Sinopsis Jessabelle part 2

Pagi hari,

Ia melihat botol wiski disamping ranjangnya. Mungkin ia mabuk semalam.

Ia memakai kursi roda, memandangi danau dekat rumah.

Preston datang menemuinya.

Dari kejauhan mereka melihat sesuatu diseberang danau. Seperti ada orang disana.

***

Jessi dan Preston mendayung menyusuri danau, ada sesuatu bergantungan dipohon, semacam lempengan burung hantu, dan beberapa barang Voodoo.

“Kenapa mereka menggantungnya disana?” Tanya Jessie.

Preston juga tampak tidak mengerti.

Ada beberapa bunga segar yang sengaja ditaruh seseorang disitu.

Jessie melihat sesuatu sesuatu di danau, Preston mengambilnya. Ternyata cuma boneka bayi!

Preston kembali mengamati disekitar bunga segar tadi, ternyata ada kuburan anak yang nisannya bertuliskan:

‘Jessabelle, june 12, 1988.’

“Itu ulang tahunku.” Kata Jessi

“Apa kau memiliki saudara kembar? Kenapa ada nama yang sama?”

“Aku tidak ada adik kembar.”

Mereka penasaran, siapa yang sudah menaruh sesajen disitu.

***

Malam hari, mereka membawa sekop. Kembali kesebrang danau. Mereka mau menggali kubur ‘Jessabelle’.

Dan benar ada peti mati berisi kerangka bayi.

***

Kerangka itu diserahkan ke polisi. Lalu mereka akan melakukan tes DNA untuk mengetahui apakah itu saudara Jessie atau bukan.

***

Setelah kejadian itu, Preston mencemaskan Jessie, jadi ia membawanya kerumahnya. Istri Preston tampak kesal. (Ya iya lah, suaminya membawa wanita lain kerumah😪).

***

Jessie mengajak Preston ke Woodbury.

Scott Davis teman mereka sekolah, adalah anak dari Ny. Davis, tukang masak ibunya. Mungkin ia tau tentang siapa bayi itu.

Mereka menemukan rumah Nya. Davis.

Ny . Davis tampak aneh, Preston memperkenalkan diri lalu ia memperkenalkan Jessie.

“Jessie Laurent.”

“Jessie Laurent? Jessabelle?! @_#-$-#_#+#”

“Apa yang dia katakan?” Tanya Jessie tidak mengerti.

Seorang pria, suaminya menterjemahkan untuknya.

“Dia bilang, ‘Hujan basahi kami, mama. Matahari keringkan kita, papa. Para pengkhianat jahat! Panggil Djowou. Panggil Djowou, akan menghadapi mereka ‘.”

“Apa artinya?”

“Itu lagu lama dari Haiti. Mereka menyanyikannya untuk memanggil roh merasuki seseorang.”

Tiba tiba Ny. Davis menjambak rambut Jessie

“Beritahu Moses! Jessabelle mengambil apa yang harusnya ia dapatkan.” Wajahnya tanpa ekspresi.

***

Jessie hampir menangis,

“Jessie, jangan kuatir, itu hanya wanita tua gila “

“Apa artinya, mereka memanggil roh untuk merasuki seseorang?”

“Dalam Voodoo itu hal yang biasa.”

“Ia mengatakan, ‘beritahu Moses’. Ibuku mengenal Moses. Gerejanya dekat Jerry Creek.”

Mereka pun menuju Jerry Creek.

Memang disana ada puing puing bangunan gereja. Mereka menaruh sesajen disitu berupa anjing yang disembelih.

Ada foto Moses, bertuliskan

Moses Harper, lahir 12 Desember 1952… Meninggal 12 Juni 1988.

Ada mantra juga,

“Legba, buka gerbangnya. Legba, biarkan Moses masuk.” Preston membacanya.

“Keluar dari situ!!!”

Para warga datang mengusir mereka. Preston dipukuli. Jessie berusaha melerai, ia memegang tangan salah satu orang itu.

Seakan ia merasa sesuatu, tiba tiba ia menyuruh orang orangnya menghentikan pengeroyokan itu.

***

Mereka didepan rumah Jessie

Preston tidak mengijinkan Jessie tinggal dirumah ayahnya itu lagi. Ia mencemaskan Jessie dan memintanya untuk tidur dirumahnya.

Jessie menolaknya, ia merasa canggung dengan istri preston.

Ternyata Jessie adalah cinta pertama Preston. Tapi Jessie pergi dari St. Francis meninggalkannya. Setelah ia menikah, Jessi muncul lagi.

Mereka saling menggenggam tangan.

***

Preston menggendong Jessie masuk rumahnya.

(Ada getar getar cinta diantara mereka..🤔 lebih tepatnya getar getar perselingkuhan😪)

Jessie mengemasi barang barangnya. Preston membantunya.

Preston menggendong Jessie balik ke mobil. Tapi yang digendong bukan Jessie😱. Tapi hantu gadis afro rambut hitam! Hantu itu membelai Preston dan mau menciumnya.. (😱hantunya ganjen!)

Preston mendorongnya, tapi si hantu malah menyerangnya. Sampai lemas. Hantunya kembali membelainya.

“Preston!” Teriak Jessie. Preston pingsan.

***

Preston dibawa ambulance. Polisi datang menemui Jessie,

“Kau keberatan memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi disini?” Tanya Sherif.

“Kami belum mendapatkan hasil DNA tapi kami tahu bahwa itu kerangka perempuan. Tanggal dinisannya mungkin benar.” Lanjut Sherif.

“Apa dia lahir mati?”

“Tidak, dia lahir hidup, mereka tahu itu, lalu dia dibunuh.”

“Apa?!”

“Dari bentuk retakannya, dan pecahan tulang belakang. Sepertinya seseorang mengangkatnya dan mematahkannya dengan dengkul. Seperti kayu bakar.”

“Dia dibunuh? Mungkin dia tidak ingin menyakiti kami, dia hanya minta bantuan.” (Jessie mah lugu 😪).

***

Jessie menyalakan lilin, mencoba berkomunikasi dengan hantu.

“Jessabelle” ada sebuah suara

“Apa yang kau mau dariku?”

Ponsel Jessi berbunyi, dari Sherif, memberitahukan bahwa Preston sudah siuman. Dan Preston minta diantar kerumah Jessie untuk melindungi Jessie dari sesuatu.

“Nona Lorient, kami juga baru mendapat hasil tes DNA. Janin mati yang kau gali itu hitam.”

“Apa katamu?hitam? Aku tidak mengerti, apa itu artinya dia adik tiri ku?”

“Mereka menyilang DNA mu, anak itu dan ayahmu….” Sambungan telepon terputus..

TV tiba tiba menyala, tapi bintik bintik.

Kaset rekaman terakhir yang berasal dari belakang cermin ada disitu!

Ia memutarnya,

Isi video:

Seorang bayi kulit putih menangis. Ibunya dengan wajah sedih berkata,

“Kau menangis? Kau menangis karena kau takut, kau tidak tau kau dimana, kau tidak tahu apa apa! (Terbatuk-batuk)

Akan aku katakan kau siapa, karena itu yang ibu baik lakukan, Jessabelle kau sudah mati! Ayahmu sudah mati! Moses.

Bayi itu mau dibekap tapi diurungkannya .

“Aku butuh kau manis, aku butuh kau gadis baik” lalu bayi itu dicium

“Kau akan kembali, aku akan menahan pintunya terbuka untukmu.”

Wanita itu lalu melakukan ritual Voodoo.

“Jessabelle, kau akan mendapatkan apa yang harusnya kaudapatkan.”

Wanita itu mengambil pistol dan bunuh diri

Video berakhir.

Muncullah hantu wanita di video itu. Mama jessabelle..

Jessie meyadari sesuatu:

Video ramalan itu bukan dibuat untuknya.

Jessabelle yang sesungguhnya, tidak pernah meninggalkan St. Francis. (Soalnya mati sih🤔)

“Putrimu yang sesungguhnya bukan aku.

Kau memberikan nyawamu untuk jessabelle. Kau menolak kemoterapi agar bayi itu bisa lahir.

Saat bayi itu lahir, ternyata itu bukan anak ayah. Karena kulitnya hitam.”

Flashback

Leon sangat marah karena bayinya hitam.

Istrinya berselingkuh dengan Moses.

Dia membunuh bayi itu lalu menenggelamkannya ke danau.

Ia mendatangi gereja Moses dan membakarnya hidup hidup.

“Leon mengadopsi bayi perempuan untuk menutupi kejahatannya? Gadis bule, itu aku.”

Flashback:

Jemaat Moses memberikan kubur untuk jessabelle. Mereka melakukan ritual hitam untuk menghidupkan jessabelle lagi.

“Apa yang kamu mau dariku?” Tanya Jessie.

Lalu muncul lagi hantu Moses. Wanita itu memegang tangannya, dan hantu Moses mengikatnya.

Jessie menangis, ia berteriak, “itu bukan salahku! Tolong!!!”

Wanita itu dan Moses mendorong kursi rodanya ke sungai dan menenggelamkannya

***

Preston datang, melihat Jessie menggelinding ke danau.

***

Dalam danau, Jessi kehabisan nafas, lemas. Hantu jessabelle mendekatinya. Mengambil gelang ibunya dan memakainya.

Mencium kening Jessi lalu berenang kepermukaan.

Yang muncul diair adalah wujud Jessi bule.

Preston datang menyelamatkan nya.

“Kau baik baik saja? Aku pikir akan kehilanganmu.”

Jessabelle membelai Preston lalu menciumnya.

“Bawa aku pulang, cintaku.”

***

Preston menggendong jessabelle pulang.

“Nona Laurent, kau baik baik saja?” Tanya Sherif

Terdiam sesaat,

“Ini jessabelle.”

***

End

Sinopsis Red Riding Hood part 2

“Kamu bicara pada serigala itu?” Tanya Roxanne.

“Dia berbicara pada kita.”

“Tidak, dia hanya mengeram, tunggu! Kamu mendengar nya berbicara padamu?”

“Jangan katakan pada siapa siapa, mereka akan menyebutku penyihir.”

“Tentu.”

Pendeta Solomon menyuruh semua warga tetap di gereja sampai esok hari

***

“Aku tidak pernah melihat sesuatu sekuat ini. Ia pasti dari generasi yang tidak pernah diganggu. Setiap generasi lebih potensial daripada sebelumnya. Kita harus menemukan dalam wujud manusianya.” Kata pendeta Solomon

“Tapi bagaimana? Dia bisa saja salah satu dari mereka.”

“Dia tidak akan bertahan selama ini jika dia ketahuan. Cari disemua tempat.” Perintahnya pada kapten prajurit.

“Cari tanda tandanya! Isolasi! Sihir! Seni hitam! Kebiasaan yang tidak normal! Bau yang aneh!

Rumah kalian akan digeledah! Rahasia kalian dibongkar!
Kalau kalian tidak bersalah, kalian tidak perlu takut!
Tapi kalau kalian bersalah, aku bersumpah, kamu akan dihancurkan!”

Salah satu prajurit ternyata masih ada yang hidup, “berikan air.”

Pendeta Solomon mengambil pedangnya,

“Ini bulan berdarah, jadi dia pasti..”

“Tapi dia saudaraku!” Bela kapten.

Pendeta Solomon tetap menusuknya sampai mati.

“Ketika seorang pria digigit, adalah seorang pria yang dikutuk!”

Pendeta Salomon pergi

***

Valerie masuk kerumahnya, Peter mendekati nya.

“Kita semua dalam bahaya, jadi kita harus pergi sekarang. Ikutlah denganku!” Kata Peter

Valerie menatap mata peter lekat lekat. Peter memiliki mata coklat.

Ia ingat bahwa serigala juga mengajaknya pergi dari desa itu.

Ia curiga bahwa Peter adalah serigala jadi-jadian.

“Aku tidak bisa pergi dengan mu Peter, maafkan aku.”

***

Valerie kaget, neneknya memakai jubah kulit serigala. Ternyata nenek sedang merawat Suzzete yang terluka karena diserang serigala.

“Serigala itu hanya mencakarnya, jadi itu bukan sebuah gigitan.”

Valerie menatap lekat mata neneknya, ternyata nenek juga punya mata coklat.

“Ada apa sayang?” Nenek heran dengan pandangan Valerie.

“Serigala itu, bicara padaku.”

“Dan kamu mengerti?”

“Jelas, seperti aku mengerti kamu.”

“Apa kamu sudah mengatakan ini pada orang lain?”

“Hanya Roxanne yang tau, tapi dia tidak akan bilang pada orang lain. Dia bahkan tidak mau membicarakan itu denganku”

“Dia memilih untuk tidak membunuhmu.”

“Aku pikir, dia menginginkanku hidup hidup.”

Valerie membuka jendela, cahaya matahari masuk rumah. Tapi nenek tidak berubah jadi serigala. (Berarti nenek bukan serigala🤔)

Nenek memeluk Valerie.

***

Valerie mengambil air bersih, tapi seakan ada yang menguntit nya.

Henry menemuinya,

“Aku melihatmu bersama peter. Aku tau kamu menyukainya, aku tidak akan memaksamu untuk menikah. Aku akan membatalkan pertunangan ini .”

Valerie mengembalikan gelangnya.

“Maafkan aku Henry.”

***

Para prajurit menggeledah tiap-tiap rumah

“Pendeta Solomon, kami menemukan seseorang bersembunyi di menara”

Semua warga berkumpul, orang itu adalah Claude, adik Roxanne yang agak terbelakang.

Pendeta Solomon menganggap Claude ahli sihir karena menggunakan bahasa yang aneh.

Claude ditangkap dan diinterogasi oleh pendeta Solomon.”Berikan nama serigala itu padaku!”

Claude yang keterbelakangan mental tidak mengerti. Ia dimasukkan kedalam tungku api.

(😤Pendeta Solomon kejam!!)

***

Roxanne datang menemui pendeta Solomon, ia mau menebus adiknya dengan uang. Ia bahkan rela tidur dengan si pendeta. Pendeta Solomon hanya mentertawakannya.

“Aku punya sesuatu yang lain, akan kuberikan nama seorang penyihir.”

“Sekarang, itu baru berharga bagiku.”

***

Valerie menghadap Pendeta Solomon, Roxanne yang mengadukannya.

“Dia bisa memanjat pohon yang paling tinggi, dia bisa berlari lebih cepat dari wanita. Dia memakai jubah merah. Warna iblis. Dan dia bisa bicara dengan serigala jadi-jadian. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.” Kata Roxanne

“Apa kau menyangkalnya?” Tanya si pendeta

“Tidak”

“Pembicaraan apakah itu?”

“Dia berjanji untuk meninggalkan Daggeehorn jika aku mau pergi bersamanya.”

“Serigala itu adalah seseorang didesa ini yang menginginkanmu, Valerie”

“Apa kamu tau siapa orangnya?”

Valerie terdiam. Ia ditangkap dan dijadikan umpan untuk serigala.

***

“Aku pikir kamu peduli padanya.” Kata Henry pada Peter

“Aku peduli”

“Kalau kau mencoba menolongnya, aku akan membantu mu ”

“Aku belum seputus asa itu!”

“Oh ya? Kalau begitu apa rencanamu? Lihat, kamu tidak punya rencana! Lihat kunci kunci itu, aku punya peralatan nya, kau membutuhkanku!”

“Baiklah! Tapi jika kau adalah serigalanya, aku akan memotong kepalamu!”

“Aku akan melakukan hal yang sama denganmu!’

“Cukup adil.”

***

“Dimana adikku, pendeta Solomon berjanji akan membebaskan adikku.”

“Sudah.” Kapten membawa Roxanne ke sebuah gudang.

Claude terbaring disana, mati. Roxanne menangis.

***

Valerie dipenjara, ia dijenguk oleh neneknya.

Nenek membawakan roti, selimut dan pisau.

Nenek, ” Dengar! serigala itu menginginkanmu. Tapi pertama dia membunuh saudaramu.”

“Tidak, aku tidak mengetahui itu, tapi Lucy mencintai Henry. Dan saat dia mengetahui pertunangan ku, dia memberikan dirinya pada serigala itu ”

“Tidak, Lucy tidak akan melakukan itu.. tapi mungkin dia merespon pada Henry.”

Waktu berkunjung sudah habis, nenek disuruh kembali oleh penjaga.

***

Peter menemui ayah Valerie,

“Cesaire, aku akan menyelamatkan putri kalian. Lalu aku mau menikahinya, aku mau kalian memberkati aku, tapi jika tidak, aku bisa hidup tanpa itu.”

Cesaire memeluk Peter,

“Apa yang bisa aku lakukan?” Tanya Cesaire. Peter membisikkan sesuatu padanya.

***

Hanry membuat peralatan. Nenek Valerie datang membawakan kue sebagai tanda terima kasih.

“Aku mau kamu tahu kalau kamu tidak punya kewajiban untuk membela Valerie.”

“Hanya karena dia mencintai orang lain, tidak menghentikanku peduli padanya.”

“Aku membayangkan kalau itulah yang dirasakan Lucy padamu.”

“Dia suka padaku.”

“Oh dia lebih dari suka, bahkan dia setuju untuk menemuimu dimalam serigala”

“Kenapa kamu melakukan ini? Apa menurutmu aku serigalanya?”

“Aku tidak menuduhmu, aku hanya mencari kebenaran.”

Ketika Henry mendekat pada nenek,
“Astaga, itu kamu! Kamu serigalanya! Aku bisa mencium baunya.

Malam dimana ayahku meninggal, aku bisa mencium bau serigala itu. Baunya seperti kesturi. Seperti baumu!

Apa yang kau lakukan di kabin sendirian, saat malam Lucy meninggal?”

Henry ganti mencurigai nenek.

“Aku tahu yang kau lakukan, aku tidak akan membiarkanmu memutar ini!” Ancam nenek.

(Jadi serigalanya siapa neh🤔)

***

Cesaire ditangkap penjaga atas perintah pendeta Solomon. Agar keluarga penyihir tidak membuat masalah.

***

“Saatnya memakai jubahmu” kata pendeta Solomon membawakan jubah merah milik Valerie. Terlihat kuku pendeta Solomon terbuat dari perak.

“Valerie, aku sudah berbuat yang terbaik untuk melindungi mu dan Lucy.” Kata Cesaire

“Aku tau ayah, kau mengajarkanku untuk menjadi kuat.”

***

“Solomon membuat topeng untuk mempermalukan orang. Dan bahkan teman temanku menatap dan menghakimi aku. Bagaimana kalau mereka benar? Mungkin serigala itu tahu sesuatu yang tidak ku ketahui. Mungkin ada sesuatu yang gelap pada diriku.

Valerie duduk terikat memakai topeng. Seluruh warga diperintahkan masuk kedalam rumah.

Pendeta Auguste meminta maaf pada Valerie.

Prudence, teman Valerie datang menyampaikan maaf dari Roxanne. Roxanne melakukan itu untuk menyelamatkan saudaranya.

“Tapi aku mau mengatakan, aku ingin kamu tahu bahwa kamu mungkin sudah membodohi Roxanne, tapi tidak aku! Kamu selalu terlalu baik, terlalu cantik, terlalu sempurna. Kamu menipu kami! Sekarang, terimalah apa yang pantas kamu dapatkan!” (😱 Ternyata prudence bukan teman yang baik).

***

Malam mulai menjelang, semua sudah bersiap siap.

Peter membakar gudang. Hanry melepaskan ikatan Valerie, dengan kunci yang dibuatnya.

Asap menutupi pandangan.

Kerusuhan pun terjadi. Pendeta Solomon menyuruh menyerang siapapun yang melindungi penyihir.

Bahkan pendeta Auguste mati ditusuk oleh pendeta Solomon karena mencoba menolong Valerie yang melarikan diri.

Peter dikeroyok penjaga.

Henry terkena anak panah untuk melindungi Valerie.

Serigala muncul.

Pendeta Solomon menyandera Valerie.

Pendeta Solomon bertarung dengan serigala. Ia digigit sampai tangannya putus.

Wolf: Valerie, sebrangi gerbang ini. Atau aku akan menghancurkan desa ini! Ikutlah denganku sebelum matahari terbit.

Valerie, “aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan desaku! Aku akan pergi denganmu.”

Teman teman Valerie pasang badan untuk Valery, termasuk Roxanne.

Matahari hampir terbit, serigala pergi.

Pendeta Solomon masih belum menyerah untuk membakar Valerie.

Tapi kapten menendangnya, “dibawah bulan berdarah, seorang pria yang digigit adalah pria yang dikutuk!”

“Anak anakku akan jadi yatim piatu” pendeta Solomon memelas.

“Saudaraku, juga punya anak!” Lalu pendeta Solomon ditusuk sampai mati.

***

Valerie terbangun dari mimpinya.

Ia memakai kerudung merahnya dan pergi kerumah nenek. Ia merasa nenek dalam bahaya.

Dijalan ia bertemu Henry yang bersiap siap mengejar serigala sebelum salju menutupi jejaknya. Henry juga memberi tahu bahwa peter masih belum ditemukan.

***

Ditengah jalan, Peter muncul.

“Valerie!”

Valerie curiga pada Peter. Tangan Peter terluka. Ia ingat bahwa serigala juga tangannya terluka karena menginjak tanah suci.

“Kau darimana?”

“Aku terjebak disana semalaman. Akhirnya aku bisa kabur.”

“Jangan dekati aku!”

“Valerie ada apa? Kau tidak percaya padaku?”

“Aku akan menyakitimu!” Valerie menodongkan belati.

“Kau tidak akan ..”

Valerie benar benar menusuknya. Lalu ia lari, ketika menoleh kebelakang, Peter sudah menghilang.

***

“Nenek!” Valerie masuk kedalam rumah nenek.

“Nenek kau baik baik saja? Aku baru bermimpi buruk.”

“Aku baik saja, ada sup kalau kamu lapar.”

Nenek terbatuk-batuk.

“Aku rasa serigala itu ada diluar.”

“Tidak apa sayang, kita aman disini.”

Nenek mulai membuka bajunya, ia keluar. Ternyata itu bukan nenek, tapi AYAH NYA!😱

“Ayah, apa yang kau lakukan disini? Nenek dimana?”

“Aku tidak punya pilihan, dia menyadari siapa aku!”

Ayah Valerie mulai bercerita:

Ayahnya adalah seekor serigala jadi jadian, ibunya tidak menyadari hal itu. Ketika malam bulan berdarah, ayahnya menggigitnya, mewariskan kekuatannya.

Cesaire, menunggu bulan berdarah agar bisa mewariskan itu pada putri tertuanya, Lucy. Jadi ia mengirim surat pada Lucy, mengatasnamakan Henry. Setelah bertemu, ternyata Lucy tidak mengerti bahasa serigalanya. Semua keturunan serigala pasti bisa mengerti.

Ia sadar bahwa Lucy bukan anaknya, ia kalap lalu membunuh Lucy.

Ia juga membunuh Adrian, kekasih Suzzete.

Lalu nenek setelah mengobrol dengan Henry, mengenai serigala yang berbau kesturi… nenek menyadari, bau itu seperti bau suaminya dan anaknya.

Sekarang ia ingin Valerie memiliki kekuatan seperti nya.

***

Ternyata Peter ada disitu, mendengar pembicaraan mereka, ia menyerang Cesaire. Mereka berkelahi. Peter kalah

“Ayah, aku punya sesuatu untukmu.”

Cesaire mendekat

Dari belakang ia dikapak oleh Peter.

Valerie membuka keranjangnya, mengambil tangan pendeta Solomon yang putus dan berkuku perak. Ia menusukkannya ke ayahnya.

Cesaire mati.

Peter ternyata sudah tergigit oleh cesaire.

“Saat bulan muncul, aku akan menjadi seperti dia, seekor binatang.” Peter pergi.

“Semua yang aku kenal tercabik cabik. Aku melihat semuanya secara berbeda. Semua kebohongan itu. Ibuku, ayahku, hanya dia yang masih aku miliki, bahkan saat aku meragukannya.. Peter benar.”

“Tidak ada yang boleh tau tentang ayahmu, mereka akan menggantungmu.”

Peter dan Valerie menenggelamkan jasad cesaire ke sungai.

Peter meninggalkan Valerie, ia tidak mau membuat Valery dalam bahaya jika bersamanya. Sampai ia menemukan cara untuk melindungi Valerie.

“Aku akan menunggumu.”

“Aku tau kau akan mengatakan itu.”

“Itu adalah musim dingin paling kejam yang bisa kuingat. Seiring dengan waktu, ibuku akhirnya sadar kalau ayahku tidak akan pernah kembali.

Henry menemukan keberaniannya. Dia memilih hidup dengan kehormatan, melindungi kami dari kegelapan

Deggerhorn kembali ke ritmenya yang lama. Serigala itu tidak kembali. Tapi desa ini masih hidup dalam ketakutan.

Itulah satu satunya cara bertahan hidup yang kami tahu.

Aku tidak bisa tinggal disana lebih lama. Aku merasa lebih bebas dalam bayangan hutan untuk hidup terpisah memiliki bahayanya sendiri. Tapi dari semua itu, aku lebih tidak takut

Valerie berjalan tengah malam dihutan, seekor serigala menemuinya. Dia tersenyum.

***

End

Sinopsis Red Riding Hood part1

Disuatu tempat yang indah,

“Bulan purnama, kunci pintu malam ini!”

***

Kami tinggal diujung sebuah hutan yang gelap, hanya sedikit yang mengetahui nama desa kami, tapi banyak orang yang pernah mendengar cerita mengerikan yang terjadi disana. Ibuku selalu bilang padaku, ‘jangan bicara pada orang asing! Ambillah air dan langsung pulang kerumah’. Aku mencoba menjadi anak yang baik dan melakukan apa yang ia katakan.”

***

Valerie, gadis kecil sedang mengambil air disungai, tiba tiba Peter datang dan mereka bermain. Mereka menjebak kelinci bersama. Kelinci akan disembelih, tapi mereka ragu …

***

10 tahun kemudian.

“Aku tau anak yang baik tidak akan pergi kehutan untuk berburu kelinci. Tapi sejak kami masih kecil, dia selalu punya cara untuk membuatku ingin melanggar”

Valerie memandang Peter dari jauh. Peter sedang menebang pohon.

Peter menemui Valerie, dari tatapan mereka, mereka berpacaran.

“Apa kamu sudah tahu?” Tanya Peter.

“Tahu apa?”

“Mereka mengatur agar kamu menikah dengan Henry Lazar.”

Valerie dijodohkan demi uang oleh ibunya.

Peter mengajak Valerie kawin lari.

***

Lonceng berbunyi, tanda ada serigala memasuki perkampungan dan membunuh warga. Semua warga berkumpul.

“Siapa?katakan!” Kata Valerie

“Saudarimu ”

Ibu Valerie pingsan, Valerie menangis.

***

Keluarga Lazar datang untuk mengucapkan bela sungkawa.

Suzzete, ibu Valerie membujuknya agar mau menemui Henry.

Mengetahui Valerie tidak mau menemuinya, ia pun undur diri.

“Cesaire, ikut aku ke kedai, biarkan wanita berduka dengan caranya sendiri.” Kata Henry.

***

“Aku tidak mencintai ayahmu ketika pertama kali menikah, aku mencintai pria lain. Tapi akhirnya aku mencintai ayahmu. Dan dia memberikan aku dua putri yang cantik.” Suzzete bercerita

***

Para warga bermusyawarah. Mereka akan memburu serigala. Selama 20 tahun ini mereka memberikan ternak terbaik, tapi sekarang serigala sudah melanggar perjanjian.

***

Para wanita berkumpul di jasad Lucy.

Pada malam Lucy diterkam serigala, ia sedang ingin menemui seorang pria. Yaitu, Henry Lazar.

Lucy mencintai Henry, Henry mencintai Valerie, Valerie mencintai Peter.

***

Knock.. knock..

Peter mengetuk pintu, dibukakan oleh Suzzete.

“Aku tau kenapa kau disini, aku sekarang hanya punya satu putri, dan kau tidak punya apa apa untuk ditawarkan padanya!”

“Aku punya sesuatu, seperti suamimu.”

“Aku tahu berapa pendapatan seorang penebang kayu! Henry adalah harapannya untuk hidup lebih baik. Kalau kamu mencintainya, kamu akan membiarkannya pergi.”

Peter pergi tanpa berkata kata.

***

“Aku tahu kelemahan serigala, ia takkan keluar siang hari, ia tidak bisa menginjakkan kaki ditempat suci dan perak untuk membunuhnya!”

Para pria bersepakat membunuh serigala. Mereka tidak menghiraukan saran Auguste, yang menyuruh mereka menunggu untuk instruksi pendeta Salomon.

***

Para warga semua bersiap, mereka masing masing membawa kapak.

Valerie menemui Peter, tapi Peter meminta putus, karena Valerie harus menikahi Henry.

***

Henry memberikan gelang pada Valerie,

“Aku mau menunggu sampai hari pernikahan kita, tapi.. ini untuk jaga jaga.” Kata Henry tulus.

Peter melihat mereka dari jauh, ia cemburu.

***

Valerie mengendap endap, mengikuti para pria kehutan.

Mereka melewati rumah nenek.

Ayah Valerie berpamitan pada ibunya.

Setelah pergi, Valerie memanggil neneknya.

“Nenek…” Mereka berpelukan. Lalu masuk kedalam rumah

“Ada banyak hal yang dia tidak katakan padaku, aku adalah saudarinya, aku harusnya tahu.” Valerie curhat pada neneknya tentang Lucy.

“Itu pilihannya, kita semua punya rahasia.”

Nenek memberikannya sebuah hadiah, kerudung warna merah.

“Cantik sekali”

“Aku membuatnya untuk hari pernikahanmu.”

Valerie lemas, “Aku tidak merasa kalau itu pernikahan ku, aku merasa dijual.”

***

Para pria memasuki gua, karena ada percabangan terowongan, mereka membagi dua kelompok.

“Aaaaaaa….” Adrian berteriak. Serigala memangsa kawannya.

***

“Nenek sering mengatakan kalau serigala biasa membunuh. Mengambil anak kecil dari tempat tidur mereka. Cerita itu tak pernah terdengar nyata bagiku. Sampai sekarang.”

Valerie berjalan menuju, seakan ada yang mengikuti nya.

***

Para pria merayakan, mereka berhasil membunuh seekor serigala.

Istri Adrian lewat bersama jasad Adrian. Ia memandang penuh kemarahan.

***

Valerie menemui Henry,

“Henry, ayahmu adalah pria yang pemberani.” Hiburnya

Henry marah pada dirinya sendiri karena ia tidak bisa menyelamatkan ayahnya. Ia terlalu pengecut.

“Pergilah! Aku tidak mau kau melihatku seperti ini!”

Valerie pun pergi.

***

Valerie melihat Suzzete menangis disamping jasad Adrian.

“Pria yang kau cintai, itu Adrian Khan?” Tanya Valerie

Ternyata, Adrian adalah ayah Lucy. Karena itu, Suzzete tidak bisa menjodohkan Lucy dengan Henry, karena mereka bersaudara.

“Apa ayah tau tentang Lucy?”

“Tidak, kamu harus berjanji padaku kalau kamu tidak akan mengatakan kepadanya.”

***

Pendeta Solomon datang dengan bala tentaranya yang perkasa.

Pendeta Solomon disambut dengan baik.

“Kamu datang, bertepatan dengan perayaan, seperti yang kamu lihat, serigala itu sudah ditangani.” Semua bertepuk tangan.

“Itu bukan seekor serigala,” kata pendeta Solomon

“Bukan bermaksud meremehkan, tapi kami hidup dengan makhluk ini selama dua generasi. Kami tau apa yang kami hadapi.”

“Aku tidak bermaksud meremehkan, tapi kamu tidak tau apa yang kamu hadapi. Aku dulu sama seperti mu,”

Pendeta Solomon kembali bercerita:

“Nama istriku adalah Penelope, dia memberikan dua orang putri cantik untukku. Kami adalah keluarga yang bahagia.

Kami tinggal didesa seperti ini. Dan seperti Daggeehorn, desa kami didatangi oleh serigala jadi jadian.

Satu bulan purnama, aku dan teman temanku mabuk. Kami memutuskan untuk memburunya, tapi dia menyobek teman baikku. Aku bertarung dengannya, aku memutuskan jari tangannya.

Dia menghilang. Jari itu aku bawa pulang untuk kenang kenangan. Saat dirumah, aku lihat istriku dengan kain berdarah melilit ditangannya.

Saat kubuka karungku, cakarnya berubah menjadi tangan wanita. Aku bilang pada putriku, serigala membunuh ibu mereka, tapi itu sebuah kebohongan. Aku membunuhnya!

Jika serigala jadi jadian mati, ia akan kembali ke wujud manusianya. Sedangkan itu (sambil menunjuk kepala serigala), hanya seekor serigala abu abu biasa.

Serigala jadi-jadian mu masih hidup.”

***

Pendeta Solomon dan anak buahnya masuk kedalam rumah,

“Ini adalah waktu yang sangat berbahaya. Kalian tahu artinya bulan berdarah?”

Semua terdiam tidak menjawab, tidak ada yang tau artinya itu.

Mereka lalu membuka sebuah alat, seperti tata Surya mini.

“Planet merah menyatu dengan bulan setiap 13 tahun sekali, selama Minggu bulan berdarah, serigala jadi-jadian itu bisa memberikan kutukannya dengan satu gigitan.

Selama bulan purnama biasa, gigitan serigala akan membunuhmu. Tapi selama bulan berdarah, jiwa kalian dalam bahaya.

Tiga hari setelah bulan berdarah pergi, kalian masih belum aman.” Kata pendeta Solomon menjelaskan.

“Kami sudah aman sekarang. Aku sudah membunuh serigala itu disarangnya. Gua digunung Grimmoor.” Kata para warga

“Kalian sudah ditipu oleh makhluk itu sejak awal. Dia membuat kalian berpikir dia tinggal di Grimmoor.

Agar kalian tidak mencarinya ditempat yang paling jelas.

Serigala itu hidup disini! Didesa ini! Diantara kalian!

Pembunuh sebenarnya bisa tetangga kalian, teman baik kalian, bahkan istri kalian”

Para warga saling berpandangan.

Semua warga tidak mau mendengarkan pendeta Solomon. Mereka tidak mau saling mencurigai. Mereka tetap akan melakukan pesta perayaan.

“Silahkan, rayakanlah, kita lihat siapa yang benar!” Kata pendeta Solomon kesal.

***

Semua warga berpesta.

Ayah Valerie mabuk, Valerie menyuruh nya pulang.

Pendeta Solomon dan prajuritnya berjaga.

Peter menari dengan Rose, Valerie melihat mereka dan cemburu.

Valerie ikut berdansa disebelah Peter. Mereka saling menatap.

Henry melihat tatapan Valerie pada Peter membuatnya marah.

“Kau meninggalkan kami! Bukankah sudah kubilang kita harus bersama! Ayahku mati karenamu!” Kata Henry marah pada Peter. Mereka berkelahi

Valerie melerai mereka, Peter pergi dengan kesal

Valerie mengikuti Peter,

“Aku mencintaimu Peter. Apa yang kamu lakukan dengan rose? Kamu bahkan tidak menyukainya.”

“Aku tidak perlu menyukainya untuk mendapatkan yang kuinginkan.”

“Kamu pembohong yang payah! Aku tau apa yang kau rasakan.”

“Aku tidak akan pernah bisa memberikanmu sesuatu seperti ini (gelang).”

“Menurutmu aku peduli dengan uang Henry?”

“Kau punya masa depan dengannya. Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan nya.”

“Ibuku sudah membujukmu?”

Mereka lalu uhuk uhuk 🤭 eeee, gak jadi, ada yang lihat wkwkwk.

Ternyata Henry juga melihat mereka bermesraan.

***

Mereka terus berpesta, sampai akhirnya ada serigala besar muncul dan menerkam salah satu dari mereka.

Suasana haduh, mereka lari ke Gereja.

Serigala mulai menerkam para penjaga.

Pendeta Solomon juga terluka. Serigala pergi

“Aku sudah peringatkan kalian! Serigala jadi jadian mu masih hidup! Cari dia!”

Serigala muncul ditempat Valerie dan Roxanne bersembunyi.

Wolf: kau tidak bisa bersembunyi dariku!

Valerie, “astaga kau bisa berbicara! Bagaimana bisa.”

Wolf: kamu mengerti aku, itulah yang penting Valerie.

Valerie, “kamu tau namaku?”

“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Roxanne tidak mengerti. Ia tidak bisa mengerti bahasa serigala.

Wolf : aku mengenalmu dengan baik.

Dari matanya, Valerie tahu dia manusia dengan mata coklat.

Wolf: aku tau kamu bermimpi untuk meninggalkan desa. Kamu dan aku sama.

“Tidak! Aku tidak sama denganmu. Kamu seorang pembunuh.”

Wolf: kamu juga seorang pembunuh Khan? Bagaimana dengan kelincimu?

“Aku membunuhnya.”

Wolf: aku tahu, jadi ikutlah denganku.

“Tidak.”

Wolf: kalau begitu, jalanan akan berwarna merah penuh darah. Dimulai dengan darahnya.

Roxanne ketakutan.

“Pendeta Solomon akan menghentikanmu.”

Wolf: pendeta Solomon akan mati seperti yang lainnya. Aku akan kembali padamu sebelum bulan berdarah berakhir.

Serigala pergi menghilang .

***

Bersambung part 2

Sinopsis Nightmare Teacher eps 11-12 (end)

Episode 11

Ye Rim terbangun dari mimpinya. Ia merasa hal aneh terjadi disekolah mereka.

Ye Rim mendapat pesan dari seseorang, orang itu ternyata guru Bong.

Guru bong menunjukkan murid murid yang hilang itu ada dikelas khusus.

Ye Rim mengintip dari jendela. Benar itu mereka. Tapi aneh, mereka seperti robot, raga tanpa jiwa.

“Kamu menuduh kami mencuci otak mereka?” Tanya guru penjaskes.

“Maaf.”

Ye Rim diomeli guru penjaskes.

“Anak muda harus memiliki imajinasi yang tinggi. Kang Ye Rim kau harus fokus dalam pelajaran, aku akan melupakan hal ini” Kata guru bong.

***

Ye Rim kembali mendengar suara, suara itu dari bayangannya.

***

“Kau ada waktu?” Tanya guru bong.

“Mau bicara apa?”

“Kau tidak mau? Kalau tidak mau sekolahmu gagal, turuti kata kataku.”

***

Ruang BK

Ye rim menceritakan tentang teman temannya yang hilang, ia ingat itu

“Kang Ye Rim, aku tau sifatmu yang sebenarnya. Kamu memandang rendah mereka Khan?”

(Ternyata, Ye Rim tuh tidak sebaik kelihatan nya, ia sombong, pengecut dan munafik🙁).

Mereka akhirnya membuat perjanjian.
Jika Ye Rim menang, semua yang Ye Rim ingat akan kembali seperti semula.

Tapi jika kalah, Ye Rim akan tinggal di cermin selamanya.

Guru bong mengeluarkan jam pasir, sebagai pembatas waktu pertaruhan mereka

Jari Ye Rim tersayat, darahnya membentuk nama disurat kontrak.

Dentang jam berhenti

***

Ye Rim masuk ke dalam cermin. Ia tidak bisa keluar. Ye Rim melihat anak kecil disitu, itu Ye Rim sendiri saat kecil.

(🤔Mungkin maksud adegan ini adalah Ye Rim sejak kecil memiliki ketakutan untuk menjadi dirinya sendiri, jadi ia memakai topeng ‘anak baik’)

Ye Rim besar dan Ye Rim kecil bergandengan mencari jalan keluar.

***

Ye Rim Cermin menikmati kebebasan nya. Ia berani berdiri diketinggian, ia tidak jaim seperti biasanya, ia jadi genit dan ia bahkan menari dikelas.

Orang orang yang melihatnya jadi merasa aneh.

(Aku rasa, sifat asli Ye Rim ya seperti ini🤔)

***

Episode 12

Sang Woo merasa Ye Rim jadi sangat aneh. Ia mengamati Ye Rim ketika menyimpan jam pasir, ia ingat jam itu ada di ruangan guru Bong sebelumnya.

Ye Rim Cermin mendatangi Sang Woo, dia kelihatan lebih genit. Sang Woo jadi merasa canggung.

Sang Woo mengambil jam pasir nya, ketika tahu jam pasir itu dibawa oleh sang Woo. Ye Rim Cermin sangat marah. Ia mengejar dan mencekik Sang Woo.

***

Ye Rim asli ditemui guru bong didalam cermin

“Bukankah ini yang selalu kau inginkan? Apa kau takut?” Tanya guru Bong

“Aku tidak mengira akan seperti ini.”

Guru Bong memberinya sebuah petunjuk, akhirnya Ye Rim menyadari bahwa ini sesungguhnya mimpi, mimpi buruk. Tapi jika mimpi, maka ia bisa bangun sekehendak hatinya.

Ia memejamkan kan mata.

Dan ia bisa keluar dari cermin.

Ye Rim asli menghadapi Ye Rim Cermin, namun dia harus berani.

Ketika Ye Rim Cermin berlari kearahnya, ia tidak menghindari.

Ye Rim Cermin dan Ye Rim asli menjadi satu. Itulah Ye Rim yang sesungguhnya.

***

Ye Rim terbangun dari mimpi, ada guru bong disampingnya. Karena dia menang, maka guru Bong akan mengembalikan semuanya.

Guru bong menjentikkan jari.

***

Ye Rim terbangun,

Ckrek!! Sang Woo memfotonya

(Adegan persis seperti episode 1)

Semua kembali seperti semula.

Tapi, mereka menjadi orang orang yang lebih baik

***

Ye Rim tetap merasa ada sesuatu yang ia lupakan. Tapi ia tidak tahu apa itu.

Ternyata Sang Woo juga tanda tangan surat kontrak, ditukar dengan kamera.

***

End

***

Paling berat bikin sinopsis episode 11 dan 12, agak membingungkan.

Tapi akhirnya selesai juga. Happy reading!

Sinopsis Nightmare Teacher eps 9-10

Episode 9

Dao Duo Si, menatap cermin sambil meyakinkan diri bahwa dia tidak apa apa. ini hanya mimpi buruk.

***

Berita hiburan dari website SMA Yosan. Seorang siswa populer sedang berpacaran dengan adik kelasnya padahal lelaki itu sudah punya pacar yang merupakan ratu di Yo San.

Semua sudah tau, itu gosip tentang Li Ce Yen yang berselingkuh dengan adik kelas. Padahal Dao Duo Si, pacar Li Ce Yen adalah ratu sekolah itu.

“Li Ce Yen bocah tengik, dia pacaran dengan dua wanita sekaligus.”

“Iya, Chien Yu Na sangat cantik.”

“Lebih cantik Dao Duo Si”

Tiba tiba office boy datang, ia mengganti poster Duo Si dengan Yu Na.

“Itu Yu Na, kelas satu Khan? Memang cantik.”

Duo Si tampak tersinggung.

***

Duo Si terus memandangi wajahnya dicermin. Ia merasa semakin jelek sedangkan Ce Yen pacarnya jadi semakin ganteng dan semakin banyak yang suka

***

Ce Yen menemui Duo Si, ia minta waktu untuk break dari hubungan mereka.

“Bukan beneran mau putus, aku hanya butuh waktu untuk berpikir.”

“Jangan alasan! Semua orang sudah tau kau pacaran dengan Yu Na. Yu Na masih muda dan cantik, buat aku iri. Baik kita putus! Tapi bukan kamu yang mencampakkan aku, aku yang mencampakkan mu!” Kata Duo Si kesal

***

Ye Rim memandang kursi kosong yang semakin banyak. “Sepertinya, sebelumnya ada yang mendudukinya.”

Mereka memandangi lagi bangku bekas Jae Su, penuh dengan catatan.

Cheon Jae Su, ingatan dalam satu dua terima menghilang, sebelum semua ingatan menghilang, hanya bisa dicatat..temanku Go Ki Tae…

Ki Tae lewat,

“Ki Tae, kau Ingat Cheon Jae Su?” Tanya Ye Rim

“Siapa? kenapa?”

“Tidak apa apa, kukira kau tau.”

***

Duo Si stress karena selalu dibandingkan dengan Yu Na yang lebih cantik darinya. Ia mencoba memoles dirinya lagi.

Hp nya berbunyi, ada seseorang yang mengiriminya aplikasi ‘My Perfect Cam’

“Apa ini?” Ia lalu mencobanya.

Ia foto wajahnya lalu bisa diedit di aplikasi itu. Ia edit bibirnya agar kelihatan penuh. Ketika ia berkaca, bibirnya penuh beneran!

Ia lalu, mengedit terus wajahnya. Ia kelihatan semakin cantik.

Semua orang jadi membicarakan kecantikannya yang seperti Dewi. Bahkan Ce Yen minta balikan lagi dengannya..

***

Oo, tiba tiba aplikasinya minta di-upgrade. Wajahnya kembali seperti semula.

Ia mengirimi pesan kepada orang yang memberi aplikasi itu.

“Jika kau mau, datanglah keruang BK.”

***

Ruang BK

Dao Duo Si datang ke ruang BK, Ia ingin membeli versi penuh aplikasi ‘My Perfect Cam’.

“Itu tidak sulit”

Jari Duo Si tersayat, darahnya membentuk namanya di surat kontrak.

Dentang jam berhenti.

***

Episode 10

“Dunia tidak ada makan siang gratis, jika ingin jaga kecantikan butuh ketekunan, aplikasi smartphone, efek akan hilang. Berhati hatilah agar tidak merusak Smartphone dan hatimu.”

Duo Si menjadi semakin cantik dari hari ke sehari.

Baik pria dan wanita semakin mengaguminya.

***

Ye Rim menggeledah laci guru Bong. Ia membaca surat kontrak. Ada juga tertulis nama Dao Duo Si.

Ye Rim mendengar suara dari kepalanya yang menyuruhnya untuk tidak ikut campur.

Mereka buru buru keluar.

***

Duo Si berduaan dengan Ce Yen, tapi Duo Si hanya asik memainkan ‘My Perfect Cam’. Ce Yen nya dicuekin.

“Kita bersama paling penting Khan?kamu terus lihat hp ” kata Ce Yen kecewa.

Baterei lowbat.. Duo si kelabakan cari colokan. Ia tanya pada guru Bong bagaimana jika aplikasinya tidak stabil?

“Jika Hp mudah diperbaiki, yang mudah rusak itu aplikasi dan dirimu sendiri.. jika tidak mau pakai aplikasi, hapus saja. Tapi dirimu sendiri juga ikut terhapus.” Pesan guru Bong.

“Menghapus diriku sendiri? Apa maksudnya?”

Duo Si mendengar Ce Yen menyatakan cinta pada Yu Na. Duo Si kesal, Ia langsung menyiram Yu Na dengan air.

Duo Si semakin terobsesi ingin menjadi cantik.

Ye Rim mendatanginya,

“Kau datang keruang BK? Kau tanda tangan kontrak apa?” Tanya ye Rim.

Duo Si pura pura tidak tau.

***

Ditoilet, Duo Si sedang mengagumi kecantikannya sendiri. Tiba tiba ada dua teman menggodanya, ingin tau aplikasi apa yang selalu dimainkan Duo Si . Mereka rebutan. Hingga Hp pecah.

Ketika ia lihat aplikasinya rusak, wajahnya terlihat sangat jelek. Ia menjerit ketakutan. Padahal orang lain melihat, ia tidak kenapa kenapa.

Ia lari bersembunyi diruang teater,

“Duo Si.” Kata Ye Rim yang melihat Duo Si sedih

“Minggir jangan dekati aku!”

“Duo Si, orang yang pergi ke ruang BK seperti mu akan menghilang.”

“Hilang?”

“Kamu tanda tangan kontrak apa?”

“Tidak tahu, aku hanya ingin gunakan aplikasi ini untuk merubah diriku sendiri. Tapi ini sudah hancur. Aku jadi orang aneh.”

“Aneh Bagimana? Kau tidak berubah”

Tapi ketika Duo Si melihat bayangannya dipiano, ia kembali ketakutan.

Ce Yen datang menemui Duo Si.

“Kau bukannya suka yang cantik? Aku kira, dengan jadi cantik kau akan menyukaiku” Kata Duo Si

“Kau bilang apa? Kau itu sudah cantik! Aku hanya kecewa karena kau tidak tulus padaku. Kau pacaran denganku hanya demi popularitas Khan? Aku rindu Duo Si yang dulu.”

Duo Si tersadarkan, ia lalu menghapus aplikasinya. Sekaligus dirinya juga menghilang. Hp nya terjatuh.

***

Ye Rim ingat semua teman temannya yang menghilang. Ia datang menemui guru Bong meminta klarifikasi.

***

Bersambung episode 11-12

Sinopsis Nightmare Teacher eps 7-8

Episode 7

Cheon Jae Su mencoba mengingat kelasnya, nama teman temannya. Dan namaku.. namaku…

***

“Cheon Jae Su!” Kata Go Ki Tae menggedor pintu kamar mandi.

“Kenapa kamu lama sekali? Ayo keluar! Ujian mau dimulai.”

Cheon Jae Su sedang mencontek! Ia menyalin materi pelajaran di tangan.

***

Kelas 2-3

Cheon Jae Su melihat contekannya. Sebetulnya ia ragu ragu, tapi ia ingin jadi nomor 1.

Guru Bong datang membawa soal ujian. Mereka pun mulai mengerjakan soal. Cheon Jae Su mulai mencontek. Guru Bong membaca buku sambil tersenyum, ia tau apa yang terjadi.

Kertas contekan Jae Su terjatuh. Guru bong mendekati nya.

“Pak guru aku mau ke toilet.” Kata Go Ki Tae.

“Boleh, tapi jika kau kau keluar dari kelas, kau tidak bisa masuk lagi.”

“Tidak jadi kalau gitu.”

Itu cuma akal akalan Go Ki Tae untuk menyelamatkan Jae Su.

Dengan cepat Cheon Jae Su mengambil kertas contekannya. Lalu ditelan!

***

Cheon Jae Su mendekati Go Ki Tae yang bermain basket.

“Terima kasih! Bagaimana kamu tau?’

“Kau lama di toilet, aku sudah tau. Apa yang membuat murid teladan seperti mu melakukan itu?” Kata Go Ki Tae sambil melempar bola.

Ternyata ada guru Bong dibelakangnya.

“Cheon Jae Su, ke ruang BK sekarang.”

***

Ruangan BK

Cheon Jae Su berhadapan dengan guru Bong

Tiba tiba Jae Su terbatuk batuk. Kertas contekannya keluar dari mulutnya.

“Ternyata belum tercerna”

“Aku tidak mencontek.”

“Aku tadi hampir memergokinya, tapi kau punya teman yang baik.” Kata Guru Bong sambil memberikan minuman bersoda, kaleng gambar otak.

Ia meminumnya.

“Kalau kau bisa mengerjakan soal ini, aku anggap tadi kamu tidak mencontek.”

Cheon Jae Su, mulai mengerjakan. Ada hal yang aneh, dia jadi ingat semua yang telah ia pelajari sebelumnya. Ia jadi Jenius! (Kayak film Limitless🤔).

***

Jae Su mengerjakan soal ujian lainnya dengan sangat cepat. Baginya, soal soal itu sangat mudah.

Bahkan dia juga mengajari teman temannya, tiba tiba ia nge blank lagi. Efek minuman sudah habis.

***

Ruang BK

Ia menemui guru Bong. Ia ingin tau dimana ia bisa membeli minuman kaleng itu. Karena setelah meminumnya, ingatannya menjadi meningkat

“Minuman itu tidak bisa didapatkan dengan mudah. Kau harus membayarnya.”

“Membayarnya dengan apa?”

“Dengan ingatan! Ingatan tidak penting yang membuat otakmu penuh.”

Guru Bong mengeluarkan surat kontrak.

Jari Jae Su tersayat. Darahnya membentuk namanya di surat kontrak

Dentang jam berhenti.

***

Episode 8

“Dilantai 3, ujung koridor ada mesin minuman. Tapi ingat, jangan minum lebih dari satu kaleng sehari”

Itu adalah mesin rusak. Setelah menggebrak gebrak mesin itu nyala. Ia memasukkan koin dan mendapatkan minumannya. (Padahal mesin itu belum dicolokin😨)

***

Semua murid berkerumun minta diajari oleh Jae Su, termasuk Ye Rim.

Ada suara dalam pikiran Ye Rim, “kang Ye Rim, kau bodoh! Kau bodoh!”

***

Jae Su meminum minuman itu. Ia jadi suka belajar, semua yang ia pelajari langsung nyantol diotaknya.
Ia belajar dan belajar lagi.

Ia minum dan minum lagi. Entah berapa kaleng ia meminumnya hari ini, ia lupa.

Ia tidak ingat apa apa lagi selain belajar. Ia bahkan lupa game yang biasa ia mainkan dengan Go Ki Tae.

“Mendadak aku lupa nama teman teman sekelas ku, atau mungkin ini pertama kalinya aku melihat mereka.”

Jae Su membuat catatan catatan tentang hal ‘tidak penting’ yang ia lupakan.

“Ingatan yang dihapus adalah harga yang harus dibayar, lagipula ingatan yang lain jauh lebih penting.”

“Ingat hal yang berharga, hal yang pantas diingat.”

Ia tersadar sesuatu..

“Hei, kau tidak apa apa? Kau aneh sekali. Kamu minum apaan sih, jadi rajin belajar. Kalo punya kayak gitu, bagi dong!” Go Ki Tae menyadarkannya.

“Kelas 2-3, Go Ki Tae. Ranking 27 dari 30 siswa. Tidak suka matematika, hanya suka sastra. Suka sama basket.” Jae Su mulai mengingat ingat lagi.

“Baik, kalo gitu film apa yang kita tonton Minggu lalu?”

“Film? Film action?” tebak Jae Su.

“Minggu lalu kita gak nonton. Kita Khan sudah kelas 2, sudah gak bisa sering sering keluar nonton. Kau beneran tidak ingat?”

Jae Su buru buru pergi.

***

Ye Rim, Sang Woo dan Ki Tae mengamati Jae Su dari jauh.

Jae Su sedang belajar di perpus sambil minum minuman kaleng.

“Minuman?”

“Baru ini kulihat, setelah minum itu, dia jadi aneh. Ingatannya juga banyak yang hilang.”

“Ki Tae, dikelas kita ada banyak hal aneh.”

“Hal aneh?”

“Aku tau ini sulit dipercaya. Teman kelas kita hilang satu persatu.”

“Siapa? Aku kok nggak tau ya?”

“Tuh Khan sudah kubilang, tidak akan ada yang percaya.” Kata Sang Woo.

“Mungkin Jae Su akan hilang berikutnya.” Kata Ye Rim.

***

Jae Su pergi ke mesin minuman. Mereka tetap mengikutinya.

“Ada mesin minuman kek gini disekolah kita?” Mereka heran.

***

Kaleng minuman Jae Su terjatuh, ternyata ditas nya banyak sekali minuman itu.

***

Jae Su terlihat kacau, matanya cekung. Ia masih berkeliaran dihalaman sekolah.

“Murid luar biasa Cheon Jae Su, apa yang kau lakukan disini? Ini saatnya ujian.” Kata guru Bong.

“Aku lupa dimana kelasku.”

Guru Bong mengantar nya kekelas. Lalu menunjukkan dimana bangkunya.

***

Jae Su mengerjakan soal dengan sangat cepat, tapi ia merasa terasing dikelas. Ia tidak mengenali teman temannya

***

Jae Su menemui guru Bong,

“Bapak sudah bilang, minumnya satu kaleng sehari.”

“Iya, tapi saya lupa.”

“Meski begitu, kamu masih ingat harus kesini.”

Ternyata tangan jae Su digambar denah ke ruang BK.

“Ujian sudah selesai, saya ingin ingatan saya kembali ”

“Sekali ingatan hilang, tidak akan bisa kembali lagi. Itu sudah tercantum dalam kontrak.”

“Lalu saya harus bagaimana?”

“Ingatan yang kau lupakan harus kau pelajari lagi. Toh bagimu itu tidak sampai sehari ”

“Tapi, ada hal yang tidak bisa dipelajari, seperti perasaan orang lain”

“Hal itu, apa penting?”

“Sangat penting.” Jae Su hampir menangis.

“Kau harus menunggu agak lama, toh ketika kamu mengingatnya, kamu akan melupakannya lagi Khan?”

***

Cheon Jae Su berusaha keras mengingat siapa dirinya. Teman baiknya, Go Ki Tae.

***

Go Ki Tae bermain basket, Jae Su mendatanginya. Mereka main bersama, sangat bahagia.

“Ujian sudah selesai, Ayuk nonton.” Ajak Ki Tae.

“Aku harus pergi. Ada hal yang harus aku selesaikan.”

“Oke, sampai besok.”

***

Malam hari..

“Kau belum pulang Jae Su?” Tanya guru bong

“Rumah saya dimana? Saya siapa?tidak tau kemana saya harus pergi.”

“Kalau begitu, bapak akan membawamu ketempat seharusnya kamu berada.”

Kaleng minuman terjatuh

***

Dalam cermin, jae Su sedang belajar..

***

Bersambung episode 9-10

Sinopsis Nightmare Teacher eps 5-6

Episode 5

Ye Rim dan Sang Woo sedang membaca surat kontrak. Lalu terdengar suara, guru Bong keluar dari toilet.

Ye Rim dan Sang Woo bersembunyi dibawah kolong meja.

Guru Bong tersenyum, ia sepertinya tau apa yang terjadi. Guru penjaskes datang, ia meminta saran lalu mengajak guru bong keluar ruangan.

***

Didepan kaca, An Si Yeon didatangi oleh seorang penguntit.

***

An Si Yeon membual pada teman temannya bahwa ia sedang dikuntit oleh seorang pria, kurus, tinggi 180cm, dan memakai tudung kepala. Ia juga membual bahwa ia memiliki pacar di Boston.

“Boston? Bukankah dulu kamu bilang pacarmu di New York?” Park Byul tampak tidak percaya.

“Aku harus segera pergi ke perpus.” An Si Yeon tampak gugup dan segera pergi menghindari pertanyaan lebih lanjut.

“Jika kisah hidupnya ditulis, pasti bisa jadi sebuah buku ”

***

Guru Bong memberikan pelajaran tentang mengarang. Ia juga membagikan hasil tugasnya. An Si Yeon mendapatkan nilai terbaik untuk mengarang.

“Bapak sudah menyiapkan hadiah, datanglah keruangan bapak.”

“Iya.”

Guru bong pergi meninggalkan ruangan.

Park Byul usul ke teman temannya, “Bagaimana kalau kita video call dengan pacar Si Yeon yang di Boston?”

Mereka tampak setuju karena penasaran.

***

Di ruang BK

Guru bong memberikan sebuah buku Diary dan bolpen pada Si Yeon.

Ia menyuruh Si Yeon menuliskan namanya. Lalu membuat karangan tentang apa yang paling diinginkan oleh Si Yeon.

Si Yeon menuliskan namanya. Lalu ia mengarang tentang ia diikuti oleh penguntit selama setahun terakhir. Dan ia memiliki pacar keren yang sangat mencintai nya di Boston. Namanya Seok Pil Ho.

“Setelah selesai, tinggalkan diary nya lalu pergilah.”

“Bukankah ini hadiahku?”

“Bukan ini. Kamu tunggu saja.”

***

Park Byul kembali mendesak Si Yeon agar menghubungi pacarnya. Si Yeon lemas, kebohongannya akan terbongkar.

Lalu Guru Bong datang bersama murid pindahan baru.

“Kelas kita ada murid baru, namanya Seok Pil Ho. Ia datang dari Boston tapi bisa bahasa Korea. Bertemanlah dengannya.” Kata guru Bong

Si Yeon terpana, Seok Pil Ho persis seperti yang ia tulis dibuku diary

Ketika berjalan menuju tempat duduknya, ia berlutut pada Si Yeon.

“Kau sudah lama menunggu ya? Aku merindukan mu.

Semua terlihat mupeng.

***

Ruang BK

“Bagaimana hal ini bisa terjadi?” Tanya Si Yeon

“Itu hadiah yang bapak bilang.”

“Apa ini mimpi?” Si Yeon tidak percaya. Dia senang sekali.

***

Pil Hoon sangat mesra pada Si Yeon, membuat semua pada mupeng.

“Si Yeon aku minta maaf dulu aku tidak percaya padamu ” kata teman si Yeon

“Tidak apa-apa.”

“Ngomong-ngomong, Pil Ho keren abis!”

***

Pil Ho menyanyikan lagu untuknya, pil Ho juga pandai main basket. Ia selalu menemani Si Yeon.

“Si Yeon, begini, kita sekarang mau ngapain lagi?” Tanya Pil Ho.

Si Yeon tidak mengerti.

“Ceritamu,.”

“Maksudmu apa?”

“Kemarin semua ceritamu jadi kenyataan khan? Jadi sekarang kau harus menulis lebih baik lagi.”

(😓Jadi Pil Ho hanya melakukan sesuai apa yang ditulis Si Yeon. Kayak robot dong!)

***

Ruang BK

Si Yeon meminta buku diary pada guru Bong. Tapi ditolak oleh guru Bong kecuali Si Yeon mau tanda tangan kontrak.

“Akan ku tanda tangani.”

Jarinya tersayat, darahnya membentuk namanya disurat kontrak.

Dentang jam berhenti.

***

Episode 6

“An Si Yeon, semua orang akan percaya apa yang kamu tulis. Tapi ingat, kamu tidak bisa menulis sesuatu tanpa ada alasannya. Berhati hatilah dan tetap konsisten.”

Si Yeon berjalan ketakutan. Ia seperti dikuntit seseorang.

***

Si Yeon terus menulis lagi dan lagi. Pil Ho juga melakukan persis apa yang ia tulis.

Si Yeon tampak jenuh. Pil Ho membosankan.

***

Ketika Si Yeon didalam toilet, ia mendengar Park Byul membicarakan kios orang tua Si Yeon yang jorok dan penuh lalat. Ia kesal.

Ia menulis di buku diary nya. “Aku ingin Park Byul menghilang!”

Dan terjadilah demikian, Pil Ho mendengar pembicaraan mereka. Ia mendorong Park Byul dari atap sekolah. Park Byul dibawa kerumah sakit.

***

Si Yeon kaget, sedih dan takut. Ia tau itu perbuatan Pil Ho.

Ia mencoba menulis lagi,

“Pil Ho merasa jenuh dan jaga jarak denganku.”

***

Pil Ho duduk diatap sekolah. Ia mau bunuh diri. Semua siswa berkumpul membujuknya. Sang Woo memotret kejadian itu.

“Aku.. hanya ingin cinta nya.” Kata pil Ho merana.

Si Yeon datang, ia menulis lagi bahwa Pil Ho mendapatkan semangat hidupnya lagi

Pil Ho turun dari atap, ia memeluk Si Yeon. Ia berbisik, “Demi kamu, aku menyingkirkan gadis jahat itu. Jika kamu tidak menulis cerita yang benar tentangku, aku akan marah!”

(Pil Ho kayak psikopat 😨)

***

Si Yeon ke ruang BK, ia ingin mengembalikan bukunya dan ingin keadaan kembali seperti semula.

“Seorang penulis harus bertanggung jawab pada karakter dan cerita yang ditulisnya.”

“Apa cerita ini tidak bisa dihentikan?”

“Lalu bapak harus bagaimana? Apakah bapak telpon ayahmu yang di New York atau telpon orang tua Pil Ho yang di Boston?” Kata guru Bong dingin (ya mana bisa telepon? Khan itu karakter bohongan😓)

***

Si Yeon membakar buku diary nya.

***

Si Yeon duduk sendiri dikelas. Tiba tiba pil Ho datang dengan baju dan muka separuh terbakar, ia membawa buku Diary yang separuh terbakar juga.

Si Yeon lari ketakutan, ia dikejar Pil Ho.

Ia lari kesebuah ruangan teater. Disitu ada Ye Rim dan Sang Woo yang sedang mengedit majalah sekolah.

Pil Ho datang, memaksa masuk ruangan. (Pil Ho nya serem banget😰).

Pil Ho mulai mendekat, tapi ia dihalangi oleh seorang penguntit bertudung kepala. Mereka berkelahi. Pil Ho dicekik penguntit itu sampai mati.

Si Yeon, Ye Rim dan Sang Woo melarikan diri.

“Aku seharusnya tidak keruangan BK.”

Ditengah jalan, Si Yeon terpisah dari rombongan. Ia masuk kesebuah ruangan dengan kaca besar disitu. Penguntit mendekatinya.

“Aaaaaaa…!”

***

Ye Rim dan Sang Woo berhenti berlari.

“Kenapa kita disini?” Kata Sang Woo bingung

“Entahlah. Sebetulnya kita sedang apa sih? ”

***

Sang Woo menyalakan laptop, ia mengecek foto foto lagi.

Ye Rim sedang membaca sebuah buku yang setengah terbakar.

“Aku tidak tahu siapa yang menulis ini, tapi ada nama teman kita tertulis disini. Ada Pil Ho?”

“Pil Ho? Aku tidak pernah mendengar nya?”

“Ini seperti fiksi tapi bukan..apa ya?” Ye Rim berpikir.

Sang Woo melihat ada sebuah foto seorang siswa di atap Sekolah.

“Aku yang memfoto ini? Kok tidak ingat ya?”

Sang Woo men zoom name tag difoto. “Sebentar, bukan kah ini Pil Ho yang kamu bicarakan barusan?”

“Aku baru pertama melihatnya.”

Slide berikutnya, foto gadis berseragam (Seul Gi) sedang berbincang dengan guru Bong dilorong.

“Coba lihat!”

“Guru bong?”

***

Bersambung di episode 7-8

Sinopsis Nightmare Teacher eps 3-4

Episode 3

Oh Ki Chul dengan wajah babak belur memandang kaca.

“Oi, Oh Ki Chul, bos kami huh?!” Ejek salah tau orang yang memukulinya.

***

Ye Rim membaca tulisan yang ada di bangun, “Jangan ke ruang BK?”

“Aku selalu merasa ada yang aneh. Seolah bangku ini tidak kosong?” Kata Ye Rim.

“Kau tidak apa apa? Bangku ini memang kosong.” Kata Sang Woo

“Tidak, aku merasa hingga kemarin, bangku ini masih ada yang menempati.”

“Itu karena kau kurang tidur, jadi ingatanmu…” Kata Sang Woo sambil memberi isyarat ‘eror’.

“Hei! Daebak!” Seorang siswa tergopoh gopoh memberitahu bahwa Oh Ki Chul dan Sang Tae akan bertarung.

***

Oh Ki Chul marah karena temannya, Gyeong Jin dipukul oleh anak buah Sang Tae. Ia mau melabrak Sang Tae.

Dalam hatinya, ia gentar karena Sang Tae lebih pintar berkelahi.

“Peraturan No.3 SMA Yosan, tidak boleh ikut campur dalam duel orang lain. Masih ingat Khan? Tapi kau melanggar aturan!”

“Jika melanggar aturan, ada 2 pilihan, diam saja sampai lulus atau merebut posisi bos di Yosan. Aku menantangmu!!”

***

Desas desus perkelahian Oh Ki Chul dan Sang Tae menjadi berita hangat di sekolah. Bahkan dibuat polling, kira kira siapa yang akan menang.

“Oh Ki Chul, keruang BK!” Kata guru Bong

***

Ruang BK

Guru Bong menjelaskan bahwa kemungkinan Oh Ki Chul menang sangat tipis.

“Kalau kau kalah, itu akan menghancurkanmu. Tapi, kau selalu kalah oleh Sang Tae.”

“Kali ini aku akan menang, aku yakin itu.”

“Baiklah, anggap saja begitu. Setelah jadi Bos di sekolah, apa yang ingin kau lakukan?”

Oh Ki Chul tersenyum tipis, “apa tidak masalah ya bapak membahas ini?”

(Lha biasanya guru melarang muridnya berantem, ini malah ngedukung🤨)

“Hal menarik seperti ini, bapak bisa temukan dimana coba?,”

“Kalau kau bisa jadi bos, kau bisa jadi lebih kuat. Mulai sekarang, bapak akan memberimu kesempatan.” Guru Bong menghasut 😰.

“Kesempatan apa?”

Guru bong mencap stempel ‘fight’ dilengan Oh Ki Chul.

“Kita akan bertemu lagi jam segini 11:05.”

***

Banyak siswa melakukan pertaruhan siapa yang akan menang nanti. Tentu saja banyak yang memilih Sang Tae pemenangnya.

***

Oh Ki Chul tidak yakin akan menang. Lalu ia menaruh pelindung kayu diperutnya. Ia mau berbuat curang.

***

Diatas sekolah, semua siswa berkumpul. Bahkan ada yang merekam pertarungan itu.

pertarungan dimulai.

“Fight!!”

Hanya beberapa langkah saja oh Ki Chul sudah kewalahan, ia kalah. Pelindung kayunya terlepas.

“Berengsek! Kau berani curang!!'” Sang Tae menghajarnya lagi.

***

Oh Ki Chul terbangun di Ruang BK.

“Bapak sudah bilang kau akan kalah Khan?”

“Apa yang terjadi?” Oh Ki Chul kebingungan.

“Mimpi yang sangat nyata Khan?”

“Ini bukan mimpi Khan?” Ia lalu melihat stempel ‘fight’ nya menghilang.

“Tantangannya, kalau kau kalah, kau akan mendapatkan kesempatan lagi. Kata barusan kembali ke jam 11:05. sekarang apa yang akan kau lakukan? Kau tidak ingin menang?”

Guru bong menyodorkan surat kontrak.

“Kalau kau kalah, kau bisa kembali ke jam 11:05. Tapi ada satu syarat, kau tidak boleh menyerah dalam tantangan itu.”

Jari Oh Ki Chul tersayat, darahnya membentuk namanya di surat kontrak.

Guru bong mencap lengan Oh Ki Chul dengan stampel ‘Fight’.

Dentang jam berhenti.

***

Episode 4

“Oh Ki Chul, kau barusan dari ruang BK? Apa yang guru Bong katakan?” Tanya Ye Rim kepo.

“Tidak ada yang spesial.”

“Tidak ada yang aneh?”

“Tidak ada!”

***

Diatap sekolah, oh Ki Chul mengingat kembali pertarungannya dengan Sang Tae. Ia menendang batu yang membuatnya jatuh sebelumnya. Ia lalu berlatih lagi.

“Keparat yang meremehkan aku, kunyuk yang tertawa dibelakang ku. Begitu aku jadi bos, mampus kalian!”

***

Diatap sekolah, pertarungan dimulai.

“Fight!!”

Oh Ki Chul bisa menahan serangan Sang Tae lebih lama. Tapi ia tetap kalah.

Ia terbangun lagi di ruang BK.

“Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.” Kata guru Bong.

***

Oh Ki Chul berlatih lagi dan lagi.

Karena ia sudah tau gerakan gerakan Sang Tae dalam pertarungan, ia mengalami kemajuan

Ia akhir nya berhasil.

“Oh Ki Chul menang!!’ semua mengelu elukannya. Ia difoto oleh Sang Woo

***

Setelah menjadi bos Yosan, ia memiliki segalanya termasuk cewek Sang Tae. Ia jadi semena mena lebih dari Sang Tae.

“Kau lebih buruk dari Sang Tae, harusnya tidak begini.” Kata Gyeong Jin protes, ia dipukuli oleh Oh Ki Chul

***

Ye Rim dan Sang Woo kembali mengecek foto foto dikamera. Disaat pertarungan oh Ki Chul ternyata, guru Bong juga ada disitu.

***

Oh Ki Chul mendapatkan penantang baru. Ia bertarung dan kalah.

Ia terbangun lagi di ruang BK di jam 11:05

“Lama tak jumpa Oh Ki Chul.” Kata guru bong

“Apa yang terjadi?”

“Kau kembali ke jam 11:05 kalau kalah, kau ingat? Sang Tae menunggumu ”

***

Pertarungan seakan tidak ada akhir bagi Oh Ki Chul. (Digebukin tiap hari itu Khan menyakitkan😓).

Ketika dia berhasil memenangkan pertarungan, maka muncul lagi penantang baru yang lebih kuat dan kuat.

Ia putus asa dan bosan dengan semua itu. Tapi ia tidak punya pilihan, ia harus menang.

***

Gyeong jin datang bersama Sang Tae dan penantang penantang lainnya yang pernah dikalahkan Oh Ki Chul.

Mereka mau mengeroyok Oh Ki Chul.

“Peraturan No.4. pertarungan hanya satu lawan satu.”

“Peraturan dibuat untuk dilanggar!” Kata Gyeong jin bengis.

“Gyeong jin kau kenapa?”

“Aku pikir jika kau jadi bos, SMA Yosan akan jadi lebih baik.”

“Aku minta maaf”

“Apa gunanya minta maaf?”

Oh Ki Chul babak belur dikeroyok. Ia lari pergi ke ruang BK. Ia minta guru Bong menghapus stempelnya.

“Kau sudah membuat keputusan, apapun yang terjadi kau tidak boleh menyerah!” Kata guru bong dingin.

Oh Ki Chul dilempar keluar ruangan. Ia dikejar kejar lagi

Ia lari sampai disuatu ruangan dengan kaca besar disitu.

“Oh Ki Chul ayo keluar pengecut!!”

Mereka menemukannya.

“Oi, oh Ki Chul bos kami huh?!” Kata mereka mengejeknya.

Mereka kembali mengeroyoknya. Aaaaaaa…!!!

***

Ruang 2-3

Sang Woo melihat cap stempel ‘fight’ di bangku kosong.

‘kenapa ada 2 bangku kosong dikelas kita?” Tanya ye Rim heran. Ia lalu pergi ke ruangan BK.

“Bukankah itu stempel seperti di bangku kelas itu?” Tanya sang Woo.

Mereka mulai membuka laci milik guru Bong.

Ada file surat kontrak. Ada nama Kim Seul Gi dan Oh Ki Chul. Tertulis disitu. “Kontrak selesai”

***

Bersambung episode 5-6

Sinopsis Nightmare Teacher eps 1-2

Episode 1

“Ayo bangun! 1..2..3..”

Ckrek! Bunyi kamera

Sang Woo sedang memfoto seorang gadis, Ye Rim, dia adalah ketua kelas.

“Hei, Sang Woo!”

“Hei, sebelum tidur kamu makan ramyeon ya? Wajahmu tembem banget.” Goda Sang Woo

“Saat kau tidur, aku mengambil alih tugasmu sebagai ketua kelas dan bawa jadwal kelas. Kudengar hari ini jam kosong.”

“Apa?”

“Wali kelas kita dirumah sakit. Dengar dengar dia kepleset ditangga. Pinggangnya jadi…” Sang Woo memberi isyarat ‘bengkok’.

“Benarkah?”

Karena wali kelas perlu dioperasi, ia akan digantikan seorang guru pengganti.

Ye Rim berusaha merebut kamera Sang Woo.

Teman teman dikelas terkadang punya pengalaman aneh. Kalau ada perang, apa yang terjadi? Meskipun terjadi gempa, tak apa apa Khan? Andai aku bisa mengubah dunia ini, akankah dunia ini lebih baik? Mimpiku… Kapan akan jadi kenyataan? Kalau aku berdoa sungguh sungguh, akankah terkabul?

Kelas 2-3

“Hei, hei, disekolah kita ada murid yang tidak terlihat, tau tidak?”

“Benarkah?”

“Karena tidak terlihat, jadi orang lain tidak bisa melihat nya.”

“Oh, menakutkan. Tidak mungkin dikelas kita Khan?” Katanya sambil tertawa cekikikan.

Kata kata itu adalah sindiran untuk Kim Seul Gi, murid yang diabaikan dikelas bahkan cenderung dibully.

***

Guru pengganti datang, ia memperkenalkan diri, namanya Han Bong Gu.

Sang guru ingin mengenal tiap tiap murid, jadi ia akan mengadakan konseling. “Siapa yang mau Konsul pertama?”

“Aku.”

Semua memandangi Kim Seul Gi, padahal bukan dia yang menjawab. Tapi ia dikerjai murid dibelakangnya.

“Kim Seul Gi, absen no 6. Datanglah kekantor bapak jam 2 siang.”

***

Saat makan siang, Seul Gi dijegal oleh temannya.

Sang Woo datang membela, “Tidak sopan! Siapa yang menjegalnya?”

Semua berpura pura tidak tahu. Seul Gi menangis.

***

Ruang BK

“Murid yang ada tapi tidak terlihat.” Kata guru Bong.

Hal itu membuat Seul Gi tidak nyaman. Ia mau pergi.

“Kenapa?bapak mengatakan yang sebenarnya. Kamu tersinggung?”

Seul Gi tersinggung.

Ternyata guru Bong sudah tahu bahwa sejak 5bulan lalu ia dibully dan dikucilkan.

“Sebetulnya kamu ingin membalas anak anak itu Khan?”

“Saya rasa ini sudah keterlaluan.”

“Mereka yang dibully dipaksa pindah sekolah, sementara yang membully tidak mendapatkan hukuman.” Kata guru bong menghasut.

Ia lalu memberi sebuah kertas berupa bagan pertemanan.

Seul Gi membukanya, terdapat nama nama murid dikelasnya. Ia mulai menarik dua garis.

***

“Seul Gi-ya, sudah membuat PR bahasa Inggris?”

“Sudah.”

“Syukurlah, aku nggak ngerti yang ini. Bisa ajari aku? Ayo lah, kau Khan jago bahasa Inggris.”

Seul Gi masih terpana

“Hei, kemarin lihat Music Bank nggak?”

“Nggak, kenapa?”

“Daebak, Park B kemarin comeback lho!”

“Benarkah?”

“Seul Gi, kau juga gak lihat?”

Seul Gi mulai menangis. Ini pertama kalinya ia diajak ngobrol.

“Hei, kenapa nangis?”

“Tidak, hanya bahagia saja.”

Mereka mulai menghibur Seul Gi.

Go Eun Na, menegor mereka karena menghiraukan Seul Gi.

“Go Eun Na, sudah hentikan!”

“Kalian lupa, anak seperti apa dia?” Eun Na ngotot

“Kita juga salah, sudah hentikan saja.”

“Anak anak menerimamu, senang?! Bagaimanapun pengkhianat tetaplah pengkhianat.” Kata Eun Na ketus.

***

Seul Gi memasuki ruang BK, ia ingin meminta bagan pertemanannya .

Guru Bong mau memberikan bagan itu jika Seul Gi mau menandatangani kontrak.

“Akan saya lakukan.”

Jarinya tiba tiba tersayat dan berdarah, tetesan darahnya membentuk namanya di surat kontrak.

“Kontrak disepakati.”

Dentang jam berhenti.

***

Episode 2

“Mulai sekarang, kalau kau menggambar garis, 2 orang itu akan saling berhubungan. Kau beri tanda X digaris, maka hubungan akan berakhir. Hubungan yang telah diputuskan tak bisa diperbaiki lagi. Jadi, pikirkan baik baik sebelum kau gambar garisnya ”

***

Seul Gi mulai menggambar, ia memutuskan persahabatan Eun Na dengan Park Byul dan A Yong.

Seakan kesirep, Park Byul dan A Yong tidak menghiraukan Eun Na.

“Kau ada tapi tidak ada yang melihat mu” kata Seul Gi membalas dendam.

“Tunggu saja, nerakamu baru saja dimulai!” Ancam Seul Gi.

***

Seul Gi mulai menggambar pertemanan, lagi dan lagi. Ia juga memutuskan hubungan pertemanan Eun Na dengan semua orang.

Seul Gi mendadak jadi cewek gaul. Sebaliknya Eun Na benar benar terkucil.

Seul Gi juga menggambar pertemanan dengan Sang Woo, baginya Sang Woo keren karena membantunya dulu.

Sang Woo yang selalu mengekori Ye Rim, kini ganti mengekori Seul Gi.

***

Ye Rim merasa ada yang aneh dengan teman teman sekelasnya.

Ia menanyakan langsung pada Seul Gi.

“Entah kenapa teman teman bertingkah aneh.”

“Soal apa?”

“Eun Na tiba tiba jadi pendiam. Sang Woo tidak sehiper biasanya. Dikelas situasinya benar benar berbeda. Tapi.. mereka semua aneh kecuali kita berdua.”

“Entahlah aku tidak tahu”

“Aku juga tidak tahu, tapi entah kenapa aku merasa kamu tahu mengenai hal ini.”

Seul Gi marah, ia tersinggung dicurigai oleh Ye Rim.

***

Saat makan siang, Eun Na dijegal. Ia frustrasi dan marah, tapi semua orang pura pura tidak tahu apa yang terjadi.

***

Seul Gi punya banyak teman, semua menyukai nya. Tapi ia merasa kosong, mereka seperti robot.

Ia memandang Eun Na yang terkucilkan, ia merasa kasihan.

***

“Kau tanya apa bisa dibatalkan?” Tanya guru Bong mengulang.

“Iya.atau boleh saya ganti bagannya dengan yang baru?”

Ternyata Sang Woo ada diatas bersama Ye Rim, mereka memfoto Seul Gi yang sedang berbincang dengan guru Bong.

“Tidak bisa, pikirkan baik baik saat menggambarnya, masih ingat?” Jawab guru Bong.

Guru bong juga mengingatkan bahwa bagannya sudah kena air. Begitu garisnya rusak, maka Seul Gi tidak akan bisa memperbaikinya.

(gambar bagannya sudah ruwet😳)

***

Ye Rim dan Sang Woo mengecek hasil jepretan nya. wajah guru Bong buram.

***

Dikelas, semua anak memperebutkan Seul Gi. Seul Gi ditarik kekanan dan ke kiri sampai bagannya terjatuh dan terinjak injak.

Seul gi berlari menyembunyikan diri. Ia menuju atap sekolah.

Ternyata disana sudah ada Eun Na yang akan bunuh diri.

“Eun Na turunlah.”

“Seul Gi, kau senang sekarang? Setelah membuat yang lain memperhatikan mu dan membuatku menjadi murid tidak terlihat?”

“Tidak, aku tidak senang sama sekali. Aku hanya ingin kembali seperti dulu.”

Seul Gi mengulurkan tangannya, “turunlah!”

Eun Na menerima uluran tangannya, Seul Gi tampak senang.

“Kau ingin kembali seperti dulu? Satu satunya cara, kau pergi saja dari hadapanku supaya aku tidak perlu melihat mu lagi!” Kata Eun Na ketus

Eun Na berbisik, “kau mati saja!” Ia meninggalkan Eun .

***

Teman teman datang mengerubuti Seul Gi Lagi, ditarik kekanan dan ke kiri, bagan jatuh di lantai yang becek, lalu terinjak injak.

Seakan kesirep, semua teman pergi meninggalkannya. Ia benar benar tidak di acuhkan. Ia kembali menjadi murid tidak terlihat.

Seul Gi pun melompat dari atap tanpa ada yang mempedulikannya.

Hingga kemarin, pasti ada salah satu dari teman kami yang menghilang. Entah berapa kali kupikirkan, teman itu namanya tidak aku ingat, atau seperti apa dia padaku. Aku tidak ingat apapun. Apa semua ini benar benar terjadi? Ataukah ini semua hanya mimpi buruk?

***

Guru Bong membopong mayat Seul Gi.

***

Sang Woo kembali menggoda Ye Rim, ia memotret ye rim berkali kali.

“Kau ini!.. dasar!”

Ye Rim merapikan bangku kosong. Di mejanya ada tertulis, “Jangan keruang BK”

***

Seul Gi berteriak teriak dari dalam kaca (jiwanya terjebak didalam kaca🤪)

***

Bersambung episode 3-4