anak nenek, si pria galak itu datang. Ia mengusir So Young dengan kasar.

Setelah So Young keluar, ia juga memukuli ibunya, So Young mengintip sedih dari jendela.

Si pria tahu so Young mengintip, ia lalu mengejarnya. so Young kabur.

Tiba tiba banyak kucing datang menyerang pria itu. Aaaaaa….!!!!!

(Sukurin 😤)

***

So Young berjalan menuju ruang uap. Banyak kucing datang ingin menyerangnya. Ia dikepung.

Silky ada diatas tangki. Ia juga naik keatas tangki untuk menyelamatkan diri.

Seekor kucing mengagetkannya, ia jatuh kedalam tangki.

Ia menyalakan lampu senter di hp, hantu kecil itu ada disitu. Ada tas anak anak juga.

Hantu kecil merangkak mendekati nya, tapi bukan untuk menyerangnya. Tapi memegang syal nenek.

“Nenek,..” hantu kecil menangis.

Flashback:

Hee Jin bermain main dengan kucing kucing itu menggunakan pancingan kupu kupu.

Gedung itu banyak sekali kucing liar.

Seseorang datang, Hee jin bersembunyi. Ia menguping pembicaraan mereka.

“Kucing kucing ini bertambah banyak dari sebelumnya, bunuh mereka semua jika memang harus!” Kata si pemilik gedung

Hee jin membawa kucing kucing kecil ke dalam tangki, agar mereka tidak dibunuh. Tapi saat akan naik, Hee Jin terpeleset. Ia tak sadarkan diri .

Para tim maintenance menutup tempat itu disetiap lubang sehingga tidak ada udara. Hee jin terjebak dalam gedung dan mati lemas.

***

So Young menangis memeluk jasad Hee Jin. Ia menaruh syal nenek si jasadnya.

“Tak apa apa Hee jin, Jagan takut, aku akan mengeluarkanmu.” Kata So Young menangis.

Jun Sook menemukan So Young yang memeluk jasad Hee jin sambil menagis.

***

So Young menjenguk ayahnya dirumah sakit. Ia sudah bisa naik Lift.

***

So Young naik ke mobil, Jun Sook sudah menunggunya.

“Aku naik lift. Tidak terlalu buruk.” Kata So Young senang.

Ketika mereka akan pergi, mereka mendengar meongan kucing.

So Young turun, dan mengambil anak kucing dibawah mobil.

“Kau disana karena kau kedinginan? Kemarilah manis.”

Meong!!!!

***

End

Sinopsis The Cat part1

Disebuah petshop,

So Young sedang memandikan seekor kucing putih dengan kasih sayang, lalu memberi nya pita agar terlihat cantik.

****** The Cat ******

Si wanita, pemilik kucing datang mengambil kucing nya. Ia tampak tidak puas, karena si kucing ‘kurang Stylish’.

Ketika si pemilik akan naik mobilnya, So Young melihat ada seorang anak kecil potongan rambut Bob, sedang membelai kucingnya. Mobil lewat, anak itu menghilang.

Si pemilik kucing naik lift. Dia memencet tombol ke lantai 11. Lalu pintu lift terbuka, seakan ada yang masuk tapi tidak ada siapa siapa.

Si kucing mulai gelisah. Pintu lift tertutup dan tidak bergerak beberapa lama. Kemudian lift kembali berjalan.

Suami si wanita mencoba menelepon istrinya tapi tak diangkat, ketika ia akan memasuki lift, ia melihat istrinya sudah tewas.

kucing nya masih ada disitu, menyeringai.

***

So Young mendatangi psikiater. Ia rupanya menderita claustrophobia, yaitu ia tidak bisa berada ditempat yang tertutup seperti lift atau kereta bawah tanah.

Ketika akan kembali ketempat kerja, ia bertemu Jun Sook, teman lamanya yang saat ini sudah jadi polisi.

Jun Sook membawa seekor kucing dari TKP.

So Young mengenali kucing itu, Silky.

“Kucing ini milik wanita yang mati dalam kecelakaan.” Kata Jun Sook.

“Dia mati? Bagaimana?”

“Aku tidak yakin, mungkin sakit jantung.”

“Kau tidak keberatan mengawasi kucing ini sementara waktu?” Pinta Jun Sook.

“Tidak apa apa, aku akan menjaganya.”

“Bagaimana kabar Bo Hee?”

“Baik.”

“Bolehkah aku minta nomor telepon mu? Siapa tau pemiliknya masih menginginkan nya.”

***

“Kucing itu bersamanya saat wanita itu mati? Itu bisa menjauhkan pelanggan.” Si pemilik petshop menolak.

“Hanya sampai pemilik nya menerimanya kembali.”

“Kalau begitu, tinggalkan saja dirumahmu!”

Si kucing menyeringai tajam.

***

So Young menaruh Silky dalam kandang, ada seorang anak kecil potongan Bob di cermin. Aaaaahhh!!! So Young kaget.

***

So Young membawa Silky kerumahnya.

Rumah Si Young tidak ada pintu selain pintu utama.

So Young menyayangi Silky.

Bo Hee menelepon So Young,

“Ternyata aku bisa mendapat kucing gratis dari penampungan binatang, kalau beruntung, aku bisa dapat yang bagus.” Kata Bo Hee senang.

“kau bukan tipe orang yang bisa merawat binatang peliharaan. Kau membuang satu sebelumnya, kau ingat?”

“Tidak, dia lari! Jadi, kau ikut denganku atau tidak?”

“Oke.”

“Oh, Bo Hee, aku bertemu Jun Sook tadi, dia bekerja sebagai polisi daerah. Kau tidak pernah menemuinya?”

“Buat apa? Kami sudah berakhir. Aku tidak apa apa, dulu kau menyukainya, Khan?”

So Young tersenyum.

So Young bermain dengan Silky memakai mainan seperti alat pancing.

Lalu Silky masuk kedalam kolong ranjang.

“Oh, jadi kau mau main petak umpet?” Kata So Young, ia melihat ke kolong ranjang, mengambil Silky, dan ada sepasang mata lagi disana. Mata anak kecil potongan Bob! So Young kaget.

***

So Young datang ke psikiater,

“Itu pertama kalinya kau melihat gadis itu?” Tanya psikiater.

“Tidak, aku pernah melihat sebelum nya.”

“Saat aku kerja, diluar jendela.”

“Ketika kau masih kecil, apa potongan rambutmu seperti itu?”

“Kurasa begitu.”

“Kau berumur 6tahun pada saat kau mengalami trauma, Khan?”

So Young mengangguk. “Ingatan itu bisa kembali dalam mimpi. Itu bagian dari proses penyembuhan. Itu akan segera hilang.”

***

So Young bersama Bo Hee pergi ke tempat penampungan binatang.

“Untuk apa kau perlu kucing yang berbulu panjang?” Tanya So Young.

“Untuk berlatih.”

“Hei! Jadi kau berlatih menggunakan kucing yang malang?” So Young protes.

“Jadi kenapa? Lagipula mereka akan dibuat tidur untuk selamanya.” Kata Bo Hee yang tampak kurang menghargai binatang.

***

So Young dan Bo Hee menemui petugas, mereka melihat lihat, banyak binatang yang ditelantarkan.

So Young sengaja mengganjal pintu gudang hewan, lalu ia masuk.

Bo Hee tertarik pada kucing jenis Chinchilla.

“Siapa nama kucing ini?”

“Wit…Dimwit.” kata pak Lee, si petugas.

Pak Lee pergi untuk mengkremasi kucing yang sudah disuntik mati.

So Young tampak sedih melihat kucing yang terbaring mati.

“Aku ambil yang ini. Dimwit.” Bo Hee memutuskan.

Bo Hee mengikuti pak Lee, tak sengaja menyenggol pintu gudang. Pintu gudang tertutup, So Young panik dan ketakutan. Ia menggedor gedor pintu.

Ia muntah, untung Bo Hee segera kembali.

***

Polisi mengecek CCTV di lift.

Wanita pemilik kucing itu tampak tak sabar dengan kucing nya, kucingnya lompat. lalu tiba tiba ia menggedor gedor pintu lift, lalu ia terbaring seakan akan ada yang mencekiknya.

“Apa mungkin dia gila?”

“Dia lebih terlihat panik!”

“Bagaimana seseorang bisa mati karena panik?” Tanya Jun Sook.

***

So Young berada di petshop, tapi ia merasa ada orang lain selain dirinya

Ia membuka sebuah ruangan, lalu ada tangan anak kecil yang menarik kakinya. Ia lari keluar toko dengan ketakutan.

“Apa yang terjadi?” Tanya Jun Sook yang kebetulan lewat situ

“Ada sesuatu didalam.”

Jun Sook mengecek tiap sudut toko, tapi tidak menemukan apa apa.

Jun Sook lalu mengantar So Young pulang.

“Mengenai kucing itu, pemiliknya masih belum bisa menerima nya, bisakah kau mengawasinya lebih lama sedikit?”

“Kau datang cuma untuk mengatakan itu? Harusnya kau telepon saja.”

Jun Sook tersenyum malu.

“Apa kau sudah bilang bilang Bo Hee kalau aku jadi polisi?”

(Oalah, masih mengharapkan Bo Hee 😪)

“Ya.” Kata So Young kecewa.

Ia memandangi Jun Sook yang beranjak pergi.

***

So Young terbangun dimalam hari dan mencari Silky, ia melihat ayahnya ada disitu sedang mencicip sesuatu, SUP KUCING!!

Ah , ternyata itu hanya mimpi😪…

Silky masih ada disampingnya didalam selimut, ketika selimut disingkapkan. Ada anak kecil itu lagi!!

So Young segera meminum obatnya, ia merasa berhalusinasi.

***

Rumah sakit Baekam Psychiatric

So Young datang kerumah sakit, tapi ia tidak mau menjenguk ayahnya. Ia hanya mengisi formulir lalu pergi.

***

So Young kerumah Bo Hee,

Bo Hee sedang akan mewarnai bulu kucing.

“Mengapa kau putus dengannya, kau bilang dia baik?” So Young penasaran dengan hubungan Bo Hee dan Jun Sook.

“Aku ingin pria yang bisa menjagaku. Tipe penyayang dan bergairah.”

Si kucing merasa gelisah, tidak mau diwarnai. Bo Hee memaksanya. Ia mengejar Dimwit sampai ke kolong lemari.

Pintu tertutup, lampu berkedip.

“Kemarilah Wit, kau sangat nakal!” Kata Bo Hee. Seorang anak kecil memperhatikan nya, memandangnya marah. Aaaaaaa!!!!

***

So Young memasuki ruangan lemari, ia melihat anak kecil itu lagi. Baju baju berjatuhan. Mayat Bo Hee terlihat mengenaskan

***

Bo Hee dilarikan ke rumah sakit, tapi tidak tertolong.

So Young memaksakan diri naik lift, mendampingi jenazah Bo Hee bersama para dokter, ia mulai berhalusinasi seakan mayat Bo Hee hidup lagi.

***

Jun Sook datang dengan ling lung,

“Kamu datang bersamanya?” Tanya Jun Sook

“Ya, gadis yang rambutnya dipotong… Kucingnya ada didalam.. Gadis itu dibelakang rak baju…” So Young berusaha menjelaskan dengan terbata bata.

Tapi ia dibentak oleh Jun Sook, “Bicaralah yang jelas dan masuk akal!!!”

So Young terdiam dengan sedih.

***

So Young mengiris daging lalu tangannya teriris sampai berdarah. Silky menjilati lukanya,

“Kau mengkhawatirkan ku?” Tanya So Young. Tapi dia teringat sesuatu, Silky bukan menjilatinya karena khawatir, tapi karena darahnya!

So Young ketakutan, “apa yang kau lakukan!” Sambil mendorong si kucing. Si kucing menyeringai ganas.

***

So Young membawa kucing itu ke apartemen pemilik kucing, tapi seakan ada yang mengikuti nya. Gadis kecil itu!

***

“Buang atau bunuh saja, aku sudah tidak peduli! Kita seperti dikutuk sejak memiliki kucing itu. Istriku terus mengatakan hal hal gila.” Kata si pemilik kucing.

“Seperti apa itu?”

“Katanya ada seorang gadis dirumah itu. Gadis dengan potongan rambut Bob.”

So Young ketakutan, karena ia juga sering melihat gadis itu.

Karena si pemilik kucing tidak menerima nya, So Young membuang kucing itu ditengah jalan.

“Maaf Silky.” Kata So Young.

So Young dikagetkan oleh seorang nenek.

Hantu gadis kecil itu mengawasi mereka dari jauh.

***

Bersambung part 2

Sinopsis Winter Butterfly

Catatan penulis:

Terlepas dari kontroversi film ini, Mimin hanya menyuguhkan cerita tanpa bermaksud menyudutkan salah satu negara.

Hikmah dari film ini: kita hendaknya bersyukur karena masih bisa makan dengan layak. Karena masih banyak orang diluar sana, yang menderita kelaparan.

***

Film ini didasarkan pada sebuah acara yang terjadi di Hwang Hae Distric di Korea Utara.

Seorang anak laki laki membayangkan dirinya menjadi chef. Ia mulai memasak ayam dan membumbui nya.

Tapi itu hanya bayangan, bagi mereka, memasak ayam adalah sebuah kemewahan.

“Ibu, apakah ayam rasanya benar benar enak?”

“Tentu.”

“Tapi kata Sun g il, yang paling enak adalah daging anjing.”

“Dia tau darimana?”

“Ayahnya yang cerita padanya.”

“Lihat foto pernikahan ibu, kita sedang makan ayam. Ketika ayahmu tinggal di Jepang, ia sangat menyukai ayam, ia makan tiap hari.”

“Bohong.”

“Tidak.”

“Sekretaris Dang, orang paling kaya didesa kita tapi mereka hanya punya 10 ayam. Bagaimana mereka bisa makan ayam setiap hari?”

Ibunya tersenyum.

“Pasti menyenangkan jika bisa makan ayam setiap hari.”

Mereka lalu pergi tidur.

*** Winter Butterfly ***

Keesokan harinya,

Ibu memasak bubur untuk sarapan dan bekal makan siang.

Ibunya menaruh mangkok kecil telungkup di mangkok bubur, lalu menuang buburnya. Mangkuk bubur kelihatan penuh.

Jin Ho sedang mengasah gergaji nya.

“Jin Ho, sarapan!”

“Baik.”

Mereka sarapan bersama, Jin Ho makan dengan lahap.

Sung il datang menjemput Jin Ho.

“Kamu sudah sarapan?” Tanya ibu Jin Ho.

Jin Ho menatap Sung il tajam.

Ibu Jin Ho tersenyum, lalu mengambil sesendok buburnya lalu diberikan pada Sung il.

“Terima kasih banyak.” Kata Sung il senang.

Jin Ho dan Sung il pergi untuk mencari kayu bakar.

Rupanya Jin Ho marah pada Sung il karena Sung il meminta makanan pada ibunya.

(Bagi Jin Ho, makanan sangat berharga karena sulit didapat)

***

Ibu Jin Ho menjual kayu bakar di pasar.

Ia ingin membeli kue, tapi itu terlalu mahal baginya.

Seorang ahjussi, datang ke seorang penjual kue disebelahnya.

“Jin sook, gimana bisnismu?” Kata si Ahjussi sambil mencomot kue.

“Ini enak, beri aku 20.”

Si Ahjussi begitu royal, bahkan ia memberikan kembaliannya.

“Datanglah kerumah saya nanti malam.” Kata si Ahjussi genit.

Si Ahjussi hendak pergi,

“Ahjussi, apa anda perlu kayu bakar?” Kata ibu Jin Ho menawarkan.

“Kayunya benar benar bagus, sempurna untuk menyalakan api.” Katanya lagi

“Berapa harganya?”

“Hanya 10 per bundel, tapi jika beli 3 bundel, maka 29 dan 50 coin saja. Ini kayu ek, jadi tidak terlalu berasap.”

“Nyonya, ini bukan ek!”

“Sebagian besar ini ek. Ek murni.”

Si Ahjussi pergi tidak mau membeli, dia pelit!

***

Jin Ho membantu Sung il menggergaji kayu bakar karena gergaji Sung il tidak diasah

Ketika sedang mencari cari kayu, Jin Ho menemukan Jamur. Dia senang, lalu menyimpannya dalam tas.

Ia menandai daerah itu dengan kresek merah.

Jin Ho dan Sung il pulang membawa kayu bakar.

Mereka beristirahat dijalan dan saling menceritakan mimpi mereka.

Sung il ingin jadi tentara, karena akan mendapatkan banyak makanan.

Jin Ho ingin menjadi Chef, ia ingin memasak makanan yang lezat.

***

Ibu Jin Ho hanya mampu membeli beras dari hasil penjualan kayu bakar.

***

Jin Ho melewati perbatasan, yang dijaga oleh beberapa tentara. Tentara itu mengecek setiap batang kayu.

Seorang wanita pencari kayu bakar disuruh untuk menurunkan kayu miliknya.

“Itu kayu kering.” Kata wanita itu takut.

“Kamu menyebut ini kayu kering?”

Wanita itu langsung ditendang dan dipukuli.

Wanita itu terus memohon. Lalu ia dijambak, “karena pelacur seperti kamu! Sumber daya negara kita akan tipis!!”

Kayu wanita itu lalu disita petugas.

Kini giliran Jin Ho, ia disuruh membuka tas nya. Untungnya jamur sudah disembunyikan.

***

Ibu Jin Ho menunggu ditengah jalan. Lalu membantu membawa kayu dengan gerobak kecilnya.

***

Keesokan harinya, aktivitas seperti biasa.

Ibu memasak bubur dan Jin Ho mengasah gergaji.

Jin Ho merasa sedih, ibunya semakin hari semakin kurus. Bahkan sampai ibunya sakit, mereka tidak memiliki uang untuk membeli obat.

Sebelum tidur, Jin Ho kembali membayangkan jadi Chef dan memasak ayam.

“Ibu, kapan kakak pulang?”

“Kakakmu? Mungkin beberapa tahun lagi.”

“Jika dia pulang nanti, apakah dia akan membawa makanan enak?”

“Tentu.”

“Aku harap dia membawa ayam.”

“Kalau begitu, tulislah didalam surat.”

“Aku pasti menulis nya.”

Mereka lalu bercanda bersama.

***

Keesokan hari, Jin Ho memberikan surat untuk kakaknya pada ibu nya agar dikirim.

Mereka lalu sarapan.

Sung il datang menjemput nya. Jin Ho kesal karena Sung il pasti akan minta makan. Jin Ho mengusir Sung il.

Jin Ho dimarahi ibunya karena tidak sopan pada Sung il,yang adalah teman Jin Ho satu satunya.

Jin Ho dan Sung il berkelahi.

“Lihat saja kalau kakakku kembali!”

“Kakakmu sudah mati! Semua orang tau ia dipukuli sampai mati karena mencuri makanan!”

***

Sakit ibu Jun Ho semakin parah.

***

Jin Ho terpeleset dan tidak sadarkan diri.

***

Ibu Jin Ho menunggu dengan cemas. Jin Ho tak kunjung pulang. Sedangkan Sung il sudah pulang sendiri tanpa Jin Ho.

Ia menanyakan pada petugas penjaga perbatasan, tapi mereka acuh tak acuh.

Ibunya menyusuri jalan setapak mencari Jin Ho.

***

Keesokan harinya Jin Ho tersadar, kakinya terluka. Tapi ia memaksakan diri untuk tetap membawa kayu bakarnya. Karena kayu itu rencana nya akan di belikan obat untuk ibunya.

Sampai malam hari, Jin Ho belum sampai dirumah. Ia tersesat.

Ibu Jin Ho melaporkan pada polisi bahwa anaknya hilang, tapi ditanggapi asal asalan oleh petugas polisi.

***

Ibu Jin Ho semakin lemah, beras terakhir ingin ia makan, tapi diurungkannya. Ia sudah tidak makan beberapa hari.

Ia hanya minum air cucian jamur.

***

Ibu Jin Ho datang lagi ke kantor polisi.

Polisi makan dengan lahapnya. Lalu melempar makanannya untuk anjingnya. Ibu Jin Ho menelan ludah.

“Ahjumma, kamu pikir jika kamu tinggal disini sepanjang hari, anakmu akan ketemu? Jika aku jadi kamu, aku akan mencari nya sendiri! Apa kamu menyebut diri seorang ibu?” Kata si petugas kasar.

(Kalo saya ada disitu, sudah tak bacok petugas macam itu!!😤)

***

Jin Ho minum air kubangan lalu berbaring lelah. Ia melihat kresek merah yang dulu ia gantung sebagai penanda lokasi jamur.

Ia memasukkan jamur jamur itu dalam tas.

***

Ibunya hanya minum air untuk menahan lapar, tapi ia tak tahan lagi. Beras terakhirnya langsung dimakan tanpa dimasak.

***

Dengan susah payah, jin Ho berhasil keperbatasan.

Petugas busuk yang berjaga disitu merampas kayu bakar nya.

“Jika kamu tidak mau dipukul, taruh kayunya lalu pergi dari sini!”

“Tidak mau! Ini benar benar kayu kering!” Jin Ho memeluk erat kayunya.

Petugas merampasnya dengan kasar sehingga tangan Jin Ho terluka.

Para petugas tidak mempedulikan jin Ho, mereka melanjutkan minum minuman keras

***

Jin Ho pulang kerumah dengan lemas, tak sadarkan diri.

Ibu membasuh lukanya dengan air. Lalu menangis dengan sedih.

***

Keesokan harinya Sung il lewat rumah Jin Ho, tapi karena ia melihat cerobong asap tidak menyala, berarti ibu jin Ho tidak masak, ia melanjutkan perjalanan nya.

***

Tidak ada lagi kayu untuk dijual. Itu berarti mereka tidak bisa membeli beras.

Didepan foto Kim Jong XX,

si ibu berdoa sambil menangis,

“Tolong selamatkan aku, pemimpin kami Kim Jong XX …selamatkan Jin Ho! Cabut nyawaku sebagai gantinya! kamu belum pernah menolong kami, kumohon bantulah kami kali ini! Beri kami makan, sekali saja!”

***

Keesokan harinya, Sung il lewat lagi, cerobong asap masih belum menyala. Ia melanjutkan perjalanan nya

***

Jin Ho dan ibunya terbaring lunglai. Mereka hanya bisa minum air.

Ibu jin Ho membawa karung dengan senang,

“Jin Ho bangun! Ayo sarapan.. kita punya ini banyak dikebun. Ayo makan!”

Ibu memakannya dengan lahap.

“Ibu, ini bukan beras! Itu tanah!”

(Ibu jin Ho sudah mulai berhalusinasi 😨)

***

Hari berganti hari, mereka terbaring lemas ditempat tidur.

Ibu melihat foto roti dan ayam di foto pernikahan, lalu foto itu dimakan!😨😭

(Ibunya sudah tidak waras 😭)

Si ibu terbangun dari tidurnya, ia melihat anjing sedang minum dirumahnya.

Dia mengambil alat pemukul, dan mulai memukul si anjing sampai mati. Lalu memasaknya.

Ternyata itu bukan anjing, tapi Jin Ho!!😱😱😱

Lalu ia menggunakan foto Kim Jong XX untuk menyalakan api.

***

Sung Il lewat, ia melihat cerobong asap rumah jin Ho menyala.

Ia mampir, mau minta makanan.

***

Masakan sudah matang, ibu Jin Ho makan dengan lahap. “Daging anjing lebih enak dari ayam, anakku, kupikir aku berbohong lagi padamu!”

***

Sung il melaporkan ibu Jin Ho pada polisi.

Ibu Jin Ho meminta pengampunan karena membunuh anjing orang lain.

Ia juga memohon agar bisa menyimpan sup sehingga Jin Ho bisa makan.

***

End

Sinopsis Ghost of Model part 2

Dong Cheng bersama para kru memanjat ke tebing untuk pemotretan.

***

Maya terbangun dimalam hari. Ia melihat semua kru sedang menyalakan lilin dan tidak bergerak.

“Hei, kalian sedang apa?”

“Kami berdoa untuk dong Cheng.”

“Memangnya Dong Cheng kenapa?”

“Setelah pemotretan hari ini, saat turun gunung, Dong Cheng jatuh.”

“Kenapa tak mencarinya?”

“Kami mencari nya sampai hari gelap tapi tak ketemu. Dong Cheng pasti sudah mati.”

“Jadi bagaimana?”

“Kamu ikut kami berdoa.”

Tiba tiba dong Cheng menarik tangannya dan memberi kode agar tidak teriak

Mereka lari bersama sampai ditikungan.

“Mereka bilang kamu terjatuh.”

“Apa kamu percaya kata kata mereka?”

“Apa kamu tak mati?”

“Menurut mu?”

“Tak tahu.”

“Aku manusia bukan hantu.”

“Ternyata kamu tak mati, lalu kenapa kau membawaku kesini?”

“Aku menolongmu.”

“Menolongku?”

“Ya, menolongmu dari mereka, jika tidak, kamu menjadi tubuh pengganti mereka.”

“Apa?”

“Hari ini turun gunung terjadi gempa, mereka mati terjatuh. Aku beruntung pegang satu pohon dan selamat. Tadi yang kamu lihat adalah roh mereka. Mereka ingin cari pengganti.”

“Tak mungkin, bagaimana aku bisa percaya padamu, bagaimana jika kamu juga hantu dan sedang mencari pengganti?”

“Jika aku mau melukaimu, sudah dari tadi kulakukan.”

Maya kembali ke asrama dengan ketakutan.

Dalam asrama, orang orang itu mengepungnya, Aaaaaaa…. !!

Ternyata mereka sedang bermain peran untuk merayakan ulang tahun Maya.

“Jadi siapa sebenarnya yang mati?” Tanya Maya.

“Tidak ada yang mati, kami hanya mau merayakan ulang tahunmu dengan suasana berbeda. Li dong Cheng keluarlah…!!” Kata David

Tapi dong Cheng tidak keluar, mereka mencarinya.

“Dong Cheng… Keluarlah…!!”

***

Mereka mencari sampai pagi dan tidak ada hasil.

Mereka kembali ke kota.

***

Sesi pemotretan,

Xiao Mi menggantikan Dong Cheng jadi fotografer.

***

Maya mendapatkan SMS, tanpa nomor. Isinya : “Masih ada tiga hari”

***

Maya mendapatkan SMS lagi. “Masih ada dua hari”

Merasa aneh, Maya kembali berdoa. “Lindungi aku Kaka. Kapan aku bisa bertemu denganmu.”

“Apa kamu harus bertemu denganku?” Jawab Kaka

“Tentu.”

“Aku cemas, kamu akan takut.”

“Kita teman, aku tak akan takut.”

“Baiklah, persiapkan dirimu.”

***

Maya menerima SMS lagi . “Masih ada satu hari.”

Maya ketakutan ia menghubungi, David.

“Aku merasa ada seseorang yang mau mencelakai ku.”

“Jika mau mencelakai mu, kenapa dia memberitahumu?”

“Dia mungkin mau menyiksaku, lalu membunuhku.”

Maya memeluk direktur, “Aku sangat takut.”

“Jangan takut, aku akan membantu mu.” Kata David.

Ternyata ketika mereka berpelukan, ada seorang model yang memperhatikan,

“Dibantu apa? Sangat perhatian! Tengah hari kalian berselingkuh disini. Tak tau malu.”

“Kamu bicara apa?” David marah.

“Kalian berbuat tak senonoh disini, aku salah ngomong apa?”

“Maaf sudah merepotkan mu.” Maya lantas pergi.

***

Tanpa nomor, ” masih ada 12 jam.”

***

“Masih ada 5 jam”

***

“Masih ada 3 jam”

Setiap ada SMS aneh, Maya selalu memberitahu David.

***

Maya tidak berani dirumah sendirian, ia mengendarai mobilnya menuju David.

***

“Masih ada 30 menit.”

***

“Masih ada 5 menit.”

***

“Masih ada 1 menit.”

David berusaha menemui Maya.

Ia naik ke atap, dia melihat ada wanita berbaju merah rambut panjang

“Maya?”

David kaget, hantu itu terus mendekati nya, SMS masuk, “waktu telah tiba”

David terjungkal kebawah

***

Maya diatap, menyaksikan kejadian itu. Si hantu baju merah tertawa.

***

Para model membicarakan David yang diduga bunuh diri.

“Dia tidak bunuh diri, dia pasti dicelakai.” Kata salah satu model.

Maya datang bersama polisi.

“Jangan pura pura, kau pasti yang mencelakai David.” Kata Maya.

“Apa maksudmu?”

“Sebenarnya kamu juga mau mencelakai ku Khan? Polisi sudah melihat rekamannya, bukti lengkap.”

Model itu ditangkap polisi.

***

Maya kembali berdoa, “semua orang jahat sudah mendapatkan hukuman. Terima kasih. Kaka, apa kau mau melihat ku?”

“Kaka tidak ada, yang ada aku!” Kata Dong Cheng yang muncul tiba tiba.

“Bukankah kamu sudah mati?”

“Aku panjang umur tak jadi mati. Membuat kamu kecewa.”

“Kamu bicara apa? Aku tidak mengerti.” Kata Maya pura pura.

“Saat itu David jatuh dari gedung, aku rekam semuanya.”

“Apa gunanya direkam, bukan aku yang dorong David.”

“Memang bukan kamu yang dorong, tapi komplotan mu.”

“Komplotan ku? Siapa?”

“Keluarlah!” Kata dong Cheng

Xiao mi keluar, “kakak..”

Maya terkejut.

“Aku terakhir memanggilmu begitu, kau tidak boleh begitu padaku.” Kata Xiao mi marah.

Ternyata beberapa model juga ada disitu,

“Bukankah kamu sudah ditangkap polisi?” Tanya Maya.

“Kenyataan tak akan berbohong. Polisi tak akan fitnah orang baik.”

“Apa maksud kalian? Kalian tak boleh mengeroyok orang!” Kata Maya

“Kamu merendah, ambisimu besar, siapa yang bisa menindas mu?

Kamu ingin ikut model internasional, jadi melenyapkan penghalang.

Demi membalas model yang sering menindas mu, Lisa. Kamu suruh Xiaomi bertindak sesuatu dibawah panggung. Setelah menghitung waktu, sesaat Lisa jatuh, kamu akan jatuh diatas dia. Dengan begitu kamu tidak akan dicurigai.

Saat itu aku merasa janggal, Lou Lan juga begitu, jadi kami periksa dibawah panggung.

Kamu ketakutan lalu memutuskan untuk menghabisi Luo Lan. Kamu tau Lou Lan sakit jantung. Kamu susun sebuah rencana untuk menakuti nakutinya, di tempat shooting, di lift, sengaja membuat suasana menjadi menyeramkan.

Kemudian kamu menyamar jadi hantu untuk menghabisi Lou Lan, kamu takut dia tak mati jadi kau ambil obat jantung nya.

Saat kau ambil obatnya, Lou Lan mengulur tangan, minta tolong, tak sengaja melihat tanda lahirmu. Dia mengenalimu. Dia ingin tahu tujuanmu. Saat aku datang, dia pegang sebuah kunci, dia menyebutkan ‘kaki, kuda, nenek’

Awalnya aku bingung, setelah kejadian dirumah nenek Lou Lan, aku sudah mengerti, dia bilang melihat tanda lahir dikakimu. Menunjuk kunci mobilmu, seakan memberitahu bahwa kamu yang mencelakai dia.”

“Untuk apa kerumah neneknya?” Maya menyangkal

“Demi harta, karena kamu dan Lou Lan tinggal satu kamar, dia memberitahumu soal harta nenek nya. Jadi kamu menaruh minat pada hartanya.”

“Teruslah mengarang, karanganmu sangat menarik.

Sayang sekali tidak berdasar, walaupun aku tahu harta itu, untuk apa aku hadapi bahaya demi mendapatkannya?” Kata Maya.

“Teruslah berpura pura.” Kata dong Cheng

“Kamu tidak kekurangan uang, tapi SANGAT kekurangan uang! Karena kamu ingin ikut pertandingan internasional. Butuh modal besar. Jadi kamu ambil jalan beresiko.”

“Jangan mengarang lagi!”

“Ini bukti!” Dong Cheng memberikan sebuah brosur latihan model Amerika. Biayanya memang mahal.

“Aku ingin minta David yang membiayai tapi dia belum setuju.” Kata salah satu model.

“Itu karena dia tidak mencintai mu!” Kata Maya nyolot.

“Dia tidak mencintai ku, apa dia mencintaimu?” Mereka saling cemburu.

Dong Cheng kembali meneruskan hipotesis nya,

“Pembantu rumah nenek Luo Lan, sudah bertindak duluan, tapi kamu sudah menemukan sesuatu, aku juga melihat nya. Malam itu aku periksa. Kemudian aku lihat kejadian yang sulit dipercaya.

Dong Cheng mengikuti Maya masuk ruangan rahasia. Kotak itu bukan kotak abu, tapi kunci pintu rahasia. Kamu sudah tahu semua, mungkin Luo Lan yang memberitahumu. Juga mengenai rahasia senter.

Luo Lan anggap kamu teman dekat, tapi kamu bunuh. Kamu sangat kejam!

Saat Wang Yi menyerangmu, kamu berhasil mengusirnya karena kamu lebih muda.

Kamu sembunyikan harta diluar runah, takut polisi datang menggeledah kamarmu.

Saat kamu pura pura pingsan, aku ambil hartanya.

Acara ulang tahun, adalah ideku, aku ingin tahu, bawa kamu ketempat yang aku pilih lalu menginterogasimu.

Ternyata kamu mendorongku! Saat itu aku sudah berjaga jaga, aku pilih tempat yang seperti lembah, padahal hanya hutan yang banyak pohon. Jadi aku tidak mati.

Saat itu aku tidak punya bukti, jadi aku bersembunyi dan menyelidiki mu lagi

Aku merekam saat David terjatuh dari atap, Xiao mi membuka topengnya dan ada kamu disana.

Kenapa kamu membunuh David? Padahal David selalu baik padamu.

Sebetulnya aku bukan fotografer, tapi adik sepupu david. Dulu aku polisi Intel.

Suatu hari David menemuiku, meminta aku menyelidiki sesuatu:

‘2tahun lalu, aku lupa diri. Ada hubungan selingkuh dengan Maya. Maya hamil. Dia memanggil aku dan istriku kerumahnya. Menyuruhku cerai dengan istri ku dan menikah dengannya. Tentu aku tidak setuju. Lalu menyuruh dia gugurkan anak. Tiba tiba dia mengeluarkan pisau lalu menusuk posternya sendiri seperti ancaman. Istriku tidak mau memaafkan ku. Aku tidak mau menikahi Maya, dia wanita yang mengerikan. Aku tak tahu anak ini sudah lahir apa belum. Dia tidak pernah cerita. Bantu aku selidiki ini ‘

Aku punya perasaan kuat kalau kau juga akan mencelakai xiao Mi.

Xiao mi disekap oleh Maya lalu dimasukkan kedalam manekin

Lalu aku mengajak kerjasama dengan xiao Mi agar hukumannya bisa diringankan.

Inilah kejadiannya!

Wang Yi juga sudah ditangkap polisi. Polisi sudah otopsi, nenek Luo Lan mati karena jantungan.

Setelah David jatuh, ia tersangkut atap kain, jadi dia masih hidup dan sedang pengobatan dirumah sakit.

Tapi bagi seseorang ini mungkin kabar buruk.”

***

Maya tampak ketakutan, “Kalian semua harus dihabisi! Sayang sekali aku tidak bisa bunuh kalian semua.”

Maya lalu tertawa seperti orang gila, ” tapi Kaka bisa habisi kalian semua!”

Rupanya Maya memang sudah jadi gila.

Kaka adalah anak yang dikandungnya, ia terpaksa mengugurkannya. Ia depresi, dan jadi gila.

“Ibu bersalah padamu!”

Maya tertawa dan menangis sendiri. Ia dirawat di rumah sakit jiwa.

“Apakah dia pura pura untuk menghindari hukuman?”

“Aku rasa dia tidak pernah berpura pura, dia hanya hidup dalam khayalannya.” Kata Dong Cheng.

“Aku tidak akan berselingkuh lagi, selingkuh bisa mencelakai orang lain dan diri sendiri.” Kata David menyesal.

***

End

Sinopsis Ghost of Model part 1

Seorang wanita memakai bikini memandangi cermin. Dia mendengar suara suara seakan patung manekin berbicara padanya.

“Kau ingin go internasional? Akan kuberi tahu caranya…” patung manekin itu akan menusuknya. Aaaa…!!!

Maya terbangun dari mimpinya.

“Namaku Kaka, kami bukan bagian dunia ini. Karena banyak keinginan belum terwujud, seperti balas dendam, balas Budi, maka tetap disini. Banyak roh mengembara, waktu dan ruang tak ada efek bagi kami. Aku suka berada dikamar ini, karena aku melihat dia, dia sangat cantik dan gemulai, dia memang hidup seperti itu. Dia tak pernah lepaskan impiannya. Dia selalu berjuang, tapi…aku ingin membantu dia, Maya, dia adalah seorang model

*** Ghost of Model ***

“Setiap malam, Maya kelelahan dan tidur, aku sering tidur dipelukannya. Merasakan nafasnya, sangat dekat. Dia buat aku nyaman.

***

Suatu peragaan busana,

“Kenalkan designer kita, tuan Li Dong Cheng.”

Semua bertepuk tangan.

***

Diruang ganti para model,

“Maya, kenapa tadi langkahmu tidak mengikuti iringan musik? Sudah kubilang berapa kali? Kenapa kamu semakin buruk ikuti musik?”

“Kamu tak boleh bilang kak Maya seperti itu, dia pernah nomor satu disini.” Bela Luo Lan

“Sekarang sudah tua, tak berguna lagi.” Ejek seorang model

“Bidang ini memang harus muda.” Sahut model yang lain

Model model yang masih muda terus mengejeknya.

***

Pentas kembali dilanjutkan, Lisa dan Maya jatuh kedalam lubang panggung.

Mereka berdua dibawa ke rumah sakit.

Model yang tertindih Maya adalah seorang pemeran utama, butuh setengah tahun untuk pemulihan. Sedangkan Maya hanya shock.

“Lisa yang malang, dia jadi tumbal. Kalau ditukar lebih pantas!” Kata teman teman Lisa yang membenci Maya.

“Kalian sedang bicara apa?” Hardik sang direktur.

“Kakak, jangan ambil hati dengan mereka. Mereka tak berperasaan.” Kata Xiao mi.

***

Dong Cheng dan Luo Lan memeriksa bawah panggung.

“Aku berpikir kenapa panggung begitu buruk?”

“Aku juga merasa panggung ini bermasalah.”

Tiba tiba seperti ada yang memperhatikan mereka, Luo Lan lari ketakutan.

Ternyata itu hanya sang direktur mengerjai.

***

Sebuah adegan tarian China klasik, Maya melihat penari baju merah lehernya putus. Aaaaaaa….!

Maya berteriak ketakutan. Tapi tidak ada apa apa.

“Dokter sudah menyuruhmu istirahat, tapi kamu malah memaksa bekerja.” Kata Luo Lan menghibur Maya.

***

Maya di Lift, seorang wanita rambut panjang dan gaun merah juga ikut naik lift. Maya ketakutan. Maya memencet tombol bantuan, dari CCTV di lift terlihat hanya Maya seorang diri.

“Lift ini tak bisa bergerak, pintu tak bisa dibuka.”

“Jagan panik, kami segera tiba.” Kata petugas

“Bagaimana tidak panik, disini ada seorang wanita yang aneh. Mengerikan! Tolong keluar kan aku.”

“Aku cuma lihat kamu seorang, tidak ada orang lain.”

Maya memberanikan diri melihat kebelakang, wanita baju merah itu tanpa kepala. Aaaaaaa….!!!

Semua kru yang mendengar teriakan Maya langsung mendatangi lift.

Mereka mencari Maya, Maya ada di kamarnya memeluk bantal sambil ketakutan.

“Wanita baju merah.” Kata Maya mencoba mendiskripsikan.

“Pakaian merah? Cuma aku saja. Kamu bilang aku hantu?” Kata seorang model.

“Orang itu tak berkepala!”

“Tidak mungkin, apa kamu salah lihat?” Kata Dong Cheng

Maya berusaha meyakinkan.

“Mungkin kamu kelelahan.”

***

Luo Lan merawat Maya dengan baik.

Maya kembali melihat sosok baju merah dicermin. Ia lari ketakutan menuju Luo Lan.

“Ada apa?” Kata Luo Lan perhatian.

“Aku lihat hantu itu lagi!”

“Hantu? Dimana?”

“Didalam”

Luo Lan memberanikan diri masuk kamar mandi, tapi tidak ada siapa siapa.

***

Maya pergi pindah rumah, ia terlalu takut untuk tinggal disitu.

“Baiklah, mungkin ganti suasana rumah akan baik untukmu.”

“Aku pergi, apa kamu tidak takut sendirian?”

“Untuk apa takut? Aku biasa tinggal sendirian disini.”

***

“Dia pergi buru buru, lupa bawa kunci.” Kata Luo Lan saat melihat ada kunci dimeja.

Lampu tiba tiba mati.

Bel pintu berbunyi, ketika dilihat dari lubang intip, ada sesosok baju merah didepan pintu. Dan masuk kerumah perlahan lahan.

Luo Lan kaget, dan kena serangan jantung. Sesosok merah itu melangkahinya lalu pergi.

Dong Cheng melihat Lho Lan terbaring tak berdaya, “obat…” Kata Luo Lan sambil menunjuk ke meja.

“Tidak ada obat.”

“Panggil ibu, nenek…” Lalu meninggal.

***

Sesi pemotretan,

Para model beraksi di depan mobil Jeep. Tiba tiba Maya melihat Luo Kan disitu, ia lalu menangis. Tapi pemotretan harus segera dilanjutkan.

***

Maya menyalakan dupa, ia berdoa. “Aku sangat takut.”

“Maya…”

“Kaka, apa itu kau? Kapan kita bisa bertemu? Kita Khan teman.”

“Akan ku pertimbangkan.”

Maya kembali berdoa.

***

Semua kru pergi kerumah Luo Lan.

Rumah itu tampak kosong,

“Apa ada orang?”

Ada seorang nenek yang duduk sambil memegang sebuah kotak. Tidak bergerak. Semua ketakutan.

“Kalau kau seperti ini, semua akan mengira kau sudah mati.” Kata Dong Cheng.

“Kalian datang darimana?” Kata si nenek buta.

“Kami rekan kerja Luo Lan. Apa kamu nenek Luo Lan?”

“Benar. Luo Lan cucuku yang malang.” Nenek mulai menangis

“Jangan menangis lagi, kami datang menjenguk mu.” Kata Maya penuh perhatian.

“Bukankah ada pembantu? Dimana dia?”

“Menantunya melahirkan anak, dia pulang menjenguk cucu. Beberapa hari lagi akan pulang.”

“Apa kamu bisa sendirian dirumah?”

“Tak apa, aku buta tapi aku kenal rumah ini.”

“Tidak, aku tidak akan pulang, aku akan menemanimu.”

“Ini akan merepotkan kalian.”

“Aku dan Luo Lan adalah teman baik. Sekarang tidak ada Luo Lan, aku akan mewakili dia menjagamu sampai pembantu pulang.”

Semua terharu akan kebaikan hati Maya.

***

Mereka kembali, hanya tinggal Maya dan nenek dirumah itu.

Maya mencuci kaki nenek.

“Nenek, apa isi kotak ini? Kenapa selalu memegangnya?”

“Ini adalah abu anak dan menantuku. Jangan takut, aku bernasib buruk. Anak dan menantuku kecelakaan saat Luo Lan umur 3 tahun. Mereka berbakti, aku belum merelakan nya.”

Nenek kembali menangis.

***

Dimalam hari, bulan purnama. Maya tak bisa tidur. Ia mengintip dari jendela. Nenek berjalan keluar.

Maya mengendap endap mengikuti nya.

***

Sesi pemotretan menggunakan baju olahraga seksi.

Maya menelepon Xiao mi, untuk mengatakan dia baik baik saja dirumah bersama nenek.

***

Maya mencurigai nenek. malam hari, nenek keluar kamar lagi dan berjalan keluar.

Maya membawa ranting dan menghalangi jalan nenek. Nenek seakan tau, lalu menyingkirkan ranting itu dengan tongkat nya.

Nenek lalu berjalan menuju ruangan. Dan menghilang!

Maya menemukan kotak nenek, kotak nenek jika ditempelkan ke dinding akan membuka pintu ruangan rahasia.

Maya memasuki ruangan rahasia itu. Nenek juga ada disitu, ia bersembunyi. Nenek pergi.

Maya memeriksa ruangan itu, ternyata disitu ada jasad nenek lainnya!

Maya kembali memeriksa ruangan.

Ada dinding yang berlubang sebesar lubang senter. Maya mencoba memasukkan senternya ke lubang. Tiba tiba sebuah dinding rahasia terbuka, ada banyak perhiasan disana.

Maya melihat foto keluarga Luo Lan.

“Kenapa didalam foto, nenek Luo Lan matanya tertutup, sedangkan sekarang matanya terbuka?” Pikir Maya penasaran.

“Nenek tua yang mati adalah nenek Luo Lan!”

Tiba tiba Maya digebuk sampai pingsan.

***

Keesokan harinya,

“Kakak, bangun kakak…”

Maya ditemukan pingsan didepan rumah.

Maya sadar, “cepat tangkap pembantu, Wang Yi. Dia membunuh nenek Luo Lan!”

Maya bercerita bahwa, nenek Luo Lan mati karena tidak kuat mendengar berita kematian cucunya, jadi pembantu nya datang untuk mencuri harta mereka dan menyamar jadi nenek Luo Lan. Mereka kejar kejaran dan Maya terkena pukulan.

“Bagaimana kamu bisa tahu rahasia senter nya?”

“Aku melihat senter disamping nenek, dia buta buat apa memakai senter?” Kata Maya.

“Wah, daya analisa mu hebat!”

***

Bersambung part 2