Mama Yura membuka toko roti. Kim bon dan sikembar mengunjungi nya dan memberikan ‘pohon uang’ sebagai hadiah.
Mereka makan dengan senang, Ae Rin datang dan makan bersama mereka.
“Apa wawancara mu berjalan baik?”
“Tentu.”
***
Aktivitas berjalan seperti biasa.
***
Rapat tim Kis
“Ae y kenapa kamu dipecat dari rumah Yoon Chun Sang?” Tanya mama Yura.
“Aku…” Ae Rin bingung menjelaskan.
“Untunglah kamu dipecat, karena menurut ayah mertuaku, keluarga mereka hancur berkeping-keping. Mereka terlibat dalam beberapa korupsi.” Kata Bu Shim Eun Ha
“Itu bahkan tidak ada dalam berita. Akses informasi mu luar biasa.” Puji sang Ryoel
“Wanita An da Jung itu kembali ke Rusia.”
Mereka mulai membahas mengenai penculik si kembar yang berhasil mereka giring ke kantor polisi. Tapi sayang ia kabur.
“Jika melihat orang itu, panggilah polisi. Dia orang yang berbahaya.” Kata Kim bon khawatir.
“Bon ssi, kamu lebih pengecut dari yang aku pikir.” Kata Bu Shim ngece.
Mereka berusaha merekrut Kim bon di tim Kis. Ia juga diberi hadiah. Foto ibu ibu rempong, siapa tau Kim bon akan merindukan mereka. Dan syal warna warni.
“Cocok sekali, kamu seperti peramal di gunung Gyeryong.”
“Terima kasih.”
“Jika kamu bersyukur, bisakah kamu melakukan itu untukku?” Pinta sang Ryoel
“Apa?”
“Ciuman hidung.”
Semua melongo.
Kim bon berdiri lalu menggosokkan hidungnya pada hidung sang Ryoel.
Sang Ryoel sangat bahagia seperti di Awang Awang
(Sumpah, ini adalah adegan paling menggelikan di film ini… Rasanya mau muntah🤢🤢🤮🤮😂)
***
Ji Yeon bosan di ruang perawatan. Ia ingin keluar tapi masih belum diijinkan.
“Mari kita cari udara segar.” Pinta Ji Yoen.
Do woo mendorong kursi rodanya ke jendela.
“Kamu bisa melihat keluar dengan matamu.”
“Astaga, kamu cerewet sekali.” Ji Yoen kesal.
Ia melihat ada daun merah menempel di jendela.
“Kenapa masih ada disitu?”
“Itu daun terakhir. Aku memasangnya disana hingga kamu bangun. Ini yang kutangkap ditaman terakhir kali.”
Ji Yoen tersenyum.
Kim bon dan Ae Rin datang menengok mereka.
***
Setahun kemudian
K bersiap menembak seseorang. (Sasaran nya mirip pak Surya Paloh… Maaf ya pak Surya Paloh.. jenggotnya sama sih😁)
Tapi Kim bon, sudah mengintai K. K ditembak tepat dikepala dan mati.
***
Pak park bertani mentimun. Seorang kurir mengantar paket.
Paket berisi tempat minum kopi.
Ia lihat di tempelan kardus nya ada tertulis, “Sebuah kafe langka dengan pria tampan yang sulit didapat.”
(Itu pasti Yong Tae 🤔)
***
Dua orang gadis muda penasaran dengan nama kafe yang begitu unik.
“Mari kita lihat seberapa tampannya dia.”
Itu benar Yong Tae, dengan pe-de nya dia menawarkan kopi yang ia buat sendiri.
“Bagaimana, kamu suka nama kami? ‘cafe pria tampan’? Nama asliku Wang Mi Nam.”
Flashback:
Kim bon memberi Yong Tae kartu identitas. Ia diberi nama Wang Mi Nam, adik Wang Jeong Nam.
(Yong Tae diakui adik oleh Kim bon🤗)
Yong Tae menjalani hidupnya dengan damai. Dan ia menyukai nya.
***
Kepala Kwon mendapatkan laporan penjualan tas.
Bu Kwon tersenyum, “ia bekerja terlalu keras tanpa alasan.”
Ji Yoen dan Ra do woo datang menemui nya setelah berlibur di Islandia. Mereka sudah jadi pasangan! 😍😍
“Bu Kwon, kenapa king’s bag masih buka?”
“Kami menggunakannya sebagai kantor rahasia setiap kali ada operasi darurat.”
***
Tim kis kembali ngerumpi di toko king’s bag.
Ternyata sang Ryoel punya anak lagi padahal dia sudah vasektomi. (ramalan si dukun bener lagi😂).
Tim kis menginterogasi Bu Kwon, ia akan direkrut menjadi anggota tim Kis.
“Akan kupikirkan.” Katanya gugup.
Setelah semua pergi, Bu Kwon memberi misi khusus pada Ae Rin.
***
Ae Rin duduk dikafe, seseorang menaruh tas disampingnya.
Ia berganti baju dengan gaya seorang agen.
Ia memencet nomor loker stasiun kereta. Disitu ada koper, ia mengambilnya.
Dibawah menara Namsan, ia menunggu seseorang.
Pelayan, datang memberi dua gelas mojito. Kim bon datang.
“Apakah kamu tidak merindukan ku?” Tanya kim bon.
“Ya. Sangat.”
“Kita akhirnya bisa minum mojito di bawah menara Namsan.”
“Iya.”
“Apa isi koper ini?”
“Ini adalah misi dari direktur Kwon. Aku membukanya dengan orang yang aku temui disini.”
Mereka lalu membukanya.
Koper itu berisi misi lainnya.
Ada dua tiket, ada pesannya “pura pura menikah dan pergi ke new York”
Sudah disiapkan cincin nikah juga.
“Haruskah kita memakainya?” Tanya Kim bon memancing
Mereka lalu memakainya.
“Misi ini pasti menarik.” Kata Kim bon senang.
“Aku merasa sangat gugup.”
“Jangan khawatir, dibelakangmu ada Terius.”
😍😍😍😍
***
End
***