
“Aku menutup mataku sebentar, dunia berubah saat aku terbangun.”
Do Jae terbangun dari pingsannya, ia ada dirumah sakit. Ibunya tampak khawatir.
“Kamu siapa?” Tanya Do Jae.
Dokter menjelaskan bahwa, Do Jae terkena prospagnosia atau buta wajah. Karena syok merusak lobus temporal nya.
Sejak saat itu, Do Jae berusaha keras untuk mengenali tiap tiap ciri ciri orang.
“Bukan dunia ini yang berubah, tapi aku. Butuh waktu lama bagiku. Gaya rambut, pakaian, cara berjalan, aroma tubuh dan cara bicara. Bahkan saat aku mulai mengenalimu, orang yang kucintai, dengan semua petunjuk itu, satu orang yang belum bisa kukenali dengan semua petunjuk itu yaitu diriku sendiri.”
“Sejak itu, aku tidak menyayangi diriku sendiri. Bisakah orang sepertiku mencintaimu dan mencintai diriku sendiri? Apakah kau tidak apa apa bersamaku?”
“Sungguh?”
Do Jae lalu mendekati Se Kye dan menciumnya.😍😍😍 (Miminnya baper😂)
“Apakah kau mencintaiku meskipun aku tidak cantik?”
“Aku tidak apa apa.”
“Terima kasih, sudah mencintai ku. Walaupun keadaanku begini.”
***
Se Kye dan Do Jae laporan ke Woo Mi.
“Kami sudah putus, tapi kini kami pacaran sungguhan.” Kata Se Kye.
Woo Mi speachless… (Kalo memang pacaran, ngapain bilang ke media kalau putus??!!!😤)
***
Berita tentang putusnya Se Kye dengan konglomerat segera tersebar dengan alasan ‘kesibukan masing masing’.
***
Seorang direktur memuji ketegasan Sara dalam menghadapi pak Kim,
“Aku berani bertaruh, kau bisa mengalahkan Seo Do Jae.”
“Bermimpi saja! Level kita tidak seimbang!”
“Apa katamu?!”
“Kamu cuma membual! Kau hanya punya kartu tak berguna! Aku tidak akan terbujuk… Aku tidak tertarik bermain dengan kartu kartumu itu.”
“Aku hanya mengingatkan, dia tak akan mewariskan perusahaan pada cucu tirinya.”
“Kau pikir aku lupa?”
“Apa karena kau masih memikirkan pria itu? Ku dengar, dia sedang diluar negeri untuk bersenang senang sendiri.”
Sara pergi dengan kesal.
(‘Pria’ siapa ya yang dimaksud?🤔)
***
Sekretaris Jeong dimarahi ibunya Do Jae karena Do Jae dan Se Kye putus. Gajinya bahkan dipotong😜.
***
Sekretaris Jeong protes pada Woo Mi mengenai putus nya Se Kye dan Do Jae yang tiba tiba.
“Jangan menggangguku, protes lah pada bosmu!” Kata Woo Mi galak.
***
Ibu Do Jae meminta suaminya agar berbicara pada Do Jae, karena ia tak sanggup bicara dengan Do Jae, ia pasti akan emosi.
***
Se Kye meminta maaf pada sutradara Lee karena sakit dan mengacaukan Shooting.
Sutradara Lee juga menyarankan Se Kye agar berlapang dada pada Chae Yu Ri.
***
Chae Yu Ri tampak senang Se Kye sudah putus dengan konglomerat, Do Jae.
***
Profesor Kang menemui Do Jae, ia berusaha untuk menghibur Do Jae yang patah hati, karena barusan putus dengan Se Kye.
Tentu saja hal itu membuat Do Jae risih.
***
Se Kye dan Do Jae bertemu diam diam…
“Kenapa kamu menyuruh mereka memublikasikan beritanya? Kamu membuat masalahnya jadi rumit.” Se Kye kesal karena mereka harus sembunyi sembunyi.
“Kamulah yang ingin membatalkan perjanjian kita.”
“Tapi kenapa kamu langsung membatalkannya?”
“Apakah seharusnya tidak?”
“Kamu sangat tidak peka.”😂 Se Kye kesal.
“Apa kau merasa hari ini aku berbeda?” Tanya Se Kye seperti wanita pada umumnya 😂😂
“Itu pertanyaan yang paling dibenci pria.”
“Aku tahu.”
“Anting anting, anting anting itu cocok untukmu.” Puji Do Jae.
“Sudah kuduga, kamu memang berbeda dari pria lain.” Kata Se Kye senang.
“Kamu punya selera pria yang bagus.”
“Kamu memujiku atau dirimu sendiri?”
“Aku memuji diriku sendiri.”
“Tunggu, jangan bergerak!” Se Kye lalu memotret Do Jae.
“Han Se Kye ssi, jika kau sampai rumah, kabari aku.”
“Kenapa?”
“Kalau tidak, aku akan cemas.”
Se Kye terpana, dia senang sekali.
“Ya ampun, dia benar benar pacarku.” Se Kye girang.
***
Woo Mi menyuruh ‘paman’ Se Kye agar membatalkan wawancara T Road Air.
“Bagaimana kau tau, aku memanggilnya ‘paman’?”
“Kau yang bilang saat wawancara.”
“Ah… Jangan dibatalkan… Akan kuubah krisis ini menjadi peluang.”
***
Se Kye datang ke kantor T Road Air. Semua karyawan heboh.
Tapi Se Kye dan Do Jae bertemu, bersikap biasa saja. Bahkan mereka janjian makan malam bersama, tentu saja disaksikan oleh seluruh karyawan.
Se Kye dan Do Jae, ‘bersikap keren’ walaupun sudah ‘putus’.
***
Saat wawancara,
“Sepertinya, hubunganmu dengan pak Seo masih baik. Kami cemas kau akan membatalkan wawancaranya.” Kata reporter.
“Hanya karena putus, bukan berarti kami tidak bisa bertemu. Dia teman yang baik, aku juga sangat menghormati nya.”
“Bisa kita mulai shooting nya?”
“Tentu saja.”
***
Baik Se Kye maupun Do Jae asik saling mengirim pesan. Membuat Woo Mi dan sekretaris Jeong kesal.
“Kamu sangat pamer!” Kata Woo Mi
“Aku pamer apa?”
“Foto profilmu!”
Ternyata, foto tangan Do Jae dijadikan foto profil😍😍
Se Kye lalu berdandan dan memakai parfum.
***
Woo Mi melarang Se Kye pergi kemana mana. Bahkan, ia tidak akan pergi sebelum Se Kye benar benar masuk rumah.
😁Tapi khan Do Jae sudah menunggu didalam rumah…
“Aroma parfum mu wangi.”
“Aku hanya akan memakai parfum ini mulai sekarang… Harus kuakui berpacaran diam diam itu menantang.”
“Bohlam itu, kenapa belum mengganti nya?”
“Ah, aku menunggu tubuhku tinggi, baru bisa menggapai nya.”
“Mau aku membantumu?” Do Jae lalu membuka kancing atas bajunya, lengannya dan jam tangannya. Se Kye terpana.
“Bisa kau ulang lagi? Itu keren sekali.”
Do Jae mengulang lagi adegan itu, merekapun tertawa cekikikan 😂😂
***
Bersambung part 2














