Beauty inside eps 3

Seo Do Jae tiba tiba muncul dan mengajak Se Kye tidur bersama malam ini.
“Apa?” Se Kye kaget
“Aku bilang, tidurlah malam ini denganku.”
“Kenapa aku harus tidur denganmu?”
“Aku hanya ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu berubah.”
Se Kye yang tadi sempat salah paham akhirnya ketawa cekikikan.
“Sebagai Presdir, kamu tak pandai bicara…”
“Aku hanya memastikan kau tidak membodohi ku, aku juga tidak ingin melepaskan kesempatan untuk bicara jujur.”
Do Jae lalu mengajak Se Kye pergi ke suatu tempat. Se Kye ngomel sendiri.
“Aku bisa mendengarnya.”
“Aku sengaja bersuara keras agar kamu mendengarnya!” Kata Se Kye kesal.
Do jae mengulurkan tangannya untuk membantu Se Kye turun dari mobil.
(Ini baru gentleman π)
***
Sekretaris Jeong memberikan surat pernyataan bahwa utang untuk donasi 100.000 sudah lunas.
“Kau salah menulis nama, Han Se Kyae… Bukan ‘Kyae’ tapi ‘Kye’.” Protes Woo Mi
“Ah? Aku akan mengeluarkan draft nya.”
Ternyata draft nya juga salahπ
“Ini juga, bukan ‘Sae’ tapi ‘Se’, bodoh! Kamu salah mengeja namanya lagi.” Kata Woo Mi kesal.
“Ah begitu ya?” Kata sekretaris Jeong santai, ia lalu menyerahkan beberapa draft berkas…
(π Sepertinya sekretaris Jeong cuma mengulur waktu saja)
***
Woo Mi kebingungan mencari Se Kye yang menghilang dari mobil.
Sedangkan ponsel Se Kye dimatikan oleh Do Jae, tentu saja Do Jae juga mematikan ponselnya, biar adil.
***
Do Jae mengajak Se Kye kekantor nya, seakan akan mereka akan meneken kontrak kerja.
Semua karyawan terpesona, ada artis yang datang ke kantor.
Diruangan Do Jae….
“Mari kita lanjutkan pembicaraan yang tadi, kau bilang ingin tidur denganku.”
“Ya, aku ingin lebih mengenalmu.”
“Biasanya sebulan sekali, aku akan berubah selama sepekan. Terkadang saat tidur, kadang saat aku bangun. Tidak bisa diprediksi.”
“Apa ada gejala sebelum berubah?”
“Aku bisa merasakannya, aku merasa aneh sebelum berubah.”
“Kalau begitu, masalahnya jadi lebih sederhana, kita hanya perlu terus bersama.”
“Bagaimana aku bisa mempercayai mu?”
“Kita teken kontrak saja.”
Do Jae lalu menulis kontrak ‘perjanjian rahasia’. Sebuah perjanjian untuk mengutarakan rahasia mereka masing masing.
“Dokumen lebih bisa dipercaya daripada manusia.” Kata Do Jae menjelaskan.
Isi perjanjian:
1. Jangan kabur
2. Benar benar menjaga rahasia.
3. Jawab ponsel masing masing dalam 3detik.
4. Saat hubungan kerja kita selesai, seluruh perjanjian ini tidak berlaku lagi.
“Detail tentang peraturan tidur kita, bisa diputuskan setelah kamu tahu semua tentang kelemahan ku… Saat kau bisa percaya padaku sepenuhnya.”
Se Kye disuruh pulang sendiri. Se Kye speachless, dia Khan tidak bawa mobil.π
***
Woo Mi marah pada Se Kye yang tiba tiba menghilang.
“Ayo tenangkan hati dengan makan tteokpokki.” Rayu Se Kye.
“Apa? Tteokpokki pedas?”
(πͺWoo mi gak jadi marah, karena disogok tteokpokki)
Sambil makan tteokpokki, Se Kye menceritakan tentang pertemuan nya dengan Do Jae yang memintanya tidur bersama.
“Bagus, tidurlah bersamanya sekali.” Saran Woo Mi
“Apa??” Se Kye kaget.
“Diusiamu, seharusnya jangan kamu tahan lagi… Makin tua, kita tidak punya pilihan lain. Nikmati selagi bisa.”
Se Kye tidak habis pikir, bagaimana bisa, Do Jae mengajaknya tidur dengan santai dan tanpa ekspresi.
Sesuai saran Do Jae mengenai rahasia mereka, Se Kye mengganti password hp nya, dari 1004 menjadi 0116 lalu mengganti nama Do Jae di ponsel, dari ‘Berengsek Seo Do Jae’ menjadi ‘paman’.
***
Sara Kang berjalan jalan di Mall lalu memborong jam tangan.
Tiba tiba Eun Ho memberinya setangkai bunga mawar.
(π Eun Ho jualan parfum di mall. Aroma mawar)
“Kenapa kamu terus muncul?” Tanya Sara
“Lebih tepatnya, kamu yang terus muncul ditempat kerjaku.”
“Jadi menurutmu, aku mengikuti mu?”
“Tidak apa apa, itu sering terjadi. Selagi kamu disini, ambillah… Semoga harimu menyenangkan.” Kata Eun Ho ramah.
Sara Kang speachless… Ia membuang bunganya.
Eun Ho memberikan mawar ke pengunjung lain, “Silahkan dicoba, terima kasih. ” Para wanita terpesona kegantengan Eun Ho.
***
Kakek Do Jae menyewa Chef terkenal untuk menyediakan makanan. Mereka makan bersama sekeluarga.
“Ini, terlalu berlebihan, kenapa tidak makan di restoran terkenal saja daripada membayar cheff terkenal dan karyawannya?” Kata Do Jae
“Dasar berandal!!” Kakek mengumpat.
“Rasanya enak kek.” Kata Sara manis.
Sara dan Do Jae sempat berdebat mengenai pembelian pesawat T one Air. Sara membeli pesawat dengan setengah harga, kelayakan baik, tapi tidak bisa digunakan untuk penerbangan malam.
Sara lalu memberikan kado untuk ibu, ayah dan kakeknya.
“Kalau ini untuk oppa.” Kata Sara membawakan seekor ikan hidup untuk Do Jae.
“Oppa suka ikan Khan? Peliharalah dengan baik, jangan sampai mati.” Sindir Sara.
“Aku selesai makan, sudah dapat kado, sekarang aku mau pergi.” Kata Do Jae berpamitan.
“Saat berangkat kerja, bawalah salah satu mobil diluar.” Kata kakek memberikan mobil lagi untuk Do Jae.
“Aku bahkan tidak sempat memakai kesepuluh mobil pemberian kakek. Sekarang kakek mau memberiku mobil lagi?” Tanya Do Jae protes.
(πDikasih mobil malah protes… Mending dikasihin Mimin aja)
“Penjual mobil nya sangat sopan, jadi mana mungkin aku cuma beli satu?”
“Kakek terlalu boros!” Umpat Do Jae.
“Dasar berandal! Pergilah! Kau menghilangkan selera makanku” Kakek kesal.
***
Profesor Kang, mengeluh karena Sara Kang menyombongkan diri didepan kakek.
Sara terlalu ingin diakui, bahwa ia layak untuk keluarga itu.
Sedangkan sang ayah, cukup puas bisa menikah dengan wanita yang dicintainya, tanpa berharap apa apa.
***
“Apa ibu bahagia dengan suami baru ini Bu?” Tanya Do Jae
“Ibu bahagia, ayahmu terlalu sibuk dengan karyanya dan tembikar… Dia tidak pernah mencintai ibu.”
“Aku juga kecewa dia sebagai ayahku, dia tidak pernah meluangkan waktu untukku, tapi berusaha merayuku dengan tembikar.”
***
Se Kye dapat informasi dari seorang reporter bahwa sutradara Lee Hee Seob ada di Korea
Reporter itu berfikir kalau Se Kye akan membintangi film garapan Lee Hee Seob.
“Kenapa kau tidak bilang kalau sutradara Lee ada dikorea?” Tanya Se Kye
“Dia tidak mau menemuimu.” Jawab Woo Mi.
***
Do Jae menaruh ikan dari Sara di aquarium miliknya
“Kenapa menaruh ikan itu di sini? Itu terlalu mencolok.” Kata sekretaris Jeong
“Itu pemberian Sara kang.”
Sekretaris Jeong langsung mundur, “Apa anda sudah mengecek ada bom atau alat penyadap?”
(Sekretaris Jeong mah pikirannya negatif Muluπ)
***
Sara menyesali diri kenapa ia tidak menaruh penyadap di ikan itu.
Tiba tiba ada petugas ekspedisi yang ngotot untuk menyerahkan dokumen langsung pada si penerima.
“Aku harus menyerahkan ini langsung kepada penerima.” Kata kurir itu, kurirnya pake helm yang gak dicopot.
Sara menghela nafas, “Memberikan pada sekretarisku sama saja memberi padaku. Kamu sungguh tidak fleksibel. Letakkan saja disana.”
“Tunjukkan tanda pengenal mu. Harus menunjukkan tanda pengenal untuk menerima paket ini. Itu prosedur standar kami.”
Sara kesal, dengan terpaksa ia menunjukkan pengenalnya. “Puas? Taruh saja disana!”
Si kurir melihat tanda pengenalnya, “Kau lebih tua dariku.”
Si kurir melepas helm nya, ternyata itu eun Ho πͺ.
“Kamu benar benar mengikutiku?” Tanya Sara kesal.
“Sepertinya begitu, tapi ini benar benar kebetulan.”
Eun Ho pergi setelah minta tanda terima.
“Dia punya banyak pekerjaan, dia pasti sangat sibuk.” Gumam Sara.
***
Se Kye menemui sang sutradara. Sutradara itulah yang berhasil membuatnya jadi artis.
Ia sempat dihalangi oleh para kru untuk menemui Sutradara Lee. Tapi Se Kye memaksa.
Dan benar, sutradara itu menolaknya. Bahkan setelah Se Kye berlutut agar diberi kesempatan, sutradara itu tetap menolaknya.
Bahkan profil Se Kye pun dibuang.
(Sepertinya sutradara itu benar benar kecewa pada Se Kyeπ)
***
Se Kye, Woo Mi dan Eun Ho minum minum. Untuk melampiaskan kekecewaannya.
“Aku yakin film itu akan gagal total.” Se Kye berharap.
Eun Ho berdoa dulu sebelum bersulang, “Tuhan maafkan aku, Semoga gagal totalπ.”
Merekapun bersulang agar film itu gagal.
***
Dalam mabuknya Se Kye menelepon Do Jae, ia curhat mengenai betapa kecewanya dia ditolak oleh sutradara Lee. Padahal dia sudah menganggap sutradara Lee adalah ayahnya.
Do Jae malas melihat keluh kesah Se Kye, jadi dengan dingin ia menutup teleponnya.
“Dia dingin sekali.”πͺ
***
Sekretaris Jeong ditraktir sarapan oleh Sara kang, ternyata sekretaris Jeong adalah adik kelasnya Sara.
Sara meminta agar sekretaris Jeong bekerja untuknya, tentu saja ditolak oleh sekretaris Jeong.
***
Se Kye terbangun, ia mengingat kekonyolan yang ia buat saat mabuk, rasanya ia ingin mati sajaπ.
Do Jae mengirim pesan, “pukul 15.00 Pasaraya royal, lantai tiga. Toko D, bawa paspormu.”
***
Do Jae membeli banyak pakaian dari toko itu. Se Kye juga tidak mau kalah, ia juga mau membeli banyak… Tapi ditolak oleh pramuniaga nya, karena barang itu pesanan orang lainπ.
Do Jae lalu memberikan sebuah tiket pesawat.
“Kau akan terlambat jika tidak berangkat sekarang, tapi itu bukan salahku, kamu lah yang terlambat … Itu tiket pesawat yang dinaiki sutradara Lee. Untunglah dia menaiki T road air. Jangan berpikir macam macam, kesuksesanmu adalah kesuksesan T Road air.” Kata Do Jae.
( Do Jae adalah tipe cowok idaman para wanitaπππ…ganteng, perhatian dan banyak duit… Tentu saja itu cuma ada di drama Koreaπ)
Se Kye langsung lari menuju Bandara…
***
“Anda sutradara Lee Hee Seob? Kelas penerbangan anda dinaikkan.” Pramugari lalu mengantarkan ke kursi kelas 1.
Sudah ada Se Kye disitu menunggunya..
“Aku adalah artis yang anda ciptakan, aku tidak berubah.”
“Memang aku yang menciptakanmu, tapi aku kecewa dengan diriku sendiri.” Kata sutradara lalu kembali ke tempat duduknya semula.
Se Kye ditolak sekali lagi.
Hal ini karena citra Se Kye sudah buruk, ia terkenal sebagai tukang kabur.
***
Sara membaringkan dirinya diranjang, ia sangat kelelahan…kamarnya juga berantakan.
Seorang telemarketing menelepon nya untuk memberi pinjaman 10.000 dengan bunga rendah.
“Aku sudah kaya.” Kata Sara sambil menutup teleponnya.
Ponselnya berdering lagi.
“Aku bilang, aku sudah kaya?!”
“Aku tahu…”
“Siapa kamu?”
“Aku staff di penatu, kopi, parfum dan kurir. Masih ingat?” Jawab Eun Ho
Sara menghela nafas, “Darimana kau tau nomorku?”
“Tertulis di kertas pengiriman paket.”
“Apa legal mendapatkan nomor wanita dengan cara ini?” Tanya Sara kesal plus ke ge-er an.
“Aku tahu ini lancang, tapi aku putus asa, maafkan aku.”
“Masa bodoh kamu putus asa atau tidak.” Sara langsung memutus panggilan telepon nya.
(Ternyata Eun Ho mau cari donatur π..Eun Ho terus terusan bikin sara ge-er)
***
Do Jae menjemput Se Kye dibandara.
“Bagaimana pertemuanmu?”
“Peran itu, memang bukan untukku sejak awal… Tapi aku puas karena sudah berusaha semaksimal mungkin. Terima kasih kau sudah memberiku kesempatan.”
“Tidak perlu berterima kasih, itu akan dimasukkan ketagihan mu.”
Se Kye tertawa, “Kamu selalu merusak suasana dengan kata katamu.”
Do Jae lalu menyerahkan kontrak rahasia yang sudah diketik rapi agar ditanda tangani.
“Kenapa kamu masih tetap bekerja sebagai artis, mengingat kondisinya yang seperti itu.”
“Agar aku tak melupakan siapa diriku.”
Se Kye lalu mengajak Do Jae menonton bioskop film yang diperankan Chae Yu Ri, saingannya.
***
Ruang bioskop tampak sepi, Se Kye lalu membuka maskernya.
Judul filmnya, “Untukmu yang tidak mengenalku.”
“Aku lebih baik daripada dia Khan? Kau bisa membedakannya Khan?”
“Aku bisa membedakan kalian.” Do jae memejamkan mata untuk berkonsentrasi pada suara film
“Kamu memang lebih baik daripada dia.”
“Kenapa?”
“Karena kau satu satunya artis yang bisa kukenali.”
Se Kye tampak tersentuh. Ia memejamkan mata, lalu tertidur dibahu Do Jae.
“Maafkan aku, perjalanan tadi membuatku lelah, terima kasih, aku akan membalas kebaikanmu. Aku berjanji.”
Ketika keluar dari bioskop, ternyata banyak reporter disana. Ia tidak mengira.
Reporter segera memfoto mereka berdua.
Sudah kepalang basah, Do jae lalu memegang tangan Se Kye, “Tersenyum lah!”
***
Bersambung episode 5