Sinopsis Terius Behind Me eps 32 (end)

Mama Yura membuka toko roti. Kim bon dan sikembar mengunjungi nya dan memberikan ‘pohon uang’ sebagai hadiah.

Mereka makan dengan senang, Ae Rin datang dan makan bersama mereka.

“Apa wawancara mu berjalan baik?”

“Tentu.”

***

Aktivitas berjalan seperti biasa.

***

Rapat tim Kis

“Ae y kenapa kamu dipecat dari rumah Yoon Chun Sang?” Tanya mama Yura.

“Aku…” Ae Rin bingung menjelaskan.

“Untunglah kamu dipecat, karena menurut ayah mertuaku, keluarga mereka hancur berkeping-keping. Mereka terlibat dalam beberapa korupsi.” Kata Bu Shim Eun Ha

“Itu bahkan tidak ada dalam berita. Akses informasi mu luar biasa.” Puji sang Ryoel

“Wanita An da Jung itu kembali ke Rusia.”

Mereka mulai membahas mengenai penculik si kembar yang berhasil mereka giring ke kantor polisi. Tapi sayang ia kabur.

“Jika melihat orang itu, panggilah polisi. Dia orang yang berbahaya.” Kata Kim bon khawatir.

“Bon ssi, kamu lebih pengecut dari yang aku pikir.” Kata Bu Shim ngece.

Mereka berusaha merekrut Kim bon di tim Kis. Ia juga diberi hadiah. Foto ibu ibu rempong, siapa tau Kim bon akan merindukan mereka. Dan syal warna warni.

“Cocok sekali, kamu seperti peramal di gunung Gyeryong.”

“Terima kasih.”

“Jika kamu bersyukur, bisakah kamu melakukan itu untukku?” Pinta sang Ryoel

“Apa?”

“Ciuman hidung.”

Semua melongo.

Kim bon berdiri lalu menggosokkan hidungnya pada hidung sang Ryoel.

Sang Ryoel sangat bahagia seperti di Awang Awang

(Sumpah, ini adalah adegan paling menggelikan di film ini… Rasanya mau muntah🤢🤢🤮🤮😂)

***

Ji Yeon bosan di ruang perawatan. Ia ingin keluar tapi masih belum diijinkan.

“Mari kita cari udara segar.” Pinta Ji Yoen.

Do woo mendorong kursi rodanya ke jendela.

“Kamu bisa melihat keluar dengan matamu.”

“Astaga, kamu cerewet sekali.” Ji Yoen kesal.

Ia melihat ada daun merah menempel di jendela.

“Kenapa masih ada disitu?”

“Itu daun terakhir. Aku memasangnya disana hingga kamu bangun. Ini yang kutangkap ditaman terakhir kali.”

Ji Yoen tersenyum.

Kim bon dan Ae Rin datang menengok mereka.

***

Setahun kemudian

K bersiap menembak seseorang. (Sasaran nya mirip pak Surya Paloh… Maaf ya pak Surya Paloh.. jenggotnya sama sih😁)

Tapi Kim bon, sudah mengintai K. K ditembak tepat dikepala dan mati.

***

Pak park bertani mentimun. Seorang kurir mengantar paket.

Paket berisi tempat minum kopi.

Ia lihat di tempelan kardus nya ada tertulis, “Sebuah kafe langka dengan pria tampan yang sulit didapat.”

(Itu pasti Yong Tae 🤔)

***

Dua orang gadis muda penasaran dengan nama kafe yang begitu unik.

“Mari kita lihat seberapa tampannya dia.”

Itu benar Yong Tae, dengan pe-de nya dia menawarkan kopi yang ia buat sendiri.

“Bagaimana, kamu suka nama kami? ‘cafe pria tampan’? Nama asliku Wang Mi Nam.”

Flashback:

Kim bon memberi Yong Tae kartu identitas. Ia diberi nama Wang Mi Nam, adik Wang Jeong Nam.

(Yong Tae diakui adik oleh Kim bon🤗)

Yong Tae menjalani hidupnya dengan damai. Dan ia menyukai nya.

***

Kepala Kwon mendapatkan laporan penjualan tas.

Bu Kwon tersenyum, “ia bekerja terlalu keras tanpa alasan.”

Ji Yoen dan Ra do woo datang menemui nya setelah berlibur di Islandia. Mereka sudah jadi pasangan! 😍😍

“Bu Kwon, kenapa king’s bag masih buka?”

“Kami menggunakannya sebagai kantor rahasia setiap kali ada operasi darurat.”

***

Tim kis kembali ngerumpi di toko king’s bag.

Ternyata sang Ryoel punya anak lagi padahal dia sudah vasektomi. (ramalan si dukun bener lagi😂).

Tim kis menginterogasi Bu Kwon, ia akan direkrut menjadi anggota tim Kis.

“Akan kupikirkan.” Katanya gugup.

Setelah semua pergi, Bu Kwon memberi misi khusus pada Ae Rin.

***

Ae Rin duduk dikafe, seseorang menaruh tas disampingnya.

Ia berganti baju dengan gaya seorang agen.

Ia memencet nomor loker stasiun kereta. Disitu ada koper, ia mengambilnya.

Dibawah menara Namsan, ia menunggu seseorang.

Pelayan, datang memberi dua gelas mojito. Kim bon datang.

“Apakah kamu tidak merindukan ku?” Tanya kim bon.

“Ya. Sangat.”

“Kita akhirnya bisa minum mojito di bawah menara Namsan.”

“Iya.”

“Apa isi koper ini?”

“Ini adalah misi dari direktur Kwon. Aku membukanya dengan orang yang aku temui disini.”

Mereka lalu membukanya.

Koper itu berisi misi lainnya.

Ada dua tiket, ada pesannya “pura pura menikah dan pergi ke new York”

Sudah disiapkan cincin nikah juga.

“Haruskah kita memakainya?” Tanya Kim bon memancing

Mereka lalu memakainya.

“Misi ini pasti menarik.” Kata Kim bon senang.

“Aku merasa sangat gugup.”

“Jangan khawatir, dibelakangmu ada Terius.”

😍😍😍😍

***

End

***

Sinopsis Terius Behind Me eps 31

Direktur Shim berhasil meloloskan diri di bantu kapten Park Do Hoon.

Ra do woo gagal melacak keberadaan Shim Woo Cheol.

“Ini adalah protokol yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Ini berarti dia sudah memiliki cara untuk melarikan diri dan pergi ke tempat persembunyian.” Kata Kim bon.

***

Shim Woo Cheol menemui Yoon Chun Sang. Mereka sudah mempersiapkan paspor palsu, uang tunai dan kunci apartemen diluar negeri.

“Bagaimana kita akan sampai kesana?” Tanya Shim Woo Cheol

“Kamu akan naik perahu dari pelabuhan Incheon dalam 4jam. Kamu akan pergi melalui China untuk pergi keluar negeri.”

***

“Kita harus menemukan tempat persembunyian sebelum mereka keluar negeri.” Kata Kim bon

“Tapi bagaimana caranya? Kita tak bisa melewati setiap rumah dinegara ini.”

Kim bon menelepon Yong Tae untuk memberi tahu bahwa Shim Woo Cheol berhasil kabur.

“Kamu pernah bekerja untuk Cornerstone, apakah kamu tau tentang ‘rumah aman’?”

“Aku tak tahu, aku akan menghubungi mu jika teringat sesuatu.” Kata Yong Tae.

***

Kepala Kwon datang bersama Doktor park.

“Aku membawanya karena itu mendesak.” Kata kepala Kwon.

“Doktor park dapat melacak Shim Woo Cheol.” Kata Bu Kwon lagi.

“Bagaimana caranya?”

Doktor park bercerita, ia dulu pernah memberi kado ulang tahun untuk direktur Shim. Berupa pena.

Itu bukan pena biasa, tapi pena yang dapat melacak lokasinya dan merekam suara. Itu peralatan nomer 25.

“Aku lupa memberitahunya ” kata doktor park.

“Itu berarti, jika ia tidak tau itu peralatan NIS, dia akan terus memakainya.”

“Bingo!”

“Kalau begitu lacak sekarang.”

“Tapi pena harus diaktifkan untuk menemukannya.”

Bu Kwon kesal, “bagaimana kamu mengaktifkannya?”

“Pena nya harus ditekan.”

“Mulai sekarang, mari kita biarkan layarnya menyala. Lacak ini do woo!” Perintah Kim bon

***

Yoon Chun Sang menelepon Yong Tae, ia ingin Yong Tae menemuinya di persimpangan tiga arah di Jung Ro pada jam 5sore.

Yong Tae ketakutan, “apa dia tidak tahu aku mengkhianati nya?”

Ia lalu menelepon Kim bon.

***

“Tidak, itu bisa jadi jebakan.” Kim bon tidak setuju.

“Jika tidak hari ini, kita mungkin tidak akan pernah menangkapnya.” Kata Yong Tae berani.

Yong Tae diberi alat pelacak.

Kim Bon kelihatan cemas.

“Aku tau kau akan melindungi ku.” Kata Yong Tae. (Yong Tae jadi pemberani sekarang😎)

***

Yong Tae menunggu Yoon Chun Sang dipinggir jalan, semua anggota BIN sudah bersiap.

Kim bon merasa ada yang aneh, “ini adalah area terbuka disekitar, mereka bisa menembak dari mana saja. Itu adalah tujuan mereka! Ini jebakan!!”

Dan benar, ada penembak jitu menembak Yong Tae.

“Yong Tae…!!”

“Brother, apakah kita gagal?” Yong Tae berlumuran darah.

“Bangun Yong Tae… Panggil ambulance!!”

Kim bon menangis, ” Aku minta maaf.”

Darah menetes kejari jari Yong Tae

***

“Berani beraninya dia bermain main denganku!” Kata Yoon Chun Sang geram.

Ternyata ia sudah tau Yong Tae berkhianat pada mereka saat Yong Tae kirim SMS ke kepala Kwon. Diintip oleh sopirnya.

“Jangan terlalu marah, berkat dia kita berhasil lolos dari BIN. Dia memalukan, tapi dia berguna pada akhirnya.”

Kata Shim Woo Cheol.

“Direktur Shim apa kamu punya pulpen? Aku mau lihat paspor mu juga.”

Pulpen ditekan. Pelacak nyala.

Ra do woo segera memberitahu Kim bon.

***

Yoon Chun Sang menuliskan nomor telepon.

“Jika kau sudah sampai di Edinburgh, hubungi nomor ini.”

***

Kim bon dan seluruh tim menuju lokasi Yoon Chun Sang dan Shim Woo Cheol.

Pelabuhan Incheon.

Terjadi pertarungan sengit melawan para pengawal Yoon Chun Sang.

Akhirnya Yoon Chun Sang dan Shim Woo Cheol berhasil dibekuk.

***

*** New King’s bag ***

Ae Rin dan Kim bon mengunjungi makam jin Yong Tae.

“Bon ssi, aku punya pertanyaan, apa yang sebenarnya ada di brankas bank Swiss?”

“Ini rahasia.”

“Aku penasaran.”

“Ini adalah trik, penipu besar Jung in Soo.”

“Jadi tidak ada brankas rahasia di Swiss?”

“Ayo, kita buru buru bertemu anak anak.” Kata Kim Bon.

“Aku akan wawancara, tolong jaga anak baik baik.”

***

Kim bon menjemput anak anak dengan gaya nya yang super keren.

Semua terpana😍😍😍

Bahkan ada ibu ibu yang mencoba PDKT.

Si kembar turun dari bus dan langsung memeluk bon.

Suasana ceria kembali

***

Kim bon menjaga anak anak.

Ia bahkan disuapin si kembar.

Lalu ia main salon salonan dengan Joon Hee.

Dia juga main dokter dokteran dengan Joon Soo.

Ia membacakan cerita sampai si kembar mengantuk karena bosan.

“Ahjussi, kamu tidak akan bilang pada ibu kalau kita makan es krim Khan?” Tanya Joon Soo.

“Sebagai imbalannya, kamu harus gosok gigi ketika selesai. Oke?”

“Baik.”

Merekapun berjanji.

“Ahjussi, setelah makan ini bolehkah kita main ketempat mu?” Si kembar pasang wajah memelas.

“Ayo pergi!”

Si kembar lalu memberi makan ikan.

“Joon Joon, ketika paman pergi, kalian yang harus memberi makan ikan, oke?”

“Paman mau bertualang lagi?” Tanya Joon hee kecewa.

“Ya, aku akan bertualang. Tapi aku akan segera kembali. Jaga ibumu baik baik.”

“Baik.” Jawab mereka kompak

***

Ae Rin memasuki sebuah kantor, ia mau melamar kerja. Tapi tempat kerjanya tampak mencurigakan.

Ia mengetuk pintu, lalu masuk.

“Halo, aku disini untuk wawancara hari ini. Aku Go Ae Rin.”

Seorang wanita memutar kursinya, dia kepala Kwon!

“Selamat datang.”

***

Bersambung episode 32

Sinopsis Terius Behind Me eps 30

Ji Yoen berpamitan pada Kim bon.

“Aku akan menemui direktur Shim.”

“Untuk apa?”

“Untuk memastikan sesuatu. Kepala Kwon akan segera datang, bicara lah dengannya.”

“Ada banyak hal yang harus kami selesaikan. Aku baru bebas setelah itu.”

“Baiklah.”

“Ji Yoen hati hatilah selalu.”

“Tentu saja.”

***

“Yang dulu terdengar seperti teori konspirasi, sekarang ada buktinya? Yoo Ji Yoen, selamat atas keberhasilan mu menyelesaikan operasi King’s bag.”

“Terima kasih, ini semua berkat bantuan anda.”

“Berhenti memujiku, tunjukkan saja buktinya.”

“Omong omong, kamu membawa apa saja dari rumahnya?”

Ting! Yo Ji Yoen ingat sesuatu. Direktur Shim langsung tahu rumah Yoon Chun Sang hanya dengan melihat alamat nya.

“Direktur Shim, apa anda sudah lama mengenal kepala sekretaris presiden?apa kalian satu universitas?” Tanya Ji Yeon menguji.

“Kamu tidak tahu aku lulusan Amerika?”

“Ah, benar, aku lupa.”

“Aku tidak dekat dengannya, kami bahkan tidak pernah bertemu.”

“Astaga, aku lupa membawa dokumen nya. Akan ku ambil sekarang.” Ji Yoen berpura pura, kini ia tahu bahwa direktur Shim terlibat dengan cornerstone dan sekretaris presiden.

***

Kepala Kwon datang terburu buru menemui Kim bon,

“Aku tidak akan bertele tele, flasdisk candy, benar benar tidak ada padamu? Kamu sungguh tidak membunuh Choi Yeon Kyeong?”

“Kepala Kwon, aku memang tersangka, tapi aku enggan menjawab jika anda menginterogasi begini.”

“Pasti kamu Terius! Kamu! Jika bukan kamu ..” Bu Kwon tampak emosi

“Apa maksudmu?”

“Jika bukan kamu, berarti pelakunya Direktur Shim.”

Kepala Kwon menyerahkan salinan paspor palsu direktur Shim.

“Tanggal kedatangannya ke Polandia, itu tiga tahun lalu, pada hari kematian Candy. Direktur Shim tidak terlibat dalam operasi candy, jadi kenapa dia ke Polandia pada hari itu?”

(😱Jadi yang nembak Kim bon 3tahun lalu itu direktur Shim)

***

Ji Yeon keluar kantor dengan pucat, “direktur Shim dan Yoon Chun Sang jelas jelas saling mengenal.”

Ia mulai menggabungkan fakta fakta yang terjadi selama ini, direktur Shim adalah mata mata BIN!

***

Direktur Shim menelepon seseorang, “ada seseorang yang harus kamu urus”

***

“Mana bisa aku mempercayai anda? Itu bisa saja direkayasa.” Kata Kim bon pada kepala Kwon.

Kepala Kwon menyuruh seseorang masuk, orang itu adalah orang yang menyelamatkan bon saat protokol ‘death’.

Kim bon bingung,

“Sejak awal, anda yang mencoba membunuhku.”

“Jika kamu mati, aku tidak bisa mendapatkan flasdisk candy. Untuk apa aku membunuhmu?”

“Lalu, bagaimana anda tahu soal ledakan mobil itu?”

“Karena aku mendengar hal aneh..”

Flashback:

Kepala Kwon mendengar direktur Shim menelepon seseorang agar meledakkan mobil setelah belok kiri pertigaan.

“Aku sempat ragu, tapi mobilnya sungguh meledak.” Kata kepala Kwon.

Setelah diingat kembali, Kim bon mengerti,

“Orang yang mengambil flashdisk nya adalah Shim Woo Chul.”

“Apa?”

“Ji Yoen dalam bahaya! Bebaskan aku cepat!”

***

Ji Yoen ditengah jalan saat mau menemui bon. Seseorang mengambil ditabrak tasnya.

“Biar ku tanya untuk terakhir kali, kemeja berkancing gold clover itu anda mendapatkannya dari mana?”

“Kancing gold clover? Itu pemberian direktur Shim, kenapa?”

Kim bon menyerahkan berkasnya.

“Ini apa?”

“Daftar nama kode yang anda cari. Aku mempercayai anda. Aku akan menemui direktur Shim.”

“Tunggu!” Kepala Kwon menyerahkan name tag.

“Bawa kartu pengenal ku.”

Kim bon diperbolehkan pergi.

***

“Do woo, cepat lacak ponsel Ji Yoen.” Kata Kim bon.

***

Direktur Shim mencari cari flasdisk ditas Ji Yoen, tapi tidak menemukan nya. Tas itu dilempar dengan marah.

Ia mendapat telepon dari Yoon Chun Sang,

“Apa? Kamu gagal mendapatkan file nya? Pergilah ketempat persembunyian.” Perintah Yoon Chun Sang.

“Dimana K?”

“Dia sudah meninggalkan Korea.”

“Akan ku kirim sekretaris park, amankan dirimu dahulu.”

“Semua ini menjadi sangat rumit.” Yoon Chun Sang kesal

***

Yoon Chun Sang melarikan diri.

***

Kepala Kwon melaporkan ke gedung biru.

***

Ji Yoen dibawa ke rumah sakit.

Ra Do Woo datang dengan panik.

***

Direktur Shim berkemas, ia juga akan melarikan diri.

“Lama tak jumpa.” Kata Kim bon

Direktur Shim menodongkan pistol, tapi segera dibekuk oleh Kim bon.

“Kenapa?” Tanya Kim bon.

“Impiannya adalah menjalani kehidupan normal, Choi Yeon Kyeong, kenapa anda membunuhnya setelah memanfaatkannya?

Kenapa juga anda melukai Ji Yoen yang sangat mempercayai anda? Kenapa?!”

“Dia menghalangi sistem kami. Kamu tidak mengerti? Kamu, Yeon Kyeong, dan Ji Yeon. Kalian semua memberiku alasan untuk menyingkirkan kalian!”

“Anda tidak bisa membunuh sesuka hati anda.”

“Beberapa orang itu seperti pion, dipermainkan catur yang harus dikorbankan.”

“Pion catur? Berarti anda harus mati juga!”

Kepala Kwon datang menghalangi terius yang akan membunuh direktur Shim.

Direktur Shim ditangkap dan ditahan.

***

Kim bon kembali ke apartemennya dengan lemas, Yong Tae sudah menunggunya.

“Brother, Bu Yoo bagaimana?”

“Operasinya berjalan lancar, tapi dia belum sadarkan diri.”

“Kenapa dia menemui Shin Woo Chul?”

“Dia berpura pura membawa dokumen Chun Sang ditanya. Untuk mengetes Shim Woo Chul. Yoon Chun Sang menghilang.”

“Apa?”

“Apapun yang terjadi, aku akan menangkapnya. Kamu tetaplah bersembunyi disini, jadilah saksiku nanti.”

“Baiklah, pasti.”

“Setelah semua ini berakhir, akan kuberi kamu identitas baru.”

“Brother, kamu sudah makan?”

Yong Tae sudah menyiapkan roti tawar dan mayones.

Kim bon tak berselera makan , ia memandangi gelang pemberian Ji Yeon.

***

Ae Rin dan do woo menjada Ji Yeon yang tak sadarkan diri

“Ae Rin, bisakah kau menjada Ji Yeon? Mulai sekarang, aku akan punya banyak urusan.”

“Jangan khawatir, apapun yang terjadi, aku akan melindungi Bu Yoo.”

***

Kim bon kini mulai bertugas sampai operasi King’s bag selesai.

“Kamu akan menjadi ketua tim mengganti kan Yoo ji Yeon.” Kata kepala Kwon memberi instruksi.

“Baik.”

“Nanti siang, kita akan memindahkan Shim Woo Cheol ke R3. Saat itu operasi candy akan diselidiki ulang. Begitupula daftar corner stone dikorea. Interogasi Shim Woo Cheol akan dipimpin olehmu.”

“Siapa yang memindahkannya?”

“Kapten unit perlawanan terorisme Park Do Hoon yang bertugas.”

“Akan kubawa semua dokumennya dan langsung pergi ke R3.”

“Baik.”

***

Do woo menemui Kim bon, ia mau menjadi agen lapangan.

“Itu berbahaya.”

“Aku lulus pelatihan wajib dengan nilai A plus. Karena kebetulan aku mahir soal teknologi, aku bekerja dengan komputer.”

“Kamu mau bekerja di lapangan karena Ji Yoen?”

“Ya, aku mau menangkapnya bersamamu.”

“Baik, mari lakukan itu bersama.”

***

Direktur Shim dibawa masuk ke mobil pengawalan.

Ternyata, kapten park do Hoon yang membawa mobil pengawalan. Adalah kaki tangan Shim Woo Cheol.

Kim bon terlambat menyadari nya.

***

Bersambung episode 31

Sinopsis Terius Behind Me eps 29

K berkelahi dengan Kim bon. K menodongkan pistol pada bon. Terdengar suara tembakan. Dor!!

Seseorang menembak K. Yaitu kepala Kwon, kepala Kwon datang bersama pasukannya mengejar K.

“Terius, kamu bisa berterima kasih nanti.” Kata kepala Kwon dingin. (Ternyata kepala Kwon orang baik😱)

Kim bon dibawa kerumah sakit.

*** Mata Mata ***

Yoon Chun Sang putar balik kerumahnya, Yong Tae diturunkan ditengah jalan.

Yong Tae menelepon bon tapi gak diangkat. “Semoga semua baik baik saja.” Katanya cemas.

***

Direktur Shim memarahi Ji Yeon,

“Bisa bisanya kamu tidak bilang bahwa Kim bon masih hidup.”

“Maaf, aku juga tahu baru baru ini. Tapi dalam protokol’death’ kematian bon harus tetap dirahasiakan. Aku hanya mengikuti protokol.”

“Seharusnya kamu tetap memberitahu ku!”

“Itu keinginan nya, selain itu aku dan do woo membantu nya.”

“Jadi apa yang kalian lakukan? Kenapa meminjam peralatan untuk membuka brankas? Kamu berencana merampok kepala sekretaris kepresidenan tanpa persetujuan kantor pusat?”

Direktur Shim mendapat telepon, “bon tertembak dan dibawa oleh Bu kepala Kwon.”

***

IGD

Kepala Kwon berjaga bersama pengawal didepan pintu IGD.

Ji Yeon datang dengan marah. “Anda lagi?! Sampai kapan anda mau mengusiknya?!”

“Apa apaan kamu?! Aku mengusiknya? Dia yang kabur usai melakukan kejahatan. Dia yang berani menerobos rumah kepala sekretaris kepresidenan.”

“Dia punya alasan!”

“Alasan apa?”

“Itu…tanyakan saja saat dia siuman” Ji Yeon enggan mengatakannya.

“Yoo Ji Yoen, kau pikir aku percaya kalau kalian tidak terlibat?” Kata kepala Kwon curiga.

“Sejak tadi dia bersamaku. Kami datang bersama.” Kata direktur Shim membela Ji Yoen.

“Bu Kwon, anda yang harus menjelaskan soal penembakan itu.”

“Sayangnya, bukan aku yang menembak bon. Saat tiba disana dia sudah tertembak. Kami mengejar si penembak tapi kehilangan dia.”

“Itu K” pikir Ji Yeon

“Aku harus pergi menangkap penembak itu.” Kata Bu Kwon pergi.

“Bagaimana anda tahu harus pergi kemana?” Tanya Ji Yeon.

“Aku punya informan.”

(Siapa ya informannya Bu Kwon🤔?)

***

Kepala Kwon memerintahkan anak buahnya mencari K.

“Kamu sudah cari kesemua rumah sakit?”

“Ya, belum ada laporan soal orang dengan luka tembak.”

“Terus cari. Serta cari kedokter hewan juga.”

“Baik.” Pengawal nya pergi.

Bu Kwon menelepon seseorang,

“Informan ku, mari kita bertemu.”

***

Dokter menginformasikan kalau operasi bon berjalan lancar.

“Sudah kubilang, dia akan baik baik saja, hubungi aku jika dia sudah siuman.” Kata direktur Shim lalu pergi.

***

Kim bon terbaring dirumah sakit sambil tangan terborgol.

Ji Yoen memandangi dengan sedih. Ia lalu menghubungi Ae Rin untuk mengatakan bahwa bon baik baik saja.

“Apa kamu melihat siapa penembak bon?”

“K, aku yakin itu K.” Jawab Ae Rin.

“Tampaknya tidak ada yang tau kamu terlibat. Jadi, jangan hubungi aku sementara, dan tetaplah dirumah.”

“Tidak, ada yang harus aku berikan pada bon. Aku juga harus memastikan dia baik baik saja.”

“Baiklah, begini saja…” Ji Yeon merencanakan sesuatu.

***

Yoon Chun Sang mengecek brankasnya. Dia tampak frustrasi berkasnya hilang. “Sial!!”

Ia menelepon seseorang dengan marah, “Daftar ku hilang, temukan sekarang!!”

***

K mengoperasi dirinya sendiri. Peluru diambil lalu kakinya diperban.

“Hanya sejauh itu kemampuanmu?” Yoon Chun Sang menelepon nya dengan marah.

“Maaf”

“X akan menyelamatkan daftarnya. Jadi pergilah dari negara ini dan bersembunyi lah sementara.”

“Baik pak.”

K membereskan barang barangnya, ia pergi dengan terpincang-pincang .

***

Yong Tae menemui sopirnya, pak park. Ia memberikan sebuah bingkisan.

“‘suara’ akan segera tahu aku mengkhianati nya. Kamu sudah bekerja untukku dan membuat laporan palsu.”

“Pak jin..” pak park terharu.

“Ini uang yang bisa kumpulkan. Ambil dan pergilah ke kampung halamanmu. Lalu jadilah petani seperti yang kamu inginkan.”

“Bagaimana dengan anda? Ikutlah denganku.”

“Aku masih ada pekerjaan, aku akan menghubungi mu saat sudah selesai.”

Pak park berlutut, “Dulu aku mempercayai mereka dan menyakiti anda. Aku sungguh minta maaf.”

“Berdirilah! Kalau kau tidak melakukan itu, kamu pasti sudah mati. Pak park, ini perintah terakhir ku, pulang lah dan hidup bahagia.”

Pak park menangis, “kamu keren Jin Yong Tae!”

Yong Tae lalu balik, “hei, boleh aku pinjam 10dolar untuk naik taksi.” Kata Yong Tae sambil mencomot uang selembar.

“Tapi itu 50dolar.” Pak park protes.

(😓🤣🤣🤣Yong Tae gak jadi keren)

***

Seluruh tim kis berkumpul, kecuali Ae Rin.

Mereka akan mengadakan obral, lalu menghias komplek dengan pohon.

***

K yang kesakitan menuju apotek, seorang anggota Kis mengenalinya sebagai penculik si kembar. Ia langsung memberitahu tim Kis dan mengikuti K.

***

Rombongan tim Kis mendatangi K bersama sama.

(K kalah sama ibu ibu😂)

Ia digiring ke kantor polisi.

Tapi polisi tidak menanggapi serius laporan tim Kis. Mereka mengganggap tim Kis terlalu mengada ada.

K berhasil kabur.

***

Ae Rin menyamar sebagai perawat untuk menengok Kim Bon.

“Belum waktunya disuntik, siapa kamu?” Tanya Kim bon

Ae Rin membuka masker nya.

“Ae Rin ssi, bagaimana kau bisa masuk?”

“Bagus Ae Rin, kau bisa masuk dengan aman. Kata Ji Yeon yang tiba tiba datang.”

“Pasti ada DNA mata mata dalam darahku.” Kata Ae Rin sombong.

Ae Rin mengeluarkan berkasnya, Ji Yeon kaget, “kalian berhasil sebelum tertangkap?”

Ae Rin mengangguk.

“Astaga, aku bangga sekali padamu!” Ji Yoen senang.

“Ada flasdisk dan berkasnya disini, dengan ini kita bisa membebaskan Kim bon?” Tanya Ae Rin.

“Tentu saja.”

Tiba tiba direktur Shim menelepon.

Kim bon senang dilayani oleh Ae Rin.

***

“Bon sudah siuman?” Tanya direktur Shim

“Ya, keadaannya lebih baik dari dugaan ku.”

“Bon mendapatkan hal yang kalian incar?”

“Itu juga aman.”

“Hati hati, terlalu berbahaya memiliki itu, akan lebih aman jika kamu memberikannya kepadaku.”

“Aku memang hendak memberikannya, aku akan kesana.”

***

Kepala Kwon bertemu dengan Yong Tae. Ternyata Yong Tae adalah informannya!

“Kenapa kamu melaporkannya padaku?”

Ternyata, Yong Tae yang melaporkan kepada kepala kwon bahwa Kim bon menerobos rumah sekretaris kepresidenan.

“Semula, kamu seakan melindungi Yoon Chun Sang, tapi bukan itu, yang diuntungkan dari kedatanganku adalah Kim bon. Kau ingin menyelamatkan bon yang nyawanya sedang terancam, khan?”

“Anggap saja begitu. Jika tahu soal itu, kenapa anda mau menemuiku?”

“Ini yang tidak aku mengerti, kenapa aku? Kim bon dan Ji Yeon tidak mempercayai ku, alih alih Shim Woo Chul, kenapa kau menghubungi ku?”

“Aku tidak mengenal Shim Woo Chul dan tidak pernah bertemu dengannya. Setidaknya, aku yakin anda tidak bekerja untuk cornerstone.”

“Cornerstone?”

Flashback:

Kepala Kwon selesai makan siang bersama Yoon Chun Sang.

Yong Tae menyuruh orang untuk memberikan kartu tarot pada kepala Kwon.

“Apa ini? Ini kartu tarot?” Kepala Kwon tidak mengerti.

Saat itulah Yong Tae menyadari kepala Kwon tidak bekerja untuk cornerstone.

“Jangan berbelit belit, apa itu corner stone?!” Tanya kepala Kwon.

Yong Tae lalu menceritakan semuanya.

“Sekarang kita ke rumah bon, Wang Jeong Nam, disana lebih aman dibanding tempat persembunyian.” Kata kepala Kwon sambil menghela nafas.

“Aku memang hendak kesana.”

Yong Tae pergi.

Kepala Kwon menyuruh anak buahnya,

“Kim Ji Hoon, cari tau riwayat paspornya sekarang juga. Mulai dari tiga tahun lalu.”

“Paspor siapa?”

“Max Hoffman.”

***

Bersambung episode 30

***

Sinopsis Terius Behind Me eps 28

Ae Rin mengendap endap. Membuka lemari peralatan beberes.

Ia menempel kamera kecil pada vacum cleaner.

“Apa yang kamu lakukan disini?” Bu An memergoki.

“Aku hanya penasaran pada alat penghisap debu.” Ae Rin beralasan

“Kamu penasaran pada alat penghisap debu, padahal tugasmu memasak. Bekerja lah dengan benar!”

“Baik.”

Ae Rin diberi tugas mengupas daun bawang.

“Usahakan daunnya jangan sampai sobek.” Kata Bu An rewel.

“Baik.”

Bu An, menuju toples lagi dan memakan sesendok bubuk madu.

***

Bu An mulai membersihkan ruangan menggunakan vacum cleaner. Kamera yang terpasang mulai memperlihatkan sudut sudut ruangan.

“Hei, itu brankas Schwitz.”

“Schwitz?”

“Itu perusahaan terkenal dari Jerman yang membuat brankas amat kuat.”

“Ia memiliki brankas amat modern diperpustakaannya.”

“Berarti ada yang harus dia sembunyikan disitu. Do woo bisakah kamu membukanya?”

“Pertama, aku membutuhkan sidik jari Yoon Chun Sang untuk membuka kunci digital dengan cepat. Aku butuh peralatan.”

“Bagaimana jika minta bantuan doktor park dari tim teknis?” Usul Ji Yeon.

“Doktor park? Dia pasti mau membantu jika aku yang meminta nya.” Kata do woo pe-de.

***

Ketika doktor park menyerahkan peralatan itu pada do woo, ternyata kepala Kwon ada disitu, melihat mereka.

“Doktor park.” Sapa kepala Kwon

“Astaga! Halo.”

“Kau dan do woo membicarakan apa?”

Doktor park gugup.

***

Ae Rin pulang kerja disambut oleh Kim bon,

“Kita sudah mengalami dua kemajuan hari ini.”

“Kamu sudah mengetahui denah lantai dua?” Tanya Ae Rin

“Kami bahkan menemukan sesuatu yang lebih penting.”

“Misi berhasil.” Kata Ae Rin bersemangat.

Ae Rin mendapat pesan dari Yong Tae. Ia mengajak Ae Rin makan malam bersama.

Kim bon cemburu, ia membalas pesan Yong Tae melalui ponsel Ae Rin. Berupa emoticon marah.

“Dia lebih dingin dari dugaan ku.” Kata Yong Tae 😜

“Bon ssi, kau pasti sangat menyukai emoticon ini.”

“Apa?”

“Kamu juga mengirimiku yang ini. Kamu tidak ingat?”

(Padahal saat itu Kim bon salah pencet 😂)

“Ah, Ya, sesuai selera ku.”😁

***

Kim bon memanggang daging untuk mereka makan malam.

Ae Rin rewel.

“Bisakah kamu pergi dan duduk saja? Kamu pasti lelah membersihkan semua daun bawang itu.” Kim bon kesal.

(Dulu waktu belajar nyetir, Kim bon yang rewel… Sekarang bon masak, Ae Rin yang rewel… Pasangan serasi 😋)

Mereka makan bersama dengan senang.

“Kamu tau makanan paling enak didunia? Masakan ibu.” Kata Ae Rin

“Makanan paling enak kedua adalah masakan orang lain. Itu sebabnya ini sangat enak.” Kata e Rin senang.

Bon menaruh daging di mangkuk nasi Ae Rin.

(Romantisnya…😍)

***

“Ini kesempatan terakhir kita menyelesaikan operasi King’s bag.” Kata Ji Yeon.

“Ini satu satunya kesempatan kita, jadi harus berhasil.” Kim bon melanjutkan.

Mereka merencanakan memasuki rumah Yoon Chun Sang. Untuk mengambil berkas kepemilikan tas didalam brankas.

“Bu An, tidak boleh diremehkan, ia hanya mau menerima orang orang yang dia kenal.”

“An da Jung itu, apa tidak punya kelemahan?” Tanya Yong Tae

“Berdasarkan analisis SWOT Eun Ha, dia lemah terhadap pria tampan.”

Yong Tae ke pe-de an, “ini merepotkan, berarti aku harus kesana.”

Semua melongo…

“Aku yang akan kesana. Terlalu berbahaya untuk orang lain” Kata Kim bon.

***

Kim bon menyamar menjadi teknisi,

“Aku meminta perusahaan mengirimkan orang yang biasanya datang.” Kata Bu An galak.

“Sebenarnya, jam kerja kami sudah selesai. Bukankah perusahaan akan mengirimkan orang besok?” Kata Kim bon beralasan.

“Benar.”

“Aku baru menyelesaikan pekerjaan didekat sini dan mampir dalam perjalanan pulang. Jika anda mau wifi diperbaiki besok juga tidak apa, anda hanya kesusahan sehari.” Kim bon berpura pura pergi

“Tunggu.” Bu An ragu.

“Kurasa sebaiknya aku pulang.” Kim bon membuka topinya perlahan kemudian kacamata nya.

Bu An hampir jatuh karena terpesona.

Kim bon memegang tangannya, “kau tidak apa apa?”

“Jangan pergi..!”(ada lope lope dimatanya😍)

“Anda membutuhkan pelayanan ku?”

“Ya”

Kim bon mulai berpura pura mengerjakan saluran WiFi, Bu An tak berkedip memandangi nya.

“Aku sudah selesai. Apa ada TV dan komputer diruangan lain?”

“Kenapa?”

“Aku mengganti dekodernya, jadi semua membutuhkan kata sandi baru. Model ini membutuhkan banyak pengaturan.”

“Ada komputer diruang baca lantai dua.”

“Begitukah?” Kim bon kembali mengeluarkan aura ketampanan nya. Dia meminum minuman nya bak model. Bu An kembali terpana.

“Ikutlah denganku.” Kata Bu An lembut.

Ae Rin mengawasi dari jauh, “itu bukan rumor, tapi fakta.”

Ae Rin mengabari Ji Yeon kalau Terius menuju ruang baca.

***

Kim bon pura pura memeriksa komputer, Bu An terus memandangi nya. Kim bon memberi kode batuk.

Ji Yeon langsung memerintahkan Ae Rin membuat kekecauan dibawah.

Ae Rin memecahkan toples bubuk madu.

Bu An marah besar.

***

Kepala Kwon berpapasan dengan direktur Shim.

“Direktur Shim, Ra Do Woo meminjam peralatan nomor 17 dari tim teknis. Kamu tidak tahu? Aku curiga king’s bag merencanakan sesuatu.”

***

direktur Shim memasuki markas. Ia melihat catatan alamat rumah Yoon Chun Sang.

“Beraninya mereka melakukan ini tanpa memberitahuku!” Direktur Shim kesal.

“Ini tulisan tangan bon.”

Ia lalu menelepon Ji Yeon.

“Ji Yeon, kamu dimana? Aku dikantor king’s bag.”

“Ada apa?”

“Bon, dimana dia?”

***

Ra do woo segera memberitahu Kim Bon.

“Kau dan Ji Yeon pergilah ke king’s bag. Agar tau ada apa. Aku akan disini bersama Ae Rin untuk menyelesaikannya.” Perintah Kim bon.

“Baik.”

***

Yoon Chun Sang mendapatkan telepon. Ia langsung membatalkan ke Swiss dan balik kerumah.

“Ada masalah apa? Waktu keberangkatan kita tinggal sedikit.” Tanya Yong Tae berpura pura.

“Kita akan ke Swiss beberapa hari lagi.”

Yong Tae mengirim pesan dan diintip oleh sopir.

***

Kim jin berhasil membuka brankas, tapi ketika ia mengambil berkasnya, alarm berbunyi. Ternyata ada sensor massa di brankas.

Bu An langsung menuju lantai dua, dia dipukul Kim bon sampai pingsan.

Terjadi lah kejar kejaran Kim bon dengan keamanan disitu.

Kim bon ditembak oleh K saat menemui Ae Rin, “bawa ini dan keluarlah lewat pintu belakang. Apapun yang terjadi, lindungi ini.” Kata Kim bon pada Ae Rin.

Ae Rin berlari ketakutan.

Kim bon berkelahi dengan K. K menodongkan pistol pada bon. Dan terdengar suara tembakan. Dor!!

***

Bersambung episode 29

Sinopsis Terius Behind Me eps 27

Ae Rin pulang lewat pintu belakang. Seseorang sedang mengikuti nya.

Dia berlari, diikuti orang tersebut, sebuah pistol ditodongkan kepalanya. Dor! Ternyata itu hanya pistol mainan.

(Kayaknya Kim bon balas dendam pernah ditodong Ae Rin pake pistol mainan😆)

Kim bon mengingat kan betapa berbahayanya pekerjaan ini.

“Aku tau kamu juga akan membantu ku. Karena kamu selalu menjagaku.”

“Jika itu yang kau inginkan, aku pasti melindungi mu.”

“Aku percaya padamu.”

Ji Yeon datang, dan mengajak mereka pulang.

***

Sampai didepan rumah,

“Aku memikirkan ini dalam perjalanan kemari. Ada dua poin berbahaya saat kamu melakukan penyamaran ini. Satu, bisakah kamu menyembunyikan identitas mu sampai akhir? Dua, jika identitas mu ketahuan, bisakah kamu melarikan diri dengan aman tanpa terluka?”

“Jangan khawatir akan ketahuan, aku Khan bukan agen sungguhan. Aku seorang ibu rumah tangga.”

“Justru itu yang aku khawatir kan, setidaknya agen mendapatkan pelatihan. Mari kita latihan mulai besok.”

*** Misi mustahil 2***

Ae Rin disuruh berlari.

“Ketika sesuatu terjadi,..”

“Jangan terlibat, segera kabur. Kau sudah mengatakan itu 37x. Berhentilah khawatir.” Ae Rin menyahut.

***

Direktur Shim akan menghentikan operasi King’s bag. Ji Yeon memohon agar diberikan waktu satu bulan lagi.

“Ji Yeon, kepala Kwon mengatakan sesuatu tentang brankas Kim bon di Swiss. Apa kamu tau tentang itu?”

“Tidak, baru kali ini aku mendengar tentang hal itu.”

“Baiklah”

Ji Yeon pergi. Ia merasa aneh, “bagaimana kepala Kwon tahu tentang brankas bon?”

“Dia pasti menyembunyikan sesuatu.” Kata direktur Shim dalam hati.

***

Jin Yong Tae diberi 2 tiket ke Swiss. Ia dan Yoon Chun Sang akan pergi bersama akhir pekan depan.

“Kita harus mengambil barang barang Terius.”

“Baik.”

“Setelah brankas dibuka, kita akan membicarakan jabatanmu.”

***

Yong Tae memberi tahu akan kepergiannya pada Kim bon via telepon.

Tiba tiba bel pintu rumah bon berbunyi.

Tim kis datang, mereka akan masak bersama disitu untuk merayakan kembalinya bon.

Kim bon menghela nafas panjang.

Mereka makan bersama. Tim Kis menyombongkan kinerja mereka dalam menghalau terorisme.

Kim bon diam saja tanpa ekspresi, Ae Rin mendekatinya. “Bon ssi, berpura pura lah tertarik pada apa yang mereka bicarakan. Jika tidak, kita akan ketahuan.”

Kim bon baru pasang muka penasaran, “benarkah? Itu hebat sekali.”

Lalu mereka kembali menceritakan hal hal yang Kim bon sebenarnya sudah ia ketahui.

“Ada hal hal yang ingin kami tanyakan padamu. Katakan yang sebenarnya.”

“Ada apa?” Kim bon bingung.

“Anggaplah wanita yang melahirkan bayimu itu sebuah kesalahan. Tapi pemilik King’s bag, kalian mencari rumah bersama. Aku juga pernah melihat kalian bertemu ditaman suatu pagi.” Kata sang Ryoel.

“Pemilik King’s bag adalah teman lamaku. Dia ingin tinggal lebih dekat dengan toko. Jadi kami lihat lihat apartemen.” Kim bon berusaha menjelaskan.

“Teman lama? Apa dia dari gunung Gyeryong juga?” Kata mama Yura ngaco.

“Ya, dia ratu peri gunung Gyeryong.”

Semua pada takjub.

Kim bon mulai menikmati keramahan mereka.

***

Ra Do Woo mengajak Ji Yeon melihat daun daun gugur. Do woo menggandeng tangannya dan mereka berjalan jalan melihat musim gugur yang cantik

“Konon, kamu jatuh cinta jika menangkap daun merah yang gugur. Kamu ingin mencobanya?” Kata do woo.

“Kamu aja dulu, aku terlalu tua untuk hal kekanak Kanakan seperti itu.”

Do woo melihat ada daun merah dirambut Ji Yeon, ia mengambilnya, dan ia langsung memakaikan kalung yang ia beli pada Ji Yeon.

“Kamu tau berapa gajiku, ini cicilannya lebih dari enam bulan.”

“Kamu gila?” Ji Yeon kaget.

“Berterima kasihlah jika kamu bersyukur. Kenapa bertanya apa aku gila? Kamu terkadang salah memilih kata kata.” Kata do woo sedih.

“Terima kasih.”

“Kamu ingat pernah menyarankan agar kita pindah ke islandia setelah operasi King’s bag selesai?”

“Apa aku mengatakan itu?”

“Ditaksi, saat kau mabuk. Bawa aku bersamamu. Aku menghabiskan semua yang kumiliki untuk kalung itu. Belikan tiketku juga.”

Sepertinya Ji Yeon mulai tersentuh ketulusan do woo.

***

Ae Rin mengucapkan terima kasih pada Bu Shim karena atas bantuannya ia mendapat pekerjaan.

“Apa kau sudah menanyakan pada orang orang mengenai flasdisk itu?”

“Oh, itu milik suamiku ”

“Suamimu? Lalu kenapa ia memiliki video seperti itu?”

“Seseorang mengirimkan video ancaman agar penerbit tidak mengeluarkan sebuah buku. Editor kepala penerbit, dia juga diancam. Tapi dia baik baik saja.” Ae Rin beralasan.

“Sungguh melegakan. Aku tidak percaya bedebah semacam itu sungguh ada.”

“Eun Ha, jangan khawatir kan video itu lagi.”

“Baiklah.”

***

Kim bon, Ji Yeon, Yong Tae, Ra Do Woo dan Ae Rin. Meeting di markas.

Mereka berencana untuk mengambil file ketika Yoon Chun Sang pergi ke Swiss bersama Yong Tae.

“Ae Rin kamu siap?”

“Ya”

Ae Rin lalu diberi lensa kontak pintar.

“Ketika kamu melihatnya, kami bisa melihat yang kamu lihat.” Do woo menjelaskan.

“Bukankah ini sama dengan kacamata yang kamu berikan padaku?” Tanya Yong Tae..”ya”

“Harusnya berikan aku lensanya. Kacamata itu menutupi wajah tampanku” Yong Tae protes.

“Diamlah”

“Baik.”

***

Ae Rin berjalan pulang bersama Kim Bon.

“Nama kode mu Terius?”

“Ya, terjadi begitu saja.”

“Haruskah ku buat nama kode juga? Bisakah kau menamaiku”

“Bagaimana kalau ‘Alice’?”

“Dari ‘Alice ini Wonderland’? Kenapa?”

“Karena kamu masuk ke negeri ajaib yang nyata.”

***

Alice datang ke rumah Yoon Chun Sang.

Bu An memberinya seragam dan ia memberi penjelasan.

“Daerah aktivitas mu adalah dapur, jika meninggalkan daerahku, kamu akan segera dipecat. Inga itu!”

“Baik.”

Sebelum pergi, Bu An membuka sebuah toples lalu memakan isinya, bubuk madu.

Tugas Ae Rin hari ini adalah mengupas bawang putih yang banyak.

“Pegawai baru hanya bekerja dengan bahan bahan selama sebulan. Bawang putih harus sempurna. Lakukan yang terbaik.” Kata Bu An.

Ae Rin tidak bisa kemana mana, ia harus mengupas bawang seharian.

Ji Yeon dan Do Woo sampai bosan menunggu.

***

“Aku mengupas bawang putih sepanjang hari.bu An terlalu teliti. Aku juru masak baru, tidak bisa meninggalkan dapur.”

“Bisakah kamu pergi diam diam?”

“Aku akan dipecat begitu ketahuan.”

“Kamu menemukan hal lain?”

“Aku mendapat informasi dari pelayan lain, hanya Yoon Chun Sang yang boleh kelantai 2”

“Artinya, ada hal penting dilantai dua.”

“Semua pintu terkunci, pintu itu terbuka hanya saat Bu An membersihkannya.”

“Artinya, An da Jung yang membersihkan lantai dua.” Ji Yeon mengambil kesimpulan

“Kurasa begitu”

“Ada alasan dia bekerja begitu lama. Dia teliti dan dapat dipercaya.” Kata Kim bon

“Kita harus bagaimana?” Ji Yeon bingung.

Ae Rin seakan mengingat sesuatu…

***

Bersambung episode 28

Sinopsis Terius Behind Me eps 26

Jin Yong Tae bertemu Yoon Chun Sang, si ‘suara’.

“Apa yang kamu mau?”

“Ijinkan aku bekerja untuk anda.”

***

Ji Yeon kesal karena Kim bon merahasiakan tentang brankas di Swiss. Ia menelpon Do Woo.

“Do woo, cari tahu tentang Yoon Chun Sang. Juga cari tahu soal rekening bon di Swiss ”

“Baik Bu, dari suaramu, kedengarannya kamu kesal lagi.”

“Diamlah!”

***

Kim bon dan Yong Tae minum kopi bersama.

“Karena ini pemberian kakak, aku akan menikmati nya?”

(Yong Tae ngaku ngaku bersaudara dengan Kim bon 😂)

Ji Yeon mengamati mereka dari belakang. Ia penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.

“Hey brother, apa isi brankas rahasiamu?”

Kim bon tersenyum, enggan bercerita.

***

Ae Rin video call dengan si kembar.

“Kalian menurut sama kakek nenek Khan?”

“Iya. Kapan ibu menjemput kami?”

“Secepat nya, begitu ibu menemukan pekerjaan.”

Si kembar lalu menyanyi untuk ibunya. Mereka anak yang lucu.

Bel rumah berbunyi, tapi tidak ada orang. Hanya secangkir kopi dengan selembar catatan.

“Kita maju selangkah hari ini. Aku akan tetap kuat. Kamupun harus.”

***

Kim bon masuk ke apartemen nya, lalu memberi makan ikan. Ia melihat ada kado pemberian Ji Yeon. Gelang. Ia lalu memakainya sebentar dan menaruhnya lagi dikotak nya.

***

Pagi hari, Ji Yeon bertamu ke rumah Ae Rin.

“Ada apa kamu kemari?”

“Aku kemari untuk minta bantuanmu.”

***

Do woo memberitahu kim bon tentang informasi Yoon Chun Sang.

“Yoon Chun Sang menyimpan semua bukti dirumahnya, 1301-9, pyeongchang-dong, jongno-gu, Seoul.”

“Dirumahnya?”

“Dia menghabiskan banyak uang untuk pengamanan rumah. Banyak satpam berjaga di lokasi. 24jam penuh setiap hari. Dia juga memasang sensor radar disekitar pintu pagar. Kamera PTZ canggih dihalaman rumah dan didalam bangunan senantiasa merekam semuanya. Dengan kata lain, pengamanan mereka sulit ditembus.”

“Tata ruang bangunannya gimana?”

“Mustahil mengetahuinya, kita harus memasuki rumahnya agar bisa membuat rencana.”

Mereka juga mendapatkan informasi tentang kepala pelayan disana. Bu An, Seorang wanita yang misterius dan andal dibidangnya. Ada rumor dia bekerja untuk Spetsnaz. Dia juga ahli dalam pertarungan jarak dekat. Ada kemungkinan Bu An, salah satu anggota corner stone.

“Lalu apakah kau akan melakukannya sendiri?”

“Tidak, Yoon Chun mengenali setiap anggota BIN. Jadi aku menggunakan orang lain. Dari tim Kis.”

“King Castle? Jangan bilang…” Kim bon protes.

“Ya, Ae Rin orangnya. Dia melakukan itu demi suaminya.”

Kim bon pergi dengan kesal.

***

“Akan aku lakukan” jawab Ae Rin.
Ternyata Ji Yeon meminta Ae Rin agar menjadi pelayan untuk memasuki rumah Yoon Chun Sang.

“Ini membutuhkan banyak keberanian. Kami akan melindungi mu, jadi jangan khawatir. Persiapkan saja dirimu.”

***

Ae Rin meminta tolong pada Bu Shim. Bu Shim memiliki banyak koneksi dirumah itu.

Bu Shim menjelaskan tentang Bu An. (Seperti presentasi 🤔)

“Kamu akan langsung dipecat begitu menanyakan usianya!”

“Apa lagi?”

(Bu An, kepala pelayan yang killer 😥)

“Semua orang dipecat dalam waktu satu bulan, karena itu Ae Rin punya kesempatan.”

“Kalian pasti tahu buku ini, dia yang membuatnya. Dia menguasai tiap hidangan dari seluruh dunia. Dia sangat ahli memakai pisau.”

“Jika dia sehebat itu, apakah dia akan menyukai Ae Rin?” Tanya mama Yura.

“Karena itulah kamu harus bersiap.”

Mereka juga membahas analisis SWOT agar Ae Rin lolos wawancara.

Strength: dia ahli membumbui. Dia sangat jago memasak. Tidak perlu menimbang apapun agar masakannya terasa pas.

“Ae Rin juga mahir soal itu, baguslah.”

Weak: pria tampan. Kudengar Bu An akan hilang kendali dan selalu ge-er saat melihat pria tampan. Tapi itu hanya rumor.

Threat: kau akan dipukuli. Pelayan yang sebelumnya dirawat di rumah sakit selama 2 Minggu karena menyentuh hidangannya.

Opportunity: Nabak kimchi. Yoon Chun sangat menyukai nabak kimchi. Jadi mereka mencari seseorang yang ahli membuat nabak kimchi.

“Ae Rin terkenal dengan Nabak kimchi nya.”

***

Kim bon kembali mengingat candy. Candy begitu ketakutan.

“Jika terlalu membebani, kamu tidak perlu melakukan ini.” Katanya pada Candy saat itu

***

Kim bon menemui Ae Rin yang sedang belanja untuk membuat nabak kimchi.

Ae Rin memberikan hadiah ulang tahun pada Kim bon,

Joon Soo memberikan mobil mobilan.

Joon Hee memberikan hansaplas, jika Kim bon sakit.

“Mereka berpikir berhari hari mau memberikanmu apa.”

“Beritahu mereka, aku tersentuh sampai menangis.”

“Baiklah.”

Ada yang lain?” Kata Kim bon. (Kim bon berharap hadiah dari Ae Rin 😜)

“Sebetulnya aku memasak hari itu, kamu tidak datang, jadi aku membuangnya. Sebagai gantinya, akan kuberikan Nabak kimchi.”

Ae Rin memasak dibantu Kim bon.

“Kau sudah dapat pekerjaan?” Kata Kim bon memancing.

“Ya”

“Dimana?”

“Didapur restoran temanku. Bayaran ku sangat besar.”

“Sungguh? Aku boleh mampir?”

“Tidak!” Ae Rin langsung gugup.

***

Ae Rin bersiap siap wawancara kerja. Ia memakai alat komunikasi jarak jauh yang dihubungkan ke Ji Yeon.

Yang diwawancarai ada 3 orang.

Ae Rin disuruh mengikat rambutnya, Ae rin diam diam melepas alat itu ditelinga nya.

Test pertama:

Disodorkan beberapa jenis saus.

“Cicipilah dan beritahu aku apa saja bahan bahannya.” Kata Bu An

Pelamar pertama, mencoba menjilat dengan mengatakan kalau Bu An awet muda dan tidak punya keriput. Tapi pelamar itu langsung diseret keluar

Pelamar kedua, “kecap asin, minyak wijen, cuka dan gula.”

“Itu saja?”

“Selain itu, ada ekstrak Prem hijau.” Jawab Ae Rin cerdas.

“Benar.”

***

Ji Yeon harap harap cemas, melihat dua calon pelamar sudah dieliminasi.

***

Yoon Chun Sang mendapatkan laporan kematian Terius.

Dalam laporan itu juga ada profil Ae Rin.

“Siapa wanita ini?” Tanyanya

“Mereka menjadikannya umpan untuk menangkap Terius.”

“Go Ae Rin.”

***

Ae Rin menyerahkan Nabak kimchi buatannya pada Bu An.

“Siapa menyuruh mu membawa makanan? Jangan jangan kamu menaruh racun disana.”

“Kalau tidak mau, akan kubawa pulang.”

“Akan ku coba.”

Rupanya Bu An. Menyukai nabak kimchi buatan Ae Rin. Ae Rin langsung diterima kerja.

Bu An mendapatkan telepon dari seseorang lalu, Ae Rin disuruh pulang lewat pintu belakang.

“Saat matahari terbenam, kamu keluar lewat sini.”

“Sampai jumpa Minggu depan.” Kata Ae Rin.

Ae Rin celingukan, ia tidak mengenal tempat itu. Ji Yeon juga tidak ada.

Seseorang mengendap endap mengikuti nya.

Ae Rin lari ketakutan, orang itu menodongkan pistol kearahnya.

***

Bersambung episode 27

Sinopsis Terius Behind Me eps 25

Bu Shim berjalan menuju tempat pertemuan nya dengan Ae Rin, tapi K menghadangnya, ia dipukul dari belakang, flasdisknya diambil.

K juga mengambil dompetnya, seakan akan itu perampokan.

Ae Rin menemukan Bu Shim pingsan ditengah jalan.

***

Ada seseorang yang memasuki ruangan rahasia Kim bon. Ternyata itu Yong Tae.

“Bro..brother?” Yong Tae kaget.

“Dimana laptop dan berkas berkas ku?”

“Turunkan pistolnya dulu.”

Kim bon menurunkan pistolnya, Yong Tae lega setengah mati.

“Aku kira kau benar-benar akan menembak ku. omong omong, apa kamu manusia?”

“Ikut denganku”

Mereka lalu berbincang dengan lebih tenang

“Apa kamu pindah haluan setelah aku mati, demi menyelamatkan diri?”

“Ya, ucapanmu tidak salah.”

Yong Tae bercerita, jika dia menyerahkan tas tas itu demi bisa melihat siapa itu si ‘suara’. Seperti saran dari Kim bon dulu, bahwa mereka harus menyerahkan hal hal kecil, demi mendapatkan hal hal yang lebih besar.

Flashback:

Yong Tae mengerahkan segala keberaniannya untuk menemui K. Ia menyerahkan berkas berkas Kim bon beserta laptopnya.

Dia juga ingin membuat kesepakatan dengan si ‘suara’. Jika ia bisa bertemu langsung, ia akan menyerahkan tasnya.

“Dasar pengkhianat! Tunggu telpon dariku!” Kata K.

(K nya ganteng banget😍😍😍)

“Jin Yong Tae, kini kau sangat berani.” Kata Kim bon sambil menepuk pundak Yong Tae.

“Kau meremehkanku.” Kata Yong Tae besar kepala.😂

***

Bu Shim ada dirumah sakit.

“Akan kutemukan dia bagaimanapun caranya! Berani sekali dia membuat jantung king Castle gelisah!” Kata Bu Shim Eun Ha berapi api.

“Omong omong, dimana tasku?”

“Sudah kumasukkan semua barang yang berserakan.” Kata Ae Rin.

Setelah mencarinya, flasdisknya hilang!

“Eun Ha, apa pria yang divideo itu adalah orang ini?” Ae Rin menunjukkan foto Moon Sung So.

“Ya”

“Bagaimana kamu tahu dia korbannya?”

“Dengarkan aku baik baik, mengenai flasdisk itu, jangan beritahu siapapun. Berjanjilah!”

“Kamu membuatku takut.”

“Aku akan jelaskan lagi setelah tahu lebih banyak.”

Bu Shim mengangguk.

Sang Ryoel dan Mama Yura datang menengok. Mereka heboh sendiri.

***

Ae Rin mencari di lokasi Bu Shim dirampok. Flasdisk nya hilang.

Ae Rin lalu menelepon Ji Yeon, ia ingin bertemu.

***

Ae Rin menanyakan keterkaitan pembunuhan moon Sung So dengan kematian suaminya. Ji Yeon mengiyakan.

“Mereka bukan seseorang yang bisa kau temui, mereka berhubungan dengan cornerstone dan jaringan Industri militer. Kekuasaan tidak kasat mata melindunginya. Kita tidak bisa menangkapnya dengan cara biasa. Itu sebabnya Kim bon dan king’s bag ditugaskan.

Seperti dugaan mu, bon mendekati mu karena suamimu adalah saksi ditempat pembunuhan.”

Ae Rin menangis, “sudah kuduga itu alasannya.”

“Apapun alasan awalnya, bon sungguh sungguh ingin melindungi mu dan anak anakmu.”

“Kenapa?”

“Karena kamu berharga baginya.”

***

Sang Ryoel dan Mama Yura mengecek CCTV di ruang pusat kemanan gedung.

Tapi aneh, video saat Bu Shim diserang, menghilang.

Kejadian ini juga pernah terjadi sebelumnya, saat mereka melihat video suami Ae Rin dikejar kejar seseorang.

***

Ae Rin menangis memandangi foto suaminya.

Kim bon langsung kerumah Ae Rin setelah ditelepon Ji Yeon. Tapi ia tak sanggup untuk masuk kerumahnya.

Jadi ia hanya berdiri didepan pintu, mendengarkan Ae Rin yang menangis sedih.

***

Keesokan harinya, Ae Rin terbangun, ia membuka lemari es, ternyata airnya habis. Ia keluar rumah dan mendapati Kim bon ada didepan pintu rumahnya.

(😱Jadi Kim bon semalaman disitu?)

Mereka minum teh bersama,

“Maafkan aku tidak jujur padamu. Kenyataan nya begitu kelam dan berat. Aku pikir lebih baik kamu tidak tahu.”

“Aku tahu maksudmu.”

“Aku akan mencari dan menangkap nya, kamu tetaplah diduniamu. Jangan masuk keduniaku, itu sangat berbahaya.”

***

“Ada kabar tentang ledakan mobil Kim bon?” Tanya direktur Shim pada kepala Kwon.

“Sedang kuselidiki.”

“Sebaiknya kau cari tau siapa pelakunya, akan ku pastikan dia menerima ganjaran nya.”

“Kenapa kau melihat ku seperti itu? Kau pikir aku pelakunya?”

“Kamu sangat menginginkan terius.”

“Benar, aku ingin menangkapnya. Tapi tidak ingin membunuhnya. Hanya dia yang tahu keberadaan file itu usai operasi candy. ”

***

Ra Do Woo datang ke apartemen Bu Shim membawa buket bunga.

(Ra do woo jadi ganteng😘, rambutnya gak pirang lagi)

“Bosku menyuruhku berkunjung. Ketika mendengar pelanggan VIP kami sakit.”

“Sungguh? Terima kasih banyak.”

Do woo juga menyerahkan tas warna coklat,

“Bagus sekali, tapi aku suka warna hitam.”

(Sudah dikasih, milih lagi😪)

“Boleh aku minum teh?” Do wo langsung nyelonong masuk.

Bu Shim berpikir kalau Do Woo tertarik untuk bergabung dalam tim Kis

“Aku harus mendiskusikan hasil wawancara mu dengan yang lain.”

“Baik, sampai jumpa.”

***

Dalam lift, do woo mengeluarkan stiker dari sakunya. Lalu diremas.

“Sulit aku percaya, aku melakukan pekerjaan seperti ini.”

***

“Bagaimana stiker dirumah Shim Eun Ha?” Tanya Kim bon

“Aku menyuruh Do Woo.”

“Itu tempat terakhir, kini K memiliki video pembunuhan moon Sung So.”

Kim bon juga mengatakan bahwa ia bertemu Yong Tae, dan Yong Tae bersedia menjadi agen ganda.

“Apa sasaran utamanya?”

“Mengetahui identitas ‘suara’.”

***

Jin Yong Tae menemui Ae Rin. Ia meminta maaf atas kematian suaminya.

“Aku akan menerima ganjarannya.”

“Baiklah, bantu bon dan tangkap mereka untuk aku atau aku tidak akan memaafkanmu.” Ae Rin langsung pergi.

Yong Tae mendapatkan telepon,

“Hari ini? Baiklah.”

***

Di markas king’s bag.

Ra do woo memberikan peralatan pada Yong Tae. Apa yang dilihat dan didengar oleh Yong Tae maka mereka juga melihat dan mendengarnya.

“Aku akan membantumu, tidak perlu takut.”

“Baiklah.”

“Kau tampan jika pakai kacamata.” Puji Ji Yeon.

“Tentu saja, pria tampan seperti ku jarang ada.” Kata Yong Tae pe-de.

“Dia hina sekali.” Kata do woo 🤣🤣

***

Si suara, “jin Yong Tae, dasar pengkhianat, beraninya dia meninggalkan hal seperti ini sebagai bukti. Tunggu diruangan sebelah, saat kuberi aba aba, urus dia.”

(Kode dua ketukan)

“Baik.” Kata K mengerti.

***

Jin Yong Tae memasuki ruangan. Dia mencoba mengumpulkan keberaniannya lagi.

Ketika masuk ruangan, ia melihat si ‘suara’

Ji Yeon, Kim bon dan Ra Do Woo, kaget.

“Astaga!”

“Yoon Chun Sang.”

“Dia kepala sekretaris presiden.”

***

“Selamat datang. Duduklah!”Kata Yoon Chun Sang.

Yong Tae duduk,

“Ini pertama kali kita bertemu Khan?” Kata Yoon Chun Sang sambil menuangkan teh. Lalu mempersilahkan Yong Tae minum

Yong Tae menyerahkan kunci mobil.

“Dibagasi mobil.”

Yoon Chun Sang memperlihatkan flasdisk,

“Aku yakin kamu tau benda ini. Kamu akan mengancam ku dengan hal tidak penting ini?’

“Ya”

“Ya? Harusnya kamu memohon agar aku menyelamatkanmu!”

“Tolong maafkan aku, tapi masih ada beberapa flasdisk lainnya. Aku butuh cadangan kalau kalau aku dalam bahaya. Aku tidak mau mati tanpa rencana seperti terakhir kali. Jika aku mati, aku mengatur agar semuanya terungkap.”

“Lakukan sesukamu!”

Yoon Chun Sang mulai mengetuk. K bersiap.

“Kim bon punya brankas rahasia di swiss, aku punya kuncinya.”

“Tunggu! Brankas rahasia?” Ia memberi kode agar K tidak menyerang.

“File dari Candy ada di brankas Swiss, aku yakin anda mengenalnya. Aku akan memberikan kuncinya.

***

“Sulit kupercayai, dia sudah mendapatkan videonya ” kata Ji Yeon.

“Dia dalam bahaya,aku harus masuk.”

“Hati hati, aku akan menunggu.”

Kim bon menyamar menjadi pelayan, kalau kalau Yong Tae dalam bahaya.

***

Bersambung episode 26

Sinopsis Terius Behind Me eps 24

Kim bon menemui orang tua Ae Rin.

Si kembar sangat senang bertemu dengan Kim Bon.

Kim bon disambut dengan baik. Dan ia membantu mengupas kerang.

***

Si ‘suara’ mentraktir makan menteri kesehatan dan kepala Kwon. Ia memuji BIN yang sudah bekerja keras.

“Aku dan tim ku hanya menjalankan tugas.” Kata kepala Kwon dingin.

“Teruskan kinerja baikmu.”

Mereka bersulang.

Direktur Shim juga makan malam, tapi diruangan terpisah.

***

Setelah makan malam, Kim bon didesak agar mau menginap disana.

“Kenapa? Tidak akan nyaman disini.” Kata Ae Rin.

“Tidak apa apa, aku akan bergadang semalaman, aku biasa bergadang saat pengintaian.”

Ternyata, Kim bon ngoroknya paling kenceng!! 🤣🤣

“Mungkin dia kelelahan.”

Flashback:

Kim bon disuruh mengerjakan ini dan itu. Dia banyak dimintai tolong oleh tetangga. Kim bon mengerjakan semuanya dengan baik.

***

Yong Tae ingin menemui si ‘suara’ tapi si ‘suara’ belum mau menemuinya.

Pengawalnya memberikan sebuah ponsel, “cam kan ! Lebih kamu dianggap mati, setelah ini tidak akan kesempatan! dia akan menghubungi mu.”

“Tolong katakan ini padanya, aku akan bekerja becus mulai sekarang.”

(Apa Yong Tae berpindah haluan??😱)

***

Ae Rin dan Kim bon bersiap siap mengantar si kembar jalan jalan.

“Tidurmu nyenyak?” Tanya Ae Rin.

“Tidak, aku bolak balik dikasur semalaman.”

(Bo’ong banget🤣)

Mereka lalu pergi ke pantai, Kim bon memberi hadiah jaket couple.

Mereka menghabiskan waktu dengan kebersamaan dipantai

***

Kim bon menemui do woo dan Ji Yeon.

Ji Yeon langsung memeluknya.

“Ini bukan mimpi Khan?”

“Ini aku.”

“Situasinya kacau, kau dianggap telah mati, jin Yong tae menghilang. Operasi kita akan dihentikan. Sekarang kau kembali, kau masih hidup!” Ji Yeon kembali memeluk Kim bon.

“Tepat sebelum meledak, ada seseorang yang menolongku.”

“Siapa?”

“Entahlah. Aku harus mulai mencari tahu, orang yang ingin aku hidup dan orang yang ingin aku mati.”

***

Ae Rin mendapatkan telepon dari agen perumahan. Rumahnya laku.

***

Bu Shim membuka lemari es. Ia melihat ada stiker didalam lemari es.

“Siapa yang menaruh ini disini?” Ia lalu menempelkannya dimeja.

(Itu stiker penyadap 😱)

Bu Shim lalu membereskan kamar anaknya, ia melihat ada sebuah flashdisk.

Ia penasaran, ia membukanya dilaptop. Ternyata ada video seorang pria yang dicekik sampai mati (Moon Sung So). Ia ketakutan, si pembunuh adalah orang yang mencoba menculik si kembar dulu.

Anak Bu Shim datang, “ah, itu punya Joon Hee.” Ia mencoba mengambil flashdisk nya.

“Tidak! Itu punya ibu”

Anaknya kecewa.

***

Ae Rin ada di agen perumahan Kings Castle.

Tiba tiba Bu Shim menelepon nya, menanyakan kenapa ada video yang mengerikan diflasdisk milik Joon Hee.

“Detail kematian suamimu juga ada didalamnya.”

“Apa?”

“Ada file lengkap keluargamu juga.”

“Eun Ha, kamu bersama suami dan anak anakmu dirumah?”

“Mereka sudah pulang, kenapa?”

“Bawa itu ketempat ku. Aku sedang didekat apartemen. Mari kita bicara berdua.”

“Baik.”

***

K sedang mendengar kan percakapan mereka melalui alat penyadapnya.

***

Ae Rin minta maaf karena tidak bisa menjual rumahnya. Ia segera pergi menemui Bu Shim.

Ditengah jalan, Bu Shim diserang K sampai pingsan, flasdisk nya diambil.

***

Kim bon pergi ketempat persembunyian, semua sudah kosong. Tapi untungnya, semua perlengkapan perangnya masih disana, aman.

“Jin Yong Tae , bedebah itu.” Kim bon geram.

Seseorang mendekati ruangannya, ia segera bersiap menyerang. Ternyata orang itu adalah Jin Yong Tae!

****

Bersambung episode 25