Sinopsis Nightmare part 1

Seorang pria bersiap siap pulang kerja. Ia naik lift tiba tiba liftnya anjlok, ditengah kepanikannya ia melihat bayangan setan dikaca lift.

*** Nightmare ***

Beberapa petugas membuka pintu lift.

“Kamu tidak apa apa?”

Tapi ia tidak menghiraukan mereka dan berjalan menuju parkiran mobilnya.

Sambil mengendarai mobilnya, ia mendengar kan siaran radio.

“Salah satu teman meninggalkan pesan dia berkata padaku, dia sering susah tidur. Dia ingin tahu apakah susah tidur bisa menular? Sebab dia menyadari satu persatu rekannya mulai susah tidur. Jika teman ini sedang mendengar acaraku. Yang ingin aku katakan padamu, aku juga tertular olehmu. Sebab aku mulai susah tidur. Jika benar begitu bisa membuat kamu merasa lebih nyaman, aku bersedia setiap malam menemanimu.”

***

Pria itu memarkir mobilnya lalu masuk kerumahnya.
Selesai mandi, ia tidak kunjung mengantuk.

Dipandanginya fotonya bersama kekasihnya (si penyiar radio).

Pria itu terjaga lagi! Ia mencoba tidur di sofa, tapi tetap tak bisa terpejam.

Ia keluar di balkon, ia memandangi seorang gadis yang sedang melukis disitu.
Gadis itu tinggal didepan gedung apartemennya, tepat satu lantai dibawahnya, jadi ia lebih leluasa untuk memandanginya.

Ia mengamati tiap gerak gerik wanita itu, ia terpesona.

Gadis itu berjalan ke balkonnya dan menikmati pemandangan bulan. Tiba tiba pembunuh datang dengan cepat membacoknya dan melemparkan gadis itu ke bawah.

Pria itu kaget, dan langsung lari menuju gedung sebelah…

“Pak, kamu melihat seorang pria?” Tanya nya pada petugas keamanan.

“Pria apa?”

“Pembunuh!”

Tung Ce lari mencari mayat si gadis, tetapi tidak ada. Bekas darah pun tidak ada.

“Mayat itu menghilang! Aku melihat seorang wanita didorong kebawah, mayatnya harusnya disini!”

“Apa?”

“Aku tinggal dilantai 26 dan wanita itu dilantai 25, aku melihat dengan jelas!”

“Lantai 25? Lantai 25 tidak ada penghuninya.”

“Tidak mungkin! Setiap hari aku melihat nya!”

Mereka berdua akhirnya masuk ke apartemen gadis itu. Dan memang kosong, tidak berpenghuni.

Tiba tiba ia terbangun dari mimpi buruknya.

“Sepertinya tidak cukup tidur.” Seorang wanita memberinya minuman, wanita itu kekasihnya.

Tung Ce lalu mengeluhkan pekerjaannya yang membuatnya lelah.

Ia kembali berbaring. Dia merasa kekasihnya agak berbeda, cara bicaranya seperti psikolog.

“Kemarin kamu memberitahuku, didepan rumahmu tinggal seorang wanita cantik.”

“Dia selalu muncul dimalam hari.”

Ia kembali menceritakan hari hari dia sibuk dan tidak dapat tidur. Ia menghirup udara segar dan melihat wanita itu.

“Aku jelas jelas melihat seseorang mendorong nya, tapi mayatnya tidak diketemukan. Dia biasanya muncul dimalam hari”

“Sudah berapa lama?”

“Sekitar sebulan.”

“kamu tau apa saja tentang wanita itu?”

“Aku bisa merasakan apa yang sedang dipikirkannya.”

Pria itu mulai bercerita dengan frustrasi.

“Kamu benar benar kelelahan, tidurlah dengan baik.”

***

Tung Ce pergi ke kampung halamannya. Ia naik bus.

Ditengah jalan, ia melewati sebuah rumah. Rumah dengan turbin didepannya, tampak tidak asing baginya.

Ia kembali berjalan, seorang pria yang agak kurang waras dengan sisir dikepalanya menyapanya.

“Besok, aku akan menikah, jangan lupa datang ya.” Sapa pria kurang waras itu.

“Baiklah.” Jawabnya tersenyum.

***

“Paman.”

“Sudah pulang ya?”

“Aku akan siapkan makanan.”

“Malam ini akan aku traktir makan.”

Mereka berbincang bincang. Paman nya adalah seorang guru. Paman juga menyuruhnya membawa kekasihnya kesitu, karena pamannya bisa melihat dari wajah, mereka berjodoh atau tidak.

“Tertulis juga diwajahnya paman, paman masih bujangan.” Godanya

Mereka terlihat sangat akrab.

***

Ketika dikedai makanan, mereka bertemu kepala desa.

Kepala desa menyapanya dan bercerita tentang masa kecilnya. Bagaimana pamannya begitu menyayanginya, bahkan saat ia tiba tiba jatuh sakit. Pamannya menggendongnya sampai tangannya hampir patah.

Seorang pria mengawasi mereka.

***

Ia terbangun lagi dimalam hari, lalu keluar dan menyusuri jalan dekat sungai menuju sebuah rumah. Ia melihat seorang anak kecil kerumah turbin itu.

Ia memasuki rumah itu, kosong seperti lama tidak dihuni.

Ia mengintip dicelah, ada seorang gadis, gadis itu dibacok sampai mati oleh seseorang, ia tidak melihatnya jelas.

Ia terjaga lagi! Ternyata itu hanya mimpi.

Kekasihnya ada disebelahnya, “kamu sudah tertidur selama lebih dari dua jam”

“Tadi kamu cerita tentang desamu.”

“Tadi aku mimpi kembali kedesaku, itu sama seperti masa kecilku.”

“Aku ingin menemani kamu kembali kedesamu.” Kata Yi Fan.

Mereka berbincang lagi.

“Kapan ye Kwan pindah?” (Oh jadi gadis yang didepan rumah pria itu namanya ye Kwan ๐Ÿค”, kok tau? Kenalan aja nggak)

“Satu bulan yang lalu, nenekku meninggal. Aku kembali ke desa. Aku membawa barang barang lamaku, aku bawa pulang.”

Sejak itu, ia mulai melihat ye Kwan didepan rumah. Wajahnya cantik.

(Ingatan si pria ini tampaknya berantakan๐Ÿคจ).

“Kamu mau dengar ini?” Yi Fan memutarkan sebuah lagu lama.

Tung Ce pernah mendengar lagu itu ketika masih kecil. “Saat itu seorang pria nyanyi lagu ini” katanya.

***

Flashback

Suatu hari datang sepasang suami istri. Pria itu dikirim untuk mengawasi air didesa kami. Istrinya cantik sekali. Si pria namanya Chien Kuo dan istrinya bernama Ro Siau Ye.

Mereka tinggal dirumah dengan turbin didepannya.

Kepala desa datang bersama asistennya menyambut mereka.

Anak anak kecil berkumpul didepan rumah turbin memandangi Siau Ye.

Seorang pria yang sedang membawa traktor nyungsep ke sawah karena terpesona kecantikan Siau Ye. Siau ye tersenyum.

Melihat Siau ye, pria itu langsung menyisir rambutnya.

Depan rumah Siau ye juga semakin ramai, banyak laki laki nongkrong disitu untuk sekedar memandang Siau ye.

“Kudengar Yen er punya penyakit, tak punya istri. Dia suka pada Siau Ye.”

“Lalu?”

***

Flashback

Chen Kuo disungai mau menangkap ikan. Ia menggunakan alat setrum ikan. Tapi sayang, ia kesetrum lalu mati.

Setelah kematian suaminya, Yen Er (pria yang suka menyisir rambut) itu datang dengan mabuk. Ia mengintip Siau Ye yang sedang mandi. Siau ye memergokinya, lalu mengusir Yen er dan mengancamnya pakai golok. Hal itu disaksikan oleh beberapa warga.

Ketika pagi hari, tukang sayur menemukan Siau ye dilantai tertutup bantal dengan bersimbah darah..

Diadakanlah interogasi, adik kepala desa yaitu Yen er, menjadi tersangka. Tapi karena kurang bukti dan Yen er jadi gila, akhirnya dibebaskan. Kasus itu tidak pernah terungkap.

***

“Pernahkah kau berpikir, Ye Kwan adalah Siau Ye?”

Ia mulai membandingkan

“Aku tidak bisa bedakan itu mimpiku atau kenangan ku.”

“Memori itu seperti puzzle, kamu mempersatukan satu demi satu. Ketika dikumpulkan akan menjadi gambar yang sempurna. Lalu ye Kwan ada diantara nya.”

“Jadi maksudmu, aku yang membuat ye Kwan?”

“Bagaimana kalau kita kedesamu dan bermain puzzle?”

***

Mereka turun bus. Menyusuri jalan, melewati rumah turbin.

“Mengapa disini seperti mimpiku?”

“Disini kita menemukan potongan puzzle nya”

“Aku merasa masih bermimpi.”

***

“Tung ce! Bawa istri pulang ya?” Sapa Yen er, sisir masih nyangkut di rambutnya.

***

Depan rumah paman, siswa siswi sedang bermain. Ada yang terjatuh jadi paman mengobati nya.

“Ini pacarku Yi fan.” Kata Tung ce mengenalkannya pada pamannya.

***

“Berapa lama kamu tinggal disini?” Tanya Yi Fan

“Aku besar disini, aku tinggal bersama nenek.”

“Bagaimana pamanmu? Dia hidup sendiri?”

” Waktu muda, pamanku tampan sekali. Saat itu dia patah hati jadi tidak ingin punya istri. Kasus Siau ye terjadi setelahnya.”

***

Mereka berjalan menuju rumah pensiunan polisi (pria ini yang mengawasi dikedai makanan). Dia dulu adalah polisi yang mengusut kasus pembunuhan Siau ye.

“Kami Tung ce, keponakan guru Feng. Kami ingin bicara sesuatu.”

Mereka membicarakan peristiwa pembunuhan Siau ye. Polisi itu tampak gugup.

“Aku gagal pecah kan kasus itu. Yen er jadi gila. Banyak kecurigaan sulit dibuktikan.”

Polisi itu mulai membuka berkasnya lagi.

“Siapa pelakunya jika bukan Yen er?”

***

Flashback

Yen er sisiran lalu mendatangi lagi rumah Siau ye.

“Siau ye .. panggilnya.”

Siau ye terbaring berselimut diranjangnya.

Ia mulai menggerayangi wanita itu, ketika selimut ia buka, ternyata Siau ye sudah berlumuran darah. Ia menginjak darah dan lari ketakutan

“Menurut catatan ini, jejak darah Siau ye ditemukan di sepatu Yen er. Siau Ye tewas dibacok tapi tidak ditemukan senjata yang membunuhnya.”

“Setelah Siau ye tewas, Yen er jadi gila. Tidak ada bukti, terpaksa melepasnya,”

“Terus terang, aku mengawasi seseorang. Salah satu orang didesa kita.” Katanya lagi.

***

Bersambung part 2 ya

Dong Hua Dijun and Bai Feng Jiu love story part 8 _ end

Persidangan dimulai..

Su jin menceritakan kisahnya dengan wajah tidak berdosa.

Tapi bukti bukti dan saksi yang terlibat justru memberatkannya.

Kaisar menjadi kecewa karena sandiwara Su Jin selama ini. Ia dihukum menjadi penjaga lonceng kaisar timur di sungai Ruoshi. Tapi kaisar langit masih baik, mata Su Jin diganti mata ikan. (Mata ikan?๐Ÿ™„)

(Sukurin… ๐Ÿ˜)

***

“Ada yang ingin kau katakan?” Tanya Dijun pada Feng Jiu.

“Aku ingin bertanya.”

“Tanyalah.”

“Seandainya, kau tidak menghapus namamu di batu tiga reinkarnasi. Apa kau akan jatuh cinta padaku?”

Dijun langsung pergi

“Kau belum menjawab ku!” Feng Jiu protes.

“Aku mengatakan kalau kau boleh bertanya, aku tidak bilang akan menjawabmu.” (Hadeh,๐Ÿ˜ช Dijun mah seenaknya sendiri).

Feng jiu kembali mengikuti nya.

“Kenapa kau terus mengikuti ku?”

“Kau tidak menjawab, jadi aku akan terus disekitar mu.”

“Jika begitu, terserah kamu.”

Dijun dan Si Min menuju sungai ruoshi diikuti Feng Jiu.

Kali ini, Dijun tiba tiba menghentikan langkahnya dengan sengaja, tentu saja Feng Jiu menabrak nya lagi. Dijun tersenyum dan geleng geleng kepala.๐Ÿ˜

“Si Min, apapun yang terjadi, kau harus lindungi putri kecil.” Pesan Dijun. ๐Ÿค—

“Siap”

***

(Oh ya, Qin Cang, memperoleh kekuatan tambahan karena 2 anaknya sudah mati. Kekuatan anaknya terakumulasi ditubuhnya. Ia menjadi kuat dan sebentar lagi akan keluar dari lonceng kaisar timur)

Karena aktivitas lonceng tampak aneh, Dijun memerintahkan Si Min agar mencari Zhe Yan dan Ye Hua di Qing Qiu.

“Dijun, aku bisa mantra pelacak jiwa. Bagaimanapun kau kehilangan kekuatanmu. Jadi biarkan aku melakukannya.” Feng Jiu menawarkan diri memeriksa kondisi Qin Cang dalam lonceng.

Feng Jiu menggunakan kekuatanya melacak Qin Cang. Tapi loncengnya Kosong! Feng Jiu terlempar dan ditangkap Dijun.

Qin Cang berhasil keluar.

Dijun menggunakan sisa kekuatannya untuk membuat perisai baginya dan Feng Jiu.

Untunglah Ye Hua segera datang. Ye Hua bertarung dengan raja iblis. Ia berhasil mengalahkan raja iblis. Tapi karena lonceng kaisar timur terbuka, lonceng itu mulai menyedot bumi. Tapi ye Hua menggunakan jiwanya untuk menyegel lonceng kaisar timur seperti yang pernah dilakukan Mo Yuan.

(Three lives three world berakhir happy ending kok, ye Hua berhasil hidup lagi dan menikah dengan Bai Qian)

***

Setelah semuanya reda,

“Mengenai pertanyaanmu sebelumnya.” Kata Dijun

“Pertanyaan ku?”

“Seandainya, aku tidak menghapus namaku di batu tiga reinkarnasi..Ya, aku akan jatuh cinta padamu.”

Dijun lalu pergi meninggalkan Feng jiu yang menangis.

***

Feng Jiu dinobatkan menjadi ratu Qing Qiu. Dijun melalui Si Min menghadiahinya peta wilayah kekuasaan saat Dijun menjadi penguasa. Itu adalah artifak yang sangat berharga.

***

Dijun melalui cermin tembaganya melihat penobatan Feng Jiu (streaming ๐Ÿ™„).

Ia berdiri, dan terlihat dibajunya ada gantungan ekor rubah merah.

(Dijun tetap menyimpan Feng Jiu dihatinya๐Ÿ˜)

***

Sekian.

***

Di film Three Lives Three World memang percintaan Dong Hua Dijun dan Bai Feng Jiu adalah kasih yang tak sampai..

Harapannya neh, ending pillow books nanti akan happy, gak kayak yang disini. Soalnya Mimin sebel banget kalo ada film yang sad ending.. ๐Ÿ˜‹

Dong Hua Dijun and Bai Feng Jiu love story part 7

Dijun bermain catur sendirian. Si Min datang menemui nya.

“Kenapa kamu melihat ku seperti itu?”

“Putri kecil sudah pergi pagi ini. Apa kau tidak ingin menanyakan apa apa?”

“Katakan apa yang ingin kau katakan, jika tidak, diamlah!”

“Aku pikir putri kecil selalu mengikuti mu karena ingin membalas budi, dia bahkan rela ke dunia fana untuk menjadi selir. Lalu semuanya berakhir diantara kalian, aku merasa sedih untuk tuan putri.”

“Dewa bintang, apa kau pernah menuliskan kisah patah hati disuatu pasangan dalam buku takdir mu?”

“Tentu”

“Maka jelas, sudah menjadi suratan takdir mereka tidak bisa bersatu. Begitu pun takdir pernikahanku sudah tertulis di batu tiga reinkarnasi.”

***

Bai Qian meminta Feng Jiu untuk mengganti kan posisinya sebagai Ratu Qing Qiu. Feng Jiu menangis, ia tidak mau. Dengan tanggung jawab sebagai ratu Qing Qiu, ia tidak akan bisa dekat dekat Dijun lagi.

Feng Jiu kesal, tapi ia dinasehati oleh migu pelayannya. (Migu nya wise banget๐Ÿ˜€)

“Putri, kau yang tidak mengerti. Bibi akan menikah dengan putra mahkota, dia tidak akan bisa lagi mengurusi Qing Qiu. Tapi kau berbeda, jika kau menjadi ratu Qing Qiu maka kau akan mendapatkan banyak kesempatan untuk membahas hal hal di Celestial. Itu berarti kau akan lebih sering bertemu dengan Dijun.”

Feng Jiu langsung bersemangat.๐Ÿ˜‚.
Dia langsung rajin belajar agar bisa menjadi ratu Qing Qiu yang baik.

***

Si min memberikan sebuah gulungan sejarah tentang Dijun. Dia berharap dengan mengetahui sejarah kehidupan dijun, itu akan membuat Feng Jiu segera menyerah pada Dijun.

***

Feng Jiu membaca dengan seksama. Ternyata jauh sebelum langit dan bumi ada, terjadi kekacauan di angkasa raya. Agar bisa menguasai angkasa raya, Dijun harus sepenuhnya mengendalikan diri terhadap semua keinginan duniawi. Salah satunya adalah pernikahan. Ia sengaja menghapus namanya di batu tiga reinkarnasi.

Maka dari itu, hubungan percintaan dijun akan selalu berakhir celaka.

“Pantas saja, bibi menyuruh ku untuk menyerah.kau juga memberikan gulungan ini dengan harapan aku menyerah juga Khan?” Kata Feng jiu sedih.

“Aku hanya ingin memberitahu mu, Dijun sebetulnya tidak bermaksud sekejam itu padamu. Ini hanya karena jauh sebelum kamu lahir, dia sudah mengambil keputusan ini . Ini tidak berarti Dijun tidak menyukaimu. Ia mengabulkan harapanmu untuk memiliki kisah cinta dengannya, karena itu ia datang ke dunia fana. Walaupun hanya beberapa tahun, tapi dia tulus padamu.”

“Dijun sengaja datang ke dunia fana untukku?” Feng Jiu menangis terharu .

“Betul.”

(Mimin nangis pas adegan ini๐Ÿ˜ญ)

***

Feng Jiu mendatangi istana Taichen, ia duduk merana didepan. Dijun melihat nya,

“Aku tidak mau melihat mu lagi.” Ia langsung menutup pintu.
Dengan sembrono Feng Jiu menabrakkan diri pada Dijun, ia mau masuk ke istana Taichen. Tidak disangka, Dijun langsung terluka. (Khan Dijun kehilangan kekuatannya).

“Dijun.. Dijun.. ” Feng Jiu panik melihat Dijun berdarah.

“Kamu menggunakan 30% kekuatanmu, aku tidak sanggup menahannya.”

“Dewa bintang mengatakan yang sebenarnya padaku. Kau kehilangan kekuatan mu sejak kembali dari dunia fana.”

“Benar.”

“Lalu kenapa kau tidak mengatakan nya padaku?”

“Apa yang mengejutkan tentang hal itu?”

“Jika kau kehilangan kekuatan mu, maka kau bisa dalam bahaya.”

“Aku didalam Celestial, apa yang akan bisa membahayakanku? Aku kehilangan kekuatanku hanya sementara sekitar satu atau dua tahun.”

Dijun akan meninggalkan Feng Jiu, tapi Feng Jiu memeluknya dari belakang.

“Alasanmu menghindari ku, karena namamu tidak ada di batu tiga reinkarnasi?”

“Bagaimana kau tau tentang batu tiga reinkarnasi? Apakah Zhe Yan atau mo Yuan yang mengatakan nya padamu?”

Feng Jiu menggeleng.

“Apa ayahmu? Dia sudah berjanji tidak akan memberi tahukan padamu.”

“Bukan mereka semua, si min yang memberikan catatan kuno kaum Celestial,”

“Apa tidak ada cara untuk memperbaikinya?” Kata Feng Jiu tidak mau menyerah.

Dijun memberikan tatapan, “Tidak ada.”

“Aku tidak percaya.” Tiba-tiba Feng Jiu mengeluarkan pedang dan memotong ekornya.

“Setiap ekor rubah sembilan memiliki kekuatan ajaib. Aku kan mengukir namamu di batu tiga reinkarnasi.”

Feng Jiu pergi dengan kesakitan menuju batu tiga reinkarnasi. Ekornya berubah menjadi sebuah belati.

Ia mencoba mengukir nama Dijun lagi dan lagi.. belati Feng Jiu bahkan tidak bisa menggores batu itu.

Feng jiu menangis sedih.

Dijun melihat dari belakang, ia juga terlihat sedih.

Feng Jiu tidak kuat lagi, dia pingsan. Dijun menggendongnya kembali ke Taichen lalu segera menyuruh Si Min membawa Feng Jiu ke Qing Qiu.

***

Feng Jiu kesakitan, kehilangan ekor bagi rubah sama seperti mengambil jantungnya.

Zhe Yan langsung mengobati Feng Jiu. Semua orang disuruh keluar.

Dijun datang mengunjungi Feng Jiu yang sedang tidak sadarkan diri.

“Apa yang sedang dilakukan Dijun disini?” Kata Bai Qian nyolot.

“Adik kelima, sopanlah sedikit pada Dijun.” Kata kakaknya.

“Bagaimanapun ini bukan salahnya.” Kata Zhe Yan.

“Lalu kenapa?! Dijun, kau tau kau tak bisa berhubungan dengan siapapun. Kau harusnya menolak Jiu er sejak awal!” Kata Bai Qian marah

“Maafkan aku.”

“Apa gunanya permintaan maafmu sekarang? Dapatkah kau meringankan penderitaan nya karena kehilangan ekor?”

Bai Qian pergi dengan kesal.

Zhe Yan mempersilahkan Dijun untuk menengok Feng Jiu.

Ketika Feng Jiu setengah sadar,

“Bibi, apa kau tau apa yang sedang kulihat?”

“Dijun? Seorang yang sangat kau pedulikan.” Jawab Bai Qian, mereka semua meninggalkan ruangan. Untuk memberi privasi bagi Dijun dan Feng Jiu.

Dijun membelai pipi Feng Jiu. Feng Jiu terpana dan langsung berbaring dipelukan Dijun.

“Yang mulia.” Kata Feng Jiu manja sambil memainkan rambut Dijun.

Dijun memeluknya.

“Jiu er.”

“Aku sangat senang kau membawaku pulang. Tapi kamu kebasahan, membuatku sedih. Nanti, kita pulang setelah hujan berhenti ya?”

(Jadi bayangan Feng Jiu, dia bersama kaisar saat kehujanan dulu๐Ÿ˜ญ)

“Baiklah.”

Feng Jiu kembali menatap Dijun lalu tersenyum.

“Ini tidak nyata”

“Kenapa tidak nyata?”

“Tidak nyata untuk memanggilmu yang mulia. Kamu adalah Dijun.. Dong Hua Dijun” kata Feng Jiu sambil terus memainkan rambut dijun.

“Kamu kelihatan ganteng sekarang, kamu sedikit jelek dalam bentuk manusia fana.”

Dijun tersenyum geli,

“Kapan aku pernah jelek?”

“Aku hanya menggodamu, kamu tampak ganteng dalam bentuk apapun.”

Feng Jiu kembali pingsan. Dijun mencium keningnya.

***

Dijun keluar dari gua, “jangan katakan padanya, aku pernah kesini!” Pesannya pada seluruh keluarga Feng Jiu.

***

Keesokan harinya, Feng Jiu terbangun. “Aku mimpi indah semalam.” Kata Feng Jiu dalam hati.”

“Gadis bodoh, kau sudah bangun?”kata Bai Qian sambil mencubit hidungnya.

“Bibi, coba tebak aku mimpi apa semalam.”

“Pasti bukan memimpikan ku Khan?”

Feng Jiu tersenyum.

“Setelah kejadian ini, aku berpikir banyak hal baik akan terjadi. Aku masih memiliki banyak waktu, aku akan memikirkan caranya.” Kata Feng Jiu pantang menyerah.

Bai Qian menghela nafas.๐Ÿ˜“.

***

Hari hari berlalu, Feng Jiu melihat bibinya minum minum. Bai Qian mengingat bahwa dia adalah Su Su. Ia merasa sakit hati karena dibuat menderita oleh Su jin hingga Ye Hua mengambil matanya untuk Su jin .

Bai Qian pergi menemui Su Jin untuk mengambil matanya kembali. Takut bibinya dalam bahaya, Feng Jiu mengikuti nya.

***

Bai Qian menemui Su Jin dan mencongkel mata Su Jin. Dia menyuruh Su jin agar mengakui kesalahannya sendiri pada kaisar langit.

***

Bai Qian bisa memasuki istana langit dengan leluasa karena dia adalah tunangan putra mahkota. Sedangkan Feng Jiu dihalangi oleh penjaga.

Jadi terpaksa Feng Jiu menunggu diluar.

***

Dijun dan si min akan pergi menuju sungai ruoshi dimana raja iblis dikurung di lonceng kaisar timur.

Ia melihat Feng Jiu sedang memarahi pengawal yang melarangnya masuk.

Si Min mendatangi mereka, “putri kecil sudah ditunggu oleh Dijun.” Kata si min pada pengawal agar Feng Jiu diijinkan masuk

“Jangan melakukan hal bodoh, Celestial sangat ketat bahkan Dijun pun tidak akan bisa menolongmu.” Pesan si min pada Feng Jiu.

“Aku tidak akan!”

Lalu Feng Jiu menceritakan perihal Su Su yang adalah Bai Qian dan kini Bai Qian akan membuat perhitungan dengan Su Jin.

***

Su jin menuju istana kaisar dengan mata buta. Didampingi dayangnya

Ia berpura pura menjadi korban penganiayaan Bai Qian.

“Su Jin, berhenti disitu!” Kata Feng Jiu berteriak.

“Dimana bibiku?”

“Bibimu? Dia pergi setelah mencongkel mataku. Aku akan melaporkan nya pada kaisar!”

Merekapun adu mulut.

***

Feng Jiu dan Su Jin menghadap kaisar langit. Karena Su Jin pandai bersilat kata maka kaisar lebih mempercayai nya.

(Su jin bikin emosi jiwa!๐Ÿ˜ค).

Su Jin mengadu dengan wajah melas dan menangis.

Feng Jiu marah marah, ia berusaha membela bibinya.

“Lancang!” Gertak Dijun pada Feng Jiu yang tidak sopan.

“Dijun, apa kau tidak dipihakku?” Bisik Feng Jiu.

“Ini adalah kasus yang misterius. Setiap orang menceritakan hal yang berbeda pada kaisar. Aku rasa, aku perlu berbicara apa yang aku pikir kan.”

“Katakan Dijun.”

(Dijun ini dihormati Bakan oleh kaisar langit. Karena Dijun lah yang mewariskan tahta Celestial ke ayah kaisar sebelumnya. Dijun memang tua banget!)

“Ini masalah klan rubah dan Su jin yang adalah mantan selirmu. Kau tidak boleh mengadili kasus ini. Orang orang akan membicarakanmu karena pilih kasih.”

“Maksudmu?”

“Semua orang tahu aku adalah mantan penguasa langit dan bumi, aku tidak berhubungan dengan klan manapun, tidak memiliki selir. Lebih baik aku yang menangani kasus ini.”

Kaisar menyadari kalau Dijun berusaha menariknya keluar dari kasus ini. Tapi iapun tidak bisa berbuat apa apa.

***

Bersambung part 8

Dong Hua Dijun dan Bai Feng Jiu part 6

Dijun kembali kedalam kesendirianya. Ia menyadari bahwa karena gagal dalam ujian didunia fana, ia dihukum. Ia kehilangan kekuatannya selama 2tahun.

Ia meminta Si Min merahasiakannya.

***

Feng Jiu terus menangis di gua rubahnya. Ia sangat menderita.

Ayah Feng Jiu (Bai Yi) datang, Feng Jiu langsung dihukum๐Ÿ˜ฌ tapi paman keempat menolongnya.

“Kakak, Feng Jiu satu satunya penerus di Qing Qiu, jika kau memukulnya sampai mati, keluarga kita akan punah.”

(Ayah Feng Jiu pasti malu punya anak ganjen kayak Feng Jiu ๐Ÿ˜“)

Paman keempat punya ide, Feng Jiu akan dijodohkan!

***

Feng Jiu hendak mencari bibinya. Mau meminta saran. Ia bertemu Yuan Zhen dalam bentuk imortal.

“Yuan zhen?” Feng Jiu kaget.

“Betul.” Kata Yuan Zhen sambil memberi salam

“Jika kau mencari bibiku, ia tidak ada digua.”

“Bukan, sebetulnya aku mencari putri kecil. Didunia fana kau dan aku…” Kata katanya terbata bata, ia ingin mencari penjelasan.

“Kita tidak ada apa apa, aku tidak memiliki perasaan apapun padamu.”

“Tapi di kolam pemandian ..”

“Ada alasan aku melakukan nya, dong Hua Dijun dan aku harus mengalami ujian cinta. Tapi kau diantara kami.”

“Syukurlah kalau begitu.” Kata Yuan zhen lega.

“Kenapa kamu sudah kembali?”

“Ayah mortalku mati karena ku, jadi aku sangat menderita. Berkat putri kecil dan Dijun aku kembali kesini lebih awal. Aku sungguh berterima kasih.”

“Jika tidak ada yang lain lagi, aku harus pergi.”

***

Dijun mendatangi istana mortal saat ia bersama Feng Jiu dulu.

Ia merindukan Feng Jiu.

Ia memandangi lonceng Feng Jiu lagi

***

Si Min memberitahu Dijun bahwa Feng Jiu akan dijodohkan.

Dijun lalu memberikan sebuah kotak pada Si Min agar disampaikan pada Feng Jiu.

“Hanya ini?” Tanya Si Min

“Ya hanya ini”

“Apa ada pesan yang ingin disampaikan?”

“Katakan padanya, dia menyelamatkan ku didunia fana, hutang antara kita impas.”

“Hanya itu saja?” Si Min merasa tidak puas

“Lalu apa yang kau harapkan?”

Si Min minta maaf dan berpamitan.

***

Feng Jiu sedang ngobrol dengan Bai Qian.
Banyak pria datang memberikan hadiah pada Feng Jiu tapi tidak dihiraukan oleh Feng Jiu.

Si Min datang dan juga memberikan hadiah dari Dijun.

“Yang mulia, aku mengucapkan selamat karena hutangmu sudah lunas. Dong Hua Dijun juga menyuruhku memberikan ini padamu.”

Hadiah itu: gantungan lonceng dan anak panah.

Feng Jiu tampak sedih.

“Kau datang jauh jauh kemari hanya untuk memberikan barang tidak berguna ini. Dijun sungguh tidak sensitif.”

***

Feng Jiu mendatangi rumah kosong dimana ia dan kaisar bertarung dengan pembunuh.

Ia mengenang Dijun.

Ternyata Dijun juga ada disana. (Dijun juga pasti sedang mengenang Feng Jiu juga๐Ÿ˜ญ).

“Kau adalah putri dari Qing Qiu yang berbeda dari wanita pada umumnya, harusnya kau mengerti maksud dari hal hal yang tidak terkatakan.” Kata Dijun dingin.

“Aku mengerti, romansa dimulai dari dunia fana dan akan berakhir disana juga.”

“Bagus.” Dijun pergi meninggalkannya.

“Dijun! Apa kau melupakan janji kita bahwa kau tidak akan melupakan aku?” Kata Feng Jiu hampir menangis

“Aku ingat, tapi saat itu aku hanya menjalani ujian didunia fana.”

Dijun pergi meninggalkan Feng Jiu yang menangis.

(Dijun dingin banget๐Ÿ˜ญ)

***

Disuatu hutan, Cheng Yu sedang berjalan jalan dengan ah Li putra ye Hua.

Ia melihat Dijun sedang berbincang dengan kaisar langit.

Cheng yu menguping pembicaraan mereka. (Dasar! kalo nguping mah infonya suka gak jelas๐Ÿ˜ช)

Ia mendengar bahwa Dijun akan menghadapi malapetaka.

Ia segera memberitahu Feng Jiu bahwa Dijun akan segera mati.

“Apa yang kau katakan? Dijun akan menemui takdir malapetaka nya?” Kata Feng Jiu sedih

“Feng Jiu, lihatlah dengan jelas, Dijun sudah hidup sangat lama. Jadi ini tiba waktunya dia menemui ajalnya.”

Feng Jiu sedih sekali, dia lari mencari Dijun.

Dijun ada ditaman istana.

“Dijun!”

“Mengapa kamu menangis?”

Feng Jiu mendekati Dijun dan langsung memeluknya.

“Jika yang mulia hidup, Feng Jiu hidup. Jika kau mati, aku tidak akan bisa bertahan hidup sendirian.”

Para dayang lewat dan melihat mereka berpelukan.

“Feng Jiu, jangan bersikap seperti itu.”

“Aku tidak mau menurut!” Feng Jiu tetap mau memeluk Dijun.

“Kau putri dari Qing Qiu dan sekarang memelukku, apa kau tidak malu?”

“Kita sudah menikah beberapa tahun di dunia fana, kenapa aku harus malu?”

Feng Jiu lalu menjelaskan kesalahpahaman ketika didunia fana.

“Bagaimanapun, aku tidak akan meninggalkan mu sampai takdir malapetaka mu datang.”

Kata Feng Jiu sambil menangis dipelukan Dijun.

“Siapa yang mengatakan padamu bahwa aku akan mati?”

Feng Jiu kaget.

“Jadi kamu tidak akan mati?”

“Lihat aku! Apa aku terlihat akan segera mati?”

“Kau..kau tidak.” Feng Jiu mengamati Dijun lebih seksama.

“Aku tidak peduli siapa yang mengatakan itu, apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu.” Feng Jiu memeluk Dijun lagi.

“Ayahmu disini!”

“Aku tidak peduli kalau ayahku disini. Aku tidak mau mendengarkan siapapun!” (Pelukannya tambah kenceng๐Ÿ˜œ)

“Dong Hua Dijun” Bai Yi memberi salam. (Feng Jiu melompat kaget langsung ngumpet dibelakang dijun wkwkwk)

Dijun pergi meninggalkan Feng Jiu dengan ayahnya.

“Ayah”

“Kau masih menganggap ku ayah?”

Feng Jiu langsung berlutut,

“Ayah, tidak peduli seberapa keras kau memukul ku kali ini, aku harus tinggal disini untuk menemani Dijun.”

“Kau sungguh tidak bisa menyerah untuknya?” Bai Yi menghela nafas.

“Aku tidak dapat.”

***

Dijun membaringkan kan diri di ranjangnya. Tiba tiba Feng Jiu muncul dengan muka babak belur. Dijun kaget langsung terbangun.

“Dijun”

“Apa yang terjadi padamu?”

“Ayahku tahu aku kehilangan keperawananku padamu saat di dunia fana. Jadi dia memukuliku. Aku berhasil kabur dan menemuimu.”

Dijun memegang pipi Feng Jiu, Feng Jiu menikmati nya wkwkwk

“Memar ini kelihatan nyata. Kau mau menipu ku? Kau harusnya menjerit kesakitan ketika aku menyentuh mu.”

“Ahhh..” Feng Jiu langsung berpura pura menjerit kesakitan..

“Nah, jika begitu baru meyakinkan”

“Aku sudah salah, memar ini palsu.” Kata Feng Jiu yang sudah kepalang basah ketahuan.

“Siapa yang mengajarimu?”

“Cheng Yu. Aku yang meminta sarannya, jadi jangan menghukumnya.”

“Kenapa kamu ada disini, jika kamu terus melakukan ini, kamu akan menyakiti dirimu sendiri, apa kau belum mengerti juga?”

“Ini karena kau akan bertemu takdir malapetaka mu. Jadi aku mau disisimu.”

“Siapa yang mengatakan padamu aku akan bertemu takdir malapetaka ku?”

“Aku tidak dapat mengatakannya padamu.”

“Kamu tau seberapa tua usiaku daripadamu? Aku sudah seperti ini sebelum ayahmu lahir. Apa pria ini yang kamu lihat?”

Feng Jiu mengangguk.

(Dijun mengomel panjang dan lebar.. intinya sih dia menolak Feng Jiu)

“Tapi..”

“Tidak ada tapi. Pergi sekarang!”

***

Si Min, Cheng Yu dan Feng Jiu bercakap cakap membahas takdir kematian Dijun yang disalahpahami.

“Dijun adalah satu satunya dewa yang berasal dari batu, dia sangat kuat. Saya bisa menjamin dia akan hidup ratusan ribu tahun lagi, bahkan usianya akan lebih panjang dari pada putri kecil.” Kata si Min menjelaskan.

“Jadi Dijun tidak akan segera mati? Aku sungguh malu bersikap seperti itu.” Kata Feng jiu

***

Bai Yi menemui Dijun.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Aku akan langsung saja, Sejak kau dan putri ku menjadi sepasang suami istri didunia fana, bagaimana seandainya kita membuatnya menjadi kenyataan. Aku ingin kau mengabulkan mimpinya dan menikahi nya?”

“Karena kau sudah membahasnya, aku akan jujur padamu. Putri mu dan aku tidak akan bisa bersatu.” Dijun menolak mentah mentah.

***

Feng Jiu ngumpet ngumpet melihat Dijun.

“Keluarlah!”

“Dijun”

“Berapa lama lagi kamu akan bersikap bodoh?”

“Aku sudah salah paham karena seseorang. Hingga berpikir kau akan segera mati. Aku ingin menemani mu sampai akhir.”

“Kalaupun aku akan mati, siapa kamu mau menemaniku?!”

“Kamu adalah suamiku.”

“Itu hanya bagimu. Aku harus mengatakannya berapa kali lagi? Apapun yang terjadi diantara kita itu hanya ujian langit, Jangan berharap!”

“Apa kau tidak merasakan sesuatu padaku?”

Feng Jiu mendekat dan mencium Dijun. Dijun tidak berekspresi.

“Kenapa? Kenapa kau sangat kejam padaku?” Tanya Feng Jiu sedih.

“Aku selalu bersikap seperti itu pada siapapun.”

“Itu tidak mungkin, kau pasti punya alasan.”

“Apa kau tau kenapa ayah mu mencariku?dia memohon padaku agar menikahimu.”

“Ayahku memohon agar kamu menikahiku?”

“Benar.”

“Kau masih menolak ku bahkan setelah ayahku memohon?”

“Betul.”

“Ini salahku, ini semua salahku! Ayahku tidak pernah memohon pada siapapun. Aku seharusnya tidak bersikap seperti ini. Aku sudah mempermalukan Qing Qiu.” Feng Jiu pergi dengan menangis dan merasa sangat malu.

***

“Ayah”

“Apa kau sudah merasa malu sekarang?”

Feng Jiu menangis

“Sudahlah, ayo pergi!”

***

Bersambung part 7

Dong Hua Dijun dan Bai Feng Jiu love story part 5

Kaisar tidak mau melepaskan tangan Feng Jiu.

“Jika aku menyuruhmu tinggal, kau harus tinggal.” Kata kaisar

“Siapa namamu?” Tanya kaisar lembut pada Feng Jiu. (Hadeh, saking banyaknya selir sampai gak tau nama selirnya๐Ÿ˜ช)

“Xiao Jiu”

“Mulai sekarang, aku akan memanggilmu Jiu er. ”

“Baiklah.”

Para selir menjadi cemburu

***

Si Min, Bai Qian dan Ye Hua datang menemui Feng Jiu.

“Bibi, apa yang harus aku lakukan? Di Jun terus memegang tanganku dan terus menatapku”

“Dia jatuh ke air, mungkin matanya kemasukan air.”

” Dia juga akan menaikkan peringkat ku.”

“Kamu sudah menyelamatkan hidupnya, sudah seharusnya dia bersikap begitu.” Kata Bai Qian

“Putri kecil, maksudmu Dijun sudah jatuh cinta padamu?” Tanya Si Min.

“Si min, takdir busuk apa yang kau tulis?” Tanya Feng Jiu

“Dijun sudah jatuh cinta padamu, aku hanya minta kamu terus berakting dengannya sampai akhir.”

Si Min lalu menceritakan takdir yang seharusnya terjadi sebelum kacau. Jadi tidak ada jalan lain, selain Feng Jiu terus menjadi wanita yang dicintai kaisar dan yang akan membuat Dijun menderita. Agar tujuan Dijun mengalami kepahitan dunia tercapai.

“Lalu apa yang harus aku lakukan padanya?”

“Itu mudah, kamu hanya perlu bersikap manis padanya hingga dia benar benar jatuh cinta padamu, lalu patahkan hatinya, lagi dan lagi!”

Feng Jiu sedih, ia tidak tega melukai Dijun..

***

Ketika Feng Jiu masuk kekamarnya, ternyata kaisar sudah ada disitu.

“Aku hanya ingin tinggal disini dan melihatmu tidur.” Kata kaisar

(So sweet ๐Ÿ˜ .. beda banget waktu jadi imortal Dijun)

Feng Jiu menyiapkan teh, dia mondar-mandir dengan gugup. Kaisar memegang tangannya,

“Jiu er, kamu tidak mau tidur?”

“Aku tidak bisa tidur.”

“Bagaimana kalau aku menemanimu bermain.”

“Aku tidak tau caranya bermain.”

“Tidak peduli apapun yang kau lakukan, aku akan mengijinkan nya ”

Feng Jiu ingat pesan Si Min agar bersikap manis pada Dijun.

“Jiu er, kapan kamu mulai masuk istana?”

“Ketika aku 17tahun.”

“Kenapa aku tidak dapat mengingat nya. Aku tidak dapat mengingat kapan kamu pertama kali menjadi istriku. Apa kau membenciku karena itu?”

“Aku tidak berani.”

“Yang mulia, apa kau benar akan menghabiskan sepanjang malam disini?”

“Apa kamu keberatan? Aku akan memberikanmu upacara pernikahan. Aku akan menikahimu lagi.” Kata kaisar.

Feng Jiu kaget dan gugup.

***

Kaisar memakai baju pengantin begitupun Feng Jiu. Mereka menikah.

Sikap kaisar sangat lembut pada Feng Jiu

***

Ketika berjalan jalan ditaman, tiba tiba turun hujan.

Feng Jiu membawa payung dan Kaisar yang menggendongnya agar sepatu Feng Jiu tidak basah.

(Romantis abis๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ ditambah soundtrack yang menyentuh hati)

***

Mereka berganti pakaian.

“Aku pikir ceritamu tentang orang tuamu itu bohong.” Kata kaisar

“Kenapa?”

“Lihat, aku menggendongmu dipunggung ku dengan cara yang sama seperti orang tuamu. Tapi tidak hanya bajumu yang basah, sepatu mu juga basah.” Wkwkwk

Kaisar mengatakan bahwa dia ingin punya anak bersama Feng Jiu. (Bisa runyam masalahnya kalo gini,๐Ÿ˜…)

Kaisar mencium Feng Jiu dan.. uhuk uhuk๐Ÿ˜๐Ÿ˜

***

Ketika Feng Jiu sakit, kaisar yang menyuapi obat pada Feng Jiu. Kaisar sangat perhatian dan penyayang. Feng Jiu kasmaran

***

Si Min datang menemui Feng Jiu, dia meminta Feng Jiu untuk mematahkan hati kaisar. Si min bahkan membawakan naskah ‘pengkhianatan’ agar dipelajari Feng Jiu.

***

Feng Jiu pergi ke kuil sesuai naskah dari Si Min. Dalam rencana, dia harus memfitnah Noble consort yang memberinya teh beracun.

***

Feng Jiu diare, dan diperiksa tabib istana. Tabib mengatakan selir sakit setelah mengunjungi kuil.

Kaisar tidak percaya bahwa Noble consort akan bertindak seperti itu, tapi ia juga marah jika terjadi apa apa dengan Feng Jiu.

***

Kaisar menemui Feng Jiu untuk bertanya apa yang terjadi. Feng tidak tega memfitnah wanita sebaik Noble consort.

Jadi Feng Jiu mengatakan pada kaisar, dia sakit perut karena bermain main saat hujan sebelumnya.

Kaisar merasa lega, Jiu er mengatakan itu. Karena kaisar sangat mempercayai Noble consort.

Tapi seandainya memang terjadi apa apa dengan Feng Jiu, maka kaisar tidak akan segan untuk menghancurkan kuil itu.

***

Si Min menyuruh Feng Jiu agar segera bertindak, jika tidak, ketika Dijun kembali menjadi imortal, mereka akan disalahkan.

Feng Jiu meminta waktu 2 tahun lagi.

***

Feng Jiu dan kaisar tampak sangat bahagia,

“Yang mulia, berjanjilah apapun yang terjadi nanti, ingatlah masa 2 tahun ini.”

“Aku berjanji”

***

Dalam catatan si Min, seharusnya Dijun hari ini akan menghadapi para pembunuh saat berjalan jalan bersama selirnya.

“Feng Jiu, berhati hati lah.” Kata si min dalam hati.

***

Kaisar bertarung dengan para pembunuh. Ada pembunuh yang akan memanah kaisar tapi dihalangi oleh Feng Jiu, sehingga Feng Jiu terluka.

Kaisar membawanya ke sebuah rumah tua.

“Jiu er.. Jiu.. er” kaisar panik

“Dijun, ini sakit.”

“Dijun? Jiu er kamu memanggil siapa?”

“Aku memanggil dijun”

“Siapa Dijun yang dia pikirkan?” Kata kaisar dalam hati. Seperti nya ia cemburu, tapi ikhlas menerimanya.

“Tidak apa apa, jangan memikirkan dia sekarang . Jika sakit kenapa kamu tidak menangis?”

“Kata bibiku aku tidak boleh takut akan kematian untuk melindungi orang yang berharga bagiku.”

“Jiu er, aku pria yang akan melindungi mu.”

Para pembunuh datang memasuki rumah tua itu dan bertarung dengan kaisar.

***

Tampaknya kaisar berhasil memenangkan pertarungan. Ia menggendong Feng Jiu untuk mendapatkan pertolongan.

Ditengah jalan, kaisar bertemu seorang wanita yang menolongnya.

Wanita itu adalah putri raja iblis. Walaupun dia putri raja iblis, tapi dia punya hati seperti malaikat.

***

“Dijun” Feng Jiu merintih kesakitan.

“Jiu er, katakan padaku siapa Dijun yang kau bicarakan.” Kata kaisar sambil memeluk Feng Jiu.

“Itu kau Dijun. Hari ketika kau menyelamatkan ku, aku mulai menyukaimu. Aku sangat menyukaimu. Dijun, kau sudah berjanji padaku, tidak peduli apapun, kau tidak akan melupakan janji masa 2 tahun.”

“Janji 2 tahun? Berarti ini antara aku dan Jiu er, mungkin kaisar di kampung halaman Jiu er disebut Dijun.” Kata kaisar dalam hati.

“Jiu er, jangan kuatir, aku akan memastikan kau selamat.” Kata kaisar sungguh sungguh sambil memeluk erat Feng Jiu.

***

Feng Jiu tersadar, ada kaisar yang menemani disisinya.

“Jiu er, mengenai panah itu..”

“Kaisar tidak perlu mengatakan apapun, hanya ingatlah bahwa aku rela menahan anak panah itu demi yang mulia. Aku tidak mengharapkan apapun”

Feng jiu mencari lonceng nya.

“Kamu mencari loncengnya? Aku menyimpannya.”

Ternyata kaisar membuat sebuah gantungan dari lonceng Feng Jiu dan anak panah itu.

“Kaisar menyimpan nya?”

“Aku tidak hanya menyimpannya tapi juga akan menaruhnya dalam hatiku selama aku hidup,”

“Kamu selalu memakai lonceng ini ketika bersama ku, apakah lonceng ini sangat penting?” Tanya kaisar lagi

“Seseorang yang sangat penting bagiku yang memberikannya.”

(๐Ÿ™„Diberikan?? Kalo gak salah ingat, Feng Jiu menipu dewa bumi untuk mendapatkan loncengnya Dijun)

***

Si Min melihat buku takdir mortal Dijun, ada yang aneh karena beberapa catatan menghilang.

***

Sepupunya Ye Hua marah marah, dia membanting barang barang karena cemburu.

Ketika Dijun jadi manusia fana, Feng Jiu bisa menemuinya sedangkan dia tidak.

Akhirnya ye Hua mengijinkan sepupunya itu ke dunia fana untuk menemui Dijun.

***

Feng Jiu galau, karena sudah 2 tahun dan ia harus mematahkan hati Dijun. Ia termenung ditaman. Tiba tiba Yuan zhen datang.

Yuan zhen datang dan memberi salam.

Yuan Zen menunjukkan kipas pembersih awan pemberian gurunya (Bai Qian).

“Bibi mendapatkan murid yang sangat baik.” Kata Feng Jiu dalam hati.

“Boleh kah aku melihat kipasnya?”

Sambil memegang kipas itu, Feng Jiu mengerti bibinya mengembalikan lagi kipas pembersih awan itu ke putra Shao Xing karena sudah memaafkan pelayan nya itu.

“Ini artifak yang ajaib, simpanlah”

“Artifak ajaib?” Katanya sambil mengibaskannya pelan. Tapi kipas itu semakin membesar, Yuan zhen kaget, Feng Jiu segera mengendalikan kipasnya agar tidak melukai Yuan Zhen. Tapi ia tersandung dan mereka terjatuh berpelukan.

Belum sempat bangun, para selir ada disana dan menuduh mereka berselingkuh.

Penjelasan mengenai kipas ajaib tentu tidak dipercayai.

***

Feng Jiu dilaporkan kepada Kaisar,

“Kaisar, aku mengatakan yang sejujurnya. Ketika aku lewat di imperial garden bersama selir yang lain. Aku sungguh melihat pure consort (Feng Jiu) sedang dipeluk putra mahkota.”

Kaisar lebih percaya pada Feng Jiu dan putra mahkota. Ia menyadari bahwa persaingan antar selir begitu berat, sehingga ia merasa Feng Jiu telah dituduh tanpa dasar.

***

Kaisar mendapat informasi dari penjaga bahwa putra mahkota terkena serangan jantung di kolam pemandian. (Padahal penjaga itu adalah Si Min yang menyamar)

Dikolam pemandian, putra mahkota bersiap siap akan berendam, tapi Feng Jiu sudah ada disana mencoba menggodanya.

Kaisar datang, ia melihat selir kesayangannya sedang berada dikolam pemandian bersama putranya.

“Jiu er, ada yang ingin kau katakan padaku?” Tanya kaisar kecewa.

“Tidak ada.”

“Kembalilah ke istana. Dan jangan menceritakan kejadian ini pada siapapun.”

(Seperti nya kaisar berniat menutupi pengkhianatan Feng Jiu ๐Ÿ˜ญ)

Kaisar meninggalkan mereka berdua, ia tiba tiba muntah darah dan pingsan.

Feng Jiu kaget sekaligus ia merasa bersalah.

***

Feng Jiu dan putra mahkota dipenjarakan oleh para selir. Feng Jiu tak henti hentinya menangis, ia sedih karena harus menyakiti Dijun.

Si Min mengingat kan, “Romansa di mulai didunia fana dan akan berakhir disitu juga.”

(Jadi maksudnya, ketika Dijun kembali kebentuk imortalnya, hubungan Dijun dan Feng Jiu sudah berakhir๐Ÿ˜ญ)

***

Kaisar tersadar dari pingsannya, ia memandangi lonceng dan anak panah milik Feng Jiu, ia menggenggamnya erat lalu mati.

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

***

Dijun kembali ke istana Taichen, ia terlihat sedih. Ia ingat akan janjinya pada feng jiu mengenai kenangan masa indah 2tahun yang mereka lewati bersama. Ia memandangi lonceng dan anak panah Feng Jiu.

Ia menanyakan pada Si Min kenapa ia kembali lebih cepat 18 hari (18 tahun waktu dibumi) dari jadwalnya.

“Mungkin langit tidak bisa menipu Dijun, mungkin juga ujian cinta terlalu berat untuk Dijun.” Kata si Min takut takut.

(Terlalu berat???๐Ÿคญ)

***

Bersambung di part 6 ya

Dong Hua Dijun and Bai Feng Jiu love story part 4

Supaya tetap bisa ngikuti cerita ini, karena mimin bikin sinopsisnya cuma dari penggalan kisah si Dijun dan Feng jiu.

Su jin memfitnah putra dari raja laut utara, seakan akan putra raja laut Utara itu akan memperkosanya

Putra raja laut Utara dihukum menjadi manusia fana selama 60hari (60 hari dilangit sama dengan 60 tahun dibumi)

Ia dilahirkan menjadi putra dari kaisar. (Kaisar ini adalah reinkarnasi dari Dijun)

***

Si Min menemui Feng Jiu. Si Min memberitahu Feng Jiu jika ia bisa membalas budi Dijun dengan cara menjadi selir kaisar ketika Dijun menjadi manusia fana.

Si Min menunjukkan seorang selir Chen. selir Chen menderita diistana karena tidak diacuhkan oleh kaisar maupun selir selir yang lain. Ia akan mati tenggelam. Jadi Feng Jiu dapat memakai raga nya.

***

Selir Chen tenggelam, Feng Jiu mengambil alih tubuhnya. Tapi tanda lahir Feng Jiu yang berupa bunga jeger itu tidak bisa hilang. Padahal selir Chen tidak memiliki tanda lahir.

***

Feng Jiu merasa kesepian karena dia kesulitan bertemu dengan Dijun.

Para selir datang, mereka melihat tanda lahir Feng Jiu dan menganggap bahwa Feng Jiu itu terkutuk dan akan membawa sial pada kaisar. Bahkan nama Feng Jiu dihapus dari daftar kunjungan kaisar. (Ya tambah susah ketemu๐Ÿ˜ฅ)

***

Feng Jiu memakai baju pelayan, ia berharap kaisar akan tertarik padanya. Tapi raja hanya melewati nya tanpa memandang sekalipun.

***

Feng Jiu menyesali tanda lahir nya. Lalu pelayannya datang memberitahu bahwa Kaisar lewat didepan istananya.

Feng Jiu lekas berlari menemui kaisar.

“Yang mulia, dia adalah honored lady Chen, dia hampir mati setelah tenggelam diair.”

“Dia terlihat menyedihkan, aku akan bersamanya malam ini.” Kata kaisar.

Pengawal kaisar menemui Feng Jiu.

“Selamat, Kaisar akan menemuimu malam ini, bersiap siaplah!”

***

Antara senang dan galau, ia akan tidur dengan Dijun malam ini. Feng Jiu mondar mandir gelisah.

Tiba tiba para selir kaisar datang membawa Pendeta Tao. Mereka mau ‘me-rugyah’ Feng Jiu.

(Dasar pendeta penipu!,๐Ÿ˜ค)

***

Berita tentang Feng Jiu yang ketempelan setan disampaikan ke kaisar.

“Aku tidak percaya kata kata pendeta itu. Jika itu sebuah masalah, aku tidak akan mengunjunginya lagi.” Kata kaisar

“Pergilah!” Perintah kaisar

“Iya”

Si selir keluar dengan kesal, “kaisar melepaskannya dengan mudah”

***

Feng Jiu kesal karena kata kata pendeta palsu itu. Bagaimana ia bisa membayar kebaikan Dijun jika bertemu saja ia tidak bisa?.

Aha! Dia punya ide.

Feng Jiu mendatangi mimpi kaisar. Dia menanyakan apa keinginan terbesar kaisar. Keinginan terbesar kaisar adalah : Hati seorang wanita.

***

Karena difitnah, tanda lahirnya dianggap bunga setan. Kaisar tidak menemuinya, bahkan setelah 2 tahun dia disana.

Ditengah kesedihannya, ternyata kaisar datang menemui nya.

“Yang mulia.” Kata Feng Jiu terpana.

***

Diistana Handan.

“Duduklah!” Kata kaisar

“Aku tidak berani.”

“Aku menyuruh mu untuk duduk.”

Akhirnya Feng Jiu duduk disebelah kaisar.

“Noble consort masih menolak kembali ke istana,” Kata kaisar curhat mengenai permaisuri nya.

Noble consort adalah wanita yang paling dikagumi oleh kaisar karena kebijaksanaan nya. Noble consort memutuskan untuk mendalami agama Tao dan menjadi pendeta. Kaisar tidak bisa berbuat apa apa, jadi dia hanya membuat kan sebuah kuil untuk permaisuri nya itu. Kaisar dan permaisuri memiliki anak bernama Yuan Zhen, putra mahkota.

(Yuan Zhen, putra imortal raja laut Utara yang dihukum menjadi manusia)

Feng Jiu berpikir, Si Min benar benar mengerahkan segala kemampuannya untuk membuat kisah hidup Dijun di dunia fana menderita.

“Kenapa kamu sangat diam?”

“Aku, hanya..merasa sedih untuk yang mulia. Noble consort tidak mengerti ketulusan hati yang mulia.”

“Apa kau mengagumiku?”

“Aku selir yang mulia, tentu aku mengagumi mu. Jika aku bisa mengeluarkan hatiku, aku akan menunjukkannya pada yang mulia, jadi yang mulia akan tau siapa yang mengisinya.” Feng jiu menggombal.

Kaisar tersenyum, “kamu pintar merayu.”

Kaisar mendekati Feng Jiu dan membelai bunga jeger didahinya.

“Bunga ini sangat cantik, untuk beberapa alasan, setiap kali aku melihatnya, aku merasa familiar.”

“Yang mulia mengingat tanda lahir ini?”

“Aku tidak yakin, aku hanya ingin terus menatapnya…” Kata kaisar

(Ternyata Dijun pandai menggombal ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ)

Dijun mendekatkan wajahnya, ingin mencium Feng Jiu. Feng Jiu gugup langsung menutup muka kaisar dengan baki! ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

“Yang mulia, aku akan menuangkan teh untukmu!” Kata Feng Jiu salah tingkah.

Kaisar tersenyum melihat Feng Jiu yang gugup.

***

Dalam catatan takdir milik si min : putra mahkota akan jatuh cinta pada seorang wanita yang ia tolong dari air. Tapi kaisar juga mencintainya , Kaisar menjadikan wanita itu selir kesayangannya. Hal itu membuat putra mahkota memberontak. Kaisar mati ditangan putra mahkota..si cantik mati bunuh diri. Lalu putra mahkota tenggelam dalam kesedihan seumur hidupnya.

(Si Min kejam sekali bikin cerita takdirnya๐Ÿ˜ช)

Shao Xing meminta tolong pada Bai Qian agar anaknya tidak mengalami penderitaan karena cinta.

Bai Qian menyetujui nya. Sebagai tanda putus hubungan dengan Shao Xing.

***

Bai Qian datang sebagai pendeta Tao, guru Yuan zhen. Ia bertemu dengan Feng Jiu yang beridentitas kan selir Chen.

Feng Jiu memohon pada Bai Qian agar ia tidak disuruh pulang. Tapi tujuan Bai Qian kesitu bukanlah untuk Feng Jiu tapi untuk memenuhi permohonan Shao Xing.

Merekapun menyusun rencana.

Begini:

Ketika kaisar sedang menikmati jamuan dengan penari yang menari dihadapannya. Seekor burung Phoenix akan menyerang tempat itu dan membuat si penari cantik terjatuh ke air.

Saat itu Bai Qian akan menghalangi Yuan zhen menolong gadis itu.

Raja laut Utara akan mendorong kaisar ke air, sehingga kaisar lah yang terpaksa menolong si cantik.

***

Dalam realita,

Kaisar sedang menikmati jamuan dan menikmati tarian para penari.

Bai Qian meminta Yuan Zhen berbincang bincang dengannya dan meninggalkan tempat itu.

Burung Phoenix datang dan mengacaukan tempat itu dan mencengkram si gadis cantik lalu membuangnya ke air.

Kaisar di dorong dengan cepat oleh raja laut Utara. Kaisar masuk ke air.

Ternyata kaisar tidak bisa berenang!!!

Feng jiu dengan cepat melompat ke air dan menyelamatkan kaisar.

(Takdir si Min jadi berantakan๐Ÿ˜)

Dalam keadaan pingsan nya, kaisar terus menggenggam tangan Feng Jiu. Dia jatuh cinta๐Ÿ˜๐Ÿ˜

***

Bersambung di part 5 ya

Dong Hua Dijun dan Bai Feng Jiu love story part 3

Tidak sengaja Feng Jiu menguping tentang pelayan pelayan yang disuruh tutup mulut oleh dayang Su Jin.

(Su jin adalah selir kaisar yang tidak pernah ditiduri kaisar. Ia sebenarnya menyukai Ye Hua sejak kecil tapi tidak pernah dihiraukan. Ia cemburu saat Ye Hua lebih mencintai Su Su, karena itu menjebak Su Su. Sehingga Su Su harus kehilangan mata nya).

Feng Jiu menanyakan apa yang terjadi pada Si Min. Si Min pun menceritakan semuanya.

Feng Jiu lari menemui Su Su yang kini buta. Ia kasihan pada Su Su dan mau melabrak Su Jin.

Ketika ia melihat Su Jin yang sedang berjalan, ia melompat dan berusaha mencakar. Tapi Su Jin menampiknya sehingga si rubah terpental ke tembok.

“Pukul setan itu sampai mati.” Kata Su Jin marah dan menyuruh dayang untuk menghabisi si rubah. Ia pikir rubah itu adalah hewan peliharaan Su su.

Dijun datang,

“Rubah kecil milikku hilang, apa kau melihat nya?”

“Rubah kecil?” Jawab Su Jin ragu dalam hatinya ia gentar juga mengahadapi Dijun.

“Rubah yang dipegang pelayanmu adalah milikku. Katakan, siapa yang menyakiti nya?”

“Itu hanya pembalasan karena sudah mencakar selir Su Jin.” Jawab dayang.

Su Jin menyerahkan rubah itu pada Dijun.

“Aku dengar ada sedikit insiden terjadi dengan seorang mortal disini. Mungkin itu yang membuat rubah ini terprovokasi.”

“Aku melukainya karena menyerang ku. Aku rasa itu adil.”

“Adil? Kulihat dia terluka lebih parah daripadamu.”

Su Jin langsung berlutut.

“Dijun, tenangkan amarahmu. aku telah membuat kesalahan.”

“Apa katamu?” Kata Dijun dingin.

“Aku dalam mood yang jelek karena mengunjungi istana beautiful Youth. Dan rubah ini bermain disini. Aku memukulnya tanpa alasan yang jelas. Mohon Dijun jangan marah,” melihat Dijun yang tampak belum puas

“Aku akan berlutut disini selama dua jam sebagai permintaan maaf.”

“Itu bagus, kamu tinggal disini sejak kecil. Tentu kamu pernah dengar kalau aku protektif pada kepunyaanku. Sebaiknya kamu jauh jauh dari rubahku”

***

Dijun mengobati dengan lembut luka si rubah.

***

Zhe Yan datang menemui Dijun . Mereka menceritakan tentang Si Yin adalah Bai Qian, murid Kunlun.

“Aku sudah tahu”

“Jadi Dijun sudah menebaknya?”

“Feng Jiu yang mengatakannya.”

“Ah Feng Jiu, jika Dijun tidak mengatakan nya maka pasti aku tidak memikirkan nya, aku dengar dia menemui Dijun untuk membayar hutang. Apa dia sudah membayarnya?”

“Aku tidak mengharapkan dia membayar apapun. Dia hanya sedikit merepotkan.”

Si rubah merah mendengarnya, ia sedih karena dimata Dijun dia hanya membuat repot.

Ketika berjalan dia dihadang oleh sepupu Ye Hua, ia ditangkap dan dimasukkan ke pagoda penyegel iblis.

***

Sepupu Ye Hua menemui Dijun dan meminta maaf dengan menangis karena memasukkan rubah itu ke pagoda penyegel iblis.

(Menyebalkan! Takut dimarahi Dijun neh)

Dijun langsung pergi menyelamatkan Feng Jiu.

Dijun bertarung dengan makhluk menyeramkan penjaga pagoda. Dia berhasil menyelamatkan Feng Jiu, tapi dia terluka parah. Tenaganya tidak sepenuhnya pulih setelah mengobati Feng Jiu terakhir kali.

***

Tabib istana datang, ia heran karena Feng Jiu berdarah darah.

“Kau salah! Itu darahnya Dijun!” Kata Si Min mengantar tabib ke kamar Dijun.

Feng Jiu terbangun dan ingin tahu keadaan Dijun. Ketika dia melihat ke kamar Dijun, Dijun langsung menutup pintunya. (Dijun tidak mau Feng Jiu khawatir ๐Ÿ˜ณ).

“Kata Dijun, kamu membuatnya selalu dalam bahaya. Ia meminta mu kembali ke Qing Qiu. Mengenai balas Budi, ia tidak mengharapkan nya.” Kata Si Min menyampaikan pesan Dijun. Feng Jiu menangis.

“Yang mulia jangan menangis, kalau menangis, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.” Kata Si Min perhatian.

“Apakah dia menendang ku keluar?” Tanya Feng Jiu sedih.

“Apa kau masih tidak mengerti, Dijun terlahir dari batu, dia tidak memiliki emosi dan hasrat. Menyerahlah!”

“Sampaikan salam ku padanya.” Feng Jiu pergi dengan kecewa.

***

“Aku sudah menyuruh putri kecil meninggalkan Nine Heavens.”kata Si Min pada Dijun.

***

Feng Jiu kembali ke Qing Qiu. Feng Jiu tampak murung, ia ingin curhat dengan bibinya, tapi bibinya juga menghilang entah kemana.

Ia jadi ingat sesuatu. Feng Jiu pergi lagi menemui Shao Xing, ia meminta kipas pembersih awan. Kipas sakti yang diberikan Bai Qian pada Shao Xing.

Menurut Feng Jiu, Shao Xing tidak layak mendapatkan artifak berharga seperti itu.

Shao Xing memberikan kipasnya dan dia berjanji untuk tidak menceritakan rahasia Qing Qiu

(Shao Xing sebetulnya wanita yang baikโ˜บ๏ธ).

***

Lonceng kaisar timur yang menyegel Qin Cang menunjukkan aktivitas yang tidak biasa. Dijun datang dan menggunakan kekuatannya untuk memperkuat segel lonceng.

“Dijun, kau sudah kehilangan setengah dari kekuatan mu untuk menyelamatkan putri kecil. Aku khawatir…” Kata Si Min.

“Kau tidak perlu khawatir.. sebentar lagi aku akan mengasingkan diri, sementara itu tulislah untukku dibuku takdir manusia fana. Setelah aku keluar dari pengasingan, aku akan kedunia fana.”

“Apa yang akan kau lakukan disana?”

“Bintang Hong Luan tidak bersinar untukku. Ketika aku di dunia fana, kamu dapat menulis dibuku takdir tentang pernikahan. Dia menemaniku selama ini, aku berencana mengabulkan harapannya.”

“Jika Kaisar langit bertanya, bagaimana aku harus menjawabnya?”

“Katakan bahwa aku mau menjalani ujian pahit kehidupan.”

***

Di Celestial, Ye Hua terbaring sekarat karena berusaha menyelamatkan Su Su yang melompat dari Zhuxian Terrace. Dijun menyarankan untuk meminjam lampu pengumpul jiwa dari klan Su Jin.

Tentu saja Su Jin mau meminjamkan dengan syarat, sebuah pernikahan dengan Ye Hua. (Filmnya, dihari pernikahan Su Jin ditusuk pedang oleh Yehua. Ye Hua marah karena Su Jin, Su Su bunuh diri).

***

Feng Jiu galau di gua. Ia minum terus terusan dan menangis. Tentu saja karena cintanya yang tak sampai pada Dijun. Ia menceritakan semuanya pada Bai Qian. (Setelah Su Su bunuh diri, ternyata tidak mati tapi ia kembali menjadi imortal, bahkan menjadi high imortal. Karena sakit hati pada Ye Hua, ia meminum ramuan amnesia. Jadi ia tidak ingat apa apa tentang Ye Hua)

Oke, tak ceritain secara singkat tentang kisah nya Bai Qian ya : Bai Qian, masa mudanya berpura pura jadi pria dan berguru di gunung Kunlun, namanya berubah menjadi Si Yin. Dia memiliki guru bernama Mo Yuan. Mo Yuan memiliki saudara kembar yang masih berbentuk teratai emas. Yang merawat teratai emasnya adalah Si Yin. Roh teratai emas sudah jatuh cinta pada Bai Qian.. Mo Yuan hancur jiwanya karena menyegel raja iblis.. roh teratai masuk ke rahim istri pangeran langit. Lahirlah, Ye Hua. Ia menjadi putra mahkota.. Bai Qian berubah menjadi manusia setelah bertarung dengan raja iblis yang hampir keluar dari lonceng.. ketika Bai Qian menjadi manusia, ia jatuh cinta pada Ye Hua yang juga menyamar sebagai manusia. Bai Qian dinamakan Su Su oleh Ye Hua. Karena kesalah pahaman, akhirnya Susu dibawa ke langit dan ia diperlakukan dengan jahat oleh Su Jin. Karena tertekan, ia melompat dari Zhuxian Terrace.

Oh ya, baik ye Hua maupun Bai Qian tidak saling mengenal, padahal mereka sebetulnya sudah ditunangkan.

Pendek kata, Bai Qian mengalami penderitaan cinta yang sia sia.

***

Bersambung di part 4 ya

Dong Hua Dijun dan Bai Feng Jiu love story part 2

Feng Jiu berjalan sempoyongan di teras istana Taichen” sambil makan buah pemberian Cheng Yu.

Dijun datang,

“Apa kau melihat Si Ming?”

“Tidak.”

“Apa yang kamu makan?”

“Buah.”

“Siapa yang memberikannya padamu?”

“Cheng Yu.”

“Kamu berani makan buah yang diberikan nya padamu?”

“Aku punya banyak, aku tidak mungkin memakannya semua. Kamu mau?”

“Mengingat tingkahmu, kau mungkin tidak mengerti apa yang aku katakan.” Kata Dijun melihat Feng Jiu yang “gak nyambung”.

“Dijun, sebetulnya aku menyukaimu, aku sangat menyukaimu!” kata nya sambil memeluk Dijun. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

“Bahkan jika kau tidak mengatakan nya, aku juga sudah tahu.” Kata Dijun pe de.

“Aku dengar pemandangan istana Taichen sangatlah bagus, selama aku tinggal di Taichen, aku tidak pernah menyaksikan kannya.”

“Jika kamu ada waktu, kamu bisa minta Si Min mengajakmu berkeliling! Jangan membuang buang waktumu untuk melakukan hal tidak berguna denganku, seorang pria tua!”

“Kamu tidak tua.”

“Ketika aku menjadi penguasa langit. Kakekmu bahkan belum menikah!”

“Jadi kamu tidak suka karena aku lebih muda darimu?”

“Baiklah, duduklah disini dan jangan membuat kekacauan disekitar. Aku akan meminta dua pelayan Celestial untuk membawamu pulang.”

“Tidak, jika aku kembali maka sepupu putra mahkota akan meneriaki aku lagi.”

“Apakah dia sering memarahimu?”

Feng Jiu mengangguk.

Dari kejauhan, Cheng yu dan Si Min melihat Feng Jiu dan Dijun bersama. Cheng Yu merasa trik nya yaitu memberikan Feng Jiu buah yang memabukkan itu berhasil. Jika mabuk, maka apa yang dikatakan oleh Feng jiu dapat menggugah hati Dijun.

***

Dijun menggendong Feng Jiu yang mabuk kembali ke Taichen.

Lian song melihatnya, “Dijun siapa yang kau bawa itu?”

“Tidakkah kamu bisa tahu dengan melihatnya?” Kata Dijun cuek.

“Aku hanya kaget karena tidak pernah melihat Dijun berhubungan dengan seorang wanita.”

Melihat Feng Jiu yang teler, “Apa dia makan buah yang memabukkan?” Tanya Lian song

“Tanya saja pada kekasihmu!”

Lalu Dijun masuk ke kamar Feng Jiu. Membaringkannya ketempat tidurnya, ia memandangi nya sesaat lalu beranjak pergi. Tapi Feng Jiu menarik tangannya sehingga Dijun hampir terjatuh memeluk Feng Jiu. Deg!

“Dong Hua.. Dong Hua..” igau nya.

***

Dijun sedang menulis di ruang belajarnya. Feng Jiu yang sudah sadar, menemui nya.

“Dijun, apakah kau yang membawaku kembali ke istana kemarin?”

“Benar.” Kata Dijun masih tanpa ekspresi.

“Apakah kau yang memberiku dua sup penangkal mabuk?”

“Tidak, itu tiga mangkok.” ๐Ÿ˜œ

“Apa ada yang lain yang ingin kau tanyakan?”

“Lalu, bagaimana aku harus membayar mu?”

“Kalau tidak keberatan, tambahkan saja dihutangmu sebelumnya.”

Wkwkwk utangnya Feng Jiu jadi tambah banyak

“Kenapa? Apa kau tidak mau membayar utangmu?”

“Tidak begitu. Aku akan membayar semuanya.”

“Apa selama di Celestial, Si Min sudah memberi tahumu, orang seperti apa aku itu?” Kata Dijun, serem!

Jadi Feng Jiu menceritakan segala yang disampaikan Si Min tentang Dijun (intinya sih, Dijun tidak bisa bergaul dan tidak suka bergosip).

“Jadi kau tidak perlu khawatir padaku.”

“Jadi kau tidak akan mengatakan pada siapapun bahwa bibiku adalah Si Yin?”

“Tentu”

Akhirnya Feng Jiu menceritakan semua pada Dijun. Cerita juga mengenai mo Yuan yang ada di Qing Qiu.

(Dijun memanfaatkan kepolosan Feng Jiu๐Ÿค”๐Ÿคจ)

***

Dijun dan Lian song sedang bermain catur. Feng Jiu datang mengantarkan teh. Ia mendengar Lian song sedang menggosipkan Bai Qian.

Feng Jiu kesal, jadi dia menaruh tehnya dengan kasar didepan Lian song, tapi sikapnya manis banget pada Dijun.

“Putri kecil, kamu sudah membantu ku. Aku hampir saja kalah dalam permainan ini.” Kata Lian song.

Ternyata nampan Feng Jiu sudah merusak formasi catur Dijun. (Wkwkwk lha kok Dijun diem aja lo..)

“Dijun” Feng Jiu tampak merasa bersalah.

***

Si Min menceritakan pada Feng Jiu bahwa putra mahkota sudah memiliki istri dari dunia fana. Feng Jiu tidak terima karena putra mahkota adalah tunangan bibinya. Jadi ia memutuskan untuk mencari tahu, siapakah wanita itu?.

(Istri putra mahkota yang dari dunia fana yaitu Su su. Su su sendiri adalah Bai Qian yang aura imortalnya disegel oleh Qin Cang saat Bai Qian mencoba menyegel ulang raja iblis itu. Tapi tidak ada yang tahu bahwa Su su adalah Bai Qian, jadi ketika Su Su dibawa ke Celestial, ia diperlakukan dengan jahat bahkan disekap).

Feng Jiu menuju tempat Su Su disekap. Tempat itu dikunci dengan gembok .

“Apa kau masih hidup?” Kata Feng Jiu sambil mengetok pintu.

“Aku Feng Jiu, imortal dari Qing Qiu, apa kamu istri Ye Hua yang dari dunia fana?”

“Apa katamu,Ye Hua? Apakah dia masih hidup?” Kata Su su.

“Aku tidak tahu, apakah ada sesuatu yang terjadi padanya?”

“Kau bahkan tidak tahu?” Katanya sambil menangis putus asa.

Feng jiu merasa kasihan pada Su su.

***

Feng Jiu membawa teh untuk Dijun. Dijun memandangi nya.

“Feng Jiu, aku lewat istana Xiwu sebelumnya, dan melihat mu keluar dari sana.”

Feng Jiu bingung, ia mencoba merahasiakan kepergiannya ke Xiwu.

“Jika bukan di Xiwu, hanya Zhuxian Terrace yang ada diarea itu. Apa kau di Zhuxian Terrace untuk melihat bulan?”

“Ah ya, bulan di Zhuxian Terrace sangat cantik mengingatkan ku pada Qing Qiu.” Katanya tergagap.

“Sungguh? Kalau begitu kau harus sering kesana.”

Sindir Dijun.

Si Min berusaha memberikan kode pada Feng Jiu, tapi Feng Jiu tidak mengerti.

Setelah Feng Jiu pergi,

“Si min, perhatikan dia baik baik. Xiwu bukanlah tempat yang tenang, sebaiknya ia jarang kesana.”

“Aku mengerti.”

(Dijunnya perhatian banget, dia takut Feng Jiu akan keseret skandal Ye Hua dan istri manusianya๐Ÿ˜Œ)

***

Diluar, Feng Jiu gelisah. Apakah dia telah salah mengatakan sesuatu. Si Min menjelaskan padanya, kalau Zhuxian Terrace adalah tempat sial bagi para imortal. Karena imortal tidak akan bisa menggunakan kekuatannya disana. Pendek kata, Dijun tahu kalau Feng Jiu berbohong.

***

Feng Jiu merengek pada Si Min agar diajak ke pertemuan keluarga Celestial.

Tapi suatu accident terjadi, kipas milik Su Su/Bai Qian terjatuh, itu membuat seekor Phoenix marah. Ia menyerang orang orang disitu. Feng Jiu terluka parah.

Ye Hua mengalahkan Phoenix itu.

Feng Jiu dibawa Si Min kekamarnya. Dijun datang dan menatap tajam pada Si Min. Si Min menceritakan hal yang terjadi dengan ketakutan.

“Kalian semua keluar!”

Semua orang akhirnya keluar.

Dijun menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Feng Jiu.

“Yang mulia, jika kau menyelamatkan ku lagi, bagaimana aku bisa membayar hutangku?”

“Diam, jangan mengatakan apapun!” Dijun lagi konsen menyelamatkan Feng Jiu.

Ternyata, ketika menyelamatkan Feng Jiu membuat tenaga Dijun terkuras.

Dijun memandangi Feng Jiu yang terbaring lemas.

***

Feng Jiu berusaha bangun dari tempat tidurnya. Dia merasa malu karena merepotkan Dijun lagi padahal dia ke Taichen untuk membalas kebaikan Dijun.

Jadi dia memutuskan untuk kembali ke Qing Qiu. Karena terlalu lemas, Feng Jiu tidak dapat kembali ke wujud manusia nya. Ia jadi rubah merah.

Ia berusaha keluar dari Taichen dengan sempoyongan, akhirnya ia tidak kuat dan pingsan disitu.

Dijun menemukannya lalu menggendongnya kembali ke Taichen.

***

Dijun kembali menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan si rubah.

“Katakan pada kaisar langit kalau putri kecil dari Qing Qiu baik baik saja.” Kata Dijun pada Si Min.

“Apakah putri kecil sudah kembali ke Qing Qiu?”

Dijun melihat ke rubah merah, Si Min juga melihat si rubah (entah apa yang dipikirkan dua orang itu๐Ÿค”)

***

Feng Jiu kasmaran, ia senang sekali digendong oleh Dijun walaupun mungkin Dijun tidak tahu bahwa si rubah adalah dia.

Dijun datang dan Feng Jiu merubah dirinya menjadi rubah lagi

“Kesini!” Kata Dijun pada si rubah. Si rubah langsung datang kepangkuan Dijun. Dijun membelai belainya dengan sayang.

***

Si rubah merah mengikuti Dijun kemanapun Dijun pergi.

Walaupun Feng Jiu merasa bersalah karena menipu Dijun, ia juga senang bisa didekat Dijun walaupun hanya sebagai binatang peliharaan.

Dijun ke suatu tempat yang tenang, ia minum arak dan menikmati pemandangan. Dijun kembali membelai rubah itu.

***

Dijun tertidur.

“Dijun, apa kau mabuk?” Tanya Feng Jiu

“Kamu pasti berpikir kalau Feng Jiu si pembuat masalah sudah pergi. Kamu pasti berpikir kalau aku adalah seorang yang tidak tahu membalas budi. Itu juga bukan yang ku mau, tapi aku tidak tahu cara untuk membayar mu.” Kata Feng Jiu menyesal.

Feng Jiu menatap Dijun lalu menciumnya!

Feng Jiu kaget sendiri dengan apa yang ia lakukan. Dia langsung lari terbirit-birit.

Dijun membuka matanya. (Aahhh ternyata dia tidak mabuk!)

***

Feng Jiu konsultasi pada Cheng yu.

“Kau menciumnya? Kau sungguh mencium nya?” Tanya Cheng Yu.

“Dia tidak membalas? Itu berarti dia pura pura tertidur!” Cheng yu menebak.

“Tidak mungkin, ia tertidur karena kebanyakan minum arak.”

“Tidak mungkin Dijun menurunkan kewaspadaan nya dan dicium tanpa ia tahu,”

“Menurut ku, dia juga ada perasaan untuk mu dan ingin itu terjadi.” Kata Cheng Yu. (Cheng yu mah pinter dalam percintaan, cocok sama Lian song)

Feng Jiu senang.

***

Dijun membaca buku sambil membelai rubah merah kesayangannya.

“Dijun pura pura tidur, atau…” Kata Feng Jiu dalam hati.

***

Feng Jiu menanyakan cara agar manusia bisa menjadi imortal pada Cheng Yu dan Si Min.

Dijun datang, Feng Jiu langsung merubah wujudnya lagi menjadi rubah “Apa yang kalian lakukan diruangan belajar ku?”

“Aku hanya ingin bermain dengan rubah lucu ini.” Kata Cheng yu beralasan sambil menggendong si rubah.

Merasa canggung akan kebohongannya, ia langsung pamitan pulang. Rubahnya ia serahkan ke gendongan Si Min.

“Kau tampaknya sangat menyukai rubah kecil itu!” Kata Dijun menyindir tapi Si Min masih belum ‘ngeh’.

“Apa kau mau membawanya?” Katanya lagi

“Tidak tidak..” ia langsung menaruh si rubah. Lalu pamitan pergi.

(Kayaknya Dijun cemburu neh๐Ÿคญ).

***

Bersambung part 3 ya

Dong Hua Dijun and Bai Feng Jiu love story part1

Kisah ini potongan dari film 3 lives 3 worlds (eternal love). Kenapa dipotong, karena mimin paling suka kisah si Dijun ini.. kabarnya sih, kisah khusus Dong Hua dan Feng Jiu akan dibuat filmnya, judul nya pillow books dan akan tayang ditahun 2019.

Oke.. sambil nunggu pillow books tayang, baca sinopsis ini dulu aja.. cekidot: ๐Ÿค“

Rubah merah dengan tanda bunga jeger didahinya sedang terburu buru mau ke Qing Qiu. Ditengah jalan, ia bertemu monster seperti singa.
Feng Jiu ketakutan, Monster itu menyeringai

“Aku Bai Feng Jiu dari Qing Qiu. Jangan macam-macam!” Gertak Feng Jiu.

Feng Jiu melayang pergi, diikuti si monster yang juga melayang cepat.

Ketika Feng Jiu hampir menabrak pohon. Seorang berambut perak, berjubah ungu menolongnya. Dengan sekali kebas, si monster pergi ketakutan

Seperti ala ala drama biasanya, Feng Jiu terpesona dipelukan pria itu. Bahkan ketika mereka sudah aman, pelukan Feng Jiu tidak juga dilepas. (Kalo Mimin yang dipeluk juga gak akan dilepas wkwkwk)

“Siapa kamu?”

“Dong Hua Dijun. Berapa lama lagi kamu akan memelukku seperti ini?” Kata Dijun dingin.

Feng Jiu langsung melepas pelukannya .

“Apa kamu Dong Hua Dijun? Kamu tidak terlihat seperti dia.”

(Terlihat seperti Gao Vengo ya mbak yu..)

“Aku tidak mirip dia?”

“Tidak, aku pernah melihat lukisan mu sebelumnya milik Zhe Yan. Kau sungguh tidak mirip dia.”

“Zhe Yan?”

“Ya, Zhe Yan, dewa tinggi di 10 miles peach blossom.”

“Kamu siapanya dia?”

“Aku putri dari dewa di Qing Qiu dari klan rubah ekor sembilan. Bai Feng Jiu.” Katanya memperkenalkan diri.

“Salam pada Dong Hua Dijun”

” Jadi kamu dari keluarga Bai, seorang keluarga Bai takut pada seekor singa emas? Kamu belum jadi dewa tinggi ya?” Tanya Dijun heran.

“Belum”

Dijun pergi. Diikuti Feng Jiu.

“Sejak kamu menyelamatkan ku, aku harus membayar kebaikanmu “

“Itu tidak perlu.”

“Apa yang harus aku lakukan? Bibiku selalu mengatakan agar sebuah hutang harus dibayar.”

“Bibi mu? Bai Qian dari Qing Qiu?” Tanya Dijun. Rupanya Dijun sudah mengenal baik keluarga Feng Jiu.

“Kamu mengenal bibiku?”

“Kami berkesempatan bertemu beberapa kali. Bibimu dan kaum Celestial memiliki hubungan yang dalam.”

“Jadi begitu, tapi mengapa aku tidak pernah mendengar dia mengatakannya. Dia terlihat tidak terlalu suka bercerita tentang kaum Celestial.”

“Kamu tidak tahu, Zhe Yan dan raja rubah Bai Zhi ketika di Celestial untuk membicarakan bibimu?”

“Jadi begitu?” Tiba tiba Dijun berbalik dan menabrak Feng Jiu.

Feng Jiu kembali terpana.

“Sampai kapan kau akan mengikuti ku?” Tanya Dijun dingin

“Aku hanya ingin membalas kebaikanmu.” Lalu pergi mengikuti Dijun lagi.

(Feng Jiu mah pantang menyerah)

***

Dijun pergi ke sungai Ruo Shi, dimana raja iblis dikurung dalam lonceng.

“Dijun, aku sudah menjaganya sekitar 70.000 tahun. Lonceng dari kaisar timur tidak pernah menunjukkan aktivitas yang aneh.” Kata dewa bumi

“Aku mengamati akhir akhir ini Qing Cang membuat pergerakan.” Kata Dijun

“Bagaimana mungkin? Bukankah Qing Cang tersegel oleh dewa Mo Yuan, lusinan milenia yang lalu?” Tanya Feng Jiu.

“Jika Dijun sungguh mengatakannya, aku takut jika..” kata dewa bumi

“Aku tahu kamu tidak dapat menangani Qing Cang. Perhatikan saja aktivitas lonceng, jika ada aktivitas yang tidak biasa dalam 10 hari kedepan, goyangkan bel ini dan aku akan datang segera.” Dijun memberikan sebuah bel kecil pada dewa bumi.

(Feng Jiu tampak mupeng ๐Ÿคญ )

“Ingat, jika ada aktivitas apapun, kamu harus menggunakan kekuatan mu untuk membunyikan bel ini.” Dijun mengingatkan sekali lagi

“Ya” Dewa bumi memberi hormat, Dijun pun pergi.

Dijun berhenti, Feng Jiu nabrak Dijun lagi. (Ini Feng Jiu kalo jalan gak lihat lihat๐Ÿ˜†)

“Mengingat kamu adalah putri Qing Qiu, aku tidak akan memperhitungkan apa yang terjadi sebelumnya. Bagaimanapun, jika kamu terus mengikuti ku, jangan salahkan aku jika menjadi kasar.” Kata Dijun galak. Feng Jiu kecewa.

***

Feng Jiu mendatangi dewa bumi, ia mengeluarkan sebuah seruling giok.

“Ada apa kau memanggilku?” Tanya dewa bumi.

“Dijun mengatakan agar membunyikan bel jika kamu melihat suatu aktivitas tentang lonceng kaisar timur, apa kau ingat?”

“Aku tidak berani lupa.” Kata dewa bumi sopan

“Dijun berubah pikiran, dia mengatakan akan lebih baik jika kamu menggunakan seruling ini saja .” Kata Feng Jiu licik.

“Ini..” dewa bumi ragu

“Kamu tidak percaya padaku?”

“Bagaimana aku berani tidak mempercayai mu, aku melihat sendiri kamu kesini bersama sama Dijun. Aku hanya bingung, apa yang harus aku lakukan dengan bel ini.”

“Berikan saja padaku.”

“Baiklah, terimalah! Aku harus pergi sekarang.”

Feng Jiu senang.

“Oh, aku harus bergegas ke ulang tahun bibi.” Dia langsung pergi.

***

Bai Qian memetik kecapi mengiringi kakak keempatnya yang sedang latihan. Tiba tiba Feng Jiu datang,

“Gugu.. ” sapa Feng Jiu pada bibinya.

“Rubah kecil sudah kembali.” Sapa pamannya

“Aku sengaja kembali untuk merayakan ulang tahun bibi. Semoga kau terus menjadi paling cantik di dunia..tidakkah kamu senang mendengarnya?,”. Kata Feng Jiu menggombal.

“Ya, aku senang”

“Kau sudah tua, tapi permainanmu bagus seperti biasanya.”

Dengan sihir nya, Bai Qian merubah Feng Ju menjadi rubah.

“Kamu berani mengataiku tua! Kau harus menjadi rubah sementara.” Katanya gemas.

Ketika melihat loncengnya,

“Ini bagus,” lalu mengikatkannya dikaki rubah merah itu.

***

Hari itu Bai Qian tampak aneh. Bai Qian pergi mengunjungi gunung Kunlun. Feng Jiu terus mengikutinya.

“Wah, jadi ini gunung Kunlun yang legendaris?”

Kata Feng Jiu kagum.

Feng Jiu melihat bibinya mulai minum minum, seakan akan ada yang merisaukan hatinya.

Tiba tiba, Feng Jiu ditangkap oleh Bai Qian.

“Gadis kecil, kamu mengikuti ku sampai kesini?,” Kata Bai Qian sambil mengeluarkan sebuah gulungan.

“Aku akan pergi jauh, sebuah teknik magis, tertulis digulungan ini. Hanya aku yang tau isinya. Jika aku mati, teknik ini akan hilang selamanya. Dunia akan berada dalam masalah besar.” Katanya sambil menaruh gulungan itu dimeja.

“Lonceng yang kau pakai, itu milik Dijun Khan? Aku tau dalam sekali lihat. Darimana kau mendapatkan nya? Jika aku kembali dengan selamat, aku akan menanyaimu!.”

“Kamu akan pergi kamana, gugu?” Kata Feng Jiu dalam hati.

Seakan Bai Qian tahu apa yang dipikirkan Feng Jiu,

“Kamu juga tau, aku tidak akan mengatakan apapun. Tidak ada seorang pun yang mampu mencari tahu tentang ku.”

Bai Qian beranjak pergi,

“Tidurlah disini selama tiga hari, setelah tiga hari, mantra yang aku gunakan untuk melindungi mu akan hilang. Bunyikan loncengnya dan panggilah Dijun.”

Feng Jiu langsung tertidur.

***

Dijun datang mengecek kembali, lonceng kaisar timur yang berisi raja iblis. Ia heran karena beberapa hari yang lalu ia mendapat kabar dari dewa bumi bahwa lonceng besar itu tampak aneh seakan Qin Cang si raja iblis akan keluar dari situ. Tapi sekarang, lonceng itu tampak tenang kembali. (Dalam film lengkap nya, kita akan tahu bahwa Bai Qian menggunakan jiwanya untuk menyegel si raja iblis lagi, seperti yang dilakukan Mo Yuan, gurunya)

Dijun menanyakan perihal lonceng itu pada dewa humi.

“Salam, Dijun”

“Mengapa kamu memanggil ku?”

“Saat itu, lonceng itu menunjukkan aktivitas yang tidak biasa. Lalu muncul seorang wanita yang sangat cantik, yang menanganinya.”

“Wanita cantik? Apakah gadis muda yang datang bersamaku kemarin?”

“Bukan.”

“Lalu siapa yang melakukan nya?” Kata Dijun penasaran.

“Oh ya ini, .gadis muda yang datang bersamamu kemarin menukar loncengnya dengan seruling ini.”

Dewa bumi menyerahkan seruling nya pada Dijun .

“Oh, ” kata Dijun tersenyum tipis.

“Karena sudah tidak ada yang terjadi, berikan seruling itu padaku.” (Tuker tukeran neh ye..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜œ)

***

Dijun menemukan Feng Jiu yang sedang tertidur digunung kunlun.

Ia mengambil gulungan diatas meja. Lalu menggunakan kekuatannya untuk membangunkan Feng jiu.

“Apa yang kamu lakukan disini?”

“Aku mengikuti bibiku sampai kesini.”

“Bibi? Bai Qian tidak pernah menampakkan diri didepan umum.”

“Aku tidak terlalu yakin, beberapa hari yang lalu, sebelum aku tertidur. Bibiku meninggalkan 10miles peach tree Woods dan pergi kesini.”

“Apakah bibimu berhubungan dekat dengan gunung Kunlun?”

“Tidak, aku tidak pernah mendengar dia menceritakan nya.”

“Apakah bibimu yang meninggalkanmu bersama gulungan ini?”

“Ya, bibiku meninggalkan nya.”

“Apakah kamu tau apa yang tertulis disini?”.

“Bibiku mengatakan itu sebuah teknik magis.”

“Benar, itu sebuah teknik untuk menyegel roh dalam lonceng kaisar timur.”

“Benarkah? Bukankah lonceng itu senjata yang digunakan untuk menghancurkan langit dan bumi?”

“Benar.”

“Lalu artifak itu yang menyebabkan perang besar 70.000 tahun yang lalu… ” Feng Jiu berusaha merebut gulungan itu. Tapi gagal.

“Mo Yuan menggunakan teknik ini untuk menyegel Qin Cang.. tampaknya bibimu sangat dekat dengan gunung Kunlun..”

“Itu tidak mungkin, bibiku tidak pernah meninggalkan Qing Qiu sejak dia lahir.”

“Benarkah?” Tanya Dijun tidak percaya.

(Semasa muda nya, Bai Qian menyamar jadi laki laki bernama Si Yin dan menjadi murid di Kunlun. Ia sempat jatuh cinta pada pangeran iblis dan dikhianati. Si Yin sangat mengasihi gurunya, Mo Yuan. ketika bangsa iblis memberontak, Mo Yuan menyegel raja iblis di lonceng kaisar timur menggunakan jiwanya. Tubuh tanpa roh maka akan segera membusuk, oleh karena itu si Yin/Bai Qian mengunakan darah dari jantungnya untuk mengawetkan jasad Mo Yuan).

“Kau adalah penyelamat ku, mana mungkin aku membohongimu.”

Dijun memukul (memukul sayang ..uhuiiii) dahi Feng Jiu dengan gulungan itu.

Lalu Dijun pergi lalu diikuti Feng Jiu.

“Berapa lama lagi kamu akan mengikuti ku?”

“Bukankah sudah kukatakan kalau aku akan membayar kebaikanmu. Zhe Yan mengatakan kalau Budi harus dibalas. Kalau aku tidak membayar disini maka aku akan membayarnya ditempat lain. Aku akan memikirkan hati hati bagaimana cara ku untuk membayarmu.”

“Lalu bagaimana caramu untuk membayarku?” Dijun mendekati Feng Jiu. Feng Jiu gugup.

“Aku.. aku… Belum memutuskannya.”

Ketika mereka sedang berbincang, pangeran iblis datang.

“Apa yang sedang kamu lakukan disini?”

“Aku hanya lewat dan melihat lihat.” Kata pangeran iblis.

(Pangeran iblis lagi nyariin Si Yin)

Dijun pergi dan diikuti Feng Jiu

Dijun memberikan gulungan itu pada Si Min, dewa bintang. Dijun menceritakan perihal segel lonceng kaisar timur yang akan terbuka tiap 70.000 tahun. Dan baru saja ada seorang wanita yang menyegelnya lagi.

“Dijun, siapakah wanita yang menyegelnya?” Kata Si Min kagum

“Sepertinya, bibi gadis ini.”

Feng Jiu memperkenalkan diri, lalu mereka ngerumpi bareng, Dijun dicuekin hahahaha..

***

Feng Jiu meminta tolong Si Min untuk mencari cara agar ia bisa membalas budi pada Dijun.

Feng Jiu juga mengetahui dari Si Min kalau tunangan Bai Qian direbut oleh pelayannya, shao Xing. Ia tidak terima kalau bibinya menjadi bahan tertawaan.

***

Feng Jiu melabrak Shao Xing. Shao Xing meminta maaf dengan sungguh sungguh tapi raja laut Utara tidak terima akan sikap tidak sopan Feng Jiu. Merekapun bertengkar. Pertengkaran mereka dilerai oleh si Min. Tapi Feng Jiu masih marah berapi api.

(Sebetulnya Bai Qian juga tidak pernah mencintai tunangannya. mereka bahkan tidak pernah bertemu. Karena selama di Qing Qiu, yang melayani putra mahkota adalah Shao Xing, merekapun jatuh cinta. Karena hal itu, putra mahkota dihukum menjadi raja laut Utara yang jabatannya lebih rendah. Akhirnya posisi putra mahkota diserahkan pada Ye Hua, dan Ye Hua ditunangkan dengan Bai Qian)

“Feng Jiu.. ” Dijun tiba tiba datang.

Raja laut Utara memberi salam.

“Bagaimana kamu bisa datang?”

“Jika aku tidak datang, kamu akan berkelahi dengan raja laut Utara.”

“Aku hanya membela bibiku.”

Dijun meminta maaf karena sikap Feng Jiu dan ia mulai menanyakan perihal Si Yin dengan sikap mengintimidasi.

Shao Xing sebetulnya tahu tapi ia tutup mulut, ia tidak mau mengkhianati Bai Qian lagi. Feng Jiu melihat kebaikan hati Shao Xing, ia pun mau memaafkan.

***

Dijun pergi ke istananya Taichen. Feng Jiu mengendap endap mengikuti nya. Tentu saja ia dilarang masuk oleh penjaga.

***

Feng Jiu duduk merana didepan istana Taichen. Lalu Cheng Yu, seorang fana yang berhasil jadi Dewi, lewat didepan istana Taichen. Ia melihat Feng Jiu duduk disitu dan menyapanya

Feng Jiu mengatakan padanya bahwa dia ingin membalas kebaikan Dijun. Tapi jangankan membalas budi, bertemu saja mereka tidak bisa.

Ia meminta Cheng Yu untuk menolongnya memasuki istana Taichen.

Untuk memasuki istana taichen, ada 3cara:

1. Kamu harus jadi Dewi dengan rangking tinggi. Tapi kamu bukan.

2. Menikahi orang dari istana Taichen. Tentu saja Feng Jiu tidak mau

3. Menjadi pelayan. Ini yang paling cocok, hanya perlu jadi lebih rendah hati

***

Feng Jiu masuk ke istana Taichen bersama para pelayan lainnya.

Ketika Si Min melihatnya, ia menghalanginya. Ia kasihan pada Feng Jiu karena ia mengetahui bagaimana tabiat Dijun yang kasar.

“Dia memang orang yang menarik.” Kata Feng Jiu sambil tertawa.

“Justru kamulah orang yang menarik.” Kata si Min putus asa.

***.

Ternyata didalam istana Taichen, ada juga seorang wanita yang menyukai Dijun, dia adalah sepupu Yehua, tunangan Bai Qian.

Dia melarang semua pelayan yang cantik melayani Dijun. Jadi Feng Jiu kesulitan menemui Dijun walaupun tinggal di istana yang sama

***

Feng Jiu kelelahan karena harus mencuci dan memasak. Ia mengendap endap, mencuri istirahat.

Cheng Yu datang menemuinya. Ia menertawakan Feng Jiu yang menyukai kakek kakek!

***

Ketika Feng Jiu memetik bunga persik, Si Min datang, ia punya ide bagaimana cara agar Feng Jiu dapat bertemu dengan Dijun. Feng Jiu disuruh memetik bunga persik lagi.

***

Diistana Taichen, Dijun memandangi rangkaian bunga persik yang cantik.

“Bunga persik nya sangat cantik.” Kata Lian song, pangeran ketiga, mantan kekasih Cheng yu.

“Ada seorang pelayan baru istana, memiliki mata yang bagus.”

“Pelayan istana?” Lian song penasaran.

***

Feng Jiu diminta menghadap ke ruangan Dijun.

Feng jiu memberi salam. Dijun memandangnya tanpa berkata kata.

“Bangun, biarkan aku melihat mu.” Kata Lian song

“Mengapa yang mulia ingin melihatku?” Tanya Feng Jiu

” Yang mulia terkenal sebagai palyboy di kaum Celestial. Tentu saja ia ingin melihatmu.” Kata Cheng Yu ceplas ceplos. Ia tiba tiba datang.

“Salam Dijun.” Kata Cheng Yu

“Apa kalian semua datang ke ruangan belajar ku untuk bermain?” Kata Dijun seakan akan tau apa yang mereka semua pikirkan.

“Aku tidak mengerti maksud Dijun.” Kata Cheng yu yang diamini oleh Si min dan Lian song

Ketika Lian song melihat Cheng yu dan si min mengenal Feng Jiu. Ia mulai menanyakan identitas Feng jiu.

“Jadi kau adalah putri dari Qing Qiu? Mengapa kamu berpakaian pelayan diistana Dijun? Jangan katakan kau akan membalas kebaikan Dijun karena menyelamatkan hidupmu..” kata Lian song

Ternyata sudah banyak wanita yang berpura pura jadi pelayan untuk mendekati Dijun dengan alasan membayar kebaikan. (Waaa yang naksir Dijun banyak.. termasuk Mimin๐Ÿ˜๐Ÿ˜)

“Tapi aku sungguh sungguh ingin membalas Dijun.”

“Baiklah, aku ingin tanya sesuatu, apa kamu merasakan sesuatu yang lain pada Dijun selain membalas budi?”

Feng Jiu terdiam.

***

Feng Jiu berjalan jalan, ia memikirkan kata kata Lian song.

Lalu ia melihat Dijun disana, diantara pohon persik

“Dijun, ada yang ingin kukatakan, aku memang sungguh sungguh ingin membalas budi. Hari ini, pangeran ketiga menanyakan, apa aku ada perasaan lain untukmu? Aku merasakan itu padamu.”

Feng Jiu menyatakan perasaannya.

Dijun membalikkan badan, ternyata disitu juga ada kaisar langit dan sepupunya Ye Hua. Mendengar kan pernyataan cinta Feng Jiu.

“Apa kamu sudah selesai berbicara?” Kata Dijun dingin

“Aku .. aku.. sudah selesai..” Feng Jiu tergagap karena malu.

“Kalau sudah selesai, kau boleh pergi.”

Feng Jiu langsung lari terbirit-birit wkwkwk..

***

Sampai di kamar pelayan. Para pelayan memberi salam, mereka juga meminta maaf karena mereka tidak tahu bahwa Feng Jiu juga adalah seorang putri. Dijun juga telah memerintahkan mereka untuk membiarkan Feng Jiu tinggal diistana Taichen sampai bosan.

***

Feng Jiu menemui Dijun, dia ingin tetap diijinkan melayani Dijun.

Dijun lalu berhitung, jika Feng Jiu ingin membalas budi dengan menuangkan teh, maka akan perlu 200.000 tahun. (Keburu Feng Ju tua hahaha..)

Jika ingin membayar budi, Dijun akan memberikan kesempatan. Dijun ingin tahu keberadaan mo Yuan. . Tapi Feng Jiu tidak mau membocorkan rahasia bibinya.

Feng Jiu penasaran kenapa Dijun ingin sekali informasi tentang mo Yuan.

***

Bersambung part 2