Seorang wanita duduk diatas ranjangnya, Lisa. Ia melihat sesosok hantu ada di kamarnya ia segera mengambil obat diatas lemari dan meminum nya.
“Ibu” anaknya tiba tiba datang.
“Apa yang kau lakukan sayang? Apa kau bermimpi buruk?”
“Aku bermimpi tentang ayunan. Apa kita akan membeli rumah baru?”
“Itu alasannya, kurasa ayahmu akan membuatkannya untukmu”
***
Perjalanan ke rumah baru. Dikelilingi pohon, taman dan halaman belakang.
16 Juni 1993
Semua membereskan barangnya masing masing.
Lalu bibi Joyce mengunjungi mereka.
Ketika malam hari, mereka berbincang bincang, si anak melihat bayangan didekat mobil Van tua.
“Siapa yang tinggal disana?”
“Hanya seorang pria tua.”
***
Heidi curhat pada bibinya. Ia melihat ibunya sedang menangis.
“Ibumu kadang kadang merasakan sesuatu tapi ia tidak mau menghiraukannya.”
“Seperti apa?”
“Lihat kesana?”
“Kayu?”
“Bukan secara spesifik tapi keseluruhan.”
Heidi memejamkan mata, ia mendapatkan sebuah bayangan, bayangan beberapa orang secara tersamar.
“Aku merasakan sesuatu.” Kata si gadis cilik.
“Bukan salahmu terlahir seperti itu sayang, seperti ibumu, aku dan nenekmu. Kau punya sinar disekitar mu.” (Maksudnya indigo kali ya🤔).
***

Lisa, berendam di bathtub, bukan mandi, tapi ia mencari ketenangan disitu. Ia melihat bayangan ibunya .
“Mama”
“Dengar Lisa, ada yang harus aku katakan padamu. Jadilah anak baik! Dengarkan aku!”
Lisa kaget, itu hanyalah mimpi.
Suaminya membangunkannya.
***
22 Juni 1993
Heidi mengendarai sepeda, kakinya kurang panjang jadi dia kesulitan mengendalikan sepedanya. Ia berhasil mencapai keseimbangan ketika sesosok hantu wanita menampakkan diri padanya. Ia terjatuh.
Seorang pria tua memakai jas mendekati nya
***
Bibi Joyce melihat sepeda keponakannya ditengah jalan. Ia mengembalikannya ke Lisa. Lisa, panik! (Lalu Heidinya kemana?🤔)
Tiba tiba Heidi datang.
“Heidi kamu dari mana?”
“Aku tidak perlu mengatakannya.”
“Siapa yang mengajarimu mengatakan itu?!” Lisa kesal.
“Tuan Gordy.”
“Siapa tuan Gordy?” Lisa bingung
“Pria yang kutemui, dia bilang ada ayunan dihutan, sama seperti dimimpiku. Kau ingat ibu?”
“Oke, baiklah.” Lisa memeluk putrinya, tapi dalam hatinya ia tidak percaya.
***
Lisa, joyce, Heidi dan ayahnya mendatangi tempat yang ditunjuk tuan Gordy pada Heidi.
“Tidak ada ayunan disini”
“Sekarang tidak ada, tapi dulu ada ayunan disini.” Kata ayah Heidi setelah melihat ada bekas rantai ayunan diatas pohon.
“Tuan Gordy juga mengatakan ada banyak uang didalam kereta ”
“Sayang, jika tuan Gordy datang lagi, kamu bisa berteriak sekencang kencangnya, kamu mengerti?” Kata Lisa menasihati putrinya.
***
Heidi berbicara sendiri, Lisa melihatnya
“Mereka pikir kau orang jahat. Tapi kau bukan, iya Khan?” Kata Heidi pada seseorang yang tidak terlihat .
“Heidi! Apa itu tuan Gordy yang bicara denganmu?, ” Tanya Lisa
“Kenapa kau tidak bilang kalau kau punya teman imajinasi?”
“Tuan Gordy benar benar ada.”
“Hentikan itu! Aku tidak mau lagi mendengar pembicaraan tentang tuan Gordy!”
***
Andy dan Joyce menggali sesuatu dihalaman rumah.
Lisa mengomel, pada mereka. Mereka melakukan sesuatu yang tidak jelas, sedangkan Heidi menceritakan hal yang tidak masuk akal tentang tuan Gordy.
Andy lalu menunjukkan uang koin yang banyak, seperti yang dikatakan Heidi, uang koin kuno.(Oh, ternyata Andy benar benar membuktikan perkataan Heidi 🤑).
***
Ibu Lisa, Lisa , Joyce dan Heidi sebetulnya adalah indigo. Hanya saja Lisa tidak mau mengembangkan kemampuan itu, ia merasa tertekan dan selalu minum obat agar ia hidup seperti orang normal.
Lisa mencoba menggunakan kemampuan nya lagi, ia menerawang. Ia benar benar melihat bayangan laki laki. Iapun ketakutan.
***
24 Juni 1993
Bibi Joyce membawa sebuah berkas dari sumber terpercaya. Sebuah surat tanah
“Lihat list paling bawah. Keluarga Gordy memiliki tanah ini selama lebih dari 200 tahun…Dan GH Gordy adalah keturunan terakhir pemilik. Lalu bank menyitanya ditahun 1700an” kata bibi Joyce.
***
Agar Lisa percaya, Joyce mengajak Lisa membuktikan kebenaran kata katanya.
Joyce menaruh berbagai foto pria tua dimeja. Termasuk gambar tuan Gordy yang berasal dari artikel koran.
“Heidi, kemari sebentar!”
Heidi datang,
“Kami mau mencarikan suami untukmu.” Kata bibi Joyce bercanda.
Karena semua foto adalah orang tua,
“Kau bercanda. Kau saja yang menikah!” Heidi protes
“Lihat lah baik baik.”
Heidi kemudian melihat foto foto itu baik baik, ia mengambil sebuah foto dari gambar artikel koran.
“Kau mengenal pria itu?”
“Ini tuan Gordy” kata Heidi berbisik pada Joyce, ia tahu ibunya akan marah jika mendengar tentang tuan Gordy.
“Sudah kubilang, dia nyata dan kau tidak percaya padaku.” Kata Heidi pada Lisa dengan kecewa.
Lisa meremas artikel koran dan pergi dengan marah.
***
“Anakku tidak akan berbicara dengan orang mati.”
“Dia mengenali wajah tuan Gordy diantara 50 gambar lainnya. Itu menjelaskan sesuatu!”
Lisa marah pada Joyce karena telah mempengaruhi Heidi agar mengembangkan kemampuannya melihat hantu.
Sedangkan Joyce kecewa pada Lisa yang lebih suka meminum pil daripada menerima kenyataan kalau mereka indigo.
“Tidak ada yang salah dengan Heidi! Itu sudah ada pada dirinya.” Bela Joyce
***
Pastur Joan Wells datang bertamu. Setelah berbicara panjang lebar akhirnya ia membahas tentang sejarah tanah disitu.
“Tanah ini istimewa, karena banyak sisa peninggalan masa perang. Ini bekas stasiun. Kau pasti tau itu.” Kata pastur
“Ya, seperti jalur kereta?” Kata Andy.
“Maksudmu, seperti jalur kereta bawah tanah? Yang digunakan untuk membantu para budak melarikan diri” Tanya Lisa
“Itu benar. Mereka dikenal sebagai pemilik stasiun. Yang paling terkenal ada disini, tepat ditanahmu. Dia penyendiri tapi dia suka mengobati orang sakit”
“Dia benar benar menahan para budak ditanah ini?”
“Ya”
Lalu pastur menceritakan tentang kejahatan tuan Gordy.
“Tapi tuan Gordy baik padaku.” Heidi membela tuan Gordy.
Si pastur memandang dengan pandangan aneh.
***
Ketika menjemur pakaian dimalam hari, Joyce melihat ada lentera yang menyala ditengah hutan. Ia mendekati lentera itu.
Lentera mati tertiup angin, tapi ia menemukan sebuah kain bergambar pohon warna merah. Sesosok hantu mengikutinya. Ia lari.
***
Heidi berjalan ditengah hutan, tuan Gordy ada disitu. Ketika mereka sedang berbincang, Andy datang.
Andy mau menunjukkan sesuatu, yaitu anjing yang lucu. Namanya chief. Heidi sangat menyukainya.
***
Chief menghilang. Andi dan Heidi mencarinya kehutan.
Chief ada didalam sebuah kotak tua. Andy berusaha mengeluarkan nya. Setelah keluar, chief malah lari.
(Bagaimana Chief bisa masuk kesitu?🙁)
***
Heidi melihat sesuatu, ia berjalan ke arah ayunan.
Diayunan itu ia melihat pria negro sedang duduk disitu.
Disitu juga ada seorang pria yang mukanya tertutup kain, digantung!
Heidi ketakutan, untung ayahnya menemukannya.
Andy mengamati seksama, tidak ada apa apa disitu.
***
Baik Lisa maupun Heidi bermimpi. Banyak orang lebih tepatnya hantu berkumpul, suara ibu Lisa mengatakan.
“Jangan takut, biarkan mereka masuk!”
Lisa langsung terjaga.
***
22 Juli 1993
Heidi mengobrol akrab dengan seseorang yang tidak terlihat
“Benarkah orang orang akan datang? Orang seperti apa?”
Andy mendekati Heidi
“Kau berbicara dengan siapa?”
“Tuan Gordy”
“Benarkah? Tanyakan tentang uangnya” goda Andy.
“aku tidak bisa, dia sudah pergi”
“Tanyakan lain kali saja.”
“Dia bilang orang orang akan datang.”
“Siapa?”
Tiba-tiba seakan ada orang disekitar situ. Andy dan Heidi mencarinya, ia melihat sebuah puing puing stasiun lama.
Disitu ada seorang nenek buta berkulit hitam yang sedang melakukan pemujaan.
“Nenek, kau baik baik saja?” Seorang pria muda muncul. Dia kaget ada Andy dan Heidi disitu.
“Saya Francis. Ini nenek saya, mama Kay.” Dia memperkenalkan diri.
“Ini properti nya. Apa kau melewatinya?”
“Ya, kami diberitahu kalau boleh kesini.”
“Omong kosong. Oleh siapa?.” Kata Andy
“Seorang wanita dijalan kecil. Dia bilang dia saudaramu dan ia menjual ini.” Ia menunjukkan sebuah kain dengan gambar pohon warna merah.
“Saudara ipar.”
“Francis, bantu aku duduk, aku ingin bicara dengan gadis kecil itu.” Kata si nenek
Mama Kay memanggil heidi agar mendekat padanya
***
“Kenapa kau datang kesini?sengaja hanya untuk membeli selimut tua?” Tanya Andy pada Francis
“Dulu sekali, selimut tua ini dijadikan sebagai alat supaya selamat dihutan ini.”
“Selamat dari siapa?”
“Leluhur mama Kay, salah satunya ibuku juga. Apa kau tidak tahu dimana kau tinggal tuan..?” Tanya Francis balik.
“Pastur bilang, kami akan mendapat tamu dari rel bawah tanah itu.”
“Ini adalah salah satu stasiun. Mama Kay selalu ingin datang ketempat ini.”
***
“Tadi kau bilang pada ayahmu, apakah dia juga bisa melihatku…Itu berarti kau sudah melihat sesuatu yang istimewa.” Tanya nenek pada Heidi.
“Ibuku selalu menyuruhku untuk tidak berbicara tentang ini.”
“Tapi kau harus berhati hati dengan karunia seperti itu. Karena kadang kadang iblis mengambil orang orang seperti mu.”
***
“Kau ceritakan padaku semua hal tentang properti ku.” Kata Andy
“Ya, tuan. Tepat disini, menunjukkan masa lalu.”
***
Bersambung part 2