Sinopsis Terius Behind Me eps 14

Pulang sekolah anak anak dijemput oleh sang Ryoel. Si kembar menanyakan kenapa bukan Kim bon yang menjemput mereka. Mereka protes.

“Sebenarnya apa yang terjadi sehingga dia berhenti tanpa kabar?”

Sang Ryoel tampak kewalahan mengurus 3 anak sekaligus.

Saat Sang Ryoel memandikan anaknya, si kembar kabur.

Mereka pergi ke apartemen Kim bon.

“Ahjussi, apa kau dirumah?”

Kim bon membukakan pintu. Si kembar langsung memeluknya.

“Kenapa ahjussi tidak menjemput kami? Kami menunggu paman.”

Mereka lalu bermain dirumah Kim bon. Dan makan es krim.

“Kalau kalian makan es krim, ibumu akan marah.”

“Bisakah paman merahasiakannya?”

“Mulai sekarang, paman tidak bisa menjemput kalian lagi.”

“Kenapa?” Kata sikembar berbarengan.

“Apa karena aku pipis di celana?” Kata Joon Soo merasa bersalah.

“Atau kami terlalu berisik? Kami akan diam sekarang.”

“Bukan.”

“Kami juga tidak akan makan es krim lagi.”

“Bisakah paman terus menjemput kami?”

“Ini hadiah” Joon Soo memberikan selembar kertas.

Kertas gambar Kim bon.

“Paman menyukainya?”

Joon Hee lalu menempelkan gambar itu di pintu lemari es.

(Si kembar manis banget😍).

***

Sang Ryoel kelabakan si kembar menghilang, ia takut sikembar di culik lagi. Tapi ponselnya berbunyi, itu dari Kim bon yang mengatakan kalau sikembar ada dirumahnya.

***

Kim bon dan sang Ryoel mengawasi anak anak bermain

“Wah, rumor tentangmu dan Ae Rin itu benar.”

“Rumor apalagi kali ini?”

“Katanya kamu dan Ae Rin berkencan, karena itu kamu sengaja membunuh suami Ae Rin. Ibu min Jun berusaha menyebar rumor tidak masuk akal itu. Tapi aku mengerahkan segenap nyawaku untuk membelamu.”

Kim bon memegang tangan sang Ryoel, “Terima kasih.”

Sang Ryoel ingin membelai tangan Kim bon. (Maksudnya apa coba??)

“Aku hanya memberi contoh sebagai panutan. Oh ya ada seorang pimpinan datang ke king’s bag untuk merekrut Ae Rin.”

Kim bon kaget,

“Namanya Kim Tae Hae, pimpinan Rose L.”

“Itu aliasnya Kwon Young Shil.” Kata Kim bon dalam hati.

***

Ae Rin melayani banyak tamu.

“Toko ini pelanggannya banyak sekali, mustahil toko ini palsu.” Kepala Kwon bingung.

“Maaf membuat anda menunggu, ada klub king’s bag dilingkungan ini. Jadi, pelanggan kami makin banyak.”

“Klub king’s bag?”

“Ya, mereka mengadakan arisan untuk membeli tas.”

“Tampak nya ini hanya toko biasa yang dikunjungi para ibu.” Pikir kepala Kwon.

“Kamu biasa menjaga toko ini sendiri?”

“Ya, mengenai lowongan pekerjaan yang anda bilang, perusahaan apa itu? Dan aku akan melakukan apa? Karena aku berencana resign. Berapa gaji ya? Apa ada asuransi?…” Ae Rin nyerocos. Bu Shim kewalahan, di pura pura dapat telepon dan pergi.

***

Kim bon berlari ke Kings bag, ia melihat ada kepala Kwon keluar dari sana.

Kim bon lalu berlari menuju ruang bawah tanah.

Ae Rin melihatnya dan berusaha mengejar Kim bon, ia kehilangan jejak.

Ae Rin disuruh pulang lebih awal oleh do woo.

Saat pulang, Ae Rin melihat dikotak surat ada tagihan listrik king’s bag. Jumlah tagihannya sangat besar. Dia kaget.

Jika king’s bag hanya ruangan itu, seharusnya tagihan listrik tidak sebesar itu.

“Pasti ada ruangan lain ditempat itu.” Kata Ae Rin cerdas.

***

Bu Shim bercerita tentang direktur yang mendatangi mereka siang itu. Ia sangat aneh, perusahaannya juga tidak terdaftar di manapun.

***

Ae Rin menidurkan anak anak, mereka bercerita tentang Kim bon yang bermain bersama mereka.

“Menurut kalian, ahjussi orang baik atau orang jahat?”

“Tentu saja orang baik.” Kata si kembar berbarengan. (Anak anak itu suci, mereka bisa membedakan orang baik dan bukan😉).

***

Ae Rin mencoba menggabungkan semua kejadian yang janggal.

“Apa dia polisi? Atau pembunuh? Atau anggota BIN?”

***

Ji Yeon, Kim bon dan do woo sedang rapat dibawah tanah.

Mereka memarahi Do Woo yang mencoba masuk ke kantor J Internasional tanpa seijin mereka.

Padahal Do Woo melakukannya demi Ji Yeon.

Falshback:

“Ra do woo, mari kita segera selesaikan operasi King’s bag, dan mari kita pergi ketempat yang jauh! Aku muak dengan bon!” kata Ji Yeon saat mabuk.

“Baiklah, mari kita selesaikan.”

***

Yong Tae memeriksa CCTV di lift, ia merasa mengenali perawakan orang pakai topi dan rambut pirang.

Ia lalu mendapat telepon dari seseorang misterius, orang itu mengingat kan agar Yong Tae tidak terlalu ingin tahu.

(Siapa ya orang yang menelepon Yong Tae??,🤔)

***

Sebelumnya, ketika Ji Yeon menutup tirai toko siang hari Ae Rin menempelkan solasi kertas dipintu toko.

Ketika larut malam, Ae Rin mengecek kembali, ternyata solasi kertas masih utuh. Itu berarti Ji Yeon dan Do Woo tidak keluar dari tadi siang.

“Lampu sudah mati dan tidak ada orang ditoko?” Ae Rin makin penasaran.

“Pasti ada ruangan lain ditoko ini.” Pikirnya. Lalu membuka pintu toko.

***

Tiba tiba alarm berbunyi, dari layar CCTV, Ae Rin masuk ke toko lalu mematikan panel listrik. Ae Rin melihat jejak kaki dari serbuk berkilau. Lalu ia menggeser bingkai foto. Lalu dengan perasaan takut ia masuk ke ruangan rahasia.

***

Do woo berhasil menyalakan listriknya kembali.

Ae Rin masuk keruangan itu.

“Ini maksudnya apa?”

Mereka kaget, ketangkap basah.

Kim bon memeluk Ae Rin.

***

Bersambung episode 15

Sinopsis Terius Behind Me eps 13

Kim bon berusaha menjelaskan pada Ae Rin. Tapi Ji Yeon meneleponnya.

“Kamu mengenal bosku? Siapa kamu sebenarnya?”

“Kurasa kamu salah paham. Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, tapi namaku memang Kim Bon. Percayalah padaku.”

“Bagaimana dengan bosku?”

“Kami teman lama, dia butuh pegawai jadi aku merekomendasikanmu.”

“Entah aku bisa mempercayaimu atau tidak. Untuk saat ini tolong keluar dari rumahku.”

***

Bon nya melas (sini sini oppa.. biar aku menghiburmu🤗!! Miminnya ganjen🤣)

***

“Kenapa kamu terlambat sekali? Ada masalah apa?” Tanya Ji Yeon.

“Aku frustrasi karena tidak bisa jujur. Ae Rin tau soal identitas mata mataku. Kira kira siapa yang memberitahunya?”

“Wanita itu sangat pintar, kau meremehkannya.”

“Rasanya aku membuatnya percaya lalu mengkhianatinya. Itu sebabnya hatiku sakit.”

“Pekerjaan kita memang seperti itu. Jika melibatkan perasaan pribadi, semua akan kacau seperti insiden di Polandia.”

“Kamu menggampangkan nya karena ini bukan urusanmu.”

Ji Yeon kesal. Lalu pergi.

Flashback:

Kim bon jatuh cinta pada informan, ia berjanji akan mentraktirnya mojito di Namsan setelah kasus usai. Tapi Candy malah mati tertembak.

***

Kim bon pulang ke apartemen nya, ia merindukan sikembar.

Rumahnya yang rapi sekarang penuh mainan anak anak. Karena si kembar suka main disana.

***

Ji Yeon minum sampai mabuk, ia kesal. Do woo datang mengantar nya pulang.

Ji Yeon digendong do woo.

“Kim bon, bedebah! Hei bon, siapa yang lebih cantik, aku atau Choi Yeon Kyeong?”

“Kamu lebih cantik.”

“Benar, lalu siapa yang lebih cantik, aku atau go Ae Rin?”

“Tentu kamu lebih cantik.”

“Astaga, akhirnya kamu bisa melihat dengan benar.” Ji Yeon senang.

Ia membelai rambut do woo,

“Hei bon, sejak kapan uban mu sebanyak ini?”

“Ini pirang.”

“Dia menanyakan pria lain saat dipunggung ku. Ji Yeon, kamu kejam sekali.” Ra do woo mengomel.

*** Terungkap ***

Ae Rin meminta bu Shim agar mencarikannya pengasuh baru.

***

Ae Rin datang ke king’s bag. Meminta klarifikasi tentang Kim Bon.

“Bu, antara Kim bon dan Wang Jeong Nam, siapa nama aslinya?”

“Wang Jeong Nam.”

Ae Rin ingat bahwa bon mengatakan nama aslinya adalah “Kim bon”.

“Karena kau sudah tau kebenarannya, apa kau akan berhenti dari pekerjaan ini?”

Ae Rin mengangguk.

***

Tim Kis rapat, mereka menggosipkan Kim bon yang resign. Dan hubungan Kim bon dan Ae Rin.

Ae Rin dikabarkan sudah tinggal bersama Kim bon. Karena si kembar selalu dirumah Kim bon.

***

Direktur Shim mengingatkan agar Ji Yeon berhati hati pada kepala Kwon.

Ji Yeon juga melaporkan mengenai J internasional sebagai mediasi suap menyuap para pejabat.

***

Bu Kwon mendapatkan informasi galaxy Shim (Shim Eun Ha) dari Instagram mengenai Ae Rin.

“Jadi, king’s bag adalah nama tokonya? Lokasinya dekat king’s Castle.”

***

Ae Rin menemui Bon, Kim bon dipecat.

“Kamu tidak perlu lagi menjemput dan menjaga si kembar.”

“Baiklah, maaf membuatmu tidak nyaman.”

Kim bon kelihatan sedih.

***

Kepala Kwon datang ke king’s bag.

Ditemui oleh Bu Shim. Tim kis membantu Ae Rin menjaga toko selama Ae Rin pergi.

***

Kim bon melihat seorang wanita keluar dari mobil Yong Tae. Ia coba mengejar wanita itu, tapi dihalangi Yong Tae.

Yong Tae mengejeknya, lalu memberinya kartu nama seandainya Ae Rin memecatnya, setelah Ae Rin tahu kalau Wang Jeong Nam seorang kriminal.

Yong Tae sebetulnya merasa aneh, Kim bon bukan tipikal seorang kriminal.

***

Kepala Kwon berusaha mencari informasi tentang Ae Rin pada ibu ibu rempong itu. Merekapun menggosip sampai Ae Rin datang.

Bu Shim meminta kartu nama Bu Kwon.

“Kim Tae Hae, direktur Rose L.”

Lalu mereka membiarkan kepala Kwon dan Ae Rin ngobrol.

***

Ra do woo ke kantor J internasional, ia mencoba meretas password kantor. Tapi ketahuan oleh pengawal Yong Tae.

Merekapun kejar kejaran. Ra do woo berhasil lolos.

***

Yong Tae marah,

“Kaki panjangmu hanya untuk pajangan?kamu bodoh sekali!”

“Mungkin dia pencuri biasa.”

“Ia mematikan CCTV di koridor, firasat ku buruk.”

“Bukankah, anda harus melapor ke atasan?”

“Jangan bertindak gegabah, belum terjadi apapun. Tutup mulutmu, paham?!”

***

Bersambung episode 14

Sinopsis Terius Behind Me eps 12

Ae Rin meminta maaf atas ketidaknyamanan saat makan siang, dia langsung kembali ke toko.

***

Yong Tae merasa curiga pada Kim Bon, ia lalu menyuruh pak Park untuk menyelidiki latar belakang Kim bon.

“Firasat ku tidak bagus tentang orang ini.”

***

Kim Bon dan sang Ryoel sedang mengawasi anak anak bermain.

“Bon, usiamu 40an?”

“Tidak.” Kata Kim bon sambil tetap cuek.

“Kamu lahir di Seoul?”

“Tidak.”

“Pernah menikah?”

“Tidak ”

“Kamu suka olah raga?”

“Ya.”

“Suka belajar?”

“Ya” jawab kim bon seperti robot.

“Golongan darahmu o ?”

“Ya”

“Kamu suka roti?”

“Ya”

“Kamu suka Ae Rin Khan?”

“Ya…” Ting! Dia langsung tersadar, “Tidak!”

Wkwkwk…

Sang Ryoel menggoda Kim bon mengenai kejadian dijalan saat bon berguling memeluk Ae Rin.

Bon langsung berdiri,

“Sang Ryoel nim, mau pergi ke suatu tempat?”

***

Mereka pergi ke toko mainan. Joon Hee membeli lampu untuk tidur.

Mereka main Komidi putar, makan es krim dan main selodotan bersama.

Sang Ryoel memfoto Kim bon saat main dengan anak anak lalu mengirimkannya pada Ae Rin.

***

Ae Rin tersenyum melihat foto anak anak. Ia lalu memperlihatkan pada Do Woo.

Ji Yeon yang menguping, jadi kepo. Ia terlihat cemburu.

***

“Sang Ryoel nim, aku tau kau penasaran dengan ku, jadi akan ku beritahu. Aku dari Daejeon, usiaku 38, aku juga pernah bekerja untuk master kang dari gunung Gyeryong. Tapi aku sudah berhenti, uangku sudah cukup. Aku tidak perlu bekerja untuk mencari nafkah.”

“Oh, jadi begitu.”

“Tolong bilang itu ke Kis.”

“Untuk apa aku melakukan itu.” Sang Ryoel pura pura bisa menjaga rahasia.

“Tolong juga, kamu beritahukan padaku semua rahasia dan gosip di Kis.”

“Kamu menyuruhku mengkhianati mereka?”

“Ini karena aku ingin menjadi sahabat mu,agar kita lebih dekat, kita perlu membagi rahasia.”

Sang Ryoel setuju dengan Kim bon,

Kim bon mendekati sang Ryoel, sambil memegang tangannya. “Kamu adalah panutanku.”

(Sepertinya ada cinta diantara mereka🤣wkwkwk)

***

Karena rayuan maut Kim bon, sang Ryoel mengatakan hal hal baik tentang Kim bon pada Kis. Bahwa Kim bon bukan orang yang layak dicurigai.

***

Kim bon tertidur karena kelelahan, tiba tiba Jun Soo membangunkannya, Jun Hee sakit.

Kim Bon memeriksa perut Jun Hee. Keras dan sakit.

Kim Jong segera berlari membawa anak anak ke rumah sakit, ditengah jalan ia bertemu Ae Rin dan pergi ke rumah sakit bersama sama.

Setelah diperiksa dokter, perutnya sakit karena sembelit🤣 hehehe. Mereka langsung lega.

***

Ae Rin berterima kasih karena Kim bon cepat tanggap jika anak anak sakit.

Kim bon memperingatkan Ae Rin tentang Yong Tae. Ae Rin harus berhati hati sebaik apapun sikap Yong Tae.

***

Apartemen Ji Yeon ada yang mengawasi. Ternyata profil Ae Rin itu palsu, alamat dan nomor telepon, itu milik Ji Yeon.

Kini Ji Yeon yakin bahwa memang ada mata mata di BIN.

***

Ji Yeon, do woo dan Kim bon rapat.

Membahas situs gold clover yang mengeluarkan kartu tarot. Setiap kartu Aries muncul, maka akan ada yang tewas.

***

“Joon Joon, apa kalian bersenang senang dengan pak Kim hari ini?” Tanya Ae Rin pada sikembar, pembicaraan santai sebelum tidur.

Si kembar meng iya kan.

“Ada luka besar dipunggung ahjussi.” Kata Joon Hee.

“Dia bilang, luka itu mengeluarkan banyak darah.”

“Sungguh?” Ae Rin penasaran.

***

Kim bon memandang situs gold clover sambil tangannya memegang sebuah kancing.

Falshback:

Saat dia bertarung dengan K. Insiden Candy. Tiba tiba seseorang menembaknya dari belakang. Tapi ia sempat meraih kancing baju K. Kancing baju Gold Clover.

Ia diopname dirumah sakit, ketika ia sadar, ia dituduh sebagai mata mata yang mengkhianati organisasi.

Ia diinterogasi oleh kepala Kwon. Yang aneh, kepala Kwon memakai kemeja dengan kancing gold clover.

Ia jadi curiga pada kepala Kwon. Ia akhirnya melarikan diri.

Setelah kabur, ia ke polandia dengan identitas palsu. Ketika berjalan jalan, ia menemukan toko baju gold clover. Dan orang orang yang berkaitan dengan kematian Candy ada disitu.

Ia menyadari, bukan Korea Utara yang akan menyerang dengan teknologi nuklir. Tapi negara negara lain yang mencoba mengambil keuntungan.

Kini gold clover mengeluarkan kartu baru yang berarti mereka punya rencana baru.

“Yang menggangguku, titik koordinat target berikutnya adalah Kings Castle.”

***

Yong Tae menerima berkas latar belakang Kim Bon.

“Pak, firasat anda tepat sekali.” Kata pak park.

“Sudah kuduga, ada yang aneh tentangnya.”

***

Ae Rin disuruh pulang oleh Ji Yeon agar pengasuh anaknya bisa pulang

“Anda perhatian sekali, bahkan pada pengasuhku juga.” Kata Ae Rin polos.

Ia lalu mendapat telepon dari Yong Tae yang mengajaknya bertemu. Yong Tae memberikan berkas Kim bon.

“Pengasuh mu, bernama Wang Jeong Nam, umur 40 tahun. 6 catatan kriminal atas pencurian.”

Ternyata Kim bon menggunakan nama Wang Jeong Nam untuk menandatangani perjanjian sewa rumah.

***

Kim bon menunggu Ae Rin pulang kerumah, ia sudah menyiapkan hadiah.

Ae Rin pulang lalu menatapnya,

“Kenapa? Apa ada yang salah dengan wajahku?”

“Maaf aku terlambat, kamu pasti lelah, pulanglah!” Ae Rin tampak aneh.

Kim bon memberikan hadiahnya. Berupa Tas. Ae Rin tertegun, ia mengira Kim bon mencurinya.

Ketika Kim bon pamitan pulang,

“Wang Jeong Nam ssi!” Panggil Ae Rin

Kim bon menoleh,

“Dia menoleh, itu pasti nama aslinya.” Ae Rin ketakutan

Kim bon berusaha menjelaskan, tiba tiba hp Kim bon yang dimeja berbunyi. Ji Yeon telepon.

“Kamu mengenal bosku? Siapa kamu sebenarnya?”

***

Bersambung episode 13

Sinopsis Terius Behind Me eps 11

Terius Behind Me eps 10

Kim bon terbangun dimalam hari dan mulai mengawasi sekitar. Ada seseorang membawa gitar lewat disitu, ia tidak pernah melihatnya.

***

Si kembar berangkat sekolah… Anak anak mencoba masuk kerumah Kim bon tapi dihalangi oleh Ae Rin.

“Ahjussi, jangan lupa kasih makan ikannya!” Teriak si kembar. Kim bon lalu memberi makan ikannya.

Ia kembali melihat situs golden clover, kartu tarot hari itu. Aries, pendeta wanita.

Ia teringat semalam ada seorang asing dilingkungan itu..ia segera berlari menemui Ae Rin, ia merasa Ae Rin akan ditembak seperti Candy.

Sebuah sinar terlihat dari atas gedung, seperti sinar laser dari senapan.

Ia segera berlari dan memeluk Ae Rin sampai berguling di jalan. Ae Rin tertegun begitupun tetangga yang melihatnya.

Ternyata sinar itu cuma pantulan dari Cermin orang berhias.😂wkwkwk

“Ada apa bon?” Ae Rin bingung.

Suasana jadi canggung.

“Ini seperti adegan sebuah film.” Kata mama Yura.

“Bon ssi, apa maksudmu tadi mengatakan ‘tidak!!’ ?”

“Ada lebah dibelakang Ae Rin, aku khawatir dia tersengat ” om Kim bon beralasan😂… Wkwkwk

Setelah itu dia langsung pamitan pergi.

***

Rapat Darurat tim Kis

“Apa bon menyukaimu?”

“Tidak”

“Lalu kenapa dia tiba tiba muncul pagi hari?”

“Sebetulnya Bon memang sedikit aneh, dia selalu bangun pagi dan jogging.”

“Dia pasti manusia pagi ” bela Sang Ryoel

“Dia hanya membeli roti tawar ditoko roti”

“Mungkin itu memang kesukaannya, dia benci makanan manis.”

“Suatu hari, dia hampir pingsan saat melihat pistol.”

“Pistol?” Eun Ha kaget

“Mungkin karena dia tidak pernah melihat pistol sebelumnya kecuali dia dari militer. Jadi dia takut.” Bela sang Ryoel lagi

“Ada sesuatu yang sulit aku jelaskan.”

*** Identitas Bon ***

Kim bon menyesali kebodohannya. Ia sangat malu

Ia kembali menatap kartu tarot itu.

***

Ae Rin bekerja keras menata tas tas di King’s bag.

Ketika akan menaruh tasnya, ia menggeser bingkai foto yang merupakan kunci ruang bawah tanah.

Ra Do Woo langsung membetulkan posisinya sambil mengalihkan pembicaraan.

***

Kim Bon datang ke peramal. 🤣Ia minta peramal asli menerawang pertanyaan sang Ryoel, Eun Ha dan Mama Yura. Tapi ia sendiri tidak mau diramal. Ia tidak percaya.

Padepokan itu bernamakan,

“Master Kang dari Gunung Gyeryong.”

***

Ternyata kepala Kwon yang mengambil data profil Ae Rin dari kantor direktur Shim. Ia lalu menyuruh anak buahnya mengawasi Ae Rin.

***

Ji Yeon mencoba menyelidiki nomor seri tas dari Ae Rin, tapi Ae Rin tidak ingat nomor serinya.

“Apa maksudmu tidak ingat? Kamu berbohong padaku?” Ji Yeon emosi.

“Tidak, aku memang melihat beberapa nomor lain tapi aku tidak bilang aku mengingat nya.” Kata Ae Rin polos. (Bunyi sirine terdengar lagi wkwkwk)

“Bu, kenapa begitu tertarik dengan tas J internasional?”

“Itu bukan urusanmu. Lanjutkan saja pekerjaanmu.”

Ae Rin lalu mengusulkan, dia punya ide promosi, berupa tas ramah lingkungan.

“Ae Rin ssi, kenapa kau terus berusaha menjual tas?” Tanya Ji Yeon kesal

(Wkwkwk.. Ae Rin tidak mengerti bahwa yang dilakukannya itu merepotkan orang lain😂)

***

Yong Tae di kafe dengan seorang wanita. Ia menyerahkan sebuah berkas. Wanita itu memakai sepatu high heels merah.

***

Yong Tae menuju king’s bag. Ji Yeon panik dan langsung menghubungi Kim bon.

Mama Yura melihat Yong Tae dilingkungan itu, ia langsung mengabari Tim Kis.

Yong Tae berusaha mencari-cari informasi tentang king’s bag. Ia juga memborong tas agar Ae Rin mendapatkan insentif.

(Sepertinya Yong Tae ada rasa sama Ae Rin 🙄)

***

Yong Tae mengajak Ae Rin makan siang, tapi Ae Rin menolaknya.

“Satu lagi Yong Tae ssi, jangan pernah menemui ku lagi! Aku berterima kasih atas penjualan tas” Kata Ae Rin galak.

Yong Tae memberi kode, bagasi mobil terbuka, berisi tas yang diborongnya.

“Kamu boleh memilih, aku rasa, aku membeli terlalu banyak.”

Kim bon tiba tiba muncul,

“Ini sudah siang, mari kita makan.” Katanya.

Akhirnya mereka makan siang bertiga.

***

Ae Rin sangat perhatian pada Kim Bon, Ae Rin menaruh makanan di dekat Kim bon. Yong Tae iri.

“Bagaimana denganku? Kamu mendiskriminasikan aku. Aku juga lapar!” Yong Tae minta dilayani Ae Rin juga.

Kim bon memutar meja makan, mengambil sup dengan jari jarinya masuk ke sup itu. Hueks, Yong Tae jijik.😂

Kim bon menawarkan diri sebagai sekretaris Yong Tae.

“Apa niatnya?” Pikir Yong Tae dalam hati.

“Aku yajin, ia ke king Castle karena alasan lain.” Pikir Kim bon.

Mereka saling mencurigai

***

Bersambung episode 12

Sinopsis Natalie

Catatan penulis:

Menulis sinopsis film ini menjadi tantangan sendiri bagi Mimin. Lha gimana gak jadi tantangan, lha wong adegannya banyak yang disensor🤯.. saking banyaknya yang disensor sampe Mimin gak yakin bisa kasih cerita yang ‘nyambung’ kepada teman teman sekalian.

Tapi akan Mimin coba merangkai dari potongan potongan film (soalnya yang Mimin punya, film yang disensor sih😓) karena nilai nilai kehidupan di film ini berbanding lurus dengan kepornoannya.

Seseorang yang membenci kita akan memandang rendah apapun yang kita lakukan.

Sebaliknya, orang yang sungguh sungguh mencintai kita, akan memuja kita, akan menganggap baik apapun yang kita lakukan.

Dan, jika kalian mencintai seseorang, perlakukan lah dia dengan baik.

***

Film di mulai dari sebuah pameran seni rupa.

“Semua terjual, kecuali Natalie. Kamu sangat hebat hari ini!” Kata kurator park. pada profesor Hwang. Si wanita tampak mengagumi sang profesor.

(Natali itu patung telanjang seorang wanita)

“Ah, orang itu telefon lagi, katanya dia muridmu kuliah , angkatan 97. Aku bilang, kalau ingin melihatmu sebaiknya ia kesini,”

“Apa kamu akan menjual Natalie?”

Profesor terdiam, ia enggan untuk menjual patung itu.

“Para jurnalis penasaran siapa model dari Natalie itu.”

Sang profesor masih tetap diam.

***

Seorang pria muda datang dari jauh, Jang Min Woo. Ia ingin membeli patung Natalie.

***

Profesor Hwang tampak galau, ia menyayangi patung itu, tapi ia juga membencinya. (Sepertinya benci sama si model dari patung itu).

Ia ingin menghancurkan patung itu, tapi ia urungkan.

Pintu diketuk, dengan tergopoh gopoh ia membukanya. Tetapi ketika yang datang adalah laki laki, ia kecewa.

“Pameran sudah berakhir.” Katanya kesal.

“Kau profesor Hwang Jun Hyuk Khan?”

“Ya.”

“Aku, Jang Min Woo. Aku suka karyamu dan ingin menulis review.”

“Aku tidak mengenalmu.”

Belum sempat mengatakan apa apa, si profesor menutup pintunya. (galak amat😤!)

“Aku muridmu, disekolah seni angkatan tahun 97. Aku ingin tahu lebih banyak tentang Natalie.”

Akhirnya si profesor mengijinkannya masuk.

Melihat patung Natalie, Jang Min Woo tampak terkesima, ia ingin menyentuh patung itu.

“Jangan sentuh patung itu!” Kata profesor galak.

***

“Apa yang ingin kamu dengar tentang Natalie?”

“Aku bisa merasakan jiwanya. Seakan akan dia hidup dan menunggu seseorang.” Kata Min Woo

(Pertama lihat adegan ini, terasa membosankan! Tapi setelah mengulang film ini, dan melihatnya lagi,jadi terasa mengharukan😭)

“Katakan padaku tentang Natali, modelnya. Siapa dia sebenarnya?”

Profesor Hwang enggan untuk bercerita.

“Apa kau tau jiwa dari suatu objek?” Tanya profesor angkuh.

“Tapi profesor, aku juga tidak yakin kau juga bisa melihat jiwa dari wanita”

“Apa maksudmu kurator park? Apa dia mengkritik ku? Apapun yang dia katakan tidak penting. Karena dia jatuh cinta padaku.”

“Jika dia mencintai mu, dia tidak akan memanggilmu penjahat kelamin.”

(Kurator park hanya dibuat objek seks si profesor saja.. si profesor tidak benar benar mencintai kurator park)

“Aku ingin tau tentang mu, apa kau sudah menikah? Pasti sudah, kamu pasti sangat mencintai istrimu.”

Profesor Hwang tampak meremehkan, Min Woo yang setia. Mau diperalat wanita.

“Tidak semua laki laki seperti mu!”

***

Diceritakan kalau profesor Hwang, tidak mau mengadakan pameran. Sampai pada 10tahun setelah Natali dibuat, ia baru mau melakukan pemasaran.

***

“Aku ingin membeli Natalie dengan harga tertinggi.”

“Kau tidak dapat, ini bukan supermarket yang semua bisa kau beli.”

“Sepertinya kau tidak punya uang sebanyak itu. Kau punya warisan?” Katanya lagi.

Jang Min Woo ngotot ingin membeli.

“Kenapa kamu sangat ingin membeli Natalie? Kamu mengenalnya?!”

“Sebelum ku jawab, katakan padaku, menurutmu Natalie itu siapa.”

Tiba tiba kurator park datang, “akan kuberi tahu siapa itu Natalie,”

“Natalie adalah aku!” (Wkwkwk kurator park ngaku ngaku😪)

“Kurator park, kau tidak akan bisa menjadi Natalie.”

“Kau berengsek!” Kurator park marah lalu menjatuhkan patung Natalie.

Patung segera ditangkap oleh Jang Min Woo, seakan akan patung itu sangat berharga baginya.

Kurator park pergi dengan kesal

***

Flashback:

Profesor Hwang mendengar musik dari ruang teater.

Ia masuk keruangan itu, dan terpana akan tarian seorang gadis cantik yang sedang berlatih.

Ternyata gadis itu salah satu murid dikelasnya.

Karena gadis itu sangat cantik. Ia ingin membuat patung dari gadis itu. Ingin mengabadikannya. Karena manusia tidak bisa hidup selamanya.

Si gadis membuka sedikit pahanya, agar profesor dapat melihat apa yang didalamnya.

Setelah kelas usai, gadis itu mendatangi profesor, meminta tanda tangan.

“Siapa namamu?”

“Kau tidak tau namaku? Namaku Oh Mi Ran.”

“Kamu ingin aku menulis apa?”

“Tulis, ‘Aku ingin kamu’.

Pucuk dicinta ulam tiba.

***

“Tidak mungkin! Kau bilang dia merayumu dulu?! Mi Ran yang ku tahu tidak seperti itu” Kata Min Woo marah.

***

Flashback versi profesor:

Mi Ran datang ke tempat profesor membuat patung.

Mi Ran membuka bajunya.

Setelah selesai mematung, mereka uhuk uhuk.

***

“Jangan berbohong padaku!” Min Woo semakin kalap.

Apalagi saat profesor menceritakan sambil membayangkan hal porno. Seakan akan Mi Ran hanya objek seks.

(Profesornya nyebelin😤)

“Kenapa kamu putus dengannya? Kenapa kamu tidak menikahinya?”

“Kami tidak putus. Kami bersumpah akan saling mencintai selamanya. Jika kamu mencintai seseorang, apa kau harus menikahinya?”

(Jadi profesor hanya mau uhuk uhuk tanpa ikatan😵)

“Mi Ran yang kutahu bukan wanita gampangan!”

***

Flashback versi Min Woo:

Didalam ruangan teater, dia sedang melukis Miran yang sedang menari. Ia terpesona, Mi Ran sangat cantik.

Ternyata Mi Ran adalah teman sekelasnya di kelas seni profesor Hwang.

Si profesor cunihin, ia memandangi paha Mi Ran. Tapi Mi Ran langsung menutupi kakinya

Setelah kelas usai, Min Woo ingin kenalan. Tapi tidak diacuhkan oleh Mi Ran. Karena Mi Ran menyukai profesor Hwang.

Ia meminta tanda tangan profesor, tapi profesor mengambil kesempatan.

“Namamu Mi Ran Khan?” Kata si profesor sambil menuliskan sesuatu dibuku mi Ran.

‘Aku ingin kamu’

Lalu si profesor meyakinkan Mi Ran agar mau jadi modelnya.

Setelah itu mereka uhuk uhuk. Min Woo ada disana mengawasi mereka.

***

“Kamu menghancurkan hidupnya dengan alasan menjijikkan yang kamu sebut ‘seni’.”

“Aku tau kamu mencintai Mi Ran tapi tak bisa mendapatkannya. Kamu cemburu! Karena itu ingatanmu terbalik.”

“Jika mencintainya, kenapa kamu meninggalkan nya?”

“Sudah kubilang, aku tidak meninggalkannya!”

***

Flashback yang sebenarnya:

Profesor dan Mi Ran berpacaran. Mereka saling mengirim surat untuk janjian bertemu.

Mereka uhuk uhuk suka sama suka. Akhirnya Mi Ran hamil.

Mi Ran mencoba memberitahu pada profesor kalau dia ingin menikah.

“Laki laki menikah dengan wanita dan memiliki anak pasti sangat bahagia.” Mi Ran mencoba memberi kode.

“Laki laki yang menikah, itu berarti dia bertemu wanita paling jahat sedunia.”

“Tidak mungkin, itu berarti ibumu salah satunya.”

“Kita hidup bersama saja, tidak usah menikah, pernikahan itu cuma tradisi.”

Setelah pembicaraan itu, sikap profesor berubah. Ia bingung akan perasaannya.

Ia mencintai wanita hanya karena pekerjaan atau memang sungguh sungguh jatuh cinta.

Mi Ran melihat perubahan sikap profesor, ia sedih.

Setelah uhuk uhuk, Mi Ran pergi meninggalkan profesor.

Ia ingin profesor akan selalu mengingatnya sebagai wanita yang cantik, yang tidak akan berubah seiring waktu.

Ia merasa profesor hanya mencintai fisiknya saja.

Mereka berjanji, jika mereka bertemu lagi 10 tahun lagi dan perasaan itu tetap sama. Itu berarti mereka benar benar saling mencintai.

***

10 tahun berselang, profesor tidak bisa melupakan Mi Ran.

Profesor ternyata mau mengadakan pameran seni, karena dia berharap, Mi Ran yang dulu meninggalkannya akan menemuinya. Untuk menjelaskan kenapa dia pergi.

“Apa kamu terobsesi dengan cinta sebelah tanganmu?” Kata profesor mengejek

“Dia mungkin berfikir, akulah satu-satunya harapan nya.” Jawab Min Woo.

***

Flashback versi Min Woo:

Min Woo melukis Mi Ran diam diam. Min Woo selalu curi curi pandang.

***

“Menurutmu, kamu lebih mengenal Mi Ran daripada aku?” Tanya profesor.

“Aku sangat mengenalnya. Karena dia adalah istriku.”

Profesor tertegun kecewa.

***

Flashback sebenarnya:

Mi Ran mendatangi min Woo. Mi Ran tampak sangat sedih.

“Kamu mencintaiku?” Tanya mi Ran tanpa basa basi

“Ya”

“Benarkah? Walaupun ada orang lain dihatiku, bisakah kamu masih mencintaiku?”

“Ya”

“Selamanya?”

“Ya, selamanya”

Mi Ran menangis dipelukan Min Woo. Min Woo berpikir Mi Ran telah dicampakkan oleh profesor.

***

Profesor kesal dan marah, ia selama ini menunggu Mi Ran dengan merana, sedangkan Mi Ran disana makan dan tidur dengan orang lain.

“Kenapa kamu kesini? Apakah dia memintamu untuk membawa Natalie? Pergi kau sekarang!!”

“Tidak, berikan Natalie padaku. Dia istriku!”

“Dia wanita murahan, yang aku tiduri untuk semalam.”

“Apa kau melihat Natali dengan cara memalukan seperti itu?”

“Ya, dia tidak berharga. Katakan padanya, janjiku padanya aku tarik kembali.”

“Aku tidak bisa mengatakan padanya ”

“Katakan padanya tanpa melewatkan satu katapun: Natali adalah wanita murahan dan pelacur!”

“Cukup! Aku tidak bisa mengatakannya.”

“Kenapa?!!”

“Karena Mi Ran sudah tidak ada.” Mata Min Woo berkaca kaca.

Profesor terhenyak. Kemarahannya berubah jadi kesedihan.

***

Flashback yang sebenarnya:

Mi Ran hamil, tapi ia di vonis kanker ovarium. mi Ran menolak kemoterapi demi anaknya.

Akhirnya ye Rim lahir,bayi yang sehat.

Tapi kesehatan Mi Ran memburuk.

Min Woo merawatnya dengan sangat baik.

Ketika Min Woo sedang mencuci, Mi Ran yang sedang duduk disebelahnya, berkata dengan lemas, “Sayang, aku mencintaimu.”

Min Woo sangat senang, “aku juga mencintaimu “

Lalu Mi Ran mati.

(Mimin sampe nangis😭😭😭)

***

“Maafkan aku.. maafkan aku mi Ran.” Profesor menangis.

“Ia mencoba memegang janjinya sampai akhir. Dia menunggumu sampai hari terakhirnya.”

***

Flashback:

Sebelum meninggal Mi Ran mengirim surat pada profesor seperti dulu mereka lakukan.

Min Woo melihatnya, ia cemburu lalu mengambil surat itu.

***

“Kenapa?! Kenapa kamu mengambilnya?!” Profesor semakin kalap

“Dia merindukanmu sampai akhir hayatnya.” Kata min Woo sambil menyerahkan surat terakhir Mi Ran.

“Kita harus bertemu lagi, aku rasa aku tidak sanggup memegang janji kita untuk bertemu 10 tahun lagi. Jika aku bisa melihatmu sekali saja. Aku ingin mengatakan ini padamu.”

“Kamu tahu apa yang ingin dia katakan padaku?”

“Tidak, aku juga penasaran. Itulah kenapa aku datang menemuimu.”

“Katamu kamu punya anak, bisakah kamu membawanya kapan kapan?” Kata profesor lemas.

***

Natalie diberikan pada Min Woo. Ia merasa Min Woo yang paling layak memilikinya.

***

Profesor masuk ke dalam kotak surat raksasa. Sebagai balasan surat Mi Ran

***

End

Sinopsis Death Bell part 2

Flashback:

Guru Kim memberi selamat pada Ji Won karena mendapat nilai tertinggi. Para siswa memberikan aplaus .

Ji Won suka mengajari Ina dan Myung Ho belajar. Mereka terlihat sangat akrab.

“Ngomong ngomong, kenapa kamu sangat ingin mendapatkan beasiswa?” Tanya Ina.

“Usaha ayahku bangkrut, aku ingin membantunya.”

Tapi, saat pengumuman ranking. Ji Won mendapat ranking ke 6.

Ji Won menangis, ini harapan satu satunya agar dia bisa sekolah.

Tak lama kemudian, ia ditemukan mati disekolah.

***

Guru Kim tampak sudah tidak tahan lagi, ia membawa kunci ledeng dan pergi mencari pelakunya.

Diluar, sesosok wanita memukulnya. Lalu ia dikejar kejar hantu wanita.

***

Soal berikutnya, semakin sulit. Sepeti puzzle.

Clue: emerald, jelek, pemenang, bunyi tuter, merdu, kiwi, menggores, takdir, rasa sakit.

Mereka harus membuat kalimat yang baru.

Nona Choi, Ina dan Kang Hyun berusaha memecahkan soalnya.

Terbentuk kalimat,

“Aku tahu siapa yang membunuhku, kemarahan ku akan terus berlangsung. Hadapilah kenyataan”

(Antara clue dan kalimatnya gak nyambung.. karena ini terjemahan. Bahasa indonesia dan Hangeul berbeda alphabet. Harap maklum😬).

***

12:14 am, Yoon Soo Jin, tewas.

Guru Kim bertemu dengan Nona Choi, ina dan kang hyun.
Suara bunyi mesin cuci terdengar. Ketika dibuka ada mayat Soo Jin disitu, sangat mengerikan.

“Semua pertanyaan dan jawaban itu berhubungan dengan Ji Won.” Kata Nona Choi.

“Kau sedang membicarakan tentang hantu juga?” Guru Kim kesal.

***

Setelah berpikir, mereka teringat sesuatu.

“Bagaimana caramu, membuat musik selama ujian?” Tanya guru Kim pada Kang Hyun

“Aku hanya menghubungkan tombol dengan timer. Lalu menyambungkan MP3 ku ke mic.”

“Ayuk ke ruang PA.”

(Ruang PA itu ruang pusat keamanan gedung🙁, jadi ada monitor CCTV, panel listrik, kabel saluran telepon)

Ternyata memang ruang itu digunakan pelaku untuk mengendalikan semua saluran kabel disekolah.

“Jika kita mengikuti ini, kita akan menemukan jawaban.”

Mereka mulai mengikuti saluran kabel. Mereka melihat Cho Beom, dibangunan konstruksi yang belum jadi.

Ia meringkuk ketakutan, lalu ia mulai menyerang. Kang Hyun mati tertusuk demi melindungi Ina.😭

Cho Beom mati dipukul pakai batu oleh guru Kim.

(Cho Beom sudah gila!!)

***

Mereka melanjutkan pencarian. Mereka menemukan sebuah ruangan, tapi ada paswordnya. Sebuah ruangan kaca yang berisi aquarium Hye Young. Dan Myung Ho ada disana, digantung terbalik.

Dipapan sudah ada soal, mereka harus menjawabnya, jika tidak Myung Ho akan mati.

“Siapa yang peduli dengan pertanyaan sekarang? Dasar keparat gila!” Guru Kim geram.

Nona Choi berusaha memecahkan soal. Berupa urutan angka.

“Angka berikutnya pasti”, 1320.” Kata guru Choi

“Tingkat 1, kelas 3, nomor 20.. ini Ji Won.” Kata Ina.

Mereka berhasil masuk ruangan kaca.

Tapi Myung Ho tertarik ke keatas, dan oleh hantu perempuan, talinya diputus. Myung Ho mati.

***

Guru Kim mengejar hantu wanita itu. Mereka berkelahi. Hantu wanita kalah, ia mati tercekik.

Ternyata hantu wanita itu adalah ibu dari Ji Won. Dia berpura pura jadi hantu untuk membalaskan dendam putrinya.

***

6:12 am Yoon Myung Ho, tewas.

***

Pemakaman massal, semua siswa dan para orang tua berduka.

Ina juga mengenang Ji Won. Ia membuka buku Ji Won, ternyata ada foto Ji Won dengan ayah dan ibunya terselip disitu.. ia kaget!

Tiba tiba seseorang membekapnya.

***

Orang itu mengganti saluran mic MC yang sedang mengadakan upacara pemakaman dengan mic nya.

Terdengar suara dari pengeras suara gedung

“Bagaimana rasanya? Sakit khan kehilangan anak? Aku hidup 2 tahun dengan rasa sakit yang sama. Aku, ayahnya Kim Ji Won.

Ternyata ayahnya Ji Won sudah menutup seluruh gedung dan ia membuka saluran gas.

Semua panik…

“Diam! Semua tenang saat ujian. Sekarang pertanyaan terakhir.

2 tahun yang lalu saat musim semi, putriku dibunuh oleh seorang yang memiliki gantungan kunci ini. (Video diputar, seseorang sedang mencekik Ji Won, orang itu memakai gantungan kunci yang tergantung di ikat pinggangnya)

siapa ini? Hanya pembunuhnya yang tau jawabannya. Kau maju ke depan dan akui dosamu! Jika tidak, semua orang akan mati!”

Flashback:

Ji Won melihat guru Kim menerima suap dari ibu ibu kaya. Ia membocorkan soal ujian.

“Yang lain mungkin ingin nilai bagus hanya untuk harga diri. Tapi kau tau aku memerlukannya.” Pinta Ji Won pada guru Kim

“Maaf, aku tidak bisa melakukannya.”

“Kalau begitu, aku akan bilang pada kepala sekolah.”

Guru Kim panik, dia mencekik Ji Won sampai mati.

Cho Beom menyaksikannya.

***

Guru kim kalap, ia membawa kapak dan mulai menyerang orang orang.

“Kenapa harus aku? Aku tidak melakukannya sendirian!! Kalian yang membuatku seperti ini!!”

“Aku pikir kau ini beda.” Kata Nona Choi. (🙁Kayaknya sih nona Choi naksir guru Kim)

Petugas keamanan menusuknya dari belakang sampai sekarat, “aku minta maaf” lalu guru Kim mati.

Petugas keamanan itu adalah ayah Ji Won.

Flashback:

Ji Won sangat dekat dengan ayah dan ibunya. Mereka bermain bersama dan berfoto bersama.

Usaha ayah Ji Won bangkrut. Ia melarikan diri dari deptkolektor.

Ji Won mati, ia kalap. Deptkolektor yang mengacau di pemakaman Ji Won ia bunuh.

Ia melamar kerja di sekolah Chang in sebagai petugas keamanan. Ia merencanakan pembalasan dendam.

***

Peringkat ujian:

No.1 Kang Ina

***

End

Sinopsis Death Bell part 1

Seorang anak perempuan berjalan diantara puing puing sekolah yang terbakar.

Sesosok hantu duduk di bangku sekolah

“Ji Won… Ji Won… ?” Teriak gadis itu.

Hantu-hantu mulai bermunculan mengejarnya.

Ternyata itu hanya mimpi! Temannya membangunkannya.

Sprei nya banyak darah. Dia menstruasi.

*** Bel Kematian ***

“Hari ini hari terakhir ujian kita, semoga beruntung semuanya.”

***

Dikelas

Motto : Jangan pernah ulangi ujian.

Ina sedang adu mulut dengan sekelompok anak orang kaya. Mereka mengejeknya, “Tidak punya ibu!”

Kelas dimulai, soal ujian dibagikan.
Semua serius mengerjakan, tapi ada seorang siswa yang tampak ketakutan, ia mendengar suara, “Tolong aku!”

Ia terjatuh dari kursinya karena kaget. Gurunya membantunya berdiri, “Kau hanya gugup saja.”

Sang guru melihat lengan Cho Beom penuh dengan sayatan.

“Kenapa ini?”

“Aku tidak melakukan ini, ini, ‘dia’ yang lakukan.” Katanya ketakutan seperti orang gila.

***

Kang Hyun, seorang siswa dari luar negri yang usil. Mengganti bunyi bel sekolah dengan musik.

Semua murid tertawa, gurunya sih kesal.

***

“Kang hyun! (kepalanya dikeplak😂) Jika kau tidak mau belajar, jangan usil hingga kelulusan!” Guru Lee marah marah.

Untung guru Kim datang melerai mereka

***

Rapat Guru,

Direktur mau guru guru membentuk kelas sementara, terdiri dari anak pilihan yang akan dilatih secara khusus. Untuk menyambut kunjungan, sekolah rekanan mereka, Eaton.

***

Kang Hyun datang ke asrama wanita. Ia mau mengajak Ina dan Myung Ho ke klub. Ia memberikan 2 tiket. (Sepertinya, Kang Hyun menyukai Ina, tapi Ina malu-malu… Kalo saya yang ditaksir Kim Beom sih, langsung ho’oh 😘).

***

Jumat, 23 Mei

1 hari sebelum kelas khusus.

Semua murid berkumpul melihat hasil test.

Pengumuman hasil test:

1. Min Hye Young

2. Son Dong Hyuk

3. Cha Jae Wook

Dst.

Cho Beom melihat sesuatu, ia semakin ketakutan, ia melihat Ina seperti melihat hantu. Ia menyerang Ina, lalu dilerai oleh teman teman.

Cho Beom dimasukkan dalam ambulance.

***

Malam hari,

Ina dan Myung Ho mengendap endap keluar asrama.

Petugas keamanan, patroli disekitar sekolah.

Ada Cho Beom, di bawah bangunan yang belum jadi. Ia masih memakai baju rumah sakit. Tangannya berlumuran darah.

“Apa yang kau lakukan disini? Apa yang kau lihat?” Tanya petugas.

Cho Beom melihat hantu wanita. Ia lari.

***

Ina, Myung Ho dan Kang hyun bersenang senang di klub.

***

Sabtu, 24 Mei

Kelas khusus dimulai.

Gerbang sekolah ditutup.

Guru Kim memberi instruksi, tapi ada bangku kosong.

“Hye Young belum disini?”

“Aku belum melihatnya pagi ini.”

“Ia akan datang nanti.” Kata guru kim lalu melanjutkan materinya.

***

Seorang siswa pergi ke toilet, ia adalah Dong Hyuk, lalu ia terpeleset, badannya penuh darah, ia ditarik oleh sesosok hantu…

***

Nona Choi, menyampaikan materi bahasa Inggris. Ia lalu memutar DVD percakapan bahasa Inggris.

Tiba tiba gambar di TV buram, beralih jadi gambar seorang siswi, Hye Young. Sedang ada di aquarium . Ia meronta.

Nona Choi dan seluruh siswa panik. Mereka memberitahu guru guru yang lain

***

Sebuah suara terdengar dari pengeras suara sekolah.

“Kalian harus menjawab pertanyaan dengan benar! Jika tidak, murid akan mati satu persatu. Jika kalian pergi keluar sekolah, kalian akan mati!

Sekarang, kita mulai pertanyaan pertama, jika kalian tidak menjawab, gadis ini akan mati!”

***

Petugas keamanan melaporkan jika saluran telepon mati di seluruh sekolah. Ponsel guru guru juga rusak. Internet juga tidak berfungsi.

***

Aquarium Hye Young mulai terisi air, semakin banyak dan banyak.

***

Guru Lee memukul Kang hyun. Ia menganggap ini adalah salah satu keusilan Kang Hyun.

“Kenapa kamu memukul aku? Bukan aku yang melakukannya!”

Semua sibuk melerai pertengkaran mereka, mengabaikan Hye Young yang tenggelam.

Jam 10:44 Min Hye Young, tewas.

Guru Lee nekat keluar untuk mencari pertolongan.

Jae Wook juga nekat keluar sekolah diikuti murid murid yang kalap. Mereka berhamburan keluar melewati petugas keamanan. Sampai di pintu keluar, Guru Lee datang dengan berlumuran darah, ia sekarat lalu menunjuk seseorang diantara para siswa… Lalu mati.

***

Suara dari pengeras suara muncul lagi, menyuruh mereka menyelesaikan soal lagi.

“Aku peringatkan, jangan ada yang coba keluar sekolah lagi! Sekarang pertanyaan kedua.”

“Aaaa… Aku Song Dong Hyuk, tingkat 12..aaa…” Suara Dong Hyuk dari pengeras suara, ia terdengar kesakitan.

“Kau pikir, apa alasanmu ada disini?”

“Aku melakukan sesuatu yang buruk.”

“Apa yang kau lakukan?”

“Ibuku terlalu serakah, tolong jangan bunuh aku!”

“Kalian pergi ke Auditorium dan temukan kata China itu! Dosa dan ketamakan yang ia sebutkan” Perintah pengeras suara.

***

Para murid mencoba menemukan huruf China itu.

Ina menganalisa: ibu menjadi serakah? Berarti ia tidak puas dengan nilai anaknya.

Akhirnya, kata itu terpecahkan..

“Puas dan berhenti tidak ada bahaya yang menunggu”

Mereka mulai menyusun kalimat itu. Tapi sayang waktunya sudah habis.

Mayat Dong Hyuk terjatuh dari atap dengan kondisi yang mengerikan.

Jam 1:40 Son Dong Hyuk tewas.

***

Seorang siswi melaporkan bahwa Jae Wook menghilang.

“Myung Ho, kamu tetap disini.” Ina keluar ruangan diikuti Kang Hyun.

***

Ina dan Kang Hyun diruang komputer, Ina mengecek kembali pengumuman peringkat.

Ia menyadari bahwa urutan pembunuhan sama dengan urutan peringkat kelas.

***

Para murid merencanakan sesuatu. Mereka ijin ketoilet bareng bareng.

“Baik, tapi tetap bergerombol.” Kata guru kim.

***

Para murid menuju ruang bawah tanah sekolah, ruang pusat keamanan. Mereka mengambil kunci cadangan dan berusaha mencari tempat yang aman. Yaitu asrama wanita.😓

***

“Myung Ho dimana?” Tanya Ina

“Ia ketoilet, kenapa?”

“Mereka dibunuh sesuai peringkatnya. Myung Ho korban berikutnya!”

Guru Kim memberi instruksi, mereka akan dibagi dua kelompok untuk mencari Myung Ho.

***

Jam 7:35 pm, 6 jam sejak Cha Jae Wook menghilang.

“Soo Jin, bisakah kita menyalakan lampunya?” Kata Myung Ho ketakutan

“Nanti mereka tahu kita disini!”

“Khan pintu darurat sudah dikunci.”

Lampu dinyalakan, pintu ada yang menggedor. Ketika dilihat….

***

Terdengar suara dari pengeras suara. Kelompok guru Kim bergegas kekelas.

“Buatlah kalimat dengan nomor dan surat, kemudian masukkan kata sandi dalam komputer.

Terdapat clue: angka,huruf dan gambar dipapan tulis.

Guru Kim mengamati clue clue itu. Ia teringat sesuatu.

Para murid menebak password dari clue itu

“Panas, musim semi. Ingat auditorium nya”.

Password nya benar, komputer berhasil dibuka. Muncul video Jae Wook yang sudah mati dan ada hantu disana.

***

Jam 8:40 Cha Jae Wook, tewas.

***

Kelompok Nona Choi menemukan para siswa di asrama putri. Mereka kesana tapi pintu darurat terkunci. Suasana begitu kacau, ada kemunculan hantu wanita.

Setelah semua mereda, ternyata hantu itu membawa Soo Jin.

“Lalu, Myung Ho dimana?” Tanya Ina.

Ternyata Myung Ho ngumpet disamping ranjang.

***

Mereka makan bersama sama, sambil membicarakan password yang tadi mereka pecahkan.

“Panas, musim semi. Ingat auditorium nya”

“Apa artinya itu?”

Ina dan Myung Ho saling berpandangan.

“Musim semi yang hangat, itu saat Ji Won mati.”

***

Bersambung part 2

Sinopsis Lavender

Lima… Empat… Tiga… Dua… Olly Olly oxen free..

1985

Mobil polisi datang memberitahu pemilik peternakan bahwa saudara dan keluarganya…

***

Disebuah rumah tak jauh dari peternakan, polisi berkumpul, di rumah itu terjadi pembantaian.
Ada seorang anak perempuan duduk sambil memegang pisau yang berlumuran darah.

*** Lavender ***

25 tahun kemudian.

Seorang wanita, jane. memiliki obsesi memotret rumah tua.

***

Anaknya perempuan merayakan pesta ulang tahunnya dengan gembira.

Hidup mereka bahagia, anak perempuan yang manis dan suami yang bisa diajak kerja sama untuk membesarkan anak.

***

Sesi konseling

“Orang tua ku meninggal kecelakaan ketika aku masih kecil.” Kata Jane

“Oh, tidak apa apa”

“Tapi rasanya seperti aku melupakan hal yang aku yakin penting. Aku tidak tahu itu apa. Aku menjadi tertarik dengan benda benda kosong ini, yang sebelumnya pernah ada kehidupan.”

***

Diperjalanan pulang, Jane menghentikan mobilnya dan mulai memotret rumah tua.

Anaknya bosan, ia berkeliling kebun dan mengobrol sendiri (🤔 apa dia indigo?)

Ia menemukan dipekarangan sebuah mainan seperti bintang.

***

Bel rumah berbunyi, tapi tidak ada siapa siapa. Sebuah kotak kecil ada didepan pintu.

Jane membukanya, sebuah mainan, kayak bintang dari monel.

***

Dalam tidurnya, Jane mengigau,

“Lima… Empat… Tiga… Dua… Olly Olly oxen free…”

Alice membangunkannya, ia ngompol.

***

Jane menatap untuk waktu yang lama sebuah foto rumah tua. Ia tersadarkan ketika Alan meneleponnya.

Ia lupa menjemput Alice. Ia sering lupa. Semakin hari semakin parah.

***

Dengan kecepatan kencang ia melaju kesekolah.
Ditengah jalan ia melihat seorang anak kecil rambut pirang panjang , ia menghindari nya. Lalu kecelakaan.

***

Jane sudah sadar, tapi ia hilang ingatan.

“Meski lukanya terbilang kecil, tapi itu bisa membuka luka lama yang sebelumnya pernah ada.” Kata dokter pada Alan. Sambil memperlihatkan foto luka lama ditengkorak, sudah 20 tahun lebih.

“Tengkorak istri mu mengalami retak ditujuh tempat. Bekas luka ini mengganggu memori jangka panjang. Ingatannya bisa pulih, tapi butuh waktu yang sangat lama.”

***

“Dokter Michaels minta agar aku bicara denganmu.”

“Oke.”

“Aku Liam, psikiater yang bertugas disini.”

“Aku tidak butuh itu.”

“Jane, aku bisa membantu. Aku bisa bantu merangsang pemulihan ingatan mu.”

Tapi Jane ogah ogahan diterapi.

***

Dr. Liam mulai sesi terapi.

“Otak adalah organ yang luar biasa, dia bisa menggabungkan kembali secara mandiri dan bisa memperbaiki diri sendiri. Bahkan membuat memori palsu demi melindungi kita.

Itulah kenapa kita harus merawatnya bukan hanya gejalanya.”

***

Ruangan Jane diketok, “masuklah!” Kata Jane. Tapi tidak ada siapa siapa. Hanya kotak kecil didepan pintu

“Kau mau membukanya? Kau menatap kotak itu selama dua menit!” Kata Liam mengagetkannya.

Kotak itu berisi boneka kecil yang biasa ada di kotak musik.

Dan foto sebuah rumah tua yang bertuliskan

“Oct 10, 1985”

***

Bel rumah Alan berbunyi, tapi tidak ada siapa siapa. Ia memeriksa sekeliling. Ada sebuah amplop coklat depan pintu.

Setelah membaca amplop itu, ia menggerutu, “oh, sialan!”

***

Alan datang kerumah sakit membawa amplop coklat itu

“Darimana kau mendapatkan ini?”

“Arsip pemerintah.”

“Tidak mungkin, orang tua angkatku pasti memberi tahu aku.”

“Jane, berkas ini tidak mungkin ada disini. Kau pasti yang memintanya ”

“Kapan?”

Jane menyangkalnya, tapi ia lupa semua. Ia lupa kalau dia pemilik rumah tua itu.

“Ada seseorang yang membayar pajak propertinya, namanya Patrick Ryer. Aku rasa, kau punya paman.

Itu menjelaskan kenapa kau terus mencoba memotret tempat itu ”

***

Dr. Liam menyarankan agar Jane mendatangi rumah itu..

“Mengunjungi rumah masa kecil mu, bisa merangsang ingatan yang tersumbat. Mengapa kau tidak mencoba menghubungi pamanmu? Habiskan waktumu dirumah itu.”

***

Akhirnya ia menelepon pamannya..

“Apa kau pamanku?” Tanya Jane cemas.

“Aku tidak melihatmu langsung, tapi iya.. aku yakin begitu.”

“Bolehkah aku kesana nanti?”

“Kau boleh kesini kapan saja.”

***

Jane sekeluarga memutuskan untuk menghabiskan waktu dirumah masa kecil Jane.

“Patrick?”

“Kau mirip ibumu.”

Lalu Patrick mengajak Jane berkeliling.

Patrick meminta maaf karena menaruhnya di panti asuhan. Ia tidak mengerti cara merawat anak. Ia lalu memberikan kunci rumahnya.

“Orang tuamu dan saudarimu meninggal dalam rumah itu.”

“Maaf.” Jane tidak ingat.

“Aku bodoh karena mengatakannya! Kalau perlu apa apa, kau tau cara menemukanku.”

***

Jane bersama Alan dan Alice memasuki rumah itu.

Alan dan Alice berkeliling, sedangkan Jane merasa gelisah.

“Ini sepertinya kamar ibumu waktu kecil.” Mereka lalu kembali berkeliling.

***

Jane dipekarangan, seakan ada yang mengawasi nya

***

Mereka berjalan jalan dipasar, Alan dan Alice bermain di labirin yang terbuat dari jerami.

Jane berada disebuah kios cinderamata. Pemilik kios memajang sebuah koran yang berisi berita tragedi pembunuhan sekeluarga.

Jane membacanya, tanggal berita dicetak Oct 11, 1985.

Tersangkanya adalah seorang anak perempuan, Jane Ryer.

Jane pucat setelah membaca berita itu.

Liam menelepon, Jane lupa janji konsultasi nya.

Jane melihat ada Liam disekitar situ, ia mengejar nya, sampai ditempat labirin jerami.

Ia tidak bisa menemukan jalan keluar. Ia akhirnya membobol labirin nya.

***

Jane masuk kedalam mobil, ada kotak kecil di jok. Ia melemparnya keluar. Tapi akhirnya ia ambil lagi.

Dalam kotak, ia menemukan sebuah potongan foto keluarga “Ryer family.” Ada dua anak dan ibu, tapi foto ayah terpotong.

***

Malam hari, Jane masih belum tertidur, Alice datang sambil memberi kode ‘jangan berisik’ 🤫.

“Sssttt… Mereka bisa mendengarmu.” Lalu Alice berlari pergi.

***

Jane mengikuti Alice, ia kesebuah ruangan, tempat tidurnya ketika masih kecil.

Ia melihat seorang ibu sedang membacakan cerita untuk anaknya.

“Alice.” Kata Jane

“Alice tidak ada disini sekarang!” Jawab alice. Alice lalu pergi meninggalkannya.

Ia melihat beberapa halusinasi. Bahkan ia hampir mencekik Alice ditempat tidurnya.

(Wah gangguan jiwa parah neh🤔)

***

“Saudaraku, suka mabuk, kadang kadang berengsek, tapi dia benar benar mencintai ibumu. Dia juga mencintaimu, nak.” Kata Patrick.

“Otakku kacau, apa aku membunuh mereka?”

“Satu satunya orang yang tau kejadian dirumah itu hanya kau.”

“Aku benar benar tidak bisa mengingat mereka.”

“Ayahmu dulu seorang penari, pekerja keras, dia lucu, dia bisa berperan menjadi apa saja.”

“Terima kasih.”

***

“Pagi, mami. Kau tampak lelah.”

“Bolehkah kita pergi ke danau bermain lempar batu ..pleeeeseee…..”

“Mungkin nanti.”

“Maaf kalau Suzie terus membuatmu terjaga tadi malam” kata Alice cuek

“Apa kau bilang?”

Alan datang menghentikan pembicaraan mereka.

Jane ingin segera pulang.

“Baiklah, setelah makan siang.” Kata Alan

***

Jane mengamati kamar Masa kecilnya.

Ia melihat gadis cilik rambut pirang panjang sedang berlari digudang, ia mengikuti nya ke gudang.

ia menemukan kotak nebu untuk asma. Ia seperti mengingat sesuatu.

Ia berhalusinasi lagi

(Sebagian besar film ini adalah tentang halusinasi, sampai bingung menceritakannya🤔).

***

Alan berkemas kemas, tapi Alice menghilang. Jane mencarinya digudang.

Ia melihat gadis cilik rambut pirang panjang, “kami tidak akan membiarkanmu pergi!”

Tiba tiba Alice muncul dibelakangnya.

***

Ban mobil bocor, bekas ditusuk. Alice kena asma.

Alan menggendong Alice untuk mencari pertolongan.

Jane memilih tetap tinggal dirumah, ia menyadari bahwa roh roh yang ada disitu tidak akan membiarkannya pergi.

***

Dikesendirian, ia mulai menggabungkan potongan potongan ingatannya yang kacau.

Ia bermain petak umpet dengan hantu kecil itu.

“Olly Olly oxen free..”

Ia membuka kotak musik, dan ia menemukan potongan foto ‘Ryer family’ lainnya. Ia menggabungkan foto jadi satu. Gambar ayah. Itu Liam!!

Flashback:

Patrick, pamannya suka memberi hadiah mainan pada Suzie, adiknya.

Pemberian itu bukan tanpa maksud, ia sering mencabuli Suzie.

Suatu hari, ketika orang tua mereka sedang tidak ada dirumah.

Jane dan Suzie bermain petak umpet, Olly Olly oxen.

Jane ngumpet dikolong ranjang

Tiba tiba Patrick datang membawa hadiah, ia mau mencabuli Suzie lagi.

Jane yang dikolong, melihat mereka, tidak berani keluar.

Liam pulang dengan mabuk. Ia langsung tertidur di sofa.

Mendengar ada yang datang, Suzie teriak. Ibu membawa palu, lalu naik ke kamar.

Ada Patrick dikamar, terjadilah perkelahian. Ibunya mati dipalu. Darahnya sampai dibawah kolong.

Jane ketakutan, ia langsung keluar, lari.

Suzie yang kaget, asmanya kumat. Ia mati sesak nafas.

Jane melukai Patrick dengan pisau cukur. Ia berlari lagi tapi menabrak Liam ditangga. Mereka berdua jatuh.

Liam mati, Jane pingsan.

Patrick menaruh palu ditangan Liam. Agar seakan akan Liam pelakunya. Ia pergi.

Jane ternyata masih hidup, ia duduk dipojokan berlumuran darah sambil membawa pisau.

Jane dituduh membantai keluarganya. Sedangkan ia sendiri hilang ingatan.

Ia merasa bersalah pada keluarganya karena ia berpikir dialah pelakunya. Jadi otaknya membuat ingatan palsu.

Karena itu ia sering berhalusinasi.

Sekarang Jane sudah mengingat semuanya. Ia lega. Ia juga tahu bahwa keluarganya menyayanginya

***

Alan kembali untuk menjemput Jane.

“Alice bagaimana?”

“Aku mengantarnya ketempat Patrick.”

“Apa?” Jane langsung berlari.

***

Alice mengingatkan Patrick pada Suzie.

Ia mulai mendekati Alice dan mengajaknya ‘permainan rahasia’.

“Mereka melarang aku bermain denganmu.”

“Siapa yang berkata jahat seperti itu?”

Alice enggan menyebutkannya.

Ketika Patrick melihat mobil Alan datang, ia mengajak Alice kekandang kuda. Ia juga membawa senapan

Ia menyandra Alice.

Tapi Jane ada dibelakangnya. Membawa sekop dan memukul Patrick.

***

Patrick dibawa ke kamar Jane waktu kecil. Tempat kejadian kejahatan.

“Aku mencintai saudaramu, dan itu suatu kesalahan.” Patrick memelas.

“Katakan itu pada mereka!”

Pintu ditutup.

Hantu hantu mendekati Patrick. Tidaakkk!!!!

***

Jane meninggalkan rumah itu dengan Alan dan Alice.

***

Jane mengunjungi makam keluarganya. Menaruh foto mereka bersama disana.

***

End

Sinopsis Jessabelle part 1

Jessabelle pindahan kerumah kekasihnya. Ia mengandung dan kekasihnya mau bertanggung jawab.

Ketika diperempatan jalan, mobil mereka ditabrak!

*** Jessabelle ***

Jessabelle tersadar dirumah sakit. Bayinya tidak bisa diselamatkan begitupun kekasihnya.

2 bulan kemudian

Kondisi Jessi sudah membaik, dia bisa pulang. Mengenai patah tulangnya, terapis bisa datang kerumah.

“Apakah ada ayah atau ibumu yang bisa merawatmu dirumah?” Tanya dokter

“Ibuku, dia meninggal karena kanker saat aku bayi, ayahku menyerahkan ku pada bibi. Aku sudah lama sekali tidak melihat nya.”

“Bisa kau menghubungi nya?”

(Rupanya Jessie tidak dekat dengan ayahnya🤫)

***

Ayahnya membawanya pulang ke desa asalnya. Suasananya terasa canggung. Ayahnya seorang peminum, dia jarang bicara padanya.

“Terimakasih sudah menjemput ku ayah.”

“Senang bisa membantu.”

Sang ayah lalu menggeser sebuah lemari besar, dibelakangnya ada kamar yang lama tidak terpakai

“Ini kamar ibumu, kau akan tinggal disini. Kamar yang lain ada diatas”

Jessie melihat sekitar, sepertinya itu pertama kalinya ia melihat kamar itu.

“Ketika bibimu meninggal, ia memberikan baju baju ini.” Ayahnya memberikan pakaian untuk ganti. Disitu juga ada buku diary nya, terselip fotonya bersama teman lamanya, Preston.

***

Dimalam hari Jessie tidak bisa tertidur nyenyak. Ia merasa di hantui. Ada seseorang menyanyi, tapi tidak ada siapa siapa.

***

Pagi hari, dengan kursi rodanya ia mulai melihat lihat rumah nya.

Ia bosan, ia mulai membongkar barang barang lama yang tersimpan dilemari.

Ia mau naik keranjang, tapi kakinya masih belum kuat menopang, ia terjatuh. Ia melihat dikolong ranjang ada sebuah kotak, tetulis nama ‘Jessabelle’.

Ada beberapa rekaman kaset yang bertuliskan ‘Untuk Jessabelle selamat ulang tahun’.

(Rupanya sebelum ibunya mati, ia sudah membuat sebuah video untuk anaknya🤔)

Isi video:

Seorang wanita kulit putih dan berambut pirang mengahadap kamera.

“Hello Jessabelle, aku pikir kan bolak balik 100x. Apa ini ide yang bagus atau tidak. Tapi seperti kau bisa lihat, aku disini!.

Ini 14 Maret 1988, dan aku 7 bulan sedang mengandungmu.

Aku menyayangimu jessabelle, aku sayang kamu.

(Jessi melihat video dengan terharu)

Jika kamu melihat video ini, itu artinya aku sudah tidak ada. Tapi aku tidak mau ini menjadi hari yang sedih. Aku mau ini menjadi hari yang bahagia.

Jadi aku tidak akan bicara tentang diriku . Satu hal yang penting, aku menyayangimu dan aku akan selalu menjagamu. Jadi sudah cukup hal sedih itu!

Aku berkata pada ayahmu untuk memberikan kaset ini pada ulang tahunmu yang ke 18. Jadi untuk mu, ini tahun 2006.

Selamat ulang tahun sayang. Aku berpikir untuk membuat sebuah kue, tapi akan terasa aneh. Ny. Davis, chef. Dia baik sekali. Kalau dia disana dia pasti kaget, karena dia takut akan hantu whoo.ooo..

Aku membuat rekaman ini karena aku ingin kau mengenalku. Dan aku mau memberimu kado ulang tahun. Yaitu, bacaan dengan kartu ku. Aku sungguh hebat dengan ini. Aku tidak pernah salah.”

Wanita itu mulai membaca kartu tarotnya.

(Jessi, “aku masih menyimpan gelangnya”)

Ada kartu ‘mati’ , tapi tidak berarti mati, mati artinya transisi. Dan tahun usiamu 18 adalah masa transisi mu.

Dikartu tarot juga tertulis kalau Jessie tidak pernah meninggalkan St. Francis.

(Jessi, “Ma, kau salah!”)

Kartu air, ada banyak air. Apa kau perenang? Atau hal hal yang kau lakukan dilaut?

(Jessie, “aku bahkan tidak bisa berenang”)

Kau juga orang rumahan seperti ku.

(Jessie tertawa, “aku bahkan tidak bisa diam dirumah”)

Tertulis disini, kau tidak sendiri. Ada kehadiran, dirumah, bersamamu. Ini bukan hal buruk. Ada malaikat pelindung dimana mana. Mungkin aku melihat diriku sendiri

Ada wanita, dia mau kau keluar dari rumah. Dia katakan itu miliknya

Ibu Jessie seperti melihat sesuatu yang menakutkan di kartu.

Ayah Jessi datang langsung mematikan rekamannya.

“Darimana kau mendapatkan ini?” Katanya marah dan langsung merusak rekamannya.

“Jangan lagi mencari tahu!” Kata ayahnya sambil membawa kursi rodanya dan menenggelamkannya disungai

Ia tidak mengerti kenapa ayahnya begitu marah.

***

Malam hari, Jessi bermimpi:

Ia didorong petugas rumah sakit. Tapi ia melihat dirinya sendiri sudah mati.

Dilantai ada sebuah gambar pemujaan dan disitu ada pria Negro yang wajahnya terbakar.

Ia terbangun dari mimpinya.

Ia melihat ada seorang gadis menyeramkan, memakai kursi roda mendekatinya

“Siapa kau?” Tanya nya

“Jessabelle”

“Aaaaaaa…..!!!” Ia memejamkan mata dan menjerit ketakutan. Ketika ia membuka mata, itu sudah pagi

Ada kursi roda disamping ranjangnya. Ayahnya membawa kursi roda itu kembali, ia minta maaf karena kemarin ia sedang mabuk.

“Itu kursi lama ibumu, ada digudang.”

“Tidak apa apa”

“Kemarin aku kaget melihat ibumu, aku tidak tau ia benar benar membuat video itu. Apa kau hanya menemukan satu?”

“Iya.”

***

Jessie memutar rekaman video lainnya.

Isi video:

Seorang wanita, ibunya. Terlihat tidak sehat.

“Hai Jessabelle, aku menyayangimu,

(Jessi, “aku juga menyayangimu ma.”)

Sudah tiga Minggu sejak bacaan kita yang pertama, ada banyak hal aneh didalam sana, jadi aku tanya Moses tentang itu. Bukan Moses sepuluh perintah Allah. Tapi Moses temanku dari gereja di Jerry Creek.

Jangan bilang ayah, nanti dia membunuhku.(terbatuk batuk)

Moses mengajari aku membaca kartu, jadi aku tunjukkan padanya bacaanmu dan dia bilang sesuatu yang menarik.

Dia bilang ada dua entitas dirumah, dia wanita. Mereka berdua adalah kau! Kau bermimpi buruk Khan? Dan saat kau melihat entitas ini, itu hancur Khan? Tapi itu iblis.

Kau mengalami kecelakaan atau sesuatu. Sekarang aku mau mengatakan, itu bukan salahmu. Berhenti menyalahkan dirimu, sayang!

Sekarang kita artikan bacaan yang terakhir yang dikatakan Moses.

Kita baca kartu baru:

Kartu kematian, artinya transisi. Tidak perlu kuatir.

Ia mulai menangis, “kematian yang mengerikan” lalu meninggalkan kamera

Video selesai.

***

Pagi hari, seorang terapis datang. Ia diterapi didalam bathtub.

Ia dihantui lagi, air menjadi darah, seorang gadis mengerikan dibathub yang sama, mencoba memegang tangannya. (Atau gelangnya ya?🤔).

Gadis setan itu menyerangnya terus.

“Aaaaaaa….!”

Ayahnya datang bersama terapis, ia seperti berhalusinasi.

Ayahnya marah, ia membuang semua video yang ada di laci.

“Ini gara gara video sialan itu! Dia membuatmu ketakutan, sudah kusuruh dia jangan lakukan ini!” Sambil membawa kaset itu pergi

“Ayah, jangan lakukan itu! Hanya itu yang kumiliki dari dia.” Kata Jessie menangis.

“Hal yang dikaset itu bukan ibumu!

Lima bulan kehamilannya, kami mengetahui dia ada tumor dikepalanya.

Dia tidak mau kemoterapi, itu memakan pikirannya, kankernya, itu bukan dia lagi.”

Ayah tetap membakar video itu walaupun Jessie memohon.

Ia mencari korek digudang, api menyambar tangannya yang sudah kena bensin, ia terbakar. Gudang tiba tiba tertutup. Ia mati hangus.

Jessie menyaksikannya sambil menangis, ia tidak bisa berbuat apa apa karen ia belum bisa berjalan.

***.

Dipemakaman

Jessie berduka, temannya Preston datang melayat.

Ketika bercakap cakap dengan Preston, ia melihat pria Negro wajah terbakar yang ada dalam mimpinya, pria itu berdiri menatapnya. Jessie pingsan.

***

Preston duduk di kursi roda samping ranjang. Ia menunggui Jessie dikamar.

Gadis hantu mendekati Preston, ia membelainya. Preston terbangun, kaget.

Jessie terbangun, “kau disini semalaman?”

“Ya, aku hanya memastikan kalau kau baik baik saja.”

“Terima kasih, kau tidak perlu repot-repot.”

Preston pamitan pulang, tapi Jessie menahannya, ia tidak suka sendirian.

***

Preston mengajak Jessie ke kafe, mereka ngobrol tentang teman teman lama mereka.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Jessie

“Menikah.”

“Semalam kau menemaniku, bagaimana dengannya?”

“Aku mengatakan kepadanya yang sebenarnya. Bagaimana denganmu? Kau kelihatan sangat ketakutan disana?”

“Baik, tapi aku mengalami mimpi yang buruk sekali, sangat nyata, sehingga aku berpikir bahwa aku gila.

Aku mimpi ada seorang gadis, dia kelihatan mati dan dia coba mendapatkanku, membunuhku.

Dan ada lelaki, kelihatannya ia terbakar, dan ia menatapku seakan aku bersalah padanya.” Jessie mencoba menjelaskan.

“Setelah semua hal buruk ini, tidak aneh kalau kau mimpi buruk, apa kau tidak mau menemui psikiater?”

“Aku tidak sanggup, aku bangkrut.”

***

Jessi mengatakan pada Preston bahwa ada kaset, ia meminta Preston mengambilnya. Kaset yang belum sempat dibakar ayahnya.

Setelah melihat bersama, Preston juga menyarankan Jessie untuk tidak melihatnya. Itu akan membuatnya terus mimpi buruk. Lagipula ramalan ibunya salah semua.

Preston di-sms istrinya, ia harus pergi.

***

Malam hari, Jessie membaca buku. Ia minum wiski peninggalan ayahnya. Tapi ia tampak bosan, ia ingin lihat video ibunya lagi.

Ia melihat ada video lainnya, ia memutarnya.

Isi video:

Video itu berisi ayah dan ibunya ketika bersama. mereka tampak sangat bahagia.

Video itu juga menayangkan pesta perayaan natal dirumahnya. Ada banyak tamu dan seorang pria Negro.

Ada Ny. Davis, wanita negro si tukang masak.

Ayahnya sangat ramah tidak seperti yang ia kenal. Ia memberikan pengumuman bahwa istri yang sangat dicintainya, Hamil!

Video berakhir

Jessie memutar video lainnya,

Isi video:

Tampak berjejeran kartu tarot.

Ibunya menangis, wajahnya cekung dan pucat, “Kau sudah mati Jessabelle!” Ia terus menangis histeris. Tampak ibu Jessie membanting kamera.

Video berakhir

Botol wiski terlempar, Jessie kaget. Ia takut. Ia mencoba menelepon Preston tapi yang mengangkat istrinya.

Jessi kembali dihantui si gadis setan. Ada suara yang menyuruhnya untuk lebih mendekat ke cermin. Ia mendekat. Pyarr!!! Cermin pecah.

Ada lubang dibelakang cermin. Berisi rekaman video.

Ia ketakutan dan melemparkan kaset itu.

***

Bersambung part 2