Tiga tahun lalu di Polandia

Choi Yeon Kyeong berada di sebuah gedung bersama penonton lain yang sedang menikmati alunan piano. Dia melihat ke arah Kim bon. Kim bon mengangguk memberi kode. Choi Yeon Kyeong berdiri meninggalkan gedung diikuti seorang pria bule.
Kim bon naik bus, ia juga naik bus diikuti pria yang juga ikut naik bus.

Choi Yeon Kyeong menaruh sebuah flashdisk disaku jas Kim bon.
“Ini fail terakhir.”
“Bagus, ini adalah hari -H. Selalu tempuh rute yang sama. Agen kita ditempatkan di toko roti yang merupakan pemberhentian terakhir mu. Selagi mereka menghapus jejakmu, keluarlah melalui pintu belakang dan masuklah ke mobil yang disiapkan untukmu. Kamu harus bergerak dalam 10detik.” Kim bon memberi instruksi
“Aku agak takut”
“Jangan khawatir. Aku akan terus mengawasi mu.” Kim bon berusaha menenangkan
“Ketika aku di Seoul, traktir aku Mojito di menara Namsan.”
“Nantikan saja.”

Choi Yeon Kyeong turun dari bus, si pria tetap mengikuti nya. Kim bon mengawasi dari jauh.
“Candy mendekati gang.” Kata Kim bon memberi kode pada agen lain. Disitu sudah bersiap para agen yang menyamar.
Mereka menghalangi si pria penguntit. Si penguntit kehilangan jejak. Choi Yeon Kyeong berhasil kabur lewat pintu belakang.
Kim bon sudah bersiap dibelakang gedung. Choi Yeon Kyeong datang . Tapi ternyata seorang sniper menembak candy tepat didepan mata Kim bon. Choi Yeon Kyeong tewas.

Melihat ada yang tidak beres kepala Kwon menyuruh semua mundur. Tapi Kim bon tetap disitu menangisi kematian Choi Yeon Kyeong.
“Terius, apa yang kamu lakukan. Mundur sekarang juga.” Perintah kepala Kwon. Terius membelot.

Dia mengejar K. K berhasil dikalahkan, tapi tiba tiba seseorang menembak Terius. (Siapa neh?). Terius terjatuh dan tidak sadarkan diri.

***
Kim bon bangun dari mimpi buruknya.
Setiap orang dan setiap tempat memiliki rahasia.
***
“Tidak!!! Bagaimana ini?” Ae Rin histeris melihat tas mahal itu berlumuran jus.
Melihat ibunya panik, mereka minta maaf dan menangis. (Kalo saya jadi Ae Rin saya juga akan menangis. Bukan karena lebih sayang tas daripada anak, masalahnya gak ada uang buat gantiin)
“Kenapa kalian melakukan ini? Kenapa kalian membuat kekacauan?” Kata Ae Rin marah.
Rahasia kadang terungkap untuk alasan yang tidak terduga. Karena kesalahan tetanggaku yang berisik, pada puncaknya, rahasia besar akan terungkap.
***Informasi rahasia***
Jin Yong Tae mengetuk pintu rumah Ae Rin. Karena tidak ada yang membukakan pintu dia pulang. Di lift dia berpapasan dengan Kim bon.
“Siapa kamu?” Tanya Kim bon curiga
“Kamu sendiri siapa?”
“Aku yang pertama bertanya.”
“Kamu tinggal di 803?”
“Ya”
“Aku ada urusan dengan penghuni 804.”
“Urusan apa itu?”
“Kenapa aku harus memberitahumu?”
“Aku bekerja untuk tetanggaku.” Kim bon beralasan.
“Kamu bekerja untuknya? Kamu asisten rumah tangganya?”
“Aku pengasuh nya.”
“Dia suami palsu yang mengawasi anak-anaknya.” Pikir Yong Tae.
“Apa hubunganmu dengan wanita dari unit 804?”
“Aku melihatnya tiap hari. Tunggu, kamu bisa salah paham. Aku wakil dari perusahaan tempat dia bekerja. Aku hanya datang untuk membawakan ini (ponsel), tapi tidak ada orang dirumah.”
“Itu tidak mungkin.”
Kim bon memencet bel unit 805, tapi memang tidak ada orang dirumah.
“Berikan padaku. Akan kuberikan padanya” Desak Kim bon
“Tidak, terima kasih”
Kim bon memencet tombol lift dan menyuruh Yong Tae pergi.
Akhirnya ponsel Ae Rin diberikan pada Kim bon.
“Haruskah tetangga yang bukan suaminya ikut campur? Lucu ya?” Kata Yong Tae sinis.
“Selamat tinggal.” Yong Tae masuk lift
“Kenapa dia begitu lalai?” Gerutu Kim bon saat melihat ponsel Ae Rin.
“Kemana dia pergi larut malam begini?” (Cemas neh yeee..)
***
Ae Rin tampak repot membopong ke dua anaknya dan tas mahal itu.
Kim bon ada disitu (alasannya sih buang sampah daur ulang, padahal sih nungguin Ae Rin pulang).
Dia membantu menggendong Joon Hee.
Kim bon menyerahkan ponsel Ae Rin.
“Kenapa bisa ada padamu?”
“Perwakilan mu kemari, ”
“CEO ku? Jadi dia..dia datang kemari?” Ae Rin tergagap.
“CEO datang kerumah pegy untuk mengantar ponsel. Aku merasa aneh.”kata Kim bon cemburu.
Ae Rin lemas
“Ada apa?” Tanya Kim bon panik.
“Tidak, aku melakukan kesalahan besar.”
“Apa yang terjadi hingga kamu begitu panik?”
“Tidak, aku tidak apa apa. Pulang lah.”
Kim bon menyerahkan Joon Hee pada Ae Rin.
***
“Astaga!! Apa yang kamu lakukan pada tas cantik dan elegan ini?” Kata Bu Shim kaget.
“Harganya 100.000 dolar”
“Apa?!”
“Eun Ha, apa tas semahal itu benar-benar ada?”
“Tentu saja. Ada yang lebih mahal tapi tidak banyak dijual.”
“Meski aku menabung seribu dolar perbulan, akan butuh 8tahun 4 bulan untuk menabung sebanyak itu. Pada saat aku melunasi ini, si kembar sudah SMP.” Ae Rin panik.
“Aku sangat takut sehingga tidak tahu harus bilang apa pada bosku”
“Tidak ada label?” Tanya Bu Shim
“Aku ahli tas tangan tapi belum pernah melihat ini.” Lanjutnya
“Bosku mengatakan, pengrajin ahli Italia terkenal membuatnya dengan tangan.”
“Sungguh? Kalau begitu, aku akan melihat nya lagi.”
“Terlihat bagus, meskipun begitu tidak ada yang tahu asalnya dan harganya 100.000 dolar?!” Katanya lalu mengecek dalam tas. Ada kode labelnya. Ae Rin memfotonya.
“Itu hanya angka yang panjang”
“Kamu tau ini diimpor dari mana?”
“Ya, aku mengambil foto kotak pembungkus nya. Tunggu.”
“Ini dia, ini dari Milan, via Pietro Verri?”
“Baiklah, kirim itu keponselku. Teman kampus ku mengimpor tas dari daerah itu. Akan kutanyakan” kata Bu Shim
“Terima kasih banyak”
“Bagaimana kamu akan menjelaskan ini pada atasanmu?”
Ae Rin putus asa…
***
Yong Tae kaget melihat tas mahalnya kotor. (Ekspresi nya lucu hahaha)
“Bu Go, apa yang terjadi?”
“Maafkan aku.”
“Apa kamu sudah gila? Kau tau berapa harganya?!”
“Aku sangat menyesal pak. Aku akan mengganti tasnya.”
“Mengganti? Waktuku hanya 5hari.”
“Aku paham kalau anda marah. Jika anda memberitahu aku harga tas itu, akan aku bayar meski butuh bertahun tahun. Aku pasti akan membayar..”
“Diam! Tutup mulutmu. Kamu membuatku kesal.”
(Ae Rin.. Ae Rin.. dia tidak mengerti. Bukan masalah harga tas nya.. tapi rahasia dibalik tas itu)
“Keluar! Jangan mendekati ku hari ini, paham?”
“Ya” lalu ia pergi.
Yong Tae menelepon seseorang.
“Ini darurat. Buat tas yang kamu buat terakhir kali dengan nomor seri yang sama. Aku akan datang membawa tasnya sendiri.”
***

Ae Rin sedang bercakap cakap dengan seseorang.
“Seberapa mendesaknya itu?”
“Lebih cepat lebih baik.”
“Kita bisa saja segera menjualnya. Masalahnya, kamu mengalami kerugian.”
“Berapa harga pasar untuk penjualan darurat?”
“Tunggu biar kulihat. Kamu harus menurunkan harganya 30.000 dolar.”
“Sebanyak 30.000 dolar?” Ae Rin tidak percaya rumahnya akan dihargai cuma segitu
Ae Rin pergi dengan kecewa. Ia bertemu Kim bon dijalan.
“Bon?”
“Sedang apa kamu disini pada jam kerja?”
“Apa kamu kekantor mereka?apa kamu akan menjual rumahmu?”
Mereka ngobrol di kafe
“Harga apartemen saat ini 500.000 dolar. Sebagai penjualan darurat, harganya 470.000 dolar. Uang 250.000 dolarnya adalah pinjaman. Uang yang akan kuterima setelah menjual rumah adalah 220.000 dolar.”
“Begitu membayar 100.000 dolar untuk tas itu, sisa 120.000 dolar.” Kata Kim bon melanjutkan
“Joon Soo dan Joon hee menyukai lingkungan ini. Mereka ingin tinggal disini selamanya. Sekarang tidak mungkin. Apartemen itu sangat berharga sebab itu rumah pertama atas namaku. Sudah berakhir sekarang.”
“Ah, saat dia menawarkan gaji besar, seharusnya aku tidak serakah. Maka ini tidak akan terjadi.” Sesalnya
“Apa nama perusahaan nya?”
“Namanya J internasional. Itu bukan perusahaan terkenal.”
“J internasional?” Kim bon teringat sesuatu
“Apakah lokasinya di star tower?”
“Bagaimana kamu tahu?”
“Kenapa ada di star tower?” Pikirnya.
***
Pusat Sejong

Yoo Ji Yoen sedang menunggu Kim bon. Mereka pergi ke tempat penyamaran, king’s bag.
“King’s bag?”
“Itu nama kode operasi. Ayo!”
***
“Aku butuh informasi tentang saksi nya.” Tanya Yoo Ji Yoen
“Saksi nya meninggal.”
“Apa?kapan?dimana? Astaga! Habislah aku! Aku bilang kepada direktur Shim akan segera mendapatkan saksi.” Katanya frustrasi.
“Kamu memberi tahu BIN tentang saksinya?”
“Tentu saja. Begitulah cara aku mendapatkan ijin untuk operasi ini.”
“Yoo Ji Yoen!”
“Jangan khawatir, aku tidak menyebutkan apapun tentang kamu. Astaga apa yang harus aku lakukan?” Katanya bingung.
Kim bon memberi kan foto K.
“Siapa ini?”
“Sang pesulap. Dia ahli dalam pembunuhan. Dia menyingkirkan moon Sung So. Selain itu, dialah yang membunuh candy”
“Kamu bersembunyi dan menyelidiki insiden 3 tahun lalu?”
“Dia akan menuntun mu ke orang yang sedang kamu cari. Jadi, mari berbagi informasi. Kutekankan sekali lagi. Jangan beritahu BIN. Aku tidak mempercayai mereka.”
“Aku mengerti”
“Cari tahu juga tentang J internasional. Lokasinya dilantai 29 star tower. Mereka mengimpor tas”
“Perusahaan itu berkaitan dengan kasus ini?”
“Tidak, ini untuk masalah pribadi.”
“Masalah pribadi? Apa karena wanita bernama Ar Rin itu?”
Kim bon memegang memang tas hitam yang tergantung.
“Itu bukan untuk dijual!!”
***
Ra do woo datang, ia melihat Terius didalam toko

***

“Aku tau anak anak itu akan menyebabkan masalah.” Kata mama yu Ra
“Hibur dia, jangan memarahinya.” Kata sang Ryoel sabar.
“Dengar, aku akan mengirim foto tas. Cari tahu tentang merk nya. Aku tidak tau apakah ini labelnya, tapi cari tahu juga tentang itu.”
Semua bergerak menggunakan jaringan sosial nya untuk mencari tau tentang tas mahal itu.
“Tidak bisakah Ae Rin bertanya pada perusahaan nya tentang tas itu?” Tanya sang Ryoel
“Bosku tidak memberitahuku”
“Tidak bisakah kamu mencari tahu?”
“Ini yang aneh, ada ruangan yang katanya tidak boleh aku masuki.”
“Oh, mungkin ada petunjuk disana”
“Masuk saja diam diam.”
“Astaga aku tidak bisa melakukan itu.”
“Kamu mungkin harus menjual rumah dan kehilangan setengah uang mu. Agar ganti ruginya lebih sedikit, kamu tidak punya pilihan.”
***
“Terima kasih atas tumpangannya.” Kata Ae Rin pada mama Yu Ra.
“Kebetulan aku punya janji di kafe ini.”
Ae Rin melihat Yong Tae di lobi
“Kenapa dia ada disini?”
“Siapa? Bosmu? Dimana dia?” Tanya mama yu Ra kepo.
“Aku pergi dulu, terima kasih.”
Ae Rin terburu buru
“Kenapa anda disini?” Tanya Ae Rin
“Pesan tiket pesawat ke Milan untuk besok, kursi kelas satu.”
“Baiklah.”
“Kamu hanya pandai merespon.”
Dari kejauhan mama Yu Ra memperhatikan wajah Yong Tae.

“Dia menjalani operasi dikedua sisi matanya. Ada prostetik hidung dan dahinya, dia menurunkan telinganya, dia menatoe alisnya dan mengubah tulang wajahnya. Dia juga memakai botoks dan filler. Alis 1.000 dolar, operasi mata 1.500 dolar,.. berapa semuanya? Hasilnya sangat bagus, haruskah aku bertanya dimana dia melakukannya?” (Kepo banget Khan si mama Yu Ra)

“Anda akan kembali setelah bekerja?”
“Sementara ini tunggu saja.”
“Baik.”
Yong Tae pergi, mama Yu Ra ngumpet.
“Wajahnya aneh, aku bisa tahu wajah aslinya sudah tampan. Kenapa dia begitu banyak menjalani operasi?”
***
Setelah menaruh berkas, Ae Rin mencoba membuka ruangan rahasia tertutup itu. Tapi kode nya 10 digit. Jika dia mencoba cobanya. Itu terlalu banyak angka. Aha! Dia punya ide.

***























































