Sinopsis Terius Behind Me eps 10

“Tidak kusangka tas nya akan dikembalikan secepat ini.” Kata pengawal Yong Tae.

“Putra mereka akan menikah. Jadi mereka butuh uang. Mereka harus membelikan rumah saat anak mereka menikah.”

“Anda mencari tahu soal rumah tangga mereka?”

“Ini namanya proposal yang tidak dapat ditolak.”

(Jadi kepala keamanan nasional yang baru bisa disuap🤔)

***

“Pernah lihat tas yang mereka import?”

“Tentu saja.”

“Kamu tahu tas nya dijual ke siapa?”

“Kenapa mereka sangat tertarik pada perusahaan itu?” Kata Ae Rin dalam hati

“Kamu tau detail nya?”

“Aku pernah melihat logonya. Itu berupa nomor seri.”

“Kamu punya fotonya?” Tanya Ji Yeon semakin penasaran.

“Ya”

“Boleh kulihat?”

“Sebelum itu, apa aku diterima?” (Ae Rin pinter negosiasi 😜).

“Astaga, sudah pukul segini. Aku ada wawancara kerja yang lain, jika anda tidak mau mempekerjakan ku, aku harus pergi” Kata Ae Rin pura pura jual mahal (cerdas!!)

“Mulailah bekerja pekan depan.” Kata Ji Yeon.

“Terima kasih.” Kata Ae Rin malu malu.

“Kita lihat fotonya dulu..”

“Omong omong, disini ada asuransi pegawai?” (Wkwkwk, Ae Rin ngelunjak)

“Ya, kami menyediakan asuransi pegawai.” Kata Ji Yeon terpaksa.

“Terima kasih, toko akan segera ramai.”

“Kita lihat fotonya dulu.”

“Aku tidak punya file aslinya. Tapi kubagikan ke ruang obrolan ibu ibu saat mencari tahu merk tas itu. Ini dia!”

Ji Yeon melihat kode tas nya. “Apa ini maksudnya?” Kata Ji Yeon dalam hati.

“Kapan kita menekan kontrak?,” Tanya Ae Rin.

“Masih ada seri tas yang lain..” pancing Ae Rin.

“Bawa kan kontrak nya sekarang!” Perintah Ji Yeon pada do woo.

Yes!

***

Ae Rin pulang, mereka merayakan diterimanya Ae Rin kerja dengan makan makan

“Astaga! Kelihatannya enak”

“Ibu yang terbaik!”

“Selamat makan.”

Mereka makan dengan senang. (Seperti keluarga bahagia😜).

“Bon ssi, selesai makan pulanglah. Aku mau bersama sikembar cari bahan makanan ”

“Aku juga mau cari bahan makanan.” Kim bon beralasan.

Mereka belanja bersama. So sweet!!

Si kembar mengagumi ikan dalam aquarium. Mereka merengek minta dibelikan.

“Tidak, jika beli ikan, kita harus beli rumahnya juga. Lihat, rumahnya besar. Tidak ada tempat.” Kata Ae Rin sabar

Anak anak mulai berulah, mereka menangis histeris bersamaan di supermarket.

Ae Rin mengabaikan si kembar yang menangis histeris. Tapi Kim bon tidak tahan rengekan si kembar. Akhirnya dibelikan oleh Kim bon dan ditaruh diapartemennya.

“Kau sungguh tidak perlu begini.” Kata Ae Rin

“Tidak apa-apa, aku selalu berpikir ingin memelihara ikan.” (Wkwkwk ahjussi mah pinter alasan!)

“Omong omong, rumahmu bersih sekali, tidak banyak furniture juga. Kamu mencoba gaya hidup minimalis?itu sedang trend sekarang. ”

“Sebenarnya tidak juga.”

Ae Rin mulai mengagumi rumah Kim bon. Ketika ia akan membuka laci lemari, langsung ditutup oleh Kim bon. (Senjata nya diumpetin disitu🤫).

Ae Rin bercanda dan berlari an bersama si kembar. Kim bon terpana.

***

“Kenapa dia tidak mengatakan jika wanita itu pernah bekerja di J internasional? Mengenai tas itu, bon mengetahui semuanya tapi tidak menceritakannya padaku. Apa dia tidak mempercayai ku? Atau dia mencoba mengatasi semuanya sendiri?” Ji Yeon bicara sendiri.

“Jawaban nya sudah jelas, dia tidak mau wanita itu terlibat masalah ini.” Kata do woo.

“Lantas, kenapa dia meminta kita mempekerjakan Ae Rin?”

“Dia tidak mau Ae Rin dalam bahaya. Tapi juga mau menolongnya. Pasti itu alasannya.”

“Astaga..apa bon menyukainya?” Ju Yeon kelihatan cemburu.

***

Kim bon memandangi ikan ikan. Merasa kesepian.

***

“Selamat pagi.” Sapa Ae Rin.

“Sekarang bukan pagi, kamu 15 menit lebih awal. Tolong datang tepat waktu!”

“Apa? Kamu juga datang lebih awal, kenapa aku ditegur?” Ae Rin bingung. (Ya iyalah, datang kerja lebih awal kok malah dimarahi..😝)

“Karena aku banyak pekerjaan.” Kata Do Woo.

“Aku juga..” Ae Rin langsung menaruh tasnya dan mulai membersihkan debu.

Seorang pelanggan datang,

“Kami baru buka pukul 10.00. silahkan kembali nanti.” Usir do woo.

“Kalau begitu, aku mau melihat lihat dulu, beli nya nanti jam 10.”

“Baiklah.”

“Boleh aku pegang tas nya?” Kata si pelanggan.

“Jangan.”

Ae Rin melihat dengan pandangan aneh🤨. (Mungkin pikir Ae Rin, “pantes tokonya sepi, lha pelayanannya aja jelek gitu”😪)

“Aku permisi.” Kata si pelanggan tersinggung.

“Bu..!!silahkan dilihat lebih dekat. Ada cermin disebelah sana.” panggil Ae Rin. Lalu Ae Rin melayani pelanggan itu dengan baik. Do woo menghela nafas. Wkwkwk.

***

Ji Yeon mengajukan perekrutan pegawai pada direktur Shim. Ia mengatakan, pegawai barunya adalah seorang istri saksi kematian moon Sung So. Sedangkan saksi aslinya, Cha Jeong Il sudah mati.

“Omong omong, kenapa kamu mempekerjakan istrinya?”

“Aku harus menggali lebih dalam tentang saksi Cha Jeong Il. Akan ku jadikan dia informan ku. Tolong setujui biaya operasional nya.”

“Apa dia bisa dipercaya?”

“Tentu saja. Di juga pegawai yang baik.” Ji Yeon tertawa getir.

***

Yong Tae melihat lihat berkas Ae Rin.

“Preferensi makanan si congkak aneh.” Yong Tae membaca statistik analisa frekuensi makanan sehari hari untuk sepekan.

(Khan kerja Ae Rin cuma nyiapin makan siangnya si Yong Tae)

“Tampaknya si congkak aneh itu, aku” wkwkwk

“Jelas, dia bukan tipe pemalas.”

***

Toko king’s bag sepi.

“Tampaknya toko kita sepi.”

“Karena sepi, itu menyenangkan.”

“Kita tidak boleh seperti itu sebagai pegawai, kita harus memikirkan orang yang menggaji kita..” Ae Rin betul betul karyawan yang baik.

“Kamu mengkhawatirkan hal hal yang tidak perlu.”

Ponsel Ae Rin berbunyi.

***

Kim bon disidang oleh tim Kis (sang Ryoel, Bu Shim, dan mama yu Ra)

“Aku sibuk, ada apa?”

Ternyata mereka minta diramal. Wkwkwk.

“Tolong beritahu aku, apakah istri ku akan dipromosikan.” Kata sang Ryoel.

“Tolong katakan, apakah aku dan suamiku cocok. Apa kita akan punya anak lagi?” Kata mama yu Ra

“Apa yang kalian bicarakan?” Kim bon bingung.

“Ae Rin sudah menceritakan semuanya. Katanya kamu jago meramal. Dia sering memujimu.” Kata Bu Shim.

“Adik ipar ku akan menikah musim semi mendatang. Pilihkan tanggal yang baik.” Kata bu Shim meminta tolong.

“Coba kulihat, aku bisa menerawang nya. Akan ku lakukan sendiri dirumah dan ku beritahu kalian nanti.” Kim bon beralasan. Karena ia juga bingung mau ngomong apa.

***

Yong Tae menemui Ae Rin, ia mau merekrut Ae Rin kembali. Ae Rin yang kesal karena insiden penculikan itu, tentu saja menolaknya.

***

“Aku sudah memeriksa rekening J internasional, tapi tidak ada catatan yang keluar. Ada beberapa deposit yang ditransfer. Tapi dari informasi yang kudapat, semua itu dari penjualan tas. Tak ada yang mencurigakan soal perputaran uangnya.” Kata do Woo

“Dimana daftar pembeli ya?” Tanya Kim Bon.

“Sedang kukerjakan . Akan butuh beberapa hari.”

Tiba tiba alarm berbunyi. Mereka melihat CCTV. Ternyata ada beberapa orang masuk ke king’s bag. Mereka adalah tim KIS!

Mereka foto foto produk bak model dan menguploadnya di medsos. Wkwkwk

***

“Sebetulnya apa yang mereka lakukan?” Tanya Ji Yeon heran.

“Firasat ku buruk.” Wkwkwk

***

Keesokan harinya, king’s bag penuh pengunjung.

“Ini membuatku gila!” Ji Yoen menggerutu.

“Aku seperti kehilangan energi ku.” Ra do woo lemas.

(Kerjaan mereka jadi nambah hahaha)

***

Tim kis datang dan mereka merasa bangga telah berhasil memasarkan tas nya. (Mereka tidak tau apa yang sebenarnya telah mereka perbuat hahaha)

***

Kim bon memandang Ae Rin dari kejauhan, Ae Rin sedang sibuk dengan para pelanggan.

“Dia memang luar biasa.” Katanya sambil geleng geleng kepala.

***

Dirumah Kim bon, si kembar memberi nama ikan ikan mereka.

“Yang ini A, yang ini B..”

“Itu X, itu Y.”

“Lalu yang ini… ahjussi bisa beri dia nama?”

“Apa namanya ya?” Kim bon bingung.

“Bagaimana kalau ‘uncle’?,” Usul Joon Hee.

“Sae Hyeon bilang, uncle itu artinya paman. Dalam bahasa Inggris.”

“Uncle? Bagus juga”

(Uncle/paman/ahjussi.. ternyata Kim bon ada dihati sikembar.. jadi terharu)

Ponsel Kim bon berbunyi, itu pesan dari Ji Yeon yang mengomel karena Ae Rin menjual habis tas tas itu. Kim bon tersenyum.

***

Kim Bon menunggu Ae Rin pulang kerja.

“Bon ssi, kamu menungguku pulang kerja?”

“Untuk apa? aku membuang sampah.” (Alasaaannn)

Ae Rin mengucapkan terima kasih atas kerja keras Kim bon. Ia juga menghadiahkan dompet untuknya.

“Aku menaruh gajimu disana, jadi bayarlah cicilan mobilmu!”

***

Sang Ryoel menonton berita tentang pembelian 30 unit jet tempur Z 38 Lucas zone.

“Ah, U 40 jauh lebih baik. Kenapa Z 38 yang dipilih? Menyebalkan sekali” Gerutunya

***

Yong Tae mendapatkan sebuah panggilan dari nomor tak dikenal.

“Ya aku mengerti, tolong jangan khawatir.” Jawab Yong Tae, entah apa yang mereka bicarakan.

***

Orang diseberang yang menelepon Yong Tae sedang melihat horoskop hari ini.

“Kartu hari ini, pendeta wanita tertinggi.”

(Apa maksudnya?😰)

***

Seorang pria memasuki kantor direktur shim. Ia mengambil foto file profil Ae Rin dimeja.

***

Kim bon mengecek horoskop hari ini.

“Kartu hari ini, Aries. Pendeta wanita tertinggi.”

“Aku baru melihat kartu ini. Apa maknanya?”

Ia mengecek lokasi. King Castle!

Kim bon langsung berlari. Ia takut kejadian candy akan berulang.

Sampai ditempat jemputan, ia berteriak.

“Tidaakkk!” Ia memeluk Ae Rin sampai terjatuh ke tanah.

***

Bersambung episode 11

Sinopsis Terius Behind Me eps 9

Terius Behind Me eps 8

Kim bon berganti kostum. Ia mengambil senjata dan mengendarai mobil mewahnya.

***

Disebuah gudang kosong. Ae Rin disekap.

Ae Rin ketakutan, jika ia mati, nasib si kembar bagaimana?

Yong Tae datang bersama pengawalnya .

***

Kim bon sudah tau lokasi Ae Rin karena sebelumnya ia menaruh pelacak ditas Ae Rin.

***

Ji Yoen memasuki ruang pertemuan rahasia itu. Ternyata semua sudah pulang melewati pintu belakang.

***

Yong Tae muncul, ia membuka lakban penutup mulut Ae Rin

“Pak jin, kenapa anda melakukan ini? Apa salahku, kenapa anda membawaku kesini? Menakutkan sekali”

“Kamu sungguh ingin tahu?” Kata Yong Tae sambil mengambil kursi dan duduk didepan Ae Rin.

“Go Ae Rin ssi, kamu tau cerita rakyat berjudul ‘blubeard’? Dalam ceritanya, ada wanita yang mengabaikan larangan masuk dan malah masuk untuk memperpendek hidup mereka. Kamu tidak mendengarkan! Kenapa? Kamu heran, bagaimana aku bisa tahu?”

Ternyata, ruangan itu selain dikunci menggunakan password, juga ada CCTV yang tersambung dengan sistem alarm jarak jauh. Jadi jika ada orang memasuki ruangan, maka akan ada pemberitahuan di hp Yong Tae.

“Aku sungguh minta maaf pak, aku hanya ingin tau harga tas yang kurusak, kurasa mungkin label harganya ada diruangan itu. Atau mungkin ada informasi soal barang impor”

“Bukankah sudah kubilang tidak usah ganti rugi? Kamu mengabaikan ku?”

Braakkk, sebuah tongkat diketok oleh pengawal Yong Tae. Yong Tae kaget.

“Anda akan memukulku dengan itu?” Ae Rin ketakutan.

Braakkk.. tongkat diketok lagi. Yong Tae kaget lagi.. (😝 ekspresi Yong Tae lucu)

“Mungkin akan terasa menyakitkan, tapi itu terserah kamu. Jadi katakan yang sebenarnya.”

“Baik, akan kukatakan yang sebenarnya.” Kata Ae Rin ketakutan.

“Kenapa kamu memotret tas nya?”

“Sebetulnya, tas itu kubawa pulang setelah ketumpahan jus.”

“Apa?!”

“Aku punya teman yang sangat memahami urusan tas. Aku hendak bertanya padanya. Aku ingin memastikan apa harga tas itu memang 100.000 dolar. Dan apakah dia tahu merknya. Kukira anda mungkin berbohong kepadaku! Tapi dia bilang, belum pernah melihat merk itu. Dia belum pernah melihat nomor seri seperti itu.” (Langsung ada bunyi sirine emergency 😝)

“Lalu?”

“Saat aku masuk keruangan itu? Disana ada banyak sekali tas. Aku hendak memeriksa apakah tandanya sama, tapi nomor seri tiap tas berbeda. Aku tidak berbohong. Aku memotret labelnya agar bisa bertanya kepada temanku.” Kata Ae Rin polos.

“Siapa temanmu itu?”

“Ibu teman anakku.”

“Jadi, kamu menunjukkan foto itu kepada temanmu?”

“Belum, fotonya ada di diska lepas.” (Sirine emergency berbunyi lagi hahaha..)

Tas Ae Rin dibongkar dan diambil flasdisknya.

“Ada lagi? Apa kau menyimpan file lainnya?”

“Ada dikomputer kerjaku. Diska C. Ada folder dengan namaku. Yang asli ada disana.”

Lalu Yong Tae memeriksa hp Ae Rin, tapi file foto nya sudah dihapus karena keterbatasan memori.

“Pak Jin, aku ingin bertanya, apa tas tas itu begitu penting? Sampai anda menculik ku?”

“Tampaknya dia tidak tahu.” Kata Yong Tae dalam hati.

“Go Ae Rin ssi, kenapa kamu menghadiri pemakaman itu?”

“Sebetulnya aku berbohong tentang sesuatu.”

***

Kim bon datang ke lokasi gudang dan menghajar para pengawal.

***

“Ku kira anda akan mendekatiku jika tahu suami ku meninggal. Jadi aku sengaja berbohong.” Kata Ae Rin polos.

“A..a..apa?” Kata Yong Tae speechless.

“Akhirnya dia bilang suaminya meninggal.” Kata Yong Tae dalam hati.

Lalu terdengar suara keributan diluar.

Yong Tae ketakutan, ia membebaskan Ae Rin.

Ia menyuruh Ae Rin jalan didepan. Karena sebetulnya dia itu penakut 😜

***

Didepan gudang, Kim bon ngumpet. Ae Rin ketakutan melihat pengawal Yong Tae sudah terkapar.

Yong Tae lari terbirit-birit.

“Pak jin, tunggu aku!” Ae Rin lari mengikuti Yong Tae.

“Pak jin, ijinkan aku ikut! Tempat ini terpencil untuk didatangi taksi.”

“Kamu bisa pulang sendiri. Mulai hari ini kamu dipecat. Paham?” Kata Yong Tae sambil gemetaran.

“Tunggu, teganya anda meninggalkan wanita ditempat seperti ini sendirian!”.

(Ae Rin neh konyol banget, masa minta anter penculiknya😝😝 wkwkwk)

***

Ae Rin berjalan pulang dengan ketakutan. Ponselnya berbunyi dari ‘pengasuh bon’.

“Kamu dimana? Kenapa belum pulang?” Kata Kim bon pura pura padahal dia dibelakang Ae Rin.

***

“Astaga aku lelah sekali.” Keluh Ae Rin.

Lalu ia melihat bon keluar dari mobilnya. Ia terpana, bersyukur karena sudah ditemukan.

***

“Aku akhirnya dipecat.”

“Baguslah.”

“Apa katamu? Aku baru dipecat. Apanya yang bagus?”

“Bukankah kamu bilang perusahaan mu aneh?”

“Ya. Dari yang kulihat hari ini, kurasa mereka gangster. Mereka hampir memukul ku dengan sebongkah kayu.”

“Kamu terluka?”

“Tentu saja tidak”

“Ah bon ssi, waktu kita bertelepon, kau menyuruhku memastikan tidak ada orang asing disekitar dan melarang ku memberitahukan pembicaraan kita kepada orang lain. Tampaknya kamu tahu aku akan dalam bahaya. Bagaimana kamu bisa tahu?”.

“Begini, sebenarnya… ” Kim bon bingung menjelaskan nya

“Kamu punya kekuatan supranatural?” Ae Rin menebak.

“Ya. Sebenarnya aku bisa melihat masa depan.” 🤥🤥🤥

“Pokoknya jangan beritahu siapapun soal kejadian ini dan yang kamu lihat ditempat kerja. Kamu bisa terlibat masalah. Keluarga mu akan sial!!” Kata Kim bon menakut nakuti.

“Ya” kata Ae Rin percaya

**

Sampai rumah, mereka bertemu Bu shim. Bu Shim yang menjaga si kembar karena Ae Rin tidak kunjung pulang.

***

Ae Rin heran dengan mobil mewah Kim bon.

“Karena itu aku mengasuh anak anakmu, untuk mendapat uang.”

“Bagaimana ini, aku baru dipecat.” (Ae Rin merasa bertanggung jawab akan angsuran mobil mewah Kim bon hahaha)

***

“Kamu sudah tau siapa penerobosnya?” Tanya Yong Tae pada pengawalnya.

“Belum”

“Belum?! Bukankah banyak CCTV dimana mana.”

Ternyata ditempat itu dipilih karena tidak ada CCTV agar mereka tidak meninggalkan bukti.

Semula ia mengira penerobos itu K, tapi karena K ada di Makau. Jadi itu bukan K.

“Lantas itu siapa?” Yong Tae penasaran.

***

Bu Kwon mendapatkan informasi dari anak buahnya mengenai lokasi Terius.

“Kenapa tidak membawanya kemari?”

“Kami kehilangan jejaknya.”

Bu Kwon langsung marah marah.

***

Ra do woo merasa diikuti seseorang, jadi ia menyamar. Ternyata dia adalah Kim Bon.

“Kamu amat terlatih untuk seseorang yang bahkan bukan agen lapangan. Mentormu pasti sangat cakap.” Puji Kim bon.

“Kamu sombong sekali, bagaimana jika aku melaporkan mu?”

***

“Kenapa mengambil alat pelacak? 11 peralatan hilang. Dan aku tau kamu kegudang Hanam setelah mengunjungi gedung pemakaman rumah sakit universitas Myeongin. Aku tahu segalanya.”

“Apalagi yang kamu ketahui agen Ra do woo?”

“Aku tahu kamu sering kesini dan aku juga tahu kamu tinggal disekitar sini.”

Yoo Ji Yoen datang dan kaget melihat Kim bon dan do woo bersama.

“Kami bertemu diperjalanan. Dia mirip denganmu. Aku suka itu.”

Mereka bertiga akhirnya bertukar informasi.

Mereka mencari tahu tentang laporan keuangan J internasional, CEO jin Yong Tae dan Steven Kim alias K .

***

Tim kiss datang ke king’s bag. Ra do woo disuruh menemui mereka.

“Bagaimana jika mempekerjakan 1 pegawai lagi. Melihat situasi saat ini kurasa kita membutuhkan seseorang untuk menjaga toko.” Usul Kim bon

***

Kim bon datang ke rumah Ae Rin memberikan selebaran yang berisi lowongan pekerjaan di king’s bag.

Ae Rin disuruh melamar.

***

Yoo Ji Yoen teringat pembicaraan nya dengan Kim bon. Suami Ae Rin adalah saksi pembunuhan moon Sung So. Jadi Kim bon kasihan padanya. Ia juga diminta merahasiakan penyebab kematian Cha Jung Il.

Ae Rin datang untuk melamar pekerjaan.

***

Tim kiss membicarakan Kim bon yang bisa melihat masa depan. Mereka sepertinya merencanakan sesuatu

***

Sesi interview

“Ini kali pertama mu bekerja di bidang penjualan?”

“Ya, tapi aku yakin bisa lebih baik dari siapapun.” Kata Ae Rin percaya diri.

“Apa pekerjaan mu sebelum nya?”

“Aku bekerja di firma IT sebagai programmer sampai enam tahun lalu.”

“Itu sama sekali tidak berhubungan dengan penjualan tas.”

“Berarti aku tidak diterima?”

“Akan ku pertimbangkan. Tolong tinggalkan detail kontaknya.”

“Aku bekerja di perusahaan dagang yang mengurus tas baru baru ini.

“Sungguh?” Kata Ji Yoen tidak tertarik (Ji Yoen kelihatan banget jeles sama Ae Rin 😔)

“Nama perusahaan nya J internasional” kata Ae Rin polos.

Ji Yeon dan do woo langsung, Greng!!!

“Tunggu, tadi kamu bilang ‘J internasional’?”

“Ya”

***

Bersambung episode 10

Sinopsis Hidden Floor part 2

Hidden Floor part 1

Pria 304 menekan tombol lift tapi tidak terbuka, dia lalu turun menggunakan tangga darurat.

***

Min Yong memasak, dia memanggil Ju hee untuk makan.

Ju hee sedang menusuk nusuk boneka dengan jarum suntik.

“Darimana kau mendapatkan ini?”

“Itu ada disana.”

“Kenapa kau berbohong?” Desak min Young.

“Itu benar benar ada disana.”

***

Min young turun ke apartemen pria 304, ia mau melabraknya. Ia masuk lalu melihat pria 304 sudah mati.

***

Polisi berdatangan, polisi mengira itu karena overdosis.

Min Yong memberi kesaksian kalau dia melihat wanita dan anak laki laki juga tinggal disitu saat pulang dari makan malam kantor ia melihat nya.

“Makan malam kantor?kamu minum alkohol ya?”

“Hanya sedikit.”

“Mabuk dan pergi ke lantai yang salah.” Kata detektif.

“aku mabuk tapi tidak keracunan.” Kata min Yong kesal.

“Kau yakin ini lantai 3?”

Tanya detektif tak percaya.

“Ya aku yakin.”

“Pernahkah kamu melihat wanita dan anak laki laki itu saat tidak keracunan?” Tanya detekif menyebalkan 😤.

“Aku yakin tentang itu, dan juga kebisingan dilantai bawah.”

Detektif marah dan mengatakan kalau pria 304 masih lajang.

“Putrimu adalah satu satunya anak kecil yang tinggal disini!” Bentak detektif.

Min Yong merasa ada yang janggal.

***

Min young masuk ke apartemen nya. Ia melihat ju hee menempelkan telinganya dilantai, menguping.

“Ju hee, ibu sudah bilang untuk tidak melakukannya lagi ”

Ju hee tidak peduli.

“Kamu tidak mau mendengarkan ibu?” Kata Min young kesal

***

Min young menyelesaikan pekerjaan nya dirumah. Ju hee bermain sendiri.

Ju hee memukul mukul boneka. (sebelumnya Ju Hee adalah anak yang manis😞)

“Aku benci kau! Kau jelek! Kau bodoh! Aku berharap menusukmu dan membunuhmu! Aku tidak menyukaimu!” Kata Ju Hee pada boneka yang ia aniaya.

Min young speechless. Lalu ia menelepon kakaknya.

***

Min young membereskan baju bajunya. Ia meminta Ju hee ke rumah Sang hee.

Ju hee menolak, ia mau tetap tinggal disitu. Ju hee memberontak.

“Ju hee kenapa kamu jadi bersikap seperti ini?” Kata Min young kecewa. Ia tetap memaksa Ju Hee untuk pindah.

Di lorong, pria minimarket ada disana juga. Pria itu menanyakan kenapa Ju hee marah marah.

“Bolehkah aku membelikanmu es krim?” Bujuk si pria minimarket.

“Lupakan!!” Kata Ju Hee marah sambil mendorong pria itu. (Ju hee jadi kasar banget😰).

“Maafkan aku, apa kau baik baik saja?” Tanya min young merasa tidak enak.

Si pria minimarket juga heran atas perubahan perilaku Ju hee.

***

Ju hee dibacakan cerita oleh sang hee, sepupunya. Min Yong berencana menitipkan Ju hee disana untuk beberapa hari. Karena kini dia semakin sibuk, dan perilaku Ju Hee juga semakin aneh.

Tiba tiba sang he berteriak..

“Eomma, ” katanya sambil memeluk ibunya ketakutan.

Ju hee sedang menggaruk garuk kulitnya dan bajunya penuh darah.

***

Dirumah sakit, Min Yong menunggu Ju hee yang sedang diobati.

Bos Min young telepon, dia marah karena memang Min Young tidak masuk kerja.

Dengan berat hati akhirnya Min young memutuskan berhenti kerja.

“Aku minta maaf, tapi putriku sakit keras.”

***

Dalam mimpi, lampu berkedip kedip. Coretan didinding. Min Yong melewati lorong yang tidak pernah digunakan. Ada seorang wanita disitu.

***

Min young minum setelah bermimpi buruk lagi. Ia berusaha melupakan mimpi buruk itu.

Ia lalu melihat berkas perumahannya. Ia mengingat didalam mimpi, lorong itu ada coretan coretan.

Ia langsung pergi ke TKP, kamar 304.

Di ruangan 304, ia mencari cari sesuatu. Setelah menemukan berkas, ia langsung keluar.

***

Surat kontrak.

Setelah membaca surat kontrak itu, ia ingat pembicaraan para detektif mengenai insiden nona Kang, penghuni lama dilantai 5.

Ia lalu menelepon seseorang.

***

Min young bertemu dengan seorang wanita.

Rupanya min Young menyelidiki tentang bangunan lama sebelum perumahan itu dibangun.

Wanita itu bilang kalau pembongkaran komplek Sae jong menjadi polemik. Bahkan ada preman yang mengusir penghuni disitu secara paksa. Ada beberapa orang yang bertahan disitu sampai akhir.

Namun aneh, tidak lama kemudian Park soon ok, penghuni suite 404, gedung no 3. Meninggalkan apartemen dengan menolak kompensasi.

Min young melihat foto foto lama.

Disalah satu foto itu, ada seorang wanita didekat jendela bersama anak laki lakinya.ia seperti mengenalinya.

***

Min young menemui detektif.

Ia memberi tahu detektif kalau hal aneh yang terjadi di apartemen karena insiden penghancuran komplek lama 3 tahun lalu. Ada seorang wanita yang mati disitu dibunuh para preman. Bernama Park soon ok.

“Jadi maksudmu, Park soon ok mati lalu jadi hantu dan membunuhi mereka semua?” Kata detektif tidak percaya.

Tanpa bukti yang konkret polisi tidak bisa bertindak apa apa.

***

Sampai dirumah kakaknya, ia diberitahu bahwa Ju hee menghilang.

Ia langsung pergi, sepertinya ia tau Ju hee pergi kemana. Di ingat kalau Ju Hee pernah mengatakan kalau ia akan tinggal di apartemen itu selamanya.

Ia masuk ke apartemennya, tapi Ju Hee tidak ada disitu.

Min young mencari di setiap lantai apartemen. Tapi tidak menemukannya.

Ia pergi ke minimarket, menanyakan Ju hee pada kasir disitu. Tapi si kasir juga tidak melihat Ju hee seharian.

“Apa kau sudah menelepon polisi?”

“Tidak, belum”

“Jangan terlalu khawatir, aku yakin dia ada disekitar sini.” Kata si kasir berusaha menenangkan

Tidak lama kemudian, ia mendapat telepon dari seorang wanita yang memberinya informasi mengenai penghancuran komplek Sae Jeong.

“Aku sudah mendapat info siapa dalang usaha penghancuran komplek. Namanya park Byung do. Aku akan mengirimkan fotonya ke ponselmu sekarang.”

“Terima kasih banyak.”

MMS masuk. Foto pria itu adalah pria minimarket.😰.

Pria minimarket tiba tiba ada dibelakang nya, dia kaget. Ponselnya jatuh. Pria itu mengambilnya. “Kenapa fotoku disini?”

Min Young gugup, dia akan segera pergi dari situ. Tapi pria minimarket memanggilnya.

“Nyonya, jangan lupakan ponselmu.”

Ia berbalik perlahan.😰

***

Min young sadar dari pingsannya. Ia disuatu ruangan dan pria itu juga disitu.

“Kau.. kau membunuh Park soon ok, Khan?”

“Park soon ok, jalang itu yang membuat nya sendiri. Aku menjalankan usaha penghancuran dan si jalang itu menolak sampai akhir.”

“Bagaimana dengan putri ku Ju Hee?”

“Aku tidak tahu dimana putrimu berada. Aku membunuh si jalang Soon ok, membunuhmu juga bukan masalah besar bagiku.”

“Bahkan jika kau membunuhku, apa kau tidak takut ia (soon ok) membalas dendam”

“Dendam? Aku tidak percaya dengan hal hal seperti itu.”

“Akupun tidak percaya sampai sekarang ini… sekarang giliran mu.. giliranmu untuk mati!”

“Giliran ku?tidak, justru kini giliran mu untuk mati!”

Ketika pria itu mau memukul Min Young, ia ditusuk suntikan oleh Ju hee dari belakang.

“Kesini gadis kecil!”

Ju hee lari, si pria mau mengejar tapi ia ditahan oleh Min Young.

Ju hee lari melalui tangga darurat diikuti pria itu

“Hei bocah kemana kau, percuma bersembunyi.” (Pria ini bengis😰😤)

***

Min Yong berlari melalui tangga darurat.

4. Ada lantai nomor 4.

Ada ruangan 404. Dengan takut ia membuka pintu itu.

***

Ju hee lari, ia tertangkap pria itu. Ia dicekik sampai pingsan.

Tiba tiba ada sosok wanita dibelakangnya. Hantu!. Pria itu lari ketakutan. Dikegelapan, entah apa yang terjadi dengan pria itu.

***

Min young berjalan melewati lorong. Lorong itu persis yang ada dalam mimpinya.

Ia memasuki ruangan 404. Dia melihat suatu kejadian dimasa lalu.

Beberapa preman mengacaukan rumah itu.

Pria minimarket, pria rentenir dan pria 304. Mereka menghancurkan barang barangnya.

Sebuah lemari dirobohkan dan dihancurkan. Tapi ada darah keluar dari lemari itu. Ternyata, didalam lemari ada anak laki laki yang sudah mati.

Seorang wanita memakai baju setelan jas juga ada disitu. (Dia adalah nona kang. Korban diawal film ini🤔)

Ibunya yang melihat anak laki lakinya mati, menangis sedih.

“Ming gu.. Ming gu.. buka matamu!” Wanita itu histeris.

“Apa yang kau lakukan? Kembalikan Ming gu ku..!!”

Lalu pria minimarket memukulnya dari belakang.

Ternyata si anak masih bernafas.. si pria minimarket memukulnya lagi sampai mati.

Kelereng yang dipegang anak itu menggelinding dikakinya min Young. Ia mengambilnya

Min young yang seakan akan melihat langsung kejadian itu, menangis histeris.

Hantu park soon ok mendatanginya dengan berdarah darah.

“Aku mengerti penderitaan yang kau alami.” Kata min young.

Hantu itu mengulurkan tangannya, dan min Young juga menyambutnya. Tapi tiba tiba menghilang.

Min Yong juga tiba tiba berada diapartemennya sendiri.

“Eomma!” Panggil Ju hee. Ju hee ada disitu.

“Ju hee..” mereka berpelukan.

Mi Young melihat tangan Ju hee. Sudah sembuh, tidak bentol bentol lagi

***

“Apa kau berkata ada mayat yang dikubur dikamar 504. Jadi kita harus menggalinya?” Kata pemilik bangunan.

“Ya.. gedung punya celah antara tiap lantai untuk memblokir semua kebisingan. Disana, seorang wanita bernama Park soon ok dan anaknya dikubur.” Kata min Young.

“Apa kau berkata, empat kasus kematian digedung ini berhubungan dengan kematian nyonya park?. Berarti setelah kematian 4 orang ini, kutukan sudah diangkat?”

“Yang benar benar dia inginkan adalah jasad dia dan anaknya ditemukan ”

“Chae min young, apa kau menulis novel?atau mengancam kami?” Kata pemilik bangunan tidak percaya.

“Nyonya, pergilah dengan tenang, kami akan mengembalikan depositnya. Pindahlah!”

“Kau harus menemu kan jasad ibu dan anak itu!”

Pemilik gedung mengancam, jika rumor tersebar keluar. Maka mereka akan menuntut kerugian akibat rumor itu.

“Pindah! Atau kita akan berurusan dipengadilan!”

“Bagaimana bisa, kau seorang manusia?!” Min young marah.

***

Min Young bersiap siap pindah.

“Lupakan saja tentang ini!” Kata agen perumahan

“Park soon ok mendapatkan penolakan meskipun dia sudah mati.” Kata Min Young sedih.

***

Min young dan Ju Hee menaiki mobilnya dan pergi. Tangan Ju Hee menggenggam sebuah kelereng.

***

Pemilik gedung mengawasi mereka dari atas. Ketika ia menoleh, ada hantu dibelakangnya. Aaaa…!!!!!

***

1.. 2.. 3..5..

4

***

Selesai.

Sinopsis Hidden Floor part 1

Setelah mencium kekasihnya. Seorang wanita berjalan dengan sempoyongan, dia agak mabuk.

Dia mengingat sesuatu, lalu ia kembali. Karena lift tidak terbuka, ia berjalan melalui tangga darurat.

5, dia menuruni lantai 5.

Dia kembali menuruni tangga.

5, dia bingung, kenapa ia masih dilantai 5. Lampu berkedip, dia mencoba membuka pintu darurat tapi terkunci.

Ada sesosok orang juga melewati tangga naik darurat. Dikegelapan ia diserang, ia berusaha mengambil ponselnya yang tergeletak dilantai. Ketika lampu ponsel menyala, ia melihat hantu disebelahnya. Aaaaaaa…!!! 😰😰

***Lantai Tersembunyi***

Seorang ibu turun dari mobil dan meminta anak perempuan nya tetap menunggu disitu.

Ia menuju kantor agen perumahan.

“Aku mau mengambil kunci nomor 504.”

“Namamu?”

“Chae Min young.”

Mereka memberikan kuncinya.

“Air dan listrik seharusnya sudah dipasang hati ini. Telepon tukang gas untuk menyambungkannya. Kesini lah jika kamu ada masalah” Kata pegawai nya.

“Tapi apakah kamu tau kenapa bangunan ini begitu sepi?”

Kedua pegawai agen itu saling berpandangan.

“Ini bukan musim pindahan. Lagi pula, hari ini hantu akan berkeliaran. Mengganggu orang yang mengusiknya (pindahan)” kata seorang agen menakuti nya.

“Aku tidak percaya takhayul, aku pindah hari ini karena diskon 30%”

Anak Min young masuk kedalam kantor.

“Kenapa kamu tidak mengatakan kalau sudah punya anak?”

“Apa itu masalah?”

“Tidak apa apa, anak ini kelihatannya tenang. Ijin tinggal disini agak sulit karena menyangkut ijin kedap suara. Berbeda jika dibandingkan tinggal di apartemen.”

(Bangunan ini lebih seperti rumah susun. Tapi aku akan tetap menyebut apartemen ya..)

***

Min young membawa barang barangnya menuju lift.

“Ju hee, bisakah kamu menekan tombol ke lantai 5?”

“1..2..3..5.. kenapa tidak ada nomor 4, Bu?”

“Memang tidak ada nomor 4.”

“Kenapa?”

“Orang orang tidak menyukai nomor 4.”

“Kenapa?”

“Mereka takut nomor 4 karena itu seperti kata ‘mati’ dalam bahasa cina.”

***

Setelah sampai didepan pintu. Bola yang dikotak Min young jatuh.

“Ju hee bisakah kau mengambil nya?” Kata Min young. Ia kerepotan membawa barang barang itu sendiri.

Ju hee mengambil bolanya, tapi seakan akan ada yang mengawasi.

***

Ju hee tertidur, tapi Min young masih merapikan barang barangnya.

Lalu Min young bekerja menghadap komputer nya. Dia mendengar suara aneh, lalu ia keluar untuk memastikan.

Ahhh… Ternyata dia hanya bermimpi.

***

Pagi hari Min young berolahraga. Ia sengaja menggunakan tangga darurat dibanding lift.

Ia berlari ditangga, melewati 3 lantai. Harusnya ia sudah dilantai satu. Ia merasa aneh, karena dia masih dilantai 2.
Tapi mungkin ia yang salah, lalu ia menuruni 1 tangga lagi.

***

Min young datang ke tempat penitipan anak. Mungkin ia mau menitipkan Jun Hee disitu ketika ia bekerja.

Tapi pemilik penitipan menolaknya dengan alasan tempat itu khusus untuk komplek disitu, sedangkan Min Yong dari komplek sebrang.

***

Min Yong bersama Jun Hee membeli belanjaan di mini market, tiba tiba pria misterius ada dibelakang nya. Omo!

Dia kaget, ternyata pria itu cuma mengambil sesuatu lalu pergi.

Mereka membayar belanjaan dikasir,

“Kamu pindahan?” Tanya si kasir.

“Iya”

“Pindah di apartemen yang mana?”

“504. Berapa?”

“7000 won”

Ternyata pembicaraan mereka didengar oleh pria misterius yang tadi. Pria misterius itu sedang makan ramen disitu

***

Min young akan berangkat kerja,

“Apa kamu bisa ditinggal sendirian? Hanya untuk beberapa hari saja” Bujuk min Yong pada Ju Hee.

“Berjanjilah ibu akan pulang lebih awal malam ini.” Mereka berjanji kelingking.

“Kamu bisa nonton film kartun kesukaan mu.”

“Benarkah?” Ju hee senang

***

Ju hee nonton sambil makan kudapan. Ia tampak bosan. Ia merasa ada sesuatu disitu jadi ia melihat kesekeliling. Dibelakang Ju Hee ada hantu!!!

Pintu tiba tiba terbuka, Ju hee melihat keluar. Ketika pintu ia tutup, sekilas ia melihat seorang anak laki laki.

Ia buka lagi pintunya, tapi anak itu sudah tidak ada.

***

Min young bekerja sebagai drafter di sebuah kontraktor.

“Bagaimana tempat tinggal mu yang baru?.” Tanya temannya.

“Dekat tempat kerja.”

“Untuk orang sibuk seperti kita, tinggal dekat tempat kerja itu yang terbaik.”

“Tapi tidak ada tempat untuk Ju hee.” Keluhnya.

Atasan Min young datang dan memberitahukan bahwa mereka mendapatkan proyek baru. Jadi dia meminta semua karyawan bekerja lebih keras daripada biasanya.

Sebagai perayaan mendapat proyek, mereka makan makan. Semua menikmati makanannya, tapi Min young gelisah karena meninggalkan Ju Hee sendirian.

***

Min young pulang larut malam dengan agak mabuk.

“Aku minta maaf, Ju hee” kata min Yong masih didepan pintu.

Dia mengetok pintu tapi tidak dibukakan.

Dia terus mengetok, sambil memanggil manggil Ju Hee.

Pintu dibukakan. Tapi itu bukan Ju Hee.

“Kamu siapa?” Katanya.

Min young langsung sadar kalau dia mengetok apartemen yang salah..

“Maaf aku sudah mengganggumu.”

Pintu langsung ditutup.

***

Min Yong pulang ke apartemen nya

“Kenapa ibu pulangnya lama? Aku takut ”

“Ibu telat karena..”

“Ibu bau alkohol.”

“Ju hee, apa kamu marah karena ibu meninggalkanmu sendiri?” Min Yong mencium putrinya.

***

Min Yong berjalan melewati lorong apartemen yang lama tidak dihuni. Ada sesosok anak kecil disitu. Ah!! Ia hanya bermimpi.

***

“Eomma, apa kau tau anak yang tinggal dilantai bawah?”

“Oh, anak laki laki itu.”

“Jadi kau tahu?”

“Ibu tahu segalanya.”

“Tapi dia sedikit aneh.”

“Kenapa?”

“Dia tidak pernah bicara dan lari ketika aku melihat nya.”

“Itu karena kamu cantik dan ia pemalu.” Kata min Yong tersenyum.

“Berkenalanlah dengannya, jadilah teman.” Min young menyarankan.

***

Min Yong menaiki lift.

Lantai 5.. lantai 3.. pintu lift terbuka.

Pria misterius itu muncul lagi!! Dia masuk lift. Min Yong tampak sedikit takut.

“Nona, kamu tinggal di 504 Khan?” Tanya pria itu.

“Apa?”

“Kamu tinggal di 504 dengan seorang anak Khan?”

“Ya.”

“Aku tinggal di kamar 304, tepat dibawah kamarmu. Anakmu atau keponakanmu itu, tolong tenangkan dia!” Katanya kesal. Mata pria itu cekung seperti kurang tidur. (Atau seperti seorang pemakai narkoba🤔)

“Apa?!” Min Yong kaget.

“Aku tidak bisa mendengarkan dia ribut!” Katanya kesal

“Maafkan aku, aku akan menenangkannya.”

Ternyata agen perumahan ada disitu.

“Memang sial tinggal diatas kamar pria itu. Berhati hatilah, pria itu benar benar aneh! Ada yang mengatakan dia mantan gangster, jadi jangan mengganggunya!” Kata si agen.

***

“Ju hee, kamu pasti bosan seharian sendiri. Seorang wanita akan mengajakmu main diluar besok.”

“Tidak bisakah, ibu yang bermain denganku?”

“Ju hee seberapa sayang sama ibu?”

“Seeebannyaaak ini” kata Ju hee sambil merentangkan tangan.

“Ibu menyayangi Ju Hee juga seeebannyaaak ini juga.. ibu harus bekerja, agar ibu dan Ju hee bisa hidup bahagia. Ayo bersabar sedikit lagi, oke?” Kata min Yong penuh kasih sayang

Merekapun bercanda.

(Senang melihat keakraban ibu-anak ini😍)

“Seseorang mengeluh kalau kamu berisik.”

“Seseorang yang tinggal dengan anak aneh itu? Aku tidak berisik. Lebih berisik dibawah!”

“Dibawah?”

“Lakukan seperti ini dan kau akan mendengar suara yang aneh.” Ju hee menaruh telinganya dilantai.

Min Yong juga ikut menempelkan telinganya dilantai. Ia memang mendengar suara aneh.

“Suara apa itu?” Tanya Min Yong penasaran.

“Pria dari bawah pasti bertengkar setiap hari.” Kata Ju Hee.

“Jangan lakukan ini lagi ,oke?” Kata min Yong tidak mau Ju hee merasa takut.

“Oke.”

***

Min Yong bermimpi lagi

Ia berjalan dilorong yang tidak berpenghuni lagi. Sebuah kelereng menggelinding dikakinya. Ia mengambil kelereng itu. Ia berjalan terus, ia melihat sesosok wanita. 😰

***

“Baiklah, tolong jaga dirinya.” Kata min Yong pada pengasuh baru Ju hee.

“Iya, jangan khawatir.”

“Ju hee, dengarkan apa yang ia katakan. Ibu akan mencoba pulang lebih awal, oke?”.

Min young pun berangkat kerja.

***

Min Young mengendarai mobilnya, secara tidak sengaja ia hampir menabrak seorang pria. Pria itu marah.

***

Ju hee bermain sendiri, pengasuhnya asik nonton tv sambil makan kudapan.

Ju hee bosan dan ia akan keluar.

“Hei, kau akan pergi kemana? Tanya si pengasuh.

“Ke mini market.”

“Apa ada kue lain?belilah kue dan 5telur juga oke.”

“Oke.”

“Cepat kembali.”

***

Ju hee membayar barang di mini market.

“Tunggu sebentar, ini hadiah untuk anak baik.” Si kasir memberikan sepotong es krim.

***

Ketika berjalan dilorong, Ju hee melihat ada seorang anak berlari dibelakangnya.

***

Min Yong menelepon pengasuh. Si pengasuh beralasan Ju hee sedang asik bermain. Ia baru sadar kalau Ju hee tidak kunjung pulang. Ia mulai mencarinya.

Ia melihat di lorong sebuah kantong plastik dengan telur yang sudah pecah.

Ia mengikuti bercak telur dan menemukan Ju hee disuatu ruangan. Tapi Ju hee tampak aneh tidak seperti biasanya.

***

Malam hari, min Yong mengucapkan terima kasih pada si pengasuh. Si pengasuh lalu pergi.

Mi Yong menanyakan ke Ju hee apa yang mereka lakukan seharian

“Dia sangat baik. Mengajakku bermain ditaman bermain dan membelikan ku es krim.

(😢padahal pengasuhnya cuek dan yang kasih es krim itu pria minimarket!!)

***

Malam hari ada seorang pria menelepon dengan suara keras. Pria yang hampir ditabrak min Yong. Pria itu rentenir.

Ia masuk ke dalam lift..lalu lampu lift mati. Ia menelepon 119 tapi diurungkan. Ia membuka pintu list secara manual lalu melompat keluar.ia disebuah lorong lantai yang asing. Dikegelapan dia melihat sesosok hantu yang kian mendekat padanya. Ia lari menuju lift yang macet.

Namun masih setengah badan, lift kembali menyala. Tubuhnya terjepit di lift dan mati terpotong.(ngeri…!!)

****

Pagi hari polisi sudah berdatangan. Min Yong melihat kerumunan dan mendengarkan beberapa detektif membicarakan insiden yang terjadi di lantai 5.

Diluar gedung, si pria cekung kamar 304 memperhatikan min Yong dari jauh.

***

Ju hee didalam rumah bersama pengasuh. Ia menggambar seorang anak laki laki dibuku gambarnya.

Karena bosan, Ju hee keluar. Ia akan ke tempat bermain.

Si pengasuh asik memasak lalu bel rumah berbunyi, ia mengintip ada Ju hee diluar tapi ketika pintu dibuka tidak ada siapa siapa.

Lalu ia melanjutkan memasak, tiba tiba ia mendengar sesuatu yang aneh. Ia ketakutan lalu tv langsung dimatikan.

***

Sore harinya, si pengasuh bilang kau ia tidak bisa lagi mengasuh Ju hee. Ia beralasan kau ada hal mendadak yang harus ia selesaikan.wajahnya tampak ketakutan.

“Ju hee apa ada yang terjadi hari ini?”

“Tidak tahu.” Jawab nya singkat.

“Apakah kau nakal lagi hari ini?”

“Tidak.”

“Jika tidak kenapa ia bersikap seperti itu hari ini?”

“Aku tidak melakukan apapun.”

(Ekspresi Ju hee sangat dingin🤨)

Min Yong membujuk anaknya agar bersikap lebih baik. Tapi Ju Hee membantahnya lalu pergi. Ketika min Yong menahan Ju hee, ia melihat ditangan Ju hee bentol bentol merah.

****

Min Yong membawa Ju hee ke dokter.

Kata dokter itu adalah gejala awal dari suatu penyakit. Kemungkinan itu karena asbestos, asbestos biasanya digunakan di gedung tua. Ia heran kenapa gedung baru masih memakai asbes.🤔

***

Bos min young menelepon agar min Yong tetap masuk kerja walaupun anaknya sakit. Bos nya mendesaknya.

“Apa kau akan pergi kerja?” Tanya Ju hee kecewa.

***

Min Yong komplen kepada agen perumahan. Karena anaknya menderita atopic dermatitis yang disebabkan asbestos.

Agen perumahan kekeuh kalau tidak memakai asbestos karena itu ilegal. Ia menunjukkan poster rumah susun itu, rumah susun yang ramah lingkungan.

***

Min Yong mengamati gedung apartemen nya.

“Lantai 1,2,3,5..” ia melihat ke atas dan ada seseorang disitu, ia mengira itu Ju hee. Lalu ia melambaikan tangan.

Secara tak sengaja, pria kamar 304 menabraknya dan menjatuhkan rokok yang dibawanya. Si pria tidak mengatakan apa apa lalu ia pergi dengan sinis.

***

Ju hee menekan tombol sebuah kamar apartemen. Lalu ia masuk. (Kamar siapa itu??😥)

***

Min Yong tampak tidak berkonsentrasi di kantor, atasannya menegornya agar bisa membedakan masalah pribadi dengan pekerjaan.

***

Pulang kerja, apartemen min Yong tampak gelap, lampunya tidak dinyalakan. Ju hee sedang nonton tv. Tapi aneh, tv-nya tidak ada gambarnya, hanya bintik bintik buram.

“Tidak kah kau takut gelap?” Tanya min Yong.

“Lagipula aku biasanya sendiri.”

Ketika lampu dinyalakan, min Yong melihat dinding yang penuh coretan.

Ia menganggap itu bentuk protes Ju hee padanya.

“Aku tidak melakukan itu.” Kata Ju Hee dingin.

***

Ju hee tertidur. Bel rumah berbunyi, ia membukanya. Ternyata itu pria kamar 304. Pria itu melabraknya karena anaknya sangat berisik.

***

Bersambung di part 2 ya..

Sinopsis Miracle in Cell no 7 part 2

Miracle in Cell no 7 part 1

Kepala sipir melihat lihat foto kegiatan ibadah.

“Bagaimana keadaan pendeta?”

“Dia merasa baikan.” Kata Petugas.

“Itu bagus.” Lalu kembali melihat lihat foto.

Dia merasa janggal, dalam foto pertama ada 3 anak kecil, tapi foto berikutnya cuma ada 2 anak kecil.

***

Bong Shik panik, “Bagimana kalau tiba tiba mereka kemari? Kau harus mencukur kepalanya dan membawanya keluar dari sini!”

“Tidak! Rambut ye Seung cantik.” Yong Go menolak.

Ada petugas datang, ye Seung kembali bersembunyi dibawah pintu.

Petugas melihat lihat didalam sel. Tiba tiba dia membuka lobang pintu yang dibawah. Dengan sigap Chung ho dan bong Shik mengangkat ye Seung. Mereka lega..tiba tiba kepala sipir ada dibelakang pintu, melihat ye Seung. Jedarrrrr!!!!!

***

Kepala sipir marah marah karena tidak ada yang tau ada seorang anak menyelinap disitu.

Dia menyuruh menyuruh mengeluarkan Ye Seung dari LP.

“Tapi ini masih hujan pak.” Kata petugasnya

“Kamu mau dipecat?!!”

“Ini hujan lebat, ye seung bisa kedinginan!” Yong Go meracau.

“Kedinginan? Bagaimana bisa kau bilang begitu?”

“Ye Seung tidak punya payung.”

“Kau membunuh seorang gadis kecil tapi merasa khawatir pada anakmu?!” Sambil mendorong Yong Go ditengah hujan

“5482.. tidak membunuh gadis itu.”

Kepala sipir kembali menendangnya.

***

Penghuni sel 7 semuanya dihukum, disuruh berlutut dan mengangkat tangan. Sedangkan Yong Go ditaruh di sel pengasingan.

Di sel pengasingan, Yong Go memanggil manggil nama ye Seung.

Di panti asuhan, ye Seung terus menangis.

(Mimin jadi ikutan nangis😭)

***

Ada kebakaran di LP. Seorang tahanan membuat kekacauan karena dia iri, seorang anak bisa menyelinap di penjara. Sedangkan ayahnya dia tidak di ijinkan mengunjunginya sampai ayahnya mati.

Api terus berkobar, para petugas membuka kunci semua sel. Para tahanan berlari an menyelamatkan diri.

Napi yang berulah mendorong kepala sipir hingga kepala sipir terjebak dalam kebakaran.

Yong go melihat kepala sipir langsung menolongnya.

***

Kepala sipir sadar,

“Kau sialan yang beruntung,”kata dokter.

“Kalau bukan karena si aneh itu, kau sudah dimakamkan.” Lanjutnya

“Siapa?”

Dokter lalu membuka gorden pembatas ruangan, disebelah kepala sipir, Yong Go berbaring tidak sadarkan diri karena terlalu banyak menghirup asap.

“Ketika dia membawamu keluar, dia menangis histeris dan memohon padaku agar menyelamatkanmu. Apa benar dia seorang penculik?”

***

Ye Seung menemui wali kelasnya, ia ingin konsultasi orang tua.

“Kau punya KTP Khan?”

***

Ye Seung bersama wali kelasnya datang ke LP.

😭😭😭 Ayah-anak itu sangat senang bisa bertemu.

Melihat ketulusan Yong Go dan Ye Seung wali kelasnya tersentuh.

Kepala sipir juga memperhatikan dari luar. Ia mulai sangsi akan tuduhan Yong Go.

Waktu berkunjung sudah habis.

“Ye Seung, aku akan pulang secepatnya..” teriak Yong Go sambil diseret petugas. Ye Seung menangis.

***

Kepala sipir memandangi foto anaknya. Ia sangat mengerti perasaan Yong Go dan ye Seung.

***

Kepala sipir memperhatikan Yong Go yang murung. Ia juga menjenguk ye Seung yang sakit karena tidak mau makan.

Seorang dari dinas sosial akan memindahkan ye Seung ke panti asuhan didesa.

“Ahjussi, aku tidak ingin pergi lebih jauh lagi,” Kata ye Seung sedih.

“Bisakah kau menangkap ku juga?😭😭 Tolong.”

Kepala sipir pergi tanpa mengatakan apa-apa. Tapi sepertinya ia sudah menentukan keputusan. Ia akan menyelundupkan Ye Seung! yeyyy…

***

Sebuah kotak besar dikirim ke sel no 7.

“Apa ini hari istimewa?mengapa dikirim kue beras?”

“Tapi ini khusus sel no 7. Kepala sipir sedang pergi.” Petugas menjelaskan.

“Ye Seung.” Kata Yong Go

Yong Go ditampar, “ini kue beras”

“Ini ye Seung.” Kata Yong Go

“Kau bilang begitu disetiap kotak!”

Tiba tiba ye Seung muncul dari dalam kotak

Mereka sangat bahagia.

***

Yong Go ke ruangan kepala sipir untuk mengucapkan terima kasih.

Ia melihat foto kepala sipir bersama anaknya. Lalu mengelap nya.

“Apa yang sedang kamu lakukan?” Tanya kepala sipir yang baru datang

“Kue lezat.”

“Keluarlah. Aku tidak membawa ye Seung untukmu.”

“Tunggu,. Kenapa kamu membunuh nya?”

***

Ye Seung dipangkuan Leader. Ia minta dibacain buku.

“Kau punya suara paling bagus disini.” Kata ye Seung polos

“Tidak pernah kulihat dia membaca sekalipun dalam 7tahun.” Kata kakek.

“Kumohon..” rengek ye Seung.

Leader mulai membaca (lebih tepatnya mengarang cerita hahaha)

Teman teman yang mendengar kan dia mulai komplen karena ceritanya ngaco.

“Kamu seperti orang yang tidak bisa membaca.”

“Itu tidak masuk akal, orang bodoh mana yang tidak bisa membaca? Simpanse aja bisa belajar membaca dalam 3 bulan.” Sahut yang lain

(Wkwkwk dibandingin sama simpanse)

Leader langsung lemas. Ternyata dia buta huruf hahaha..

Istri bong Shik akan segera melahirkan. Bon shik ingin bertemu juga dengan anaknya. Ia ingin menyelundupkan anaknya juga.

“Tidak! Disini bukan penitipan anak, satu saja sudah cukup.” Kata leader

Ye Seung merasa bersimpati pada bong Shik.

***

Kepala sipir mulai mencari kebenaran kasus Yong Go.

“Dia bukan putri polisi biasa, tapi putri komisaris jenderal yang meninggal! Bahkan menteri dalam negeri memerintahkan agar menyelesaikan kasus ini dalam seminggu.”

(Ooo pantes penyidikannya terburu terburu dan tidak diselidiki secara seksama..)

Kepala sipir berhasil mendapatkan berkas Lee Yong Go. Ia merasa aneh mengenai pernyataan tersumpah Lee Yong Go. Lee Yong Go Khan keterbelakangan mental, tidak mungkin bisa membuat pernyataan Serapi itu.

Kepala sipir juga mengingat bahwa yang mencelakai putranya adalah seorang napi kesayangan nya. (Pantesan dia galak banget pada para napi).

***

Ye Seung meminjam hp milik temannya. Ketika pulang, ia dijemput oleh kepala sipir

Ye Seung mengajari leader menulis kayak anak TK. Hasil karya leader di pasang di dinding.. wkwkwk benar benar kayak anak TK.

Bong Shik murung karena istrinya baru saja melahirkan tapi ia tidak bisa menghubungi nya.

Ye Seung mengeluarkan hpnya agar dipakai bong shik.

Mereka berputar putar mencari sinyal. Akhirnya ia berhasil menghubungi istrinya. Terdengar suara bayi menangis.

“Bayiku, ini ayahmu. Apa dia sehat? Jari tangan dan kakinya lengkap?”

“Si bayi mirip denganmu. Cocok menjadi jendral.” Kata istri nya

“Benarkah? Apa dia laki laki?”

“Dia perempuan.”

Bong Shik sangat bahagia

” Bos, dia perempuan seperti ku ” katanya sambil menangis terharu. Semua pada mlongo.. wkwkwk
“Gimana dengan nama bayinya?” Tanya si istri.

Bong Shik bingung lalu Chun ho usul agar nama mereka digabung saja.

Jadi namanya adalah “Shin bong sun”.

“Anak yang malang” gerutu man beom. Wkwkwk

Mereka tertawa bersama.

***

Yong go dan leader sedang berlari. Seorang petugas menghampirinya

“Yong Go, tanggal persidangan mu sudah ditetapkan. Lakukan yang terbaik dikesempatan terakhir mu!”

***

Falshback.

Yong Go mengikuti Choi Ji Yong, si gadis cilik. Yong Go terpeleset.

“Aaaa…” Si gadis cilik berteriak.

Yong go bangun dan melihatnya. Si gadis cilik sudah terbaring.

Yong go panik

***

Yong go bersama para napi mereka ulang kejadiannya.

Hari itu, salju turun. Sangat dingin sehingga air membeku. Jalanan menjadi licin. Si gadis berjalan riang dengan membawa tas sailormoon, ia tergelincir diatas es. Secara otomatis ia meraih benda yang ada disekitar nya. Dan kebetulan batu bata ada diatasnya. Sehingga batu bata itu melukai kepalanya.

Yong Go mengendurkan celana untuk membantu sirkulasi darah. Langkah berikutnya ia menekan dada secara vertikal lalu memberikan bantuan nafas 12kali per menit (CPR). Lalu mengguncangkan badan atau mencubit atau menampar agar sadar.

Yong go adalah korban salah sangka.

***

Kembali ke persidangan masa kini

Jaksa penuntut meragukan latar belakang para saksi.

Kesaksian Pendeta yang dulunya adalah ketua gangster tidak dapat dipercaya.

Lalu jaksa pembela meminta kesaksian kepala penjara. Seseorang yang tidak punya catatan kriminal dan bekerja keras untuk negara.

***

Kepala sipir memohon pada komisaris Jenderal agar menyelidiki ulang kasus kematian anaknya.

(Intinya sih, si komisaris tidak peduli Yong go bersalah atau tidak. Dia hanya butuh pelampiasan kemarahan atas kematian anaknya)

***

Yong go belajar bersaksi ditemani para napi. Mereka membuat daftar pertanyaan dan bagaimana Yong Go harus menjawab pertanyaan jaksa penuntut.

***

Jaksa pembela ketakutan karena korban adalah putri komisaris jenderal. Ia tidak sungguh sungguh membela Yong Go.

***

Dimobil kepala sipir melepas borgol Yong Go. Dia juga memberikan semangat agar Yong go bisa bersaksi dengan baik.

***

Di ruang tunggu

Komisaris jenderal datang dan mengintimidasi Yong Go. Yong go yang menderita keterbelakangan mental ketakutan.

***

Dipersidangan, Yong go tidak bisa berkonsentrasi karena dia ingat bahwa si komisaris menyuruhnya mengakui semuanya. Jika tidak, ia akan membunuh ye seung.

Jadi Yong Go mengiyakan semua tuduhan padanya.

“Dia meninggal karena aku. Maafkan aku. Tolong selamatkan ye Seung.” Kata Yong go berulang ulang.

***

Persidangan masa kini

“Pernyataan Lee itu dibuat dalam tekanan pihak polisi. Dan juga Ji Yong tidak mati karena luka bata tapi cidera oksipital. Kenapa itu juga diabaikan?! Bertentangan dengan polisi yang menyatakan bahwa Lee mencekiknya.. hasil otopsi tidak ada bukti bahwa Lee mencekiknya..!”

***

Dipersidangan masa lalu

Jaksa pembela tidak melakukan apa apa. Hanya meminta keringanan hukuman.

Jadi Yong go dijatuhi hukuman mati.

Alih alih sedih, Yong go malah mengucapkan terima kasih berkali kali

***

Yong go dijenguk oleh ye Seung ditemani kepala sipir

Ye Sung diangkat anak oleh kepala sipir. Istri kepala sipir juga menyayangi ye Seung.

Dikunjungan berikutnya ye Sung memamerkan hasil tesnya. Ia mendapat nilai 100!

***

Bong Shik mendapat surat dari istri nya beserta foto anaknya. Ia sangat senang

Leader juga mendapat surat dari ye Seung. Ia membacanya berkali kali. Dengan terbata bata…

***

Kepala sipir mengajukan amnesti untuk Yong Go. Tapi tidak bisa karena Yong go sudah ditetapkan dihukum mati ditanggal 23 Desember.

***

Kepala sipir memohon pada wali kelas ye Seung agar ye Seung diijinkan ikut dipaduan suara acara natal dipenjara.

“Itu kesempatan terakhir ye Seung untuk bertemu ayahnya.” 😭 .

***

Teman teman Yong go merasa kecewa karena eksekusi nya sangat cepat setelah sidang.

Mereka merencanakan ide agar Yong go dapat melarikan diri bersama ye seung.

Mereka membuat balon udara.

Petugas yang mengetahui apa yang mereka kerjakan, pura pura tidak tahu.

Penjahat yang berseteru dengan Leader juga bersedia membantu karena leader mau menyerahkan wilayah kekuasaannya.

***

Acara ibadah natal

Semua sudah dipersiapkan dengan baik untuk membatu Yong Go melarikan diri. Setiap anak menggandeng seorang napi. Ye Seung juga menggandeng Yong Go.

Lalu Yong go dan ye Seung naik balon udara. Para petugas sadar bahwa Yong Go akan melarikan diri, berusaha menangkap, tapi dihalangi oleh para napi.

Semua berjalan lancar, sampai tali balon udara nyangkut di pagar kawat tembok penjara.

***

Diatas langit, Yoong go dan ye Seung menikmati panorama matahari tenggelam.

“Ye Seung, jangan lupa hari ini dan ayah.”

***

23 Desember

Ye Sung makan bersama dengan ayah dan para narapidana.

Yong Go memberikan hadiah tas sailormoon pada ye Seung.

ye Seung memberikan salam , “terima kasih sudah menjadi ayahku.”

“Terima kasih sudah menjadi putriku”

Mereka berpelukan. Para napi menangis.

***

Kepala sipir merobek surat pernyataan bersalah Yong Go.

***

Yong go berpamitan pada teman temannya.

(Kalo lihat film aslinya, pasti nangis dah😭😭 apalagi sat berpamitan pada ye seung)

” Ye Seung bisa tanpa ayah Khan?”

“Ayah juga bisa sendiri Khan? Akan kudapatkan nilai yang bagus lalu melihat mu,”

“Kalau pergi ketempat yang lebih baik, jangan khawatir kan aku,”

“Ayah selamat natal “

Mereka berpelukan sekali lagi.

“Ye Seung juga selamat Natal.”

Yong Go dibawa sipir ke tempat eksekusi.

Yong go dadah dengan gerakan aneh ala mereka.

Setelah menghilang dari hadapan, Yong go terjatuh. Mungkin ia menyadari bahwa itu adalah saat terakhir dia bisa bertemu putrinya.

“Tolong aku! Maafkan aku! Maafkan aku!aku salah!”

(Jika anak anak melakukan kesalahan, mereka tinggal minta maaf dan selesai! Yong Go seperti anak anak, dia menganggap jika dia minta maaf masalah akan selesai!😭😭😭)

***

Pengadilan masa sekarang.

“Aku disini untuk terdakwa Lee Yong Go. Bukan,.ayah yang paling aku cintai di dunia.untuk sang malaikatku. Pembela memberikan argumen terakhir.”

Ternyata gadis pengacara itu adalah ye Seung. Dia menjadi pengacara untuk membersihkan nama ayahnya.

“Atas nama keadilan, aku minta ayahku dimaafkan.” 😭😭😭😭😭😭.

Hakim memutuskan:

Kecacatan Lee Yong Go diakui

Dia diancam dan dipukuli oleh pihak polisi

Pengadilan menerima bahwa ia dipaksa untuk mengaku
Berdasarkan kesaksian, tidak ada bukti yang cukup bahwa dia melakukan penculikan, pelecehan seksual dan pembunuhan Choi Jo Young

Pengadilan mengembalikan dan membatalkan hukuman mati Tuan Lee (telat😤) dan menerima penyelidikan ulang

Pengadilan memutuskan Lee Yong Go tidak bersalah!

Hakim ketok palu.

***

Ye sung memandangi balon yang tersangkut dan mengenang ayahnya

End

Sinopsis Miracle in Cell no 7 part 1

Seorang gadis (Park Shin Hye) menemui seorang polisi. Ia ingin membuka kembali kasus lama. Ia diberi setumpuk berkas.

“Terima kasih ayah.”

Ia mulai membaca berkasnya.

23 Januari 1997

Kasus penculikan dan pembunuhan – Lee Yong Go

Gadis itu keluar, ia melihat balon yang tersangkut dipagar duri tembok penjara. Mengingatkannya pada sesuatu.

***** Keajaiban di Cell nomor 7 ******

Ia mendatangi seorang peramal (penipu)

“Apa yang kamu lihat?” Tanya asisten peramal.

“Kamu punya mata yang lebar, kamu punya keberuntungan dengan saudaramu..” kata si peramal menerawang.

“Ah, aku anak satu satunya.”

(Deng dong, salah neh tebakannya)

“Makanya kamu disebut serakah. Kau lahir bersama keberuntungan saudara saudaramu. Pasti kau kesepian Khan?” Kata si peramal tak mau kalah.

“Aku tidak kesepian.”

“Orang yang kau kencani akan mengkhianati mu.”

“Aku tidak punya pacar.”

(😏 Salah lagi).

“Sudah ku bilang aku tidak bisa meramal diwaktu pagi.” Si peramal memukuli asistennya. (Emang, ada jam khusus buat meramal ya?😜)

Seorang anak SMU muncul seperti preman, minta uang pada ayahnya.

“Sudah kubilang jangan kemari saat kami bekerja!” Kata si asisten peramal.

“Kau bong sun Khan?”. Sapa si gadis

“Apa kau mengenalnya?”

“Tentu saja, kau Shin Bong sun.” (🤨Ada name tag nya)

Si peramal putus asa karena si gadis lebih bisa meramal hahaha.

“Siapa kamu?”

***

Di suatu ibadah digereja. Sang pendeta sedang berdoa diatas mimbar.

“Bapa surgawi yang maha benar, “

“Bapa surgawi yang maha benar, ” jemaat mengikutinya

Si peramal datang bersama si gadis.

“Mengapa kau datang?” Tanya si pendeta.

“Mengapa kau datang..” para jemaat masih mengikuti (😌dipikir masih sesi doa)

Ketika melihat si gadis, si pendeta kaget dan senang

“Ye Seung?”

“Yesus”. (😛Hahaha ngakak lihat adegan ini, apalagi saat jemaat bingung nama “Yesus” berubah jadi “Ye Seung”)

Si gadis tersenyum.

***

Diruang persidangan.

Dua peramal palsu, pendeta dan pak polisi (kepala sipir) jadi saksi.

Si gadis ternyata adalah seorang pengacara.

Persidangan dimulai dari pernyataan jaksa penuntut.

“Tersangka Lee Yong Go menculik si kecil, Choi Ji Young, melakukan pelecehan seksual padanya dan membunuhnya dengan hantaman batu bata. Semua sudah dibuktikan oleh pihak penyidik. Saya yakin, kasus ini tidak cocok dilakukan penyidikan ulang. Terima kasih.” Kata jaksa penuntut sambil menyerahkan Foto foto korban.

Sekarang giliran jaksa pembela.

“Jaksa penuntut menyampaikan bukti dari fakta yang sudah ada, itulah kesalahan terbesar kasus ini.”

“Kesalahan?” Tanya hakim

“Ya, jaksa penuntut ini bukan yang ditunjuk untuk kasus ini! Tidak seperti kasus biasa lainnya, semua bukti dan catatan harus diperiksa kembali. Tapi jaksa penuntut mencari putusan dengan cara mengambil catatan dan kesaksian palsu saja” kata jaksa pembela.

Jaksa penuntut tersenyum sinis, “kalau begitu kau orang yang dijadikan pembela sekarang? Begitu kah?”

“Tidak, tapi aku ada disana.ini adalah fakta sebenarnya”

“Anda ada disana?” Tanya hakim meyakinkan.

“Ya, aku ada disana. Semua yang akan saya katakan adalah kejadian yang sebenarnya.”

***

Seorang gadis cilik bersama ayahnya yang terbelakang mental sedang menari sailor moon didepan toko tas.

“Tinggal satu.” Kata ye Seung menatap tas Sailor moon.

“Ye Seung, besok bisa beli.”

“Besok gajian?”

“Ya. $638.80.”

“Kita kaya!”

Tapi tasnya ada yang membelinya. Dasar Lee Yong Go, ia masuk ke toko dan aku merebut tasnya.

“Itu milik ye Seung.” Katanya dengan gestur aneh.

Tapi si pembelinya sangat kasar dan tidak sabar. Ia memukul Lee Yong Go

“Jangan memukul ayahku.” Bela ye Seung

Orang itu terus memukul Lee Yong Go.

(Kalo Lee Yong Go keterbelakangan mental, kalo orang ini sakit jiwa!😤)

***

Dikamar, Lee Yong go dan putri nya bercengkrama sebelum tidur.

“Appa, Kenapa tidak cari saja ditempat lain.”

“Ayah akan membeli tas Sailor moon untuk hari pertama sekolah mu.”

“Tidak apa-apa, jangan memaksakan diri” kata ye Seung bijak.

Lalu mereka bercanda sampai tertidur.

“Appa, jangan minum air keran.” Kata ye Seung sambil menyerahkan botol minum.

“Tidak air keran. Air masak.” Yong Go menirukan kata kata anaknya

“Makan siang tidak boleh sepotong roti, makanlah sereal, mengerti?” Ye Seung menasehati.

(Biasanya ibu yang menasehati gitu pada anaknya. Kalo yang ini kebalik. 😬).

“Ye seung juga begitu, makan nasi,”

“Ye Seung kedinginan, ye Seung masuklah kedalam.” Lanjutnya.

Mereka berpamitan.

“Satu… Dua.. tiga..” ye Seung menghitung.

Tepat di hitungan ke tiga, Yong Go berbalik,lalu dadah dadah aneh ala mereka.

***

Yong Go makan siang sambil menghitung uang gajinya sebagai tukang parkir. Tiba tiba seorang gadis cilik muncul, ia adalah putri orang yang memukul Yong Go kemarin.

Si gadis cilik memberitahu Yong Go kalau ada toko lain yang menjual tas sailormoon dan ia akan menunjukkannya.

Yong Go Mengikuti gadis itu.

***

Seorang ibu kaget melihat tukang parkir sedang membuka baju gadis cilik yang terbaring. Menepuk nepuk pipinya lalu mencium nya.

Ya, itu Yong Go.

Yong Go berusaha menjelaskan. Tapi si ibu lari ketakutan.

***

Malam hari, ye Seung menunggu ayahnya yang tak kunjung pulang.

***

Dikantor polisi, banyak wartawan meliput berita.

“Pak aku harus pulang, selamat tinggal.” Kata Yong Go tidak mengerti situasi yang menimpanya

“Duduklah, biar difoto.” Kata polisi

“Ye Seung sendirian menunggu..”

Yong Go berlari pergi

Seorang polisi memukulnya. Suasana begitu gaduh.

***

Pagi hari ye Seung berangkat sekolah, dia mempersiapkan semuanya sendiri. (Bocah pinter, mandiri).

***

Di TKP sedang hujan dan penuh kerumunan orang. Polisi akan mereka ulang adegan kematian Choi Ji Young. Ternyata Choi Ji Yong adalah putri dari komisaris polisi. (Pantes aja ayah Ji young sok kuasa😤)

Yong Go datang dikawal polisi. Semua orang yang hadir disitu menghujat nya.

Ye Seung juga hadir disitu.

Yo Go disuruh memperagakan apa yang telah ia lakukan kemarin.

Sebuah boneka (pura pura ya korban) dadanya ditekan tekan oleh Yong Go (dianggap meraba raba).

Menepuk nepuk pipinya (dianggap menampar).

Memberi nafas buatan. (Dianggap mencium).

Membuka celana si gadis cilik untuk melancarkan peredaran darah. (Dianggap akan memperkosa).

“Buka celanamu juga!” Perintah polisi.

“Aku tidak buka celana.” Kata Yong Go lugu.

“Cepat!”

“Aku tidak mau, itu memalukan.”

“Cepat selesaikan lalu pulang temui putri mu.” Bujuk polisi.

Akhir Yong Go mau melepas celananya.

Semua yang menyaksikan histeris.

“Dasar bajingan!!!”

Ditengah kerusuhan, Yong Go melihat Ye Seung. Mereka berusaha saling mendekat tapi dipisahkan oleh polisi.

***

Lembaga pemasyarakatan.

“Tahanan baru sudah tiba. 4 tahanan dalam satu hari. Salah satu napi terjerat kasus S4.”

“S4?”

“Ya”.

(S4 itu kasus untuk pelecehan dan kekerasan pada anak 🙁 kasus yang dianggap paling hina dibanding kejahatan lainnya)

Ketika kepala sipir sedang membuka percakapan, Yong Go melihat ada telepon, tanpa basa basi ia langsung mendekati telepon itu ingin menelepon Ye Seung.

Kepala sipir kesal, ia memukul kepala Yong go menggunakan telepon.(galak pisan 😭).

***

Yong go dimasukkan ke sel nomor 7. Penghuni di sel itu”

Bong Shik (pencopet)

Chun Ho (penipuan)

Man Beom (perzinahan)

Leader (gangster/penyelundupan)

Kakek Seo (penipuan)

Setelah teman satu sel nya membaca catatan kejahatan Yong go. Mereka membully Yong Go.

Karena bagi penjahat sekalipun, melakukan kejahatan pada anak itu sangat keji.

Yong go dipukuli dan diinjak-injak.

***

Ye Seung pindah ke panti asuhan.

Didepan pintu rumah, ye Seung menempelkan catatan. Agar ketika ayah nya pulang nanti, ayahnya bisa menemukannya.

“Ayah, aku berada di panti asuhan 031-643-1573”

***

Yong Go terkucil sendirian, ia menuliskan berulang ulang nama ye Seung ditanah.

***

Para tahanan diperkerjakan dipabrik. Mereka bisa menyelundupkan rokok, Vaseline, dan lain lain melalui bola.

Seorang tahanan, iri dengan keberhasilan Leader

Ia membawa pisau dan akan menusuk leader. Yong Go melihat nya. Ia tertusuk karena berusaha melindungi Leader.

Leader merasa berhutang budi. Ia menanyakan apa keinginan Yong Go, ia akan mengabulkannya.

Tentu saja yang diminta adalah, ye Seung.

***

Sebuah acara keagamaan Kristen di penjara.

Paduan suara memuji dan menari. Tapi kali ini ada yang berbeda. Ada 3 anak dari panti asuhan yang ikut.

“Apa anak kecil juga ikut paduan suara sebelum nya?” Tanya kepala sipir

“Ah, ia. Mereka memilih 3anak. Bukankah mereka manis manis?” Jawab si polisi.

(Salah satunya ada ye Seung 😲).

Tiba tiba 3 anak berubah jadi 2 anak. Ye Seung masuk kotak didorong oleh Man Beom (mereka menyelundupkan ye Seung 🤫).

Man Beom. Berhasil melewati penjagaan.

Kotak dibuka, ye Seung keluar.

“Apakah kau ye Seung?” Tanya Leader.

Ye Seung melihat ada ayahnya,

“Appa!!” Teriak ye Seung. Pertemuan mengharukan ayah dan anak.

Man Beom mengawasi kedatangan sipir penjara menggunakan kaca kecil.

Bong Shik ketakutan,

“Coba pikirkan, bagaimana jika kita tertangkap? Ini bisa menambah hukuman kita! Aku tidak ikutan” Kata bong Shik tidak setuju.

Ia berlari ke depan pintu dan memanggil penjaga, semua teman menghalanginya

“Tuan, aku pintar bersembunyi!” Kata ye Seung memohon.

Mendengar keributan di sel no 7. Penjaga pun datang.

Ye Seung ngumpet dibawah pintu.

“Pak,” kata bong shik

“Ada apa hah?”

“Lihat,.” Kata bong Shik terbata bata

“Di dalam sel kami,.” Ye Seung memegang tangan bon shik. Dengan ekspresi memohon . Ia terenyuh..

“Tolong satu roti lagi.” (hahaha ekspresi bong Shik lucu banget).

“Neh, makan saja, bodoh! Aku sibuk!” Kata petugas

Sambil rotinya dipukulin dikepalanya.

“Makan punyaku juga!” Kata leader. Rotinya disumpel kemulutnya hahaha

Ye Seung pun kembali berpelukan dengan ayahnya.

“Appa, kenapa kamu disini?kau bukan orang jahat.”

“Ayah bukan orang jahat.”

“Ini sekolah, bukan tempat yang buruk .” Kata kakek sambil menyodorkan susu.

“Bukan sekolah, ini penjara, ” kata Yong Go (Yong go mah jujur pisan.😩)

“Semuanya, orang yang jahat. Ayah tidak melakukan kejahatan. “

Semua orang memandang gemas ke Yong Go (ya iyalah, sudah ditolong ini malah ngatain😤)*?

***

“Jika dia tidak pergi dalam 2 Jam, kita semua mati!” Gerutu man Beom

Tiba tiba ibadah selesai lebih cepat.

“Apa yang terjadi?”

“Pendeta terjatuh, tekanan darahnya tinggi.”

Man beom segera memberitahu ye Seung agar segera bersiap pulang.

“Katanya dua jam,ini cuma 30 menit!” Ye Seung kesal.

Mereka mendesak ye Seung segera pergi.

“Appa, tidak bisakah aku tinggal disini? Tidak ada yang tahu!” Kata ye Seung menangis

“Tapi kau harus sekolah, kau tidak boleh bolos sekolah. Kembalilah ketika liburan.” Bujuk leader.

“Katanya ini sekolah !” Ye Seung berargumen.

“Ini bukan sekolah, ini penjara, semuanya orang jahat.” Kata Yong go polos

“Dia harus pergi sekolah! Kau mau dia seperti ku? Atau dia?!” Kata leader

Akhirnya Yong Go setuju,

“Ye Seung harus pergi sekolah. Nanti kita main lagi”.

“Itu tidak mungkin! Ini bukan taman bermain!” Kata bong Shik.

“Paman 1004 akan membawamu kembali, sampai ketemu lagi.” Kata Yong go. Leader langsung melihat name tag di seragamnya. (Wkwkwk)

“Berjanji lah padaku”

Dengan terpaksa Leader berjanji.

***

Ye Seung dimasukkan ke dalam kotak, tapi terlambat. Rombongan sudah pergi.

***

Ye Seung makan bersama para napi . Bong Shik gelisah tapi tidak ada yang bisa diperbuat. Mereka harus menunggu saat yang tepat untuk mengeluarkan ye Seung.

“Ayo kita keluar kan dia dalam dua hari.”

“Kenapa dua hari?”

” Ada acara keagamaan, ini hari kedatangan-Nya.”

“Chun ho. kau pintar.”

***

Chun ho mencium poster wanita bugil.

“Monica, aku mengalami hari yang berat,” Curhatnya pada si poster.

“Tidur yang nyenyak. Sampai jumpa dalam mimpiku.” Lanjutnya.

Mereka bersiap siap tidur. Jendela atap sel ditutup, ada gambar bulan dan bintang.

“Wow sangat cantik.” Kata ye Seung

“Ye Seung juga cantik.”

“Bukan, yang itu! Bintang bintang dan bulan.”

Suara ye Seung terdengar oleh petugas. Petugas langsung datang. Ye Seung bersembunyi dibawah pintu.

” Suara apa itu? Aku mendengar suara perempuan” Tanya petugas

“Kau menakuti kita.” Kata leader berpura pura

“Sumpah, aku dengar suara perempuan. Dia mengatakan ‘bulan dan bintang’.”

Man beom, menirukan suara wanita “bulan dan bintang”.

“Kamu memang benar benar sudah gila! Tidurlah kembali.” Bentak petugas.

***

“Chun ho ini benar benar gawat!”

“Monica..!!!” Kata Chun ho kaget karena gambar Monica sudah pakai baju sailormoon hahahaha…

“Dia terlihat kedinginan jadi aku pakaikan baju.” Kata ye Seung polos.

“Ini melanggar privasinya”

“Ye Seung itu gambar apa?” Tanya Leader

“Dia sailor moon.”

Ye Seung mulai menyanyi sailormoon.

***

Ye Seung dimasukkan dalam keranjang lalu didorong oleh man Beom. Mereka melewati para penjaga.

Sampai ditempat ibadah. Yea Sung dan leader tercengang. (Itu ibadah para biksu yang kepala nya botak hahahaha)

Chung ho dihajar leader, “kau bahkan tidak bisa membedakan mana Budha mana Yesus?” Wkwkwk

***

Bersambung part 2 ya..

Sinopsis Roommates D-Day part 2

D-Day part 1

Myung Hwa kembali mengunci Yoo jin dari luar.

***

bo ram mendapatkan sebuah note.

Da young mengangkat tangan, dia bilang mau ke toilet. Lalu ia dipukul 3 kali. Bo Ram juga mengangkat tangan.

Mereka bukan mau ke toilet, tapi mau mencari happy.

Bo ram melewati ruang isolasi. Dia melihat seseorang sedang berusaha membuka pintu tapi Da Young memanggilnya.

“Bo Ram, cepat lah!”

Mereka mencari happy dengan senter disebuah ruangan yang gelap. Mereka melihat sepasang kaki yang biru bengkak, ketika cahaya senter dinaikkan, mereka melihat tangan yang juga biru bengkak, semakin keatas mereka melihat wajah yang berlumuran darah.

Bo Ram mau teriak tapi dibungkam oleh Da young.

Lampu dinyalakan, Kepala akademi dan Myung Hwa masuk keruangan.

Bo ram dan Da Young bersembunyi di kolong

“Sepertinya, Yoo jin mengetahui sesuatu.” Kata Myung Hwa melaporkan.

“Apa yang kau bicarakan? Bagaimana dia bisa tahu?”

“Dia berkata, dia melihat mayat yang penuh dengan darah.”

“Hentikan bicara omong kosong ini.”

“Bu, dulu ada seorang murid…”

“Itu bukan kesalahan kita. Lupakan tentang ini.”

Tiba tiba terdengar suara mangkok aluminium terjatuh.

“Tikuusss…” Teriak para siswi.

Ruang belajar gaduh, semua naik ke atas kursi.

Myung hwa datang begitupun Da Young.

“Happy.. happy.. ” Da Young cemas.

Da Young berhasil menangkap happy. Myung Hwa berdiri dibelakang nya.

***

Semua siswi muntah dan diberi suntikan.

***

Da Young meminta maaf atas kekacauan itu.

“Apa kau sadar, apa yang sudah kau lakukan? Kesehatan adalah hal yang terpenting. Apalagi ujian akan segera tiba. Bagaimana bisa kau membawa binatang yang begitu jorok?” Kata Mi Ja Hong.

“Dia tidak jorok”

“Putuskan, kapan kau akan pergi?”

Da Young berlutut,

“Maafkan aku, jika aku pergi dari sini, ibuku akan membunuhku.”

Da Young memohon.

“Bu,” seorang pegawai memanggil nya.

Mereka berlari ke ruang isolasi.

Yoo jin gantung diri

“Kenapa kau tidak membawa nya?” Tanya Bu ja Hong. Mereka lalu menurunkan mayat Yoo jin.

***

Didalam kamar, Da young terus menangis.

Ini hari yang kacau. Semuanya menderita karena keracunan makanan. Da Young harus membuat happy mati sebagai pertukaran agar bisa tinggal diakademi. Siapa anak yang kulihat diruangan? Dan kenapa Yoo jin belum kembali?aku tidak tahu.

***

D-153

Bo Ram dan Eun Su membaca buku berdua.

“Mungkin Yoo jin berhasil kabur kali ini.”

“Aku tahu, dia tidak akan kembali.”

“Apa kau tidak apa apa?” Tanya bo ram ketika melihat Eun Su terlihat pucat dan kelelahan.

“Tidak, aku baik baik saja.”

Da Young datang,

“Aku memiliki ini dari aku masih kecil, kapanpun aku merasa lelah, aku berdoa dan memegang rosary ini.”

“Cantik.” Eun Su senang

“Maafkan aku, aku tidak ada yang lain yang bisa kuberikan untukmu.” Kata Da Young.

“Hei, kalo begitu aku apa?” Protes bo ram.

“Maafkan aku, akulah yang tidak punya sesuatu yang bisa kuberikan padamu.” Kata Bo Ram pada Eun Su

“Apa maksudmu? Kita Khan teman. Ayo berusaha dalam tes latihan.” Mereka bertiga berpelukan.

***

“Obat apa ini?” Tanya Da Young pada Eun Su. Saat makan.

Eun Su minum obat banyak dalam sekali teguk.

“Kepalaku serasa membunuhku.” Kata Eun Su sambut memegang kepalanya.

“Kau baru minum sebutir agar terjaga.” Da young mengingat kan.

(Eun Su sepertinya kebanyakan minum obat agar staminanya terjaga.. justru itu menjadi petaka, karena kurang istirahat 🤔)

“Tak baik minum banyak obat obatan.” Kata Bo Ram.

“Tidak apa apa, hari yang besar akan tiba. Aku akan bertahan.” (Keras kepala banget sih😣)

***

Ujian dimulai.

Eun Su. mulai berhalusinasi, ia melihat Yoo jin, noda plafon yang semakin membesar.Hantu. Aaaaahhh!!!

Ternyata itu hanya mimpi buruk Eun Su.

“Aku pikir aku mengacaukan ujianku” sambil hidungnya berdarah darah (mimisannya banyak banget😥).

“Eun Su, apakah kau tidak apa apa?” Tanya bo ram sambil memegangi tisu dihidung Eun Su.

***

Da Young berlari mencari Eun Su. Wajahnya ceria. Nilainya bagus

Eun Su kehilangan senyumnya dan pembicaraan kita sangat berkurang.

***

“Eun Su apa yang terjadi? Bukankah kau ingin masuk universitas? Bagaimana bisa nilainya jatuh sebegitu nya?” Tanya Myung Hwa.

“Aku tidak tahu”

“Dengan nilai seperti ini, kau tidak akan bisa masuk ke universitas yang kau inginkan. Tolong kuatkan dirimu, kita hanya punya 100 hari tersisa.”

Ketika keluar ruangan, Eun Su mendengar pembicaraan Da Young dengan ibunya.

“Ibu, aku mendapat kan kertas nilai hari ini, nilaiku meningkat. Jangan khawatir Bu, aku bisa lakukan kali ini dengan baik.”

***

Guru membagikan peringkat kelas. Da Young mendapatkan peringkat 7 dan Eun Su mendapat peringkat 37.

Eun Su mulai sinis pada Da Young.

Eun Su meminta catatan nya kembali. Lalu ia minum obat lagi.

***

Tengah malam, Eun Su berjalan kekelas.

“Maaf, tapi ini tempat dudukku” kata Eun Su

Sesosok itu menoleh,

“Yoo jin?”

(Kayaknya Eun Su mulai gak waras neh🤨).

Ternyata bo ram mengikuti Eun Su. Dan ia melihat Eun Su berbicara sendiri.

***

“Kau kelihatan lelah, makanlah ini. Manisan sangat baik saat kau kelelahan” Kata Da Young menyodorkan sebatang coklat.

“Maaf aku tidak menyukai manisan.” Jawab Eun Su ketus.

“Eun su, apa ada yang bisa aku lakukan untuk mu? Akan ku pinjamkan kau catatanku.” Kata Da young tidak menyerah.

“Ku pikir, kau akan memerlukan ini dengan baik. Aku hanya tidak enak badan hari itu, itulah kenapa hasil tesku jelek. Apa kau pikir aku perlu bantuan mu?” Kata Eun Su jutek.

“Aku tidak bermaksud..”

“Menurut mu aku tidak tahu? Aku tau kalian tetap terjaga dan belajar sementara aku tertidur!” Kata Eun Su. (Wah bener konslet neh orang, khan dia yang belajar terus tanpa tidur 🤨)

“Apa yang kau bicarakan?”

Waktu berjalan dan Eun su menjadi semakin aneh dan aneh.

***

D-67

Nilai Eun Su semakin memburuk. Wajahnya jadi mirip zombie. Ia juga mulai mendengar bisikan bisikan .

“Dengan nilai seperti ini kamu tidak akan bisa masuk universitas. Apa yang terjadi?kau kesini dengan nilai tinggi. Jika nilai mu turun lagi, aku akan mengambil tindakan.” Ancam Myung Hwa.

“Bu, kapan Yoo jin akan kembali?” Tanya Eun Su lemas.

Myung Hwa kaget.

“Dia tidak datang ke ruangan tapi selalu duduk dimeja ku. Aku bilang padanya itu adalah tempat dudukku, tapi dia tidak bergeming.”

“Apa yang kau katakan?”

“Dia terlalu banyak bicara dikelas, . Aku tidak bisa belajar karena dia. Tolong tegor dia! Dan dia selalu berkeliaran ketika jam pelajaran. Aku tidak tahan lagi.”

Myung Hwa terdiam. Ia mengamati tangan Eun Su yang penuh luka karena digaruk ketika cemas.

***

Eun Su semakin sering berhalusinasi.

“Apa yang salah denganmu?” Tanya seorang dokter

“Kepalaku sakit dan badanku dingin sekali.”

Ia diberi 2 butir pil penenang.

“Itu tidak cukup. Aku mendengar dan melihat hal hal aneh. Kepalaku pening.”

Pilnya ditambah.

“Tidak apa, itu karena stress. Jangan khawatir yang berlebihan, semua orang pernah mengalami saat yang sulit.kau akan segera sehat, aku berjanji. Ayolah, minum!”

“Ada sesuatu yang benar benar aneh.” Kata Eun Su menangis ketakutan.

Lalu dokternya memaksa Eun Su meminum obatnya.

Eun Su mencoba memuntahkan obatnya, tapi yang keluar adalah ulat.

“Apa kau baik baik saja?” Tanya Da Young

Ia melihat Eun Su memuntahkan obat.

Eun Su memandang Da young penuh kebencian

“Apa aku terlihat baik baik saja?bukankah kau berkata akan mendoakan aku?”

“Aku berdoa untukmu sepanjang waktu.”

“Kau berdoa untukku dan apa yang terjadi padaku? Kau mungkin tidak berdoa, tapi menyumpahi ku jadi kau bisa melangkahi dan mengalahkan ku!”

“Tidak Eun su.”

***

Eun Su mencari cari sesuatu.

“Ada apa?” Tanya Da Young

Rosario pemberian Da Young diputuskan.

“Benar, menurut ku ini sangat aneh, sejak kau beri aku ini, aku mengalami kesialan.”

Eun Su Langsung mencekik Da young. Untung Bo Ram datang memisahkan mereka.

Kalau aku tidak masuk, Eun Su bisa membunuh Da Young. Kenapa aku tidak perhatikan Eun Su saat mengalami masa sulit?

***

“Nomor 45, duduklah!” Diulang sampai ke tiga kali. Tapi Eun su tidak bergeming.

Tiba tiba ada suara mencicit dari speaker yang memekakkan telinga.

Eun Su berlutut minta maaf pada Da Young.

“Tolong maafkan aku, atas apa yang aku lakukan dulu. Tolong maafkan aku, akan ku pinjamkan catatan untukmu. Aku tidak ada ide apa yang harus aku pelajari.” Eun Su menangis.

***

Eun Su dibawa perawat karena sudah menunjukkan tanda kegilaan.

“Apa kita perlu panggil ambulance?”

“Berikan dia anti-depresan. Dia depresi.” Kata Myung Hwa.

Eun Su meronta ronta histeris.

Eun Su tertidur setelah disuntik.

***

D-24

Semua berbaris dilorong.

“Hari ini, adalah hari pertama dari ujian latihan. Anggap ini sebagai tes betulan dan lakukan yang terbaik.”

“Kau baik baik saja Eun Su?”

(Eun Su seperti raga tanpa nyawa😨)

“Ya, aku sehat.”

Celana Eun Su kotor, sobek dan ada bercak darah.

Eun Su kelihatan sangat aneh, tapi itu bukan satu satunya masalah dia. Waktu berjalan begitu cepat. Dan para gadis begitu gugup karena hari h akan segera tiba.

***

D-4

“D-Day yang ditunggu tunggu tinggal 3 hari lagi, ayo lewati ini, buat dirimu dalam keadaan terbaik. Aku yakin semua kerja kerasmu akan terbalas. Tolong Kemasi barang barangmu dan bersiap meninggalkan akademi.” Kata Myung Hwa berpidato.

Eun Su tersenyum menyeramkan.

***

Da young mengemasi barangnya. Ada sesosok menyeramkan dibelakangnya.

“Kapan kamu menemukan happy?”

(Kenapa Eun Su jadi mirip setan?😨)

***

Bo ram menelepon keluarganya.

“Kita akan mengemasi barang barang kita hari ini dan pergi besok pagi ”

Telepon tiba tiba terputus.

Lampu juga mati. Ruangan jadi senyap.

Bo ram menyadari bahwa teman-temannya sudah mati. Mayat ada dimana mana. Ia mencoba membuka pintu tapi terkunci.

Ia mendengar teriakan histeris.

Ada siswi bersembunyi ketakutan dibawah kolong. Myung Hwa sudah mati. Bo ram berusaha mencari kunci ditubuh Myung Hwa. Tapi tidak menemukan nya. Ia mencoba telepon, tapi teleponnya mati.

Seseorang lewat, “aneh sekali, kenapa tidak ada seorang pun disini?”. (Ternyata itu Eun Su 😰)

Ia membawa pisau besar yang sudah berlumuran darah. Ia berdiri tepat didepan siswi yang dikolong.

“Apa yang kamu lakukan disini?” Eun Su melongok ke bawah meja. Aaaaaaa!!!!.

Bo ram masih mencari cari kunci dilemari. Ia berhasil menemukannya.

Bo ram berjalan perlahan melewati mayat yang bergelimpangan.

Da Young bersembunyi ketakutan.

“Dimana semua orang? Aku tidak siap untuk pergi.” (Awasss, ada Eun Su dibelakang mu😲)

Mereka berkelahi.

Tiba tiba speaker berbunyi rekaman

“Para siswi, selamat datang di akademi Younghwa. Kau sudah menjadi pecundang, tahun tahun ke depan akan menentukan hidupmu tolong tahan dirimu sendiri dari segala godaan dan belajar untuk menjadi kompetitif. Berusaha lah sebaik mungkin. Jika kau berusaha sebaik mungkin, kemenangan akan menjadi milikmu.”

“Menurut mu begitu? Yang kita perlukan adalah melakukan sebaik mungkin?” Tanya Eun Su setelah dikalahkan Bo ram. Bo ram membuka pintu.

Eun Suh menyalakan korek api. Dan terbakar karena selang gas sudah ia buka tadi.

***

Terdengar bunyi sirene mobil pemadam kebakaran.

Ada berita di tv

“Ada kebakaran yang hebat disekolah persiapan masuk universitas. Ledakan gas diakademi Yonghwa, disekitar Daejeon pukul 1 pagi ini. Polisi berkata, tangki gas meledak dan membunuh hampir seluruh murid dan guru. Hal yang sama terjadi 3 tahun yang lalu, ditempat yang sama. Lalu didirikan lagi secara ilegal. Daftar korban : Eun Young Kim, Ye jin ahn, Myung Hye Woo, Ji jeong park, oh Kyung seo, Hye jin ahn, Ji Hye yang

Karena peraturan yang ketat, para murid telah berubah menjadi tertutup dari dunia luar. Menuntun pada akibat yang berat. Para dewan melakukan pemeriksaan khusus dibulan februari dan juli tapi tidak memperhatikan kesalahan yang dilakukan institut. Begitu banyak kecurigaan tapi itu termasuk dengan kecelakaan kebakaran. Orang orang berkata bahwa ada ujian masuk, tapi mereka tidak berkonsentrasi dalam 1 tahun yang seperti neraka. Kecelakaan itu segera terlupakan dan kecelakaan yang lain terjadi

“Berita berikutnya, disebuah apartemen studio di Seoul ada kejadian pembunuhan berantai”

**** D-Day****

Aku ada wawancara pekerjaan terakhir hari ini aku sudah mencoba sebaik mungkin untuk mendapatkan pekerjaan tapi ini tidak mudah. Setiap hari sudah seperti Medan peperangan. 8 tahun lalu aku berpikir aku akan bahagia jika aku mengambil 1 tahun lagi untuk belajar. Tapi hidupku sudah menyakitkan selama ini.

Wajah bo ram penuh bekas kebakaran

Terdengar suara pemberitahuan bahwa kereta akan segera datang. Tolong mundur!

Bo ram mendengar suara memanggil namanya.

Ia melihat teman temannya disisi lain kereta.

“Bagaimana kabar teman teman yang lain? Terkadang aku membayangkan…

Seorang wanita mendekati kereta yang berjalan..

Tuutttt… Tuutttt

(Maksud nya apa neh?? Bo ram bunuh diri 🤔 atau dia membayangkan akan bunuh diri?🤔.. sepertinya ending diserahkan ke tangan penonton)

Sekian terima kasih

Sinopsis Terius Behind Me eps 8

Terius Behind Me eps 7

Ae Rin dengan cerdik mengusap tombol kunci dengan bedak.

“Jika aku menemukan 4 nomor sandinya, kemungkinannya adalah faktor-faktor 4, 24. Itu lebih mudah.”

***

Kim bon dan Ji Yeon berada di markas

“Semua peralatan ini dari tim teknologi?” Tanya Kim Bon

“Kamu tau dokter park? Dia ketua tim nya. Do woo sudah menguji semuanya. Dia yang menerima peralatan nya. kenapa?”

“Dia bisa dipercaya?”

“Kamu tidak tau aku pandai menilai orang? Akan ku kenalkan dia padamu.”

“Kubilang jangan beritahu orang BIN tentang diriku.”

“Do woo tidak apa apa. Jangan khawatir.”

Kim bon melihat jam tangannya. Sepertinya sudah waktunya menjemput anak-anak.

“Aku pergi.”

“Kenapa kamu mengurus anak-anak?”

“Aku juga harus mencari nafkah.” Kim bon beralasan.

***

Kim bon dan si kembar pulang bergandengan tangan.

“Ahjussi, aku mau pipis. Sudah kebelet.” Kata Joon Soo.

“Tidak ada toilet disini. Bisa tahan sampai rumah?”

Joon Soo meringis.

Mereka berlari pulang. Kim bon menggendong mereka berdua agar lebih cepat. Tapi ketika di lift, ada nenek-nenek juga masuk lift. (Tau sendiri Khan kalo nenek-nenek jalannya lambat hahahaha)

“Ahjuy, aku sungguh mau pipis.” Tampang Joon Soo memelas.

“Tahanlah sebentar lagi.”

Sampai rumah, mereka berlari bak atlet olimpiade. Tapi terlambat, didepan pintu kamar mandi Joon Soo sudah ngompol hahaha..

“Joon Soo kamu ngompol”. Kata Joon Hee. Joon Soo langsung nangis. (Cute banget sih si kembar neh)

Joon Soo langsung dimandiin oleh Kim bon.

Dasar jail, Kim bon dicipratin air. Kim bon tersenyum. (Bapak able deh..). Mereka terlihat bahagia, mandiin, ngandukin, nyuciin bajunya.

“Ahjussi, maafkan aku.” Kata Joon Soo

“Tidak apa-apa”

“Ahjussi, boleh kami kerumah paman?” Tanya Joon Hee sambil makan es krim.

“Tidak”

“Kenapa?” Joon Hee memelas.

“Rumah paman, sangat bersih.”

“Apa karena kami jorok?” Tanya Joon Soo.

Kim bon tersenyum.

“Bukan itu alasan persisnya”. (Sebetulnya iya hahahaha)

***

Jin Yong Tae kembali ke kantor.

“Sudah menerima SMS soal pemesanan penerbangannya?Aku mencetak tiketnya untuk berjaga jaga dan meletakkan dimeja anda”

“Baik, ah, Bu Go, saat aku di Italia, kamu tidak usah ke kantor.”

“Aku masih digaji…” Kata Ae Rin sungkan.

“Jangan masuk keruangan ku dan membuatku kesal! Mengerti?!”

“Ya pak”

“Eh, permisi pak” kata Ae Rin ragu

“Aku sedang menjual rumahku, akan segera kuganti uang tas itu.”

Yong Tae tersenyum sinis.

“Lupakan soal tasnya.”

“Benarkah?”

“Tapi aku akan memikirkan kompensasi yang harus kamu berikan kepadaku. Sekarang aku banyak urusan dan itu membuat ku pusing. Kita diskusikan saat aku kembali dari Italia.”

***

Dirumah Ae Rin berpikir,

“Kenapa tidak mau kuganti uangnya? Apa 100.000 dolar tidak seberapa baginya? Jangan jangan dia menginginkan organ tubuh ku.”. Ae Rin merasa ngeri.

Lalu ia melihat jemuran, ada celana Joon Soo disana.

“Kenapa ada disini? Apa bon yang mencuci nya?”

Dia langsung menelepon Kim bon. Kim bon nya ngorok 🙄.

Ia terjaga karena ponselnya berbunyi.

“Ada apa denganku? Ini bukan waktu nya tidur. Aku lelah sekali.”

Ae Rin berterima kasih pada Kim bon. Maksud Kim bon sih mau kirim emoticon “tidak masalah” tapi salah kirim emoticon “ngambek”

“Astaga! Dia pasti sangat kesal. Dia harus membersihkan pipis Joon Soo. Wajar saja kesal”

Padahal Kim bon berusaha menghapus emoticon itu hahaha..

Ae Rin minta maaf dan keluar dari obrolan. Dia tidak ingin menggangu Kim bon dengan masalah nya.

Padahal Kim bon kecewa karena Ae Rin tiba tiba keluar dari obrolan.

***

Kim bon menemui Yoo Ji Yoen saat lari pagi.

“Sudah mencari tau soal j internasional?”

“Mereka mengimpor tas kulit dari Italia. Tidak ada yang aneh.”

“CEO nya gimana?”

“Namanya Jin Yong Tae, usia 35 tahun dia lahir di Boston dan seorang MBA lukisan MIT. Hidupnya makmur dan lancar karena dia dari keluarga kaya. Itu menurut riset ku. Silahkan lihat sendiri.”

“Ada masalah apa?” Tanya Ji Yeon penasaran

“Berapa kisaran harga tas yang mereka import? Apakah merk terkenal?”

“Kisaran harganya dari 1.000 sampai 10.000 dolar. Bahkan beberapa lebih dari 100.000. aku tidak tau pasti tentang merknya. Karena tidak tertarik soal itu.”

“Pemilik toko tas seharusnya tau.” Sindir Kim bon.

“Aku tidak menjual tas, hanya pura pura.” Jawab Ji Yeon sewot.

Ternyata sang Ryoel lewat, dia melihat Kim bon bersama seorang wanita. “Siapa wanita itu?” Katanya sambil tersenyum.

***

Kim bon dan tim rempong sedang berkumpul di kafe

“Bon, ini latte untuk mu. Tampaknya kamu suka susu.” (Sang Ryoel ini perhatian banget sama bon)

“Omong-omong siapa wanita yang tadi?” Tanya sang Ryoel.

Semuanya terpaku. Bon Khan tidak suka bergaul.

Semuanya penasaran, Kim bon jadi salah tingkah.

“Kamu masih muda, berkencan itu wajar. Bukan masalah.” Kata sang Ryoel.

“Kita membahas kekasih nya bon nanti, kita berkumpul disini untuk membahas tas Ae Rin. Mari bicarakan itu dahulu” Kata Bu Shim.

“Aku dihubungi temanku yang ada di Milan.”

“Dia bilang apa?”

“Perusahaan mu agak mencurigakan. Temanku mencari tahu soal produsen tas itu, tapi itu ternyata perusahaan kecilmu bahkan tidak bernama. Tidak ada pengrajin ahli yang membuat nya, itu bohong. Menurut temanku, mereka bukan siapa siapa.”

“Tapi kenapa harga jualnya mahal sekali?”

“Mahalnya tidak masuk akal, kurasa perusahaan mu penipu.”

“Pantas saja, sudah kuduga ada yang aneh.”

“Apa?”

“Aku melihat CEO mu saat mengantarmu kemarin. Ada yang aneh, wajahnya benar-benar palsu, tapi aku bisa lihat sebelumnya dia sudah tampan.” Kata mama Yu Ra

“Astaga, mana mungkin orang tampan melakukan bedah plastik.” Tanya sang Ryoel

“Kenapa lagi, pasti dia punya alasan sendiri untuk mengubah wajahnya.”

“Mungkin dia berbuat jahat atau menipu.”

“Maksud kalian, pak jin si bedebah itu membohongiku? Dia membuat ku kurang tidur hanya karena tas palsu? Dia mempermalukan dan sangat menyusahkan ku. Dia pasti tertawa dibelakang ku saat aku kebingungan. Dasar bedebah!” Tanya Ae Rin marah.

“Kenapa kamu mulai bekerja di perusahaan aneh itu?” Kata mama yu Ra yang kemudian dikode ‘diam’ oleh Bu Shim dan sang Ryoel

“Sudah mencari tahu dikantor?” Tanya Bu Shim

“Akan kulakukan mulai hari ini”. Kata Ae Rin geregetan.

***

Kim bon dan Ae Rin pulang bersama.

“Sebaiknya kamu jangan mencari tahu apapun dikantor. Sebaiknya jangan memaksa masuk keruangan rahasia itu.” Kata kim bon khawatir.

“Kenapa?”

“Aku hanya tidak mau kamu melakukan nya.”

“Tidak, akan tetap kulakukan. Bahkan jika harus dipecat. Aku muak sekali dengan pak jin.”

“Pikirmu, kamu bisa melakukannya tanpa ketahuan?”

“Pak jin sedang di Italia. Ini kesempatan ku. Aku ingin membahas ini denganmu kemarin, tapi tampaknya kamu marah, jadi tidak bisa”

“Karena itulah kamu keluar dari ruang obrolan?”.

Ae Rin mengangguk.

“Aku tidak marah.”

“Kamu cemas saat aku meninggalkan ruang obrolan?”

“Tidak, tidak sama sekali.” (Bohoonnggg..)

“Baiklah, tolong jaga Joon Soo dan Joon hee hari ini.”

“Hei, soal wanita yang dibahas sang Ryoel..” Kim Jong berusaha menjelaskan

“Kuharap hubungan kalian lancar. Kamu tampak kesepian, itu berita bagus” Kata Ae Rin (tuh Khan gak peka banget😪)

Ae Rin lalu memberi Kim bon hadiah. Permen sapi bertuliskan “semoga berhasil”.

***

Ae Rin datang ke kantor, ia memeriksa tombol kunci ruangan rahasia.

Hanya ada 3 tombol yang bedak nya hilang.

“Apa, tiga?kenapa hanya tiga? Berarti dia menekan nomor satu kali.”

“Sebuah nomor sandi yang hanya memakai tiga nomor.” Kata Ae Rin mulai berpikir.

Ae Rin mencoba nomor sandi satu satu dan berhasil.

“Bisa! berhasil!” Sorak ya

Ae Rin memasuki ruangan, memeriksa nama setiap rak, nomor kode tas.

“Nomornya berbeda”

Lalu ia mulai memfoto foto.

“Aku tidak menemukan kesamaan diantara semua nomor ini. Apa artinya?”

***

Yong Tae datang di bandara membawa tas. Dia langsung menghadiri rapat tanpa kekantor terlebih dahulu.

***

Jeong in Taek, kepala keamanan nasional yang baru. Memasuki tempat rapat. Kim bon dan Yoo Ji Yoen mengawasi dari jauh

“Dia kepala keamanan nasional yang baru?”

“Dari yang kudengar, uang adalah kelemahan nya.”

“Dia akan segera menjadi target untuk bisnis jet itu.”

“Ada kemungkinan. Orang orang itu yang menunjuknya.”

“Maksud mu dia sudah disuap?”

“Entahlah, maka dari itu kita menguntit nya. Aku mendapat informasi dia akan ketempat mencurigakan hari ini. Mari awasi baik baik.”

Tidak lama kemudian jin Yong Tae datang membawa tas. Kim bon mengenalinya. Setelah mengingat beberapa kejadian, Kim Bon menyimpulkan bahwa J internasional dibuat untuk menyuap para pejabat.

Kim bon ingat kalau Ae Rin akan memasuki ruangan rahasia, ia bergegas pergi.

“Aku harus ke suatu tempat. Cari tahu lebih banyak soal dia dan perusahaan nya.”

Kim bon segera menghubungi Ae Rin, lalu naik taksi.

***

Ae Rin dikantor sedang memeriksa file.

“Kenapa menaruh file tidak penting di folder System?” Katanya heran.

Hp nya berdering dari “pengasuh bon”.

“Halo”

“Ae Rin -ssi, kamu harus segera pergi dari kantor mu.”

“Ada apa?”

“Aku menuju kesana, temui aku di lobi.”

“Aku agak sibuk sekarang. Ada masalah apa? Untuk apa kamu kemari?”

“Aku..” Kim bon bingung menjelaskan nya.

“Aku merindukanmu.” (Wkwkwk..)

Ae Rin tercengang

“Aku sangat ingin menemui mu”

“Tapi aku…” Belum selesai bicara, Kim bon sudah menutup teleponnya

“Dia salah makan ya? Kenapa tiba-tiba menyatakan perasaannya padaku?” Ae Rin bingung.

Ae Rin teringat file nya. Lalu dia mengcopy nya.

***

“Tas tangan untuk istri anda” Yong Tae menyerahkan tas pada Jeong in Taek. Ia juga memberikan kartu namanya.

“Transfer 100.000 dolar ke rekening itu sebagai tanda persetujuan, lalu akan ku atur semuanya.”

(Ooo money laundry)

“Mengirim uang ke rekening tidak cocok denganku.”

“Pak, anda membeli tas secara legal dari perusahaan ku. Anda tidak mengambil apapun, hanya membayarku. Begitu transfer nya dikonfirmasi, uangnya akan kembali 10 kali lipat plus uang pokok.”

Jeong in Taek mengangguk. (Wah dia bisa disuap).

***

Setelah mengcopy file, Ae Rin keluar dari kantor, ia bertabrakan dengan seorang pria yang memakai setelan jas. Ia jadi ingat kalau dulu ia juga bertabrakan dengan seorang pria disitu (moon Sung so).

“Bon, aku harus mengurus sesuatu. Bisa tunggu 30 menit di lobi?” Ae Rin menelepon Kim bon.

“Kumohon, jangan lakukan apapun. Tinggalkan kantor itu sekarang!”

“Aku sudah meninggalkan ruangan.”

“Kamu dimana sekarang?”

“Nanti kuberi tahu. Sudah ya” Ae Rin menutup teleponnya.

Ternyata Ae Rin kerumah duka, ia menanyakan pada administrator nya mengenai pemakaman pada tanggal 31 Agustus diruang pemakaman 16.

“Namanya Moon Sung So.”

“Moon Sung So?”

“Saat dia orang yang sangat penting. Bahkan presiden mengirimkan karangan bunga bela sungkawa. Dia menjabat sebagai kepala disuatu instansi Nasional.”

“Akan kucari tahu soal dia. Terimakasih.”

***

Pusat medis darurat

Ae Rin membaca artikel tentang Moon Sung So.

“Klien kami orang orang seperti ini? Ini terlalu rumit dan aneh. Nomor didaftar itu, apa itu?uang?”

Ae Rin langsung menelepon Kim bon.

“Aku menemukan hal penting tentang perusahaan ku. Kurasa ada rahasia ilegal. Aku ke rumah sakit untuk mengecek sesuatu. Pria yang berpapasan ku disana adalah kepala keamanan nasional bernama Moon Sung So.”

“Kamu pernah melihat nya dikantor?”

“Yang aneh adalah, suamiku dan pria itu tewas pada hari yang sama.”

“Dia juga tau hal itu.” Pikir Kim bon.

“Ada informasi apalagi tentang perusahaan mu?”

“Semuanya berbentuk kode, tapi daftar tasnya sudah ku catat ”

“Ae Rin ssi, periksa apa ada orang aneh disekitar mu.”

“Apa maki? Orang aneh apa?” Ae Rin tidak mengerti.

“Bukan apa-apa, cepat naik taksi dan temui aku. Jangan beritahu siapapun soal perkataannya kepadaku dan langsung kemari.”

“Kenapa serius sekali?kamu menakutiku.”

***

Kim bon menghubungi Ji Yeon.

“Dimana Jin Yong Tae?”

“Masih didalam.”

“Baiklah.”

***

“Anda yakin Yoo Ji Yoen mengambil cuti tambahan?” Tanya kepala Kwon kepada direktur Shim

“Kamu mau bertanya berapa kali?”

“Lantas, dimana Ra Do Woo?”

“Sedang bertugas”

“Dimana?”

“Aku tidak bisa bilang, jadi berhenti bertanya!”

“Baiklah.”

Setelah keluar ruangan, kepala Kwon mendapatkan telepon.

“Ada kabar? Dimana dia? Baik, bawa dia.” (Kira kira apa yang dibicarakan kepala Kwon ya?mencurigakan sekali🤔)

***

Kim bon menunggu Ae y di depan star tower. Ia cemas lalu menelepon Ae Rin lagi.

“Kamu sudah ditakdirkan?”

“Belum.” (Lelet neh orang, jadi gemes😤)

Tiba tiba sebuah mobil Van hitam menghampiri dan menculiknya. (Tuh Khan!!)

Hp Ae Rin terjatuh.

Kim bon langsung panik. Dia berlari ke markas ganti kostum dan bawa mobil. (kayak batman)

***

Bersambung episode 9

Sinopsis Roommates D-Day part 1

Sebuah video promosi sebuah sekolah.

“Halo, aku Mi Ja Hong, kepala akademi Younghwa, 36 tahun. Mereka yang menyiapkan sekali lagi untuk ujian masuk perguruan tinggi dan mereka yang masih takut tahun lain pembelajaran, kami dapat membantu di akademi. Kami dapat menaikkan tingkat konsentrasi dengan pemandangan yang indah dan fasilitas seni rupa. 4 perempuan berbagi ruangan asrama. Ruang belajar yang tenang, kamar mandi yang bersih untuk sanitasi mereka. Dan rencana sistem diet untuk merawat mereka. (Ditayangkan foto foto fasilitas sekolah dan testimoni para siswinya).

“Itu cukup bagus untuk aku berkonsentrasi penuh” testimoni seorang siswi.

“Tidak ada masalah dengan kesehatanku sejak ada perawat”. Testimoni siswi lain

“Kuliah terbaik yang aku pernah dengar! Sangat mudah dimengerti!”

“Sangat enak, seperti makanan rumah”

Kamu hanya butuh kebulatan tekad. Jika kamu dapat melaluinya selama 1 tahun dengan kami, kamu sudah setengah berhasil. Mimpi akan menjadi kenyataan”

Video selesai.

*** D-Day***

D-312

“Halo semuanya, kalian tidak ada 1 tahun sampai ujian, aku Myung Hwa Oh, dekan dan akan bertanggung jawab selama kalian tinggal. Hanya jika kalian mengikuti peraturan kita akan bisa menjadi keluarga. Sekarang, silahkan ganti pakaian kalian dengan seragam.”

Semua berganti seragam kaos olahraga.

“Hmm, betapa jembelnya .” Keluh seorang Yoo jin.

Setelah berganti pakaian dan menaruh pakaian lama dikotak,

“Sekarang kami akan memeriksa barang kalian.”

MP3 dilarang, alat make up dilarang, hp dilarang, makanan instan dilarang, majalah dilarang. Semua hal yang dianggap mengganggu konsentrasi belajar dilarang.

Yoo jin tampak kesal karena dia juga dilarang memakai anting.

“Kendalikan dirimu dari segala sesuatu yang dapat mengganggu kuliahmu selama setahun, seperti musik, aksesori, ponsel dan novel.” Lanjut Myung Hwa.

Barang barang pribadi di lakban dan tidak boleh digunakan.

Semua siswa di absen dan duduk ditempat duduk yang sudah ditentukan.

Ketika aku pertama kali disini, aku merasa hanya bingung dan keputus adaan dari kegagalan dan harapan untuk permulaan baru. Tetapi harapan atau kegagalan hanya kemewahan untuk kami. Jika kami merasa harapan atau kegagalan, kami lebih baik belajar.

Petugas mengumumkan ruangan tidur masing masing siswi.

“Halo, aku Da Young.”

“Oh, aku Eun Su.”

“Ini Bo Ram,” kata Da Young memperkenalkan teman sekamar nya.

“Kamu mendapatkan nilai tertinggi Khan? Apa tingkatanmu? Ketika memasuki ujian masuk perguruan tinggi?” Tanya Da Young sok akrab.

Ketika aku pertama kali bertemu mereka, Da Young aktif berbicara, Eun su periang, dan Yoo jin, dia adalah pel*c*r.

Yoo jin datang, Da Young juga memperkenalkan diri, tapi Yoo jin mengabaikan nya.

“Ini Bo Ram, ini Eun Su, ayo semua berkumpul,” Da Young tampak tidak tersinggung.

“Aku tidak dapat tidur dibangku tidur,” kata Yoo jin ketus.

“Huh?”

“Itu tidak masuk akal kamu yang memilih pertama hanya karena kamu datang duluan.”

Da Young langsung membereskan barangnya yang ada ditempat tidur.

“Aku tidak melakukan nya dengan sengaja. Aku hanya meletakkan barang aku sebentar.”

***

Ketika membereskan barang barangnya, Bo Ram melihat di plafon ada noda hitam.

“Noda apa itu?” Tanyanya

Semua terdiam. Enggan membahasnya.

“Tidakkah kamu tahu?” Tanya Yoo jin balik.

“Apa?”

“Ada kebakaran besar 3 tahun lalu. Tidakkah kamu tahu? Semua anak meninggal” kata Yoo jin sengaja menakut nakuti.

“Hentikan! Hentikan!” Da Young berteriak ketakutan.

“Api membakar tetapi pintu terkunci, itu sudah seperti neraka asli. Tidakkah kamu mencium sesuatu? Bau daging terbakar.” Lanjut Yoo jin (Yoo jin ini memang anaknya menyebalkan😤)

“Aku tidak tau.”

Setiap orang berkata dibakar dalam kematian, tetapi itu tidak ada urusannya denganku. Yang paling penting untukku dari semua itu adalah mendapat nilai bagus.

***

06:00 Bangun

(bel berbunyi)

Semua bangun

“Sialan, berisik!” Yoo jin tidur lagi

Semua siswi berdiri dilorong dan diabsen oleh Myung Hwa.

Yoo jin terlambat dengan rambut masih acak-acakan

***

06:30 senam pagi

08:00 kelas bahasa Inggris

09:00 kelas matematika

10: 00 kelas bahasa Inggris

11:00 kelas sosial

12:00 kelas ilmu pengetahuan

12:50 waktu makan siang

Para siswa makan siang dengan kelelahan

“Aku tidak nafsu makan. Ini lebih brutal daripada tahun seniorku.” Keluh Da Young

Eun Su mengeluarkan beberapa botol obat

“Ini untuk sakit kepala, ini untuk insomnia, ini untuk membangunkannya, ini vitamin dan ini untuk pencernaan.”

“Tidak ada ekstasi?” Tanya Yoo jin

Bel berbunyi…

“Sialan!!!” Yoo jin frustrasi.

14:00 kelas ilmu pengetahuan

15:00 kelas kemasyarakatan

16:00 kelas matematika

17:00 kelas

Bubar

18:00 kelas bahasa asing kedua (sudah pada teler..🤯)

21:00 bebas belajar

(Maksudnya bukan tidak perlu belajar ya.. tapi terserah mau belajar apa yang penting belajar!)

“Bu,”

“Ada apa?”

“Boleh kah aku pergi ke kamar mandi?” Tanya Da Young

“Ke kamar mandi selama kelas atau jam belajar, itu melanggar peraturan.” Jawab Myung Hwa

Da Young disuruh berdiri, tangannya dipukul 3 kali dan dia baru boleh ke toilet.

Ketika dia mencuci tangan, dia merasa seakan ada sosok dibelakangnya. Tapi sepi, tidak ada seorang pun disitu.😥

Para siswi mengeluh kan peraturan mengenai ke toilet.

***

Yoo jin membanting telepon umum.

“Sialan, mereka tidak pernah pulang!” Kata Yoo jin kesal. (Mungkin karena dia kurang perhatian jadi dia bersikap menyebalkan🤔

Telepon umumnya cuma satu, jadi yang antri banyak).

***

“Da Young apa itu?!” Tanya Yoo jin kasar.

“Ini bukan apa apa” Da Young memeluk erat sebuah bungkusan.

“Jadi kenapa kamu menyembunyikan itu?”

“Kapan aku menyembunyikan sesuatu?” Da Young mengelak.

Yoo jin merebut bungkusan Da Young. Ternyata itu adalah seekor hamster peliharaan Da Young.

“Aku tidak bisa hidup tanpa Happy (hamster).” Kata Dan Young memelas.

“Maafkan aku, aku memiliki nya sejak tahun lalu dan tidak dapat meninggalkan nya dirumah. Kumohon..” Da Young mulai menangis

Yoo jin mau merahasiakan si hamster dengan satu syarat: Da Young juga harus menyimpankan rokok dan korek milik Yoo jin, seandainya ketahuan maka Da Young yang harus bertanggung jawab.

Aku tidak tahu saat itu akan menjadi masalah yang besar.

***

Seperti sebelumnya, para murid berbaris di lorong.

“Yoo jin, apa yang terjadi dengan celana mu?” Tanya Myung Hwa

“Aku memotong nya”

“Perilaku aneh seperti itu adalah pelanggaran terhadap peraturan.”

“Aku tidak melakukan sesuatu yang berbahaya pada siapapun dan aku tidak berpikir mengelem celana adalah aneh.”

“Jadi kenapa kamu memotong nya?”

“Itu terlalu ketat sekitar pergelangannya, ketika aku bangun jadi merasa tidak nyaman. Jika aku tidak mendapat istirahat yang cukup, maka itu akan berdampak negatif pada pembelajaran ku. Dan jika berdampak pada pembelajaran ku, aku akan gagal lagi” Kata Yoo jin berargumen.

Myung Hwa terdiam.

***

Yoo jin sangat senang bisa membuat Myung Hwa speechless.

“Lihat Bangs*t aku merasa luar biasa” katanya tertawa penuh kemenangan.

Kami tidak bisa mendengar tertawanya lagi setelah itu.

***

D-268

Senam pagi seperti biasa. Tapi kali ini senamnya diulang karena Yoo Jin asal asalan.

Kelas bahasa Inggris, Yoo jin yang harus menjawab soal.

Kelas matematika, Yoo jin juga yang harus menjawab.

(Yoo jin jadi pusat perhatian ‘bully’ para guru)

***

Saat makan siang, Yoo jin merasa dipandang sinis oleh teman temannya, dia kesal lalu membanting makan siangnya.

“Apa lihat lihat?! sial!!” umpatnya

Myung Hwa mendekati nya, masih tanpa ekspresi.

“Bersihkan sampah mu sendiri!”

Yoo jin memandangnya penuh kemarahan.

“Bersihkan!” Kata Myung Hwa tidak gentar.

Dengan terpaksa Yoo jin membereskannya sendiri.

***

Yoo jin melampiaskan stress nya dengan merokok.

Tiba tiba dia melihat beberapa siswi masuk ke kamar mandi. Dia mengikuti siswi itu dan membuka suatu ruangan.

Ruangan itu berisi para siswi yang sedang duduk tertib. Kemudian dia pergi ke lorong, dia juga melihat para siswi berdiri tertib seperti setiap pagi ia lakukan. Dia berjalan melewati mereka (serem ih😥). Ia melihat sepatu mereka berdarah. Ia berteriak..

***

Para siswi (yang ini siswi beneran) kaget mendengar suara teriakan.

***

“Kamu harus tau, merokok itu dilarang.” Kata Myung hwa.

“Disana ada yang lain, mereka ada di dapur dan dikoridor.” Yoo jin berusaha menjelaskan apa yang ia lihat

“Apa yang kamu bicarakan?” Tanya Myung Hwa tidak mengerti.

“Tidakkah kamu tahu, setiap orang disini sedang belajar?”

***

Yoo jin yakin dengan apa yang dia lihat.

Dia kembali ke dapur dan koridor, tapi tidak ada siapapun.

***

Ia menceritakan tentang apa yang ia lihat pada teman temannya. Tapi tidak ada yang mempercayai nya.

Ini hari dimana hidupnya mulai menjadi sampah.

***

D-240

bel berbunyi

“Selamat pagi happy.” Da Young menyapa hamster kesayangannya.

Semua sudah bangun. Kecuali Yoo Jin. Temannya membangunkannya.

“Bangun Yoo jin, sudah hampir waktunya untuk absen.”

“Sialan, tinggal kan aku sendiri. Aku tidak bisa melakukan ini lagi!” Ia kembali tidur.

***

Semua berbaris dilorong

“Yoo jin masih tidur?” Tanya Myung Hwa?

“Ya”

“Bersiaplah untuk latihan pagi.”

***

Semuanya senam pagi.

Yoo jin dipaksa bangun, dia ditarik dan diseret 2 orang. Yoo jin berusaha memberontak tapi tidak bisa.

Ia disiram air.

“Kamu harus mentaati peraturan.” Kata Myung Hwa dingin

Lalu Yoo jin dipaksa untuk mengikuti pelajaran

***

Ketika semua sedang memperhatikan Yoo jin yang tampak kacau.

“Tidak bisakah kalian berkonsentrasi hanya karena seseorang sedang sedih?” Kata gurunya. (Waaa gurunya tidak ada empati nya😮).

“Ayo kita mulai kalau sudah tenang.” Lanjut nya.

“Sial!! Aku tidak bisa bertahan dengan ini lagi!!” Yoo jin memberontak, ia meninggalkan kursinya dan pergi menelepon orang tua nya

***

“Aku tidak bisa melakukan ini lagi. Sangat aneh disini! Kenapa kamu tidak mempercayai aku?!” Teriaknya sambil menangis.

Myung Hwa datang dan menutup teleponnya.

***

Kepala akademi, Mi Ja Hong menelepon orang tua Yoo jin.

“Beberapa murid mencari masalah, mereka stres. Ya.. ya.. itu masih dalam periode adaptasi. Disana ada beberapa gadis yang bahkan lebih lama.. ya kami akan menjaganya.”

Suara kepala akademi begitu tenang dan meyakinkan. Seakan akan ini bukanlah masalah besar.

“Apa yang kamu bicarakan? Menjaga ku?aku akan pergi sekarang! Biarkan aku bicara dengan dia!!” Yoo jin marah dan berteriak.

“Yoo jin, tenang lah. Kami perlu ijin dari orang tua untuk membiarkanmu pergi.”

“Disana ada prosedur nya. Jadi tenanglah dan cobalah sekali lagi. Kamu akan melewati kelemahan mu.” Kata mi ja Hong tenang.

***

Yoo jin kembali ke kamar dan membereskan barang barangnya

“Sial, kelemahan?omong kosong..” gerutunya.

Ia mau keluar dari akademi tapi pintu nya terkunci.

Ia berteriak dan menggebrak pintu. Ia menjadi pusat perhatian. Myung Hwa datang bersama 2 orang.

“Semua, sudah saatnya untuk tidur. Tolong masuk ke kamar masing-masing.” Perintah Myung Hwa.

“Buka itu!” Bentak Yoo jin

“Tidak bisa kulakukan sekarang.”

“Kenapa tidak? Kamu punya kunci!”

“Sudah saatnya tidur dan kasar pada guru juga melanggar aturan.”

“Aku akan pergi sekarang!”

“Yoo jin, kamu mau jadi pecundang lagi?”

“Buka itu!”

“Jika kamu tidak bisa bertahan disini, kamu tidak akan bisa melakukan apapun di dunia ini. Kamu akan gagal lagi.”

Yoo jin langsung menampar Myung Hwa

“Gagal? Kamu mengatakan aku gagal karena aku tidak masuk kuliah! Biarkan aku pergi!”

Yoo jin histeris, ia dipegangi 2 orang lalu disuntik obat penenang. Lalu ia dimasukkan keruangan isolasi dan dikunci dari luar.

***

“Ada apa dengan Yoo jin? Maksud ku itu terlalu buruk buatku.” Kata Da Young.

“Yaaa, disana ada orang yang bisa beradaptasi dan ada yang tidak bisa.” Jawab Eun Su bijak.

***

Didalam ruangan isolasi yang gelap. Yoo jin ketakutan. Ia melihat sosok lain disitu. Sosok hantu yang berdarah darah.

***

Eun Su bermimpi buruk.

“Kamu baik baik saja?”. Tanya bo Ram.

“Kamu kesakitan sepanjang malam. Lihat kasurmu basah.”

***

“Besok kita akan ujian, pikir kan itu akan mendeterminasi tesmu dan lakukan yang terbaik!” Kata guru.

Eun Su memegangi kepalanya, ia tampak sakit.

***

Eun Su meminum obat lagi.

“Apa kamu kembung lagi?”

” Tidak, aku sakit kepala.”

Ia lalu melihat keatas. Ada noda hitam diplafon (sepertinya dia mulai berhalusinasi 🙄).

***

Ruang isolasi Yoo jin dibuka.

Yoo jin duduk ketakutan dan berlumuran darah.

Yoo jin dimasukkan dalam ambulance.

“Tolong pergi lah sekarang!” Pinta Yoo jin, entah ditujukan untuk siapa

Apa yang membuat Yoo jin gemetaran dalam ketakutan…

***

D-187

Eun Su, Bo Ram dan Da young mengobrol santai sambil berselimut.

“Apa yang mau kamu lakukan di kampus?” Tanya Eun Su.

“Aku akan operasi plastik di mukaku dan sedot lemak.” Jawab Da young “sedot lemak? Kenapa?”

“Karena aku gemuk, lihat lenganku dan pahaku!’

“Kenapa kamu harus belajar 1 tahun lagi? Kamu cukup pintar untuk bisa masuk ke kampus yang baik?” Tanya Da Young pada Eun Su.

“Yeah, tapi dalam keluarga kami, kami harus melakukan yang terbaik. Jadi aku harus masuk universitas nasional Seoul.” Jawab Eun Su.

“Aku sungguh tidak tau kenapa kita harus serius belajar” kata Bo ram.

Bel berbunyi, lalu mereka memasukkan happy lagi dalam kandang.

***

Pembagian hasil ujian.

Da Young sedih karena hasil ujiannya jelek

Bukan hanya kita yang tidak punya nafsu makan, diantara berdua, ada yang melakukan terbaik dan ada yang tidak. Kami merasa canggung dan tidak bisa menatap satu sama lain.

***

Da young stress, ia mulai sakit bahkan muntah diruang belajar.

“Apa kamu baik baik saja?” Tanya Myung Hwa.

“Aku merasa lebih baik sekarang.” Katanya sambil menangis.

“Kalau begitu, bersihkan sampah mu.”

(Saya pikir Myung Hwa perhatian, eee ternyata nyuruh bersihin muntahannya sendiri😒)

Da Young membersihkan muntahannya yang ada dibuku.

***

“Bagaimana perasaan mu?”

“Aku tidak apa apa. Itu bukan pertama kali aku muntah.”

“Aku pikir itu terlalu berlebihan juga untuk makan seawal ini.”

Eun Su memberikan buku catatan nya.

“Ini tidak baik dan harus diingat.. tapi aku harap ini bisa membantu.” Kata Eun Su.

Da Young menangis terharu.

“Aku tidak akan membantu mu tanpa syarat, biarkan kita membantu satu sama lain, oke?”

“Terima kasih.”

Eun Su meminjamkan catatan nya, pada kita saingannya. Itu bahkan lebih sulit daripada meminjamkan diary mu. Kami merasa luar biasa dan penuh dengan harapan yaitu kami akan mendapatkan nilai yang lebih baik.

***

Ibu Yoo jin datang ke akademi bersama Yoon jin yang terlihat berantakan. Dia memaksa Yoo jin untuk kembali bersekolah.

“Tolong terima yoo jin sekali lagi.” Pinta ibu Yoo jin.

“Aku benar benar menyerah pada kekuatan Yoo jin. Kami sudah melakukan segala yang kami bisa.” Kata mi ja Hong.

“Dia selalu tidak bisa dikendalikan.” Keluh ibu Yoo jin

“Dia bahkan berjanji pada ayahnya kalau dia akan melakukan yang terbaik kali ini.” Ibu Yoo jin berusaha meyakinkan.

(Yoo jin terlihat habis digebuki ayahnya.. kasihan 😥).

Ibu Yoo jin bahkan memberikan uang suap agar Yoo jin diterima kembali.

Yoo jin memohon pada ibunya, tapi tidak dihiraukan.

Yoo jin kembali melihat mayat mayat yang berlumuran darah. Aaaaa!!!!!

***

Da Young merangkak mencari happy yang terlepas dari kandang.

Ketika kembali ke kamar, Yoo jin sudah ada disana memandang keluar dan menangis.

Yoo jin menangis, aku tidak yakin, ia menangis karena dia kembali atau karena orang tuanya tidak mengerti dia. Tapi dia kelihatan nya sangat sedih.

***

Semua siswi berbaris dilorong, Yoo jin memakai seragam dengan benar

“Yoo jin ssi, seragamnya tidak mengganggumu lagi hah?” Tanya Myung Hwa.

***

Semua mengantri makan sambil membaca buku.

“Bukankah Yoo jin aneh? Tanya Eun Su

“Ya, dia seperti bukan dirinya. Ada apa dengan rambutnya?”

“Itu akan merusaknya”

“Aku tahu, tampaknya dia seperti orang yang berbeda.”

Da young melihat happy di dapur.

***

Bilik Yoo jin kosong, Myung Hwa mencarinya. Ternyata Yoo jin ada di ruangan isolasi.

“Yoo jin ssi apa yang kamu lakukan disini?”

“Guru, aku punya pertanyaan. Insiden 3 tahun lalu apa hanya karena api? Tapi kenapa aku melihat banyak potongan tubuh?”

“Aku takut pertama kali aku melihat nya, tapi sekarang aku kasihan pada mereka karena aku tau perasaan mereka. Tidakkah kau melihat mereka? Mereka tergeletak disini” lanjut Yoo jin. (Sereemmm, apalagi Mimin bikin sinopsis ini tengah malam😰).

Bersambung part 2 ya..