Yong Tae menulis, “King Castle, gedung 204 unit 501. Hanya ini yang kuberikan pada V. Rumah, mobil dan kartu kunci laboratorium. Entah apa yang dia lakukan?”
“Kamu punya foto V?”
“Tidak. Tapi dia hanya bicara bahasa Inggris. Selain itu dia tinggi dan tampak cantik.”
Ae Rin datang membawa barang barang untuk mereka. Ia juga membelikan bon ponsel yang terdaftar namanya. Bo Yoo akan membayar tagihan telepon nya.
“Mana punyaku?” Yong Tae protes.
(Yong Tae ngelunjak ๐)
Dokter membawakan Kim bon sup rumput laut.
Yong Tae mupeng,
“Jangan sentuh itu, kamu sudah buang gas?” Tanya dokter
Yong Tae menggeleng.
“Kalau sudah, baru boleh makan, tapi hanya bubur.”
***
Kim bon makan dengan lahap. Yong Tae mupeng.
“Tetaplah disini seminggu lagi, nanti kamu akan diberi sup rumput laut.” Kata Ji Yeon pada Kim Bon.
“Ulang tahunnya Minggu depan?”
“Ya”
(Ooo pantes password rumahnya 1031. Oktober tanggal 31)
***
Sang Ryoel diparkiran, ia melihat Kim bon dan Ji Yeon ke blok 204.
“Wanitanya Kim bon baru melahirkan, lalu sekarang sedang apa Kim bon dengan pemilik King’s bag disini?” Sang Ryoel kepo.
“Dia punya berapa pacar?”
***
Apartemen kosong, V sudah berkemas.
***
“Go Ae Rin ssi, ganti bantal yang baru, ini bau. Aku tidak bisa tidur.”
“Kenapa menyalahkan bantal, padahal kamu yang kotor.”
“Kalau begitu lap rambutku dengan tisu sampo.”
Ae Rin melap rambut Yong Tae dengan setengah hati.
“Bisakah kamu melakukannya seakan akan kamu peduli? Lakukan perlahan.” Yong Tae rewel.
Kim bon datang, melihat Ae Rin melap rambut Yong Tae ia merasa tidak senang.
“Kau menangkap kutu?”
“Dia terus merengek.” Kata Ae Rin
“Biar aku saja.”
Yong Tae langsung dijambak trus di gosok dengan kasar oleh Kim bon. Wkwkwk
“Sakit sekali, biar aku sendiri.” (Yong Tae melas hehehehe)
***
Ji Yeon mengajak do woo ke toko perhiasan. Do woo ge-er, ia pikir Ji Yeon akan memberinya hadiah.
Do woo memilih gelang.
“Yang ini, cocok dengan seleraku ” kata do woo bersemangat.
“Ya ini bagus.. tolong dibungkus..”
“Untuk apa? Biar langsung kupakai saja.”
“Ini hadiah ulang tahun untuk bon.”
Do woo kecewa.
Tapi ia melihat kalung yang cantik, ia langsung membelinya untuk Ji Yeon. Dicicil.
***
Ae Rin memberitahu si kembar bahwa paman bon akan ulang tahun.
“Apa akan ada pesta?”
“Aku harus memberikan hadiah apa?”
“Kalian pikirkanlah, nanti aku akan membawanya hari Sabtu.”
***
Yong Tae bercerita, ia tinggal di panti asuhan. Dia tidak jajan selama 10tahun agar punya tabungan. Tapi uang itu ditipu. Akhirnya dia membenci semua orang. Jadi, ia juga menipu orang. Awalnya merasa bersalah, lama lama menjadi terbiasa.
“Berbuat baik sulit tapi berbuat jahat mudah. Ditepi jurang, kamu memilih yang mudah.”
“Bagaimana denganmu? Kenapa memilih yang sulit?”
“Meski sulit ada yang perlu dilakukan dan dilindungi. Itu keputusanku. Jadi sekarang pikirkanlah kau ingin melakukan apa.”
(Sepertinya percakapan inilah yang akan merubah hidup Yong Tae ๐ค)
***
Papa Yura datang, ia mandi. Mama Yura langsung mengambil ponselnya dan memberikannya pada sang Ryoel. Waktu hanya 20 menit.
Sang Ryoel berlari ke parkiran, sudah ditunggu oleh Bu Shim .
Ae Rin juga sudah menunggu didepan King’s bag. Ia berlari ke ruang rahasia.
Do wo juga sudah bersiap. Hp langsung diretas. (Mereka melakukan ini secara sembunyi sembunyi, bahkan Ji Yeon tidak tahu.
Mereka berhasil mengembalikan ponselnya tepat waktu.
***
Direktur Shim bertemu dengan Ji Yeon.
“Direktur Shim, operasi King’s bag akan segera berakhir. Kami mendapatkan Jin Yong Tae dari J Internasional.”
“Dimana dia?”
Ji Yeon lalu menyerahkan berkas mediasi Yong Tae.
“Kamu belum memberi tahu siapapun Khan?”
“Tentu saja.”
Ada yang mengawasi mereka dari jauh.
***
Dirumah sakit, seseorang mati karena virus.
“Mengerikan.”kata do woo
“Dapatkan sampel dan minta badan anti-terorisme menyelidiki. Setelah selesai, tutup tempat ini.” Kata Ji Yeon.
***
Ji yeon memberikan foto foto korban virus pada Kim bon.
“Mereka melakukan tes pada tubuh manusia?”
Yong Tae kaget, “aku sungguh tidak tahu mereka melakukan hal seperti ini ”
“Lihatlah baik baik, ini perbuatan organisasi mu!”
“Ruang isolasi kedap suara? Ini pasti bakteri patogen yang menyebar lewat udara.”
“Kita harus mengajukan penyelidikan.” Usul Ji Yeon.
“Apa tujuan mereka?”
***
Tim kis, berkumpul. Mereka berusaha mendengarkan percakapan suami mama Yura dengan seorang wanita. Data itu dari ponsel yang sudah diretas.
Tapi mereka berbicara pakai bahasa Inggris, mama Yura tidak paham.
Bu Shim yang ngaku ngaku bisa bahasa Inggris ternyata juga tidak bisa,dia alasan sakit perut ๐.
Karena tidak mahir bahasa Inggris, mereka hanya mengerti bagian akhir percakapan, “kafe Bonjour pukul 14.00”
Mereka langsung ke Bonjour cafe.
Seorang wanita keluar dari mobil papa Yura. Setelah papa Yura pergi.
Mama Yura langsung menjambak wanita itu.
“Sejak kapan kau berkencan dengan suamiku!” Mama Yura kalap.
Mereka akhirnya Jambak jambakan๐
Karena si wanita ngomong nya pake bahasa Inggris, mama Yura gak paham dan meminta Bu Shim menterjemahkan untuk mereka. Bu Shim gugup, (otaknya bocor๐). Untunglah anaknya ada disekitar situ. Dia pintar bahasa Inggris. Jadi anaknya lah yang menterjemahkan.
Dalam bahasa Inggris:
“Apa dia mengenal suamiku?”
“Tidak, siapa suamimu?”
“Lee Chung sul”
“Aku mengenalnya, tapi kenapa?”
“Kenapa?Karena aku istrinya.”
“Lalu kenapa?”
“Kamu pergi ke hotel bersama suamiku.” Tapi langsung diralat, “apa dia bertemu suami ku diluar kantor?”
“Ya.”
Mama Yura langsung menggila.
“Tanyakan alasannya kenapa bertemu.” Kata Bu Shim lalu diterjemahkan.
“Aku adalah seorang headhunter. Aku bagian dari perusahaan besar perekrut Amerika bernama Cnm Consulting. Aku kesini untuk mendiskusikan kemungkinan pemindahan tugas suamimu ke amerika”
Semua terkejut.
“Lalu hotelnya?”
“Kami mendiskusikan secara mendetail di hotel, termasuk gaji tahunannya.”
Mama Yura langsung meminta maaf , tapi wanita itu langsung sinis๐.
***
“Seo Hyeon, terima kasih sudah membantu ibu. Kau dapat otak pintar dari siapa?” Kata Bu Shim bangga
“Dari ibu ”
“Ibu senang, ibu akan mengabulkan keinginanmu, katakan saja!”
“Bolehkah aku bolos kelas bahasa Inggris hari ini? Dan main game di hp?”
(Walah nduk, belajar bahasa Inggris nya dipaksa to๐)
***
“Sayang, kenapa kamu tidak bilang.”
“Maaf, aku ingin menunggu sampai sudah dipastikan.”
“Apa headhunter itu mengatakan sesuatu. Dia pasti marah.” Mama Yura merasa sangat menyesal.
“Jika tidak bisa mempekerjakan ku karena itu, biarkan saja. Aku bisa pindah lain waktu.” Kata suaminya penuh pengertian.
“Apa kegiatan mu besok?”
“Kenapa?” Mama Yura langsung girang dipikir mau diajak kencan.
“Janganlah kemana mana, tetaplah dirumah bersama Yura.”
***
Hasil tes, virus itu korona mutan lebih berbahaya dari Mers dan sars. Virus korona menyerang sistem pernafasan. Angka kematian mencapai 90%.
Dan virus ini belum ada obatnya.
***
Ae Rin segera membawa laptop yang menyimpan hasil peretasan. Ia merasa mendengar sesuatu tentang ‘proyek cors’ dihp yang diretas. Tp ia tidak yakin karena pakai bahasa Inggris.
Ternyata benar, mereka langsung melacak hp papa Yura.
“Dia ada di SD Seong Jeon.”
Ae Rin kaget, karena di SD Seong Jeon akan ada menteri kesehatan berpidato. Semua akan berkumpul disitu termasuk si kembar.
“Targetnya adalah pak menteri.”
Ae Rin panik karena si kembar disana. Ia langsung berlari kesekolah
***
Menteri kesehatan mulai berpidato, mempraktikkan cara mencuci tangan.
***
Papa Yura menaruh bom bio kimia di bawah gedung.
“Sudah siap.”
***
Bersambung episode 21