
Do Jae menutupi Se Kye dengan jas nya untuk menghindari penggemar.
***
“Kau tahu bahwa tidak mungkin orang bisa berubah wajah.” Se Kye berusaha menyangkal.
“Memang…Kau tahu diinternet beredar rumor bahwa kita pacaran.”
“Apa kamu gila?!’
“Itu tidak pantas dikatakan pada orang yang sudah menyelamatkan mu dua kali.”
“Ucapanku memang tidak pantas.”
Do Jae memberikan ponsel milik Se Kye.
“Itu bukan milikku.” Se Kye pura pura.
“Akan lebih baik jika ini milikmu.”
Do Jae mengantarkan Se Kye kerumah Eun Ho, karena rumah Se Kye pasti banyak wartawan.
Eun Ho membuka pintu.
“Oh, jadi kau adalah orang yang mengangkat telepon dan bilang, ‘dia sedang mandi’.” Kata Do Jae tanpa ekspresi.
“Oh, jadi kau penelpon menyebalkan itu.” Balas Eun Ho.
Se Kye mengajak Do Jae kedalam rumah.
“Hei… Ada orang…” Eun Ho telat memperingatkan.
Ada orang tua Eun Ho sedang makan.
Akhirnya mereka makan berlima.
“Boleh aku tahu kamu siapa?” Tanya ayah Eun Ho tapi ditahan oleh istrinya.
“Bagaimana wartawan bisa tahu itu aku?” Tanya Se Kye penasaran.
“Entahlah, sepertinya salah satu staffmu membocorkan informasi. Apa kau sengaja membocorkan rahasia?”
“Apa untungnya bagiku memiliki skandal percintaan denganmu?”
“Itu karena hari itu, hari saat kamu berubah.”
Semua saling memandang tidak mengerti.
“Ikut aku!” Ajak Se Kye
Do Jae mengikuti Se Kye.
“Itu pasti pertengkaran antar pasangan.” Kata ibu Eun Ho.
***
“Bagaimana kau bisa menemukanku, disitu banyak orang?” Tanya Se Kye penasaran. Ia yakin kalau Do Jae tidak bisa membedakan wajah.
“Apa kita perlu membahasnya lagi?”
Flashback:
Se Kye menunjukkan fotonya bersama teman temannya. Do Jae diminta menebak ‘Se Kye’ diantara orang orang itu. Do Jae mampu menebak dengan benar.
“Orang yang di kafe, dilorong dan orang yang kutemui dirumahmu. Apa mereka semua adalah kamu?”
“Berhentilah melantur!”
Do Jae lalu menunjukkan video Se Kye saat berubah menjadi orang lain.
“Aku bertanya tanya tentang ini, dan video ini menjelaskan semuanya.”
“Aku mau bertanya, kenapa kau membantuku?”
“Karena kamu rekan bisnisku.”
“Apa karena kita diposisi yang sama?”
“Kadang aku menolong tanpa tahu itu kamu, aku akan meredam media. Jawab jika aku menelepon mu.” Kata Do Jae.
***
Kakek menelepon Do Jae menyuruhnya lekas menemuinya.
Kakek mengatakan dia merubah surat wasiatnya. (Kakeknya suka plin plan😪)
“Apa kamu mengencani model itu?”
“Ada sedikit masalah, aku sudah menyelesaikan nya.”
“Dasar pecundang! Mengencaninya saja kamu tidak bisa..” Ejek kakek.
Do jae melihat sekitar, ada banyak kue. Ia menebak, ibunya pasti barusan menengoknya.
“Tadi ibu kesini?”
“Tidak, dia bilang dia sibuk.”
(Oh, jadi cuma kirim kue dan bunga tanpa menengok🙄)
“Dia putri yang kurang ajar.” Kata Do Jae santai.
“Jagan menghina putriku!!” Kakek marah.
“Ibu enggan kesini karena kakek terus bicara akan menghapusku dari surat wasiat… Bagaimanapun aku putranya!”
“Diam! Selesaikan saja pekerjaanmu! Jika kamu punya satu celah saja, kakek akan menjatuhkannya sebelum mengusirmu!”
“Baik aku pamit, kakek periksalah dari kepala sampai kaki mumpung ada disini…”
Ketika berjalan di lorong, Sara Kang juga ada disitu, mereka berpapasan tapi Do Jae tidak mengenalinya.
“Apa kamu tidak mau menyapa adikmu?”
Do jae berbalik, “Aku tidak melihatmu.”
“Aku lihat, kamu melihatku sekilas… Apa kamu punya pacar?”
“Ya, aku punya banyak, jadi aku tidak butuh pacar yang kau tawarkan.”
“Aku tidak mengerti maksudmu.”
“Mengecewakan, aku tau pertengkaran kita melelahkan, tapi aku tidak menyangka kamu akan curang… Jangan keterlaluan.”
“Apa maksudmu kamu memaafkanku?”
“Aku hanya membiarkannya kali ini.. mengingat, pria yang dicintai ibuku adalah ayahmu.”
Sara speachless
***
Woo Mi panik mengenai skandal percintaan Se Kye yang beredar.
“Skandal cinta aku dan Do Jae tidak berdampak buatku. Tapi bagi dia, banyak yang akan berubah.” Se Kye tersenyum licik.
“Astaga! Kau merepotkan dirimu sendiri!”
“Teman teman, jika aku dibawa ke laboratorium, apa kalian akan menjengukku?”
“Apa maksudmu? Akan kami runtuhkan lab itu demi menyelamatkan mu!… Tapi bagaimana dia bisa percaya?”
“Aku ketahuan lagi, dia datang ke rumahku dan melihat wajahku berubah lagi, dia juga melihat videoku.”
“Bagaimana ini?” Woo Mi panik, tapi dia dapat ide.
Woo Mi menelepon wartawan dan membenarkan rumor yang beredar, bahwa Se Kye dan Do Jae memang pacaran.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya Eun Ho tidak mengerti.
“Pertahanan yang paling baik adalah serangan balik… Jika dia tidak mau bekerja sama, kita juga tidak.” Kata Woo Mi licik.
“Jika dia membocorkan semua…aku kan bilang bahwa dia sudah gila setelah aku putus dengannya.”
“Dengan begitu, bisa lebih meyakinkan.”
“Lagipula tidak ada ruginya digosipkan pacaran dengan orang kaya… Bahkan mungkin bisa menaikkan karirku.”
“Kalian sangat jahat… Sangat jahat…” Keluh Eun Ho.
***
Do Jae membaca berita, bahwa Han Se Kye mengakui hubungannya dengan Do Jae.
Do Jae lemas, “Jadi ini maumu?”
***
Sekretaris Jeong sibuk menyangkal pertanyaan para wartawan mengenai hubungan do Jae dengan Se Kye.
“Ada pesan dari wakil pimpinan, kau harus menyingkirkan wanita itu… Jika tidak, aku yang akan menyingkirkannya.” Kata sekretaris Jeong menirukan gestur ibu Do Jae.
Sekretaris Jeong mendapatkan telepon lagi dari reporter Park, tapi langsung diangkat oleh Do jae, “Ini aku Seo Do Jae, mari kita bertemu pukul 13.00.”
***
Dirumah Eun Ho…
Se Kye, Woo Mi dan ibu Eun Ho asik main kartu.
A Ram datang dengan baju seksinya, ia habis dugem semalam.
(Eun Ho alim🙄, tapi adiknya liar 😏)
Bel rumah berbunyi, Do Jae datang ke situ.
Mereka membahas rumor yang beredar. Lebih tepatnya bernegosiasi. Karena jika sampai T Road air dan grup Sunho rugi, maka akan banyak orang yang kehilangan uangnya. Jadi mereka harus bekerja sama…
***
Publikasi acara amal, untuk menyumbang beras. Mereka mengundang wartawan.
Salah satu wartawan menanyakan kebenaran rumor itu.
Baik Se kye maupun Do Jae, menyangkal hal itu.
Tapi tiba tiba Sara datang, membawa bunga untuk Se Kye, “Han Se Kye ssi, tolong jaga kakakku.” Kata Sara pura pura.
“Presdir Kang, sedang apa kau disini?” Tanya Do Jae.
“Kau kakakku satu satunya, kini kau punya pacar dan melakukan amal bersama sama, mana mungkin aku tidak datang?” Kata Sara.
(Sara tampaknya mau mengacau nih🤔)
Wartawan yang ada disitu segera meliput.
Se Kye yang langsung sadar situasinya langsung tertawa, “Ternyata kalian tidak akrab. Karena kau sudah membawa bunga ini, maka akan kuterima dengan senang hati.”
Ternyata Sara, mewakili One Air, menyumbang pembalut satu truk untuk membantu para wanita yang ada didesa itu.
Tidak mau kalah, Do Jae mewakili T Road Air, juga menyumbang 1000 unit komputer tablet.
(Jadi mereka sama sama pencitraan…🤔)
***
Acara makan bersama,
Se Kye, Do Jae dan Sara melayani makanan warga.
Ada seorang nenek minta tambahan nasi, diberi oleh Se Kye. “Selamat menikmati.”
“Sepertinya hubungan kalian tidak baik.” Tanya Se Kye
“Dia lebih pantas dianggap musuh. Adikku berkhianat.”
“Pertengkaran antar saudara?” Tanya Se Kye lagi.
Mereka berbicara seakan tidak ada Sara disitu
“Aku bisa dengar semuanya.” Sara kesal
“Jadi bagaimana kau menilai keluargamu?” Sindir Se Kye… “Karena kau hidup seperti tidak peduli soal lain.”
“Bagaimana rasanya saat kamu berubah?” Do Jae balas menyindir… “Maksudku, kau harus sering berubah karena tuntutan pekerjaan.”
Nenek yang minta tambahan nasi, datang lagi.
“Nenek, kamu sudah ambil jatah makanmu. Aku memberimu banyak nasi tadi” Kata Se Kye
“Aku belum makan, yang tadi bukan aku.” Jawab nenek
“Yang benar saja, aku jelas mengingat anda. Anda akan sakit jika terlalu banyak makan”
“Berikan saja, dia orang berbeda, berikan saja..” kata Do Jae.
Ternyata nenek itu kembar…
Se Kye kaget, “Maafkan aku, kalian terlihat identik.”
Se Kye memandang Do Jae, ia tampak kagum akan ketelitian nya.
***
Sara menemui Se Kye untuk memastikan hubungan Se Kye dengan Do Jae.
“Apa kau benar ingin menikahi kakakku?”
“Jika kau ingin bicara omong kosong, menyingkirlah! lenganku pegal. Kau pikir aku tidak tahu? Kau berusaha mempermalukan kami! Kalau kalian perang antar saudara, tolong jangan libatkan aku!” Jawab Se Kye ketus.
***
Do Jae mencuci piring, Sara datang memprovokasinya.
“Jadi begini caramu menyelesaikan skandal?” Tanya Sara
“Kamu juga sudah banyak beramal.”
“Han Se Kye, dia wanita yang menarik! Seperti ada ketegangan diantara kalian .. seperti ingin menggenggam kelemahan masing masing.” Sara menganalisa
“Jika tidak ada pekerjaan lain, pergilah!”
“Kau tidak ingin aku membantumu?”
“Jika kau ingin membantuku, cucilah piring ini!”
Dengan sengaja Sara menjatuhkan piringnya, “Tanganku licin.” Katanya beralasan.
“Minta maaf dan bereskan lah..kau harus belajar membereskan masalah yang kau buat sendiri!” Kata Do Jae sambil beranjak pergi
Sara kesal, ia ingin membanting piring piring itu lagi tapi orang orang melihatnya dengan tatapan sinis.
“Ah! Dia benar benar menyebalkan!” Sara kesal
***
Se Kye berpose sedang menjemur baju. Do Jae memandanginya dengan terpesona.
Tapi….
Para wanita mengerumuni Eun Ho yang sedang mencuci baju, Eun Ho Khan ganteng banget.
“Aku benar benar menyesal tidak menjadikannya selebritas.” Kata Woo mi terpesona dengan kegantengan Eun Ho.
“Masih belum terlambat, dia mungkin bisa mencapai Festival film Cannes lebih cepat dari aku.” Kata Se Kye yang juga terpesona.
Se Kye mendekati Eun Ho, “Berhenti lah menebar pesona!”
“Buat apa kau menebar pesona?”
“Kamu lihat wanita itu? Uruslah dia!” Se Kye menunjuk sara yang sedang berjalan.
“Sepertinya dia menakutkan.”
“Jangan khawatir, aku lebih menakutkan daripada dia.”
“Kalau begitu aku lega.”
***
Do Jae menjemur kain, Se Kye dibelakangnya, seakan memeluk.
“Sedang apa kamu?”
“Sekarang aku ingat, kamu beberapa kali mendekati ku seperti ini.. kau pasti melakukan itu untuk memastikan bahwa itu memang aku… Dia pasti belum tahu, kalau kau tidak bisa membedakan wajah.” Kata Se Kye lalu memandang Sara yang sedang menguping pembicaraan mereka.
“Ikut aku!” Ajak Do Jae.
***
Sara mau mengikuti do jae dan Se Kye, tapi ia dihalangi oleh Eun Ho.
“Tolong bantu aku!”
“Aku sibuk, cari orang lain saja.”
“Kumohon tolong aku.” Eun Ho tersenyum manis.
(Sara tak kuasa menolak orang seganteng Eun Ho😂)
Mereka menjemur kain bersama. Sara tidak konsen, ia ingin menguping. Eun Ho berusaha mengalihkan perhatian Sara dengan menghentak kain lebih kencang… Lebih kencang.. sampai mereka bertubrukan sangat dekat…😍😍😍
“Kenapa kamu begitu lemah?” Sara protes
“Aku sengaja.” Eun Ho kembali tebar pesona.
***
Do Jae berusaha meyakinkan Se Kye agar percaya padanya, bukankah Do Jae selama ini selalu menolongnya?.
“Sejak aku bisa berubah, aku selalu hidup dalam ketakutan, sekarang orang sepertimu mengenaliku… Aku semakin takut.”
“Itu hanya sesuatu yang ingin kau yakini.”
***
Seorang anak kecil menangis kencang, karena ibunya sengaja ingin menabrakkan diri kearah mobil yang sedang lewat.
Se Kye berusaha menolong si ibu, do Jae pun sama. Dia mendorong dua wanita itu sehingga menghindari mobil.
Si ibu menangis…
“Apa yang coba kau lakukan dihadapan putramu?” Kata Se Kye menasihati.
Do Jae terbaring, antara sadar dan tidak, ia mengingat kejadian dulu, ia juga pernah mengalami hal seperti ini.
“Pak Seo.. pak Seo… Apa kau tidak apa apa?”
Do Jae memegang tangan Se Kye, “kamu berdarah.”
***
Eun Ho bercerita, wanita yang mau bunuh diri itu kehilangan anak pertamanya karena kecelakaan disitu. Jadi ia selalu kesitu dari pagi sampai petang, ia trauma.
Woo mi mengobati luka Se Kye.
“Dimana pak Seo?”
“Dia sudah pergi. Sekretaris nya yang bilang.”
***
Se Kye mulai terkesan akan kebaikan do Jae, “Kenapa dia baik padaku? Menyebalkan…”
***
Do Jae memperhatikan rekaman CCTV saat dikafe dengan video Se Kye yang berubah.
“Awalnya tidak ada yang masuk akal, baik pada apa yang terjadi pada Han Se Kye, maupun pada Han Se Kye sendiri. Memahami seseorang adalah hal yang berbeda.”
***
Direktur kim komplen, kenapa direktur perencanaan mempertahankan seorang artis yang suka membuat masalah.
“Meski Han Se Kye selalu membuat onar, selalu mendapat komentar buruk… tapi apapun iklan yang dibintanginya pasti laris terjual.” Bela Do Jae.
“Acara peresmian akan segera diadakan, pimpinan, wakil pimpinan dan jajaran eksekutif juga akan datang. Se Kye juga harus hadir, ia adalah model kita. Intinya, banyak mata akan mengawasimu… Jangan membuat kesalahan!”
“Terima kasih atas perhatiannya, tapi akan lebih kuhargai jika kau mengembalikan kartu kreditku.”
“Katamu aku bisa membeli makanan dengan ini, bahkan membeli pesawat juga. Ini aku kembalikan, aku tidak pernah menggunakannya.”
“Terima kasih, sampai jumpa disana.” Do Jae menyalami Direktur Kim.
“Kenapa aku bertindak sejauh ini demi wanita itu.” Gumamnya
***
Eun Ho melayani kopi pelanggan. (Pelanggannya banyak ceweknya… Semua terpesona pada Eun Ho😂)
Sara juga membeli kopi.
“Hai, kau lagi.” Sapa Eun Ho. Tapi sarah acuh tak acuh.
“Kantormu dekat sini?”
“Tidak.”
Sara lalu ngeloyor pergi.
Tapi ketika diluar, ia tersenyum. “Pria jaman sekarang terlalu terang terangan.” Ada gambar hati di tutup kopi. “Dia lumayan manis.”
(Ternyata gambar hati itu untuk membedakan vanilla dan vanilla latte 😂😂… Sara terlanjur ge-er)
***
Se Kye mencari informasi-informasi tentang prospagnosia atau kebutaan wajah. Dikarenakan kerusakan otak, cedera kepala, stroke atau perubahan degeneratif sehingga kesulitan membedakan wajah.
Se Kye mulai merasa kasihan pada Do jae.
***
“Wanita itu, Han Se Kye, apa dia cantik?” Tanya Do Jae.
“Dia cantik.” Jawab sekretaris Jeong.
Do Jae tersenyum.
“Tapi dia bukan tipeku.” Kata sekretaris Jeong lagi.
“Kenapa?!” Do Jae kaget.
“Dia seperti porselen dari jaman Joseon, terlalu putih, bibirnya terlalu merah. Pokoknya dia bukan tipeku.”
“Jadi tipemu seperti apa?”
“Rahasia, lagipula kau tidak tahu.”
***
Do Jae bercermin, dia berkata pada dirinya sendiri, “aku harus terbiasa dengannya. Karena kita akan bertemu untuk waktu yang lama… Mari kita berteman.”
***
Se Kye berdandan tebal
“Kenapa kau berdandan tebal hari ini?”
“Karena ada seseorang yang ingin aku kalahkan.”
***
Acara peresmian jalur penerbangan baru ke Khabarovsk.
Semua pimpinan dan para eksekutif sudah datang dan difoto
Foto itu diserahkan ke do Jae agar diamati tiap ciri cirinya. Juga ada Jang Gyeong Gu, undangan VIP yang suka sekali diperhatikan.
Ada foto Se Kye yang membuat dia terpesona.
Secara tidak sengaja Jang Gyeong Gu terkena tumpahan minum. Jadi ia melepas jasnya.
Ia lalu menyalami do Jae. Do Jae tidak mengenalinya. “Apa kau tidak mengenaliku?” Tanya Jang Gyeong Gu.
Se Kye yang memahami situasinya, segera menyalami orang itu untuk mengalihkan pembicaraan.
“Tidak menyangka bertemu anda disini.” Sapa Se Kye
“Anda adalah… aku selalu seperti ini, tidak bisa mengingat nama.”
“Aku Jang Gyeong Gu.”
“Kalau begitu sekarang aku yakin kalau kita tidak saling mengenal, tapi kenapa wajahmu familier, seperti yang ada di majalah keuangan.”
“Kau membaca majalah keuangan.”
“Tentu saja tidak.”
Merekapun tertawa.
Do Jae lega.
“Han Se Kye ssi…” Bisik Do Jae.
“Tidak perlu berterima kasih, aku akan menolong walaupun itu bukan kamu.”
***
Woo mi harus pergi mengambil dokumennya yang ketinggalan. Ia meninggalkan Se Kye di mobil.
Do Jae tiba tiba datang.
“Pak Seo ada apa?”
“Aku ingin mengenalmu lebih jauh, kau ada waktu malam ini? Tidurlah denganku.”
“Apa?”
“Tidurlah denganku.”
😱😱😱
***
Bersambung episode 4