Sinopsis Terius Behind Me eps 23

Kim bon dalam mobil pengawalan. Mobil tiba tiba berhenti.

“Ini bukan lokasinya.”

***

Kepala Kwon mengirim SMS, entah ke siapa.

Tiba tiba mobil berhenti,

“Ini ada apa?” Ji Yeon panik. Ia mencoba keluar tapi dihalangi oleh kepala Kwon.

Mobil yang membawa Kim bon meledak.

Ji yeon menangis histeris.

***

Anak anak juga menangis, ikan ‘uncle’ mati.

***

“Bagaimana ini bisa terjadi? Aku harusnya melarangnya memakai protokol ‘death’.” Kata Ji Yeon menyesal. Direktur Shim menepuk pundak Ji Yeon lembut.

Ji yeon mencurigai kepala Kwon, karena sesaat sebelum insiden, kepala Kwon mengirim pesan pada seseorang.

***

Sikembar membuat kuburan untuk ‘uncle’. Dan menaruh mainan agar uncle tidak bosan.

Dan permen jeli agar uncle tidak lapar.

***

Ji Yeon datang menemui Yong Tae.

“Kenapa kamu baru datang, dimana bon?”

“Bon tewas. Kita ketempat persembunyian siang ini, Kemasi barang barangmu.”

Yong Tae shock, “bagaimana dengan ku?apa masih aman?”

“Jangan khawatir, direktur membantu kita.”

“Apa dia orang yang bisa dipercaya?”

“Tentu saja. Aku akan menghancurkan cornerstone apapun yang terjadi. Aku butuh bantuanmu.” Lalu Ji Yeon pergi

Yong Tae galau.

***

Ae Rin memasakkan makanan untuk tim Kis. Sebagai tanda terima kasih telah menjaga sikembar.

***

Si ‘suara’ sudah kelihatan wujud manusianya. Ia sangat senang grafik sahamnya naik.

Ia dapat laporan jika terius sudah mati. Dia tertawa bengis.

***

Ae Rin datang ke king’s bag. Suasana tampak aneh. Baik ji Yeon maupun do wo murung.

“Bon tewas, operasi nya gagal.”

Ae Rin shock.

Ia mengingat kembali kenangannya bersama Kim bon. Bagaimana Kim bon di sayang oleh si kembar. Itu membuatnya sedih.

Ia juga sudah dipecat dari king’s bag karena direktur Shim tidak mau warga sipil terlibat.

Dikesendiriannya, Ae Rin menangis, “bon ssi, terima kasih, berkatmu aku bisa ceria lagi.”

***

Pagi hari, Ae Rin dan si kembar sarapan bersama.

“Joon Joon, kalian mau tinggal di pulau Jeju, dengan kakek dan nenek?”

Anak anak antusias.

“Tapi bagaimana sekolah kami?”

“Kalau begitu, kita tinggal disana sementara waktu, ibu juga merindukan kakek dan nenek.”

*** Malam biru di pulau Jeju ***

Ae Rin memulai hidupnya lagi.

Anak anak sekolah di pulau Jeju. Mereka hidup damai bersama kakek dan nenek.

Ae Rin bekerja di kedai kopi.

***

Ji Yeon melaporkan pada direktur Shim kalau Yong Tae sudah kabur.

Direktur Shim berencana menutup operasi King’s bag. Karena saksi dan bukti sudah tidak ada

***

Ae Rin mengantarkan pesanan kopi, si pemesan duduk memandangi laut.

Dialah Kim bon!

Ae Rin terpana, Kim bon mendekati lalu memeluknya.

(So Ji Seob ganteng banget ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜, kayak suamiku… Miminnya mulai ngaco๐Ÿ˜ต)

***

Mereka ngobrol di kafe,

“Kamu tidak terluka? Kamu tidak berpura pura baik baik saja, Khan?”

“Aku baik baik saja, jadi jangan khawatir.”

“Apa yang terjadi?”

Flashback:

Saat dimobil pengawalan, semua anggota melompat keluar, sopirnya mengatakan, “mobil akan meledak. Temukan cara untuk hidup!” Ia lalu melempar kunci pada Kim bon. Kim bon lompat. Mobil terbakar.

“Terima kasih, karena sudah bertahan hidup. Omong omong, kamu tau aku disini dari mana?”

“Kau lupa apa pekerjaanku?”

Ae Rin mengangguk mengerti,

“Sudah menemui Bu Yoo?”

“Belum, sejujurnya aku menemuimu sebelum orang lain. Aku ingin kamu tau lebih dahulu bahwa aku masih hidup.”

๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

***

Bersambung episode 24

Sinopsis Terius Behind Me eps 22

Kim bon push up. Yong Tae tampak mengagumi otot Kim bon.

“Brother, kenapa kamu jago sekali berkelahi?”

“Sudah dari sananya.”

“Tukang pamer!”

Kim bon menoleh, ia langsung pura pura sakit.

“Jin Yong Tae, kamu tidak mau bilang dimana kamu taruh tasnya?”

“Sudah kubilang, aku akan mengatakannya jika aku sudah aman.”

“Kamu mudah berganti haluan, semudah membalikkan tangan.” Kata Kim bon sangsi.

Jin Yong Tae memiliki firasat yang bagus, sebelum ia diserang, ia sudah menyembunyikan tasnya dulu.

“Kamu yakin tidak dilacak?”

“Kubilang tidak.”

Flashback:

Yong Tae mendapatkan hadiah jam mahal. Ia sangat senang. Ia senang sekali dan selalu memakainya. Pantas saja, ketika disauna K bisa tau lokasinya.

Ia menyadari jam itu ada pelacak nya. Ia tinggalkan jam nya disauna.

Ketika ia menukar uang receh di minimarket, kasirnya menelepon polisi , memberitahukan ada buron ke situ. Karena itulah K tahu lokasi Jin Yong saat ditaman.

“Hanya ada kita berdua disini, kau tidak mungkin melaporkan ku.”

Kim bon lalu mengeluarkan ponselnya, Yong Tae panik.

“Brother, kita bisa bicara tentang tasnya.” Kata Yong Tae mencoba negosiasi.

“Anda salah sambung.” Kim bon menutup teleponnya lagi.

(Ternyata Kim bon cuma mancing Yong Tae doang…๐Ÿ˜“)

“Tadi kau bicara apa?”

Yong Tae pura pura sakit lagi.๐Ÿ˜‚

***

Ae Rin mengkhawatirkan Kim bon, ia lalu menelepon nya.

“Apa kamu makan teratur?”

“Tentu.”

“Bagaimana luka kalian?”

“Kami baik baik saja.”

“Apa aku harus percaya kata katamu?”

“Bagaimana Joon Soo dan Joon Hee, apa mereka baik baik saja?”

“Mereka baik saja.”

“Kalau kamu?”

“Aku juga baik.”

Yong Tae yang melihat mereka bertelepon saling penuh perhatian, jadi cemburu. Dia membuat ulah, tamborin dibunyikan sampai berisik.

“Kita bicara lagi nanti.” Kim bon lalu menutup teleponnya.

“Jangan digoyangkan lagi, berisik! Kau mau apa?”

“Aku lapar, beri aku makanan.”

Kim bon melempar roti tawar.

“Roti tawar lagi?bersikaplah manusiawi dan beri aku makanan lain. Atau setidaknya berikan selai.” Yong Tae protes.

Kim bon mendekatinya dan mengambil lagi roti tawar itu.

“Brother, Jangan! Akan ku makan ini.”

(Wkwkwk Yong Tae beneran kayak anak kecil)

***

“Kenapa penyerangan ini gagal?” Tanya ‘suara’

“Ini karena terius ikut campur, tapi, bagaimanapun tujuan kita sudah tercapai.”

“Bagus, tapi kita harus segera menyingkir kan terius.”

***

Kepala Kwon mendapatkan laporan tentang panggilan telepon Ji Yeon.

“Dia sering menelepon satu nomor. Nomornya Wang Jeong Nam.”

“Wang Jeong Nam?”

“Ada yang aneh, alamat Wang Jeong Nam adalah diapartemen king Castle unit 803.”

Ia ingat, 803 adalah depan rumah Ae Rin. Berarti Ae Rin berbohong padanya.

Ia langsung menuju ke apartemen 803.

***

Ae Rin datang dan melihat apartemen Kim bon terbuka. Ternyata ada kepala Kwon disitu.

Ae Rin ditangkap, ia akan dijadikan umpan untuk menangkap Terius.

Kepala Kwon menelepon Ji Yeon bahwa Ae Rin ada bersamanya sekarang.

***

Direktur Shim melabrak kepala Kwon.

“Berani beraninya kau menangkap orang tak bersalah!”

“Dia bersalah! Karena melindungi buron yang paling dicari.”

“Bebaskan dia!”

“Hanya jika ia memberi tahuku dimana Kim bon.”

***

“Sekarang Joon Hee dan Joon Soo pulang sekolah, minta sang Ryoel menjaga mereka dulu.” Kata Ji Yeon memerintah do woo.

“Benar, apapun yang terjadi harus ada orang untuk merawat anaknya.”

***

Kim bon menerima kabar kalau Ae Rin ditangkap.

Yong Tae tampak mengkhawatirkan Kim bon.

Kim bon menelepon Ji Yeon, “aku rasa, aku harus menggunakan protokol ‘death’.”

“Haruskah sampai sejauh itu?”

“Aku tidak boleh membahayakan Ae Rin dan anak anaknya.”

“Jika itu mau mu, aku mengerti.”

***

Ji Yeon menemui direktur Shim, membahas mengenai rencana Kim Bon.

***

Kim bon datang ke BIN menyerahkan diri. Yang menangkap adalah Ji Yeon dan direktur Shim.

Ji Yeon sedih harus memborgol Kim bon.

Ae Rin dilepaskan sebagai pertukaran.

***

Ji Yeon menemui Ae Rin,

“Kamu terkena masalah karena Kim bon. Itu bukan salahmu. Bon akan kembali dengan selamat. Jangan khawatir dan pulanglah. Hari ini ulang tahunnya, kamu mau memberinya kado Khan? bungkuslah kadonya dengan baik.”

***

Kepala Kwon menelepon seseorang,

“Terius ada pada kami, jangan khawatir, aku akan bersepakat dengannya.” Kata kepala Kwon melaporkan.

***

Yong Tae menaruh lilin pada roti tawar. Ia menyalakan lilin lalu meniupnya lagi.

Ia bersedih untuk Kim bon, “firasat ku buruk, kenapa ya?”

***

Ji Yeon, kim bon dan direktur Shim merencanakan pelarian untuk Kim bon dengan prosedur ‘death’.

Ketika nanti dijalan, mereka akan meledakkan mobil pengawalan, dalam 10detik Kim bon harus keluar dari mobil dan melarikan diri. Kim bon akan dianggap mati terbakar didalam mobil.

***

Ketika saat eksekusi tiba,

Kim bon masuk mobil pengawalan dan menuju tempat interogasi,

Tapi semua tidak berjalan sesuai rencana, mobil pengawalan tidak berbelok dijalan yang seharusnya, mobil meledak.

***

Ji Yeon yang ikut mengiring mobil pengawalan menangis histeris. Itu tidak sesuai rencana!

***

Si kembar mau memberi makan ikan ikan mereka, tapi ikan ‘uncle’ mati. Mereka pun menangisi ‘uncle’.

***

Bersambung episode 23

Sinopsis Terius Behind Me eps 21

Ra do woo melacak lokasi papa Yura. Serangan kemungkinan di gedung olah raga sekolah. Ae Rin panik dan segera berlari menuju sekolah.

***

Menteri kesehatan sedang berpidato dan mempraktekkan cara mencuci tangan yang baik agar terbebas dari kuman dan virus.

Ae Rin menelepon Bu Shim yang saat itu berada digedung olah raga.

Begitu pun Ji Yeon menelepon pengawal menteri.

Bu Shim segera menyalakan alarm darurat dan mengevakuasi anak anak.

***

Karena rencananya kacau, V menggunakan rencana B, yaitu membunuh pak menteri.

V berhadapan dengan Ji Yeon dan papa Yura berhadapan dengan Kim bon.

Setelah perkelahian sengit V dengan Ji Yeon akhirnya Pak menteri berhasil selamat.

Kim bon yang berhadapan dengan papa Yura berhasil meringkusnya. Tapi bom waktu terlanjur dinyalakan.

“Do wo, tidak ada tombol untuk mematikan bom nya.” Kata Kim bon panik.

“Astaga!”

Mereka mencoba mengutak atik bom.

Kim bon memotong salah satu kabel. Dan waktu berhasil berhenti di 0.02 detik. huft!

“Aku hampir kena serangan jantung, kenapa kamu pilih hijau?”

“Itu warna kesukaan Joon Hee.”

***

Para polisi, unit penjinak bom, pemadam kebakaran, anti teroris sudah berkumpul di gedung sekolah.

V dan papa Yura ditangkap, tapi ketika memasuki mobil polisi, baik V maupun papa Yura ditembak jarak jauh oleh seseorang. K.

***

Ji Yeon menemui pak menteri untuk berpamitan,

“Anda tau alasan mereka menyerang anda?”

“Aku pernah bertemu wanita yang menyerang ku itu sebelumnya, namanya Clara Choi. Dia ingin negara kita membeli vaksin yang baru dikembangkan.”

“Anda menolak?”

Pak menteri mengangguk

“Meski begitu, tega nya dia melakukan hal semengerikan ini.”

“Perusahaan mana yang membuat vaksin?”

“Perusahaan obat Case.”

***

Kim bon menemui Ae Rin untuk memastikan mereka baik baik saja. Kim bon juga berterima kasih karena Ae Rin sudah memberikan informasi sepenting itu.

Si kembar memeluk Kim bon dengan manja,

“Ahjussi, bagaimana petualangannya?” Kata Joon Hee

“Jangan pergi, tetaplah dirumah.” Kata Joon Soo

“Paman akan segera kembali, dengarkan perkataan ibu ya.”

“Baik.” Kata mereka serempak.

“Aku pergi dulu.” Kata Kim bon berpamitan.

Joon Soo protes, “ahjussi, ciuman hidung dulu.”

Kim bon menggosokkan hidungnya pada Joon Hee, lalu Joon Soo lalu Ae Rin ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Kim bon langsung grogi.

***

Menteri yang semula menolak membeli vaksin cors dari perusahaan obat Case akhirnya menyetujui pembelian vaksin karena desakan masyarakat yang ketakutan.

***

Ji Yeon melaporkan dua teroris yang mati di lapangan.

“Clara Choi, dan Lee Chul adalah orang suruhan cornerstone. Lee Chul adalah mata mata perusahaan Obat Samguk. Dia mencuri teknologi untuk vaksin cors dan menjualnya ke Case.”

“Virus ya dipakai di bom?”

“Menurut PPKP, itu bukan virus dengan angka kematian 90% tapi cuma 20%. Mereka hanya membuat isu dunia agar meningkatkan penjualan vaksin mereka.”

Direktur Shim menghela nafas, “mereka melakukan hal sejahat ini demi uang.”

Direktur Shim juga mengatakan, tempat persembunyian Jin Yong Tae dan Kim bon sudah siap, mereka bisa pindah kesana besok.

“Ngomong-ngomong, kamu dapat dari mana informasi tentang bom itu?”

“Itu…” Ji Yeon susah menjelaskan.

***

Ra Do Woo mengedit foto papa Yura dan Clara Choi dibandara. Seakan akan papa Yura meninggalkan istrinya demi wanita lain.

***

Tim Kis berkumpul, Ae Rin memberikan foto itu.

“Detektif swasta berbakat, yang menemukannya. Keduanya pergi ke Amerika bersama”

Mama Yura menangis histeris.

“Memang kami hanya tinggal bersama, tapi teganya dia meninggalkan ku seperti ini dan pergi dengan wanita lain .”

Untuk menghibur mama Yura, sang Ryoel menceritakan rahasianya. Ternyata ia dulu bukan tentara, ia hanya tukang masak di AD.

Bu Shim juga menceritakan rahasianya, dia bukan lulusan universitas S yang terkenal tapi universitas Seonwoon.๐Ÿ˜ช

“Lalu bagaimana rencanamu berikut nya? Apa kau akan bekerja seperti Ae Rin?” Tanya Bu Shim.

“Aku akan minta uang pada ayahku, ayahku sangat kaya. Jangan cemaskan aku, aku baik baik saja. Besok adalah hari yang baru.” Katanya bersemangat.

Semua melongo, mama Yura move on secepat itu ๐Ÿ˜ช

***

Kepala Kwon mendapatkan informasi bahwa ponsel Lee Chul dipasang pelacak milik BIN.

“Ada apa ini? Siapa yang mengawasi teroris?” Kepala Kwon bingung.

“Ada potongan lima sidik jari dari ponsel nya.”

“Apa?”

“Salah satunya adalah sidik jarinya, tapi sisanya milik bong sun mi, Kim sang Ryoel, go Ae Rin dan Ra Do Woo.”

(Kepala Kwon tambah puyeng๐Ÿ˜‚)

Informasi pribadi Bong Sun mi (mama Yura)

Tinggal bersama Lee Chul Seung. Mereka tidak memiliki akta nikah, Yura adalah anak dari mantan suami Bong Sun Mi. Tinggal bersama hanya kedok penyamaran Lee Chul.

(Berarti kata paranormal bener ya๐Ÿค”)

***

Bersambung episode 22

Sinopsis Terius Behind Me eps 20

Yong Tae menulis, “King Castle, gedung 204 unit 501. Hanya ini yang kuberikan pada V. Rumah, mobil dan kartu kunci laboratorium. Entah apa yang dia lakukan?”

“Kamu punya foto V?”

“Tidak. Tapi dia hanya bicara bahasa Inggris. Selain itu dia tinggi dan tampak cantik.”

Ae Rin datang membawa barang barang untuk mereka. Ia juga membelikan bon ponsel yang terdaftar namanya. Bo Yoo akan membayar tagihan telepon nya.

“Mana punyaku?” Yong Tae protes.

(Yong Tae ngelunjak ๐Ÿ˜‚)

Dokter membawakan Kim bon sup rumput laut.

Yong Tae mupeng,

“Jangan sentuh itu, kamu sudah buang gas?” Tanya dokter

Yong Tae menggeleng.

“Kalau sudah, baru boleh makan, tapi hanya bubur.”

***

Kim bon makan dengan lahap. Yong Tae mupeng.

“Tetaplah disini seminggu lagi, nanti kamu akan diberi sup rumput laut.” Kata Ji Yeon pada Kim Bon.

“Ulang tahunnya Minggu depan?”

“Ya”

(Ooo pantes password rumahnya 1031. Oktober tanggal 31)

***

Sang Ryoel diparkiran, ia melihat Kim bon dan Ji Yeon ke blok 204.

“Wanitanya Kim bon baru melahirkan, lalu sekarang sedang apa Kim bon dengan pemilik King’s bag disini?” Sang Ryoel kepo.

“Dia punya berapa pacar?”

***

Apartemen kosong, V sudah berkemas.

***

“Go Ae Rin ssi, ganti bantal yang baru, ini bau. Aku tidak bisa tidur.”

“Kenapa menyalahkan bantal, padahal kamu yang kotor.”

“Kalau begitu lap rambutku dengan tisu sampo.”

Ae Rin melap rambut Yong Tae dengan setengah hati.

“Bisakah kamu melakukannya seakan akan kamu peduli? Lakukan perlahan.” Yong Tae rewel.

Kim bon datang, melihat Ae Rin melap rambut Yong Tae ia merasa tidak senang.

“Kau menangkap kutu?”

“Dia terus merengek.” Kata Ae Rin

“Biar aku saja.”

Yong Tae langsung dijambak trus di gosok dengan kasar oleh Kim bon. Wkwkwk

“Sakit sekali, biar aku sendiri.” (Yong Tae melas hehehehe)

***

Ji Yeon mengajak do woo ke toko perhiasan. Do woo ge-er, ia pikir Ji Yeon akan memberinya hadiah.

Do woo memilih gelang.

“Yang ini, cocok dengan seleraku ” kata do woo bersemangat.

“Ya ini bagus.. tolong dibungkus..”

“Untuk apa? Biar langsung kupakai saja.”

“Ini hadiah ulang tahun untuk bon.”

Do woo kecewa.

Tapi ia melihat kalung yang cantik, ia langsung membelinya untuk Ji Yeon. Dicicil.

***

Ae Rin memberitahu si kembar bahwa paman bon akan ulang tahun.

“Apa akan ada pesta?”

“Aku harus memberikan hadiah apa?”

“Kalian pikirkanlah, nanti aku akan membawanya hari Sabtu.”

***

Yong Tae bercerita, ia tinggal di panti asuhan. Dia tidak jajan selama 10tahun agar punya tabungan. Tapi uang itu ditipu. Akhirnya dia membenci semua orang. Jadi, ia juga menipu orang. Awalnya merasa bersalah, lama lama menjadi terbiasa.

“Berbuat baik sulit tapi berbuat jahat mudah. Ditepi jurang, kamu memilih yang mudah.”

“Bagaimana denganmu? Kenapa memilih yang sulit?”

“Meski sulit ada yang perlu dilakukan dan dilindungi. Itu keputusanku. Jadi sekarang pikirkanlah kau ingin melakukan apa.”

(Sepertinya percakapan inilah yang akan merubah hidup Yong Tae ๐Ÿค—)

***

Papa Yura datang, ia mandi. Mama Yura langsung mengambil ponselnya dan memberikannya pada sang Ryoel. Waktu hanya 20 menit.

Sang Ryoel berlari ke parkiran, sudah ditunggu oleh Bu Shim .

Ae Rin juga sudah menunggu didepan King’s bag. Ia berlari ke ruang rahasia.

Do wo juga sudah bersiap. Hp langsung diretas. (Mereka melakukan ini secara sembunyi sembunyi, bahkan Ji Yeon tidak tahu.

Mereka berhasil mengembalikan ponselnya tepat waktu.

***

Direktur Shim bertemu dengan Ji Yeon.

“Direktur Shim, operasi King’s bag akan segera berakhir. Kami mendapatkan Jin Yong Tae dari J Internasional.”

“Dimana dia?”

Ji Yeon lalu menyerahkan berkas mediasi Yong Tae.

“Kamu belum memberi tahu siapapun Khan?”

“Tentu saja.”

Ada yang mengawasi mereka dari jauh.

***

Dirumah sakit, seseorang mati karena virus.

“Mengerikan.”kata do woo

“Dapatkan sampel dan minta badan anti-terorisme menyelidiki. Setelah selesai, tutup tempat ini.” Kata Ji Yeon.

***

Ji yeon memberikan foto foto korban virus pada Kim bon.

“Mereka melakukan tes pada tubuh manusia?”

Yong Tae kaget, “aku sungguh tidak tahu mereka melakukan hal seperti ini ”

“Lihatlah baik baik, ini perbuatan organisasi mu!”

“Ruang isolasi kedap suara? Ini pasti bakteri patogen yang menyebar lewat udara.”

“Kita harus mengajukan penyelidikan.” Usul Ji Yeon.

“Apa tujuan mereka?”

***

Tim kis, berkumpul. Mereka berusaha mendengarkan percakapan suami mama Yura dengan seorang wanita. Data itu dari ponsel yang sudah diretas.

Tapi mereka berbicara pakai bahasa Inggris, mama Yura tidak paham.

Bu Shim yang ngaku ngaku bisa bahasa Inggris ternyata juga tidak bisa,dia alasan sakit perut ๐Ÿ˜‚.

Karena tidak mahir bahasa Inggris, mereka hanya mengerti bagian akhir percakapan, “kafe Bonjour pukul 14.00”

Mereka langsung ke Bonjour cafe.

Seorang wanita keluar dari mobil papa Yura. Setelah papa Yura pergi.

Mama Yura langsung menjambak wanita itu.

“Sejak kapan kau berkencan dengan suamiku!” Mama Yura kalap.

Mereka akhirnya Jambak jambakan๐Ÿ˜‚

Karena si wanita ngomong nya pake bahasa Inggris, mama Yura gak paham dan meminta Bu Shim menterjemahkan untuk mereka. Bu Shim gugup, (otaknya bocor๐Ÿ˜‚). Untunglah anaknya ada disekitar situ. Dia pintar bahasa Inggris. Jadi anaknya lah yang menterjemahkan.

Dalam bahasa Inggris:

“Apa dia mengenal suamiku?”

“Tidak, siapa suamimu?”

“Lee Chung sul”

“Aku mengenalnya, tapi kenapa?”

“Kenapa?Karena aku istrinya.”

“Lalu kenapa?”

“Kamu pergi ke hotel bersama suamiku.” Tapi langsung diralat, “apa dia bertemu suami ku diluar kantor?”

“Ya.”

Mama Yura langsung menggila.

“Tanyakan alasannya kenapa bertemu.” Kata Bu Shim lalu diterjemahkan.

“Aku adalah seorang headhunter. Aku bagian dari perusahaan besar perekrut Amerika bernama Cnm Consulting. Aku kesini untuk mendiskusikan kemungkinan pemindahan tugas suamimu ke amerika”

Semua terkejut.

“Lalu hotelnya?”

“Kami mendiskusikan secara mendetail di hotel, termasuk gaji tahunannya.”

Mama Yura langsung meminta maaf , tapi wanita itu langsung sinis๐Ÿ˜‚.

***

“Seo Hyeon, terima kasih sudah membantu ibu. Kau dapat otak pintar dari siapa?” Kata Bu Shim bangga

“Dari ibu ”

“Ibu senang, ibu akan mengabulkan keinginanmu, katakan saja!”

“Bolehkah aku bolos kelas bahasa Inggris hari ini? Dan main game di hp?”

(Walah nduk, belajar bahasa Inggris nya dipaksa to๐Ÿ˜‚)

***

“Sayang, kenapa kamu tidak bilang.”

“Maaf, aku ingin menunggu sampai sudah dipastikan.”

“Apa headhunter itu mengatakan sesuatu. Dia pasti marah.” Mama Yura merasa sangat menyesal.

“Jika tidak bisa mempekerjakan ku karena itu, biarkan saja. Aku bisa pindah lain waktu.” Kata suaminya penuh pengertian.

“Apa kegiatan mu besok?”

“Kenapa?” Mama Yura langsung girang dipikir mau diajak kencan.

“Janganlah kemana mana, tetaplah dirumah bersama Yura.”

***

Hasil tes, virus itu korona mutan lebih berbahaya dari Mers dan sars. Virus korona menyerang sistem pernafasan. Angka kematian mencapai 90%.

Dan virus ini belum ada obatnya.

***

Ae Rin segera membawa laptop yang menyimpan hasil peretasan. Ia merasa mendengar sesuatu tentang ‘proyek cors’ dihp yang diretas. Tp ia tidak yakin karena pakai bahasa Inggris.

Ternyata benar, mereka langsung melacak hp papa Yura.

“Dia ada di SD Seong Jeon.”

Ae Rin kaget, karena di SD Seong Jeon akan ada menteri kesehatan berpidato. Semua akan berkumpul disitu termasuk si kembar.

“Targetnya adalah pak menteri.”

Ae Rin panik karena si kembar disana. Ia langsung berlari kesekolah

***

Menteri kesehatan mulai berpidato, mempraktikkan cara mencuci tangan.

***

Papa Yura menaruh bom bio kimia di bawah gedung.

“Sudah siap.”

***

Bersambung episode 21

Sinopsis Terius Behind Me eps 19

Dua tahun lalu di Tiongkok.

Jung in Soo di culik,

“Penipu terkenal, Jung in Soo? Itu gelar yang bagus, bukan? Negara ini berusaha menangkapmu.”

“Si… Siapa kamu.” Kata Yong Tae terbata bata. Mukanya ditutup kain sehingga ia hanya mendengar suara tanpa tahu wajah orang itu.

“kamu hanya punya dua pilihan, kamu mau mati atau hidup.”

“Bagaimana jika aku ingin hidup?”

“Kalau begitu, Jung in Soo harus mati”

Ia dibawa pengawal untuk operasi plastik yang mahal. Namanya jadi jin Yong Tae.

Jung in Soo dinyatakan sudah mati.

Setelah itu ia menjadi orang suruhan ‘si suara’.

***

Kim bon menemukan Yong Tae ditelepon umum sambil berdarah darah. Yong Tae memohon agar diselamatkan.

***

K melaporkan pada ‘si suara’ bahwa Yong Tae sudah disingkirkan. Yong Tae kehilangan banyak darah pasti dia akan mati.

‘si suara’ menelepon V untuk melanjutkan rencana proyek cors.

***

Rumah sakit Kebidanan dan kandungan Yoo Ji Seob.

Yong Tae dibedah oleh dokter kakak Ji Yeon.

“Beberapa hari lalu aku harus merawatmu, sekarang operasi darurat. Kalian terlalu sering menyalahgunakan aku!” Kakak Ki Yeon mengomel

“Maafkan aku, kami akan segera pergi.”

“Tetaplah disini sampai dia pulih.”

(Kakak Ji Yeon baik banget, ia juga tidak membocorkan rahasia)

“Jangan hubungi Ji Yeon juga. Ji Yeon bisa dalam bahaya.”

“Jika kamu mempedulikan dia, apa kamu juga mempedulikan perasaannya padamu?”

Kim bon terdiam.

Kim bon diberi pakaian ganti oleh si dokter.

***

Ae Rin cemas, “mereka berdua, baik baik saja Khan?”

***

Yong Tae mulai sadar, ia memakai baju ibu hamil hehehe..

“Kamu sudah bangun?”

Yong Tae menghela nafas, “aku selamat.”

“Aku menyelamatkanmu karena membutuhkanmu, itu saja.”

“Terima kasih.”

Setelah memandang bajunya sesaat,

“Hei, kau punya baju yang lainnya?”

“Kamu di klinik kebidanan dan kandungan, anggap saja ini Caesar dan tinggallah beberapa hari.” Kata Kim bon.

“Baiklah, aku hidup dan itulah yang terpenting.”

Kim bon mau berbaring lagi,

“Hei brother.”

“Apa? Brother?”

“Beri aku air, aku haus.. cepat.”

Karena tidak air dalam ruangan, Kim bon mengambilkan air di ruang tunggu ibu ibu hamil.

“Apa bayimu, lahir hari ini juga?” Sapa salah satu ibu disitu.

“Apa?” Kim bon bingung.

“Berapa lama persalinannya?”

“Tujuh jam.”

Si ibu mulai curhat tentang menantunya yang sulit saat melahirkan.

***

Kim bon merawat Yong Tae setengah hati. Yong Tae juga rewel minta dilayani ini itu. Kim bon kesal.

“Kenapa kamu menghubungiku?”

“Firasat ku yang tajam mengatakan kau adalah satu satunya orang yang bisa kupercayai sekarang. Aku ingin kamu melindungiku.”

“Jika aku bisa memberimu apa yang kamu mau, apa kau bisa juga memberiku apa yang ku mau?”

“Apa yang kau mau?”

“Orang dibalik mu.”

“Kau bisa mendapatkan nya jika membawaku ketempat yang aman, aku butuh identitas baru ”

Dokter datang,

“Lakukan sekaligus agar tidak terlalu menyakitkan.” Kata Kim bon nakut nakutin.

“Baiklah.” Jawab si dokter.

Yong Tae ketakutan, “brother… Kamu mau kemana… Brother..”

(Yong Tae penakut๐Ÿคฃ)

Kim bon menunggu diluar.

Ada seseorang yang memfoto Kim bon, Kim bon mengejar nya. Tapi tidak ketemu.

***

Tim kis mulai menyebar informasi bahwa ada orang mencurigakan dilingkungan mereka. Tim kis langsung datang mau menginterogasi mereka.

Tapi dua orang mencurigakan itu langsung lari.

Orang mencurigakan itu adalah pengawal kepala Kwon. Mereka melaporkan bahwa didaerah situ ada ‘mommy cop’ jadi pengintaian mereka terganggu.

“Aduh, orang bodoh mengganggu pekerjaanku. Wanita macam apa mereka? Mereka ada dimana mana.” kata kepala Kwon kesal.

***

Ternyata yang memfoto Kim bon adalah anggota tim kis

“Bukan kah ini bon?”

“Astaga, dia diruang kebidanan dan kehamilan Yoo Ji Seob.”

Ae Rin langsung pergi ke tempat Kim bon diikuti Ji Yeon.

****

Gosip kalau Kim bon punya wanita yang melahirkan anaknya pun tersebar.

***

Yong Tae sedang di lap oleh Kim bon. Karena ia masih belum bisa mandi sendiri.

Ae Rin dan Ji Yeon masuk ke ruangan.

“Bagaimana kalian tau kami disini? Apa dokter yang memberitahumu?”

“Kis yang menemukanmu. Kudengar kau punya seorang putra.”

Ae Rin mentertawakan baju Yong Tae.๐Ÿ˜‚

***

Ae Rin dan Kim bon berbincang. Mereka membahas si kembar hingga masa lalu Kim bon yang menyakitkan.

“Jangan menyalahkan dirimu, kamu berjuang untuk negara.” Ae Rin mencoba menghibur.

“Kapan kapan ayo kita kesana dan minum mojito.” Kata Kim bon sambil memandang menara Namsan.

***

Ji Yeon berusaha membujuk Yong Tae agar mau bekerjasama. Tapi Yong Tae hanya percaya pada Kim bon.

***

Ditoko king’s bag

Mama Yura menangis, ia sangat yakin suaminya nya berselingkuh. Tapi ia tidak punya bukti. Detektif yang menanganinya payah padahal dia sudah membayar banyak.

Ra Do Woo mencoba membantu ibu ibu itu. Ia bilang punya kenalan detektif yang andal. Hanya butuh ponsel suami mama Yura.

Merekapun bekerja sama untuk mengambil ponsel suaminya.

***

Suami mama Yura mendapat telepon, “semua sudah jelas. Kita bicarakan besok.” Ia bicara dalam bahasa Inggris.

***

Yong Tae menjelaskan bahwa ia memang melobi menggunakan tas tas itu. No seri tas itu adalah nomor stasiun kereta bawah tanah dan nomor lokernya.

Mereka membunuh moon Sung So karena ia menolak bekerja sama dalam proyek Lucas con.

“Siapa dalang dibelakangmu?”

“Suara.”

“Suara?”

“Yang aku tahu hanya suaranya, aku tidak pernah bertemu dengannya, tidak tau apa yang dia lakukan. Aku hanya melaksanakan tugas yang dia berikan via telepon.”

Yong Tae juga mengatakan bahwa orang dalam BIN juga ada yang terlibat. Yong Tae meminta jam pasirnya. Tapi isinya sudah hilang, “siapa yang mengambilnya?”

“Apa yang ada didalamnya?”

“Sesuatu yang bisa mengubah suatu negara, tergantung siapa yang memilikinya.”

***

Ternyata si kembar bermain main dengan flasdisk itu bersama teman temannya, flasdisknya terserak entah kemana.

***

Bersambung episode 20

Sinopsis Terius Behind Me eps 18

Direktur Shim menelepon Ji Yeon,

“Benarkah kamu membantu Terius?”

“Kenapa anda tiba tiba bilang begitu?”

“Kepala Kwon mencurigai kalian. Apakah kalian tidak mempercayai ku?”

“Aku percaya.”

“Kamu bisa memberi tahuku, aku mendukungmu.”

“Mari bertemu besok, akan kukatakan semuanya.”

***

Kim bon melihat Ae Rin dan anak anak tertidur diruang tamu. Ia memandangi mereka.

Lalu ia mengambil teleskop dan mulai mengamati sekitar lingkungan itu. Ada orang mencurigakan.

***

Ae Rin memasak.

Kim bon jadi korban anak anak๐Ÿ˜‚.

Disuntik sama Jun Hee. Diperiksa oleh Jun Soo.

Ketika akan berangkat sekolah, “apakah kalian mau ciuman hidung?”

“Ya” kata anak anak girang.

Kim bon menggosokkan hidungnya pada Jun Soo, lalu pada Jun Hee, lalu Ae Rin… Eee gak jadi..(penonton kecewa๐Ÿคฃ)

Suasana jadi canggung.

“Istirahat lah kami pergi dulu.” Kata Ae Rin.

***

Tempat sauna digeledah oleh K.

Yong Tae lari ketakutan, “Bagaimana dia bisa menemukanku?”

Yong Tae lalu mengambil baju bekas dari tempat sampah.

Ia pergi dari situ.

***

Ae Rin memasukan belanjaan kedalam kulkas. Ia melihat ada catatan dipintu kulkas.

“Aku akan pergi sebentar, bicaralah pada Joon Hee dan Joon Soo untukku. Minta mereka selalu patuh agar tidak terkena masalah. Kode sandi pintuku 1031. Tolong beri makan ikannya juga.”

Kim bon pergi, ia tidak mau Ae Rin dan anak anak akan terkena masalah karenanya. Bahkan hp nya juga ditinggal.

Ae Rin sedih, “jadi itu (ciuman hidung) salam perpisahannya.”

***

Kim bon membereskan barangnya ditempat baru. Menempel semua hal yang mencurigakan dipapannya.

***

Ae Rin memberitahu Ji Yeon bahwa Kim bon sudah pergi.

“Ia tidak ingin kamu terseret masalahnya. Ia memiliki masa lalu yang menyakitkan. Wanita yang dia cintai tewas. Dia ditembak karena misi pembelotan. Saat itu bon penanggung jawab dan wanita itu informannya, seorang ahli fisika nuklir dari Korea Utara. Bon juga hampir tewas. Bon berpikir, wanita itu mati karena salahnya. Jika dia tidak merekrut wanita itu, dia pasti tidak akan mati. Karena itulah dia pergi, baginya kamu dan si kembar sangat berharga. Dia takut kalian terluka.” Kata Ji Yeon yang tampak sangat mengenal temannya itu.

***

Tim kis menggosipkan tentang kaburnya Kim bon acara tiba tiba.

“Dia melarikan diri, karena dia dan Ae Rin habis bertengkar hebat. Karena bon minta tambahan gaji…” Kata sang Ryoel. (Gosipnya tambah hot๐Ÿ˜‚)

***

Ji Yeon bertemu direktur Shim di kafe.

“Apa?dia pergi?katanya kamu berkontak dengannya. Kamu berbohong padaku karena dia enggan menemuiku?” Tanya direktur Shim kecewa.

“Bukan begitu.”

“Begitu kepala Kwon menangkapnya saat sendiri, tidak ada cara untuk membantunya. Beritahu aku jika ada kabar darinya.”

“Pasti.”

“Ji Yeon ssi, orang terpercaya yang kamu katakan tentang pembunuhan Moon Sung So, apa bon orangnya?”

“Iya”

“Bon punya bukti videonya?”

Ji Yeon mengangguk.

“Lindungi bon. Beritahu aku kapanpun kamu butuh bantuanku.”

“Terima kasih pak, tapi pak, kenapa j internasional diserang padahal Ji Yong Tae belum dikenali bahkan sebelum hasil operasi King’s bag keluar?”

“Sebenarnya, aku membaca laporan Kwon Young Shil beberapa hari lalu. Kepala Kwon menyimpan informasi tentang j internasional. Setelah mengunjungi king’s bag, dia melakukan banyak penelitian. Jangan remehkan dia! waspada lah terhadapnya!” Kata direktur Shim mengingatkan.

“Ya, aku harus menangkap Ji Yong Tae dulu, dia saksi hidup kita.”

“Kira kira dimana sekarang dia berada?”

***

Dengan wajah mupeng Yong Tae memandangi anak SMA yang sedang makan sandwich.

Ketika anak anak itu pergi, “pergilah, biar aku yang membereskan ini.”

(Sama Yong Tae benar benar dibereskan๐Ÿคฃ sampe abis)

***

Tim Kis ngerumpi lagi membahas sekolah anak anak mereka. Bu Shim ngaku ngaku kalau dia dari lulusan universitas yang terkenal dan pandai berbahasa Inggris.

Tiba tiba mama Yura ditelepon detektif.

“Ya, sekarang?aku akan kesana.”

Lalu ia buru buru pamit pergi.

Rupanya, mama Yura mencurigai suaminya berselingkuh. Jadi ia menyewa detektif.

Setelah dapat info dari detektif ia langsung melabrak ke hotel. Ternyata itu orang lain, bukan suaminya.

“Kamu siapa? Kenapa ribut sekali?”

“Maafkan aku.” Mama Yura langsung malu.

***

“Aku memberi mereka banyak uang, tapi ini hasil kerja mereka?” Mama Yura kesal. Ia lalu melabrak detektif nya

***

Suami mama Yura pulang kerja dan akan mandi. Mama Yura menggeledah ponselnya. Tapi sayang hp nya dipasang password. Dia frustrasi.

***

Setelah menidurkan anak anak. Ae Rin tampak merindukan dan mengkhawatirkan Kim bon.

“Apa dia minum obat tepat waktu? Dia juga harus membersihkan lukanya.”

***

Pagi hari, Ae Rin mengecek kantong depan pintu seperti biasa.

Ia menemukan sebuah permen sapi yang pernah ia berikan pada Kim bon.

Permen itu bertuliskan, “aku mengawasi mu.”

Ia menyadari Kim bon, tetap didekat nya, jadi ia juga memberikan balasan. Dengan menaruh pesan di kantong belanja itu.

Dengan cara itu, Kim bon dan Ae Rin tetap saling mengontak.

***

Si suara misterius menelepon pak park pengawal Yong Tae, “Apa dia masih belum bisa ditemukan? Lanjutkan plan B.”

***

Berita di TV, Ji Yong Tae, direktur J internasional dituduh membunuh sopirnya. Kini ia buron.

***

Ae Rin pulang kerja di malam hari. Tiba tiba seseorang mengikuti nya. Ia segera lari. Tapi Yong Tae langsung menghadangnya.

“Aku butuh bantuanmu.”

“Kenapa kamu tiba tiba muncul begini?”

Yong Tae berlutut,

“Aku tahu sudah jahat padamu, aku sungguh minta maaf.”

“Sudah lihat berita?”

“Bukan.. itu bukan aku.. percayalah.”

“Bosku sedang mencari mu, datanglah ke king’s bag, dia akan membantu mu.” Saran Ae Rin.

Tapi Yong Tae tidak percaya pada mereka. Ia mau Kim bon yang menolongnya.

“Ada cara untuk menghubunginya, tapi tidak sekarang, mungkin besok.”

“Aku tau, sikapku tidak tau malu, tolong sampaikan ini padanya.” Yong Tae menyerahkan sebuah catatan.

Yong Tae langsung but buru pergi,

“Tunggu!” Ae Rin lalu memberinya uang untuk beli makanan.

“Hubungi aku jika terjadi sesuatu.” Kata Ae Rin. Yong Tae terharu.

***

Ae Rin menaruh pesannya Yong Tae di kantong depan pintu.

Kim bon membaca pesan itu,

“Tanggal 24 pukul 22.00, ditaman Jeong in. Telepon umum. Datanglah sendiri.”

Kim bon langsung menuju ke taman Jeong in.

***

Yong Tae menunggu dengan gelisah, ia menelepon Ae Rin untuk menenangkan diri. Ia ketakutan kalau harus sendirian.

Seorang polisi lewat, itu adalah K. K menusuk Yong Tae sampai sekarat.

Kim bon datang, “Jin Yong Tae sadarlah!”

Yong Tae mencengkram Kim bon, “selamatkan aku!” Lalu tidak sadarkan diri.

***

Bersambung episode 19

Sinopsis Terius Behind Me eps 17

Kim bon berganti dan mengambil senjata diruangan rahasia.

“Akan ku dapatkan, apapun caranya. Lacak lokasi Ji Yong Tae.”

***

Ji Yeon melacak ponsel Ae Rin.

“Aku menemukan sinyal didekat gereja Jang in Dong.” Kata Do Woo.

Setelah melihat foto Ae Rin, mereka tahu Ae Rin ada disebuah bangunan konstruksi.

***

Ae Rin berteriak, tapi tak ada yang mendengarnya.

“Apa apaan kamu?! Kenapa melakukan ini?”

“Kamu mahir berakting, karenamu aku mendapatkan masalah besar padahal aku sudah bermurah hati. Kamu pantas menerima ini. Kita impas.”

“Sebetulnya apa maksudmu?”

“Kamu akan tahu detailnya dari pemilik King’s bag. Tunggu 40 menit setelah aku mendapatkan barangnya, kau akan kulepaskan.”

Ji Yeon datang, mereka berkelahi. Tentu saja Yong Tae kalah, dia tidak bisa berkelahi.

Ae Rin, Ji Yeon dan Yong Tae ada didalam mobil, terjadi kemacetan di jembatan Seon Ho. Pintu Utara dan pintu selatan diblokir.

Terjadi pengepungan untuk menangkap Terius.

Terius melompat ke air dan ditembak oleh K.

***

Ae Rin dan Ji Yeon segera pergi menyusuri sungai. Ae Rin berenang untuk menyelamatkan Kim bon.

“Jangan khawatir, aku akan melindungi mu.”

Ketika semua lengah, Yong Tae kabur.

***

Kim bon dibawa ke rumah Ae Rin. Ia diperiksa oleh dokter, kakak Ji Yeon.

“Kakak tahu ini rahasia Khan?”

Dokter nya tampak mengerti lalu pergi.

***

Ji Yeon dan Do Woo memuji Ae Rin yang pintar menyelam.

“Omong omong, dimana jam pasirnya?”

***

Si kembar memainkan jam pasir.

Jam pasir diminta oleh Ji Yeon, Ji yeon berjanji akan membelikan mereka Jam pasir yang baru.

“Paman bon, baik baik saja?”

“Dia sedang tidur pulas. Jadi jangan berisik.” Jawab Ae Rin.

“Kami boleh melihatnya?”

“Hanya melihat ya!” Ae Rin mengingatkan.

***

Kepala Kwon, menyelidiki rumah sakit dengan korban luka tembak, tapi tak ada informasi apapun. Ia yakin terius masih hidup.

Kepala Kwon lalu menganalisa kedatangan Kim bon ke J internasional.

Ada tas king’s bag di J internasional.

Ji Yeon pengelola king’s bag.
Orang yang berkaitan antara king’s bag dan J internasional adalah Go Ae Rin.

***

Ae Rin berpamitan pada sikembar kalau mau ke toserba.

Si kembar kasihan melihat Kim bon yang terbaring. Mereka mencoba menolong Kim bon dengan alat dokter dokteran mereka.

Wajah Kim bon ditempeli plaster

(๐Ÿ˜‚Si kembar ngegemesin….)

***

Kepala Kwon mengetuk pintu rumah Ae Rin.

“Siapa?” Tanya Jun Hee

Mendengar anak kecil yang menyahut. Suara kepala Kwon di lembut lembutin…

“Ibu mu ada dirumah?”

“Tidak.”

“Dia pergi kemana?”

“Ke toserba, anda siapa?”

“Aku teman ibumu. Bisa buka pintunya sebentar saja?”

(Adegan ini kayak adegan tiga babi dan serigala dibuku anak anak๐Ÿ™„)

Joon Hee mau membukanya tapi dihalangi oleh Kim bon. Kim bon memberi kode ‘sssttt’ ๐Ÿคซ.

***

Ae Rin datang, ia melihat kepala Kwon ada didepan rumahnya.

“Aku kesini untuk menanyakan, kamu mengenal Kim bon?”

“Aku baru mendengar tentangnya.”

“Jika berbohong, kamu bisa terluka.” Kata kepala Kwon mengintimidasi.

“Anda dulu mau mempekerjakan ku, sekarang datang malah untuk menanyaiku soal orang asing. Kini Anda malah mengancamnya. Sebenarnya, ada apa ini?!” Ae Rin pura pura lugu.

“Tolong minggir, anak anakku sudah menunggu?!” Ae Rin pura pura kesal.

Ia mau memencet password rumah, kepala Kwon curi curi lihat,

“Anda masih tidak mau pergi? Akan ku telepon polisi!”

Kepala Kwon terpaksa pergi dari situ.

Ae Rin merasa lega sekali.

***

Ae Rin masuk rumah dan kaget dengan wajah Kim bon yang penuh plaster.

“Kenapa?”

“Tidak apa apa.”๐Ÿ˜œ

***

Ji Yeon memeriksa jam pasirnya. Tapi tidak ada apa apa. Jadi kemungkinan sudah kosong saat Kim bon mengambilnya.

“Nyawa Ji Yong Tae bergantung pada itu. Hanya ada satu cara. Kita harus menangkap Ji Yong Tae apapun yang terjadi.”

***

Yong Tae mau pesan kamar motel, tapi ia mencurigai si pegawai. Ia lalu lari menuju tempat sauna. Tempat yang ramai agar tidak mencolok.

Flashback:

Ia menyimpan memori kotak hitam mobil Moon Sung So diflasdisk. Lalu menyimpannya di jam pasir

Ia juga menukar tas bukti suap dengan tas king’s bag.

***

Kim bon, Ae Rin dan si kembar makan bersama.

Kim bon mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkan nya.

Si kembar sangat perhatian pada Kim Bon.

(Mereka seperti keluarga bahagia ๐Ÿ˜)

Kim bon ingin kembali ke apartemen nya, tapi Ae Rin dan si kembar mengikutinya agar bisa merawat Kim bon

***

Rumah Kim bon terasa tidak sepi lagi. Jadi berisik๐Ÿคฃ.

***

Kim bon demam, Ae Rin melap dahinya. Kim bon memegang tangan Ae Rin dengan terpana, “aku baik baik saja sekarang.”

(Ada percikan cinta๐Ÿ˜˜)

***

Seorang pria berbicara pada seorang wanita, yang memakai sepatu high heels merah. Rencana mereka akan dilaksanakan seperti semula.

“Kamu akan dihubungi oleh orang ini. Seorang koneksi BIN.”

“Orang ini yang menutup operasi candy? Aku suka caranya menyelesaikan tugas, rapi dan efisien.” Kata wanita itu dalam bahasa Inggris.

***

Kepala Kwon menyuruh bawahannya untuk menyelidiki daftar panggilan ji Yeon.

Tiba tiba direktur Shim datang dengan marah,

“Sudah kubilang aku menyayanginya, jangan terlalu kejam!”

“Ku bilang, akan kuurus sendiri!”

“Belum ada bukti dia mata mata. Perlukah kamu memakai kekerasan? Jika dia sampai tewas, aku tidak akan memaafkanmu!!”

“Anda bilang menyayanginya? Anda tidak mengenalnya. Selama ini dia saling kontak dengan Ji Yeon. Aku yakin Ji Yeon membantu Bon.”

“Mustahil.”

“Jika dua agen kesayangan anda menjadi pengkhianat, bagaimana perasaanmu?” Kepala Kwon mencoba memprovokasi.

***

Bersambung episode 18

Sinopsis Terius Behind Me eps 16

Ae Rin pulang kerja, dia ada yang mengikuti. Ae Rin segera berlari dan masuk minimarket. Ia segera menelepon Kim bon untuk meminta bantuan.
Ternyata yang mengikuti nya adalah Kim bon. Kim bon ingin tau respon Ae Rin jika seandainya ada orang yang coba menguntitnya.

Menurut Kim bon respon Ae Rin sangat bagus, alih alih pergi ketempat gelap, ia pergi ketempat terang dan meminta bantuan.

Mereka minum kopi bersama.

***

Yong Tae menerima fax. Tentang identitas Ra Do Woo dan Ji Yeon.

“Jadi mereka anggota BIN”

***

Kim bon juga mendapat informasi dari Ra Do Woo tentang identitas asli Yong Tae.

“Jung in Soo?”

“Jung in Soo dinyatakan tewas 2 tahun lalu.”

“Pria yang sudah tewas, bangkit dan dia hidup dengan nama dan wajah baru.”

“Mungkin dia disuruh seseorang. Agar mudah dimanfaatkan dan disingkirkan.”

***

Kim bon dan sang Ryoel minum yogurt. Mereka menggosipkan mama Yura dan Bu Shim yang bersaing untuk mendapatkan status sosial dilingkungan.

Kim bon memegang tangan sang Ryoel dengan lembut, “sudah kuduga, kau adalah panutan.”

Sang Ryoel senang, “kau membuatku tersipu.”

Mama Yura dan Bu Shim datang.

Kim bon menyerahkan hasil ramalan.

Bu Shim : rawatlah mertuamu. Anggota baru akan merebut semua uangnya!

Mama Yura: tidak ada anak antara kamu dan suamimu. Kamu sungguh tinggal dengan ayah Yura?

Sang Ryoel: kamu segera akan punya anak lagi.

Semua galau mendapat ramalan itu.๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

***

Seorang pria mendapatkan email. Ia tampak gelisah lalu menelepon seseorang.

“J internasional terekspos, mulai pembersihan!”

***

Keesokan harinya, K sudah ada di star tower. Menghancurkan semua data hard copy dan soft copy.

Yong Tae datang tanpa tahu apa yang terjadi

K menyerang Yong Tae, tapi Yong Tae berhasil kabur. Ia membuang ponselnya agar tidak terlacak

Yong Tae ketakutan, dia Khan pengecut.

Ditengah jalan, ia bertemu Ae Rin. Ia mengajak Ae Rin ke suatu tempat.

Semula Ae Rin menolaknya, tapi karena ia ingat pesan Ji Yeon agar berteman dengan Yong Tae. Ia pun ikut dengan Yong Tae.

Di sebuah bangunan konstruksi yang belum jadi, Ae Rin disekap.

***

Ji Yeon heran kenapa Ae Rin tak kunjung datang.

Ada telepon masuk dari Ae Rin, bukan itu Hp Ae Rin yang dipakai Yong Tae.

“Agen BIN Yoo Ji Yeon dan TI, Ra do woo, aku akan dibunuh!!!… Dengarkan aku jika ingin wanita ini hidup, aku memberimu waktu 1 jam. Datanglah ke kantor J Internasional dan bawakan jam pasir untukku.”

“Jam pasir? Apa ada yang penting dalam jam pasir?”

“Sebaiknya kamu berhenti bertanya dan cepat bertindak! Jika tidak datang dalam 1 jam, Go Ae Rin akan mati!”

***

Ji Yeon menelepon Kim bon. Mereka menyusun rencana.

Kim bon yang akan ke J internasional dan Ji Yeon yang akan mencari lokasi Ae Rin.

***

Kim bon datang ke J internasional, para pengintai anak buah kepala Kwon segera melapor.

Ia segera mengerahkan pasukan untuk menangkap Terius.

“Aku menyayangi bon, tangkap dia tapi jangan bersikap kasar padanya.” Kata direktur Shim mengingatkan kepala Kwon.

“Biar aku yang mengurusnya!”

***

Bon memasuki kantor J Internasional. Mengamati sekitar. Tidak ada siapa siapa, semua tas berserakan.
Kim bon memeriksa tas, logonya Kings bag.

“Ini bukan tas yang Ae Rin lihat.”

Ia lalu mengambil jam pasir nya. Do woo menelepon nya, memberitahu bahwa pasukan kepala Kwon menuju ke star tower.

Ia berlari, kejar kejaran dengan para pasukan.

Dijembatan, ia terkepung.

Ia melompat dari jembatan, K berhasil menembaknya.

Kim bon jatuh ke air. Tidak sadarkan diri

***

Bersambung episode 17

Sinopsis Terius Behind Me eps 15

Ae Rin memasuki ruangan rahasia.

Mereka tertangkap basah.

Kim bon langsung memeluk Ae Rin, sambil memberikan kode pada Do Woo untuk membereskan papan penyelidikan.

“Mari kita bicara diluar”

Karena sudah kepalang basah, mereka mengakui bahwa mereka adalah anggota BIN yang sedang melakukan penyelidikan disitu.

Mereka juga mengakui kecerdasan Ae Rin yang bisa mengungkapkan identitas mereka.

“Bisa kami bicara berdua?” Kata Kim bon.

Ra Do Woo dan ji Yeon langsung menyingkir.

Ji Yeon berencana untuk membuat perjanjian kerahasiaan dengan Ae Rin dan menyuruhnya pergi dari tempat itu.

***

“Aku senang, kamu bukan orang jahat. Sudah kuduga, kau orang baik.” Kata Ae Rin.

“Tidak usah berbelit belit, kau tidak mempercayaiku, bahkan memecat ku tepat 14jam yang lalu.” rupanya Kim bon gondok wkwkwk.

“Pak jin terus menghasut ku, aku mudah terpengaruh.”

“Ae Rin ssi, tempat ini adalah markas rahasia untuk operasi BIN. Jangan beritahu siapapun tentang identitas toko ini.”

“Jangan khawatir, aku tidak sebodoh itu. Sekarang aku mengerti mengapa semua hal aneh ini terjadi.” Ae Rin mulai menganalisa.

“Apa kau mengasuh anak anakku juga untuk tujuan lain?”

“Dulu memang iya, tapi sekarang tidak. Aku benar-benar serius.”

“Aku akan percaya padamu.”

Ternyata ruangan itu juga ditempeli penyadap oleh Ra Do Woo.

“Kim bon ssi, bolehkah aku tetap bekerja disini. Aku akan pura pura tidak tahu dan bekerja seperti biasa”

“Tidak, itu terlalu berbahaya. Mengetahui rahasia akan berbahaya untukmu.”

“Apakah itu sebabnya kamu menyuruhku untuk merahasiakan tentang aku melihat pak Moon Sung So di J internasional?”

Kim bon langsung berdiri dan memberi isyarat pada Ae Rin untuk keluar dari situ.

Kim bon memberi tahu Ae Rin agar merahasiakan pertemuannya dengan pak Moon Sung So. Karena walaupun mereka bekerja sama, ada informasi rahasia yang mereka saling tutupi.

“Bon ssi, kenapa kamu menggunakan nama palsu untuk menyewa apartemen?”

“Aku buronan, aku membutuhkan identitas palsu.”

“Kenapa kamu menjadi buron?”

“Jika saatnya tiba, Aku akan memberitahumu nanti.”

***

“Bisa bisanya dia merahasiakan itu padaku.” Ji Yeon kesal setelah tau Ae Rin adalah saksi.

***

Kim bon merasa lega, akhirnya ia bisa menikmati tidur dengan tenang.

***

Pagi hari, sebelum si kembar berangkat sekolah. Mereka berteriak teriak,

“Ahjussi, jangan lupa memberi makan ikan!” Ae Rin mencoba menghalangi si kembar mengganggu Kim bon.

Tapi Kim bon keluar, lalu dipeluk anak anak.

Ae Rin berangkat kerja dengan memakai tas hadiah dari kim bon.

***

Yong Tae datang lagi ke king’s bag. Ia mengamati Ra do woo. Ia tahu Ra Do Woo adalah orang yang mencoba masuk kekantor nya.

Yong Tae telpon ke seseorang,

“Lacak nama Ra Do Woo. Lalu hubungi sumber BIN kita. Firasat ku mengatakan itu mereka.”

*** Si Buron ***

Ji Yeon mengajukan kerjasama dengan Ae Rin.

“Aku butuh seseorang untuk memperhatikan etalase, seperti yang kau lakukan.”

“Terima kasih.” Ae Rin senang.

“Kau melihat Moon Sung So di J internasional, bisakah kau bersaksi untuk itu nanti?”

Ji Yeon berusaha meyakinkan Ae Rin, ia berjanji akan melindungi Ae Rin juga.

Ji Yeon berencana menjadikan Ae Rin sebagai informannya.

“Selain menjual tas sebagai jobdesk ku, tapi aku harus mempertaruhkan hidupku untuk bersaksi.”

“Aku akan memberikanmu kenaikan gaji 20% ”

“Aku juga harus menjalankan tugas…”

“Tambah lagi 10%”

“Setuju.”

(Oalah, Ae Rin minta naik gaji toh๐Ÿ˜“)

“Kamu bisa menyetir?”

“Tentu saja” kata Ae Rin berbohong.

***

Ae Rin memandangi SIM nya dengan putus asa.

Dia meminta Kim bon mengajarinya menyetir.

Kim bon setuju.

Didalam mobil, Kim bon terus mengomel, Ae Rin ugal ugalan. Dia pengemudi yang buruk!๐Ÿคฃ

***

Kim bon kesal karena jika Yeon merekrut Ae Rin sebagai informan nya. Ia takut Ae Rin dalam bahaya. Ae Rin mendengar kan pembicaraan Kim bon dengan Ji Yeon.

“Aku tidak apa apa, justru kamulah yang dalam bahaya. Kata Bu yoo, ada orang yang mengejar ngejarmu. Aku akan melindungimu apapun yang terjadi.”

Kim bon tersenyum geli.

“Terima kasih”

***

Ae Rin melaporkan pengamatannya disekitar komplek pada Ji Yeon.

***

Kim bon kembali menjemput anak anak pulang sekolah, para ibu ibu terpana ketampanan Kim bon.

Bus sekolah datang,

Kim bon langsung menggendong si kembar pulang. Kim bon adalah pengasuh yang andal.

Dia bisa membersihkan rumah sambil main dengan si kembar.

Si kembar mau memberikan makanan yang banyak pada ikan. Tapi dilarang oleh Kim bon,

“Kenapa?”

“Karena, kalau mereka banyak makan, mereka akan gemuk, kalau gemuk mereka harus push up.”

Si kembar kasihan pada ikan kalau harus push up.

“Kita kasih mereka makan sedikit saja.” Kata Joon Hee.

***

Ae Rin pulang kerja, ada yang mengikuti nya.

***

Bersambung episode 16