Sinopsis Charlotte part 2

Pria botak itu masuk, “Maaf aku terlambat… Bayi itu bukan milikmu, itu benar… Ayo lanjutkan! Kau takut menyakiti perasaannya?”

Kata pria botak itu mengintimidasi Ben.

Ben diam saja.

Pria botak melanjutkan,”Baik aku akan menceritakannya. Memang ada bayi, tapi dia bukan milikmu. Dia sebenarnya bayi yang dicuri. Kami menculiknya dari keluarga nya. Dan kamulah yang bekerja membantu kami, dimanapun dan kapanpun.”

“Hentikan!” Kata Ben

“Siapa pria ini, apa yang dia bicarakan?” Tanya Renae tak mengerti.

“Dia adalah seorang teman, kita berhutang uang padanya… Kamu kehilangan pekerjaan ditempat penitipan anak, dimana dia biasa membawa putrinya. Jadi kita membuat sebuah rencana…”

Flashback:

Renae dan Ben, menaruh kaleng kaleng bekas pada sebuah mobil. Mereka memakai topeng hitam.

Rencananya adalah mencuri bayi, lalu mendapatkan uangnya.

Si wanita pemilik mobil turun, untuk melihat apa yang terjadi. Ia melihat kaleng tergantung dimobilnya.

Selagu lengah, Renaek dalam mobil, lalu segera mengendarainya. Mengambil mobil dan bayinya.

Bahkan, Renae tidak sengaja menabarak wanita itu.

***

“Itu hanya sebuah kecelakaan.” Kata Ben

“Kamu berbohong!” Renae tak percaya.

“Kita menukar mobil, beberapa blok dijalan. Kamu masuk mobilmu, aku masuk mobilnya… Saat aku sampai rumah, kau tidak disana. Beberapa jam kemudian, rumah sakit menelepon.”

“Bagaimana aku tahu, kalau kalian sengaja membuatku terlibat?”

“Tidak sayang, kau terlibat.” Kata pria botak

“Apa yang terjadi dengannya?” Tanya Renae

“Menurut mu apa yang terjadi? Flu? Tentu saja dia mati.”

“Maksudku, Molly?”

“Namanya bukan Molly, aku hanya memanggil nya seperti itu. Dia baik baik saja. Dia bersama ayahnya sekarang.”

“Jadi apa rencana nya sekarang?”

“Kami membutuhkan mu, untuk berada di kapal kami… Kita punya uang, semua terkendali.”

“Terkendali? Kita sudah membunuh orang.”

“Kami? Bukan, itu kamu!” Kata pria botak menegaskan.

“Wanita itu melompat ke mobil Renae, ia tidak punya pilihan.” Kata Ben membela.

“Aku sakit kepala, bisakah aku kekamar mandi untuk sekedar cuci muka?” Renae beralasan.

“Baik.”

***

Ben menyadari teleponnya tidak pada tempatnya, ia segera mendobrak pintu kamar mandi.

“Apa yang kau lakukan? Kau ingin memasukkan kita semua dalam penjara?” Ben kesal lalu menenggelamkan kepala Renae dalam bathtub. Sampai mati.

Ben lalu menangis.

Flashback:

Saat kecelakaan itu, Renae memang sengaja menabrakkan diri.

***

End

Sinopsis Charlotte part 1

Sebuah kecelakaan mobil, menabarak pohon besar.

*** Charlotte ***

“Namaku Renae, Aku seorang ibu, dan aku baru mulai mencintai putriku. “

Renae bermain ci luk ba dengan putrinya.

Suaminya mengajaknya ke suatu tempat.

“Selamat datang dirumah!”

Kata pria itu lalu mengajaknya masuk rumah.

Seorang gadis yang menunggui bayi, “Molly sedang tidur dikamar.”

Gadis itu dibayar lalu pergi.

Suaminya menggendong Molly dengan penuh kasih sayang.

Tapi Renae tampak asing dengan bayinya.

***

Sepasang suami istri Gardner, sedang konsultasi biaya kesehatan ayahnya. Obat tidak termasuk asuransi. Lagipula, pengobatan apapun belum tentu berhasil.

***

Renae makan malam bersama suaminya.

Ketika suaminya sedang melihat molly, ia bermain dengan ikan di wastafel.

“Kenapa ada ikan mata satu disini.”

Suaminya tertawa, “itu ikanmu! Dulu ada tangkinya, tapi pecah saat kecelakaan, jadi aku taruh disitu. Ayo kita lanjutkan makan!”

“Aku tidak lapar, aku ingin istirahat.”

“Baiklah, Sikat gigimu sebelah sini.”

***

“Cincin kawinmu, Ku taruh disini, kamu dapat mengembalikan nya, kapanpun kamu siap.” Kata Suaminya.

Renae merasa canggung dengan suaminya, ia tidak mau tidur bersama. Suaminya tidur diluar.

***

Pasangan Gardner memakai tabungannya untuk pengobatan. Istrinya cemas, “Aku hamil lagi.”

Suaminya tampak tidak senang.

***

Pagi hari,

Suami Renae sudah membuat sarapan untuk molly tapi ia harus berangkat kerja sekarang, ia meminta agar Renae menyuapi bayi mereka.

***

Renae menyuapi Molly, ia juga menggendong Molly yang menangis.

Renae melihat lihat laci, ada sebuah box berisi beberapa benda dan foto.

Ia juga melihat lihat fotonya dengan suaminya.

***

Suaminya pulang, “Apa Molly sudah tidur?”

“Iya, kenapa tidak ada foto Molly?”

“Semua ada di ponselmu, dan itu pecah saat kecelakaan.”

“Bagaimana dengan orang tuaku, apa mereka hidup?”

“Kamu belum menghubungi mereka selama bertahun tahun.”

“Apa kamu sudah lihat halaman belakang? Ayo kutunjukkan, itu tempat favorit mu.”

(Sejak kecelakaan, Renae hilang ingatan🤔)

***

“Apa pekerjaan mu?” Tanya Renae

“Saat ini di supermarket, sementara, untuk bayar tagihan.”

“Kalau aku?”

“Kamu bekerja dipengasuhan anak, kau keluar karena mau merawat Molly.”

***

Seseorang mengetuk pintu, Renae membukanya.

“Ny Renae Darcy?”

“Ya.”

“Saya detektif Greg Miller.”

“Apa yang bisa aku lakukan untukmu?”

“Aku diberitahu, bahwa kamu sedang dalam pemulihan dari sebuah kecelakaan mobil baru baru ini, apa itu benar?”

“Ya.”

“Apa kamu ingat apa yang terjadi?”

“Tidak.”

“Tidak sama sekali? Apa kamu keberatan kalau aku masuk?”

“Ya.”

***

Suaminya memberikan nomor telepon nya, ia mengajarkan cara membuat makanan bayi.

***

Renae beraktivitas seperti biasa, tapi ada rasa canggung dengan suaminya.

***

Renae berjalan jalan disekitar, ia menemukan sebuah topeng hitam, ia juga melihat ada mobil sedan tua.

Mobil itu, seakan sedang mengawasi nya. Ketika ia dekati, mobil itu pergi.

***

Suami Renae datang, membuatkannya minuman. Ia sangat perhatian.

Suaminya duduk di sofa lalu memeluk kucing hitam besar kesayangan nya.

***

Renae terbangun di pagi hari, tapi Molly tidak ada. Ia cemas, ia menelepon suaminya, “Apa Molly bersamamu?”

Suaminya segera datang,

“Apa yang terjadi?”

“Aku sudah mencari dia dimana saja! Semua barangnya hilang! Pasti karena pria itu.”

“Siapa?”

“Orang yang aku ceritakan, dia mengaku sebagai detektif. Aku pikir dia dimobil itu, aku melihat nya beberapa kali. Kita harus menelepon polisi!”

“Untuk apa?”

“Untuk memberitahu kalau Molly hilang.”

“Siapa Molly?” Tanya suaminya tak mengerti.

“Putri kita!”

“Sayang, kita tidak punya anak”

“Apa yang kamu bicarakan?” Renae kesal.

Suaminya semakin tidak mengerti.

“Pasti karena kecelakaan itu.” Pikirnya.

***

Renae tetap bersikukuh menelepon polisi.

Baik Renae dan suaminya, memberi kesaksian yang berbeda pada polisi.

Renae tampak emosi, putrinya hilang dan suaminya berpikir dia gila.

Polisi lalu mencari database tentang mereka,

“Ny Darcy, suami anda benar, anda tidak pernah memiliki anak.” Kata polisi.

“Aku punya putri, dia hilang, aku mau kalian cari dan bawa anakku kemari!!” Kata Renae tegas.

“Apa kau punya saksi? Apa ada yang melihat anda bersama putri anda?”

“Pengasuh bayi! Dia disini saat aku datang.”

“Apa anda punya nama dan rincian kontaknya?”

“Bukan aku, Ben yang mengurusinya.”

“Tidak ada baby sitter.” Jawab Ben

“Apa anda memiliki foto putrimu?”

“Semua foto ada di ponsel, tapi itu hancur dalam kecelakaan mobil.”

“Pak, maaf atas kejadian ini. Istriku mengalami banyak hal setelah kecelakaan itu.” Kata Ben meminta maaf.

“Ny Darcy, kami tidak bisa menyelidiki anak hilang jika tidak ada bukti bahwa anak itu pernah ada. Tidak ada akte kelahiran yang tercatat dibawah nama anda…Silahkan menghubungi kami kembali jika menemukan sesuatu.”

“Nappies, aku selalu membuangnya ditempat sampah!” Kata Renae lalu segera mengorek tempat sampah, tapi tidak ada.

***

Ben kembali meminta maaf pada petugas polisi.

“Rumah sakit apa yang menangani istrimu kecelakaan?”

“Rumah sakit Blackfield.”

“Kita perlu menghubungi dokternya dan bertanya mengenai kondisinya. Siapa nama dokternya?”

“Dr. Sutton.”

“Terima kasih, semoga harimu menyenangkan.”

***

Ben mendekati Renae , “Jangan dekati aku!” Renae kesal.

***

Renae diranjang sambil membelai kucing hitam.

Dari jendela ia melihat mobil sedan itu! Ia berlari keluar, tapi sudah tidak ada.

Ia berbaring diranjang dengan lemas. Ben memberinya bunga.

Ben merasa sedih akan kondisi istrinya.

“Aku tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan, aku ingin selalu mendukungmu seperti yang kau lakukan untukku, tapi… aku tidak tahu harus berkata apa.”

***

2 Minggu kemudian

Renae mencuci muka, ia melihat ikan mas itu masih ada disana.

***

Ny Gardner, memasukkan bayinya dalam mobil, ia lalu mengendarai mobilnya. Sepertinya ada orang iseng, menaruh kaleng kaleng bekas ditali di mobilnya

Ia turun, ingin melihat apa yang terjadi.

Bek!!!! Seperti suara pintu mobil tertutup.

***

Renae beraktivitas seperti biasa. Ia melihat bunga layu itu masih disana, cincin kawinnya juga.

Flashback:

Dirumah sakit, Renae sadar. Suaminya ada disana menungguinya.

“Hai, aku dr.Sutton. bagaimana perasaanmu? Apa kamu tahu kenapa kamu disini? Bisa ceritakan siapa namamu?

Renae diam saja tak mengerti.

“Tidak apa apa, namamu Renae, Renae Darcy. Kamu dari Australia dan kamu mengalami kecelakaan mobil kemarin. Anda beruntung tidak luka parah, tapi mengalami gejala amnesia karena shock. Lama lama semua akan pulih.”

“Apa kau ingat aku? Aku Ben?” Suaminya disampingnya.

***

Kucing hitam itu, menggondol sebuah kaos kaki bayi, kaos kaki yang ia sembunyikan dulu.

Renae Segera mengambilnya dan menyembunyikan nya. Itu bukti bahwa dia tidak gila, bahwa bayinya memang ada.

Ben datang. Ia mengupas apel seperti biasanya.

“Bagaimana harimu?”

“Tidak ada apa apa. Bagaimana dengan mu? Sebaiknya kamu mandi.”

Suaminya tampak senang, akhirnya Renae mau berbicara padanya.

“Kau tau itu sulit bagiku, setelah drama dengan polisi dan bayi imajiner itu.” Kata Ben.

“Imajiner? Baiklah, tebak apa yang aku temukan hari ini. Kaos kaki bayi imajiner ku.”

“Apa? Biar aku melihat nya.”

“Jangan menyentuh nya! Kau bisa terus berbohong padaku dan aku akan menghubungi polisi. Aku akan memberikan kaos kaki ini agar mereka bisa menyelidiki nya.. atau kamu bisa berbohong terus padaku, dan menyadari bahwa aku tidak sebodoh yang kau pikirkan…Beritahu aku, dimana bayiku!!??”

“Dia bukan bayimu.”

Pria botak yang mengaku detektif mengetuk pintu. Ia masuk kedalam rumah.

***

Bersambung part 2

Sinopsis Muse part 2

Profesor Rauschen teringat sesuatu, ia langsung menelpon Samuel.

“Mr. Solomon, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Mereka mengirimkan aku sebuah surat. Aku tidak pernah mendengar kabar darinya lagi. Aku menemukan sesuatu dalam kata katanya. Kurasa Lidia tahu kamu akan menemui aku. Kurasa surat itu adalah untukmu.”

Tiba tiba panggilan terputus…

***

Samuel sudah sampai ditempat yang ditunjukkan gadis misterius itu.

“Selamat datang Mr. Solomon. Kami sudah menunggu mu.”

“Siapa kamu?”

“Aku ‘Dia yang memanggil’, habaria, kau bisa memanggilku Jacqueline.”

“Kalau aku memberikan yang kamu inginkan, lupakan mengenai kami, jangan menyakiti kami, aku dan ibu-anak itu. Selamanya.”

“Aku mau melihatnya.”

“Berjanjilah maka aku akan memberikan nya padamu.”

“Aku berjanji.”

Telor itu diserahkan.

Jacqueline meremas telor itu, “Bukan ini barangnya, ini hanya cangkangnya! Kau mau menipu kami Mr. Solomon? Tampaknya wanitamu tidak bisa dipercaya.”

Gadis kecil misterius itu mendekatinya lalu membisikkan sesuatu.

(Gadis kecil itu adalah ‘Dia yang mengundang’)

Solomon muntah darah.

“Bawakan barangnya kemari sekarang, dan jangan minta ampun lagi!”

***

Lidia menemui Rachel,

“Ini mustahil, aku melihat kamu mati.” Tanya Rachel tak percaya

“Mereka harus percaya itu.”

“Kenapa?”

“Kamu masih tidak ingat, tapi kamu akan ingat. Kita sangat beruntung pria itu datang. Samuel tidak mengerti apa yang harus dia lakukan dengan semua itu.”

“Kamu memanggilnya? Mimpi itu, seperti kamu memanggil aku.”

“Ya, benar.”

“Siapa kamu?” Tanya Rachel tak percaya.

Lidia membuka salut wajahnya, ia berubah menjadi orang lain, “Sang Dewi. Apa kau tidak ingat aku? ‘Dia yang berbohong’.”

“Apa yang kamu inginkan?”

“Kau tau apa yang aku inginkan.”

“Kau tidak bisa mengambilnya dariku, aku ingat peraturan nya.”

“Tentu saja, aturannya… Aturan yang tidak kamu ikuti.”

***

Profesor Rauschen didatangi seorang wanita, ‘Dia yang menghukum’.

Wanita itu membawa pisau besar.

“Aku sudah lama menunggu kamu.” Kata profesor.

“Rahasia harus dijaga profesor.”

Profesor Rauschen disiksa sebelum dibunuh.

***

Suzan membaca tentang ‘buku inspirasi puisi’ mengenai Muse, ia kembali mengecek buku buku yang lain.

***

Samuel mendatangi Rachel dengan kesal, “Apa yang kau lakukan.”

“Mereka membawa anakku.” Kata Rachel lemas.

“Mereka hanya menginginkan benda itu, kenapa kau tidak memberikannya padaku?”

“Aku tidak bisa. Aku ingat siapa diriku, umagoku… Semua wanita memiliki satu. Itu adalah kekuatan kami. Ini adalah keabadian, tanpa ini, kami hanya potongan daging.”

Ternyata Rachel adalah salah satu Muse, tapi ia berbeda, karena itu mereka membenci nya.

“Mereka mencari kesempatan untuk mengusir aku selama berabad abad, alasan apapun.”

Rachel melahirkan, sedangkan itu dilarang. Rachel diambil kekuatannya, hilang ingatan lalu dijual.

“Lidia juga berbeda, dengan caranya sendiri, dia selalu ingin membantu aku… Mereka pasti tahu, karena itu mereka membunuhnya.”

“Itu tidak mungkin.”

“Lidia bisa melihat masa depan, dia memandu kita sejak awal.”

“Kenapa aku?”

“Mungkin dia berpikir, aku akan membutuhkan bantuan.”

“Dia seharusnya tidak memilih aku.”

“Aku akan memilih kamu.”

“Kamu ini apa?” Tanya Samuel

“Dia yang bergairah.” Jawab Rachel.

Rachel lalu memberikan Umago nya, “Berikan itu pada mereka, itu yang mereka inginkan.”

“Tapi kalau kita memberikan nya, mereka akan tetap membunuh kita… Ini satu satunya harapan kita.” Kata Samuel

“‘Dia yang bersembunyi’, kami tidak pernah melihat nya. Dia yang paling kejam, yang paling berbahaya, tapi dia juga yang paling lemah… Kalau dia mati, mereka semua mati. Karena itu dia bersembunyi.”

“Dimana?”

“Reseptical. Tidak ada yang tahu apa itu.”

“Tunggu, Lidia, mungkin dia tahu.”

“Kalau dia ingin membantu kita, dia pasti sudah memberitahu kita.”

Samuel teringat telepon dari profesor, “Mungkin dia sudah.”

***

Samuel dan Rachel menuju Dawkins.

Samuel masuk rumah, ia mendapati profesor tidak bergerak, tubuhnya dipenuhi binatang aneh.

Samuel menggeledah ruangan profesor, ia menemukan surat terakhir dari profesor dari Lidia.

Ketika ia akan pergi, perawat profesor menyerangnya, ia kerasukan. Rachel datang, menolongnya.

Rachel membaca suratnya, “Mereka berasal dari cahaya, dan aku masih disini. Ingatan mereka sangat terang.”

“Aku tidak bisa mengartikan nya, itu pasti Milton.”

“Itu pasti ada artinya.”

“Aku tahu seseorang yang mengerti.” Kata Samuel, mereka menuju rumah Suzan.

Ternyata Suzan sudah menggila, ia menggigit jarinya sampai berdarah darah. Dibadannya ada tulisan dengan goresan pisau.

“Apa artinya itu?” Tanya Samuel.

“Dia akan memakan dirinya sendiri.”

“Apa ada cara untuk menolong nya?”

“Tidak ada, kecuali membunuhnya.”

“Ambilkan pisau…”

Samuel menguliti kulit Suzan yang bertuliskan goresan pisau. Suzan lebih tenang…

“Suzan aku ingin tahu apa artinya ini, “Mereka semua pergi ke dunia cahaya, dan aku masih berada disini…kenangan itu sangat terang. Itu milton Khan? Kau ahlinya, katakan padaku.”

“Tidak, bukan Milton. Tapi Bart.”

“Kumohon katakan padaku apa artinya.”

“Dibalik tabir.. ” Suzan lalu tidak sadarkan diri.

‘Dibalik tabir’ , Rachel mengingat sesuatu, surat dari profesor Rauschen, tertulis sebuah alamat unit 1007.

“Ini mustahil, Lidia mengirim suratnya dari sana 6bulan yang lalu, tapi tempat itu sudah tutup selama bertahun tahun.”

***

Samuel menemani Suzan sampai ambulance datang,

“Kurasa aku bisa membantunya (Suzan), aku mulai ingat.” Kata Rachel.

“Bagaimana?”

“Tinggalkan aku sendiri dengannya.”

Samuel keluar ruangan… Ia menunggu dengan gelisah. Tak sengaja ia melihat Rachel ada dimobil, lalu siapa yang didalam bersama Suzan??

Ternyata dia adalah ‘Dia yang berbohong’.

“Tidaakkk!!!!!”

***

Samuel dan Rachel menuju bangunan yang diinstruksikan dalam surat.

Tapi itu bangunan kosong,

“Tidak mungkin, pasti ada sesuatu disini.”

Selain surat yang ditinggalkan Lidia, ia juga memberikan kunci, sebuah kunci lemari.

Ketika dibuka, hanya ada sebuah cermin. Cermin itu pantulan wajah ‘Samuel’

Samuel adalah reseptical nya… Samuel adalah tempat ‘Dia yang bersembunyi’ sembunyi.

Sebuah janji untuk mencintai selamanya, ‘Dia yang bersembunyi adalah Beatrice’

Samuel menangis, “Aku ingin mengeluarkan nya dari hatiku.”

Rachel punya cara, ia akan memaksa ‘Dia yang bersembunyi’ keluar, lalu Samuel harus membunuhnya.

Dengan begitu, semua Muse akan mati.

“Berjanjilah kau akan merawat anakku.”

***

Samuel lengannya disayat, darahnya dibiarkan mengalir di bak mandi.

Akhirnya Beatrice keluar dari tubuh Samuel.

Ia diseret oleh Rachel ke dalam sebuah lingkaran. Dengan begitu ia tidak bisa lari.

Rachel menyuruh Samuel agar segera membunuh Beatrice, tapi ia tidak tega.

Para Muse yang lain datang, menyandera anak Rachel.

Mereka memberikan sebuah penawaran, Rachel sempat bimbang tapi ia menolaknya.

Samuel segera menggorok leher Beatrice. Beatrice mati, begitu pula semua para Muse.

***

Samuel menuliskan semua tentang para Muse disebuah buku, ia juga merawat anak Rachel.

***

End

Sinopsis Muse part 1

Trinity Collage , Dublin.

Seorang wanita sedang membaca puisi dengan mengagumkan. Semua audience terpana.

Profesor lalu membahas puisi yang telah dibacakan. Lalu kelas usai.

Rupanya sang profesor menjalin hubungan dengan mahasiswi nya. Mereka uhuk uhuk…

“Sudah berapa lama kita bersama?”

“Entahlah, hampir setahun.”

“13 bulan. Dan tidak ada yang tahu.”

“Apa kau mencintaiku, Samuel? Jika kau mencintaiku, kau tidak perlu bersembunyi dari semua orang.”

“Seluruh universitas akan bergosip tentang kita. Apa itu yang kau mau?”

“Aku tidak mau ini berakhir.”

“Aku juga tidak.” Mereka lalu kembali berciuman.

“Kalau begitu, kau harus berjanji padaku, kau akan mencintaiku selamanya.”

“Aku janji akan mencintai mu selamanya.”

***

Samuel menyiapkan sarapan, kekasih nya mandi tapi tak kunjung keluar. Ketika ia masuk kekamar mandi, ia menemukan Beatrice sedang dibathub bersimbah darah.

“Tidaakkk….!!!”

*** Muse ***

Hujan petir,

Seorang wanita tergesa gesa menutup pintu. Tiba tiba muncul beberapa orang bertudung, menggorok lehernya.

Ternyata itu hanya mimpi Samuel. Ia selalu bermimpi buruk.

Ia lalu membuang minuman kerasnya.

***

Samuel konsultasi dengan rekannya, Suzan. mengenai mimpi buruknya.

“Berapa lama kau mengalami nya?”

“Setiap malam, selama 3minggu terakhir.”

“Apa kau pernah berbicara ini pada orang lain?”

“Aku ikut bimbingan, tapi kurasa tidak cocok.”

“Pernah terpikirkan olehnya kalau mimpi ini ada hubungannya dengan apa yang terjadi?”

“Wanita dalam mimpi ku tidak mirip Beatrice.”

“Mungkin pikiranmu, mencoba untuk mengeluarkan rasa sakit dalam dirimu.”

“Itu tidak ada hubungannya.”

Suzan lalu menyarankannya agar menuliskan mimpi buruknya itu. Ia bahkan memberi kado sebuah pena.

***

Setelah sampai rumah, Suzan meneleponnya. Ia menyuruh Samuel agar melihat berita di TV.

Samuel kaget, ada berita pembunuhan yang persis dengan mimpinya.

***

“Dia dibunuh beberapa hari yang lalu, dan tampaknya wanita pembersih menemukan dia saat pagi hari. Dia adalah seorang wanita Italia, namanya Lidia Garetti. Dia wanita yang aku lihat dalam mimpiku, aku yakin!” Kata Samuel sambil menunjukkan kumpulan artikel yang ia temukan.

“Samuel, kau tau betapa luar biasanya ini? Kau memimpikan sesuatu sebelum itu terjadi. Itu disebut mimpi masa depan.”

“Tapi kenapa aku? Aku bahkan tidak mengenal wanita ini.”

“Aku tidak tahu, tapi pasti ada penjelasannya. Kita akan cari tahu.” Kata Suzan meyakinkan.

***

Samuel datang ke TKP,

Ia masuk ke gedung itu lewat pintu bawah tanah yang tidak terkunci.

Rumah itu sangat berantakan. Tempat itu persis seperti dimimpinya. Bahkan foto di dalam mimpinya itu juga sama.

Oh, ia tak sengaja merusak bingkai foto itu. Tapi ternyata, ada foto lain terselip didalamnya. Ia lalu menyimpan foto itu dalam jaket nya.

Tiba tiba ada seorang lain yang juga disitu, ia mengejarnya. Seorang wanita.

“Kumohon jangan sakiti aku!” Kata si wanita ketakutan.

“Aku tidak akan menyakiti mu, sedang apa kau disini?”

“Apa kau seorang polisi?”

“Tidak, aku… Siapa kau? Apa yang kau curi?”

“Tidak, aku melihat apa yang terjadi pada wanita itu di TV.”

“Apa kau mengenalnya?”

“Tidak… Lalu bagaimana denganmu, katamu kau bukan polisi. Apa kau memimpikan itu juga?”

(😱 Ternyata ada orang lain lagi yang bermimpi sama… Udah janjian kali🙄)

***

Mereka berdua menggabungkan mimpi mereka,

“Ada sebuah pintu disitu!”

Mereka lalu membongkar wallpaper, memang ada sebuah pintu.

Mereka memasuki ruangan itu,

“Sial, batere nya habis.”

“Aku punya pemantik.” Kata Rachel.

Dalam ruangan itu ada sebuah aquarium.

“Kenapa ada aquarium disini?”

“Entahlah, tapi ada sesuatu disana.”

Samuel lalu mengambil benda itu dari dalam aquarium. Benda itu mirip telor tapi bahan logam dan ada tulisannya, tulisan kuno.

Samuel merapal tulisan itu.

“Itu Dante.”

“Siapapun yang membunuhnya, pasti mencari ini.” Kata Samuel.

“Tapi mereka ingin kita yang menemukan ini, coba pikirkan, kita memiliki mimpi yang sama!”

Samuel melihat keluar jendela, polisi sudah berdatangan. Mereka langsung kabur.

***

Di sebuah pub, Rachel menari striptis. Ia muak dengan pekerjaan ini.

Rachel pulang kerumahnya, anak laki lakinya ketiduran di sofa karena menunggunya pulang.

Ia kembali memandangi telor logam itu, anaknya tiba tiba datang mendekati nya.

Rachel berjanji pada putranya bahwa besok adalah hari terakhir nya bekerja malam.

***

Samuel mencari informasi tentang orang yang ada didalam foto.

“Cincin putih itu semacam lingkaran percobaan yang sering dibuat. Tampaknya tidak perlu dianggap serius.” Kata Suzan

Suzan lalu menjelaskan teorinya tentang para Muse.

“Nomor 1, Dia yang mengundang.

Nomor 2, Dia yang memanggil

Nomor 3, Dia yang berbohong

Nomor 4, Dia yang menghukum

Nomor 5, Dia yang memberitahu.

Nomor 6, Dia yang bergairah.

Nomor 7, Dia yang bersembunyi.

… Ada tujuh wanita.

Temanmu yang membawa cincin itu membawa subyeknya terlalu jauh.”

Suzan lalu bercerita, orang orang yang ada dalam foto, semuanya mati dengan mengerikan.

Mereka adalah orang orang menuliskan buku tentang inspirasi puisi.

***

Rachel mendatangi pria sangar, ia mau membayar utang, setelah itu ia tidak mau bekerja lagi.

Tapi pria itu malah memukulinya. Ia tidak mau Rachel berhenti kerja.

***

Samuel mendapatkan sebuah artikel berita bahwa prof.Herbert Rauschen hilang dalam kecelakaan kapal. (Prof Rauschen adalah salah satu penulis buku itu)

“Ada seorang Dunkwin di Country Kerry.” Kata Suzan

“Apa kamu masih bisa mengakses database universitas?”

“Mereka semua sudah mati Sam.”

“Ya, tapi lihat sendiri. Mereka tidak pernah menemukan mayatnya.”

Samuel yakin, bahwa profesor itu tidak mati, hanya bersembunyi.

***

Seorang gadis tiba tiba muncul dirumah Samuel.

“Siapa kamu? Bagaimana kau bisa masuk? Segera keluar atau aku panggil polisi.”

“Aku bisa melakukan hal yang luar biasa, kami mau kamu pergi. Yang kamu temukan di aquarium, itu adalah milik kami. Kamu mengambilnya, kau harus mengembalikannya! Itu aturannya!” Kata gadis misterius sambil melemparkan anjing Samuel yang sudah mati

Tiba tiba Samuel merasa tercekik, tangannya tersayat.

“Besok, sebelum tengah malam, 25 mil ke utara. Nikmati neraka. Sampai jumpa lagi.”

Gadis misterius itu menghilang.

Suzan datang, ia menyampaikan dugaan Samuel benar, profesor itu memang menghilang. Ia juga membawakan alamat terakhir yang dikunjungi sebelum menghilang, di Dunkwin.

***

Rachel mencuri paspor nya yang disembunyikan pria sangar.

***

Samuel menuju Dunkwin.

“Selamat pagi, namaku Samuel Solomon, aku dari universitas. Aku berharap untuk bicara dengan profesor Rauschen.”

“Profesor sudah meninggal.” Kata perawat.

“Aku tahu, katakan padanya ini mengenai cincin putih.”

Pintu tertutup.

Profesor Rauschen akhirnya mau menemuinya.

“Bagaimana kamu menemukan aku?” Tanya profesor

Samuel memberikan fotonya, “Aku menemukan ini.”

“Apa yang kamu inginkan?”

“Aku mau, kau mengatakan padaku, apa yang kamu tahu mengenai cincin putih itu. Bangkai kapal itu, kau bersembunyi dari apa?”

Profesor mengatakan bahwa, Lidia adalah wanita yang meramal. Ia memutar suara wanita itu, “Bulan depan akan terjadi, Aku tidak akan pernah, tidak dekat ataupun jauh. Aku tidak bisa menyalahkanmu.”

Tiba tiba ikan mati langsung bergerak hidup.

“Itu yang mereka lakukan, Muse bermain dengan kata kata. Mereka menggunakan puisi untuk masuk kedunia kita. Bait ini tampak seindah karya Dante yang lain. Tapi itu adalah jebakan…”

Profesor lalu menunjukkan tato di lengan yang, “ini kelihatan tidak berbahaya, tapi ini membunuh semua yang aku cintai. Berikan yang mereka inginkan secepat mungkin.”

“Aku tidak memiliki apa yang mereka inginkan.” Samuel bingung.

“Kalau begitu, lari!”

***

Sam ingat, ia memiliki pemantik yang digunakan wanita itu. Di kemasannya, ada gambar denah sebuah pub.

Ia bertanya pada salah seorang wanita disana, akhirnya ia berhasil mendapatkan alamat Rachel.

***

Rachel bersiap siap kabur, ia mengemasi barang barangnya.

Pria sangar datang, ia memukuli Rachel yang tidak mau lagi bekerja di pub.

Rachel berhasil membela diri, ia menusuk pria itu tepat dilehernya. Pria itu mati.

Samuel datang, melihat keadaan rumah yang kacau.

“Dia mencoba membunuhku, tolong kami.”

***

Rachel dan anaknya dibawa Samuel ke hotel.

“Apa kamu polisi?” Tanya anak Rachel

“Tidak. Menurutmu aku mirip polisi?”

Rachel menguping pembicaraan anaknya dengan Samuel, ia terharu.

***

Rachel memberikan telornya. Ia juga mengucapkan terima kasih karena tidak melaporkannya kepada polisi.

“Kenapa itu begitu penting?”

“Mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan ini. Aku harus mengembalikan ini.”

“Kau akan kembali Khan?”

“Tetap disini, dan jangan buka pintu untuk siapapun.”

***

Bersambung part 2

Sinopsis Anne

Boneka sesungguhnya dibuat sebagai wadah untuk roh orang mati. Keluarga almarhum percaya bahwa orang yang mereka cintai akan tinggal didalam boneka itu.

*** Anne ***

Seorang wanita tua muntah darah… Ia lalu meminum kembali darahnya.🤮

Wanita itu adalah Anne, ia tinggal dirumah sendirian bersama boneka boneka nya. Ia sakit jiwa.

Ia memperlakukan boneka boneka itu penuh kasih sayang. Seakan akan boneka itu adalah temannya.

Anne menyukai acara TV tentang ‘hope inside’, ia bahkan menulis surat untuk acara itu.

Ia menonton tv ditemani boneka bonekanya, sambil duduk di kursi goyang.

Ia menyiapkan makanannya sendiri, makanan simple seperti sereal.

Kadang pula, ia melihat sesuatu, seorang pria tua, suaminya.

***

Seorang pria datang, dia mengetuk pintu tapi tidak dibukakan. Ia mengambil kunci cadangan yang disembunyikan.

“Bu, kau tak dengar aku mengetuk pintu?” Katanya protes.

Anne diam saja.

“Jadi kau putuskan untuk menjual rumahnya?”

Anne tetap diam saja.

Pria itu lalu memotong dahan dahan pohon.

Lalu pamitan pulang.

***

Hari hari berlalu seperti biasa. Keanehan seseorang yang kesepian.

(Saya ketiduran nonton film ini🙄… Selama satu jam saya harus nonton, keseharian seorang nenek yang hidup sendiri)

Anaknya kembali datang menengok, “Aku hanya ingin kau tahu, aku tidak marah padamu. Aku tau, terlalu banyak untukmu atasi… Aku disini untukmu, apapun itu.”

Anne tetap diam saja.

Anne menjadi sakit jiwa sejak ia melihat suaminya menembak dirinya sendiri. Ia tidak memiliki harapan.

***

Anaknya kembali mengetuk pintu, tapi tidak dibukakan.

Ia mencari kunci cadangan yang tersembunyi biasanya tapi ia tak menemukannya.

Tak lama kemudian sebuah mobil datang, seorang dokter wanita bersama Anne.

“Bu, apakah kau baik baik saja?”

“Dia baik baik saja, dia jatuh semalam.”

“Siapa kau?”

“Aku Sarah, dia akan tinggal bersamaku sampai dia sembuh.”

“Aku memeriksa dia setiap hari, aku yakin bisa mengurus nya.”

“Maaf, bukan itu yang dibutuhkan.”

“Berapa lama kau akan berada disini?”

“Itu tergantung proses penyembuhannya pak.” Jawab Sarah.

“Oke Anne, kau belum minum obat pereda nyeri, aku akan segera kembali.” Sarah lalu mencari gelas.

“Sudah berapa lama kau lakukan ini?”

“Maaf, aku tidak dengar namamu.”

“Aku Nick, putra Anne, aku tinggal disebelah.”

“Nick, ini pekerjaan ku, aku serius. Kau tidak perlu khawatir kan apapun.”

“Dengar, ada hal yang harus kau tau tentang Anne.”

“Dia tidak sehat lagi dan dia tak suka pengunjung. Dengar! Ayahku bunuh diri! Disana, diranjang itu. Anne tidak pernah kesana lagi dan dia tak pernah bicara lagi sejak itu.”

“Nick, sekarang tolong kau pulang dan biarkan Anne istirahat.”

***

Pada malam hari, Sarah mencari cari Anne.

Ternyata Anne ada didapur, sedang memotong motong tangannya!!!😱

***

Keesokan harinya, tangan Anne sudah diperban.

Nick datang, “Apa yang terjadi?”

“Dia baik baik saja, dia hanya mengalami kecelakaan saat memasak.” Jawab Sarah santai.

Nick lalu membantu memotong dahan Pohon.

***

Anne tidur, Sarah duduk di kursi goyang Anne, disaksikan para boneka.

Sarah seperti bukan dirinya lagi, ia jadi mirip Anne.

***

Nick datang untuk mengecek ibunya lagi.

“Dia sedang tidur.” Jawab Sarah. Tapi Nick tetap ingin melihat nya.

“Aku akan mengecek lagi besok.” Kata Nick.

***

Sarah melakukan hal seperti yang Anne lakukan. Ia duduk merenung sendiri, memainkan boneka, dan tak suka dikunjungi.

Nick tetap datang tiap hari, Sarah merasa terganggu.

“Kau tidak bisa terus melakukan ini!” Kata Sarah kesal

“Apa?”

“Dengar, aku hargai kerja kerasmu dan aku menyesal atas apa yang terjadi. Tapi kau tak bisa terus kesini tiap hari.”

“Apa yang kau bicarakan? Biar aku masuk menemui ibuku!”

“Ibumu tidak disini!”

Nick menerobos masuk mencari ibunya.

“Aku terus bilang padamu, terus menerus, tapi kau terus kembali kesini!”

“Apa yang kau bicarakan?”

“Ibumu tidak disini lagi!”

Seorang pria yang ditelepon oleh Sarah, datang kesitu…

“Nick ada tempat kita bisa bicara?” Kata pria itu.

“Jawab aku, apa yang terjadi?!” Tanya Nick kesal.

“Sarah tinggal disini sekarang, aku menjual rumahnya beberapa Minggu yang lalu.”

“Apa yang kau bicarakan. Ada ibu.”

“Ibu sudah meninggal Nick. Ia sudah meninggal berminggu-minggu yang lalu.”

“Apa?? Tidak!!”

“Ayo keluar denganku agar kita bisa bicara.”

“Tidak.” Nick lemas.

***

Nick duduk memandangi nisan ibunya.

(Rupanya Nick juga sakit jiwa😪)

***

End

Sinopsis Winter’s Tale part 3

Musium itu adalah musium milik keluarga Penn.

Ia datang untuk mencari Issac Penn. Tapi kata pegawainya, Issac Penn sudah mati 90 tahun yang lalu.

“Apa ada teater di jalan Hudson? Namanya teater Chheeries. Bisa kau katakan informasi tentang tempat itu? Issac Penn yang memilikinya.”

“Tidak ada, tapi informasi itu sudah dikatalog mikrofilm.”

“Bisa aku lihat mikrofilm itu?”

“Tentu, isi ini. 2minggu waktu tunggu.”

Tiba tiba seorang wanita muncul, ibu Abby. “Kurasa peraturan nya terlalu ketat akhir akhir ini… Hai, aku Virginia Gamely.”

“Hai, aku Peter Lake.”

“Apa aku mengenalmu?”

“Kurasa tidak. Aku hilang ingatan dan aku tak tahu sejak kapan… Sekarang aku bisa mengingat lebih jelas siapa diriku, seperti kabut yang baru saja terangkat. Aku ingin mengetahui tentang ini, tapi mereka meminta tanda pengenal yang tak kumiliki, jadi kupikir aku akan melakukan sesuatu setelah mereka pergi.”

“Kau tau disini ada sistem pengamanan?”

“Terkadang aku tak terganggu oleh itu.”

“Kau beruntung, aku kerja disini jadi tidak butuh ijin.”

***

Mereka melihat lihat, ada sebuah komputer jadul.

Ada gambar gambar jaman dulu yang masih tersimpan.

Ada foto rumah danau, foto Tn.Penn. Ada foto Baverly juga … Ia akhirnya mengingat, “Namanya Baverly.” Pete menangis.

Ada foto Pete dan Baverly juga. Virginia kaget, karena foto itu persis dengan orang yang disebelahnya.

“Bagaimana bisa? Apa dia ayahmu?” Tanya Virginia heran.

“Semuanya sudah mati, seratus tahun yang lalu.”

“Belum semua.” Kata Virginia. Ia lalu mengajak Pete menemui seseorang…

“Nona Penn…” Panggil Virginia pada seorang nenek tua.

“Wella?” Pete tertegun. Begitu pula Wella.

“Peter Lake!” Mereka berpelukan.

***

“Kau bertemu dia dimana?” Tanya Wella

“Aku rasa, dia yang menemukanku. Tapi bagaimana ini bisa terjadi?” Jawab Virginia.

“Banyak hal tidak masuk akal yang terjadi dalam kehidupan ini.”

Mereka pergi kerumah Wella.

Pete melihat meja dan cangkir teh yang dulu ia pernah minum disitu bersama Baverly.

“Beverly bilang, seseorang yang sudah menyelesaikan pekerjaannya akan pergi menjadi bintang, aku lihat kau masih disini dan tidak berubah… Mungkin ada sesuatu yang belum terselesaikan.”

“Apa?”

“Aku juga tidak tahu.”

“Terima kasih membawaku kemari.”

“Aku punya perasaan, kita tidak akan bertemu lagi. Selamat tinggal Peter Lake.”

***

Virginia harus segera menjemput anaknya, ia menawarkan Pete makan bersama, tapi ditolak karena ia masih ada urusan.

Dari kejauhan, anak buah Pearly melaporkan bahwa ia sudah melihat Pete.

***

Lucifer dan Pearly berdiskusi, selama ini Pearly terlalu sibuk menghalangi Pete untuk membuat keajaiban… Tapi sesungguhnya bukan Pete, tapi Beverly lah yang membuat keajaiban itu terjadi.

“Beverly membuat Pete mencintai nya, sehingga Pete tidak bisa mati. Pete adalah keajaiban milik Baverly.”

Pearly ingin membunuh Pete, tapi itu akan melanggar peraturan. Jadi Pearly ingin jadi manusia biasa agar bisa membunuh Pete.

Setelah bersumpah akan menjadi manusia biasa.

“Pikirkan lagi!” Kata Lucifer

“Tidak.”

“Berhati-hatilah hatilah pada cahaya bintang. Aku tidak mau kehilanganmu.” Pesan Lucifer

“Kenapa?”

“Kau sudah terbiasa dengan manusia.”

***

Virginia makan malam bersama Abby,

“Bu, menurutmu kita akan kemana jika kita mati?”

Virginia memeluk Abby, ia sedih karena Abby kena kanker.

Tak lama kemudian, Pete datang kerumahnya.

Setelah ngobrol sebentar, Abby kejang.

“Dia sering kejang, sekarang dia harus tidur.”

Pete menyadari sesuatu, “Abby berambut merah.” Selama ini Abby selalu menutupi kepalanya.

Orang orang Pearly mulai datang.

“Kita harus pergi sekarang.”

“Aku tidak tahu harus kemana.” Kata Virginia

“Gadis rambut merah, itu dia.”

“Dia sekarat Pete.”

“Aku tahu bagaimana untuk menyelamatkan nya.”

“Mereka bilang hanya keajaiban yang bisa menolongnya.”

“Aku! Itulah kenapa aku masih hidup, untuk dia! Aku adalah keajaibannya.”

Pete mengajak Virginia dan Abby pergi.

Dan ternyata kuda putih itu kembali, mereka menunggang kuda bersama.

Kuda itu terbang menuju rumah danau. Pearly mengikuti mereka.

Pearly akan mengeroyok Pete tapi tiba tiba kuda putih itu terbang dan meluncur kebawah menghantam lapisan es.

Seluruh mobil dan anak buah Pearly tenggelam ke danau es.

Tinggal Pearly sendiri yang berduel dengan Pete.

Pearly kalah, ia mati.

***

Abby segera dibawa ketempat tidur putri, dimana dulu pernah ditempati oleh Baverly.

“Abby, inilah takdir kita. Untuk menyelamatkan seseorang. Jika kaulah takdirku! Kembalilah kumohon!” Pete mencium kening Abby

“Ibu, kenapa semua menangis? Apa aku pingsan lagi?” Abby sadar. Keajaiban benar benar terjadi!

***

Pete mengantar mereka pulang.

***

Pete datang ke makam Baverly.

Kuda putih itu mengajak Pete pergi menjadi bintang.

“Tidak ada hidup yang lebih berarti dari kehidupan yang lain. Dan tidak ada hal yang tidak berarti. Tidak ada… Bagaimana jika kita semua adalah bagian dari rencana besar yang suatu saat nanti bisa kita mengerti. Dan suatu hari, saat kita sudah melakukan apa yang bisa kita lakukan. Kita akan bangkit dan bertemu kembali dengan mereka yang kita sayangi. Selamanya bersama. Bagaimana kita menjadi bintang di langit?”

Wella memandangi langit, Pete yang berubah jadi bintang. Seperti kakaknya.

***

End

Sinopsis Winter’s Tale part 2

Pete datang menyelamatkan Beverly, mereka berkuda sampai ditepi jurang.

“Pegangan!!”

Seakan kuda itu memiliki sayap, kuda itu mampu melewati jurang dengan aman.

Pearly tidak bisa mengejar mereka, karena ada sebuah peraturan yang melarang ia melewati perbatasan itu.

“Aku harus menemui hakim.” Kata Pearly.

***

Pete dan Beverly berkuda bersama diatas danau yang membeku…😍

Danau itu, adalah danau dimana ada rumah milik Beverly.

“Itu adalah rumah danau milikku, akan sering kesini saat kecil. Kata ayahku, disini tidak pernah terjadi hal hal yang tidak seharusnya terjadi.”

“Beverly!!!” Wella langsung memeluknya.

“Apa kau pacar Beverly?”

Beverly langsung tersenyum malu.

***

Tn. Penn mengajak ngobrol Pete.

“Siapa kau? Kau terlihat seperti penjahat. Lalu apa hubunganmu dengan Beverly, kau tau kondisinya Khan? Apa kau berusaha mencari keuntungan darinya? Ceritakan, mumpung tidak ada siapa siapa disini.” Tanya Tn. Penn menyelidik.

“Namaku Peter Lake, aku pencuri ulung dan aku mencintai Beverly. Aku tidak memiliki tujuan apapun. Aku hanya menginginkan dia.”

“Bagaimana aku tahu kau tidak menginginkan kemewahan?”

“Aku yatim piatu, yatim piatu tidak mengenal kemewahan.”

“Uangnya?”

“Aku tidak akan meminta sedikitpun uangmu!”

“Bagaimana dengan kondisinya?”

“Aku belum pernah mencintai sebelumnya, dan kematian, belum pernah kuhindari.”

Tn. Penn tergerak dengan ketulusan Pete.

***

Pete berjalan jalan dengan Beverly, ia bercerita tentang masa kecilnya yang selalu berpindah pindah panti asuhan, lalu Pearly mengadopsinya.

Walaupun cuaca sangat dingin, tapi suhu tubuh Beverly semakin panas.

Itu karena detak jantung Beverly yang berdebar didekat Pete.

Pete mengajarinya agar mengatur nafas agar lebih tenang, itu berhasil!

***

“Apa kau sungguh mencintai Beverly?” Tanya Wella

“Dengan segenap hatiku.”

“Kau bersumpah?”

“Aku bersumpah.”

Wella lalu mengajak Pete ke suatu tempat.

“Ini adalah tempat tidur sang putri. Kata ayahku, seorang pangeran mencium putri yang sudah mati, dan ia bisa hidup kembali… Nanti kau harus menciumnya disini, dan dia akan hidup! Apa kau mengerti?” Kata Wella lugu

“Aku mengerti.”

“Kalau begitu, antarkan aku kekamarku!” Kata Wella minta gendong.

***

Hakim, “Hallo Pearly.”

Pearly, “Hallo Yang Mulia. Aku ingin minta dispensasi mengenai batas yurisdiksi. Aku ingin minta ijin untuk pergi ke Utara, kekota lain, Yang Mulia.”

(Iblis aja ngurus paspor🙄…)

“Itu permintaan besar, Pearly. Apalagi karena apa yang terjadi terakhir kali kau kesana.”

“Itu hanya kesalahpahaman.”

“Pearly Soames, pengurus Manhattan dan New York, kenapa kau meminta ini?”

“Aku pikir seseorang akan melakukan keajaiban, dan itu bisa menjadi keuntungan sebelah pihak.”

“Buktinya?”

“Malaikat pelindung. Keduanya, anjing dan kuda. Aku mendapatkan penglihatan, gadis rambut merah dengan darah perawan.”

“Pearly, itu bisa siapa saja.”

“Dia sudah terlihat bersama gadis yang identik dengan lukisan ini. Dia sekarat.”

“Apa dia mencintai nya?”

“Dengan seluruh hatinya.”

“Jadi kau percaya, dia ditakdirkan untuk menyelamatkan gadis itu?”

“Benar, Yang Mulia.”

“Takdir seseorang, terkadang tidak seperti yang terlihat.”

“Aku mengerti, tapi aku punya perasaan yang kuat tentang ini.”

“Permintaan mu ditolak! Alasanmu terlalu pribadi. Kamu carilah jalan lain!”

Jadi hakimnya ini adalah Lucifer, atasannya si iblis Pearly. Dan seseorang yang harusnya masuk neraka malah bisa ke sorga karena berbuat kebaikan, itu berarti kekalahan bagi mereka.

***

Peter mengajak Baverly berdansa dimalam tahun baru.

“Aku tidak bisa.”

“Kenapa? Apa karena aku bukan pangeran kaya?”

“Ayahku bilang, berdansa bisa membunuh ku.”

“Ayahmu berlebihan.”

Tiba tiba seorang pelayan mengatakan bahwa pemanas ruangan nya sedang rusak…

Pete berusaha membantu. Dan berhasil! Tn.Penn langsung memeluknya.

***

“Ayahku bilang, kau menyelamatkan kami semua. Kamis adalah malam tahun baru, aku ingin berdansa.” Kata Beverly malu.

Pete sangat senang.

***

Pearly meminta bantuan seorang malaikat, malaikat yang diturunkan posisinya jadi manusia, agar berbuat ‘kebaikan’ dengan memberikan ‘kebahagiaan yang sangat’ pada gadis rambut merah.

Malaikat itupun setuju, karena sebelumnya ia berhutang budi pada Pearly.

Tapi itu adalah rencana jahat iblis.

***

Pesta Tahun Baru,

Pete mengajak Baverly berdansa,

Diam diam, malaikat maut itu memberi obat pada minuman Baverly. (🙄Obat perangsang)

***

Baverly merasa bergairah, ia telanjang menunggu Pate datang.

“Aku ingin kau bercinta denganku sekarang.” Kata Baverly

“Kalau begitu, aku akan melakukannya.”

Pete lalu mencium Baverly …dan mereka uhuk uhuk.

Mereka sangat bahagia, tapi itu membuat Baverly langsung tak sadarkan diri.

Pete segera membawa Baverly ke tempat tidur putri yang seperti dikatakan Wella.

“Kumohon jangan pergi!” Pete menangis. Ia lalu menciumnya, tapi Baverly tetap tidak bergerak. Ia mati.

***

Upacara pemakaman,

“Maafkan aku.” Kata Wella sambil memberikan sebuah daun pohon Cemara.

***

Pearly menemui Peter, ia mencoba menghasut Peter bahwa Tuhan sesungguhnya tidak baik dan haus darah.

Peter dikepung.

Kuda putih itu juga ditangkap, Peter berusaha melepaskan kuda itu.

“Horse pergilah!!”

Si kuda dengan terpaksa meninggalkan Peter.

Peter dihajar pearly. Lalu didorong ke air.

Tapi Peter belum mati. Tapi ia hilang ingatan.

“Cinta suci itu hilang, hidup tidak akan memiliki arti. Kita menjadi kosong. Tapi kemungkinan akan takdir tetap ada. Apa yang ditakdirkan untuk kita mungkin masih ada. Dan sesekali dalam kehidupan yang lama, perjalanan mencari takdir kita itu… Bisa mengalahkan waktu itu sendiri.”

***

New York 2014

Peter menggambar dijalanan sebuah gambar gadis rambut merah.

Pete hidup ratusan tahun lamanya. Ia selalu merindukan gadis rambut merah walaupun ia tidak mengingatnya.

“Pete, ini kembalianmu.” Kata Cecil sambil melempar uang koin.

Pete bertabrakan dengan gadis kecil.

“Aku menabrakmu.” Kata si gadis kecil

“Benar, kau tidak apa apa?”

Gadis kecil itu minta digendong.

“Aku Abby, siapa namamu?”

“Aku tidak tahu.”

“Lihat, ada bintang! Bintang itu memiliki nama… Tapi aku tidak bisa ingat.”

Ibu si gadis cilik mengajaknya pergi.

Pete masuk kesebuah musium (seperti adegan di awal film🙄), ia mulai mengingat sesuatu. Ia adalah Peter Lake.

***

Pearly menyadari bahwa Peter Lake sudah ‘kembali’, ia menyuruh anak buahnya mencarinya.

***

Bersambung part 3

Sinopsis Winter’s Tale part 1

Beverly : Bagaimana jika dahulu kala tidak ada satu bintangpun diangkasa? Bagaimana jika bintang itu bukan seperti perkiraan kita? Bagaimana jika cahaya dari kejauhan tidak datang dari pantulan sinar matahari? Tapi dari pantulan cahaya sayap kita saat kita menjadi malaikat.

***

New York 2014

Seorang pria masuk kesebuah gedung…

“Takdir memanggil kita semua, dan ada dunia dibelakang dunia dimana kita semua saling berhubungan. Kita adalah bagian dari rencana besar. Keajaiban ada disekitar kita. Kita hanya perlu melihat. Lihatlah lebih dekat! Karena waktu dan jarak tidaklah seperti yang kita kira.”

***

New York 1895

Disebuah gedung, gedung yang sama tapi orang yang berbeda. Dan waktu yang berbeda…

Seorang bayi menangis, ayahnya diperiksa oleh seorang dokter.

Petugas, “Maaf, kau tidak bisa masuk, kau kena paru paru.”

“Tapi bagaimana dengan anakku? Apakah masih punya tempat?”

“Maaf.” Petugas lalu pergi

Si pria lalu menaruh bayi kecilnya di sebuah perahu kecil, lalu membiarkan kapal kecil itu mengarungi lautan.

Kita semua berhubungan. Semua bayi yang terlahir membawa keajaiban. Tujuan yang unik, dan keajaiban itu adalah janji seseorang dan orang itu saja. Kita adalah pelayar yang sudah ditetapkan takdir untuk menemukan belahan jiwa yang sudah dijanjikan takdir. Tapi berhati hatilah, saat kita mencari cahaya, kegelapan menyelimuti. Dan pertimbangan kekal itu antara yang baik dan yang jahat, tidak dilakukan dengan jumlah tentara. Tapi oleh satu jiwa yang bergantian.

*** Winter’s Tale ***

Seorang pria dikejar kejar penjaga. Tiba-tiba seekor kuda mempersilahkan pria itu untuk naik. Mereka lalu melarikan diri. Kudanya bukan kuda biasa…

“Dia mendapatkan kudanya.” Kata pria pakai topi.

***

Seorang wanita memainkan piano dengan indah.

Wanita turun kebawah setelah selesai bermain piano,

“Baverly, orang ini datang untuk membuatkan kacamata baru untukmu.” Kata Tn. Penn ayahnya

Si tukang kacamata mundur sedikit.

“Jangan khawatir, ini tidak menular.”

“Oh bukan itu, adikku juga pernah mengidapnya.”

“Berapa usia adikmu?”

“20 tahun saat dia meninggal.”

Baverly sedang demam, dan dia menyukainya.

“Demam bisa membuatmu merasa sesuatu menjadi indah.”

***

Pete menemui Cecil temannya, ia membeli perlengkapan untuk kudanya.

“Kuda itu sangat cantik, itu hal terbaik yang kau curi.”

“Aku tidak mencuri, kami adalah rekan.”

“Pearly berusaha keras mencarimu, ia menyuruh orang dimana mana untuk menangkapmu.” Cecil memperingatkan.

Cecil memegang sebuah koin, “Pete, kau lupa kembalianmu!”

***

Seorang gadis kecil, Wella memakai mantelnya lalu menemui Beverly,

“Semua sudah berkemas untuk pergi ke danau besok.” Kata Wella

“Aku akan datang sayang, ayah akan mendirikan tendaku.”

“Sehingga kau bisa tetap dingin? Kau tak boleh mati Bev.”

“Anak manis, itu bukan terserah aku.”

Wella dan Baverly berpelukan sambil memandangi bintang.

***

Kuda Pete didepan rumah besar, tak mau bergerak.

“Ayolah Horse, nanti Pearly menangkap kita.” Keluh Pete.

Pete melihat semua orang meninggalkan rumah itu, ia berencana akan mencuri saat penghuninya tidak ada.

***

Cuacanya sangat dingin, Beverly malah mandi…

Pete masuk kedalam rumah dan mulai mencongkel lemari.

Setelah mandi Beverly memainkan piano, Pete terpesona pada Beverly.

Menyadari ada seseorang yang lain. Beverly kaget, “Apa yang kau lakukan disini?”

“Awalnya aku mau merampok, tapi tidak lagi.”

Beverly lega, ia lalu menawarkan teh.

Pete merasa aneh karena justru diperlakukan dengan baik, “Apa kau mengerti bagian saat aku akan mencuri darimu.”

“Ini semua milik ayahku.” Jawab Beverly santai.

“Kau seharusnya takut.”

“Aku tidak.”

“Apa penyakit mu kalau boleh tau?”

“Konsumsi, aku umur 21 tahun dan aku belum pernah dicium dibibir. Kata dokter ini terjadi sejak usiaku 6bulan. Aku harus tidur diatas agar suhuku tetap dingin.” Kata Beverly blak blakan.

“Aku Peter Lake.” Pete memperkenalkan diri

“Apa hal terbaik yang pernah kau curi?”

“Aku pikir, aku belum berhasil mencurinya saat ini.” Kata Pete genit.

“Dasar perayu!!” Beverly tersenyum.

“Aku harus ke New York beberapa bulan sampai pertengkaran dengan bosku mereda… Apakah nanti aku bisa menemuimu lagi?”

“Ketika kau datang, aku sudah mati.”

Pete tertegun, ia jadi merasa sedih.

***

Pearly bukanlah manusia, dia iblis, ia ingin ‘punya sayap dan jadi bintang’ atau masuk sorga.

Tapi ia tidak ada tempat disitu, jadi ia berusaha membuat manusia seperti Pete, agar tidak jadi ‘bintang’ juga.

Sedangkan kuda itu, adalah anjing sorga, ia bertugas membawa manusia yang berhati tulus agar menjadi ‘bintang’.

“Temukan gadis itu! Gadis rambut merah! Dia adalah takdir Pete.”

***

Pete galau, ia bercerita pada temannya kalau ia harus lari dari pengejaran Pearly, tapi ia bertemu dengan seorang gadis yang sekarat. Ia seakan sudah mengenal gadis itu ribuan tahun, ia tidak ingin meninggalkannya.

“Keajaiban, itu dimaksudkan untuk satu orang dan orang itu saja… Saat kita dekat mereka, alam semesta akan membantu dan menolong kita untuk memenuhi takdir mereka…”

“Alam semesta menolong? Bagaimana caranya?”

“Alam semesta memberi kita mentor, terkadang mereka bicara lewat anak kecil, kadang muncul sebagai hewan, bisa saja anjing ditimur, terkadang kuda putih… Mungkin gadis ini adalah orang yang dimaksudkan untuk keajaibanmu.”

***

Pearly Soames datang menemui Beverly yang akan berangkat ke danau.

Ia ingin membunuh Beverly, karena Beverly adalah keajaiban bagi Pete.

Suatu keajaiban yang bisa membuat Pete jadi orang baik dan menjadi ‘bintang’.

Jika Beverly mati, Pete akan kembali menjadi orang jahat. Dan Misi berhasil!

***

Bersambung part 2

Sinopsis Beauty Inside eps 8 part 2

Do Jae berpamitan pulang, ia memakai topinya.

“Mau ku antar pulang?” Tanya Se Kye.

Se Kye mengantar Do Jae pulang.

“Kita sudah sampai.” Kata Se Kye

“Omong omong, bagaimana caramu pulang? Ini Khan mobilku.”

Gantian Do jae yang mengantar Se Kye pulang.

(Cinta bisa bikin bodoh😂😂)

“Sudah sampai, kamu masuklah dulu.” Kata Do Jae

“Kau mau makan ramen bersama?” Kata Se Kye yang masih enggan berpisah.

😂Mereka masuk rumah lagi…

Tapi kali ini, sudah ada sekretaris Jeong dan Woo Mi… Mereka ketangkap basah😂😂

***

Ada bunyi sirine polisi, rupanya tetangga sekitar melaporkan bahwa ada orang mencurigakan dilingkungan itu😂😂😂

Akhirnya, Woo Mi dan Sekretaris Jeong lah yang menemui polisi sambil memakai topi milik Do Jae dan Se Kye.😂

“Astaga, kami minta maaf.” Kata Woo Mi

“Tetangga kalian khawatir karena kalian berkeliaran seperti itu selarut ini.” Kata polisi

“Ini karena wajahnya membuat orang ingin memukulinya. Bukan begitu, sayang?” Kata Woo Mi menunjuk wajah sekretaris Jeong dengan mesra.

“Sepertinya kamulah yang ingin berkelahi denganku sekarang.” Bisik sekretaris Jeong gregetan 😂

“Pokoknya, kalian harus berhati hati.” Kata polisi lalu mereka berpamitan pergi.

Mereka langsung mual, “sayang???” Huekkk… 😂😂

(Pasangan ini cocok😂)

***

Sara pulang kerumah dengan kelelahan.

“Adakah seseorang yang menciptakan mesin pembersih riasan otomatis?” Kata Sara malas.

Eun Ho membawa peralatan untuk membersihkan make up.

Ia membantu Sara membersihkan make up nya.

(Pasangan ini juga romantis😍😍😍)

Sara menceritakan keluh kesahnya dalam pekerjaan.

“Kenapa kuceritakan semua ini padamu.” Kata Sara.

“Karena aku mendengarmu, ceritakan soal apapun padaku.”

Sara langsung terbangun, “Ada apa ini? Kau pasti mau sesuatu dariku.”

(😂😂Kayaknya Sara sudah tau, Eun Ho ada maunya)

“Astaga, kau tau darimana?”

“Aku wanita pebisnis. Jadi apa maumu?”

“Kamu punya banyak uang Khan? Kenapa kamu tidak berdonasi?”

“Kenapa caramu menyuruh berdonasi seperti berjualan? 😂Lalu jika aku mau berdonasi, kau mau lakukan apa untukku?”

“Aku akan tersenyum, katamu senyumku memiliki nilai komoditas.”

Eun Ho lalu tersenyum manis.

Keesokan harinya, Sara langsung berdonasi 😂😂😂

“Siapa yang mengirim ini?” Tanya teman Eun Ho.

“Seorang dermawan yang menyukai senyuman.”

***

Ayah Eun Ho menemui Eun Ho dan menyuruhnya pulang.

***

Woo Mi marah marah, karena Se Kye tidak diijinkan mengambil cuti Seminggu… Padahal itu sudah tertulis dikontrak.

Sedangkan Jadwal shooting akan kacau jika Se Kye cuti.

Bahkan Chae Yu Ri menyindir Se Kye yang hobi menyusahkan orang lain karena sering cuti.

***

Se Kye, Eun Ho dan Woo Mi minum minum bersama.

“Kita lanjut saja sampai semampu kita.” Kata Se Kye

“Kamu gila? Kamu akan segera berubah!”

“Tapi mereka akan kesulitan jika tanpa aku.”

“Begini saja, kau bilang jika akan berubah, aku akan langsung menculikmu!”

Eun Ho lalu bercerita tentang wanita yang pernah di tolong Se Kye sebelumnya. Wanita itu mendonasikan jantung anaknya untuk orang lain. Mereka sangat bersimpati pada wanita itu.

Eun Ho pamitan pulang, Se Kye mencemaskan Eun Ho… Ia takut temannya jadi gelandangan, jadi mereka memutuskan untuk mengikuti Eun Ho dari belakang.

***

Sara sedang santai menonton Reality Show, tapi ketika ia mendengar Eun Ho sudah pulang, channel Tv langsung diganti berita… Ia pura pura jaim.

King Kang tahu bahwa majikannya dekat situ segera berlari keluar…

Sara berusaha mengejarnya keluar…

Dan, ia bertemu Se Kye disana.

“Ini situasi menarik, kudengar kau mencari kelemahan ku, tapi sepertinya aku yang menemukan kelemahanmu” Kata Se Kye sinis.

“Aku bukan kelemahannya, aku akan pergi sekarang.” Kata Eun Ho lalu berterima kasih pada Sara atas segala kebaikannya.

“Kalian pergilah, kita bicara lagi besok.”

Eun Ho menggandeng tangan Sara agar masuk kerumah.

***

Eun Ho membayar lampu gantung nya ia juga memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih.

Sara tampak sedih dan kecewa.

“Apa kau akan datang jika kupanggil? Jangan salah paham, cari pembantu itu susah” kata Sara beralasan.

“Jika kau menelepon ku, aku akan datang.”

***

Pagi hari, Eun Ho menaruh sebuah surat dan sudah menyiapkan sarapan.

“Sudah kubilang aku tidak sarapan.” Tapi sara tetap duduk dan memakannya.

***

Eun Ho sarapan bersama Woo Mi dan Se Kye.

Tapi ia diam saja, ia kesal.

“Ia yang memberi aku tumpangan saat aku tak punya tujuan.”

“Kami khan tidak tahu kalau kau tidak bilang.” Kata Woo Mi.

“Maaf, kami hanya mengkhawatirkan mu.”

“Aku tahu, itu sebabnya aku tidak bilang apapun.”

“Aku boleh donasi?” Tanya Se Kye.

Eun Ho langsung mengangguk dengan senang.😂😂😂

***

Dilokasi shooting sudah banyak orang datang beserta makanan yang banyak.

‘sumbangan dari penggemar Han Se Kye’

Tentu saja, itu dari Do Jae.😘

***

Se Kye dan Chae Yu Ri shooting bersama.

Woo Mi gelisah, Karena inilah saatnya Se Kye berubah.

“Cut!!”

Se Kye langsung lari secepat mungkin, menuju mobil Van nya. Ia berubah menjadi anak kecil.

Kebetulan, ada aktor cilik yang tidak bisa hadir, para kru mencari anak lain sebagai pengganti.

Mereka melihat ada Se Kye bocah, ia langsung disuruh ikutan shooting.

Aktor cilik yang harusnya baca dialog tampak kaku dan tidak terbiasa, Se Kye mencoba membantunya… Ia mengajari anak itu cara berakting, hal itu diperhatikan oleh Sang Sutradara… Akhirnya Se Kye bocah yang disuruh berdialog.

Akting Se Kye bocah sangat bagus, bahkan pencari bakatpun ingin merekrut Se Kye bocah.

***

Selesai shooting,

Mereka kembali kerumah. Se Kye bocah diumpetin agar tidak terlihat tetangga.

Masalahnya, ibu Se Kye berkunjung kerumah!!!

***

Bersambung episode 9