“Tidak kusangka tas nya akan dikembalikan secepat ini.” Kata pengawal Yong Tae.
“Putra mereka akan menikah. Jadi mereka butuh uang. Mereka harus membelikan rumah saat anak mereka menikah.”
“Anda mencari tahu soal rumah tangga mereka?”
“Ini namanya proposal yang tidak dapat ditolak.”
(Jadi kepala keamanan nasional yang baru bisa disuap🤔)
***
“Pernah lihat tas yang mereka import?”
“Tentu saja.”
“Kamu tahu tas nya dijual ke siapa?”
“Kenapa mereka sangat tertarik pada perusahaan itu?” Kata Ae Rin dalam hati
“Kamu tau detail nya?”
“Aku pernah melihat logonya. Itu berupa nomor seri.”
“Kamu punya fotonya?” Tanya Ji Yeon semakin penasaran.
“Ya”
“Boleh kulihat?”
“Sebelum itu, apa aku diterima?” (Ae Rin pinter negosiasi 😜).
“Astaga, sudah pukul segini. Aku ada wawancara kerja yang lain, jika anda tidak mau mempekerjakan ku, aku harus pergi” Kata Ae Rin pura pura jual mahal (cerdas!!)
“Mulailah bekerja pekan depan.” Kata Ji Yeon.
“Terima kasih.” Kata Ae Rin malu malu.
“Kita lihat fotonya dulu..”
“Omong omong, disini ada asuransi pegawai?” (Wkwkwk, Ae Rin ngelunjak)
“Ya, kami menyediakan asuransi pegawai.” Kata Ji Yeon terpaksa.
“Terima kasih, toko akan segera ramai.”
“Kita lihat fotonya dulu.”
“Aku tidak punya file aslinya. Tapi kubagikan ke ruang obrolan ibu ibu saat mencari tahu merk tas itu. Ini dia!”
Ji Yeon melihat kode tas nya. “Apa ini maksudnya?” Kata Ji Yeon dalam hati.
“Kapan kita menekan kontrak?,” Tanya Ae Rin.
“Masih ada seri tas yang lain..” pancing Ae Rin.
“Bawa kan kontrak nya sekarang!” Perintah Ji Yeon pada do woo.
Yes!
***
Ae Rin pulang, mereka merayakan diterimanya Ae Rin kerja dengan makan makan
“Astaga! Kelihatannya enak”
“Ibu yang terbaik!”
“Selamat makan.”
Mereka makan dengan senang. (Seperti keluarga bahagia😜).
“Bon ssi, selesai makan pulanglah. Aku mau bersama sikembar cari bahan makanan ”
“Aku juga mau cari bahan makanan.” Kim bon beralasan.
Mereka belanja bersama. So sweet!!
Si kembar mengagumi ikan dalam aquarium. Mereka merengek minta dibelikan.
“Tidak, jika beli ikan, kita harus beli rumahnya juga. Lihat, rumahnya besar. Tidak ada tempat.” Kata Ae Rin sabar
Anak anak mulai berulah, mereka menangis histeris bersamaan di supermarket.
Ae Rin mengabaikan si kembar yang menangis histeris. Tapi Kim bon tidak tahan rengekan si kembar. Akhirnya dibelikan oleh Kim bon dan ditaruh diapartemennya.
“Kau sungguh tidak perlu begini.” Kata Ae Rin
“Tidak apa-apa, aku selalu berpikir ingin memelihara ikan.” (Wkwkwk ahjussi mah pinter alasan!)
“Omong omong, rumahmu bersih sekali, tidak banyak furniture juga. Kamu mencoba gaya hidup minimalis?itu sedang trend sekarang. ”
“Sebenarnya tidak juga.”
Ae Rin mulai mengagumi rumah Kim bon. Ketika ia akan membuka laci lemari, langsung ditutup oleh Kim bon. (Senjata nya diumpetin disitu🤫).
Ae Rin bercanda dan berlari an bersama si kembar. Kim bon terpana.
***
“Kenapa dia tidak mengatakan jika wanita itu pernah bekerja di J internasional? Mengenai tas itu, bon mengetahui semuanya tapi tidak menceritakannya padaku. Apa dia tidak mempercayai ku? Atau dia mencoba mengatasi semuanya sendiri?” Ji Yeon bicara sendiri.
“Jawaban nya sudah jelas, dia tidak mau wanita itu terlibat masalah ini.” Kata do woo.
“Lantas, kenapa dia meminta kita mempekerjakan Ae Rin?”
“Dia tidak mau Ae Rin dalam bahaya. Tapi juga mau menolongnya. Pasti itu alasannya.”
“Astaga..apa bon menyukainya?” Ju Yeon kelihatan cemburu.
***
Kim bon memandangi ikan ikan. Merasa kesepian.
***
“Selamat pagi.” Sapa Ae Rin.
“Sekarang bukan pagi, kamu 15 menit lebih awal. Tolong datang tepat waktu!”
“Apa? Kamu juga datang lebih awal, kenapa aku ditegur?” Ae Rin bingung. (Ya iyalah, datang kerja lebih awal kok malah dimarahi..😝)
“Karena aku banyak pekerjaan.” Kata Do Woo.
“Aku juga..” Ae Rin langsung menaruh tasnya dan mulai membersihkan debu.
Seorang pelanggan datang,
“Kami baru buka pukul 10.00. silahkan kembali nanti.” Usir do woo.
“Kalau begitu, aku mau melihat lihat dulu, beli nya nanti jam 10.”
“Baiklah.”
“Boleh aku pegang tas nya?” Kata si pelanggan.
“Jangan.”
Ae Rin melihat dengan pandangan aneh🤨. (Mungkin pikir Ae Rin, “pantes tokonya sepi, lha pelayanannya aja jelek gitu”😪)
“Aku permisi.” Kata si pelanggan tersinggung.
“Bu..!!silahkan dilihat lebih dekat. Ada cermin disebelah sana.” panggil Ae Rin. Lalu Ae Rin melayani pelanggan itu dengan baik. Do woo menghela nafas. Wkwkwk.
***
Ji Yeon mengajukan perekrutan pegawai pada direktur Shim. Ia mengatakan, pegawai barunya adalah seorang istri saksi kematian moon Sung So. Sedangkan saksi aslinya, Cha Jeong Il sudah mati.
“Omong omong, kenapa kamu mempekerjakan istrinya?”
“Aku harus menggali lebih dalam tentang saksi Cha Jeong Il. Akan ku jadikan dia informan ku. Tolong setujui biaya operasional nya.”
“Apa dia bisa dipercaya?”
“Tentu saja. Di juga pegawai yang baik.” Ji Yeon tertawa getir.
***
Yong Tae melihat lihat berkas Ae Rin.
“Preferensi makanan si congkak aneh.” Yong Tae membaca statistik analisa frekuensi makanan sehari hari untuk sepekan.
(Khan kerja Ae Rin cuma nyiapin makan siangnya si Yong Tae)
“Tampaknya si congkak aneh itu, aku” wkwkwk
“Jelas, dia bukan tipe pemalas.”
***
Toko king’s bag sepi.
“Tampaknya toko kita sepi.”
“Karena sepi, itu menyenangkan.”
“Kita tidak boleh seperti itu sebagai pegawai, kita harus memikirkan orang yang menggaji kita..” Ae Rin betul betul karyawan yang baik.
“Kamu mengkhawatirkan hal hal yang tidak perlu.”
Ponsel Ae Rin berbunyi.
***
Kim bon disidang oleh tim Kis (sang Ryoel, Bu Shim, dan mama yu Ra)
“Aku sibuk, ada apa?”
Ternyata mereka minta diramal. Wkwkwk.
“Tolong beritahu aku, apakah istri ku akan dipromosikan.” Kata sang Ryoel.
“Tolong katakan, apakah aku dan suamiku cocok. Apa kita akan punya anak lagi?” Kata mama yu Ra
“Apa yang kalian bicarakan?” Kim bon bingung.
“Ae Rin sudah menceritakan semuanya. Katanya kamu jago meramal. Dia sering memujimu.” Kata Bu Shim.
“Adik ipar ku akan menikah musim semi mendatang. Pilihkan tanggal yang baik.” Kata bu Shim meminta tolong.
“Coba kulihat, aku bisa menerawang nya. Akan ku lakukan sendiri dirumah dan ku beritahu kalian nanti.” Kim bon beralasan. Karena ia juga bingung mau ngomong apa.
***
Yong Tae menemui Ae Rin, ia mau merekrut Ae Rin kembali. Ae Rin yang kesal karena insiden penculikan itu, tentu saja menolaknya.
***
“Aku sudah memeriksa rekening J internasional, tapi tidak ada catatan yang keluar. Ada beberapa deposit yang ditransfer. Tapi dari informasi yang kudapat, semua itu dari penjualan tas. Tak ada yang mencurigakan soal perputaran uangnya.” Kata do Woo
“Dimana daftar pembeli ya?” Tanya Kim Bon.
“Sedang kukerjakan . Akan butuh beberapa hari.”
Tiba tiba alarm berbunyi. Mereka melihat CCTV. Ternyata ada beberapa orang masuk ke king’s bag. Mereka adalah tim KIS!
Mereka foto foto produk bak model dan menguploadnya di medsos. Wkwkwk
***
“Sebetulnya apa yang mereka lakukan?” Tanya Ji Yeon heran.
“Firasat ku buruk.” Wkwkwk
***
Keesokan harinya, king’s bag penuh pengunjung.
“Ini membuatku gila!” Ji Yoen menggerutu.
“Aku seperti kehilangan energi ku.” Ra do woo lemas.
(Kerjaan mereka jadi nambah hahaha)
***
Tim kis datang dan mereka merasa bangga telah berhasil memasarkan tas nya. (Mereka tidak tau apa yang sebenarnya telah mereka perbuat hahaha)
***
Kim bon memandang Ae Rin dari kejauhan, Ae Rin sedang sibuk dengan para pelanggan.
“Dia memang luar biasa.” Katanya sambil geleng geleng kepala.
***
Dirumah Kim bon, si kembar memberi nama ikan ikan mereka.
“Yang ini A, yang ini B..”
“Itu X, itu Y.”
“Lalu yang ini… ahjussi bisa beri dia nama?”
“Apa namanya ya?” Kim bon bingung.
“Bagaimana kalau ‘uncle’?,” Usul Joon Hee.
“Sae Hyeon bilang, uncle itu artinya paman. Dalam bahasa Inggris.”
“Uncle? Bagus juga”
(Uncle/paman/ahjussi.. ternyata Kim bon ada dihati sikembar.. jadi terharu)
Ponsel Kim bon berbunyi, itu pesan dari Ji Yeon yang mengomel karena Ae Rin menjual habis tas tas itu. Kim bon tersenyum.
***
Kim Bon menunggu Ae Rin pulang kerja.
“Bon ssi, kamu menungguku pulang kerja?”
“Untuk apa? aku membuang sampah.” (Alasaaannn)
Ae Rin mengucapkan terima kasih atas kerja keras Kim bon. Ia juga menghadiahkan dompet untuknya.
“Aku menaruh gajimu disana, jadi bayarlah cicilan mobilmu!”
***
Sang Ryoel menonton berita tentang pembelian 30 unit jet tempur Z 38 Lucas zone.
“Ah, U 40 jauh lebih baik. Kenapa Z 38 yang dipilih? Menyebalkan sekali” Gerutunya
***
Yong Tae mendapatkan sebuah panggilan dari nomor tak dikenal.
“Ya aku mengerti, tolong jangan khawatir.” Jawab Yong Tae, entah apa yang mereka bicarakan.
***
Orang diseberang yang menelepon Yong Tae sedang melihat horoskop hari ini.
“Kartu hari ini, pendeta wanita tertinggi.”
(Apa maksudnya?😰)
***
Seorang pria memasuki kantor direktur shim. Ia mengambil foto file profil Ae Rin dimeja.
***
Kim bon mengecek horoskop hari ini.
“Kartu hari ini, Aries. Pendeta wanita tertinggi.”
“Aku baru melihat kartu ini. Apa maknanya?”
Ia mengecek lokasi. King Castle!
Kim bon langsung berlari. Ia takut kejadian candy akan berulang.
Sampai ditempat jemputan, ia berteriak.
“Tidaakkk!” Ia memeluk Ae Rin sampai terjatuh ke tanah.
***
Bersambung episode 11





