Sinopsis Replicas part 2

Keesokan harinya,

William terbangun, istri dan dua anaknya sarapan seperti biasa.

William membuatkan mereka penekuk.

Mona berlari pagi, tapi dia merasa sakit diperutnya.

***

Edward menelepon William, donor akan segera tiba dalam 37 menit. William harus sudah datang ke laboratorium.

William terpaksa berangkat kerja.

***

William tidak tega menggunakan donor orang lain lagi… Ia punya ide, ia akan memindai memorinya sendiri. Dan akan di transfer ke robot 345. Dengan begitu, kontrol nya adalah dirinya sendiri…

***

Mona, Sophie dan Matt merasa aneh, mereka melupakan kejadian akhir akhir ini…

Sophie bermimpi buruk, mimpi kecelakaan yang menewaskan ibunya. William lalu menggendong Sophie ke laboratorium rumahnya. Ia menghapus ingatan tentang kejadian kecelakaan itu.

Mona tiba tiba datang, “Apa yang terjadi? Apa yang kau lakukan pada Sophie?”

“Aku memberinya penenang, ayo kita bicara diatas.”

“Tidak, katakan padaku yang sebenarnya!”

“Ada kecelakaan, kau dan anak anak tewas. Aku menghidupkan kalian kembali. Kalian adalah replika.”

“Singkirkan benda itu dari kepalanya.” Kata Mona sedih

“Jadi aku sudah mati.”

“Tidak kau masih hidup begitu juga Matt dan Sophie. Orang lain tidak perlu tahu.”

Mona menggenggam tangan William sambil menangis.

***

William mengajak keluarga replika nya ke bazar. Ia bertemu dengan Edward.

“Jadi, kau mendapatkan keluarga mu kembali?”

“Ya.” William tersenyum.

***

Saat makan malam,

“Ayah siapa itu Zoe? Seseorang mencoret namanya di lemariku dengan krayon.” Tanya Sophie

William pura pura tidak tahu. Tapi dari ekspresi William, Mona tahu ia berbohong.

Tiba tiba Bell pintu berbunyi, jones bertamu ke rumah.

Jones memberi salam pada Mona, lalu ia berbicara dengan William.

Ternyata Jones sudah tahu bahwa 3 orang itu adalah replika. Ia memaksa William agar memberikan alogaritma nya dan ia juga tidak mau subjek replika berkeliaran bebas.

“Bagaimana dengan keluarga ku?”

“Keluargamu sudah tewas dalam kecelakaan mobil, Will!”

“Akan aku ambilkan alogaritma nya.” Kata William.

Jones mengirim pesan pada pengawal agar menangkap 3 replika itu.

William kembali, bukan untuk memberikan alogaritma nya tapi untuk menyerang Jones.

Ia lalu segera menaruh alat itu di microwave. Untuk dihancurkan.

“William, katakan padaku, siapa itu Zoe?” Tanya Mona

“Dia putri kita. Aku tidak bisa menghidupkan kalian semua. Tidak ada cukup tabung. Aku hapus dia dari memorimu.”

“Kau menghapus memori anakku dariku?”

“Maafkan aku, aku tidak akan menyalahkanmu jika kau membenciku untuk seumur hidupku, tapi saat ini kita harus pergi. Bionyne bukan perusahaan medis, aku bahkan tak tahu mereka perusahaan apa, tapi mereka akan membunuhmu dan anak anak…kita harus pergi!” William berusaha menjelaskan.

“Anak anak, kita harus pergi!” Teriak Mona.

Mereka segera bergegas naik ke mobil.

“Matt, Sophie, ada orang jahat yang mau mencelakai kita. Kalian pegangan yang erat.” Kata Mona

“Kita akan kekapalnya Ed, dan pergi dari sini. ” Kata William.

Ternyata disetiap subjek penelitian Bionyne diberi alat pelacak, jadi anak buah jones bisa melacak mereka. Terjadilah kejar kejaran.

Mona minta diantarkan ke klinik. Mona menggunakan alat kejut jantung untuk merusak pelacak dalam tubuh mereka.

Mereka berhasil melarikan diri. Dan pergi ke dermaga. Tapi orang orang jones sudah menduga mereka ada disana.

Mona dan anak anak ditangkap. Saat William mencari kunci boat.

Ternyata yang membocorkan rahasia mereka adalah Edward.

“Jadi kau! Berengsek!” Maki Mona pada Edward.

“Semuanya akan baik baik saja, jika William mau bekerja sama.” Kata Edward

“Baik baik saja? Mereka akan membunuh kita!”

“Mona, kami mencuri peralatan bernilai jutaan dolar untuk membuatmu.”

“Membuatku?”

“Ya, membuatmu! Kau seharusnya tewas, dan aku harusnya melenyapkan jasad jasad kalian… Tapi aku tidak bisa melakukan nya. Dengar, jika kita melakukan apa yang mereka mau, kita akan dilepaskan.” Bujuk Edward.

Tiba tiba William datang, “Lepaskan tanganmu dari istriku!!”

“William maafkan aku, keadaan jadi tidak terkendali.”

“Tidak apa Ed, semua akan baik baik saja.”

William berunding, karena alat alogaritma nya sudah hancur, maka satu satunya yang tersisa adalah dikepalanya.

“Kalau begitu aku tidak membutuhkannya.” Kata jones lalu menembak kepala Edward.

William dipaksa memberikan alogaritma nya. Ia mentransfer memorinya pada robot.

Robot itu hidup setelah diberi daya.

***

William memberikan alat alogaritma pada jones. Jones tidak tahu bahwa William sudah menghidupkan robot 345.

“Sekarang lepaskan keluargaku!”

“Kenapa kamu bersikukuh dengan ini, mereka hanya replika. Kau tahu, eksperimen mu sudah berakhir Will.” Kata jones meremehkan.

“Tidak, belum berakhir!”

Tiba tiba robot 345 mendobrak pintu, “Jones, aku datang untuk keluargaku!”

Pengawal jones dengan mudah dikalahkan robot itu…

William dan Mona menyelamatkan kedua anak mereka.

Mereka akan menaiki mobil, tapi William merasa ada sesuatu yang harus diselesaikan. Ia kembali lagi, menemui robot 345.

“William, cukup!” Kata William pada robot.

Robot itu melepaskan cekikannya pada jones.

“William, bagaimana rasanya?”

“Ini akan terdengar aneh, tapi rasanya seperti aku.” Jawab robot.

“Will! Setelah aku mati, mereka akan kirim orang lain lagi untuk mencarimu. Cepat atau lambat mereka akan menemukan mu!” Kata Jones.

“Tidak, jika kita dalam hal ini bersama.”

“Apa kau berunding?”

“Bagaimana jika Aku bilang padamu ada jalan lain jones? Beri kami apa yang kamu inginkan, dan kau bisa hidup lagi sebagai pria yang sangat kaya.” Kata robot 345

“Bagaimana menurutmu? Apa kita sepakat?” Tanya William.

“Sampai jumpa lagi Will.” Kata jones lalu mati.

Robot menyuruh William segera pergi, “Kau jaga keluarga kita, kami akan baik baik saja disini ”

Robot memindai ingatan Jones.

***

17 hari kemudian,

Jones di kloning.

William dan keluarga nya dipantai.

***

Dubai, Uni Emirat Arab

Jones menemui Tn Kisam. Ia diberi uang banyak untuk memberikan Tn Kisam kehidupan ke dua.

“Will, saatnya bekerja.” Kata Jones

“Mari kita mulai urutan pemetaan.” Kata robot 345.

***

End

Sinopsis Replicas part 1

Industri Bionyne Fasilitas Penelitian Eksperimental

Sebuah helikopter menurunkan seseorang yang di bunker.

“Donor sudah datang.”

Para peneliti bersiap siap.

“Kapan waktu kematiannya?”

“7jam 15menit.”

“Lanjutkan!”

Mayat pria itu dipasang peralatan.

“Pria ini sudah mati, bukan kematian yang logis, tapi masih bisa diakses. Kita akan mengambil otak biologisnya. Mencetaknya ke otak sintetis itu. Mereplikasi pikiran manusia. Ed, mulai prosesnya!” William menjelaskan

Para peneliti melakukan pemindaian melalui mata. Memori donor itu akan dipindahkan ke sebuah robot.

“Pencetakan selesai.”

“Margareth, beri energi!”

Robot menjadi hidup.

“Sersan Kelly? Apa kau mendengar ku?” Tanya William

Robot itu menggerakkan gerakkan tangannya.

“Siapa aku?”

“Sersan, kau sudah beralih ke tubuh sintetis.”

Si robot terkejut.

“Cobalah untuk tenang, kau sedang online.”

Robot itu mengamuk, “Siapa aku?!!” Robot Kelly mulai merusak sesuatu yang bisa dijangkau nya.

“Matikan, pencetakan gagal.”

***

Jones, seorang Investor kecewa karena percobaan gagal lagi.

William berusaha meyakinkan, ini hanya tinggal sedikit lagi.

Jones tidak yakin akan memberikan perpanjangan waktu.

***

Will akan berlibur diakhir pekan bersama keluarga nya.

Mona istrinya sudah bersiap siap…

William memiliki 3anak, Sophie, Matt dan Zoe.

Edward datang, ia berbicara tentang penelitian yang akan dihentikan. Karena robot itu merobek robek dirinya sendiri.

“Kau tidak bisa menghidupkan orang dari kematian! Aku percaya padamu, tapi aku tak yakin ini akan menuju kemana… Orang orang bisa menderita” Kata Mona

“Semuanya takut Mona, tapi sesuatu mencegah sintetis dari mencurangi kesadaran.”

“Apa bisa membuat seseorang menjadi manusia lebih dari ini?? Seperti jiwa…”

“Semua hanya mengenai kecocokan.”

“Kau percaya itu? Bagimu, aku, anak anak, hanya hanya jalan, sinyal dan kecocokan?… Kau punya keluarga yang mencintai mu!”

“Apa menurutmu aku harus berhenti?”

“Aku hanya cemas, kau kehilangan arah pada apa yang benar dan salah.”

“Aku tidak akan, percayalah padaku!”

***

Perjalanan liburan itu terhadang hujan deras, pandangan yang tidak jelas membuat mereka kecelakaan.

Semua mati, yang selamat hanya William.

William menangis sedih.

***

William menghubungi Edward, dia mau menghidupkan keluarganya lagi.

“Pahami satu hal! Dari kebanyakan yang ku kloning, keluar nya tidak bagus. Tengkorak mereka cacat, organ dalam mereka bukan mereka lagi. Itu taruhannya disini” Kata Ed berusaha menghalanginya. Tapi Will bersikeras.

William ingin membuat kloningan keluarga nya… Dia juga ingin membuat replika memori pada kloningan.

Tapi ada suatu masalah, tabung kloning hanya ada 3, ia harus memutuskan siapa yang harus dibiarkan mati.

Ia membuat undian, ia meminta Ed agar memilih satu nama, tentu saja Edward menolak. Dengan terpaksa Will memilih sendiri… Undian jatuh pada Zoe… Will menangis.

Proses pengkloningan dimulai, Edward mengingatkan bahwa, penurunan daya listrik bisa merusak segalanya.

“17 hari mereka akan keluar, kau punya waktu selama itu untuk memindahkan ingatan mereka. Jika secara ajaib kita berhasil melakukan ini. Bagaimana dengan Zoe?”

“Semua memori yang mereka miliki ada didalam sini. Aku akan hapus memori tentang dia.”

“Kau bisa lakukan itu?”

“Manusia kehilangan memori setiap waktu. Akan ku buat memorinya korup, menghapusnya dari pemetaan mereka. Mereka takkan pernah mengingatnya.”

***

Seorang polisi mengetuk pintu, mereka menyelidiki kasus pencurian sampah.

“Apa kau melihat seseorang yang mencurigakan?”

“Tidak.”

“Kalau ada apa apa, kau bisa menghubungi kami. Semoga harimu menyenangkan.” Polisi berpamitan.

***

Edward menelepon Will, mengenai pembicaraan nya dengan Jones.

“Dia bilang, jika kau tidak membuat 345 berhasil, dia akan menghentikan penelitian ini diakhir kuartal. Itu berarti kita berada dalam masalah besar.”

Mau tidak mau, Will harus berangkat kerja.

Dia meminta tolong Ed agar menjaga tabung kloning dirumahnya.

***

Sesampainya ia dirumah, Bu Florent, guru Matt. Mengunjungi rumahnya karena Matt beberapa hari tidak masuk sekolah, sedangkan telepon ibunya juga tidak diangkat. Bu Florent lalu pamit pergi.

“Apa yang terjadi?” Tanya William pada Edward.

“Dia mengetuk pintu selama 5 menit. Dia bilang harus kekamar mandi.”

“Kau bilang apa padanya?”

“Kubilang, Matt sakit cacar air. Dan dia mau tinggal dengan kakek neneknya.”

“Kakek neneknya sudah mati Ed, bagaimana aku harus jelaskan itu?”

“Entahlah Will! Jangan menyeret ku dalam sinkhole raksasa kebohonganmu, oke?… Apa kau menelepon sekolah? Atau mengarang sesuatu?”

“Tidak.”

“Bagaimana dengan klinik yang Mona terima? Ini sudah 5hari, kau tidak berpikir siapapun akan sadar seluruh keluarga mu hilang?”

“Aku banyak pikiran Ed.”

“Ya aku tahu, kau harus tangani itu.”

“Bagaimana keadaan mereka?”

“Mereka lebih tinggi 0.3 meter.”

***

Will menyalakan Hp istri dan anak anaknya, ratusan pesan dan missedcall masuk.

Ia menjawab satu persatu, pesan pesan itu.

***

17 hari berlalu, William masih belum bisa menemukan cara agar replikasi memori itu berhasil.

“Harusnya, kau pikirkan itu 17hari yang lalu! Akselerasi nya mengikuti profil DNA dengan tepat… Jika kau terus simpan mereka dalam tangki, mereka terus menua!” Edward mengoceh. Will semakin stress.

Will memutuskan untuk mengeluarkan mereka dari tabung, dan ia akan menyuntik mereka agar koma, tapi ia hanya punya waktu 72 jam lagi

Ketika ia akan menyuntik lagi, ia memegang tangan Mona, ternyata otaknya bereaksi… Kini ia tahu kenapa percobaan 345 gagal.

Otak 345 dihubungkan ke baja dan titanium, karena itu gagal… Replika memori akan berhasil pada tubuh yang spesifik.

“Aku akan mencetak pikiran dia kedalam tubuhnya sendiri. Aku yakin ini akan berhasil.” Kata William pada Edward.

Pencetakan syaraf dimulai…

***

Mona kembali sadar, “William?”

William menyuntik obat tidur lagi, ia ingin Mona bangun saat anak anaknya juga bisa bangun.

“Ini adalah hal terhebat yang pernah kulakukan dalam hidupku.” Kata Edward bangga

Will menyematkan cincin kawinnya ke jari Mona.

William lalu membereskan rumahnya. Ia juga harus menyingkirkan foto foto Zoe dan segala coretan coretan Zoe. Ia menangis.

William berbaring disamping Mona.

***

Bersambung part 2

Sinopsis The Golem part 2

Hanna kembali memandikan Golem kecil, ia dengan perlahan menenggelamkan anak itu dibak mandi. Anak itu tidak meronta maupun mati. Hanna menangis…yang dikatakan Perla,benar adanya.

Hanna mau mengambilkan pakaian untuk Golem kecil, ketika melintasi jemuran, ia melihat Benjamin ada di rumah Sarah. Janda yang selalu berusaha menggoda Benjamin.

Hanna geram…

***

Perla dibekap oleh Vladimir, “Ini terakhir kalinya, kamu pergi meninggalkan anakku sebelum sembuh!” Ancamnya.

***

Golem kecil itu seakan bisa merasakan perasaan Hanna.

Hanna memeluknya penuh kasih sayang.

Hanna menjahit kan baju untuk Golem, ia tidak sengaja tertusuk jarum… Si Golem juga merasakan sakit dijarinya.

Hanna dengan sengaja menusukkan lagi jarum ke jarinya… Si Golem tampak merasa sakit dijarinya.

“Malam ini dingin, kau bisa tidur didalam rumah.”

***

Benjamin makan bersama Sarah.

Sarah mendekati Benjamin ingin menciumnya.

“Maaf aku tidak bisa.” Tolak Benjamin.

“Dia masih memiliki hatimu!” Kata wanita itu sedih.

“Selamat malam.” Benjamin pergi.

Sarah berjalan ditempat jemuran, tiba tiba Golem menusuknya dengan pisau dan membunuhnya.

***

Hanna memimpikan Joseph anaknya, tiba tiba Golem memeluknya dari belakang.

Ia terbangun, ternyata hari sudah pagi.

Hanna pergi keluar dan mendapati seluruh tetangga berkumpul, menangisi janda yang sudah mati itu.

“Dia dibunuh binatang buas!” Kata Benjamin

Tapi Hanna tau, pelaku nya bukan binatang buas, tapi Golem.

Ia sedih, tapi ia juga menyadari bahwa ia memiliki kekuatan untuk mengendalikan Golem agar sesuai keinginannya.

***

Benjamin dan Jacobs memutuskan untuk melawan kelompok Vladimir.

Jacobs tertembak, Dan mati.

Sedangkan Benjamin, tercekik… Tiba tiba anak buah Vladimir yang mencekiknya, kepalanya meledak.

Golem muncul, Vladimir menembaknya, tapi ia tak bisa mati…

“Ayah!”

Ternyata anak Vladimir berhasil disembuhkan.

“Stop!!” Perintah Hanna pada Golem.

“Bawa putri mu dan pergi dari tanah kami sekarang!!”

Vladimir pergi.

Warga desa menyambut Golem seakan ia penyelamat mereka.

***

Malam hari, setelah menguburkan Jacobs.

Hanna sudah menunggu Benjamin dirumah.

“Kamu benar, seharusnya kita membela diri kita sendiri sejak awal.” Kata Benjamin.

Benjamin melihat Golem bermain boneka dikamar.

“Dia tidak akan menyakiti kita Khan?”

“Tentu saja tidak, dia disini untuk melindungi kita.” Jawab Hanna.

Mereka makan makan bertiga bersama Golem.

Si Golem cemburu melihat kedekatan Hanna dengan Benjamin.

Ia mengambil pisau dan menusuk pahanya sendiri… Hanna berteriak kesakitan.

“Ada apa?” Tanya Benjamin bingung.

“Aku tidak apa apa… Dia suka musik, kau harus memainkannya untuknya.”kata Hanna.

Golem membawakan biola untuk Benjamin. Benjamin lalu memainkannya.

***

Hanna memperlakukan Golem itu, seperti Joseph anaknya. Menidurkan Golem itu diloteng, “Selamat malam ” kata Hanna sambil mencium keningnya.

Benjamin dan Hanna ber uhuk uhuk ria.

Perla mengendap endap ke loteng menemui Golem, “Aku perintah kan engkau kembali ketanah! Dari abu kembali ke abu!”

Golem menatap Perla tajam…

***

Hanna dan Benjamin tertidur, tiba tiba ada darah menetes dari atas loteng.

Benjamin memeriksa loteng, ada mayat Perla didalam kotak.

“Hanna, kita harus segera pergi!” Kata Benjamin.

“Ada apa?”

“Dia membunuh Perla, mungkin Sarah juga. Dia bukan penyelamat. Dia adalah monster. Setan!”

“Dia hanya anak kecil.” Bela Hanna.

“Hanna, dia harus dibunuh.”

“Tidak ada siapapun yang membunuh disini. Benjamin tidurlah!” Kata Hanna sambil memeluk Golem.

Benjamin lari ketakutan, ia pergi menemui pendeta.

“Bapa, Golem itu membunuh orang tak berdosa. Dia membunuh Perla, aku melihatnya dengan mata kepala sendiri.”

“Kumpulkan 10 pria membentuk minyan, kita akan menghancurkan nya dengan Pulsa Denaura.”

***

Anak gadis Vladimir benar benar mati. Ia marah dan menyuruh pasukannya menyerang desa.

***

10 pria berkumpul mengepung Golem.. Benjamin memainkan biola, memancing Golem agar mengikuti nya sampai ke ruangan gereja.

Pendeta sudah bersiap dan membaca mantra.

***

Hanna tersadar dari tidurnya, ia bisa merasakan bahwa Golem akan dihancurkan.”

Sedangkan orang orang Vladimir mulai menyerang. Mereka membacok kepala Hanna. “Joseph!” Hanna berteriak.

Golem langsung lehernya berdarah, Benjamin kaget.

“Benjamin, jangan berhenti!” Kata pendeta, tapi terlambat, Golem membawa batu dan menusukkannya ke pendeta sampai mati.

Golem membunuh pria pria itu dalam gereja.

Ternyata Hanna belum mati, Vladimir mau membacok nya lagi… Golem tiba tiba muncul dan mengambil jantungnya.

Golem lalu membunuh orang orang Vladimir… Dan membunuh warga juga. Semuanya…

Hanna menyaksikan semuanya mati, ia lemas.

Hanna berdiri, Benjamin muncul… Begitu pula Golem

“Hanna, dia bukan anak kita. Anak kita sudah mati.” Kata Benjamin berusaha meyakinkan.

Hanna tetap mendekati Golem itu.

Hanna memeluknya, “Joseph ku yang ganteng… Kamu akan selalu menjadi anakku! Sekarang aku harus merelakanmu pergi.”

Hanna mencium bibir Golem dan mengambil perkamen dari mulutnya.

Golem kembali menjadi debu.

Hanna menangis dan ia dipeluk Benjamin.

***

Diantara puing puing reruntuhan desa.

Seorang anak perempuan mengambil perkamen itu…

***

End

Sinopsis The Golem part 1

“Saat memberitahu kisah rakyat kita, tidak mungkin terpisah kebenaran dari mitos. Kisah kami dimulai sejak lama, dikotak tua Praha. Sepanjang sejarah, orang orang kami, telah di iblis kan, dianiaya, hingga suatu hari, Rabbi kami yang paling suci, Maharal, mencapai jauh kedalam yang paling gelap, kedalaman Kaballah, memberi nafas hidup untuk ciptaan yang seperti Tuhan.”

Seorang kakek tua berjanggut putih, masuk dalam ruangan yang bergelimpangan mayat penuh darah.

Ada sesosok monster yang lebih tinggi dan lebih besar darinya, si kakek berusaha menenangkan monster itu.

Tapi disitu ada gadis kecil yang mengambil pecahan kaca, berusaha untuk menyerang si monster. Si monster kembali gelisah dan mengaum seperti singa. Kepala si kakek pecah… Si gadis bersembunyi dan melihat dari jauh dengan ketakutan.

*** The Golem ***

Kedua kaki Hanna mengangkang, Perla lalu menaruh sesuatu diantara kedua kakinya.

“Kau bisa bangun sekarang.” Kata Perla, lalu Hanna merapikan rok nya.

“Terima kasih atas bantuannya.”

“Tujuh tahun burukmu sudah berakhir Hanna, sudah waktunya untuk tujuh kebaikanmu.”

Hanna mengambil ramuannya lalu pergi, “Terima kasih Perla.”

***

Lithuania 1673

“Dunia kita dibangun diatas kapal yang rusak. Dan manusia itu sama, keluar dari kegelapan, datanglah terang. Keluar dari kematian, muncul kehidupan. Keluar dari kehancuran, bangkitlah penebusan…”

Hanna mendengarkan khotbah dari dek kayu bawah lantai.

“Apakah kamu punya makanan Benjamin?” Tanya si pendeta.

“Hanna membawakan ku makanan.”

“Benjamin, ini akan menjadi tujuh tahun sejak…sekarang, kamu sudah memiliki semua alasan untuk mengusir nya, Khan?”

“Aku tidak akan mengusir istri saya, Bapa.” Benjamin bersikeras.

“Terserah kamu!”

Benjamin memandang ke lantai bawah, ia tahu ada Hanna dibawah, ia tersenyum, begitupun Hanna.

***

Benjamin menaruh kitabnya dalam kuali, entah apa maksudnya.

Seorang gadis kecil berlari memeluknya, sepertinya sangat akrab dengan. Lalu gadis kecil itu kembali bermain main dengan temannya.

“Bagaimana kabar semuanya?” Tanya Benjamin pada ibu anak itu. Sarah.

“Baik, puji Tuhan. Apa kau mau masuk? Pasti anak anak senang, ada seorang ayah dirumah.”

“Terima kasih, tapi sepertinya Hanna sudah menyiapkan sesuatu untukku.” Tolak Benjamin sopan.

***

Hanna mengambil kitab yang ada dikuali. “Terima kasih bukunya.”

“Ini terakhir kalinya Hanna, Kabbalah terlalu berbahaya. Mereka bilang, siapa saja yang membaca ini, bisa gila atau lebih buruk. Apalagi seorang wanita.” Kata Benjamin mengingatkan.

Hanna tampak sedih.

“Maafkan aku, aku hanya tidak mau, kamu tersakiti.” Kata Benjamin sambil memegang tangan Hanna.

***

Benjamin menggeser ranjang nya agar bersebalahan dengan ranjang Hanna…

Hanna mengoleskan ramuan dari Perla ke kemaluan nya.

Mereka lalu berhubungan intim sambil berdoa agar diberi anak laki laki.

***

Hanna membaca kitab itu,

“Kombinasi yang suci, surat tersembunyi ditaurat suci, ayat ayat suci Musa. Dulu berpisah dengan laut merah. Merkabah… Penciptaan manusia.” Matanya melihat gambar orang diantara pentagram dan juga sebuah kotak.

***

Hanna dan kakaknya bersenang senang mandi didanau…

“Aku harap, momma dan poppa masih ada untuk melihat mu menikah.” Kata Hanna

“Mereka mengawasi dari atas, bersama Joseph kecilmu.”

Hanna melihat dari kejauhan ada seseorang pakai jubah hitam dan topeng, sedang mengawasi mereka.

“Kita harus pergi sekarang.” Kata Hanna.

Ditengah jalan mereka melihat mayat bergelimpangan dan orang orang pakai topeng, memandangi mereka.

Hanna dan Rebecca, kakaknya langsung pergi.

***

Benjamin datang kesebuah makam. Ia menaruh bunga disana. Itu makam anaknya yang meninggal, 7tahun silam.

***

Pesta pernikahan Rebecca dan Jacobs.

Tiba tiba beberapa orang pakai topeng, menggendong seorang gadis yang sekarat…

Mereka menaruh gadis itu dimeja.

“Satu persatu, orang orang ku jatuh seperti lalat. Sementara kalian berpesta…” Kata pria itu sambil melepas topengnya.

“Ini pernikahan ku, dan kamu membuat kami semua dalam bahaya!” Kata Rebecca protes. Ia langsung dipukul perutnya.

“Gadis ini anak tertuaku, kau tidak bisa melawan kami layaknya kesatria, jadi kau membunuh kami dengan mantra kotormu itu!”

“Anakmu yang sakit, bukan kami yang menyebabkan nya… Tulah ini tidak mengenai kami, karena kami terisolasi disini… Tuhan memberi, dan Tuhan yang mengambil.” Kata pak pendeta.

Pria itu menembak salah seorang disana, tepat dikepalanya.

“Kecuali kamu, membalik mantramu! Dan menyelamatkan putriku… Atau aku akan menunjukkan padamu, kau atau Tuhan mu yang bertanggung jawab!”

Perla menawarkan diri, “Aku seorang tabib, bawa dia ke rumahku, aku akan menolongnya.”

Pria itu setuju, “Sampai putriku sembuh, tidak ada yang boleh pergi dari desa ini!”

***

Si pendeta memutuskan tiga hari untuk masa berkabung, ia lalu mengoyakkan bajunya diikuti para pria disana..

Hanna menginterupsi, “Maaf saya lancang, tetapi selain berdoa, apa ada hal lain yang bisa kita lakukan? Kita harus menggunakan kekuatan terkuat kita!”

“Kau menyarankan agar memukul kepala mereka dengan buku doa kita?” Tanya si pendeta.

“Dengan kebijaksanaan suci, Kabbalah!”

“Seorang wanita, berbicara tentang Kabbalah kebijaksanaan? Sungguh ajaib, kita bisa menggunakan 72 surat suci Tuhan.” Kata pendeta meremehkan.

“Ada kode tersembunyi didalam buku penciptaan…”

“Golem!?… Kamu tidak tahu apa yang kamu bicarakan! Bagaimana kamu tahu tentang itu? Kitab tentang surat suci Tuhan?”

“Bukankah sudah pernah dilakukan sebelumnya?”

“Siapa yang kamu sarankan untuk membuat makhluk ini? Musa sendiri?”

“Aku akan melakukan nya!”

“Kau mau membuat Golem? Kau bahkan tidak bisa memberikan anakku seorang anak!” Kata si pendeta makin meremehkan.

Hanna mulai berkaca kaca, Benjamin mengajaknya keluar.

“Kita harus melindungi diri kita sendiri!” Kata Hanna.

“Pulanglah!” Kata Benjamin.

***

Perla membuat ramuan untuk mengobati anak itu.

“Ingat! Kalau gagal, aku akan membakar tempat ini sampai jadi tanah!” Ancam pria itu.

***

Si pendeta dan para pria berdoa bersama, agar anak itu diselamatkan.

***

Rebecca menangis, dia sebenarnya sudah hamil, tapi kini ia keguguran setelah dipukul.

Hanna kesal dan marah…

Ia kembali ke loteng rumah dan membuka kitab. 72 huruf suci Tuhan yang tersembunyi didalam Taurat.

Ia mau membangkitkan Golem!😱

“Untuk membuat Golem, seseorang harus menggunakan perawan, tanpa terluka, ditanah gunung atau hutan.”

Hanna menjalankan ritual, ia membuat gumpalan tanah menyerupai orang, menaruh perkamen dalam mulutnya dan membakar pentagram…

Keesokan harinya, tidak terjadi apa apa.

Hanna membuka kotak, ada sebuah boneka disitu. Ia lalu memasukkannya lagi.

***

Demam gadis itu makin parah, ayahnya meratapi kondisi putrinya.

“Aku sudah berusaha semaksimal mungkin, tolong ampuni desa ini.” Perla memohon.

***

Saat makan malam, Hanna mendengar sesuatu, ia pergi ke loteng.

Ia membuka kotak, tapi boneka itu sudah tidak ada.

Ada jejak tapak kaki…

“Benjamin, apa kau keloteng?”

Benjamin menemukan sesuatu, “Apa ini?!”

Benjamin kesal, ternyata selama ini Hanna memakai kontrasepsi. Hanna belum bisa melupakan kematian anaknya, karena itu ia tidak ingin memiliki anak lagi.

“Kau seorang wanita, pemberi kehidupan! Tapi kau menolaknya, kau harusnya malu!”

Benjamin pergi dengan kesal…

Seseorang sedang mengintip di dalam rumah, seseorang yang terlihat jarinya saja, jari yang kotor penuh lumpur.

***

Keesokan harinya,

Dikandang kuda, kuda tiba tiba meringkik… Ada seorang anak kecil penuh lumpur.

Kuda berusaha melepaskan diri, membuat Hanna kaget… Anak kecil itu sudah menghilang, tinggal sebuah boneka.

***

Hanna berjalan menuju hutan, tempat ia melakukan ritual membangkitkan Golem.

Ia dikepung oleh orang orang yang mengancam desa.

“kau sudah diberitahu agar tidak meninggalkan desa!!”

Hanna ditangkap dan akan digantung diatas pohon.

Ia tercekik diatas, dan ia melihat orang orang yang menggantungnya tiba tiba diserang sesosok makhluk…

Tali yang menggantungnya terputus, ia tidak jadi mati.

Seorang anak penuh lumpur, berjalan melewati mayat mayat yang hancur itu.

Anak itu mendekatinya, membelai keningnya.

Hanna juga mengusap kening anak itu, ada sebuah tanda .. Hanna tersenyum tak percaya…

***

Hanna memberikan anak itu pakaian, dan mengantarkannya ke kandang.

“Aku akan segera kembali.”

Pintu kandang ditutup Hanna dari luar.

***

Jacobs membawa pistol, ia mengajak Benjamin agar melawan orang orang itu.

***

Hanna mulai membaca kitab, “Golem hanya digunakan untuk perlindungan, demi kebaikan yang lebih besar untuk semuanya. Golem dapat berevolusi.”

Hujan petir…

Hanna ke kandang, ia memberikan bonekanya pada Golem kecil itu. “Anakku Joseph, memakai ini untuk menenangkan amarahnya.”

Hanna lalu memandikan Golem kecil.

Perla datang, “Siapa anak laki laki itu?”

“Aku sudah membuat Golem.” Jawab Hanna.

“Apa yang sudah kamu lakukan!” Perla marah.

“Anak ini sudah menyelamatkan ku dari orang orang itu!”

“Itu adalah monster tak berperasaan, kita harus mengembalikannya sebelum terlambat!”

“Dia adalah pelindung kita! Juru selamat!”

“Kau telah membuat perjanjian dengan sitra-achra.”

“Kita tidak punya pilihan! Kita tidak bisa menyelamatkan gadis itu! Ini hanya masalah waktu saja sebelum Vladimir dan anak buahnya, membunuh kita semua dan membakar desa.”

Perla mendekati Golem kecil, dengan langkah perlahan dan tangan terbuka…

“Kita pernah bertemu sebelumnya, aku melihat semuanya ketika aku masih kecil, aku melihatmu menghancurkan musuh kami, tapi juga menghancurkan orang yang kita cintai.”

Perla berbisik pada Hanna, “Berjanjilah padaku, begitu Vladimir pergi, kamu akan mengeluarkan perkamen itu dari mulutnya, dan akhiri anak Golem ini.”

“Aku berjanji.”

“Dia tidak akan mati seperti kita.”

***

Bersambung part 2

Sinopsis The Limehouse Golem part 2

Flashback:

John Cree menawarkan diri untuk menjadi pelindung Lizzie.

Saat pertunjukan:

Seorang artis yang sirik dengan Lizzie, Aveline. mengatakan bahwa penonton hari itu kebanyakan orang Yahudi, “Salam dengan bahasa Yahudi, ‘Meesa meschina’, mereka pasti akan suka.”

Lizzie tampil, “Bapak ibu, aku berharap dari dasar hatiku, Meesa meschina.”

“Itu mashugana!” Protes seorang Yahudi. Penonton ngamuk.

Lizzie bingung, ia segera pergi dari panggung, diganti artis lain.

“Apa yang terjadi? Kenapa kau mengatakan itu? Apa kau berharap semua Yahudi itu mati?!” Tanya kru yang lain.

Aveline mengejek,” itu hanya sebuah lark, Lizzie.”

Lizzie menangis dipelukan John Cree. Aveline tampak cemburu.

Lizzie tidak percaya bahwa John Cree benar benar mencintai nya.

Lizzie merasa John Cree hanya menginginkan tubuhnya. Sedangkan Lizzie ingin berperan di drama misery junction milik John Cree. Jadi mereka saling memanfaatkan satu sama lain.

***

“Cree tahu tentang pembunuh John Williams. Tapi Leno juga tahu. Leno yang menulis seluruh skenario.” Kata Inspektur Killdare pada detektif Robert.

***

Inspektur Killdare dan Detektif Robert mendatangi rumah George Gissing, tapi ia tidak ada dirumah.

Ditengah jalan, mereka melihat Gissing sedang perjalanan ke suatu tempat. Mereka mengikuti nya

Ternyata tempat itu adalah sebuah tempat pub ala jadul.

Inspektur Killdare meminta Gissing agar menulis sebuah kalimat seperti di jurnal… Tapi tulisan itu tidak sama.

***

Inspektur Killdare dan Detektif Robert memutuskan untuk membeli tiket pertunjukan di hall musical, siapa tahu mereka akan dapat petunjuk.

***

Usai pertunjukan, inspektur Killdare mengintrogasi Leno.

“Kapan terakhir kali kau bertemu dengan Cree?”

“Malam pertama dramanya, ‘misery junction’. Apakah John benar benar tersangka?”

“Aku tidak berhak untuk mengatakannya… Kau tau kenapa Lizzie enggan untuk mengutarakan kecurigaan nya?”

“Kau pikir, dia mau melindungi nya? Hampir semua orang percaya, dia yang meracuninya.”

“Bagaimana denganmu?”

“Sebaliknya, orang itu adalah dalang kematiannya sendiri.”

“Apa menurutmu dia bunuh diri?”

“Kurasa begitu, setiap orang memakai topeng pantomim (berpura pura).” Kata Leno.

“Bisa kau ceritakan tentang kematian Victor?”

“Kenapa tiba tiba kau tertarik dengan kematian yang tidak adil? Kau harusnya juga menyelidiki kasus pembunuhan paman.”

***

Kasus Lizzie akan diputuskan sore ini.

“Dan Leno menyuruhku menyelidiki kasus kematian paman.” Kata Inspektur Killdare pada Lizzie.

Flashback:

Orang yang disebut ‘paman’ adalah seorang pria tua botak.

Paman mengajak Lizzie kesebuah ruangan. Ruangan itu dipenuhi foto foto wanita telanjang.

“Kenapa kau ingin menunjukkan ini padaku?” Tanya Lizzie tak mengerti.

Paman lalu membuka bajunya…

Setiap hari Minggu Lizzie harus menemui paman, untuk melakukan pose bugil dan sex.

Lizzie menceritakan tentang kelakuan paman pada Cree, tentu saja itu membuat Cree sangat marah. Setelah itu paman meninggal 3 hari kemudian.

Inspektur Killdare merasa Lizzie menutup nutupi pelakunya.

“Kau tidak ingin diselamatkan olehku? Tidak oleh pria manapun?” Tanya Killdare.

“Aku tidak pantas diselamatkan.”

Flashback:

John Cree akhirnya menikahi Lizzie setelah 3 tahun pacaran.

Tapi dalam kehidupan pernikahan, John Cree kasar, ia memaksa Lizzie berhubungan intim walaupun Lizzie sedang tidak ingin.

3 bulan kemudian,

Lizzie merindukan teman temannya, ia datang ke Musical hall.

“Lupakan misery junction, lupakan Jhon. Dia terlalu perfeksionis, dia tidak akan menyelesaikan dramanya.” Kata Leno menyarankan.

Lizzie menawarkan Aveline agar mau jadi pelayannya. Ia akan memberikan gaji 2X lipat dari yang didapatnya di musical hall.

“Yang kubutuhkan adalah bantuan untuk menanggung bebanku…kewajiban ku sebagai istri.” Kata Lizzie.

Aveline tersenyum.

***

Jhon Cree bercinta dengan Aveline, Lizzie tahu, tapi ia diam saja. Memang itu adalah tujuannya membawa Aveline kemari.

Lizzie memeriksa tas John Cree, ia ingin tahu naskah drama misery junction yang ditulis sudah selesai atau belum. Ternyata naskah itu kosong!

Lizzie kesal, karena John Cree tidak mulai menulis drama misery junction, sebuah drama yang dijanjikan Cree untuk Lizzie bermain didalamnya. Padahal ia sudah mensupport keuangan Cree selama ini.

“Pergilah Lizzie, aku harus menyelesaikan penelitian ku, tentang dramaku yang baru.” Kata John Cree mengusir.

“Tapi bagaimana dengan misery junction?”

“Aku sudah bosan dengan Katherine Dove.”

(Katherine Dove adalah peran utama dalam drama misery junction, peran yang seharusnya dimainkan oleh Lizzie)

“Apakah ada peran untukku?”

“Tidak Lizzie, kau sekarang adalah wanita terhormat. Dipanggung, tidak ada tempat untuk wanita terhormat.”

Lizzie kesal, drama misery junction yang belum selesai itu, tetap dimainkan oleh Lizzie.

Dramanya sangat buruk, semua penonton mengejek.

John Cree sangat marah, karena Lizzie memainkan ‘misery junction’ tanpa ijin darinya.

***

“Itu malam pembukaan, 5 September. Itu membuatnya terpojok, tapi bukan bunuh diri. Ia ingin membuktikan pada dunia bahwa ia adalah seorang seniman.

Malam itu, Golem membunuh untuk yang pertama kalinya.”

Flashback:

Jhon Cree jadi bersikap aneh… dirumahnya ada selendang berlumuran darah.

“Kau meracuninya Khan? Masih ada waktu beberapa menit, kau bisa mengaku kalau kau melakukan itu demi hidupmu! Kau akan mendapatkan simpati dari juri.” Kata Inspektur Killdare.

“Aku tidak ingin simpati dari mereka.”

“Kenapa kau tidak mau ditebus?Kau membunuhnya karena kau percaya kau sudah menciptakan monster.”

“Yang pantas aku dapatkan adalah kehidupan yang bebas! Ketika aku mati, aku akan dikenang karena prestasi ku, bukan sebagai istri yang meracuni suaminya!”

***

Sidang pengadilan,

Lizzie divonis bersalah, besok ia akan digantung sampai mati. jam 10.00

***

Killdare mendesak ingin menemui Lizzie,

“John Cree adalah seorang pembunuh, semua orang harus tahu!kau tidak layak mendapatkan hukuman ini!”

Lizzie menangis, “kau harus membuka topeng Golem! Ini kesempatan terakhir, manuskrip misery junction ditulis tangan, dan mungkin masih ada.”

“Aku harus menghentikan ini, aku janji padamu.”

***

Killdare menemui Leno untuk mencari manuskrip misery junction.

“Ini diketik!” Kata Killdare frustrasi.

“Naskah aslinya biasanya diarsipkan.”

“Dimana?”

“Perpustakaan.”

***

Jam 9 pagi

Killdare, detektif Robert dan pustakawan, masuk ke perpustakaan.

Tapi arsipnya menghilang,

“Seharusnya ada disini.”

“apakah ada orang yang membuangnya?”

“Tidak mungkin, Pasti ada orang yang mengambilnya barusan!”

Mereka mencari cari… Ada Aveline membawa naskah itu. Aveline percaya bahwa Cree tidak bersalah.

Killdare membandingkan naskah dengan tulisan dijurnal. Sama!

Killdare segera berlari menuju tempat eksekusi.

“Hentikan!!” Teriak Killdare

***

Killdare diberi kelonggaran sejam untuk bicara dengan hakim.

“Aku akan meyakinkan mereka untuk mengurangi hukumanmu. Tapi sebelumnya, kau harus membuat surat pernyataan bahwa kau mengetahui siapa Golem itu.”

Lizzie setuju, ia lalu menulis.

Killdare terkejut, tulisannya SAMA!!! Lizzie adalah Golem!!

Lizzie yang menulis manuskrip itu, mengatasnamakan John Cree. (Pantas saja, misery junction, dramanya buruk sekali!πŸ™„)

Lizzie memakai baju pria, mengaku bernama John Cree, ia meminjam buku Thomas de Quincey.

Lizzie yang membunuh Victor ditangga. Ia juga membekap paman sampai mati. Lalu ia meracuni John Cree. Ia juga yang membunuh ibunya sendiri… Ia yang membunuh orang orang itu, kekejaman yang ia terima sejak kecil membuat mentalnya terganggu… Ia membenci laki laki, karena itu ia tidak bisa menjadi istri yang melayani sex suaminya.

***

Killdare sedih sekali, ia memutuskan membakar tulisan tangan Lizzie.

“Killdare, waktumu sudah habis, mereka sudah menunggu ditangga. Jika kau berhasil mengungkap kejahatan John Cree. Kau menyelamatkan kehormatan nya.”

Killdare terdiam.

Jam menunjukkan 11.00. ia akan digantung, sedangkan inspektur Killdare tak kunjung datang membelanya.

Lizzie bersikap berani seakan itu adalah panggung pertunjukan yang harus ia selesai kan.

***

Pertunjukan misery junction…

Pertunjukan tentang kisah hidup Lizzie yang mati digantung.

Aktris yang memerankan Lizzie, benar benar tergantung, pengait untuk pengamanan, tidak ada. Artis itu mati.

Pertunjukan tetap dilanjutkan.

“Aku akan menjadi Lizzie.” Kata Leno

Leno muncul sebagai Lizzie, semua penonton bertepuk tangan. Kecuali Killdare…

***

End

Sinopsis The Limehouse Golem part 1

Pertunjukan teater,

Seorang wanita menemukan suaminya mati tergeletak diranjang.

Pelayan menemukan sebuah botol kecil residu, pelayan mengatakan pada polisi, bahwa majikan perempuannya memiliki motif kuat untuk membunuh suaminya sendiri. Nama pelayan itu adalah Aveline.

Wanita itu diadili.

Kejadian itu diceritakan lagi melalui pertujukan teater.

***

Limehouse…

London, 1880

Dalam kereta kuda, Detektif Robert dan inspektur Killdare sedang membahas pembunuhan yang baru terjadi…

“Berapa banyak yang mati?”

“Lima, penjaga toko Tn.Gerrard, Istrinya Mary, Pelayan mereka dan dua anak Gerrard.”

“Bukankah itu nomor 29…29 ratcliffe highway?”

“Ada apa?”

“Ada pembunuhan disana, John Williams.”

“Itu 70 tahun yang lalu.”

Para wartawan mengerubungi mereka,

“Bisakah anda mengkonfirmasi bahwa ini ulah Golem?”

“Inspektur Killdare, apa ini kasus pembunuhan pertama anda?”

Inspektur Killdare diam dan terus menerobos kerumunan menuju TKP.

Inspektur mengamati sekitar, banyak darah berceceran dan mayat yang mengerikan.

Didinding ada coretan, coretan darah bertuliskan,”Dia yang mengamati tumpahan darah tidak sedikit, daripada dia yang menimbulkan pukulan. Laktantius.”

“Mengesankan.” Kata seorang polisi.

“Kebenaran punya kebiasaan menempel dipikiran… Mereka yang gagal mencegah ketidak adilan, adalah sama bersalah nya dengan pelaku.” Kata Killdare menterjemahkan syair itu.

“Jadi itu adalah sebuah pesan, untuk kita.”

***

Inspektur Killdare tidak menemukan keterkaitan antar korban.

“Di ratcliffe highway, dia membunuh satu keluarga, Minggu sebelumnya, seorang PSK, Alice Stanton, sebelum itu, Solomon Well. Dia orang tua, seorang sarjana.”

Inspektur Killdare tahu, bahwa ia hanya dijadikan kambing hitam atas ketidak mampuan detektif Robert mengungkap pembunuhan Golem.

(Golem adalah monster mitos masyarakat setempatπŸ™„)

***

Inspektur Killdare datang keperpustakaan, untuk mencari esai karya Thomas de quincey. Buku yang menganggap bahwa pembunuhan adalah sebuah seni yang bagus. Karya satir tentang pembunuhan ratcliffe highway tahun 1811.

Ternyata buku itu, penuh dengan coretan tulisan tangan, coretan tentang pembunuhan oleh Golem.

Inspektur Killdare mencari tahu siapa orang yang pernah meminjam buku itu.

Ternyata hari itu, pengunjung perpustakaan ada 4: George Gissing, Karl Max, Leno dan Jhon Cree dibuku tamu,

“Pak, jika itu John Cree yang aku tahu, dia sudah mati.”

***

Diruang persidangan, Ny Cree yang dituduh melakukan pembunuhan pada suaminya.

Ny Cree disudutkan jaksa dengan mengumbar masa lalunya. Mengatakan bahwa Ny Cree adalah anak haram, hidup menderita dan ganjen.

Flashback:

Lizzie kecil (Ny Cree) mengantarkan layar untuk para nelayan. Ia masih lugu dan polos. Ia sangat menyukai Opera musical.

Tapi seorang pria melecehkannya.

Ibunya marah, bukan pada si pria itu. Tapi pada Lizzie yang dianggap tak mampu menjaga diri. Ia disiksa ibunya.

***

Coretan dibuku itu:

5 September 1880

Ketika itu sore yang cerah… Dan aku bisa merasakan ada pembunuhan yang akan terjadi.

Karena ini akan menjadi pertunjukan ku yang pertama. Aku memutuskan untuk mencari inspirasi dengan berkunjung ke lokasi. Pembunuhan manusia di ratcliffe highway. Lebih dari setengah abad yang lalu, ditempat yang sakral ini, sebuah keluarga dilepaskan ke keabadian. Oleh seseorang yang bernama John Williams. Orang yang digambarkan Thomas de quincey, adalah seorang seniman yang handal. Namun sekarang, hasil karya nya hebat telah dicemari oleh penjual pakaian loak.

Aku masih pemula, masih belum siap untuk tahap yang hebat.

Seorang pria, mendatangi toko baju bekas milik Tn.Gerrard, ia lalu mendatangi seorang pelacur… Bukan untuk bercinta, tapi untuk membunuhnya… Agar mendapatkan inspirasi untuk karya nya…

Seorang seniman harus menyempurnakan keahliannya, dan malam ini aku akan memulai dengan pengulangan yang kecil dan pribadi…

Aku sudah menduga dia mencurigai apa yang aku lakukan sejak awal, dan dia menawarkan dirinya dengan suka rela.

Aku mengeluarkan matanya dan mencuci tanganku dengan Gin. Penampilan pertama ku selesai.

***

Inspektur Killdare menemui Ny Cree.

“Untuk apa kau kesini?”

“Aku ingin bertanya, apa kau punya alasan untuk meracuni suamimu?”

“Aku sudah mengatakannya berulang ulang. Pernyataan ku sudah dicatat.”

“Aku bukan kesini untuk menyelidiki kasusmu… Aku kesini karena suamimu adalah tersangka dalam hal lain.”

“Hal apa?”

“Sebuah jurnal ditemukan, aku ingin membandingkan ini dengan tulisannya. Apa kau masih punya tulisan tangannya?”

“Dokumen dokumennya.”

“Sudah dibakar.”

Flashback:

Setelah kematian ibunya, Lizzie pergi ke musical hall… Ia ingin bertemu dengan Leno, seorang artis yang terkenal. Sejak kecil ia mengagumi Leno.

Setelah pertunjukan usai, ia memiliki kesempatan bertemu dengan Leno.

“Siapa namamu?”

“Lambeth Marsh Lizzie.”

“Panggil aku Dan, …” Leno lalu memperkenalkan kru yang lain.

Dan Leno, memberikannya pekerjaan, sebagai pemeran kecil di acaranya. Ia juga meminjamkan buku bukunya agar dibaca oleh Lizzie.

Melihat antusiasme Lizzie, Leno mengajaknya ke perpustakaan. Agar Lizzie bisa belajar lebih lagi.

***

Inspektur Killdare kesal karena seharusnya Dan Leno dimasukkan dalam berkas, bahwa ia adalah salah satu tersangka.

Ia juga menemukan bahwa baju panggung Dan Leno, itu dipinjam dari toko Tn Gerrard.

***

Inspektur Killdare mendatangi Lizzie lagi,

“Tolong bantu aku, agar aku bisa membantumu.” Inspektur Killdare memohon.

“Darimana aku harus mulai?”

“Bagaimana kau bisa mengenal John Cree.”

Flashback:

Leno mengajari Lizzie berakting. Kedekatan mereka menimbulkan kecemburuan artis yang lain, Aveline.

Jhon Cree adalah salah satu penulis naskah drama. Ia makan malam bersama dengan kru yang lain…

Saat makan malam, seorang pria kerdil, salah satu artis, melecehkan Lizzie, hal itu membuat John Cree marah. Ia mengajak Lizzie pergi dari situ.

Ketika keesokan harinya, Lizzie kembali ke Musical hall, ternyata Victor (pria kerdil) sudah mati dibawah tangga.

Leno tidak bersedih, “Dia adalah kotoran kecil milik kita.” Bisik Leno pada Lizzie.

Setelah kematian Victor, Lizzie punya ide. Ia memakai baju Victor lalu berakting dan bernyanyi.

Semua orang menyukai karyanya. Termasuk John Cree. Ia menjadi terkenal seperti Leno.

Lizzie sangat bahagia.

“Apa kau pernah mengatakan ini pada John?” Tanya inspektur Killdare.

“Tidak pernah.”

“Apa kau bahagia dengan kematian Victor?”

“Kematiannya membuatku hidup!”

***

Inspektur Killdare mendatangi rumah Solomon, seorang sarjana yang merupakan korban ke tiga…

Lalu ia mendatangi Karl Max seorang tersangka berikut nya…

Inspektur Killdare meminta Karl Max menulis…tapi tulisan tangannya tidak sama dengan di jurnal itu.

***

Bersambung part 2

Sinopsis Ghost Hause part 2

Julie kembali dihantui, ia lupa memakai gelang pemberian biksu.

Julie melihat rumah yang terbakar dan hantu watabe, ia histeris.

Julie dibawa kerumah sakit, tapi ia tetap dihantui.

“Kau harus menenangkannya.” Kata dokter.

“Apa yang terjadi?”

“Ia, baik baik saja secara klinis… Kondisi ini kami pernah melihatnya bersama orang orang dinegara ini… Aku punya pasien serupa, baru sembuh pagi ini.” Kata dokter

“Apa orang Amerika?”

“Bukan, orang Inggris.”

“Apa kau tau dimana dia sekarang? Aku ingin bicara.”

“Mungkin dia sudah di pesawat. Dia dan kedua temannya ingin sekali pulang.”

***

Jim pergi ke bandara.

Ia menduga dua pria Inggris itu adalah Robert dan Billy.

Ternyata dugaannya benar…

“Julie ada dirumah sakit.”

“Turut prihatin mendengarnya.” Kata Robert dingin.

“Entah apa yang kau lakukan atau bagaimana kau melakukannya, tapi aku tahu itu kau! Beritahu aku bagaimana kau menyembuhkannya?”

“Apa yang kau inginkan? Sebuah permintaan maaf?… Aku minta maaf”

Jim memukul Robert.

Terjadi perkelahian, Jim kalah, tapi bill memberinya sebuah kartu nama.

“Pergi ke alamat ini, tanyakan Reno! Dia akan membantumu, jika kau beruntung, kau punya waktu 36jam. Pergilah! Jangan buang waktumu.” Kata Bill

Jim segera menuju ke alamat dikartu nama, bersama Gogo.

Tempat itu seperti tempat karaoke plus plus…

Reno adalah pria tua berjenggot, ia disana ditemani wanita wanita cantik.

“Reno, aku teman Billy.” Kata Jim

“Bagaimana kabarnya?” Tanya Reno.

“Namaku Jim, aku disini bersama pacarku Julie, dia ada dirumah sakit. Billy bilang, aku harus meminta bantuanmu… Dia jadi gila atau kerasukan hantu, sepertinya Robert dan Billy melakukan sesuatu padanya.”

“Apa kau percaya dunia roh Jimmy?” Tanya Reno.

“Entahlah. Apa kau bisa membantu nya?”

“Percaya atau tidak, pacarmu telah dikutuk. Satu satunya cara adalah semacam sihir simpatik… Kau harus mencari orang lain untuk mentransfer roh itu. Jika tidak, itu akan memakan jiwanya.”

“Kau ingin aku melakukan hal yang orang lain lakukan pada Julie?”

Reno tertawa, “Sialan, kau punya hati nurani.”

***

Keadaan Julie semakin parah. Ia disuntik obat penenang.

Jim harus mencari korban lainnya.

Ada sepasang bule lainnya, jim mengajak mereka minum dan bersenang senang. Tapi ia tidak tega… Ia membatalkan rencananya.

***

Diam diam, Jim membawa Julie keluar dari rumah sakit.

Ia ketempat Reno, sambil menodongkan pistol.

“Pasti ada cara lain!” Kata Jim memaksa.

“Kemampuan ku terbatas, kau membutuhkan seorang dukun sejati.”

“Bawa aku padanya!”

“Harganya akan sangat mahal.”

“Aku akan lakukan apapun.”

“Kapan dia menodai rumah hantu itu?”

“Dia tidak menodai apapun, mereka menipunya.”

“Kapan?!”

“Dua hari yang lalu.”

“Kalau begitu, kau masih punya satu hari untuk membebaskannya dari pelukan roh itu. Sebelum dia mati.”

Jim memaksa Reno mengantarnya.

***

Hari ke tiga,

Perjalanan ke rumah dukun…

Julie ingin bunuh diri agar tidak diganggu roh itu lagi. Julie diberi obat penenang.

Ditengah jalan, ada kecelakaan yang menewaskan beberapa orang. Perjalanan mereka terhambat.

Julie dihantui lagi, ia lari kehutan tanpa sepengetahuan Jim.

Jim menyadari hilangnya Julie segera mencarinya kehutan. Julie kusurupan.

“Tidak ada waktu lagi.” Kata Reno.

Mereka berjalan kaki menuju rumah dukun.

Lalu berlayar mengunakan kapal boat milik warga.

Tapi ditengah danau, motor boat nya rusak.

Julie kembali dihantui, untunglah motor boatnya bisa segera diperbaiki.

***

Mereka sampai ketempat tujuan.

“Matahari akan terbit, kau hampir kehabisan waktu. Apapun yang kau temukan disini, kau harus menghadapinya… Kuatlah!” Pesan Reno.

Mereka masuk kesebuah kuil besar dengan tiga dukun didalamnya.

Gogo berbicara dengan mereka dengan bahasa daerah.

“Dia bilang kau harus melepaskan sesuatu yang penting bagimu, agar membuat hantu meninggalkannya.” Kata Gogo menterjemahkan.

Jim lalu melepaskan cincin dijari Julie.

“Itu tidak cukup, kau harus memberikan bagian dari tubuhmu… Watabe butuh daging dan darah. Sepotong jari.”

(Sudah diramalkan diawal, saat ia menjatuhkan uang koin😱)

Jim tidak mau merelakan jarinya.

Si dukun mencoba melakukan ritual tanpa jari.

Tapi malah membuat watabe semakin marah. Jim terpaksa memotong jarinya, watabe pun pergi.

Julie sadar kembali.

***

Dibandara,

Jim dan Julie berpamitan pada Gogo. Mereka kembali LA.

Gogo kembali bekerja seperti biasa dengan sepasang turis lainnya.

Turis itu tertarik dengan rumah hantu…

***

End

Sinopsis Ghost House part 1

The exchange…

Bangkok, Thailand

Seorang gadis rambut pirang berlari ketakutan, “Seseorang, tolong aku!”

Disebuah lorong yang gelap, hantu membunuhnya.

*** Ghost House ***

Sepasang bule dibandara, dijemput oleh sopirnya, Gogo.

“Gogo ini apa?” Tanya si wanita ketika melihat sebuah tempat pemujaan.

“Ini rumah hantu, orang Thailand, memberi persembahan pada hantu, membuat hantu bahagia…jika hantu senang, dia akan tinggal disini dan tidak masuk rumahmu.”

“Ide yang bagus, membuat hantu bahagia.”

Mereka masuk ke hotel….

Lalu mereka berjalan jalan melihat lihat kota Bangkok dan memotret hal hal yang menarik.

Julie juga memotret pohon besar yang diberi persembahan, disitu juga ada rumah hantu.

***

Jim melamar Julie,

“Julie Marie Richardson, maukah kau jadi istriku?”

“Ya.” Julie sangat bahagia.

***

Dua orang bule lainnya, Robert dan Bill, mengajak berkenalan Jim dan Julie,

Robert mengajak mereka minum bersama.

“Tapi kami baru saja akan pergi dan makan, jadi kenapa kalian tidak kekamar kami? Kamar 124, kapanpun kau mau.” Kata Robert.

“Baiklah, sampai jumpa nanti.”

***

Jim ber ‘uhuk uhuk’ ria dengan Julie.

Setelah itu mereka menemui Robert dan Bill.

“Julie sangat menyukai rumah hantu itu, mereka ada dimana mana… Jika hantu tidak punya rumah, maka mungkin saja, mereka tinggal disuatu tempat.”

“Astaga, itu menakutkan.” Kata Robert.

“Begitulah mitosnya.” Kata Jim.

***

Jim ingin memberi uang koin pada tiga pengemis yang berjajar. Tak sengaja ia menjatuhkan koinnya. Semua memandangi nya dengan aneh.

“Kenapa mereka memandangi seperti itu?”

“Akan sial jika menjatuhkan koin dilantai sini, sobat… Penduduk sekitar mengira kau akan kehilangan satu jari.” Kata Robert.

Jim tertawa tak percaya.

Jim dan Robert masuk ke sebuah pub dengan penari telanjang.

Sedangkan Bill dan Julie menunggu diluar.

Setelah itu mereka akan diajak Robert ke desa yang ada rumah hantunya.

Jim agak teler masuk ke van, ditemani Julie. Ia melihat ada bekas lipstik dibibir Jim, ia kesal.

***

Bill menarik tangan Robert, “Aku tidak yakin tentang ini, dia gadis yang amat baik.”

(Apa yang Robert rencana kan??πŸ€”)

***

Mereka sampai dipedesaan,

Jim dan Julie bertengkar, karena masalah lipstik di bibir.

Sedangkan Robert dan Bill merencanakan sesuatu.

Robert menghasut Julie agar mengambil patung yang ada dirumah hantu sebagai souvenir.

Ketika Julie mengambilnya, Robert dan Bill berlari meninggalkan mereka… Jim berusaha mengejar mereka.

Kini Julie sendirian, ada angin yang berhembus kencang. Hantu pun muncul.

Robert dan Bill naik ke mobil meninggalkan mereka, Jim tak mampu mengejar nya.

Jim kembali menemui Julie, Julie lemas.

***

Hari pertama…

Gogo menunggui mereka dihotel, tapi tak kunjung datang. Karena Jim dan Julie masih tersesat dihutan.

Julie mulai melihat penampakan hantu.

Julie sangat ketakutan.

Jin menelepon Gogo agar menjemput mereka.

“Kita harus segera pergi dari sini, tidak baik lama lama disini.”

Keadaan Julie tidak baik, Jim pikir Julie kena malaria.

Gogo membawa mereka ke desanya untuk mencari pertolongan.

Julie kesurupan.

Seorang wanita dari desa itu melihat kerongga mulut Julie, ada sebuah mata… Dia kaget dan ketakutan, “watabe.”

Jim tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Karena memakai bahasa daerah.

“Apa ada yang bisa menceritakan padaku apa yang terjadi disini?” Tanya Jim bingung.

Sedangkan para wanita bersembahyang disamping Julie.

***

Gogo mengajak Jim keluar.

“Apa yang wanita tua itu katakan?”

“Mereka tidak menyukai Gogo.” Jawab Gogo

“Kenapa?”

“Orang orang didesa ini, mereka punya cerita yang mereka percayai…

Dahulu kala ada seorang wanita dari Jepang yang menikahi pria Thailand, dia meninggalkan rumah dan keluarganya untuk tinggal bersamanya, meskipun itu membuatnya sedih dan kesepian. Karena dia mencintai suaminya.

Tapi suatu hari, pria itu berselingkuh dengan wanita pelayan muda. Dan sang istri mencari tahu, dia sangat marah, dia membakar rumah, coba membunuh mereka semua.

Pria dan pelayan itu keluar, tapi wanita itu tidak. Dia terbakar dan mati dengan sedih. Di Thailand, kami memanggilnya watabe.” Gogo bercerita.

“Lalu, apa hubungannya dengan kami?”

“Watabe masih marah, dia tidak suka wanita muda yang cantik.”

“Tapi dia sudah mati.”

“Ya, tapi masih berbahaya.”

“Kamu serius?”

“Orang Thailand, tidak main main dengan watabe. Karena itu kami membuat rumah hantu, agar watabe tidak mengganggu wanita muda, tapi kini, rumahnya diganggu, maka dia akan datang padamu. Kau tak bisa sembunyi, dia akan membawa jiwamu kedunia hantu, selamanya.”

Biksu datang, Jim kesal. Harusnya memanggil dokter, bukan biksu. Tapi Gogo berusaha menenangkannya.

***

Biksu melakukan ritual untuk pengusiran arwah.

***

Julie sudah sadar, para biksu pun pergi.

Julie tampak lebih sehat.

Mereka kembali kekota.

***

Hari kedua,

Jim dan Julie sudah sampai di hotel.

“Terima kasih Gogo untuk semuanya.”

***

“Ini mimpi yang sangat mengerikan, aku melihat seorang wanita yang terbakar, dia sangat marah, dia menginginkan jiwaku, Jim.” Kata Julie.

Jim teringat Robert dan Bill yang meninggalkan mereka. “Apa mereka mencoba merampok kita? Aku harus menghubungi polisi.” Kata Jim kesal.

“Sudahlah, aku hanya ingin kau menemaniku.”

Kata Julie sambil melepaskan gelang dari biksu.

“Itu malam paling mengerikan dalam hidupku.” Kata Jim

“Aku merasa, ini hanya awalnya saja.”

Jim dan Julie lalu berciuman dan bercinta. Tapi hantunya ikutan nimbrung.

(Nimbrung??πŸ™„…)

Julie ketakutan.

***

Jim bertanya pada resepsionis, mengenai 2 tamu dari Inggris yang bernama Robert dan Billy.

“Kami punya 3 tamu dari Inggris, tapi mereka sudah pergi.”

“Tiga?”

“Ya, dua pria dan satu wanita.”

“Baiklah, terimakasih.”

(Jangan jangan, sebetulnya yang diikuti watabe adalah wanitanya Robert… Jadi Robert menjadikan Julie sebagai tumbal pengganti.πŸ€”)

***

Bersambung part 2

Sinopsis Charlotte part 2

Pria botak itu masuk, “Maaf aku terlambat… Bayi itu bukan milikmu, itu benar… Ayo lanjutkan! Kau takut menyakiti perasaannya?”

Kata pria botak itu mengintimidasi Ben.

Ben diam saja.

Pria botak melanjutkan,”Baik aku akan menceritakannya. Memang ada bayi, tapi dia bukan milikmu. Dia sebenarnya bayi yang dicuri. Kami menculiknya dari keluarga nya. Dan kamulah yang bekerja membantu kami, dimanapun dan kapanpun.”

“Hentikan!” Kata Ben

“Siapa pria ini, apa yang dia bicarakan?” Tanya Renae tak mengerti.

“Dia adalah seorang teman, kita berhutang uang padanya… Kamu kehilangan pekerjaan ditempat penitipan anak, dimana dia biasa membawa putrinya. Jadi kita membuat sebuah rencana…”

Flashback:

Renae dan Ben, menaruh kaleng kaleng bekas pada sebuah mobil. Mereka memakai topeng hitam.

Rencananya adalah mencuri bayi, lalu mendapatkan uangnya.

Si wanita pemilik mobil turun, untuk melihat apa yang terjadi. Ia melihat kaleng tergantung dimobilnya.

Selagu lengah, Renaek dalam mobil, lalu segera mengendarainya. Mengambil mobil dan bayinya.

Bahkan, Renae tidak sengaja menabarak wanita itu.

***

“Itu hanya sebuah kecelakaan.” Kata Ben

“Kamu berbohong!” Renae tak percaya.

“Kita menukar mobil, beberapa blok dijalan. Kamu masuk mobilmu, aku masuk mobilnya… Saat aku sampai rumah, kau tidak disana. Beberapa jam kemudian, rumah sakit menelepon.”

“Bagaimana aku tahu, kalau kalian sengaja membuatku terlibat?”

“Tidak sayang, kau terlibat.” Kata pria botak

“Apa yang terjadi dengannya?” Tanya Renae

“Menurut mu apa yang terjadi? Flu? Tentu saja dia mati.”

“Maksudku, Molly?”

“Namanya bukan Molly, aku hanya memanggil nya seperti itu. Dia baik baik saja. Dia bersama ayahnya sekarang.”

“Jadi apa rencana nya sekarang?”

“Kami membutuhkan mu, untuk berada di kapal kami… Kita punya uang, semua terkendali.”

“Terkendali? Kita sudah membunuh orang.”

“Kami? Bukan, itu kamu!” Kata pria botak menegaskan.

“Wanita itu melompat ke mobil Renae, ia tidak punya pilihan.” Kata Ben membela.

“Aku sakit kepala, bisakah aku kekamar mandi untuk sekedar cuci muka?” Renae beralasan.

“Baik.”

***

Ben menyadari teleponnya tidak pada tempatnya, ia segera mendobrak pintu kamar mandi.

“Apa yang kau lakukan? Kau ingin memasukkan kita semua dalam penjara?” Ben kesal lalu menenggelamkan kepala Renae dalam bathtub. Sampai mati.

Ben lalu menangis.

Flashback:

Saat kecelakaan itu, Renae memang sengaja menabrakkan diri.

***

End