Sinopsis Terius Behind Me eps 7

Tiga tahun lalu di Polandia

Choi Yeon Kyeong berada di sebuah gedung bersama penonton lain yang sedang menikmati alunan piano. Dia melihat ke arah Kim bon. Kim bon mengangguk memberi kode. Choi Yeon Kyeong berdiri meninggalkan gedung diikuti seorang pria bule.

Kim bon naik bus, ia juga naik bus diikuti pria yang juga ikut naik bus.

Choi Yeon Kyeong menaruh sebuah flashdisk disaku jas Kim bon.

“Ini fail terakhir.”

“Bagus, ini adalah hari -H. Selalu tempuh rute yang sama. Agen kita ditempatkan di toko roti yang merupakan pemberhentian terakhir mu. Selagi mereka menghapus jejakmu, keluarlah melalui pintu belakang dan masuklah ke mobil yang disiapkan untukmu. Kamu harus bergerak dalam 10detik.” Kim bon memberi instruksi

“Aku agak takut”

“Jangan khawatir. Aku akan terus mengawasi mu.” Kim bon berusaha menenangkan

“Ketika aku di Seoul, traktir aku Mojito di menara Namsan.”

“Nantikan saja.”

Choi Yeon Kyeong turun dari bus, si pria tetap mengikuti nya. Kim bon mengawasi dari jauh.

“Candy mendekati gang.” Kata Kim bon memberi kode pada agen lain. Disitu sudah bersiap para agen yang menyamar.

Mereka menghalangi si pria penguntit. Si penguntit kehilangan jejak. Choi Yeon Kyeong berhasil kabur lewat pintu belakang.

Kim bon sudah bersiap dibelakang gedung. Choi Yeon Kyeong datang . Tapi ternyata seorang sniper menembak candy tepat didepan mata Kim bon. Choi Yeon Kyeong tewas.

Melihat ada yang tidak beres kepala Kwon menyuruh semua mundur. Tapi Kim bon tetap disitu menangisi kematian Choi Yeon Kyeong.

“Terius, apa yang kamu lakukan. Mundur sekarang juga.” Perintah kepala Kwon. Terius membelot.

Dia mengejar K. K berhasil dikalahkan, tapi tiba tiba seseorang menembak Terius. (Siapa neh?). Terius terjatuh dan tidak sadarkan diri.

***

Kim bon bangun dari mimpi buruknya.

Setiap orang dan setiap tempat memiliki rahasia.

***

“Tidak!!! Bagaimana ini?” Ae Rin histeris melihat tas mahal itu berlumuran jus.

Melihat ibunya panik, mereka minta maaf dan menangis. (Kalo saya jadi Ae Rin saya juga akan menangis. Bukan karena lebih sayang tas daripada anak, masalahnya gak ada uang buat gantiin)

“Kenapa kalian melakukan ini? Kenapa kalian membuat kekacauan?” Kata Ae Rin marah.

Rahasia kadang terungkap untuk alasan yang tidak terduga. Karena kesalahan tetanggaku yang berisik, pada puncaknya, rahasia besar akan terungkap.

***Informasi rahasia***

Jin Yong Tae mengetuk pintu rumah Ae Rin. Karena tidak ada yang membukakan pintu dia pulang. Di lift dia berpapasan dengan Kim bon.

“Siapa kamu?” Tanya Kim bon curiga

“Kamu sendiri siapa?”

“Aku yang pertama bertanya.”

“Kamu tinggal di 803?”

“Ya”

“Aku ada urusan dengan penghuni 804.”

“Urusan apa itu?”

“Kenapa aku harus memberitahumu?”

“Aku bekerja untuk tetanggaku.” Kim bon beralasan.

“Kamu bekerja untuknya? Kamu asisten rumah tangganya?”

“Aku pengasuh nya.”

“Dia suami palsu yang mengawasi anak-anaknya.” Pikir Yong Tae.

“Apa hubunganmu dengan wanita dari unit 804?”

“Aku melihatnya tiap hari. Tunggu, kamu bisa salah paham. Aku wakil dari perusahaan tempat dia bekerja. Aku hanya datang untuk membawakan ini (ponsel), tapi tidak ada orang dirumah.”

“Itu tidak mungkin.”

Kim bon memencet bel unit 805, tapi memang tidak ada orang dirumah.

“Berikan padaku. Akan kuberikan padanya” Desak Kim bon

“Tidak, terima kasih”

Kim bon memencet tombol lift dan menyuruh Yong Tae pergi.

Akhirnya ponsel Ae Rin diberikan pada Kim bon.

“Haruskah tetangga yang bukan suaminya ikut campur? Lucu ya?” Kata Yong Tae sinis.

“Selamat tinggal.” Yong Tae masuk lift

“Kenapa dia begitu lalai?” Gerutu Kim bon saat melihat ponsel Ae Rin.

“Kemana dia pergi larut malam begini?” (Cemas neh yeee..)

***

Ae Rin tampak repot membopong ke dua anaknya dan tas mahal itu.

Kim bon ada disitu (alasannya sih buang sampah daur ulang, padahal sih nungguin Ae Rin pulang).

Dia membantu menggendong Joon Hee.

Kim bon menyerahkan ponsel Ae Rin.

“Kenapa bisa ada padamu?”

“Perwakilan mu kemari, ”

“CEO ku? Jadi dia..dia datang kemari?” Ae Rin tergagap.

“CEO datang kerumah pegy untuk mengantar ponsel. Aku merasa aneh.”kata Kim bon cemburu.

Ae Rin lemas

“Ada apa?” Tanya Kim bon panik.

“Tidak, aku melakukan kesalahan besar.”

“Apa yang terjadi hingga kamu begitu panik?”

“Tidak, aku tidak apa apa. Pulang lah.”

Kim bon menyerahkan Joon Hee pada Ae Rin.

***

“Astaga!! Apa yang kamu lakukan pada tas cantik dan elegan ini?” Kata Bu Shim kaget.

“Harganya 100.000 dolar”

“Apa?!”

“Eun Ha, apa tas semahal itu benar-benar ada?”

“Tentu saja. Ada yang lebih mahal tapi tidak banyak dijual.”

“Meski aku menabung seribu dolar perbulan, akan butuh 8tahun 4 bulan untuk menabung sebanyak itu. Pada saat aku melunasi ini, si kembar sudah SMP.” Ae Rin panik.

“Aku sangat takut sehingga tidak tahu harus bilang apa pada bosku”

“Tidak ada label?” Tanya Bu Shim

“Aku ahli tas tangan tapi belum pernah melihat ini.” Lanjutnya

“Bosku mengatakan, pengrajin ahli Italia terkenal membuatnya dengan tangan.”

“Sungguh? Kalau begitu, aku akan melihat nya lagi.”

“Terlihat bagus, meskipun begitu tidak ada yang tahu asalnya dan harganya 100.000 dolar?!” Katanya lalu mengecek dalam tas. Ada kode labelnya. Ae Rin memfotonya.

“Itu hanya angka yang panjang”

“Kamu tau ini diimpor dari mana?”

“Ya, aku mengambil foto kotak pembungkus nya. Tunggu.”

“Ini dia, ini dari Milan, via Pietro Verri?”

“Baiklah, kirim itu keponselku. Teman kampus ku mengimpor tas dari daerah itu. Akan kutanyakan” kata Bu Shim

“Terima kasih banyak”

“Bagaimana kamu akan menjelaskan ini pada atasanmu?”

Ae Rin putus asa…

***

Yong Tae kaget melihat tas mahalnya kotor. (Ekspresi nya lucu hahaha)

“Bu Go, apa yang terjadi?”

“Maafkan aku.”

“Apa kamu sudah gila? Kau tau berapa harganya?!”

“Aku sangat menyesal pak. Aku akan mengganti tasnya.”

“Mengganti? Waktuku hanya 5hari.”

“Aku paham kalau anda marah. Jika anda memberitahu aku harga tas itu, akan aku bayar meski butuh bertahun tahun. Aku pasti akan membayar..”

“Diam! Tutup mulutmu. Kamu membuatku kesal.”

(Ae Rin.. Ae Rin.. dia tidak mengerti. Bukan masalah harga tas nya.. tapi rahasia dibalik tas itu)

“Keluar! Jangan mendekati ku hari ini, paham?”

“Ya” lalu ia pergi.

Yong Tae menelepon seseorang.

“Ini darurat. Buat tas yang kamu buat terakhir kali dengan nomor seri yang sama. Aku akan datang membawa tasnya sendiri.”

***

Ae Rin sedang bercakap cakap dengan seseorang.

“Seberapa mendesaknya itu?”

“Lebih cepat lebih baik.”

“Kita bisa saja segera menjualnya. Masalahnya, kamu mengalami kerugian.”

“Berapa harga pasar untuk penjualan darurat?”

“Tunggu biar kulihat. Kamu harus menurunkan harganya 30.000 dolar.”

“Sebanyak 30.000 dolar?” Ae Rin tidak percaya rumahnya akan dihargai cuma segitu

Ae Rin pergi dengan kecewa. Ia bertemu Kim bon dijalan.

“Bon?”

“Sedang apa kamu disini pada jam kerja?”

“Apa kamu kekantor mereka?apa kamu akan menjual rumahmu?”

Mereka ngobrol di kafe

“Harga apartemen saat ini 500.000 dolar. Sebagai penjualan darurat, harganya 470.000 dolar. Uang 250.000 dolarnya adalah pinjaman. Uang yang akan kuterima setelah menjual rumah adalah 220.000 dolar.”

“Begitu membayar 100.000 dolar untuk tas itu, sisa 120.000 dolar.” Kata Kim bon melanjutkan

“Joon Soo dan Joon hee menyukai lingkungan ini. Mereka ingin tinggal disini selamanya. Sekarang tidak mungkin. Apartemen itu sangat berharga sebab itu rumah pertama atas namaku. Sudah berakhir sekarang.”

“Ah, saat dia menawarkan gaji besar, seharusnya aku tidak serakah. Maka ini tidak akan terjadi.” Sesalnya

“Apa nama perusahaan nya?”

“Namanya J internasional. Itu bukan perusahaan terkenal.”

“J internasional?” Kim bon teringat sesuatu

“Apakah lokasinya di star tower?”

“Bagaimana kamu tahu?”

“Kenapa ada di star tower?” Pikirnya.

***

Pusat Sejong

Yoo Ji Yoen sedang menunggu Kim bon. Mereka pergi ke tempat penyamaran, king’s bag.

“King’s bag?”

“Itu nama kode operasi. Ayo!”

***

“Aku butuh informasi tentang saksi nya.” Tanya Yoo Ji Yoen

“Saksi nya meninggal.”

“Apa?kapan?dimana? Astaga! Habislah aku! Aku bilang kepada direktur Shim akan segera mendapatkan saksi.” Katanya frustrasi.

“Kamu memberi tahu BIN tentang saksinya?”

“Tentu saja. Begitulah cara aku mendapatkan ijin untuk operasi ini.”

“Yoo Ji Yoen!”

“Jangan khawatir, aku tidak menyebutkan apapun tentang kamu. Astaga apa yang harus aku lakukan?” Katanya bingung.

Kim bon memberi kan foto K.

“Siapa ini?”

“Sang pesulap. Dia ahli dalam pembunuhan. Dia menyingkirkan moon Sung So. Selain itu, dialah yang membunuh candy”

“Kamu bersembunyi dan menyelidiki insiden 3 tahun lalu?”

“Dia akan menuntun mu ke orang yang sedang kamu cari. Jadi, mari berbagi informasi. Kutekankan sekali lagi. Jangan beritahu BIN. Aku tidak mempercayai mereka.”

“Aku mengerti”

“Cari tahu juga tentang J internasional. Lokasinya dilantai 29 star tower. Mereka mengimpor tas”

“Perusahaan itu berkaitan dengan kasus ini?”

“Tidak, ini untuk masalah pribadi.”

“Masalah pribadi? Apa karena wanita bernama Ar Rin itu?”

Kim bon memegang memang tas hitam yang tergantung.

“Itu bukan untuk dijual!!”

***

Ra do woo datang, ia melihat Terius didalam toko

***

“Aku tau anak anak itu akan menyebabkan masalah.” Kata mama yu Ra

“Hibur dia, jangan memarahinya.” Kata sang Ryoel sabar.

“Dengar, aku akan mengirim foto tas. Cari tahu tentang merk nya. Aku tidak tau apakah ini labelnya, tapi cari tahu juga tentang itu.”

Semua bergerak menggunakan jaringan sosial nya untuk mencari tau tentang tas mahal itu.

“Tidak bisakah Ae Rin bertanya pada perusahaan nya tentang tas itu?” Tanya sang Ryoel

“Bosku tidak memberitahuku”

“Tidak bisakah kamu mencari tahu?”

“Ini yang aneh, ada ruangan yang katanya tidak boleh aku masuki.”

“Oh, mungkin ada petunjuk disana”

“Masuk saja diam diam.”

“Astaga aku tidak bisa melakukan itu.”

“Kamu mungkin harus menjual rumah dan kehilangan setengah uang mu. Agar ganti ruginya lebih sedikit, kamu tidak punya pilihan.”

***

“Terima kasih atas tumpangannya.” Kata Ae Rin pada mama Yu Ra.

“Kebetulan aku punya janji di kafe ini.”

Ae Rin melihat Yong Tae di lobi

“Kenapa dia ada disini?”

“Siapa? Bosmu? Dimana dia?” Tanya mama yu Ra kepo.

“Aku pergi dulu, terima kasih.”

Ae Rin terburu buru

“Kenapa anda disini?” Tanya Ae Rin

“Pesan tiket pesawat ke Milan untuk besok, kursi kelas satu.”

“Baiklah.”

“Kamu hanya pandai merespon.”

Dari kejauhan mama Yu Ra memperhatikan wajah Yong Tae.

“Dia menjalani operasi dikedua sisi matanya. Ada prostetik hidung dan dahinya, dia menurunkan telinganya, dia menatoe alisnya dan mengubah tulang wajahnya. Dia juga memakai botoks dan filler. Alis 1.000 dolar, operasi mata 1.500 dolar,.. berapa semuanya? Hasilnya sangat bagus, haruskah aku bertanya dimana dia melakukannya?” (Kepo banget Khan si mama Yu Ra)

“Anda akan kembali setelah bekerja?”

“Sementara ini tunggu saja.”

“Baik.”

Yong Tae pergi, mama Yu Ra ngumpet.

“Wajahnya aneh, aku bisa tahu wajah aslinya sudah tampan. Kenapa dia begitu banyak menjalani operasi?”

***

Setelah menaruh berkas, Ae Rin mencoba membuka ruangan rahasia tertutup itu. Tapi kode nya 10 digit. Jika dia mencoba cobanya. Itu terlalu banyak angka. Aha! Dia punya ide.

***

Bersambung episode 8

Sinopsis Terius Behind Me eps 6

Yoo Ji Yoen diam diam mengikuti Kim bon.

Kim bon sedang mainan ayunan bersama si kembar. Ji Yeon mengamati dari kejauhan

“Apa?sedang apa dia disana? Apa dia menikahi seorang janda.”

Ji Yeon kaget (prasangka perempuan tuh aneh aneh aja😌)

“Bon tidak ramah, tapi ia andal mengurus anak anak.” Kata sang Ryoel.

“Ae Rin sangat beruntung, dia punya pengasuh seperti bon”

Ji Yeon yang sedang menguping juga kaget.

“Pengasuh?” Katanya dalam hati.

***

Ae Rin sedang mengganti karangan bunga. Sebetulnya dia penasaran ada apa didalam ruangan terkunci itu.

***

“Ahjussi, tunggu sebentar.” Kata Joon Hee. Ia mengambil stiker dari punggung Kim bon.

Ketika Kim bon perhatikan, didalam stiker ada pelacak lokasi.

Ia tau Ji Yeon sedang mengendap endap, mengikuti nya

“Mau makan es krim?”

“Ya” jawab si kembar senang.

Mereka pergi ke mini market, stiker pelacak ditempelkan Kim bon di lemari es.

Setelah membeli es krim, mereka pergi lewat pintu belakang.

Karena menunggu lama, Ji Yeon menelepon Ra Do Woo.

“Apa lokasiku masih di toserba?”

“Sedang apa kamu?makan ramyeon?”

Ji Yeon sadar kalau Kim Jong sudah kabur.

Ia menemukan stikernya tertempel di lemari es.

***

Kim bon dan anak anak keluar dari lift.

“Ahjussi, es krim nya enak.” kata Joon Soo

“Kita bersenang senang hari ini. Ayo kita kesana lagi?” Lanjut Joon Hee.

“Baik.. tunggu” Kim bon mengeluarkan sapu tangan dan me lap mulut si kembar yang masih ada es krim nya (siapa coba yang gak jatuh cinta sama lelaki penyayang seperti ini😜).

“Ini hadiah” Joon Hee menempelkan stiker ke tangan Kim bon

“Terima kasih”

Kim bon jadi teringat sebelumnya Joon Hee juga pernah memberinya stiker. Ia membandingkan stiker yang dulu dengan stiker pelacak.

“Keduanya terbuat dari bahan yang sama.” Pikirnya

Di pusat keamanan gedung juga ada stiker yang sama.

“Jangan-jangan…”

Ia ke apartemen nya dan mengecek stiker pemberian Joon Hee. Dan ternyata benar, ada alat penyadap disitu. Ia masukkan ke microwave lalu meledak.

***

“Maksudmu stiker berbentuk hati ini didapat dari pria ini?” Kim bon menunjukkan foto K.

Joon Hee mengangguk.

“Adakah yang kamu tempel didalam rumah?”

“Aku menempelnya diluar. Aku membagikan beberapa kepada teman temanku dan paman.”

“Siapa saja teman yang kamu berikan?”

“Seung Hyun, Seung gi, yu Ra, min Joon dan…” Joon Hee lupa

***

Kim bon mengajak si kembar main kerumah Seung gi.

“Seung gi, ayo bermain!” Kata si kembar.

“Seung gi tidak ada dirumah.” Kata sang Ryoel menyambut si kembar dengan ekspresi lucu. Ia kaget ada Kim bon ikut.

Kim bon masuk ke rumah dan mulai mengamati rumah sang Ryoel.

“Kau bersikap seakan-akan menjaga jarak dari kami. Kamu berubah pikiran?”

Sang Ryoel duduk tepat disebelah Kim bon.

“Baguslah kamu berubah pikiran. Sebaiknya kita bekerja sama saat menjaga anak anak.”

“Benar”

Kim bon melihat stiker penyadap tertempel di pintu.

Kim bon pura pura tertarik pada interior rumahnya.lalu melihat lihat.

“Pintu ini terbuat dari bahan yang bagus.” Kim bon langsung mencabut stikernya.

Kim bon duduk berdempetan dengan sang Ryoel

“Sang Ryoel”

“Kenapa? Kamu membuatku gugup.”

(Sumpah, situasi nya seakan akan ada romansa diantara mereka hahahaha)

“Tanyakan aku apapun. Jangan sungkan denganku.”

“Aku ingin mengunjungi yang lain. Bisa beri tahu unit mereka?”

Kim bon mengunjungi satu persatu rumah teman si kembar. Taman bermain. Bahkan stiker di pusat keamanan gedung juga diambilnya.

***

“Kamu tertarik bergabung dengan tim KIS?” Tanya Bu Shim sambil meminum tehnya

“Apa itu KIS?”

“Kingcastle Information System. Perkumpulan warga Kingcastle. Tempat kami berbagi informasi’. Bu Shim menjelaskan

“Saat Joon Soo dan Joon Hee mengikuti orang asing. KIS hampir menangkapnya. Sebenarnya kami bisa lebih baik dari itu. Jika kamu bergabung dengan kami, kamu akan tau lebih banyak.”

Kim bon tersenyum

“Kamu mengunjungi rumah teman temannya joon-joon , aku melihatnya sebagai tanda kamu ingin bergabung dengan KIS.”

“Bukan begitu. Aku hanya..”

“Lantas ada apa? Kamu mendatangi rumah rumah kami untuk memeriksa apa ada yang bisa dicuri?” Tanya Bu Shim marah.

“Tidak, bukan begitu. Tolong jangan salah paham.”

“Kurasa kesalahpahaman ini akhirnya akan menjadi fakta. Harus kuperingatkan yang lain .” Bu Shim mengambil hpnya dan akan menyebar rumor.

“Tunggu! Aku akan bergabung dengan KIS”

“Keputusan bagus. karena kamu sudah disini, silahkan lihat lihat rumahku. Kudengar kamu suka melihat lihat apartemen orang lain”

“Benarkah?”

(Waaa gosip begitu cepat menyebar)

“Aku sudah mendapat informasi nya dari KIS”

***

Ae Rin perjalanan pulang, dia menerima pesan grup yang membahas Kim bon berkunjung ke rumah rumah. Banyak yang merasa kesal dan terganggu.

***

Kim Bon memasang stiker stiker yang didapatnya. Dia masih belum menemukan satu stiker.

Ae Rin pulang lalu menegor Kim bon.

“Kenapa tidak bilang saja kepadaku, jika kamu mau melihat lihat rumah. Para ibu tidak akan suka jika kita datang dengan anak anak tanpa mengabari lebih dulu. Mereka mungkin bersikap ramah, tapi menggunjingkanmu dibelakang.”

“Aku tidak begitu”

“Lantas kenapa kamu melakukan nya?”

“Karena…”

“Kamu harus memperhatikan perkataan para ibu soal dirimu. Memang bagus karena mereka berbagi informasi berguna, tapi jika kamu mengesalkan mereka, mereka akan bergabung dan berbalik memusuhimu. Kamu pasti ingin pindah.”

“Aku sungguh mengerti, tapi..” Kim bon tidak bisa menjelaskan alasan yang sesungguhnya.

Ae Rin tersenyum, ia senang akhirnya Kim bon mau bersosialisasi. Karena selama ini ia merasa Kim bon selalu menghindari orang orang

“Dia terlalu memahami ku” kata kim bon dalam hati.

Ae Rin berterima kasih karena Kim bon mau menghibur anak anak. Tapi ia tidak perlu melakukan nya lagi.

***

“Jadi ada saksi yang melihat seseorang membunuh pak Moon?”

Tanya direktur Shim.

“Informasi itu kuterima dari sumber terpercaya.”

“Siapa saksinya?”

“Kita akan segera tahu. Jika anda menyetujui operasi nya, akan kutemukan saksi itu. Pasti ada hal lain. Dibalik kematian pak Moon.” Kata Ji Yeon berusaha meyakinkan.

“Kamu harus berhati-hati. Hal ini bisa membahayakanmu. Akan ku proses diam diam tanpa sepengetahuan yang lain.”

“Tolong ijinkan agen Ra Do Woo membantu ku.”

“Mulai hari ini, operasi disetujui.”

Yoo Ji Yoen tersenyum

Kode nama operasi, King’s bag

***

Tempat operasi King’s bag. Adalah sebuah toko yang menjual tas.

“Misi kita adalah mengungkap hal yang menimpa Moon Sung So, kepala keamanan nasional yang tewas dibunuh serta mencari keberadaan tasnya yang menghilang”

Dalam toko ada ruangan rahasia, jika memutar figuran foto, maka pintu ruangan rahasia nya akan terbuka.

Ra do woo memberikan laporan singkat bahwa sejak 2 bulan lalu moon Sung so mendapatkan total 11 panggilan dari nomor tersembunyi.

“Dia menerima panggilan itu dan dibunuh saat hendak keluar. Sudah lacak nomor itu?”

“Itu ponsel sekali pakai. Anehnya riwayat panggilan ponsel sekali pakai itu hanya menghubungi pak Moon.”

“Target nya sudah ditetapkan . Menara sinyal yang mana?”

“Jumlahnya ada 5 menara. Yang paling sering dari menara di star tower.”

“Star tower?” Ji Yeon kaget.

***

Ae Rin membawa bingkisan dari Italia.

“Taruh saja disini.”

Ae Rin diminta untuk melihat tas yang mereka import. Tasnya berwarna putih dan terlihat mahal.

“Design nya klasik dan terlihat mewah.”

“Tas ini seharga 100.000 dolar.”

Ae Rin kaget karena ada tas semahal itu

***

Di bus, Ae Rin masih terpikirkan tas tersebut.

“Orang macam apa yang akan membawa bawa tas semahal itu? Meski hemat 1.000 dolar perbulan, butuh 100 bulan untuk membelinya. Aku akan punya uang sebanyak itu setelah 8tahun 4 bulan.” Pikirnya.

Saat turun dari bus, ada insiden kecil yang membuat tas nya rusak.

“Astaga, talinya putus.”

Dia berjalan hingga menemukan toko king’s bag. Matanya tertuju pada tas hitam cantik yang tergantung di toko itu.

Ia teringat sesaat setelah melahirkan si kembar, suaminya memberikan hadiah uang agar ia dapat membeli tas baru. Suaminya sangat menyayangi nya.

Melihat Ae Rin memandangi tas di tokonya. Ji Yeon keluar,

“Tasnya bukan untuk dijual.”

“Aku hanya melihat lihat. Tidak kubeli juga”

“Baguslah kalau begitu.”

***

Kim bon main lempar tangkap bola dengan si kembar juga main main gelembung bersama. Juga push up bersama.

***

Ae Rin makan malam bersama si kembar.

“Enak kah? Jadi kalian melakukan apa saja tadi dengan paman Kim bon”

“Kami melakukan push up”. Jawab Joon Soo

“Apa?”

“Kami menelungkup kan badan dan merenggangkan tangan. Seperti ini.” Joon Hee memeragakan.

Ae Rin tersenyum

“Paman berusaha sangat keras membuat kalian kelelahan.”

Anak anak tidak menghabiskan makanannya karena kenyang jadi Ae Rin yang memakannya.

“Karena ini, berat badanku naik terus.”

“Eun Ha bilang dia mau telepon,” Ae Rin mencari cari ponselnya.

Ternyata ponselnya tertinggal di kantor.

***

Melihat hp Ae Rin berbunyi, Yong Tae berniat mengantarkannya kerumah.

***

Ae Rin bersama si kembar kembali ke kantor, tapi Ae Rin tidak menemukan ponselnya. Perutnya sakit, Joon so minta minum, ia segera memberi jus pada Joon Soo dan pergi ke toilet.

Si kembar jail, mereka masuk ke ruangan bos lalu bermain main disana. Hingga jusnya tumpah ke tas mahal.

Ae Rin histeris

***

Yong Tae ke apartemen Ae Rin, ia berpapasan dengan Kim bon.

“Kamu siapa?” Tanya Kim bon

“Kamu sendiri siapa?”

***

Bersambung episode 7

Sinopsis Terius Behind Me eps 5

Ae Rin dan para tetangga bersama Kim bon berada di pusat kemanan gedung. Mereka melihat dari CCTV Cha Jung Il yang masuk gedung terburu buru seakan ada yang mengejarnya. Tidak lama kemudian disusul oleh seorang pria mencurigakan.

“Apakah Jung Il sebenarnya dibunuh?”

Semua pembicaraan mereka didengar oleh K melalui stiker penyadap.

“Ngomong-ngomong, apakah Jung Il punya musuh?”

“Tidak”

“Apa dia berselingkuh dan kamu tidak tau?” (Pada mulai ngaco neh..😪)

“Tidak mungkin”

“Dia tidak punya utang, bukan?”

“Tidak ada, Jung Il tidak seperti itu.” Bela Ae Rin.

“Kamu belum tentu tahu segalanya hanya karena hidup bersama.”

“Jangan tersinggung. Sebaiknya kamu mencari tahu” Lanjutnya.

“Bon kemana? bukankah tadi dia disini?” Tanya Sang Ryoel

***

Kim bon ternyata pergi ke mobil Ae Rin untuk mengecek GPS destinasi terakhir Cha Jung Il.

“Pada 31 Agustus, dia pergi ke meta Palace”

Destinasi meta Palace langsung dihapus. Ia juga mengambil memory card yang ada di dashboard.

******* King’s bag ******

“Haruskah kita lapor polisi?”.”

“Kita tidak punya bukti yang kuat. Dia terlihat dikejar di video ini. Tapi ini tidak cukup.”

“Kamu bilang tidak ada yang aneh dari hasil autopsi Jung Il, bukan?” Tanya Bu Shim.

“Katanya itu serangan jantung karena detak yang tidak teratur.” Jawab Ae Rin.

“Dia pasti kaget karena sesuatu, ayo cari tahu! ”

“Ah, bukankah ada kotak hitam di mobil?”

“Benar, mungkin ada video yang lebih akurat.”

“Ayo, mana kunci mobil?”

Mereka pun pergi. Namun ada yang aneh, tiba tiba folder di komputer terhapus otomatis.

***

Jin Yong Tae melaporkan pada K bahwa ia sudah menghapus rekaman CCTV.

“Urus segalanya agar tidak ada masalah lagi”

“Baik.” Jawab K

***

Tim rempong mencari kartu memori dimobil tapi tidak menemukan nya. (Ya iya lah sudah keduluan Kim bon 😏)

“Kamu sudah membersihkan mobilnya, tidak lihat hal yang mencurigakan?”

Ae Rin jadi mengingat Tar Margot yang ia bereskan.

“Ada sekotak Pai dari Margot.”

“Margot? Itu tempat hidangan penutup yang terkenal didepan meta Palace.”

“Kenapa dia pergi sejauh itu untuk membeli Pai?”

“Harganya mahal disana. Aneh bukan?”

(Kalo saya mah, akan merasa aneh kalo jelas ke meta Palace beli Pai Margot tapi gak ada datanya di GPS)

***

Kim bon mengecek memory card mobil Cha Jung Il. Ada suara Cha Jung Il cemas karena melihat sesuatu.

“Dia melihat sesuatu ditempat parkir. Apa yang dia lihat?”

“Moon Sung So ditemukan disebuah mobil ditempat parkir.”

“Mungkinkah?.. dia melihat pembunuhnya?”

“Pesulap itu mengejar tetanggaku, karena dia melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat. Dia sangat sial.”

***

K mencoba mencari memory card di mobil Cha Jung Il. Dia kesal karena tidak menemukan nya.

***

“Kamu sudah bekerja dirumah pak Moon selama 2tahun?” Tanya Yoo Ji Yoen mengintrogasi pembantu rumah tangga pak Moon.

“Ya, aku berbenah dan menyiapkan semuanya. Itu tugasku.”

“Artinya mungkin kamu tahu lebih banyak. Omong omong apa belakangan ini dia tampak aneh? apa dia tampak gelisah? Apa tidak berselera makan? Atau mungkin dia memiliki sesuatu yang belum pernah kamu lihat”

Akhirnya si pelayan mengingat sesuatu..

***

“Tas?” Tanya pak Shim Woo Cheol

“Aku mendengar dengan jelas dari si pelayan. Tepat setelah kematiannya, tasnya menghilang.”

“Lalu kenapa? Itu tidak aneh sama sekali. memangnya tasnya cuma satu? Siapa yang peduli jika salah satu nya hilang?”

“Itu penting! Sekitar sepekan sebelum kematiannya pak Moon meletakkan tas kulit baru diatas meja. Dia menatapnya dengan sangat serius. Menurut si pelayan, tampaknya itu berisi hal penting.”

“Kau bilang tasnya menghilang setelah kematiannya?”

“Tasnya lenyap.”

“Agen Yoo, aku menyayangimu jadi kudengarkan semua perkataan mu. Tapi kamu menghubungkannya sesuai keinginanmu. Tidak bisa menyimpulkan dia dibunuh hanya karena tas nya menghilang! Aku tidak bisa berkata kata.”

“Aku lihat anda berkata kata dengan lancar.”

“Lalu, kamu akan. Mencari tas itu sekarang?”

“Ya”

“Memusingkan saja.” Kata direktur Shim sambil memegang keningnya.

***

Jin Yong Tae menaruh tas dengan hati-hati di rak dalam ruangan khusus. Ketika dia keluar, dia kaget sekali karena Ae Rin ada diruangannya.

“Maaf aku sudah mengetuk, tapi anda tidak menjawab. Aku cemas anda pingsan.”

“Jangan berani berani masuk kemari tanpa seizin ku lagi. Mengerti?”

“Baik”

“Ada apa?”

“Ini pukul 11.00 mau kupesankan makan siang dimana hari ini?”

“Sudah pukul 11.00 ya? Sup ikan Pollock. Aku makan sup ikan Pollock saja.”

“Baik”

Ae Rin memesankan makanan. Tapi tak lama kemudian, jin Yong Tae mengganti menu nya. Dipesankan lagi, dia berubah pikiran lagi. Jin Yong Tae berubah pikiran berkali kali (sengaja ngerjain Ae Rin neh orang)

Ae Rin kesal setengah mati, tapi tetap meng iya kan permintaan Yong Tae. (Nama Yong Tae pada hp Ae Rin adalah si sombong yang aneh hahaha)

Akhirnya pilihannya jatuh pada snobby tteokpokki di Hongdae dan Sunday.

“Kerja bagus.” Puji Yong Tae.

“Ini bukan apa-apa.”

Yong Tae melanjutkan makannya

“Pak”

“Ada apa?”

“Anda sedang hamil?”

Yong Tae langsung keselek. Wkwkwk

“Hari ini anda bersikap seperti orang hamil.”

Gantian pengawalnya yang ketawa..

***

“Aneh sekali.”

“Kita semua melihat rekamannya kemarin, mana mungkin hilang begitu saja. Kamu yakin tidak mengahapusnya?”

“Tidak, bukan aku. Ini juga membuat aku gila. Hanya video dari hari itu yang hilang.” Kata petugas.

“Apa seseorang sengaja menghapusnya?” Tanya sang Ryoel

“Aku dan petugas keamanan memeriksa rekaman CCTV ruangan ini. Dan tidak ada yang masuk. Ini aneh sekali.” Kata Bu Shim.

“Ini pasti perbuatan mereka.” Kata Kim bon dalam hati

***

Ae Rin mendatangi atasan suaminya.

“Meta Palace?”

“Penulis yang menjadi tanggung jawab pak Cha tinggal di meta Palace. Dia sudah menjadwalkan akan berkunjung.”

“Itu sebabnya dia mampir ke Pai Margot” pikir Ae Rin.

“Tapi ada yang aneh. Pak Cha tidak datang. Aku baru tahu setelah ia usai dia wafat. Pak Heo bila dia tidak bertemu dengan pak Cha hari itu. Pak Cha tidak mampir.”

“Lalu kenapa dia membeli Pai?” Raya Ae Rin heran

“Itu sebabnya kubilang ini aneh. Dia jauh jauh kesana dan membeli hadiah. Kenapa tidak masuk?”

***

Kim bon mengawasi si kembar bermain dirumah.

“Ahjussi, carikan ugaba untuk ku.”

“Apa?” Kim bon tidak paham permintaan Joon Soo.

“Aku buru buru, carikan ugaba.” Rengek Joon Soo.

“Ahjussi, aku kehilangan babius.” Kata Joon Hee

“Terius?”

“Bukan, babius” Joon Hee merengek

Keduanya merengek, Kim bon tidak paham permintaan mereka.

Ia ingat, sang Ryoel pernah memberinya nomor teleponnya. Saat itu Kim bon terlalu sombong tidak mau menerima nya. Tapi sang Ryoel memaksa.

Akhirnya sekarang dia betul betul membutuhkan bantuan sang Ryoel.

Sang Ryoel memberikan gambar ugaba dan babius. Dengan cepat Kim bon dapat menemukan babius dan ugaba.

Anak-anak pun tenang kembali.

“Dia pulang terlambat” Kim bon cemas.

Rupanya Ae Rin sedang minum, ia menenangkan diri.

Sambil menunggu Ae Rin, Kim bon menonton film kesukaan anak anak.

Ae Rin datang dan meminta maaf karena terlambat.

“Sebaiknya kamu langsung pulang setelah bekerja.” (Aahhh perhatian banget🤭)

“Maafkan aku. Aku akan membayarkan uang lembur.” (Ae Rin mah gak peka😤)

“Tidak usah”

“Maafkan aku. Anak anak merepotkan mu, akan ku pastikan hal ini tidak terulang.”

“Bukan itu maksudku. Lupakan saja. Sebaiknya aku pergi.”

Tapi perut Kim bon tidak bisa diajak kerja sama. Dia keroncongan.

“Kau mau kudapan?”

Ae Rin membuatkannya mie. (Gak tau nama mi nya). Kim Jong menikmati makanannya.

“Apa kau pernah menikah?”

“Belum”

“Ah, berarti kamu tidak akan tahu. Aku menikah agar bisa melihat suamiku tiap hari. Tapi ada saat saat melihatnya saja membuatku kesal. Aku lelah mengawasi anak anak seharian, tapi dirumah suamiku bersantai. Aku kesal sekali sampai selalu mengomel. Tapi, ternyata diapun dalam situasi sulit. Dia begitu tertekan. Sampai detak jantungnya tidak teratur. Dia tidak pernah memberitahuku. Aku tidak tahu. Aku hanya lelah memikirkan diriku sendiri tapi tidak memikirkan betapa lelahnya suamiku.” Ae Rin curhat. (Aku jadi juga pingin curhat ke orang ganteng 🤫🤭).

“Jangan menyalahkan dirimu atas sesuatu yang tidak pernah dibicarakan orang lain.”

“Hatiku sakit.”

“Kau kehilangan orang yang istimewa. Sudah pasti hatimu sakit.”

“Makananmu akan dingin.” Kim bon lanjut makan.

***

“Karena video sudah dihapus. Para wanita menyebalkan itu sudah tenang.” Kata K

“Banana dengan kamera dasboard Cha Jung Il?” Tanya Yong Tae

“Karena go Ae Rin diam saja, kurasa tidak ada masalah.”

“Baiklah, itu saja. Kamu boleh pergi.’

“Aku punya pertanyaan.”

“Apa?”

“Kenapa anda mempekerjakan Go Ae Rin?”

“Kita harus dekat dengan musuh, bukan begitu?”

“Apa dia subjek bukan musuh? Apapun itu sama” Lanjutnya saja lagi

K pun keluar.

Yong Tae mendapatkan telpon dari nomor tersembunyi.

“Halo, ini aku”

“Pesan tas baru yang jauh lebih mahal.”

“Baik pak.”

***

Ae Rin mengantar anak anak sekolah, tampak kerepotan. Dia bertemu Kim bon di depan rumah.

Ketika berangkat, “ibu, ibu lupa ciuman hidung” kata si kembar

“Ah, benar juga”

Ae Rin cium hidung Joon Soo lalu Joon Hee, lalu Kim bon…eee tidak jadi

Suasana jadi canggung.

“Tolong jaga mereka dengan baik” pamit Ae Rin lalu ia berlari pergi

***

Setelah mengantar sikembar, Bu Shim mengajak Kim bon minum teh.

“Tidak termasuk kasih”

Sang Ryoel menghalangi Kim bon pergi dengan memegang lengannya. Di a terkesima karena lengan kim bon berotot..

“Mari bicarakan soal anak anak dan makan kudapan. Seperti itulah teman” Bujuk sang Ryoel

“Aku tidak ingin berteman dengan siapapun” jawab Kim bon dingin

“Apa?” Bu Shim mulai kesal

“Aku sibuk, pekerjaan ku banyak”

“Bukankah kamu hanya diam dirumah?”

“Aku tidak diam saja”

“Jangan perlakukan dia seperti pengangguran.” Bela sang Ryoel

“Bon, jika sibuk, silahkan pergi.” Kata sang Ryoel mempersilahkan

Bu Shim menaruh curiga pada Kim bon karena selalu muncul tiba-tiba. Dan selalu kembali tepat waktu untuk menjemput si kembar.

“Dia sangat patuh aturan dan tidak bisa bergaul. Dia tidak akan punya teman”

“Mungkin dia menghindari kita agar tidak perlu membahas dirinya.”

Bu Shim sangat penasaran. (Kepoooo..😛)

Sang Ryoel pamer karena dia punya nomor telepon nya

***

“Pria ini adalah kepala keamanan nasional yang bari, jeong in Taek” kata Ra Do Woo sambil menyerahkan profil Jeong in Taek.

“Bagaimana kamu tahu, padahal ini belum resmi?” Tanya Yoo Ji Yoen.

“Ini bukan apa-apa untukku.”

“Hati-hati kamu bisa ketahuan”

“Jangan cemas. Alih alih mereka akan menangkap mu.”

“Yaaa, beraninya kamu.”

“Sebagai permintaan maaf aku akan membagikan informasi. Dia berteman dengan kepala Kwon Young Sil.”

“Dengan wanita itu?”

“Mereka bertemu saat kuliah.”

Yo Ji Yeon langsung bergegas pergi. Walaupun dia tidak memberi tahu akan kemana, Ra do Woo tau ia akan kemana. Ternyata Ra do woo sudah menempelkan penyadap di tas Ji Yeon.

***

Dikediaman moon Sung So, Ji Yeon menyamar sebagai cleaning servis.

Ji Yoen. Menggeledah rumah moon Sung so. Tapi tiba tiba ada seseorang disitu . Mereka berkelahi. Ternyata itu adalah Terius.

Mereka akhirnya bercakap cakap,

“Kamu juga berpikir aku seorang mata mata?”

“Tidak, kurasa kamu kabur karena dituduh.”

Mereka membicarakan tentang kematian moon Sung so, dan ada seorang saksi.

“Ada mata mata di BIN, jangan bilang siapapun kamu bertemu denganku.”

***

Kepala Kwon ada diruangannya Ra do woo.

Dia menginterogasi Ra do woo tentang Ji Yeon dan Terius. (Kepala Kwon serem banget😥).

***

Kim bon pergi, tapi Ji Yeon memasang stiker penyadap dipunggung Kim bon.

Diam diam Ji Yeon mengikuti Kim bon.

***

Bersambung episode 6

Sinopsis Terius Behind Me eps 4

Kim bon duduk dirumah Ae Rin. Lantainya berserakan mainan si kembar.

“Tunggu sebentar, akan aku ambilkan minum.” Kata Ae Rin ramah.

Joon Hee juga ramah, ia memberikan minuman dicangkir untuk Kim Bon. Kim bon menerimanya.

Joon Soo juga tidak kalah ramah, ia memberikan sebutir permen jeli untuk Kim bon. (Yeeeks..Jeli nya kotor sekali).

“Makan ini juga”, kata Joon Soo

Kim bon menerimanya dengan setengah hati.

Lalu cangkir dan jeli nya ia taruh di meja, tapi si kembar memandanginya, berharap Kim Bon mau memakannya.

Kim bon meminum airnya. Lalu ia dapat hadiah dari Joon Hee berupa stiker.

“Terima kasih”

“Kenapa kamu tidak makan milikku?” Protes Joon Soo.

Kim bon memandang jelinya dengan ragu.

” Ini sangat kotor”

Tapi ketika ia melihat ekspresi Joon Soo,

Ia tidak tega.

“Apakah dia akan kecewa jika aku tidak memakannya?” Pikir Kim Bon.

Dengan berat hati, ia pun memakannya. Joon Soo tersenyum senang.

“Astaga!” Kata Ae Rin kaget.

“Ada apa?” Kim bon bingung.

“Ini kali pertama, ada yang memakannya”.

***

Ae Rin memarahi Joon Soo. Suaranya terdengar sampai keruang tamu

“Kenapa kalian terus memainkan permen jeli itu?dimana kalian menemukan itu?”

“Toilet umum?” (Ekspresi ahjussi ganteng tampak jijik hahaha)

“Rumah anjing Min Seo?”

Kim Bon merasa mual

“Saluran pembuangan dijalan utama?”

(Memang sikembar menggemaskan abis wkwkwk)

“Aku menemukan nya ditaman bermain hari ini” jawab Joon Soo polos.

Ae Rin mendatangi Kim bon dan meminta maaf

“Terima kasih sudah menunggu. Jika perutmu sakit atau kamu harus ke RS hubungi saja aku. Aku akan bertanggung jawab.”

“Aku baik baik saja.”

“Minumlah ini.” Ae Rin menyodorkan yogurt.

“Soal permintaan mu untuk mengasuh mereka, aku akan pura pura tidak mendengarnya. Terima kasih sudah peduli, tapi kita belum kenal baik. Aku tidak mengerti kenapa kamu tiba-tiba bersedia melakukannya. Aku tidak mengerti.”

“Kamu akan membayarku, bukan?” Tanya Kim bon beralasan.

“Sebetulnya aku butuh uang. Aku sedang mencari jalan untuk menghasilkan uang tambahan. Aku akan bekerja keras sesuai bayaran yang kuterima. Biarkan aku merawat mereka.” Kim bon berusaha meyakinkan Ae Rin.

“Jika kamu tidak bisa mempercayai ku, biarkan aku bekerja beberapa hari sampai kamu menemukan pengasuh tetap. Kamu akan membutuhkan pengasuh sementara.” Lanjutnya.

“Itu benar” Ae Rin akhirnya setuju

***

“Aku berhasil mendekati wanita unit 804”

Kim bon teringat dirumah Ae Rin ada karangan bunga bertuliskan ucapan “Selamat atas promosimu”.

Kim bon mulai menyusun clue clue yang ia dapatkan.

“Mendiang suaminya bekerja di perusahaan penerbit Saegi”

“Tidak ada hal khusus untuk diperhatikan”

“Tunggu, aku harus selalu mengingat bahwa mereka sangat berantakan”

***

Disebuah ruangan, K sedang mendengarkan alat penyadap, namun ia heran karena sepertinya banyak hal yang tidak penting. Ia mengganti frekuensi lainnya, tapi itu juga bukan hal yang dia harapkan untuk ia dengar.

Flashback:

Ia memberikan selembar stiker berisi penyadap pada Joon Hee

“Pakailah saat kamu pulang kerumah. Pasang juga pada ibumu.” K berpesan.

“Terimakasih”.

Rupanya Joon Hee membagi bagikan stiker itu pada teman temannya.. hahahaha bikin K bingung aja.

Namun ketika K mengganti frekuensi nya, ada tertangkap suara musik yang ia pernah dengar sebelumnya. Suara itu dari rumah Kim Bon.

Kim bon menempelkan stiker yang dari Joon Hee di meja.

Suara musik itu, seperti suara musik yang sering diputar oleh Choi Yeon Kyeong. Rupanya K selalu menyadap korbannya.

***

J internasional

Ae Rin sedang di briefing oleh Ji Yong Tae

“Perusahaan ku mengimpor tas, aku sudah memberi tahu mu bukan?”

“Aku belajar banyak tentang tas” kata Ae Rin bersemangat

“Itu tidak berguna” kata Yong Tae dingin. (Gimana sih mas, perusahaan tas tapi belajar tentang tas kok gak berguna🙄)

“Sekarang akan aku jelaskan tentang tugasmu.”

Ternyata tugas Ae Rin tuh cuma beli kopi di gedung sebelah tiap pagi, mengganti karangan bunga tiap tiga hari sekali, sama cari makan siangnya si Yong Tae (kerjaannya gampang banget Khan?? Ini serius gaji gede tapi kerjaannya remeh temeh gitu? Atau ada motif lain?)

Ae Rin merasa ia bisa bekerja lebih baik dari itu, tapi Yong Tae sudah melakukan semuanya jadi Ae Rin hanya melakukan tugasnya itu.

“Pintu itu, jangan masuk kesana. Lagipula, kamu tidak bisa masuk karena selalu terkunci.”

Setelah selesai, Ae Rin meninggalkan ruangan. Tapi ia hampir jatuh karena memakai high heels. Yong Tae geleng geleng kepala

***

Kim bon push up. Pintu bel berbunyi. Ia langsung mengambil pistol yang ada di lemari.

Setelah mengintip, ternyata ketiga tetangga nya yang ada disitu. (Kim Bon heran, pasti pikirnya ‘ada apa sih mereka datang?’)

Ternyata mereka datang untuk menginterview langsung pengasuh baru si kembar. (Rempong banget Khan?)

***

“Ini hari pertama mu bekerja. Mari kita adakan pesta penyambutan.” Kata Yong Tae

“Kita berdua?” Ae Rin bingung

“Kau ingin aku berpesta sendirian?”

“Anak anak akan menungguku jika aku terlambat.” Pikir Ae Rin

Seakan bisa membaca pikiran Ae Rin, “kenapa? Kau harus pulang lebih awal karena anak anakmu?”

“Dia akan mengeluh tentang aku memiliki anak jika tidak pergi.” Pikir Ae Rin penuh pertimbangan

“Tidak sama sekali.” Kata Ae Rin setuju

“Baik, sampai jumpa setelah bekerja.”

***

Para orang tua menunggu kedatangan bus sekolah. Termasuk Kim Bon. Para emak emak juga terpesona akan kegantengan Kim Bon (termasuk Eike😍..) bahkan ada yang PDKT segala.

Bus Sekolah datang

“Ahjussi benar benar datang?” Kata si kembar barengan.

Lalu mereka main ditaman. Kim bon mengawasi mereka.

Kim bon minum bak model, bikin klepek-klepek yang lihat😍😍😍

“Ya ampun, apakah di seorang model?”

***

Joon Soo main prosotan dengan kepala duluan (🙄bahasa Indonesia nya apa ya prosotan itu?)

“Main yang benar.” Kim bon mengingatkan

“Tidak menyenangkan jika melakukan ya dengan benar.” Jawab Joon Soo

“Lalu apa yang menyenangkan?”

Tak lama kemudian Kim bon pun juga ikut bermain prosotan. Dia memangku Joon Hee dan Joon Soo bergiliran. Terus terusan, sampai ia kewalahan hahahaha.

“Apakah kamu melatih kesabaran mu?atau kamu tidak melihat apa yang terjadi? Joon Soo dan Joon hee bisa naik ini 100kali.” Kata Kim sang Ryoel.

“Teman teman, ayo kita makan camilan sekarang.” Katanya untuk mengalihkan perhatian anak anak (uuhh, dia pintar momong bocah).

Kim bon lega sekali. Ryoel memberikan kode ‘tidak usah berterima kasih’

***

Saatnya makan malam, Ae Rin sudah menyiapkan bekal makanan untuk mereka bertiga. Ditutup box terdapat pesan, “maaf, aku tidak bisa mempersiapkan yang lain untukmu.” Bekalnya sama dengan bekal sikembar. Kim Bon menikmati makanannya.

Ae Rin menelepon, sepertinya dia akan terlambat pulang kerja hari ini. Ia titip si kembar pada Kim bon, ia akan membayar biaya lembur nya.

“Tidak apa-apa, tolong jangan khawatir dan santai saja.”

***

Ae Rin makan malam bersama jin Yong Tae.

“Darimana anda mengimpor tas itu?” Tanya Ae Rin membuka percakapan

“Italia”

“Begitu rupanya, ada pabrik disana?”

“Ada pengrajin ahli terkenal yang membuat tas satu persatu dengan tangan. Aku yang menjual tas. Mari berhenti bicara masalah pekerjaan.” (Misterius banget neh J internasional nya)

“Aku hanya merasa bersalah, dibayar untuk pekerjaan yang diberikan hari ini.”

“Kamu mengeluh tugas mu sangat ringan?” Yong Tae kesal

“Aku tampan bukan?” (Yong Tae neh pe -de banget)

“Apa?”

“Katakan!”

“Ya, menurut ku anda tampan.”

“Jika kamu benar benar ingin bekerja, cukup kagumi wajahku saja. Aku pria tampan yang sulit ditemukan” (Menurut ku sih, Yong Tae ini aneh banget?)

“Apa apaan ini?ia terdengar seperti orang mesum”. Kata Ae Rin dalam hati.

“Apa pekerjaan suamimu?” Tanya Yong Tae

“Jika tau suamiku sudah tiada, akankah dia mendekati ku?” Pikirnya lagi

“Dia sedang cuti.” Jawab Ae Rin

“Kenapa dia berbohong padaku? suamimu sudah meninggal” Pikir Yong Tae

“Kalau begitu, dia pasti dirumah.”

“Ya, dia merawat anak anak hari ini. Sudah kubilang saat wawancara aku punya anak kembar”

“Ya, kamu benar.” Yong Tae tergagap

“Kenapa dia menatapku?” (Ae Rin juga ke ge-er an hehehe)

***

Yoo Ji Yeon ditaman sambil menikmati kopi.

“Cukup dengan kopinya. Minum ini sebagai gantinya. Kamu sudah sulit tidur” Ra Do Woo memberinya minuman botol. (Ra Do Woo neh perhatian banget)

“Kamu terlalu cerewet”.

“Tentang kode nama Terius adalah Kim bon? Siapa dia?”

“Itu bukan urusanmu”

“Aku sudah tau semuanya”

“Apa?kamu tidak punya hak” Ji Yoen kaget

“Aku bisa melakukan semuanya jika memang bertekad.”

“Lalu, kenapa kamu bertanya jika sudah tau?”

“Aku ingin tau perspektif subjektif mu.”

“Dia adalah agen hitam legendaris, penyadapan, pembuntutan , infiltrasi, pertemuan rahasia, melarikan diri, menembak dan mengebom. Dia yang terbaik disegala bidang. Dia bahkan menguasai systema teknik tempur tangan kosong yang digunakan oleh Spetsnaz”

“Dia seperti senjata mematikan yang lolos. Bagaimana bisa dia menghindari BIN sampai sekarang?”

“Dia akhirnya menyamar, dia juga ahli identitas tersembunyi”

(Padahal Kim bon lagi dirumah melipat baju, main perang perangan, dokter dokter an dan salon salonan.hahaha)

“Tapi dia yang terbaik dalam pengumpulan informasi. Jadi dia bergabung dengan operasi Candy.”

“Itu nama operasi untuk menangkap fisikawan nuklir Choi Yeon Kyeong?” Tanya Ra Do Woo.

Ji Yeon tersenyum penuh arti.

***

Kim bon menyuruh si kembar gosok gigi sebelum tidur.

“Kami sudah gosok gigi kemarin malam.” Protes Joon Soo

“Kalian menyikat gigi kemarin dan tidak mau melakukannya hari ini?”

“Ya” jawab mereka bersamaan

“Tunggu, kalau begitu ayo lakukan ini. Kita akan bertanding, pemenangnya tidak perlu sikat gigi. Yang kalah harus sikat gigi. Oke?”

“Apa pertandingannya?”

😄Mereka push up! Dan kali ini Joon Soo pemenangnya.joon Hee merengek tidak mau sikat gigi, tapi akhirnya dia melakukannya juga. Good job!

Setelah sikat gigi, Joon Soo sudah tertidur. Joon Hee juga sudah mengantuk. (Mereka kelelahan hahahaha)

Kim bon menyelimuti mereka. (Sweet banget..)

***

“Benarkah dahulu Terius dan candy sepasang kekasih?”

“Ya”

“Bukankah agen dilarang berkencan dengan seorang informan?” Tanya Ra do Woo

“Pernah kah kau melihat cinta terhenti karena itu terlarang?” Ji Yeon ganti bertanya.

***

Ae Rin pulang, ia meminta maaf karena pulang terlalu larut. Anak-anak sudah tertidur . Ae Rin melihat jam, masih 21.30

“Sungguh?mereka sulit untuk ditidurkan.”

“Mereka pasti lelah.”

“Dia berusaha keras menemani mereka bermain.”kata Ae Rin dalam hati

“Kalau begitu, selamat tinggal.” Kim bon berpamitan.

“Ya, sampai jumpa”

Ketika Kim bon akan pergi, Ae Rin memanggilnya
“Bisakah kamu terus menjaga anak anakku?tidak sementara. Pengasuh tetap.”

“Tentu saja aku bisa”

“Kamu sudah tau namaku, aku go Ae Rin.” Ae Rin menjabat tangan Kim bon

“Aku Kim Bon”

“Aku harap kita akur mulai sekarang.”

***

Jin Yong Tae berlari pagi. Ia menemui K. Yong Tae memberi tahu bahwa tidak ada masalah pada Cha Jeong Il.

“Kamu sudah memeriksa pesan keberangkatannya?”

“Ya” jawab K singkat.

“Hubungi aku ketika kamu siap, kami akan mengambil peralatan nya.”

(Apa yang mereka rencanakan nya ya?🤔)

***

“Kamu yakin itu ada disini?” Bu Shim Eun Ha menanyai putrinya

“Tidak boleh meninggalkan sepeda dikoridor selama latihan kebakaran. Jadi kutinggalkan disini ”

“Kamu harus meninggalkannya disana! harganya mahal. Ingat kapan kali terakhir kamu mengendarainya?”

“Hari saat aku pergi ke kelas esay. Jumat terakhir bulan lalu.”

“Jumat terakhir bulan lalu? 31 Agustus?”

***

Bu Shim Eun Ha mendatangi pusat keamanan gedung untuk melihat CCTV ditanggal 31 Agustus.

“Pertama penculikan, sekarang sepeda hilang. Aku lengah. Aku harus memperhatikan tempat ini dengan lebih seksama.” Gerutunya

“Apakah itu dari 31 Agustus?” Tanyanya lagi.

“Ya, untuk blok b dari pukul 18.00”

Ketika CCTV diputar

“Stop, orang itu?” Bu Shim mengenalinya.

***

Ae Rin mendapatkan telepon, ia langsung menuju pusat kemanan gedung bersama tetangi yang lain termasuk Kim bon.

“Lihat lah, dia aneh sekali.”

“Itu terlihat aneh,”

“Benar bukan? Seolah olah dia dikejar.”

K juga tertangkap kamera CCTV.

“Ya ampun, siapa pria itu?”

“Apakah Jeong Il? sebenarnya dibunuh?”

***

Disuatu tempat, ternyata K mendengarkan pembicaraan mereka.

Stiker penyadap ada di ruangan pusat keamanan gedung. Oh tidak!

***

Bersambung episode 5

Sinopsis Terius Behind Me eps 3

Di rumah duka, Ae Rin meragukan dirinya mampu merawat si kembar sendirian. Ibunya mencoba menghiburnya.
Kim Bon melihat Ae Rin menangis merasa kasihan.

Kepala Kwon Young Sil melihat Kim Bon disana lalu menyuruh pengawal mengejarnya.

***

Ae Rin melihat foto Moon Sung So.

“Dia tampak familier. Pernah lihat dimana ya?” Pikirnya

Hp nya berbunyi, Kim sang Ryoel memberitahunya bahwa si kembar hilang. Ae Rin panik dan langsung menuju taman.

***

K menggandeng si kembar dan dilihat seorang ibu yang ada disana.

***

Kim Bon kejar kejaran dengan tim alpha. Ia menyamar menjadi cleaning servicenya dan berhasil keluar gedung lalu naik taksi.

***

Rapat tim kiss, membahas hilangnya si kembar. (Tim kiss itu kumpulan ibu ibu rempong dikomplek perumahan). Tim kiss mengerahkan seluruh jaringan tim melalui medsos untuk mendapatkan semua informasi terkait lokasi si kembar.

Tim kiss mendapatkan informasi dari seorang ibu yang melihat si kembar dibawa oleh orang yang memakai topi dan mencurigakan.

Mereka juga mendapatkan informasi bahwa si kembar ada ditaman air mancur 10 menit yang lalu. Bahkan ada juga yang mendapatkan foto K bersama si kembar di depan gedung 207. (Ternyata kumpulan ibu ibu rempong berguna juga hehehe)

Seluruh anggota tim Kiss menjadi bergerak dan menemukan sang penculik. K kelabakan dan langsung kabur. (The power of emak emak hahaha).

***

Kim Bon berhasil lolos dari kejaran. Kepala Kwon Young Sil kesal. Yoo Ji Yoen kecewa.

***

Ae Rin menemukan si kembar yang sudah ditolong ibu ibu disana.

Mereka berpelukan

“Kamu tidak apa-apa, Joon Soo? Joon Hee?”

Ae Rin menangis

“Kalian terkejut ya? Ibu disini. Jangan menangis”

***

Kim Bon turun dari taksi berpapasan dengan K yang naik taksi.

Ditengah kerumunan orang, Kim Bon melihat Ae Rin memeluk anak-anaknya.

“Ibu sudah melarang kalian mengikuti orang asing, bukan?jangan membuat ibu khawatir lagi” kata Ae Rin marah

“Pria itu bilang ibu sedang menangis” kata Joon Hee

“Kami mencemaskan ibu, jadi mengikutinya” lanjut Joon Soo

Ae Rin menghapus air matanya.

“Kapan ibu menangis? Dia jelas berbohong” Ae Rin pura pura tegar.

“Ada air mata Dimata ibu”

“Ini bukan air mata. Ibu kegerahan karena berlari kemari. ini keringat!”

“Memang mata bisa berkeringat?” Tanya Joon Soo polos

“Tentu saja. Ibu tidak pernah menangis. Jadi jangan ikuti orang asing lagi”

Si kembar mengangguk.

Polisi datang dan ketua tim kiss memberikan foto so penculik. Kim Bon yang ada disitu juga mengenali foto K.

***

Sambil melihat diagram nya Kim Bon bergumam, “pria itu muncul” lalu menempelkan foto Moon Sung So di diagram dengan keterangan “dibunuh”

“Tapi kenapa dia mendekati tetanggaku?” Lalu kembali menempelkan foto K yang sedang menculik sikembar.

” Aku harus mengawasi tetanggaku”.

***** Sistem Informasi King Castle*****

Ae Rin bekerja sebagai pengantar susu dan pegawai rumah makan.

Kim Bon datang kerumah makan, memesan kimbab vegetarian. Lalu ia memandang Ae Rin yang sedang bekerja

***

Yoo Ji Yoen melaporkan pada direktur Shim Woo Cheol jika mereka kehilangan jejak Terius.

Ji Yeon merasa aneh mengenai kemunculan Terius dipemakaman Moon Sung So setelah bersembunyi selama 3 tahun. Dia yakin jika ada rahasia dibalik kematian pak Moon. Ji Yoen akan mencari tau lebih lanjut tentang kematian pak Moon dan akan melacak lokasi Terius.

***

Kepala Kwon Young Sil datang dan disambut Ra Do Woo.

“Ada apa?” Kata kepala Kwon ketus

“Pasti sudah takdir kita berpapasan seperti ini. Karena kita sudah berpapasan, anda minum ini?” Kata Ra Do Woo sambil menyodorkan botol minuman.

“Terima kasih, aku sibuk, minggir” sambil menerima pemberian minuman

“Oh bukan yang ini. Yang ini saja lebih mahal, ada gingseng merahnya”

Ra Do Woo menukar minumannya.

“Baiklah, terima kasih. Minggir!”

Ternyata minuman itu hanya akal akalan Ra Do Woo untuk mendapatkan sidik jari Bu Kwon

Ra Do Woo ingin mencari dokumen rahasia tentang Terius.

Dia menemukan dokumen tentang operasi Candy yang dipimpin oleh kepala Kwon Young Sil, dengan Terius sebagai pelaksana.

“Choi Yeon Kyeong. Fisikawan nuklir dari Korea Utara?”

“Gagal melarikan diri, Candy tewas. Terius dicurigai sebagai mata-mata. Melarikan diri dari IS3.” Lanjutnya

***

Kepala Kwon menyarankan direktur Shim agar mengadakan operasi untuk menangkap Terius.

“Kita harus menangkapnya sebelum dia bersembunyi lagi. Dia membeberkan rahasia besar soal teknologi nuklir. Ada kemungkinan 99% dia mata-mata profesional. Selain itu, dia melarikan diri setelah melukai para koleganya saat sedang diintrogasi”

“Ada bukti yang menunjukkan dia membeberkan soal itu? Ada bukti yang menunjukkan dia sungguh mata-mata?” Bela Ji Yoen

“Lantas, dimana diska lepas yang seharusnya kita terima dari Choi Yeon Kyeong?”

“Yang tau itu Choi Yeon Kyeong sudah mati”

“Itu operasi rahasia antara Korut dan Korsel. Siapa yang melanggar perintah untuk mundur saat candy tewas?Kim Bon!”

“Aku mempercayai instingku, Terius sudah jelas mata-mata” lanjut kepala Kwon.

“Tolong jangan asal menuduh nya”

“Mungkin sekarang dia masih melakukan pekerjaan ilegal!”

“Mungkin dia hanya tidak bisa memberitahu yang sebenarnya!”

Direktur Shim menyentuh keningnya, “Memusingkan sekali”

***

Kim Bon memakai baju teknisi, dia memasang antivirus pada sistem komputer dikepolisian. Tapi itu hanya penyamaran karena Kim Bon membuka file kepolisian Rekaman Inspeksi Ruang Mesin 2018

“Aku hampir selesai, pekan lalu ada virus baru yang menyerang intranet, kami sedang memasang sistem keamanan tambahan.”

“Begitu ya?” Polisinya percaya.

“Kenapa tidak ada rekaman untuk 31 Agustus?”

“Sistem kami tiba-tiba mati saat itu. Jadi semua datanya hilang”

“Seseorang sudah mengurus nya lebih dahulu.” kata Kim Bon dalam hati.

***

Ae Rin membersihkan mobil suaminya. Ada Tar Margot sudah berjamur.

“Tumben sekali dia membeli sesuatu seperti ini” pikir Ae Rin heran.

“Ibu..” si kembar datang bersama Shim Eun Ha, ketua tim Kiss.

“Hei, kamu akhirnya bersih-bersih?”

“Ya, aku harus belajar lagi agar bisa mengemudikannya”

“Bagus, membesarkan 2 anak akan sangat merepotkan. Jika kau tidak bisa menyetir, pasti menyusahkan”

“Benar”

Joon Hee mengeluarkan stiker dari tasnya.Joon Soo dan temannya berebutan minta stiker.

Ae Rin meminta tolong pada Bu Shim Eun Ha untuk menitipkan si kembar sampai dia mendapatkan pengasuh. Karena dia akan melamar kerja lagi.

***

Jin Yong Tae memeriksa resume Go Ae Rin.

“Belakangan, wanita ini sibuk apa?”

“Dia bekerja paruh waktu dari fajar sampai siang lalu dia mengurus anak-anaknya. Dia masih menyebar resume nya kesana dan kemari”

“Kenapa harus dia?” Kata Yong Tae dalam hati

“Apa dia mencurigai sesuatu tentang kematian suaminya?”

“Tidak, untungnya suaminya memang mengidap aritmia. Dia pikir kematiannya wajar”

“Oke, kamu boleh pergi”

Dia menghela nafas, “Go Ae Rin”

***

Ae Rin membacakan buku cerita pada si kembar.

“Sekarang, ayo tidur”

“Bacakan kami yang ini” pinta Joon Hee

“Ayah jago sekali meniru babi” kata Joon Soo

“Benar”

“Aku merindukan ayah”

“Kapan ayah akan pulang dari perjalanan bisnisnya?”

“Ibu bilang ayah pergi jauh ketempat bernama surga. Jadi dia akan kembali dalam tiga tahun. Mengerti?” Kata Joon Hee menjelaskan pada saudaranya.

Ae Rin menahan tangisnya, tapi air matanya menetes.

“Astaga Joon Hee, ingatanmu bagus.” Kata Ae Rin

“Ibu, mata ibu berkeringat lagi” kata Joon Soo

“Tidak, ini bukan keringat. Ibu pasti sangat kelelahan. Sini, ibu bacakan yang ini”

Ae Rin kembali membacakan cerita sampai anak anak tertidur.

Ae Rin kembali menangis (Hiks.. hikss sedih sekali)

***

Keesokan harinyaAe Rin membersihkan rumah seperti biasa lalu mengecek lamaran pekerjaan di laptopnya. Tiba tiba hp berbunyi, ternyata dari J internasional, dia diterima kerja sebagai sekretaris.

***

“Kenapa anda tiba-tiba memberiku kesempatan lagi?” Tanya Ae Rin

“Ingin saja, aku tidak menemukan orang lain, jadi jangan terlalu terharu”

“Terharu?itu aneh” pikir Ae Rin

“Kenapa? Kamu kesal karena kutanya kamu terharu atau tidak?”

“Tentu saja tidak” Ae Rin tersenyum.

Yong Tae melempar Surat kontrak (sombong sekali), “Lihat apa itu cukup” katanya

Ae Rin terkejut karena dia mendapatkan gaji besar. Ae Rin senang sekali

“Akan ku buktikan aku pantas digaji sebesar ini. Aku akan bekerja keras sampai anda terharu”

“Oke, mulailah pekan depan”

“Terima kasih, sampai jumpa”.

***

Tetangga Ae Rin kembali membicarakan Ae Rin yang berhasil diterima kerja di J internasional.

“Banyak hal mencurigakan soal perusahaan itu”

“Kamu mulai lagi, jelas kamu itu. Ini kesempatan bagus untuknya jadi dia bisa berhenti kerja paruh waktu”

“Dia sudah menemukan pengasuh untuk anaknya?”

“Aku sudah menemukan pengasuh untuknya”kata Bu Shim

***

Ditaman bermain, pengasuh si kembar sibuk dengan hp nya, tanpa memperhatikan sikembar. kim bon mengawasi dari jauh.

Ia curiga kepada si pengasuh baru. Si pengasuh sibuk berkencan dan akan meninggalkan si kembar tanpa pengawasan.

Kim Bon menghalangi sang pengasuh pergi, bahkan merebut hpnya. Ia curiga kalau si pengasuh adalah komplotan penjahat. Ternyata bukan.

Kim bon minta maaf tapi sang pengasuh terlanjur tersinggung dan tidak mau lagi mengasuh si kembar. Kebetulan Ae Rin sudah pulang, ia membujuk si pengasuh tapi gagal.

Merasa bersalah, Kim bon menawarkan diri untuk menjaga anak-anak sampai Ae Rin mendapatkan pengasuh baru.

***

Bersambung episode 4

Sinopsis Terius Behind Me eps 2

Cha Jung Il pulang kerumah. Tampaknya ia kesal melihat rumahnya yang berantakan seperti kapal pecah. Ia seperti laki laki pada umumnya yang suka mengeluh tanpa tanpa melihat kondisi istri yang juga kerepotan mengurus rumah dan anak-anak. Itu membuat Ae Rin murka.

Akhirnya Ae Rin memutuskan untuk pergi dari rumah.

Ae Rin membawa koper dari lemari dan langsung pergi.

Ditengah jalan, ia berpapasan dengan Kim Bon, tanpa menyapa.

Ketika akan memasuki lift, Kim Bon melihat dompet Ae Rin yang terjatuh. Sepertinya itu lah kali pertama ia mengetahui nama Go Ae Rin.

***

Ditengah jalan, Ae Rin mengeluhkan betapa jauh rumah orang tuanya. Orang tuanya tinggal di pulau Jeju. Hujan pun turun, ia berteduh di halte bus. Ketika itulah ia menyadari dompetnya hilang. Oh ya handphone nya juga tidak bawa.

Dengan putus asa ia melewatkan bus. Ia mengecek kembali koper nya yang ternyata berisi mainan, bukan baju. (Wkwkwk ternyata ia salah mengambil koper)

Ditengah kebingungan nya, seorang pria memanggil nya. Dia ketakutan, jangan-jangan itu orang mesum.

Segera ia mengambil pistol dalam koper dan menodongkan itu didepan Kim Bon.

Ia menganggap Kim Bon adalah penguntit. Anehnya, Kim Bon menganggap Ae Rin adalah mata-mata. Ketika pelatuk pistol ditekan, secara otomatis Kim Bon menghindari sampai berguling guling ditanah.

Hahaha ternyata itu adalah pistol mainan

Kim Bon memberikan payung nya pada Ae Rin dan menyuruhnya kembali kerumah untuk mengambil koper yang benar. Bahkan Kim Bon membawakan koper Ae Rin sampai ke depan rumah.

“Sebaiknya kamu masuk”

“Aku akan masuk nanti, masuklah lebih dahulu”

“Baiklah”

Kim Bon masuk ke apartemen nya, tapi ia masih sangsi kalau Ae Rin akan masuk kerumah. Ia mengintip dari pintu. Ternyata benar, ia melihat Ae Rin mondar mandir gelisah. (Mungkin dia malu, balik kucing hahaha).

“Kenapa kamu tidak masuk?”

“Aku akan masuk”

“Kapan?”

“Sekarang”

Dengan berat hati akhirnya Ae Rin masuk juga

Kim Bon mengawasi nya sampai Ae Rin benar benar masuk rumah

Didalam rumah, Ae Rin melihat suaminya telah merapikan rumahnya. Ia pun tersentuh, ia membaringkan diri di sofa, tidur.

Esok harinya, ia terbangun karena anak-anaknya sudah berisik dan rumah kembali berantakan.

Diatas meja ia melihat amplop berisi surat yang didalamnya berisi uang.

Tertulis disitu, “Maaf soal kemarin. Belilah baju baru”

Ae Rin pun tersenyum bahagia.

***

Ae Rin di toko baju ditemani tetangga nya. Ia memilih milih baju tapi ketika ia melihat harganya yang mahal, ia mengurungkannya. Ia akhirnya membeli 2 baju yang lebih murah.

“Kamu memang istri yang baik. Kamu juga ibu yang baik”

“Aku tidak bisa membeli sesuatu diatas 50 dolar untuk diriku sendiri”

“Itu penyakit, kamu mengidap penyakit pembantu

“Bisakah kamu menyebutnya penyakit malaikat?”

“Tidak mungkin”

“Kamu akan berbaikan dengan memberikan hadiah?”

“Akan kumasukkan sup tuna kesukaan nya untuk makan malam selagi menunggu. Kami sudah bertahun-tahun bersama. Berbaikan bukan hal sulit.”

Merekapun pergi setelah menyelesaikan transaksi.

***

Moon Sung So bergegas keluar dari Meta Palace menuju tempat parkir. Ia akan mengadakan rapat darurat. Ia akan tiba dalam waktu 30 menit.

Ia memasuki mobilnya, ternyata sudah ada K menunggu disana. Ia dicekik dan disuntik obat sampai mati.

Disaat bersamaan Cha Jung Il memarkir mobilnya tepat disebelah mobil Moon Sung So yang sedang dicekik. Ia melihat langsung kejadian itu beserta wajah pembunuhnya. Ia ketakutan dan langsung melarikan diri.

K mengejar Cha Jung Il sampai ke lorong apartemen. Cha Jung Il dibunuh dengan cara sama seperti Moon Sung So, disuntik obat.

Satpam menemukan Cha Jung Il yang tergeletak, disaat yang bersamaan Ae Rin menelepon suaminya. Ia diberitahu kalau suaminya pingsan.

***

Dituangkan UGD Ae Rin menunggu dengan gelisah. tapi sayang, suaminya tidak bisa diselamatkan.

Ia menangis, tidak percaya bahwa suaminya sudah meninggal karena kemarin dia masih baik baik saja, bahkan mereka bertengkar dan bisa membentaknya.

***

Dituangkan J internasional, Jin Yong Tae mengatakan pada K bahwa CCTV di Meta Palace dan tempat parkir sudah dihapus.

“Bagaimana dengan kamera dasboard?” Tanya Yong Tae.

K menyerahkan memory card yang berasal dari dasboard mobil Moon Sung So.

“Kamu harus menghapus semua rekamannya, bukan?”

Yong Tae memberinya tiket pesawat.

“Ini untuk kepergiannya besok.”

“Ada masalah kecil. Cari tahu soal pengemudi mobil ini”

“Ada apa?”

“Aku membunuhnya”

***

Ae Rin bersedih, ia diberitahu dokter bahwa suaminya mati karena serangan jantung

***

Kim Bon sedang push up sambil mendengarkan berita kematian Moon Sung So di tv. Polisi menduga penyebab kematiannya adalah gagal jantung karena penyakit kronis.

Kim Bon mengecek kembali kartu tarot di laptopnya. Yang muncul adalah kartu death.

Kim Bon menyimpulkan bahwa memang target kematian ditujukan pada kepala keamanan nasional, Moon Sung So. Tapi kenapa?

***

Kantor BIN

Direktur Shim Woo Cheol meminum kopinya dengan tenang, sementara seorang wanita, Yoo Ji Yeon berteriak agar mereka menyelidiki kasusnya dengan seksama.

“Masalahmu adalah kamu terlalu berprasangka. Kamu tidak mempercayai hasil autopsi NISI dan memaksakan agar segalanya cocok dengan skenario mu. Kamu juga sangat berisik”

“Dia sangat menentang pembelian jet tempur Lucas Con. Dia dibenci banyak orang. Musuhnya banyak. Banyak orang yang akan senang dia sudah meninggal”

“Lantas kenapa?maksudmu mereka membunuh kepala keamanan nasional?”

“Itu sangat mungkin”

“Kamu pernah mendengar soal pisau Occam?belum pernah?”

“Aku tidak mau mendengarkan”

“Solusi logis paling sederhana biasanya benar. Pria itu sudah tua dan sayangnya terkena serangan jantung.”

Yoo Ji Yoen menghela nafas.

“Jika kamu punya bukti atau hal lain yang menunjukkan adanya bahaya, aku akan mempertimbangkan teorimu.”

“Sungguh?” Yoo Ji Yoen bersemangat.

***

Ketika keluar, Yoo Ji Yoen bertemu Kwon Young Sil.

“Agen Yoo”

“Halo, Bu Kwon”

“Halo, kamu membicarakan apa dengan Direktur?”

“Aku hanya mampir untuk menyapanya. Aku hanya menyampaikan salam tidak penting”

“Salam?” Tanyanya penuh keraguan

“Baiklah aku mengerti. Pergilah!”

“Aku permisi..”

Setelah agak jauh, Yoo Ji Yoen mengomel sendiri. “Dia menyebalkan sekali”

***

Yoo Ji Yoen masuk ruangan dan langsung membaringkan diri di sofa.

“Kenapa kamu berbohong kepada wanita menyebalkan itu?”

“Apa?”

“Kamu bukan menyampaikan salam tidak penting”

“Kamu menguping lagi?!” Tanya Ji Yoen marah. Dia langsung mengecek apakah ditubuhnya dipasang penyadap.

Ra Do Woo mendekati Ji Yoen, dekat banget. Lalu mengambil hp dari saku Ji Yoen. Sambil menunjukkan stiker yang pernah ia berikan . Ternyata didalam stiker terdapat penyadap.

Ji Yoen melepas stikernya dengan kesal.

Ternyata Ra Do Woo adalah penguji teknologi baru BIN.

“Tim teknologi mengirimkan ini. Tampaknya tidak ada gangguan. Ini juga tampak bagus”

Ra Do Woo memberikan komentar lumayan. Pada stiker itu.

***

Kim Bon memakai setelan jas dan kacamata.

Ia mencari dari hp nya dimana lokasi rumah duka. Gedung pemakaman rumah sakit Universitas Kuingin

***

Dirumah duka, Kim Bon minum sambil menguping pembicaraan pengunjung.

“Sikap terlalu jujur bisa membuat masalah. Hanya dia yang menentang pembelian jet perang G38”

“Benar sekali. Bayangkan betapa stress nya dia.”

“Dia pasti bermasalah dengan industri pertahanan” , kata Kim Bon dalam hati.

***

Ditaman bermain, para tetangga membicarakan Cha Jeong Il.

“Bukankah Jeong Il stress ditempat kerjanya?”

“Semua orang stress ditempat kerja. Bahan ibu rumah tangga juga stress”

“Dia mengidap aritmia”. Ayahnya juga wafat 2 tahun lalu karena serangan jantung”

“Astaga, itu berarti penyakit turunan”

“Sayang sekali. Usianya bahkan belum 40 tahun. Anak-anaknya masih kecil ”

“Kasihan sekali Ae Rin”

“Perusahaan asuransi tidak akan memberi banyak, bukan? Kenapa begitu?”

“Mereka membayar premi rendah karena berpikir dia akan berumur panjang”

“Kasihan sekali”

***

Kim Bon pergi dari ruangan duka Moon Sung So. Tapi dia berhenti sejenak karena dia mendengar suara Ae Rin menangis. Ternyata ruang duka Cha Joeng Il bersebelahan dengan ruang duka Moon Sung So. Dia merasa kasihan.

***

Ditaman, anak Kim Sang Ryoel minta ke toilet. Dia berpamitan pada si kembar.

“Aku akan menemani Seung Gimana buang air kecil disana. Tetaplah diayunan, jangan pergi kemana mana”

“Baik” jawab si kembar.

Rupanya K ada disitu, mengintai si kembar.

***

Gedung pemakaman rumah sakit Universitas Myeongin

Kwon Young Sil melihat Kim Bon ada disana.

“Terius” katanya dengan kaget.

“Kejar dia!”

***

“Sambungkan ke kamera CCTV digedung pemakaman rumah sakit universitas Myeongin” perintah nya pada Ra Do Woo

“Ada masalah apa?”

“Lakukan saja!”

Kwon Young Sil menyuruh Ra Do Woo untuk memperbesar rekaman CCTV. Lalu membandingkan pria yang kabur dengan profil Terius.

Hasil pelacakan memang adalah Kim Bon. Yoo Ji Yoen yang kebetulan ada disitu langsung kaget.

***

Kim Sang Ryoel pun kembali ke taman, tapi tidak menemukan si kembar. Dia panik. Lalu menghubungi Ae Rin.

***

bersambung episode 3

Sinopsis Terius Behind Me eps 1

Film diawali dari mimpi buruk Kim Bon (So Ji Sub), sepertinya ia tidak bisa tidur dengan nyenyak (pingin nemenin jadinya hehehe..). Ia terjaga dan mulai mengawasi daerah sekitarnya dengan teleskop.

***

Go Ae Rin, seorang wanita depan rumah Kim Bon dengan sepasang anak kembar, Joon Hee dan Joon So. Rumah berantakan dengan segala keribetan khas ibu rumah tangga.

Pagi itu Ae Rin sedang membongkar kantung belanja depan pintunya. Si kembar dengan jail nya menusuk pantat Ae Rin.. kaget sekaligus sakit, ia menabrak tetangga depan rumahnya, Kim Bon.

Sebagai permintaan maaf, Ae Rin memberikan yogurt pada Kim Bon, sayangnya yogurt nya bocor.

***

Setelah mengantar si kembar sekolah, Ae Rin bersiap-siap berangkat untuk melamar pekerjaan. Ia membuka ramalan zodiak hari ini dan berharap hari ini ia akan beruntung.

Disisi lain, Kim Bon juga melihat ramalan Zodiak Aries. Ia pergi tergesa-gesa seakan sesuatu menggelisahkan nya.

Didalam lift, ia bertemu lagi dengan Go Ae Rin.

“Hidungmu sudah tidak apa-apa?”. Kata Ae Rin membuka percakapan, tapi Kim Bon tampak malas beramah tamah. Ae Rin tampak cuek dan terus nyerocos.

“Kamu jarang keluar disiang hari, kamu mau pergi kemana sekarang?”

Kim Bon merasa gerak geriknya diawasi oleh Ae Rin.

Ae Rin juga menyarankan agar Kim Bon mampir ke Bojour Bakery, karena hari ini akan ada promo roti tawar gratis bagi 200 pelanggan pertama.

“Kamu hanya membeli roti tawar Khan?”

Kim Bon keheranan, bahkan tetangganya itu tau bahwa dia hanya makan roti tawar.

Sebelum pergi, Ae Rin memberi nya hadiah, yaitu permen sapi yang bertuliskan, ‘aku mengawasi mu’. Moooo…

******** Saksi. ********

Seorang pria membawa sebuah tas hitam mahal dengan wajah gelisah. Dia adalah Moon Sung So, seorang kepala kemananan nasional. Dia berjalan menuju loker di stasiun kereta. Sesaat melihat kode tas lalu membuka lokernya. Dalam loker itu ada tas berisi uang, ia menukar tas mahalnya dengan tas uang tersebut.

Dari kejauhan, seorang pria melaporkan kejadian itu pada atasan nya, Jin Yong Tae.

Jin Yong Tae sinis, menganggap Moon Sung So adalah seorang munafik karena mau menerima suap.

Ternyata Jin Yong Tae adalah CEO J internasional, suatu perusahaan dimana Ae Rin melamar kerja di sana.

Ae Rin penasaran kenapa sekretaris J internasional itu keluar.

“Aku memberinya undangan pernikahan ku”. Kata sang sekretaris.

Ooo, jadi sekretaris itu dipecat karena akan menikah.

Setelah membaca resume Ae Rin, Jin Yong Tae tampak kesal.

“Kamu sudah menikah?”

“Ya”

“Kamu juga punya 2anak?”

“Kembar usia 6 tahun”

“Hei Bu, kamu tidak baca persyaratan nya? Aku mencari orang yang belum menikah!”, Kata Yong Tae ketus

“Tapi disana tertulis mencari orang yang sudah menikah, banyak anak lebih baik”.

Yong Tae kaget lalu melihat ke arah Sekretaris nya. (Ha..ha.. ternyata si sekretaris sengaja ngerjain bos nya).

Dengan ketus, Yong Tae mengusir Ae Rin. Ae Rin tidak terima karena Yong Tae hanya menanyakan status nya tanpa melihat kompetensi nya.(Ae Rin neh pemberani banget he.he..) mereka pun adu mulut.

Merasa terpojok, “J internasional berkecimpung di bidang apa? Karena informasinya tidak ada di daring”

“Kami mengimpor tas, puas?!”

Ae Rin pergi dengan kecewa. Ketika keluar dari kantor, ia bertabrakan dengan Moon Sung So.

Moon Sung So masuk ke kantor J Internasional untuk mengembalikan tas berisi uang tersebut. Sepertinya Moon Sung So adalah seorang yang jujur dan berintegritas. Ia tidak mau menandatangani pembelian jet tempur model lama dengan harga yang tidak masuk akal.

Sebelum meninggalkan ruangan, Yong Tae mengingatkan, “Jaga kesehatan anda”

***

Seorang pria misterius (ganteenggg…) Memasuki menara Star, ia diberitahu agar menjalankan rencana B. Diatas gedung Kim Bon mengawasi kedatangan pria itu. (Pria misterius itu seorang pembunuh, inisialnya K).

Kim Bon mengikuti K hingga masuk ke menara Star, ia kehilangan jejak K namun ia melihat Ae Rin sedang menelepon ibunya.

“Jika datang ke Seoul, akan ku traktir minum mojito di menara Namsan”

Kata-kata Ae Rin mengingatkannya pada seorang wanita yang istimewa dihatinya. Saat itu ia berjanji akan mentraktir Mojito dimenara Namsan.

***

Didalam ruangan, Yong Tae memberikan sebuah peralatan (sepertinya alat untuk pembunuhan) pada K.

***

Di Bonjour Bakery, para tetangga Ae Rin sudah ada disana, menikmati kopi dan membicarakan tentang Ae Rin, bagaimana Ae Rin merawat keluarga nya dengan baik. Ia berhemat dan melakukan semuanya sendirian.

Tak lama kemudian Ae Rin datang membawa si kembar. Ketika asik mengobrol, si kembar berulah. Mereka mencabuti hiasan kue-kue yang ada disitu (oh no..!). Terpaksa Ae Rin harus membeli semuanya (Haha..)

***

Suami Ae Rin, Cha Jung Il, menerima laporan penggunaan kartu kredit, dia marah karena Ae Rin seperti orang kerasukan yang tidak pernah makan roti, hingga ia harus membeli roti sebanyak itu.

Cha Jung Il dimarahi oleh bosnya. Bosnya ingin agar Cha Jung Il lebih pro aktif kepada penulis.

“Dia (penulis) tinggal di Meta Palace, bukan?”

“Iya.”

“Ada toko tar enak didekat sana. Belikan dia itu. Jika kamu tidak menerbitkan buku bagus kali ini. Pekerjaan mu akan menjadi taruhan. Paham?”

***

Dirumah, si kembar sedang menikmati kue nya.

“Enak kah?”

Si kembar mengangguk, Ae Rin kembali menaruh kue dipiting Joon So.

“Nanti, kita makan malam apa?”

“Kamu sedang memakannya. Kue.”

“Kalau sarapan?”

“Kue”

“Lalu, makan malam besok?”

“Tentu saja kue lagi. Ini..ini..ini.. sampai habis!” (Wkwkwk ngakak liat adegan ini. Saya suka cara Ae Rin mendidik anak-anak nya)

***

Di apartemen, Kim Bon memandangi sebuah diagram informasi tentang orang orang yang berkaitan dalam suatu kejahatan. Dia ingat, setiap kali kartu pesulap muncul setelah Aries, maka seseorang akan tewas. Tapi kali ini, siapa target nya?

***

Bersambung episode 2