Sinopsis Beauty Inside eps 5 part 2

“Ada yang ingin aku katakan sebelum kita tidur bersama. 1. Jangan pakai pakaian temaram.”

“Aku tahu itu”

“Ke dua, jangan berpikiran mesum.”

“Aku hanya tidak perlu ketahuan.”

“Apa katamu?” Tanya Se Kye kaget.

“Aku hanya bercanda.”

“Pastikan kau tersenyum saat bercanda!”

Do Jae lalu tersenyum.

“Bersentuhan atau semacamnya, itu dilarang!”

“Tempat tidurku luas.”

Se Kye lalu menunjukkan koleksi bajunya dan koleksi foto fotonya saat berubah jadi orang lain.

Do Jae lalu berpamitan, “Sampai jumpa besok.”

Ia pergi

“Kenapa jantungku berdebar.” Kata Se Kye sambil menghela nafas

***

Sara pulang kerumahnya, ia menaruh sepatunya sembarangan. Dan menaruh bajunya sembarangan.

Ia membaringkan diri dikasur, “Emm… Aromanya enak sekali.”

Ia lalu menyadari bahwa rumahnya jadi bersih, ada makan malam yang juga sudah tersedia.

“Ia pergi kemana?” Gumamnya, ia masih kepikiran Eun Ho.

***

Se Kye berangkat audisi.

Ia berpamitan pada Woo Mi.

Ditempat audisi, semua aktris pendatang baru mengeluh karena Se Kye ikut audisi, mereka khawatir akan kalah saing.

Chae Yu Ri muncul, sengaja ingin mempermalukan Se Kye.

“Unnie, kau juga ikut audisi, padahal saat itu kau sudah berlutut agar diberikan peran itu.”

Se Kye menjadi bahan omongan orang orang yang ada disitu.

“Ya, dia tetap tidak memberiku.”

“Oh dia sangat kejam sekali, aku kesini untuk bertemu sutradara, aku akan merekomendasikan mu.”

“Tidak usah.”

“Aku hanya ingin membantu sebisaku, pasti dia akan mendengarkan aku.”

“Itu benar benar tidak perlu. Aku bisa mendapatkan peran ini tanpa bantuanmu.”

“Kalau begitu, semoga beruntung.”

***

Saat Audisi, Chae Yu Ri berusaha mempermalukannya. Tapi Se Kye mampu berakting dengan baik.

***

Do Jae sudah menunggu diluar, menunggui Se Kye yang audisi sambil membawa bunga.

Se Kye berdiri melihat do Jae, namun dibelakangnya, ada orang orang yang tadi mengejeknya.

Ia segera berlari memeluk Do Jae. Sepertinya menjadi kekasih konglomerat seperti Do Jae, adalah sedikit harga dirinya.

***

Di rumah Do Jae,

Mereka membuat ramen bersama.

“Aku tidak bilang akan membaginya.” Kata Do Jae pelit.

“Aku akan membayar nya.”

Do jae diminta untuk menemaninya membaca naskah.

πŸ˜‚Do Jae gak ada emosinya.

“Kapan kita tidur bersama?”

Se Kye keselek, “kenapa hanya itu yang ada dipikiran mu?” πŸ˜‚

***

Do Jae sikat gigi bersama.

“Pisau cukur ini tipe apa? Aku selalu terluka saat memakainya.”

“Kapan kapan aku akan mengajarimu.”

Mereka lalu melihat lihat koleksi baju Do jae. Banyak sekali.

“Cobalah ini” kata Do jae memberikan sebuah dasi.

Se Kye tampak kesulitan memakainya, Do jae lalu membantu nya.

Se Kye terpana.

“Dari matamu, kau menginginkanku.” Kata Do Jae masih tanpa ekspresi.

“Apa maksudmu? Aku tidak bisa memakainya.” Kata Se Kye kesal plus malu.

Mereka berbaring bersama…

“Kalau kau melewati batas ini, kamu tidak akan melihat hari esok!” Ancam Se Kye.

“Aku juga akan memanggil polisi jika kamu begitu.”

“Tempat tidur ini sangat luas.” Kata Se Kye

“Kenapa? Kamu kecewa?”

“Mungkin nanti aku akan berubah jadi kakek kakek.”

“Kalau begitu aku akan menghormati mu sebagai orang tua.”

“Mungkin juga aku tidak berubah hari ini.”

“Kalau begitu kita tidur bersama lagi besok.”

“Bisakah kau berpikir dulu sebelum bicara?”πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

“Kenapa? Kau mulai menyukai ku?”

“Yang benar saja.” Se Kye menyangkal

“Apa boleh aku menyentuh mu?… Wajahmu.”

Do Jae lalu meraba wajah Se Kye, “Kamu jelek.”

“Lihat siapa yang bicara!”

Do Jae membayangkan wajah Se Kye, “Yang dikatakan sekretaris Jeong benar.”

“Dia gila!” Se Kye kembali bermonolog.

Do Jae tersenyum.

***

Pagi hari, Do Jae terbangun.

Se Kye masih ada disampingnya. Tidak berubah.

“Kamu masih tetap kamu, tidak berubah?”

“Kenapa kamu mengajakku bertengkar sepagi ini? Aku sudah bilang berkali kali, kalau belum tentu aku berubah.”

“Kamu sengaja ingin menghabiskan malam bersamaku?”

“Memangnya aku yang mengajakmu tidur? Ini Khan idemu!!”

Ternyata ibu Do Jae datang, ia mendengarkan pembicaraan mereka.

Ibu langsung masuk kamar dan melabrak.

Se Kye secepat kilat menutup dirinya dengan selimut.

“Berani sekali kalian tidur bersama! Padahal aku sudah memberinya uang 200.000!!”

Ibu Do Jae lalu menarik selimut Se Kye…

Tapi yang muncul adalah anak laki laki ABG πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

“Jadi selama ini kau gay??” Ibu Do Jae kena stroke πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

***

Bersambung episode 6

Sinopsis Beauty Inside eps 5 part 1

Para wartawan memotret kebersamaan mereka. Seo Do Jae juga mengiyakan hubungan mereka berdua, tapi untuk detailnya ia akan mengadakan konferensi pers.

Sebetulnya para reporter disitu untuk meliput berita Chae Yu Ri… Tapi justru Chae Yu Ri dicuekin… Tentu saja Chae Yu Ri kesal.

***

Se Kye lemas, “Bagaimana ini?”

“Khan kamu yang meminta ke sini tadi. Karena ini salahmu, turuti saja perkataan ku. Mari kita berlagak menjadi pasangan yang akur. Anggap saja kita bertemu secara romantis dan putus juga secara romantis.”

“Wow, kau memang brilian.”

“Mari kita menjadi pasangan abad ini.”

***

Woo Mi diserbu reporter πŸ˜‚.

“Benarkah Se Kye dan Seo Do Jae menjalin hubungan? Tolong berikan komentar.”

Woo Mi terpaku tidak mengerti. Tiba tiba ada pria misterius bertudung, yang menarik tangannya agar menghindari para reporter.

Ternyata itu Eun Ho πŸ˜‚.

***

Ibu Do Jae kesal akan gosip mengenai anaknya, “Sejak kapan grup Sunho bisa digosipkan semua orang? Para reporter menulis berita konyol tentang kita, dan kau diam saja?” Katanya memarahi sekretaris nya

“Sumber artikel mereka adalah sekretaris Jeong Joo Hwan.”

“Pasti ada sesuatu yang terjadi diantara mereka…Cari tahu sebanyak mungkin tentang Han Se Kye secepatnya.”

***

Ibu Do Jae menemui Do Jae, ia minta agar segera putus dari Se Kye.

“Jika aku memutuskannya setelah mengumumkan hubungan kami, itu akan terlihat aneh.”

“Apa kau tidak ingin mewarisi perusahaan ini?”

“Tentu saja aku ingin, karena itu aku melakukannya, bukankah kau ingin aku mengencani seseorang?”

“Tapi tidak sembarang orang!”

“Aku rasa aku cocok dengan dia.”

“Ini sudah gila!” Ibunya kesal.

“Cinta memang membuatnya jadi gila.” Kata sekretaris Jeong mengaminiπŸ˜‚.

***

Woo Mi ngamuk, karena Se Kye tidak memberitahunya apapun. Ia memutuskan untuk berhenti jadi manajer Se Kye.

“Woo Mi ya..” kata Se Kye melas.

“Biarkan, dia hanya butuh waktu.” Kata Eun Ho

Tak lama kemudian ibu Seo Do Jae menelepon nya. Ia ingin bicara empat mata.

***

Ibu Do Jae meminta Se Kye agar memutuskan hubungan dengan Do Jae.

“Apa tidak ada reporter yang mengikuti mu? Sepertinya kau tidak seterkenal dugaan ku.”

“Jika ada yang ingin kau sampaikan, katakan saja. Aku harus menemui orang yang sangat penting.”

“Siapa? Pria? Kudengar kekasihmu orang asing, dan kalian sudah punya anak. Tinggalkan Do Jae sekarang, kau hanya membawa keburukan baginya.”

“Putramu sangat pengecut, ternyata ia seperti mu…Tapi untuk berpisah dengannya saat ini, itu tidak mungkin. ”

“Aku paham maksudmu, aku bisa memberimu kompensasi lebih besar.”

“Aku tidak perlu uang.”

“Lancang sekali, butuh atau tidak, masa bodoh, kau tidak berhak menolaknya, aku sudah memberikannya padamu. Jadi sebaiknya lakukan sesuai harapanku.”

***

Rekening Se Kye bertambah 100.000,

“Darimana dia tau nomor rekeningku? Apa kau menjual informasi ku?” Tuduh Se Kye pada Eun Ho.

“Enak saja!”

“Lupakan saja, ini cuma 100.000.”

“Betul, sumbangkan saja!” Kata Eun Ho yang memang mengharap donaturπŸ˜‚

“Yang benar saja!!”

“Aku harus berangkat kerja sekarang…” Kata Eun Ho

Se Kye sedih tidak ada teman yang mau mendengarkan nya, saat ini, satu satunya temannya, Woo Mi, sedang marah padanya.

“Keluarkan saja keahlianmu dalam minta maaf.” Saran Eun Ho

“Apa aku ahli minta maaf?”

Dia dapat jempol

***

Sara penasaran kenapa ada berita tentang hubungan Se Kye dengan Do Jae… “Sepertinya mereka tidak mungkin pacaran, tapi apa alasan mereka melakukan itu?”

Sara lalu memperhatikan rumahnya, seperti kapal pecah, sangat berantakan.

“Lihatlah kekacauan ini, mustahil dapat ide bagus kalau kacau begini.” Dia menghela nafas.

Ia mencari layanan bersih bersih rumah.

***

Woo Mi menemui sekretaris Jeong, dia protes mengenai foto Se Kye dengan Do Jae.

“Siapa menyuruhmu melakukan jumpa pers seperti itu? Cepat hilangkan foto itu. Ia tak pantas untuk Se Kye.”

“Memang tidak pantas, Seo Do Jae adalah seorang pewaris grup Sunho.”

“Lihat! Se Kye tidak memakai riasan difoto ini! Segera hapus! Pria itu hanya peduli pada setelan jasnya”

(Oalah, Woo Mi ngelabrak cuma gara gara Se Kye gak pake riasanπŸ˜“πŸ˜ͺ)

“Aku tahu hubungan ini sudah diatur.” Kata Woo Mi

“Syukurlah kau menyinggung ini, kejadian ini hanya pura pura, kami menanggung resiko besar. Kami harus sebaik apa lagi?”

“Mari kita luruskan, jadi kalian hanya memanfaatkan Se Kye untuk urusan pekerjaan?” Woo mi kesal

“Jadi kamu sudah sadar diri?”

“Kamu memang berbakat untuk membuat orang marah!”

“Aku sudah sering mendengar hal itu, tapi itu bukan tujuanku mengajakmu kemari… Kita perlu kolaborasi. Agar mereka terlihat seperti berpacaran sungguhan. Dan putus disaat yang tepat.”

Woo mi lalu mendapat telepon dari sutradara Lee.

***

Woo Mi pulang kerumah, ia disambut romantis oleh Se Kye sebagai permintaan maaf.

Pake lilin disepanjang jalan segalaπŸ˜ͺ

“Maafkan aku sudah berbuat salah.”

Tiba tiba orang tua Eun Ho datang, merusak suasana πŸ˜‚.

“Apa yang terjadi? Kenapa semua lilin dikeluarkan? Apa mati lampu? Lalu siapa nanti yang akan membereskannya?”

“Masuklah, jangan khawatir, nanti aku yang akan membereskannya.” Kata Se Kye.

“Aku ingin sekali kabur seperti mu sekali saja. Aku ingin tau jalan pikiranmu!” Kata Woo Mi

“Jadi kamu mau memaafkanku? Kau bisa mengumpatku sesuka hatimu. Aku rela”

“Baguslah, aku ingin bilang… Kamu bisa ikut Audisi untuk film sutradara Lee.”

“Apa?” Se Kye terkejut.

“Dia bilang, kau bisa mendapatkan peran kecil asal kau datang sendiri tanpa manager dan melakukan yang terbaik, seperti saat kali pertama mulai.”

Se Kye senang sekali.

***

Sekretaris Jeong merencanakan kencan antara Do Jae dengan Se Kye.

“Aku tidak bisa, aku sibuk.”

“Ini bagian dari pekerjaan, Khan kamu yang memulai masalah ini.”

“Jadi, kapan?dimana?bagaimana?”

“Sebelumnya, aku ingin tanya sesuatu. Apa kamu pernah berkencan sebelumnya?”

Flashback:

Do Jae janjian kencan dengan seorang wanita. Ia bingung, di kafe itu ada banyak wanita yang sedang duduk sendiri. Dan ia salah orangπŸ˜‚. Wanita yang dikencaninya jadi marah, dipikir Do Jae selingkuh.

***

Woo mi menyuruh Se Kye agar berkencan dengan do Jae ditempat umum.

“Apa kau pernah berkencan sebelumnya?”

Flashback:

Seorang pria memarahi Se Kye karena selalu menghilang saat kencan. “Carilah pria yang bisa tahan dengan kebiasaanmu! Aku rasa pria manapun tidak akan tahan!”

***

Baik Do Jae maupun Se Kye sedang belajar berkencanπŸ˜‚. Mereka diajari sekretaris dan manajer masing masing.

***

Saat kencan,

Mereka makan siang bersama, tentu saja sudah ada fotografer yang bertugas memotret mereka.

Do Jae menyuapi Se Kye, ia menyuruh Se Kye tersenyum agar hasil fotonya bagus… Se Kye tersenyum, Do Jae terpana 😍😍

“Omong omong berapa nomor rekeningnya ibumu?”

“Kamu bertemu dengan ibu ku?”

“Bukan sesuatu yang penting.”

“Kau bertemu dengannya tapi kau masih hidup?”

“Apa kau berusaha melucu?”

“Tidak.”

***

Se Kye mengirimkan balik uang ibu Do Jae sejumlah 100.001

“Beraninya dia!” Kata ibu Do Jae geram

Ibu Do Jae, Im Jeong Yeon. Mentransfer lagi sejumlah 200.001.

(Pertarungan harga diri nehπŸ™„)

***

Se Kye ingin mentransfer balik, tapi dia terkena limit bank. Jadi ia harus datang ke bank secara langsung, tapi ia tidak punya waktu.

Mereka melanjutkan acara kencan..

Do Jae bercerita kalau dia sering ketempat itu, tempat populer untuk anak muda yang berkencan. Tapi ia kesana tidak untuk berkencan tapi untuk belajar mengenali orang.

Se Kye juga bercerita kalau dia membuat kalung dengan namanya agar ia selalu ingat siapa dirinya. Ia takut ia tak bisa kembali ke wujud aslinya.

“Apa aku terlihat menyedihkan?” Tanya Se Kye

“Kapan kita akan tidur bersama?” Tanya Do Jae tanpa ekspresi.

Se Kye langsung ngakak…

***

Eun Ho datang ke rumah klien yang akan dibersihkan olehnya. Ia terkejut, rumahnya sangat berantakan.

Itu rumah saraπŸ˜‚

Sara yang ada dikafe menelepon Eun Ho, ia bertanya apakah Do Jae dan Se Kye memang berkencan.

“Tanyakan saja sendiri… Jangan merayuku karena ini.” Jawab Eun Ho

“Kalau kau mau menjawab, aku mau berkencan denganmu sekali. Katamu kamu sudah putus asa…”

“Itu masa lalu, sekarang aku sibuk.”

Sara speachless… “Pasti karena wanita yang disukainya mengencani pria lain, karena itu perasaan nya jadi kacau.”

(πŸ™„ Jadi Sara pikir, Eun Ho juga menyukai Se Kye)

Sara ke kafe ternyata untuk mencari Eun Ho.

“Eun Ho, tidak ada disini, kau sudah menanyakan itu 50kali.” Kata seorang pelayan.

Sara juga ke mall mencari Eun Ho, tapi tidak menemukannya.

***

Do jae mengantar Se Kye pulang,

“Kita mulai besok malam.” Kata Se Kye

“Ah” do Jae mengerti maksudnya, tidur bersama.

“Besok pagi aku audisi, aku akan menghubungimu setelah audisi…kau mau masuk? Ada yang ingin kukatakan sebelum kita tidur bersama.”

***

Bersambung part 2

***

Sepertinya tiap episode akan Mimin bagi dua… Terlalu panjang soalnya…πŸ˜ͺ

Sinopsis Beauty Inside eps 4

Beauty inside eps 3

Seo Do Jae tiba tiba muncul dan mengajak Se Kye tidur bersama malam ini.

“Apa?” Se Kye kaget

“Aku bilang, tidurlah malam ini denganku.”

“Kenapa aku harus tidur denganmu?”

“Aku hanya ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu berubah.”

Se Kye yang tadi sempat salah paham akhirnya ketawa cekikikan.

“Sebagai Presdir, kamu tak pandai bicara…”

“Aku hanya memastikan kau tidak membodohi ku, aku juga tidak ingin melepaskan kesempatan untuk bicara jujur.”

Do Jae lalu mengajak Se Kye pergi ke suatu tempat. Se Kye ngomel sendiri.

“Aku bisa mendengarnya.”

“Aku sengaja bersuara keras agar kamu mendengarnya!” Kata Se Kye kesal.

Do jae mengulurkan tangannya untuk membantu Se Kye turun dari mobil.

(Ini baru gentleman 😎)

***

Sekretaris Jeong memberikan surat pernyataan bahwa utang untuk donasi 100.000 sudah lunas.

“Kau salah menulis nama, Han Se Kyae… Bukan ‘Kyae’ tapi ‘Kye’.” Protes Woo Mi

“Ah? Aku akan mengeluarkan draft nya.”

Ternyata draft nya juga salahπŸ˜“

“Ini juga, bukan ‘Sae’ tapi ‘Se’, bodoh! Kamu salah mengeja namanya lagi.” Kata Woo Mi kesal.

“Ah begitu ya?” Kata sekretaris Jeong santai, ia lalu menyerahkan beberapa draft berkas…

(πŸ™„ Sepertinya sekretaris Jeong cuma mengulur waktu saja)

***

Woo Mi kebingungan mencari Se Kye yang menghilang dari mobil.

Sedangkan ponsel Se Kye dimatikan oleh Do Jae, tentu saja Do Jae juga mematikan ponselnya, biar adil.

***

Do Jae mengajak Se Kye kekantor nya, seakan akan mereka akan meneken kontrak kerja.

Semua karyawan terpesona, ada artis yang datang ke kantor.

Diruangan Do Jae….

“Mari kita lanjutkan pembicaraan yang tadi, kau bilang ingin tidur denganku.”

“Ya, aku ingin lebih mengenalmu.”

“Biasanya sebulan sekali, aku akan berubah selama sepekan. Terkadang saat tidur, kadang saat aku bangun. Tidak bisa diprediksi.”

“Apa ada gejala sebelum berubah?”

“Aku bisa merasakannya, aku merasa aneh sebelum berubah.”

“Kalau begitu, masalahnya jadi lebih sederhana, kita hanya perlu terus bersama.”

“Bagaimana aku bisa mempercayai mu?”

“Kita teken kontrak saja.”

Do Jae lalu menulis kontrak ‘perjanjian rahasia’. Sebuah perjanjian untuk mengutarakan rahasia mereka masing masing.

“Dokumen lebih bisa dipercaya daripada manusia.” Kata Do Jae menjelaskan.

Isi perjanjian:

1. Jangan kabur

2. Benar benar menjaga rahasia.

3. Jawab ponsel masing masing dalam 3detik.

4. Saat hubungan kerja kita selesai, seluruh perjanjian ini tidak berlaku lagi.

“Detail tentang peraturan tidur kita, bisa diputuskan setelah kamu tahu semua tentang kelemahan ku… Saat kau bisa percaya padaku sepenuhnya.”

Se Kye disuruh pulang sendiri. Se Kye speachless, dia Khan tidak bawa mobil.πŸ˜“

***

Woo Mi marah pada Se Kye yang tiba tiba menghilang.

“Ayo tenangkan hati dengan makan tteokpokki.” Rayu Se Kye.

“Apa? Tteokpokki pedas?”

(πŸ˜ͺWoo mi gak jadi marah, karena disogok tteokpokki)

Sambil makan tteokpokki, Se Kye menceritakan tentang pertemuan nya dengan Do Jae yang memintanya tidur bersama.

“Bagus, tidurlah bersamanya sekali.” Saran Woo Mi

“Apa??” Se Kye kaget.

“Diusiamu, seharusnya jangan kamu tahan lagi… Makin tua, kita tidak punya pilihan lain. Nikmati selagi bisa.”

Se Kye tidak habis pikir, bagaimana bisa, Do Jae mengajaknya tidur dengan santai dan tanpa ekspresi.

Sesuai saran Do Jae mengenai rahasia mereka, Se Kye mengganti password hp nya, dari 1004 menjadi 0116 lalu mengganti nama Do Jae di ponsel, dari ‘Berengsek Seo Do Jae’ menjadi ‘paman’.

***

Sara Kang berjalan jalan di Mall lalu memborong jam tangan.

Tiba tiba Eun Ho memberinya setangkai bunga mawar.

(πŸ˜‚ Eun Ho jualan parfum di mall. Aroma mawar)

“Kenapa kamu terus muncul?” Tanya Sara

“Lebih tepatnya, kamu yang terus muncul ditempat kerjaku.”

“Jadi menurutmu, aku mengikuti mu?”

“Tidak apa apa, itu sering terjadi. Selagi kamu disini, ambillah… Semoga harimu menyenangkan.” Kata Eun Ho ramah.

Sara Kang speachless… Ia membuang bunganya.

Eun Ho memberikan mawar ke pengunjung lain, “Silahkan dicoba, terima kasih. ” Para wanita terpesona kegantengan Eun Ho.

***

Kakek Do Jae menyewa Chef terkenal untuk menyediakan makanan. Mereka makan bersama sekeluarga.

“Ini, terlalu berlebihan, kenapa tidak makan di restoran terkenal saja daripada membayar cheff terkenal dan karyawannya?” Kata Do Jae

“Dasar berandal!!” Kakek mengumpat.

“Rasanya enak kek.” Kata Sara manis.

Sara dan Do Jae sempat berdebat mengenai pembelian pesawat T one Air. Sara membeli pesawat dengan setengah harga, kelayakan baik, tapi tidak bisa digunakan untuk penerbangan malam.

Sara lalu memberikan kado untuk ibu, ayah dan kakeknya.

“Kalau ini untuk oppa.” Kata Sara membawakan seekor ikan hidup untuk Do Jae.

“Oppa suka ikan Khan? Peliharalah dengan baik, jangan sampai mati.” Sindir Sara.

“Aku selesai makan, sudah dapat kado, sekarang aku mau pergi.” Kata Do Jae berpamitan.

“Saat berangkat kerja, bawalah salah satu mobil diluar.” Kata kakek memberikan mobil lagi untuk Do Jae.

“Aku bahkan tidak sempat memakai kesepuluh mobil pemberian kakek. Sekarang kakek mau memberiku mobil lagi?” Tanya Do Jae protes.

(πŸ™„Dikasih mobil malah protes… Mending dikasihin Mimin aja)

“Penjual mobil nya sangat sopan, jadi mana mungkin aku cuma beli satu?”

“Kakek terlalu boros!” Umpat Do Jae.

“Dasar berandal! Pergilah! Kau menghilangkan selera makanku” Kakek kesal.

***

Profesor Kang, mengeluh karena Sara Kang menyombongkan diri didepan kakek.

Sara terlalu ingin diakui, bahwa ia layak untuk keluarga itu.

Sedangkan sang ayah, cukup puas bisa menikah dengan wanita yang dicintainya, tanpa berharap apa apa.

***

“Apa ibu bahagia dengan suami baru ini Bu?” Tanya Do Jae

“Ibu bahagia, ayahmu terlalu sibuk dengan karyanya dan tembikar… Dia tidak pernah mencintai ibu.”

“Aku juga kecewa dia sebagai ayahku, dia tidak pernah meluangkan waktu untukku, tapi berusaha merayuku dengan tembikar.”

***

Se Kye dapat informasi dari seorang reporter bahwa sutradara Lee Hee Seob ada di Korea

Reporter itu berfikir kalau Se Kye akan membintangi film garapan Lee Hee Seob.

“Kenapa kau tidak bilang kalau sutradara Lee ada dikorea?” Tanya Se Kye

“Dia tidak mau menemuimu.” Jawab Woo Mi.

***

Do Jae menaruh ikan dari Sara di aquarium miliknya

“Kenapa menaruh ikan itu di sini? Itu terlalu mencolok.” Kata sekretaris Jeong

“Itu pemberian Sara kang.”

Sekretaris Jeong langsung mundur, “Apa anda sudah mengecek ada bom atau alat penyadap?”

(Sekretaris Jeong mah pikirannya negatif MuluπŸ˜‚)

***

Sara menyesali diri kenapa ia tidak menaruh penyadap di ikan itu.

Tiba tiba ada petugas ekspedisi yang ngotot untuk menyerahkan dokumen langsung pada si penerima.

“Aku harus menyerahkan ini langsung kepada penerima.” Kata kurir itu, kurirnya pake helm yang gak dicopot.

Sara menghela nafas, “Memberikan pada sekretarisku sama saja memberi padaku. Kamu sungguh tidak fleksibel. Letakkan saja disana.”

“Tunjukkan tanda pengenal mu. Harus menunjukkan tanda pengenal untuk menerima paket ini. Itu prosedur standar kami.”

Sara kesal, dengan terpaksa ia menunjukkan pengenalnya. “Puas? Taruh saja disana!”

Si kurir melihat tanda pengenalnya, “Kau lebih tua dariku.”

Si kurir melepas helm nya, ternyata itu eun Ho πŸ˜ͺ.

“Kamu benar benar mengikutiku?” Tanya Sara kesal.

“Sepertinya begitu, tapi ini benar benar kebetulan.”

Eun Ho pergi setelah minta tanda terima.

“Dia punya banyak pekerjaan, dia pasti sangat sibuk.” Gumam Sara.

***

Se Kye menemui sang sutradara. Sutradara itulah yang berhasil membuatnya jadi artis.

Ia sempat dihalangi oleh para kru untuk menemui Sutradara Lee. Tapi Se Kye memaksa.

Dan benar, sutradara itu menolaknya. Bahkan setelah Se Kye berlutut agar diberi kesempatan, sutradara itu tetap menolaknya.

Bahkan profil Se Kye pun dibuang.

(Sepertinya sutradara itu benar benar kecewa pada Se KyeπŸ˜“)

***

Se Kye, Woo Mi dan Eun Ho minum minum. Untuk melampiaskan kekecewaannya.

“Aku yakin film itu akan gagal total.” Se Kye berharap.

Eun Ho berdoa dulu sebelum bersulang, “Tuhan maafkan aku, Semoga gagal totalπŸ˜‚.”

Merekapun bersulang agar film itu gagal.

***

Dalam mabuknya Se Kye menelepon Do Jae, ia curhat mengenai betapa kecewanya dia ditolak oleh sutradara Lee. Padahal dia sudah menganggap sutradara Lee adalah ayahnya.

Do Jae malas melihat keluh kesah Se Kye, jadi dengan dingin ia menutup teleponnya.

“Dia dingin sekali.”πŸ˜ͺ

***

Sekretaris Jeong ditraktir sarapan oleh Sara kang, ternyata sekretaris Jeong adalah adik kelasnya Sara.

Sara meminta agar sekretaris Jeong bekerja untuknya, tentu saja ditolak oleh sekretaris Jeong.

***

Se Kye terbangun, ia mengingat kekonyolan yang ia buat saat mabuk, rasanya ia ingin mati sajaπŸ˜‚.

Do Jae mengirim pesan, “pukul 15.00 Pasaraya royal, lantai tiga. Toko D, bawa paspormu.”

***

Do Jae membeli banyak pakaian dari toko itu. Se Kye juga tidak mau kalah, ia juga mau membeli banyak… Tapi ditolak oleh pramuniaga nya, karena barang itu pesanan orang lainπŸ˜‚.

Do Jae lalu memberikan sebuah tiket pesawat.

“Kau akan terlambat jika tidak berangkat sekarang, tapi itu bukan salahku, kamu lah yang terlambat … Itu tiket pesawat yang dinaiki sutradara Lee. Untunglah dia menaiki T road air. Jangan berpikir macam macam, kesuksesanmu adalah kesuksesan T Road air.” Kata Do Jae.

( Do Jae adalah tipe cowok idaman para wanita😍😍😍…ganteng, perhatian dan banyak duit… Tentu saja itu cuma ada di drama KoreaπŸ˜‚)

Se Kye langsung lari menuju Bandara…

***

“Anda sutradara Lee Hee Seob? Kelas penerbangan anda dinaikkan.” Pramugari lalu mengantarkan ke kursi kelas 1.

Sudah ada Se Kye disitu menunggunya..

“Aku adalah artis yang anda ciptakan, aku tidak berubah.”

“Memang aku yang menciptakanmu, tapi aku kecewa dengan diriku sendiri.” Kata sutradara lalu kembali ke tempat duduknya semula.

Se Kye ditolak sekali lagi.

Hal ini karena citra Se Kye sudah buruk, ia terkenal sebagai tukang kabur.

***

Sara membaringkan dirinya diranjang, ia sangat kelelahan…kamarnya juga berantakan.

Seorang telemarketing menelepon nya untuk memberi pinjaman 10.000 dengan bunga rendah.

“Aku sudah kaya.” Kata Sara sambil menutup teleponnya.

Ponselnya berdering lagi.

“Aku bilang, aku sudah kaya?!”

“Aku tahu…”

“Siapa kamu?”

“Aku staff di penatu, kopi, parfum dan kurir. Masih ingat?” Jawab Eun Ho

Sara menghela nafas, “Darimana kau tau nomorku?”

“Tertulis di kertas pengiriman paket.”

“Apa legal mendapatkan nomor wanita dengan cara ini?” Tanya Sara kesal plus ke ge-er an.

“Aku tahu ini lancang, tapi aku putus asa, maafkan aku.”

“Masa bodoh kamu putus asa atau tidak.” Sara langsung memutus panggilan telepon nya.

(Ternyata Eun Ho mau cari donatur πŸ˜‚..Eun Ho terus terusan bikin sara ge-er)

***

Do Jae menjemput Se Kye dibandara.

“Bagaimana pertemuanmu?”

“Peran itu, memang bukan untukku sejak awal… Tapi aku puas karena sudah berusaha semaksimal mungkin. Terima kasih kau sudah memberiku kesempatan.”

“Tidak perlu berterima kasih, itu akan dimasukkan ketagihan mu.”

Se Kye tertawa, “Kamu selalu merusak suasana dengan kata katamu.”

Do Jae lalu menyerahkan kontrak rahasia yang sudah diketik rapi agar ditanda tangani.

“Kenapa kamu masih tetap bekerja sebagai artis, mengingat kondisinya yang seperti itu.”

“Agar aku tak melupakan siapa diriku.”

Se Kye lalu mengajak Do Jae menonton bioskop film yang diperankan Chae Yu Ri, saingannya.

***

Ruang bioskop tampak sepi, Se Kye lalu membuka maskernya.

Judul filmnya, “Untukmu yang tidak mengenalku.”

“Aku lebih baik daripada dia Khan? Kau bisa membedakannya Khan?”

“Aku bisa membedakan kalian.” Do jae memejamkan mata untuk berkonsentrasi pada suara film

“Kamu memang lebih baik daripada dia.”

“Kenapa?”

“Karena kau satu satunya artis yang bisa kukenali.”

Se Kye tampak tersentuh. Ia memejamkan mata, lalu tertidur dibahu Do Jae.

“Maafkan aku, perjalanan tadi membuatku lelah, terima kasih, aku akan membalas kebaikanmu. Aku berjanji.”

Ketika keluar dari bioskop, ternyata banyak reporter disana. Ia tidak mengira.

Reporter segera memfoto mereka berdua.

Sudah kepalang basah, Do jae lalu memegang tangan Se Kye, “Tersenyum lah!”

***

Bersambung episode 5

Sinopsis Talk To The Death (part 2)

Mayu mengemasi barang barangnya dengan kecewa.

Ketika Miyu muncul, Mayu langsung menyerangnya, ia kecewa telah dimanfaatkan oleh Miyu.

***

Yuri pulang, ibu ternyata sudah didalam rumah. Ia menggeledah seluruh rumah untuk mencari uang.

“Ibu?! Saat Satoshi meninggal, kenapa ibu tidak muncul?” Tanya Yuri kecewa.

“Ini salahmu! Kau tidak memberiku uang.”

“Ambil ini dan pergilah!”

“Ini tidak cukup. Kau pasti punya 20.000.”

Ibu kembali menggeledah. (Ibunya menyebalkan 😀)

Yuri bahkan digampar sampai terjatuh.

“Berikan aku uang!! Dimana kau taruh uangnya?! Dengan tubuh bagusmu, kau pasti punya uang!! Aku yang memberimu tubuh bagus ini!!” Ibu mulai menghajarnya.

“Yuri, sebagai keluarga kita harus saling membantu!” Ancam ibu.

Yuri menangis

***

Mayu duduk dipinggir danau sambil menangis.

Ia menelepon neneknya.

“Nenek…”

***

Yuri mendapat telepon dari Mayu.

“Yuri, aku berterima kasih atas kebaikanmu. Bahagia lah dengan Ryo. Aku akan mengunjungi nenekku.”

Yuri tidak mengerti.

jam menunjukkan 06.29 PM tanggal 20Juni.

***

Yoko menelepon seseorang, Tuan Kamoshita. ia ingin url untuk mengunduh aplikasi ‘Talk To The Death’.

“Bisa kau kirimkan urlnya sekarang?”

“Kenapa kau tak kemari dan laporkan akhir kehidupanku. Kemudian aku akan memberitahumu url nya.” Pinta Tn. Kamoshita.

Pria itu lalu bercerita bahwa ia sudah lelah kehidupannya,

“Beberapa menit yang lalu, aku menelepon temanku untuk menjemput ku. Dia mati kena kanker tahun lalu… Aku sudah kehilangan pekerjaanku, kehilangan keluargaku, jadi aku sudah lelah… Aku memutuskan untuk memintanya kemari.”

Yoko merasa ada yang aneh dengan pria itu. Ia segera meluncur kesana.

Dan benar, Tn. Kamoshita sudah tergeletak tak bernyawa.

***

Yuri mendapat telepon bahwa Mayu sudah mati.

Yuri terkejut, “Dia bilang, dia ingin bertemu neneknya. Ternyata itu betul.”

Ryo datang menemui Yuri.

“Jam berapa Mayu meninggal?”

“Sekitar jam 7.”

“Apa penyebabnya?”

“Kematian alami secara tiba tiba. Mereka masih menunggu untuk di otopsi.”

“Lewat jam 6, Mayu meneleponku. Dia bilang mau bertemu dengan neneknya ”

“Tapi neneknya sudah lama meninggal. Kau dan Mayu pasti punya rahasia.”

“Kau tahu tentang aplikasi, ‘Talk To The Death’?”

“Apa?”

“Jika menggunakan aplikasi ini, kau bisa bicara pada orang yang meninggal.”

“Tidak mungkin.” Kata Ryo tak percaya.

“Aku bicara dengan Satoshi setiap hari.”

“Mayu bilang, jika mereka meminta untuk bertemu, jangan mau.”

“Itu palsu, seseorang meniru suara adikmu!”

“Mayu, dia mencintaimu Ryo, apa kau tidak menyadari nya? Kau juga tidak mengerti aku, pergilah!!”

Pintu langsung ditutup.

Tapi Yuri mengirim pesan, link url aplikasi itu.

“Jika aku mati, telepon aku disini.” Pesannya.

***

Yoko mengunduh aplikasi ‘Talk To The Death’.

Ia menelepon suaminya, Takheiko Kojima. yang sudah meninggal karena kecelakaan.

“Yoko?” Tanya suara diseberang

“Aku pikir kita punya waktu lebih banyak untuk bersama Takehiko…tapi… Aku sangat bodoh! Aku tidak sadar sampai kau pergi, kau adalah orang paling penting dihidupku.” Yoko menangis

“Terima kasih.”

“Bagaimana kau bisa mengalami kecelakaan?”

“Maaf, aku sangat marah malam itu… Aku terlalu banyak minum.”

“Apa sesuatu terjadi?”

“Di bar, aku melihat Honma, fotografer mu. Kami mulai minum bersama, kemudian setelah dia mabuk… Sudahlah jangan bicarakan ini.”

“Aku ingin tahu.” Desak Yoko

“Dia bilang, dia tidur denganmu, Yoko.” Kata suaminya. Yoko kaget.

***

Yuri menelepon Satoshi lagi,

“Aku menunggu mu, meneleponku lagi…” Kata Satoshi.

“Besok ulang tahunmu. Selamat ulang tahun.”

“Kakak…aku mau pulang kerumah saat ulang tahunku. Aku ingin bertemu denganmu, apa boleh?”

Yuri ragu ragu, tapi ia juga merindukan adiknya.

***

Ryo mencari informasi diinternet mengenai aplikasi ‘Talk To The Death’.

Ada yang mengatakan itu cuma hoax, tapi ada yang menyarankan agar tidak menggunakan aplikasi itu.

“Yoko Sasamoto, Mingguan Masa Depan… Artikel ini bukan menulis kebohongan, tapi justru melindungi orang orang yang terbunuh oleh aplikasi ini. Saat kau menelepon dan bertemu orang mati, kau juga akan mati.”

Ryo mengingat bahwa Yuri juga memakai aplikasi itu.

Ia segera menelepon Yuri,

“Aku sangat senang sekarang, aku sudah memutuskan untuk bertemu dia. Aku bilang padanya untuk pulang. Satoshi akan segera pulang.” Kata Yuri

“Tidak…. Yuri… Yuri…”

Telepon ditutup.

Ryo panik, ia segera kerumah Yuri.

***

“Dimana kau?” Telepon Yuri pada Satoshi.

“Aku sudah diluar.”

Satoshi benar benar datang, Yuri tersenyum bahagia.

***

Ryo kerumah Yuri dengan terburu buru, tapi Yuri sudah mati.

“Ini tidak mungkin…. Yuri bangunlah! Kumohon…” Ryo menangis.

***

Ryo masih memikirkan Yuri, ada pesan dari Yuri, “aku tidak menyesal, terima kasih untuk segalanya.”

Ada lampiran juga, berupa Video ulang tahun, ada siluet seorang anak. Lalu video berakhir.

Ryo menggunakan aplikasi ‘Talk To The Death’ untuk menghubungi Yuri.

“Yuri, ini Ryo. Apakah itu kamu?”

“Tolong…”

***

Ryo membawa ponsel berisi aplikasi itu ke Bar ibu Yuri. Ia mengabulkan permintaan Yuri untuk mengantar ponsel itu pada Ibunya..

“Kau ibunya Yuri?”

“Apa yang dia katakan?”

“Dia puluh ribunya sudah siap, setelah kamu selesai bekerja, telepon dia menggunakan aplikasi ini.”

“Sungguh? Dia punya 20.000?” Tanya ibu senang.

Ryo mengangguk.

“Terima kasih atas bantuannya.”

“Tapi aku ingin tanya satu hal.”

“Apa?”

“Kau belum ingin mati Khan? Apa kau hidup bahagia” Tanya Ryo.

Ibu Yuri kesal, ia mengusir Ryo.

***

Yoko menemui Honma.

“Aku senang, kau mau bertemu denganku. Ayo kita ketempat yang lebih baik untuk makan malam.” Kata Honma.

“Mengapa kamu mengambil foto? Aku tidak tahu tentang foto itu.” Tanya Yoko kecewa

“Apa maksudmu?”

“Foto foto itu, kamu menunjukkannya pada Takehiko.”

“Ya, aku melakukannya?”

“Kenapa?”

“Kamu tidak tahu?? Apa kau menyalahkanmu atas kematiannya?”

“Itu salahmu!!!” Yoko menangis.

Yoko lalu menelepon Takehiko Kojima.

(Apa dia juga ingin bertemu suami nya??😰)

***

Ibu Yuri selesai bekerja, ia menelepon Yuri.

“Halo, apakah itu kamu Yuri?”

“Ya.”

“Aku menelepon sesuai janjiku.”

“Aku akan datang kesana sekarang, membawa uang itu padamu.”

“Waktu itu aku bilang perlu 20.000. tapi aku butuh lebih.” Kata ibunya mulai ngelunjak.

“Aku akan membawa uangnya sekarang juga.” Desak Yuri

“Oke baiklah, sekarang 20.000 dulu…”

Tiba tiba lampu pecah mengenai mata Ibu … Satoshi datang. Ibunya kaget dan ketakutan.

Tapi tak lama kemudian Yuri juga datang.

Mereka membawa ibu, “Ikutlah dengan kami.”

***

Ryo lemas, ia menelepon Yuri.

“Yuri? Ini aku… aku mencintaimu, Yuri.”

“Aku juga mencintaimu. Aku senang, kamu juga mencintaiku.”

“Aku ingin bertemu denganmu. Bicara denganmu, bersamamu” Pinta Ryo.

“Ryo, kamu harus hidup bahagia, berjanjilah padaku. Nikmati hidupmu…berjanjilah …”

“Baiklah, aku berjanji.”

“Sampai jumpa.”

Sambungan terputus. Aplikasi Eror.

***

End

Sinopsis Talk To The Death (part1)

Yuri terbangun dari tidurnya, ia berjalan menuju ruang tamu… Ruang tamu nya penuh hiasan untuk ulang tahun, juga ada kue tart dan lilin.

“Kakak…” Seorang anak kecil, eh bukan, dia hantu kecil.

“Satoshi?”

“Ka…kak…!”

*** Talk To The Death ***

Diruangan khusus untuk wanita penghibur…

Seorang pendatang bicara tergagap gagap karena gugup. Dia Mayu.

“Manajer, dia tidak mungkin!…Kamu benar benar bodoh!” Kata wanita penghibur yang lebih senior.

“Bukankah kalian juga tak punya otak.” Kata Yuri membela.

“Apa yang kamu katakan?!” Si wanita penghibur menantang.

“Sudahlah hentikan!” Temannya melerai.

***

Dua orang programmer memberikan kartu nama.

“Aplikasi yang bisa membuat kamu berbicara dengan orang mati… Kamu tinggal mengunduhnya.”

“Aku rasa tidak.” Kata reporter

“Aplikasi kami memungkinkan kamu mengatur waktu dan alamat saat kamu menekan disini.” Si programmer mencontohkan.

“Apa kamu tidak tertarik dengan aplikasi kami? Atau kamu ingin menulis tentang aplikasi ‘Talk To The Death’?”

“Maaf silahkan dilanjutkan.” Kata si reporter. Yoko.

***

Yuri diantar Ryo menemui kliennya bersama Mayu, “Kamar 704 dihotel ini.”

“Sampai jumpa Yuri..” kata Mayu ramah.

Tapi Yuri diam saja, ia tampak tertekan dengan pekerjaannya.

“Yuri mengalami kejadian yang membuatnya trauma bulan lalu.” Ryo menjelaskan

Ryo lalu mengantarkan Mayu menemui klien pertamanya di hotel Bianca.

***

Klien Yuri minta tambahan waktu dan ia akan memberikan bayaran yang lebih. Tapi Yuri menolaknya.

Si klien marah dan mencoba memperkosa Yuri, untunglah Ryo datang menolong.

Yuri membenci pekerjaan ini, pekerjaan ini membuatnya merasa tidak dihargai, “Aku ingin berhenti.”

***

Si reporter wanita, Yoko melaporkan pada atasannya kalau ia sudah mewawancarai orang yang menemukan aplikasi untuk berbicara dengan orang mati.

“Tapi, apa mungkin ada aplikasi seperti ini?” Tanya atasannya sangsi.

“Aku yakin itu ada. Aku butuh waktu untuk melakukan penelitian.”

“Oke, tapi kamu ada batas waktunya.”

“Terima kasih ”

Seorang fotografer mendekati Yoko, “Kamu terlihat mengagumkan. Aku sedikit khawatir karena kau tidak pernah menelepon ku.”

Yoko pergi dan tidak menanggapi si fotografer itu.

***

“Yuri kelihatan mampu untuk bekerja di perusahaan manapun, kenapa dia melakukan pekerjaan ini?” Tanya Mayu.

“Dia mulai sebagai pekerja perusahaan seperti yang lainnya, dia kehilangan ayahnya saat masih kecil, jadi dia tinggal dengan ibunya dan adiknya yang masih kecil…” Ryo menjelaskan, ia tampak prihatin akan nasib Yuri.

Flashback:

Ibu Yuri akan meninggalkan rumah, ia mau mendirikan sebuah bar bersama seorang pria. Tapi pria itu tidak suka anak kecil, jadi ia meninggalkan Satoshi dan Yuri.

Yuri merawat adiknya sendirian sehingga hutangnya makin menumpuk. Lalu dia mulai bekerja sebagai pelacur.

Satoshi tidak pernah bercerita kalau ia merasa sakit, ia tidak mau Yuri khawatir.

Ketika pulang kerja,

“Satoshi?” Panggil Yuri.

Tapi tidak ada jawaban, ia mulai mencari cari. Ternyata Satoshi ada dikamar mandi, mati.

Kata dokter, seandainya ia dirawat lebih cepat, ada kemungkinan dia akan selamat. Jadi Yuri menyalahkan diri sendiri.

***

Yuri memandangi video adiknya, Mayu mendekatinya.

“Itu adikmu? Dia sangat lucu… Aku juga punya nenek, aku bicara dengan nenekku setiap hari, itu memberiku kebahagiaan. Aku yatim piatu, kakek nenekku yang menerimaku, kakekku sudah lama meninggal jadi nenekku berusaha yang terbaik untuk membesarkan aku…” Cerocosnya

“Aku tidak tertarik kisah hidupmu.” Kata Yuri dingin.

“Aku tidak bermaksud.., aku mengunakan aplikasi ini untuk menghubungi nenekku… Nenekku meninggal 2tahun yang lalu, ada sebuah aplikasi bernama ‘Talk to The Death.” Bisiknya

Yuri mulai tertarik tapi ia tak percaya.

“Aku hanya ingin membantumu.”

Yuri pergi dan mengabaikannya.

***

Yuri sangat merindukan adiknya.

Ia akhirnya menelepon Mayu,

“Yuri?”

“Aku rasa Satoshi tidak akan mau memaafkan aku. Akunya hanya mau memberitahunya, aku minta maaf.”

“Apa maksudmu adikmu yang sudah meninggal?”

“Iya.”

“Benarkah? Dengan senang hati aku akan mengirim email padamu sekarang.”

Mayu mengirimkan url untuk aplikasi ‘Talk To The Death’

Yuri mengunduh aplikasi itu.

“Sekarang kau bisa berkomunikasi dengan keluarga atau teman teman yang sudah meninggal.” Pesan di Hpnya

Ia mengetik nama Satoshi Kawakubo, tanggal ia meninggal, hubungan saudara.

Ia lalu menelepon Satoshi.

“Kakak…” Jawab Satoshi

Yuri seakan tak percaya, tapi itu benar benar suara adiknya.

***

Koran Masa Depan Mingguan

Devisi Editorial…

“Yoko, kau tau tentang aplikasi ‘Talk To The Death?”

“Ya… Ada dokter di AS yang menyatakan gelombang seluler mungkin bisa menghubungi orang mati… Tapi ada juga yang mengatakan kalau ada seseorang yang menjawab telepon itu diujung yang lain. Disini juga dikatakan, situs itu akan menagih 1000yen selama semenit percakapan.”

“Bagaimana keberadaan aplikasi itu?”

“Belum…”

Yoko mulai mencari info lagi tentang aplikasi itu.

“Menurut rumor, orang yang menggunakan aplikasi itu, semuanya mati.” Kata fotografer menakut nakuti

“Jagan bicara padaku seperti itu!” Kata Yoko kesal.

***

Mayu mendapatkan kekerasan fisik dari kliennya, Ryo datang menolong.

Sejak itu, Mayu kesengsem dengan Ryo. Ryo sangat keren.

***

Seusai pulang kerja, Yuri kembali menelepon Satoshi.

“Satoshi itu kau?”

“Kakak…”

“Sebentar lagi ulang tahunmu, apa yang kamu inginkan? dulu kau pernah bilang tapi aku lupa, bisa kau ulang lagi apa keinginan mu?” Tanya Yuri menyelidik, ia ingin tahu apakah itu benar benar Satoshi atau hanya penipu.

***

Yuri menemui temannya,

“Benar khan yang aku bilang? Dulu aku juga tidak percaya, tapi dia tahu banyak hal hal yang hanya nenekku ketahui… Aku yakin dia itu nenekku… Aku bicara pada nenekku setiap waktu.” Kata Mayu menggebu gebu.

“Aku senang, akhirnya ada yang percaya padaku dan mengandalkan aku… Oh ya, jangan dijawab jika dia ingin bertemu denganmu…aku tak yakin kenapa, tapi kau tak boleh bertemu dengannya.” Mayu memperingatkan.

***

Yuri menelepon lagi,

“Satoshi”

“Kakak…”

“Apa kau ingat kita pergi ketaman hiburan tahun lalu?…”

“Kakak, pada ulang tahunku, aku ingin buku dinosaurus.”

“Jadi kau benar benar Satoshi.”

“Iya. Ini Satoshi.”

Yuri menangis

“Kakak, aku ingin pulang, aku rindu kakak.”

“Maafkan aku….” Yuri kembali menangis, ia tak boleh bertemu satoshi, Dunia mereka sudah berbeda.

***

Yuri tampak lebih bahagia.

“Kau tampak senang akhir akhir ini, apa yang terjadi?” Tanya Ryo.

“Rahasia.” Jawab Yuri misterius.

***

Ryo mengajak Mayu untuk makan bersama, ia ingin korek korek informasi tentang Yuri.

Tapi Mayu sudah ke ge-er an…

Mayu berdandan cantik, ia sangat senang Ryo mengajaknya kencan.

“Ryo, kau berbeda.” Puji Mayu

“Dunia bisnis, semua orang mencari keuntungan darimu.”

“Apa seseorang mengambil keuntungan darimu?” Tanya Mayu

“Tidak, aku lah yang mengambil keuntungan dari temanku… Melihat para gadis bekerja seperti ini untuk membayar hutang, membuatku merasa malu.”

“Siapa maksudmu? Aku tidak punya hutang.” Tanya Mayu tak mengerti.

“Aku tidak bicara tentangmu, aku bicara tentang Yuri. Dia akhir akhir ini tidak seperti biasanya.” Jawab Ryo

“Jadi bukan tentang aku?” Tanya Mayu kecewa

“Oh ya, Jangan meminjamkan uang pada Miyu, dia hanya mengambil keuntungan darimu.” Ryo memperingatkan.

***

Bersambung part 2

Sinopsis The Mirror 3D

Catatan Penulis:

Film ini ada tiga cerita horor… Nah yang Mimin tulis ini part yang kedua…

Happy reading…

***

Sebuah lingkungan yang sibuk.

Seorang nenek datang untuk menemui Cucunya, Nanan.

“Nenek bawa bubur, ayo kita makan.”

Ayah dan ibu Nanan akan berangkat kerja. Ibunya kesal karena Nanan menaruh mainan disembarang tempat.

“Dasar anak tidak berguna!” Umpat ibunya

“Biar aku bereskan!” Kata Si Nenek tidak terima cucunya dimaki.

Lalu ibunya berangkat kerja dengan marah.

“Habiskan buburnya, nanti nenek ajak keluar main.”

Nanan belum bisa bicara walaupun sudah sekitar 5tahun. Ia hanya bisa bilang, “Yak…Yak..”

Nenek mengajak Nanan kerumahnya. Rumah nenek melintasi perempatan jalan besar yang berbahaya.

Nenek membelikan Nanan kue.

“Nanan, kalau kau bisa panggil ‘paman Chang’, akan kuberi ye ini gratis.” Kata Lao Chang

“Yak… Yak…”

“Dari kecil sampai besar, bisanya cuma ‘yak yak’…”

Paman Chang tertawa.

***

Ibunya datang dengan marah marah, karena makan dengan tangan kotor. Nanan menangis.

“Dia Khan masih kecil.” Bela si nenek.

“Kau selalu lindungi dia, sampai dia tak tahu ayah ibunya.” Kata ibunya galak.

Nenek menghibur Nanan yang menangis.

Sore harinya, nenek pamitan pulang, “dua hari lagi nenek akan menjengukku lagi.”

Nenek pulang kerumahnya.

“Kau lapar ya? Aku buatkan makan untukmu.” Kata nenek pada suaminya.

***

Pagi harinya, nenek tak kunjung datang.

“Aku telat, kenapa ibu belum datang?”

“Aku sudah telepon tapi tak diangkat.”

“Lalu bagaimana? Aku ada urusan.”

“Biar Nanan aku bawa.”

“Kau begitu sibuk, mana bisa bawa anak.” Kata ibu Nanan.

Ayah lalu mendekati Nanan lalu menggambar lingkaran besar. Nanan tidak boleh keluar lingkaran sampai nanti ayahnya kembali…

Nanan ditinggal sendiri dirumah.

Nenek kembali datang.

“Yak… Yak…”

Nanan ikut nenek kerumahnya, melewati perempatan besar.

“Ayo masuk, lepas sepatumu.” Kata nenek.

“Cucumu datang untuk melihat mu!” Sapa nenek pada kakek.

“Naiklah, temui kakek mu! Mau makan apa, minta saja pada kakekmu , oke?”

***

Ayah Nanan pulang, ia membelikan banyak mainan.

“Nanan, kau tidak melewati lingkaran ini Khan? Lalu ini dari mana?” Tanya ayah karena melihat potongan kue.

Nanan mengangguk.

“Lalu ini darimana?”

***

Ayah Nanan kerumah ibunya.

“Ibu!! Kau dirumah tidak?”

Karena tidak ada yang menjawab, Ayah Nanan mendobrak pintu.

Ia mendapati ibunya sudah tergeletak tak bernyawa.

***

Upacara pemakaman…

Nanan ditinggal dirumah sendiri, mereka tidak tega memberi tahu Nanan bahwa neneknya sudah meninggal.

“Nenek masih sakit. Jadi sekarang tidak bisa bertemu nenek. Kau sendirian dirumah, jangan kabur kaburan… Ayah akan pulang cepat.” Pesan ayah.

Ruko di gembok. Tapi tidak tertutup Full.

***

Nanan melihat neneknya datang lagi seperti biasanya.

“Yak…Yak…” Nanan membuka teralis pintu ruko. (Teralisnya ada yang sudah rusak)

Lalu ia mengikuti nenek, melewati perempatan jalan besar.

(Itu Khan sangat berbahaya 😰)

***

Nanan membeli kue seperti biasa.

“Nanan, kau kesini sama siapa?” Tanya paman Chang.

“Yak… Yak…” Nanan menunjuk nenek yang disebelahnya… Padahal tidak ada siapa siapa disitu.

Nanan membayar kuenya lalu pergi.

Tapi uang itu bukan uang biasanya itu uang kuno.

***

Paman Chang mendatangi orang tua Nanan.

“Aku ada hal lain mau bilang pada kalian.”

“Ada apa?”

“Sore ini Nanan pergi beli barang.”

“Dia dengan siapa beli?”

“Dia pergi sendiri.”

“Sendiri??” Orang tua Nanan terkejut.

“Dia juga gunakan uang ini untuk membeli.”

Kata paman Chang memberikan uang kuno itu. Ayah Nanan langsung membuka dompetnya untuk mengganti.

“Tidak usah! Bukan masalah uangnya… Aku hanya mau menasihati kalian, harus jaga Nanan baik baik. Dia masih kecil, melewati jalan besar sangat berbahaya… Kalian harus lebih perhatian padanya.”

“Terimakasih” ayah dan ibu Nanan langsung pergi mencari Nanan

***

Nanan ada didalam ruko.

“Nanan, kau dapat uang ini darimana?” Tanya ayahnya.

“Yak… Yak…”

“Kau tidak boleh asal bicara!” Ibunya emosi.

Nanan menunjuk foto kakaknya yang tergantung didinding.

Deg!!!

***

Orang tua Nanan menemui biksu.

“Ada yang tidak kalian tahu, ayah kamu saat meninggal, ibumu menyuruh kami menjaga mayatnya… Agar nanti jika dia meninggal, bisa dikuburkan bersama.” Kata biksu

Para penjaga jenazah membongkar peti kakek. Tapi mayatnya sudah tidak ada.

Rupanya, nenek merasa kesepian setelah ditinggal kakek. Jadi ia menyuap penjaga jenazah agar mayat itu bisa ia bawa kerumah.

Nenek memperlakukan mayat kakek seakan ia masih hidup.

***

Nanan kembali diajak nenek kerumahnya.

Orang tua Nanan kelabakan mencari Nanan, mereka mendatangi rumah nenek. Dan benar Nanan ada disitu. Nanan sudah bisa bicara, “Ayah ibu… Pulang…”

“Nanan barusan kau bilang apa?” Tanya ibunya

“Pulang…”

“Kami sekarang akan membawamu pulang.” Kata ayah

Ketika mereka masuk, ternyata ada jasad kakek diruangan itu, sambil memangku sekotak uang kuno.

“Kakek bilang, dia mau aku tinggal bersamanya.”

***

Nenek dan kakek dimakamkan bersama sama.

Namun diajak serta kepemakaman.

“Ibu, aku bersumpah akan menjaga Nanan dengan baik.” Kata ibu Nanan sambil menangis.

***

Ibu Nanan memindahkan cermin dari rumah nenek kerumahnya.

“Bu, cermin ini punya siapa?” Tanya Nanan

“Ini punya kakek dan nenek.

“Nenek dan kakek kemana?”

“Mereka pergi ke surga… Nanan, ibu mau membuatkanmu sesuatu yang enak, kamu tunggu disini ya .. ” kata ibu Nanan penuh kasih sayang

Ibu pergi membeli sayur, sedangkan ayah mengelas teralis yang rusak.

Nanan bermain pesawat, tiba tiba selembar uang kuno terjatuh… Hantu kakek dan nenek muncul dicermin.

***

End

Sinopsis Ayla

Seorang pria mengendarai mobilnya, “Maafkan aku, aku mungkin tidak seharusnya menghubungimu, aku pikir aku membuat kesalahan yang sangat besar. Aku berharap kamu ada disini karena kupikir, kamu tahu yang harus dilakukan dan kupikir aku akan mendengarkan kamu. Tapi, kamu tak ada disini.”

Seorang wanita yang dari tadi terbaring dimobil, kini ia bangun lalu membelai wajah pria itu.”

*** Ayla ***

Wanita itu, adalah wanita yang ia temukan dahulu disebuah rumah tua…

Saat itu, ia dan kekasihnya berlibur ke hutan dan tinggal disebuah rumah tua.

Baginya, rumah itu terasa angker… Entah kenapa, justru kekasihnya menyukainya.

Ketika ia sedang bercinta dengan Alex (cewek yaπŸ™„). Elton melihat ada seorang wanita yang memperhatikannya… Wanita misterius itu menempel didinding seperti Spiderman.

Waktu liburan sudah usai, merekapun harus kembali ke kota.

Tapi pria itu masih terngiang ngiang spiderwoman itu. (Spiderwoman??πŸ™„)

***

Elton menemui ibunya, “Apa kau masih melihatnya?”

“Adikmu? Tidak untuk waktu yang sangat lama.” Ibunya sudah bisa move on akan kematian adiknya

“Aku melihatnya lagi beberapa hari yang lalu. Aku yakin itu dia.” Kata Elton

(Oh, jadi spiderwoman itu hantu adiknya?πŸ™„)

“Jiwa adikmu sudah lama pergi, tidak ada alasan baginya untuk kembali lagi.”

“Hanya karena kau tidak bisa melihatnya, bukan berarti aku juga tidak bisa.” Kata Elton ngeyel…

Ibunya tampak memahami, kepedihan anaknya itu karena kematian adik perempuan nya. Ayla.

***

Hari hari berlalu, tapi Elton masih tidak bisa melupakan adiknya.

Ia melakukan ritual pemanggilan arwah dengan darah, ia menyayat lengannya.

***

Adik laki lakinya berkunjung ke apartemen nya. James disuruh ibunya agar memberikan foto masa kecil saudarinya pada Elton.

“Ibu memberimu ini agar kau mengingat sesuatu atau agar kau sadar.”

“Dia adalah adikmu perempuan.”

“Tapi, selama 30 tahun, aku tidak merasa dia sebagai saudariku.”

Merekapun adu pendapat. Lalu James pergi.

***

Elton membandingkan foto masa kecil Ayla dengan spiderwoman. Banyak sekali kemiripan.

Ia ingin mengembalikan lagi, adiknya yang sudah mati.

Saking terobsesi nya pria itu, sehingga ia tidak lagi fokus pada kehidupannya, kekasihnya apalagi pekerjaannya.

Ia kembali kerumah tua itu. Tapi ia tidak menemukan apa apa. Seakan ada yang menuntunnya, ia pergi ketengah hutan,

Dibawah pohon besar, ia menggali kubur adiknya.

Lalu ia membawa mayat itu ke sebuah ruangan dari kayu yang kosong dihutan.

Ia terjebak didalam ruangan itu dan tak bisa keluar, tiba tiba ada sebuah cahaya masuk dari atap. Ruangan itu jadi sedikit lebih terang.

Ia menggedor gedor pintu tapi tidak bisa terbuka.

Didalam ruangan itu ada sebotol minuman. Ia meminumnya. Setelah lama tanpa ada yang menolongnya, iapun merasa putus asa.

Mayat itu, bisa hidup lagi. Menjadi seorang wanita dewasa. Bukan lagi gadis kecil yang sudah mati.

Pintu bisa terbuka, ia menggendong wanita itu.

Ia membawa wanita misterius itu ke mobilnya, ia merasa sangat senang.

Pria itu mampir ke motel untuk istirahat.

Mereka menikmati kebersamaan, menonton tv bersama. Dan Ayla tidur disampingnya.

Karena mereka bertemu lagi saat sudah dewasa, perasaan ‘saudara’ menjadi perasaan ‘pria dan wanita’.

Elton merasa bergairah, tapi tak ada yang bisa ia lakukan.

***

Pagi hari,

“Pagi tukang tidur.” Kata Elton mesra.

Ayla tersenyum lalu membelai wajah Elton, tidak sengaja kukunya menggores hingga berdarah.

“Agghh?!! Tidak apa apa, ini hanya goresan.” Ia tidak mau adiknya sedih

“Kamu lapar?” Tanya Elton lagi.

(πŸ™„Ayla gak pernah ngomong)

Mereka pergi kekedai makanan, tentu saja Ayla tidak makan. Tapi Ayla kuat minum air putih.

Elton membawa Ayla ke apartemennya.

Ia lalu mengajari Ayla makan layaknya manusia pada umumnya. Tapi dimalam hari, Ayla muntah… Muntah cairan hijau…

“Apa kau tidak apa apa? Kau menakutkan ku?” Elton memeluk Ayla penuh kasih sayang.

***

Elton memberi tahu kekasihnya, Alex, bahwa ia sudah menemukan adiknya.

Alex penasaran, ia pun datang ke apartemen Elton. Dia bertemu dengan Ayla yang telanjang bulat. Ia shock.

***

Elton pulang kerumah, ia mendapati Ayla muntah muntah karena mencoba memakan selai.

Elton memandikan Ayla yang kotor karena muntahannya… Merekapun mandi telanjang berdua…

Elton merasa bergairah pada adiknya, tapi ia tak mungkin melakukan itu.

Jadi Elton pergi ke apartemen Alex lalu melampiaskan hasratnya.

***

Alex mencari Elton ditoko tempat Elton bekerja. Tapi ternyata Elton sudah resign.

Ia mencoba menelepon nya, tapi tak diangkat.

Ternyata Elton sedang perjalanan menuju rumah ibunya. Ia ingin menunjukkan Ayla pada ibunya.

Tentu saja ibunya merasa bahwa penyakit psikologis Elton semakin parah.

Sedangkan James, adiknya. Merasa kelakuan Elton semakin tidak masuk akal.

Merekapun adu pendapat lagi.

***

“Aku rasa dia seharusnya kerumah sakit.” Kata James pada ibunya.

“Aku juga berpikir begitu.”

James tampak tidak sabaran akan perilaku Elton, tapi ibunya membela Elton. (Bagaimanapun Elton adalah anaknyaπŸ˜‘)

***

Dipantai,

Susan (ibu Elton) mengajak ngobrol Ayla. (Tapi Ayla diam saja)

Ibunya bercerita James dan Elton dulu sangat rukun. James sangat mengagumi Elton. Tapi ketika dewasa, semua berubah

***

“Apa kamu menggunakan omong kosong voodoo?” Tanya James

“Tidak seperti itu.”

“Lalu siapa gadis yang duduk disampingnya ibu? Pacar barumu? Kau datang untuk memperkenalkannya pada keluarga? Kamu sebaiknya pergi saja, kamu tidak membuat kebaikan apapun disini”

James mengusir Elton.

“Maafkan aku.”

“Apa kau pikir, aku akan percaya bahwa dia adalah Ayla, seorang gadis empat tahun yang sudah mati?”

“Kau tidak melihat kemiripan mereka?”

“Banyak orang yang memiliki kemiripan. Jadi dimana kau menemukan gadis itu? Online?” Tanya James tak percaya

“Aku melihat dia dalam mimpi.”

“Aku hanya tidak percaya.”

***

Susan menawari kue keju, tapi Elton menolaknya.

“Dia juga hampir tidak menyentuh makanannya.” Kata Susan.

“Tidak apa apa Bu, dia makannya sedikit.”

“Dia juga ngomongnya sedikit.” Celetuk James.

Susan memberi kode pada James agar tidak sembarang bicara.

“Apa? Dia bahkan tidak bicara sepatah kata sejak tiba disini.” Keluh James

“James, jangan kasar!” Susan memperingatkan.

“Apa kau mau aku buatkan sup?” Tanya Susan.

“Tidak apa apa, jika dia lapar, aku akan mengurusnya.” Jawab Elton.

“Oke, baiklah.”

Susan memeluk Elton penuh kasih sayang.

Merekapun pergi tidur.

***

Tengah malam, ketika Elton sedang tidur. Ayla menemui James yang sedang makan.

“Kau lapar sekarang?”

Ayla memandangnya tajam lalu memakan makanannya James yang digarpu.

Tiba tiba Elton datang, tangannya penuh darah karena tersayat.

“Kenapa kau melakukan ini lagi?” Tanya James kaget.

“Kau pikir aku yang melakukannya?” Sangkal Elton.

(Jangan jangan makanan Ayla adalah darah😱)

Elton berpikir, James yang melakukan itu padanya. Sedangkan James yang tiba tiba dituduh menjadi marah. Merekapun bertengkar.

Elton memutuskan untuk pergi saja.

“Kau tau, kau akan selalu diterima disini. Tapi kau harus mendapatkan penyelesaianmu… Aku tidak mengenal wanita itu.”

“Tentu kau kenal Bu, aku bisa melihatnya.”

“Tidak, adikmu sudah pergi sejak lama.”

“Kau harus percaya, lebih dari siapapun Bu!”

“Aku harap aku bisa… Kau harus merelakannya pergi!”

Elton pergi dengan kecewa, ibunya tidak mempercayai bahwa wanita itu adalah Ayla.

***

Elton mengendarai mobilnya, ia menelepon kekasihnya, Alex. “Maafkan aku, aku mungkin tidak seharusnya menghubungimu, aku pikir aku membuat kesalahan yang sangat besar. Aku berharap kamu ada disini karena kupikir, kamu tahu yang harus dilakukan dan kupikir aku akan mendengarkan kamu. Tapi, kamu tak ada disini.”

Ayla yang dari tadi terbaring dimobil, kini ia bangun lalu membelai wajah Elton, lalu menciumnya lalu bercinta dalam kondisi sedang menyetir.

Brakkk!!!!!!

Kecelakaan mobil. Elton menabrak sebuah pohon besar, pohon dimana ia menemukan mayat Ayla.

Ia melihat sekitar, Ayla tidak ada disampingnya.

Ia berjalan menuju pohon itu lalu menggali bawah pohon.

***

Alex masuk ke apartemen Elton, ia menemukan cairan di kasur Elton.

***

End

Sinopsis 10×10 part 2

Lewis keluar ruangan dan kembali mengecek alat penyadapnya. (Ruangan 10x 10 itu disadap)

Ia lalu melihat lagi dengan menangis, video Alana dengan Summer saat Summer usia 4tahun…. Mereka keluarga yang sangat bahagia.😞 Ia kesal karena suster itu merenggut kebahagiannya.

Lewis masuk lagi ke ruangan dan akan membunuh Natalie.

“Tolong jangan! Aku akan memberitahumu semuanya. Kumohon…”

Lewis menurunkan pistolnya.

“Kau benar, kami dibesarkan digereja, saudariku dan aku, kami mempelajari isi Alkitab, kami memiliki Tuhan dihati, kami bahagia. Tapi tidak oleh pria yang seharusnya melindungi kami, ayahku berselingkuh berbulan bulan bersama sahabat saudariku… Kebohongan demi kebohongan, ibuku tau soal itu. Tapi lelaki pengecut itu pergi, meninggalkan kami dengan rasa malu. Orang orang tak berhenti bicara tentang kami.”

“Apa kaitannya dengan istriku?”

“Kami orang baik, tapi kami dihukum atas dosa dosa ayahku, dan adikku yang malang, menggantung diri di lumbung…aku dedikasikan hidupku untuknya, untuk melayani orang… Dan semua pasien dirumah sakit ini berbicara padaku, mereka percaya padaku dan memberitahuku rahasia mereka… Apa kau tahu jika John Lamptey punya dua istri? Kau ingat Jane Spencer? Dia melompat sendiri dari balkon lantai dua, setelah menghubungi polisi dan berkata suaminya memukuli dia…itu sepenuhnya kebohongan, suaminya tidak pernah menyentuh nya. Tapi dia ditahan dan dituntut atas percobaan pembunuhan. Dia berusaha menyingkirkan suaminya demi uang perceraian. Pria itu mencintai istrinya.”

“Istriku mencintai aku.”

“Istrimu… Dia tak memakai cincin kawinmu, karena dia membuka kakinya untuk pria lain.”

(Jadi Alona selingkuh?😬)

“Kau bohong!!”

“Dia berada dalam penanganan kami dan terengah-engah seperti anjing. Dia berdandan lengkap, mabuk dibar hotel. Tak ada satupun tanda pengenal ditemukan, saat dia pingsan. Apa kau benar benar percaya dia habis rapat dikantor? Aku melihat pria itu, dia datang mengunjungi nya diam diam dirumah sakit. Urakan, tinggi, tampan.”

“Tutup mulutmu!!”

“Dia bilang padaku, merek sering melakukan itu. Alkitab berkata kita harus mengutamakan pernikahan dengan kejujuran. Istrimu seorang pelacur!!”

“Sudah jangan bicarakan itu!!” Lewis mulai menangis.

“Jadi siapa yang salah? Kau? Natalie? Atau istrimu?… Aku melakukannya, aku membunuhnya. Dan sekarang kau tahu alasannya.”

***

Lewis memutar ulang video istrinya, saat itu ia merekam istrinya, tiba tiba ponsel istrinya berbunyi, istrinya melihat sekilas lalu menutup ponselnya… Entah siapa yang mencoba menghubungi nya.

Lewis memutar ulang video itu lagi dan lagi, ia mengamati ekspresi istrinya… Ekspresi istrinya tampak kecewa karena tidak bisa langsung mengangkat panggilan itu.

Lewis marah, ia membanting barang barang…

Lewis mengendarai mobilnya dan pergi ke suatu tempat, Danau.

Dua polisi datang menyapanya, “kau menikmati pemandangannya pak?”

“Aku sering kemari bersama istriku.”

“Apa tanganmu baik baik saja?”

“Oh, aku bahkan tidak menyadarinya. Aku membuat barang barang sendiri dirumah.”

“Dimana rumahmu?”

“Diseberang jembatan, sekitar 5 km.”

“Apa kau membawa surat surat pak?”

“Tentu. Apa semua baik baik saja pak?.” Lewis memberikan surat suratnya.

“Hanya menyelidiki panggilan telepon, aku mendapati mobilmu cocok dengan diskripsi.”

“Dia bersih.” Kata polisi satunya lagi

“Boleh aku melihat bagasimu?”

“Tentu.”

Mereka lalu mengecek bagasi. Ada sebuah baju wanita.

“Itu milik istriku.”

“Kalau begitu maaf sudah mengganggu.”

Kedua polisi itu lantas pergi. Lewis menarik nafas lega.

***

Lewis menemui Natalie lagi,

“Kau tidak berhak merenggut istriku sebelum aku bicara dengannya. Kau harus menyerahkan diri.” Kata Lewis.

“Kurasa itu akan menjadi masalah,” Natalie menusuk leher Lewis dengan pecahan keramik.

“Kenapa kau harus mengacaukan semuanya? Namaku Chaty.” Natalie lalu menendangi Lewis

“Kau pikir aku akan menyerahkan hidupku untukmu? Aku Cathy sekarang dan aku bahagia!” Natalie memukul Lewis lagi, lalu lari mencari senjata

(Cathy dari awal kelihatan lebih jago berkelahi πŸ™„… Lewis hanya menang senjata aja)

Cathy mengambil pisau, ia mau menusuk Lewis, terjadilah perkelahian yang sengit.

Cathy berhasil merebut pistol Lewis, tapi tiba tiba Alondra datang bersama anak gadisnya, Summer.

Natalie menembak Alondra.

“Mundur!!…” Natalie menodongkan pistol

“Tolong jangan lukai dia!”

Natalie menyandera Summer.

“Kenapa kau harus membuat semuanya rumit?”

“Dia hanya anak anak.”

“Semua yang terjadi saat ini adalah salahmu!”

“Tolong jangan sakiti anakku.” Lewis memohon.

“Anakmu? Kau pikir ini anakmu? Kau sudah dikhianati Robert.”

“Chaty dengarkan aku, kau tak perlu menyerahkan diri ke polisi. Aku takkan berkata apa apa.”

“Aku tak percaya padamu.”

“Kau bisa kembali ke hidupmu, selamanya!”

“Aku tak bisa! Aku menghubungi polisi. Mereka melacak ponselku. Mereka akan datang kesini! Aku tak tahu harus berkata apa pada mereka. Aku akan mengakhiri ini semua. Maafkan aku.” Natalie akan menembak Summer.

“Rumah ini merekam semuanya, semua yang kau katakan.”

“Kau bohong!”

Summer menggigit lengan Natalie dan langsung lari, Lewis berkelahi dengan Natalie.

Lewis mencekik Natalie sampai tidak bergerak. Tapi Natalie belum mati, Lewis lalu menembaknya.

Lewis mencari Summer yang bersembunyi, mereka akan kabur. Tapi summer menyadari, Natalie sudah hilang.

Digarasi, Natali muncul lagi sambil menodongkan pistol, tapi pelurunya sudah habis. Merekapun terlibat perkelahian sengit lagi. Natalie akhirnya mati.

Lewis memeluk summer, “Aku mencintaimu. Kau adalah anakku…anakku…”

Polisi berdatangan.

***

End

Sinopsis 10×10 part 1

Dari kejauhan seorang pria memperhatikan seorang wanita yang masuk kedalam kafe.

Wanita itu Cathy, ia tampak perhatian dengan para pegawai di kafe itu.

Cathy pulang dengan menaiki mobilnya, pria itu terus menguntitnya.

***

Chaty masuk ke sebuah gym, ia berlatih yoga.

Setelah Cathy akan pulang, pria itu membekapnya lalu menculiknya.

Cathy dibawa ke sebuah rumah, lalu diseret ke sebuah ruangan ukuran 10×10.

“Aku mau kau dengar kan baik baik, ini dinding beton setebal 4 kaki dan ditutupi produk peredam suara. Aku sendiri yang memasangnya, aku katakan ini agar kau tahu, percuma berteriak. Mengangguk jika kau mengerti.” Kata Pria itu.

Cathy mengangguk.

Lakban dimulut Cathy dibuka, Cathy langsung berteriak kencang, tapi percuma.

“Tolong aku… Tolong aku…!!!”

Pria itu, Lewis. keluar ruangan, lalu membersihkan jejak kaki saat masuk tadi.

(Rumah itu sangat luas)

Lewis mengisi pistolnya dengan peluru lalu masuk kedalam ruangan 10×10 itu.

“Tolong jangan sentuh aku, aku punya uang $50.000. Ambillah” Cathy memohon.

“Itu uang yang banyak untuk orang dan bidang pekerjaan seperti mu. Aku tidak mau uangmu!”

“Mereka akan menemukan mobilku, jika kau melepaskan aku sekarang, aku berjanji tidak akan berkata apa apa.”

“Aku mau, kau beritahu aku, siapa namamu?”

Cathy menangis, “Cathy… Namaku Cathy Noland”

Lewis tersenyum sinis, entah apa yang dipikirkan nya, lalu keluar dari ruangan itu.

Lewis lalu memeriksa barang barang Cathy termasuk ponselnya.

***

Lewis menyiapkan makanan lalu membuka pintu ruangan itu, ternyata Cathy sudah bersiap, dia memukul dan menendang Lewis, ia berusaha untuk keluar sambil ngesot karena tangan dan kakinya masih dilakban.

Cathy mengambil pisau dan melepas ikatannya sambil berteriak minta pertolongan.

“Kau pikir, kemana kau bisa pergi?” Kata Lewis.

Cathy menodongkan pisau, “Mundur!! Cepat mundur…!!”

“Bagaimana kau tau pekerjaanku? Kau bilang, itu uang yang banyak untuk bidang pekerjaan ku?” Tanya Cathy

“Kau tidak bisa hasilkan uang banyak dengan menjual bunga.” Jawab Lewis santai, bahkan Lewis juga menawarinya makan.

“Akan lebih baik jika kita saling mengenal. Untuk memberitahuku sesuatu yang ingin aku ketahui.” Kata Lewis mempersilahkan.

Lewis duduk dan mulai makan, “Siapa namamu?”

(πŸ™„ Pertanyaan yang ke dua kali)

“Namaku Cathy Noland.”

Lewis tampak kurang puas dengan jawabannya,

“Kita mulai lagi dari awal, aku ingin sedikit lebih mengenalmu.”

“Siapa kau?” Tanya Cathy bingung.

“Aku orang yang membawa pistol, yang aku tahu, pistol mengalahkan pisau… Jadi duduklah!”

Cathy akhirnya mau duduk didepannya. Lewis menawarinya makan tapi Cathy menolaknya.

“Jika aku ingin membunuhmu, aku pasti sudah melakukannya… Aku hanya bertanya satu hal padamu, namamu! Lalu kita akan mulai bicara.”

“Namaku Cathy Noland.” Cathy bersikeras. Lewis melemparkan piringnya ke muka Cathy, merekapun berkelahi.

Cathy digampar sampai pingsan dan dimasukkan dalam ruangan 10×10 itu lagi. Rupanya tadi ia berhasil mengambil ponselnya, tapi sayang, sinyalnya tidak ada

***

Seorang wanita paruh baya, datang kesitu.

“Alondra, kenapa kau kemari?” Tanya Lewis kaget.

“Aku tadi khan sudah telpon, siapa tau kau membutuhkanku hari ini. Karena kau tidak menelepon ku kembali, jadi aku kemari.”

Setelah memperhatikan sesaat, “Kenapa ruangan ini sangat berantakan?”

“Maaf aku lupa menghubungi mu, aku tidak memerlukan mu hari ini.”

“Apa semua baik baik saja tuan Lewis?”

“Semuanya baik, terima kasih. Kau sebaiknya pergi sekarang.”

“Baiklah, aku akan datang lagi besok bersama Summer, setelah acara menginap.”

Alondra pergi, Lewis menarik nafas lega.

Ia lalu membereskan pecahan piring yang tadi.

***

Cathy berdarah darah karena bekas luka perkelahian tadi. Lewis datang, “Biar aku obati lukamu.”

***

Lewis melihat siaran berita, bukan siaran langsung tapi rekaman. Berita tentang sebuah kasus yang menewaskan 3 pasien dirumah sakit Charleston.

***

Lewis masuk lagi kedalam ruangan 10×10, “Kau siap untuk memberitahuku siapa namamu?”

“Aku sudah memberitahumu.”

“Cukup beritahu aku apa yang ingin aku ketahui.”

“Namaku Cathy.”

“Tanggal lahir?”

“15 February.”

“Tempat lahir?”

“Orange Country, California.”

“Dimana kau bersekolah?”

“Freiwurth high 19NYU.”

“Apa jurusanmu?”

“Bahasa Inggris.”

“Setelahnya?”

“Aku bekerja diperpustakaan beberapa tahun. Kemudian aku datang ke Atlanta dan membuka Bisnisku.”

“Gereja?”

“Hmm??” Cathy tak mengerti.

“Apa kau dibesarkan digereja?”

Cathy menggeleng, “Tidak.”

“Saudara laki laki atau perempuan?”

“Tidak ada.”

“Pekerjaan orang tua?”

“Apa ini?” Cathy semakin tidak mengerti.

“Cukup jawab pertanyaan nya!”

“Orang tuaku bercerai, ayahku sudah meninggal.”

“Aku tak tanyakan itu, aku tanyakan pekerjaan mereka!”

“Ibuku pensiunan suster, ayahku bekerja untuk tim Football.”

“Apa yang dia lakukan?”

“Dia bagian dari staf, bukan pemain. Bagian pengaturan atau semacamnya. Aku tidak tahu. Dia banyak berpergian.”

“Tim apa?”

“Detroit Lions.”

“Jadi kau lahir di California? Tapi ayahmu bekerja untuk Detroit Lions?” Tanya Lewis menyelidik.

“Sudah kukatakan dia banyak berpergian.”

Lewis tersenyum sinis lagi, seakan tidak percaya.

“Aku sudah mengawasimu berbulan bulan, aku tahu faktanya jika kau berbohong. Hampir pada setiap hal yang aku tanyakan… Jadi kenapa kita tidak mulai lagi?… Dimana kau lahir?”

“California.”

“Sekali lagi, Dimana?!!”

“Orange Country, California.”

“Coba lagi, Dimana?!!”

“California!!!”

Lewis langsung menembak samping Cathy, Cathy langsung ketakutan.

“Yang berikutnya, kepalamu!… Dimana kau dilahirkan?”

“Green Bay, Wisconsin.” Jawab Cathy. (Ternyata selama ini dia berbohong🀨)

“Dimana kau bersekolah?”

“Easter High.”

“Apa kau dibesarkan digereja? Gadis yang taat ke gereja”

Cathy tercekat, “Benar.”

“Dan aku tahu, itu mematahkan hatimu saat ayahmu meninggalkan rumah.”

(Ternyata Lewis tahu siapa sebenarnya CathyπŸ€”)

“Siapa kau?” Tanya Cathy

“Tetap pada pertanyaan nya! Itu membuatmu kecewa?”

“Ya”

“Ibumu suster dan ayahmu dokter tim. Meninggalkan ibumu demi pemandu sorak. Dan itu membuat saudari kembarmu gantung diri… Aku dengar, kau sangat menyayangi dia… Kita semua punya orang yang kita cintai…tapi kau penyintas! Kau kembali bersekolah dan memperbaiki dirimu sendiri. Tapi tidak ada studi bahasa Inggris Khan? Dan tidak ada pekerjaan diperpustakaan Khan? Jadi apa yang kau pelajari? Jawab aku!!!”

“Kedokteran.”

“Apa tepatnya yang kau pelajari?”

“Suster.”

“Jadi mari kita bicarakan soal kepingan terbesar dari teka teki, satu satunya hal yang ingin aku ketahui sejak kita berada disini… Siapa namamu?”

“Cathy… Namaku Cathy.”

“Itu bukan namamu!! Cathy adalah nama saudarimu yang sudah tewas.”

“Nathalie. Namaku Nathalie Ann Stevens.”

“Kurasa, kau bertanya tanya kenapa aku menahanmu disini. Tapi kau pasti sudah tahu…” Lewis keluar dari ruangan. Ia terduduk lemas.

(Berikut nya Mimin akan panggil Cathy dengan Natalie ya… Sesuai nama asli nya…)

Lewis lalu melihat lagi rekaman videonya dengan bayi kecilnya, ia tersenyum.

***

Nathalie mendekati lubang angin, berusaha mencari sinyal. “Halo, apa kau bisa mendengarmu? Aku disekap, bisa kau lacak ponsel ku?Halo.. halo …”

Sinyalnya putus.

***

Lewis menyadari, ponsel Nathalie tidak ada ditasnya, ia masuk ke ruangan sambil menodongkan pistol, “Dimana ponselnya?!”

Ia merampas lalu melemparkan ponsel sampai pecah.

“Kau mau ini segera berakhir? Baiklah! Kau bekerja dirumah sakit suster Stevens. Dimana kau bekerja?”

“St.Mary’s Greenmay.”

“Dan setelahnya?”

“Little Angel Charleston.”

“Berapa banyak pasien yang tewas? Tanpa ada penjelasan dibawah penangananmu?”

“Yang mana?”

“Maksudmu, siapa diantara ketiga korban Charleston yang merupakan istriku? Nomor tiga, Alana Matthews Lewis. Kau ingat dia?”

Nathalie mengangguk.

“Itu sebabnya kau pindah Khan? 3 orang tewas dan segelintir orang bertanya tanya.”

“Itu empat tahun lalu. Itu sudah disidangkan. Seluruh suster dibebaskan, kami tak bersalah.”

“Lalu kenapa kau pergi?”

“Aku butuh awal yang baru. Persidangan ini menghancurkan hidupku.”

“Bagaimana dengan ketiga orang itu? Apa mereka mendapat awal baru? Bagaimana dengan istriku? Pertama aku percaya, lalu ada hal tidak masuk akal… Cincin kawin istriku hilang, padahal dia tidak pernah melepaskan itu!… Lalu ada John Lamptey, dia tewas karena kerusakan ginjal, padahal sebulan sebelumnya ia lolos pemeriksaan medis asuransi.”

“Mr.Lamptey meninggal karena penyakit ginjal yang tak terdiagnosa.”

“Alona mabuk, walaupun aku tahu dia tidak minum sebanyak itu, tapi darahnya dipenuhi THP. Obat untuk pemerkosaan.”

“Pengadilan menyatakan rumah sakit tidak bersalah. Aku turut berduka untuk kehilangan mu.”

“Benarkah? Kau disini karena aku tahu kau membunuh istriku! Dan aku mau tahu alasannya. Jika aku tidak mendapat alasan bagus kenapa kau membunuhnya, maka kau akan mati!” Ancam Lewis.

***

Bersambung part 2