Trinity Collage , Dublin.
Seorang wanita sedang membaca puisi dengan mengagumkan. Semua audience terpana.
Profesor lalu membahas puisi yang telah dibacakan. Lalu kelas usai.
Rupanya sang profesor menjalin hubungan dengan mahasiswi nya. Mereka uhuk uhuk…
“Sudah berapa lama kita bersama?”
“Entahlah, hampir setahun.”
“13 bulan. Dan tidak ada yang tahu.”
“Apa kau mencintaiku, Samuel? Jika kau mencintaiku, kau tidak perlu bersembunyi dari semua orang.”
“Seluruh universitas akan bergosip tentang kita. Apa itu yang kau mau?”
“Aku tidak mau ini berakhir.”
“Aku juga tidak.” Mereka lalu kembali berciuman.
“Kalau begitu, kau harus berjanji padaku, kau akan mencintaiku selamanya.”
“Aku janji akan mencintai mu selamanya.”
***
Samuel menyiapkan sarapan, kekasih nya mandi tapi tak kunjung keluar. Ketika ia masuk kekamar mandi, ia menemukan Beatrice sedang dibathub bersimbah darah.
“Tidaakkk….!!!”

*** Muse ***
Hujan petir,
Seorang wanita tergesa gesa menutup pintu. Tiba tiba muncul beberapa orang bertudung, menggorok lehernya.
Ternyata itu hanya mimpi Samuel. Ia selalu bermimpi buruk.
Ia lalu membuang minuman kerasnya.
***
Samuel konsultasi dengan rekannya, Suzan. mengenai mimpi buruknya.
“Berapa lama kau mengalami nya?”
“Setiap malam, selama 3minggu terakhir.”
“Apa kau pernah berbicara ini pada orang lain?”
“Aku ikut bimbingan, tapi kurasa tidak cocok.”
“Pernah terpikirkan olehnya kalau mimpi ini ada hubungannya dengan apa yang terjadi?”
“Wanita dalam mimpi ku tidak mirip Beatrice.”
“Mungkin pikiranmu, mencoba untuk mengeluarkan rasa sakit dalam dirimu.”
“Itu tidak ada hubungannya.”
Suzan lalu menyarankannya agar menuliskan mimpi buruknya itu. Ia bahkan memberi kado sebuah pena.
***
Setelah sampai rumah, Suzan meneleponnya. Ia menyuruh Samuel agar melihat berita di TV.
Samuel kaget, ada berita pembunuhan yang persis dengan mimpinya.
***
“Dia dibunuh beberapa hari yang lalu, dan tampaknya wanita pembersih menemukan dia saat pagi hari. Dia adalah seorang wanita Italia, namanya Lidia Garetti. Dia wanita yang aku lihat dalam mimpiku, aku yakin!” Kata Samuel sambil menunjukkan kumpulan artikel yang ia temukan.
“Samuel, kau tau betapa luar biasanya ini? Kau memimpikan sesuatu sebelum itu terjadi. Itu disebut mimpi masa depan.”
“Tapi kenapa aku? Aku bahkan tidak mengenal wanita ini.”
“Aku tidak tahu, tapi pasti ada penjelasannya. Kita akan cari tahu.” Kata Suzan meyakinkan.
***
Samuel datang ke TKP,
Ia masuk ke gedung itu lewat pintu bawah tanah yang tidak terkunci.
Rumah itu sangat berantakan. Tempat itu persis seperti dimimpinya. Bahkan foto di dalam mimpinya itu juga sama.
Oh, ia tak sengaja merusak bingkai foto itu. Tapi ternyata, ada foto lain terselip didalamnya. Ia lalu menyimpan foto itu dalam jaket nya.
Tiba tiba ada seorang lain yang juga disitu, ia mengejarnya. Seorang wanita.
“Kumohon jangan sakiti aku!” Kata si wanita ketakutan.
“Aku tidak akan menyakiti mu, sedang apa kau disini?”
“Apa kau seorang polisi?”
“Tidak, aku… Siapa kau? Apa yang kau curi?”
“Tidak, aku melihat apa yang terjadi pada wanita itu di TV.”
“Apa kau mengenalnya?”
“Tidak… Lalu bagaimana denganmu, katamu kau bukan polisi. Apa kau memimpikan itu juga?”
(😱 Ternyata ada orang lain lagi yang bermimpi sama… Udah janjian kali🙄)
***
Mereka berdua menggabungkan mimpi mereka,
“Ada sebuah pintu disitu!”
Mereka lalu membongkar wallpaper, memang ada sebuah pintu.
Mereka memasuki ruangan itu,
“Sial, batere nya habis.”
“Aku punya pemantik.” Kata Rachel.
Dalam ruangan itu ada sebuah aquarium.
“Kenapa ada aquarium disini?”
“Entahlah, tapi ada sesuatu disana.”
Samuel lalu mengambil benda itu dari dalam aquarium. Benda itu mirip telor tapi bahan logam dan ada tulisannya, tulisan kuno.
Samuel merapal tulisan itu.
“Itu Dante.”
“Siapapun yang membunuhnya, pasti mencari ini.” Kata Samuel.
“Tapi mereka ingin kita yang menemukan ini, coba pikirkan, kita memiliki mimpi yang sama!”
Samuel melihat keluar jendela, polisi sudah berdatangan. Mereka langsung kabur.
***
Di sebuah pub, Rachel menari striptis. Ia muak dengan pekerjaan ini.
Rachel pulang kerumahnya, anak laki lakinya ketiduran di sofa karena menunggunya pulang.

Ia kembali memandangi telor logam itu, anaknya tiba tiba datang mendekati nya.
Rachel berjanji pada putranya bahwa besok adalah hari terakhir nya bekerja malam.
***
Samuel mencari informasi tentang orang yang ada didalam foto.
“Cincin putih itu semacam lingkaran percobaan yang sering dibuat. Tampaknya tidak perlu dianggap serius.” Kata Suzan
Suzan lalu menjelaskan teorinya tentang para Muse.
“Nomor 1, Dia yang mengundang.
Nomor 2, Dia yang memanggil
Nomor 3, Dia yang berbohong
Nomor 4, Dia yang menghukum
Nomor 5, Dia yang memberitahu.
Nomor 6, Dia yang bergairah.
Nomor 7, Dia yang bersembunyi.
… Ada tujuh wanita.
Temanmu yang membawa cincin itu membawa subyeknya terlalu jauh.”
Suzan lalu bercerita, orang orang yang ada dalam foto, semuanya mati dengan mengerikan.

Mereka adalah orang orang menuliskan buku tentang inspirasi puisi.
***
Rachel mendatangi pria sangar, ia mau membayar utang, setelah itu ia tidak mau bekerja lagi.
Tapi pria itu malah memukulinya. Ia tidak mau Rachel berhenti kerja.
***
Samuel mendapatkan sebuah artikel berita bahwa prof.Herbert Rauschen hilang dalam kecelakaan kapal. (Prof Rauschen adalah salah satu penulis buku itu)
“Ada seorang Dunkwin di Country Kerry.” Kata Suzan
“Apa kamu masih bisa mengakses database universitas?”
“Mereka semua sudah mati Sam.”
“Ya, tapi lihat sendiri. Mereka tidak pernah menemukan mayatnya.”
Samuel yakin, bahwa profesor itu tidak mati, hanya bersembunyi.
***

Seorang gadis tiba tiba muncul dirumah Samuel.
“Siapa kamu? Bagaimana kau bisa masuk? Segera keluar atau aku panggil polisi.”
“Aku bisa melakukan hal yang luar biasa, kami mau kamu pergi. Yang kamu temukan di aquarium, itu adalah milik kami. Kamu mengambilnya, kau harus mengembalikannya! Itu aturannya!” Kata gadis misterius sambil melemparkan anjing Samuel yang sudah mati
Tiba tiba Samuel merasa tercekik, tangannya tersayat.
“Besok, sebelum tengah malam, 25 mil ke utara. Nikmati neraka. Sampai jumpa lagi.”
Gadis misterius itu menghilang.
Suzan datang, ia menyampaikan dugaan Samuel benar, profesor itu memang menghilang. Ia juga membawakan alamat terakhir yang dikunjungi sebelum menghilang, di Dunkwin.
***
Rachel mencuri paspor nya yang disembunyikan pria sangar.
***
Samuel menuju Dunkwin.
“Selamat pagi, namaku Samuel Solomon, aku dari universitas. Aku berharap untuk bicara dengan profesor Rauschen.”
“Profesor sudah meninggal.” Kata perawat.
“Aku tahu, katakan padanya ini mengenai cincin putih.”
Pintu tertutup.

Profesor Rauschen akhirnya mau menemuinya.
“Bagaimana kamu menemukan aku?” Tanya profesor
Samuel memberikan fotonya, “Aku menemukan ini.”
“Apa yang kamu inginkan?”
“Aku mau, kau mengatakan padaku, apa yang kamu tahu mengenai cincin putih itu. Bangkai kapal itu, kau bersembunyi dari apa?”
Profesor mengatakan bahwa, Lidia adalah wanita yang meramal. Ia memutar suara wanita itu, “Bulan depan akan terjadi, Aku tidak akan pernah, tidak dekat ataupun jauh. Aku tidak bisa menyalahkanmu.”
Tiba tiba ikan mati langsung bergerak hidup.
“Itu yang mereka lakukan, Muse bermain dengan kata kata. Mereka menggunakan puisi untuk masuk kedunia kita. Bait ini tampak seindah karya Dante yang lain. Tapi itu adalah jebakan…”
Profesor lalu menunjukkan tato di lengan yang, “ini kelihatan tidak berbahaya, tapi ini membunuh semua yang aku cintai. Berikan yang mereka inginkan secepat mungkin.”
“Aku tidak memiliki apa yang mereka inginkan.” Samuel bingung.
“Kalau begitu, lari!”
***
Sam ingat, ia memiliki pemantik yang digunakan wanita itu. Di kemasannya, ada gambar denah sebuah pub.
Ia bertanya pada salah seorang wanita disana, akhirnya ia berhasil mendapatkan alamat Rachel.
***

Rachel bersiap siap kabur, ia mengemasi barang barangnya.
Pria sangar datang, ia memukuli Rachel yang tidak mau lagi bekerja di pub.
Rachel berhasil membela diri, ia menusuk pria itu tepat dilehernya. Pria itu mati.
Samuel datang, melihat keadaan rumah yang kacau.
“Dia mencoba membunuhku, tolong kami.”
***
Rachel dan anaknya dibawa Samuel ke hotel.
“Apa kamu polisi?” Tanya anak Rachel
“Tidak. Menurutmu aku mirip polisi?”
Rachel menguping pembicaraan anaknya dengan Samuel, ia terharu.
***
Rachel memberikan telornya. Ia juga mengucapkan terima kasih karena tidak melaporkannya kepada polisi.
“Kenapa itu begitu penting?”
“Mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan ini. Aku harus mengembalikan ini.”
“Kau akan kembali Khan?”
“Tetap disini, dan jangan buka pintu untuk siapapun.”
***
Bersambung part 2