Sinopsis The Swimmers part 2

Flashback:

Ice merasa bersalah pada Tan, “Apa kau masih menyukainya?” Tanya Perth.

“Aku hanya tidak ingin dia terluka.” Kata Ice. Perth cemburu.

Mereka lalu bermesraan lagi, “Apa kau punya kondom?” Tanya Ice

“Jangan khawatir, jika hal yang paling buruk terjadi, aku akan menggendong bayi kita untukmu.” Perth menggombal.

Lalu merekapun uhuk uhuk.

***

Perut Perth semakin membuncit, ikat pinggang nya terasa sesak.

Tan mengiriminya MMS foto seorang pria penguntit Ice selama ini.

“Apa menurutmu keparat ini pelakunya? Dia selalu memposting lagu di Facebook Ice.” Tanya Tan

Perth dengan licik membalas, “Aku sudah menduganya!”

“Apa yang kau tahu?”

“Aku melihat mereka berjalan bersama di mall.”

***

Perth pulang kerumah, ibunya sedang tergeletak dilantai. Tapi itu bukan hanya ibunya, ada hantu!!! Hantu itu bergerak cepat lalu menghilang.

Ibunya segera dibawa kerumah sakit.

Ibunya hamil (mungkin anak si pelatih🤔).

Ibunya lalu melakukan pemeriksaan USG, terlihat gambar bayi dilayar. Perth memegang perutnya yang juga membuncit, jangan jangan ia hamil😰.

Flashback:

Ice hamil.

“Apa kau sudah memberitahu pada Tan?” Tanya Perth, seakan menyangkal bahwa itu adalah anaknya.

“Lupakan, aku bisa mengurus ini.” Kata Ice kecewa.

“Kau mau aborsi? Tapi itu pembunuhan.”

“Kalau begitu, kau bisa menemui ibuku. Kita berdua pasti akan dikeluarkan dari sekolah. Kau harus mencari pekerjaan. Apa kau punya tabungan sekarang? Saat bayi kita lahir, aku tidak mau jadi orang miskin” kata ice.

“Maafkan aku, aku punya teman yang biasa melakukan ini (aborsi).”

Keesokan harinya, Ice memberikan amplop berisi uang pada Perth.

“Darimana kau mendapatkan uang ini?”

“Dari bibiku.” Ice berbohong

Saat Aborsi oleh dokter, Ice ketakutan, ia lari.

***

Dikolam renang, Perth memperhatikan Tan yang sedang berlatih. Sangat cepat. Ia kesal, apalagi Tan akan ikut turnamen berikut nya.

Mint juga mulai mendekati Tan.

Ternyata Mint tahu hubungan Perth dan Ice.

***

“Apa kau tidak latihan hari ini?” Tanya Tan pada Perth

“Tidak, mendekati lomba aku ingin mengistirahatkan ototku.”

“Baguslah kalau begitu, aku perlu pendamping.”

Tan mengajak Perth menemui laki laki yang diduga kekasih Ice.

(Pandangan mata Tan menunjukkan kemarahan yang luar biasa😬)

Si pria datang dengan tidak berdosa.

“Jadi kau keparat yang mengencani Ice?” Tanya Tan galak.

“Tidak, aku hanya berkomentar di Facebook nya tapi dia tidak membalas.” Jawabnya lugu.

“Perth melihat mu berjalan di Mall bersama Ice!” Kata Tan

“Hei Perth! Kapan kau melihat ku bersama Ice?” Tanyanya protes, tapi Tan langsung meghajarnya.

“Aku bahkan tidak punya nomornya!”

Perth langsung ikutan menghajar, “Beraninya kau bohong!”

Pria itu dipukuli Perth sampai tidak bergerak lagi.

***

Perth menemui Mint, “Aku lihat kau bicara dengan Tan.”

“Lalu kenapa? Kau takut aku membicarakan hubunganmu dengan Ice?

“Rekaman itu sudah sangat lama, aku saja sudah lupa. Aku akui, aku suka pada Ice. Tapi Ice pacar Tan, oke?! Aku tidak peduli jika Tan tahu, aku hanya tidak suka kau dekat dengan pria lain.” Perth kembali menggombal.

“Aku tidak percaya.”

Perth kembali merayu Mint.

***

Perth makan telur mentah lagi, lagi, dan lagi… Ia seperti orang kelaparan yang harus makan telur itu… Entah berapa kilo yang sudah ia habiskan.

Ia segera mengendap endap ke ruang USG rumah sakit.

Ia memeriksa dirinya sendiri, sebelumnya ia sudah mengamati bagaimana dokter memakai alat itu untuk memeriksa ibunya.

Ia beri gel diperutnya dan alat digosok gosokkan keperutnya… Ada gambar bayi dilayar… Ia kaget, ia sedang hamil!!

***

Perth merasa putus asa. Ia memukuli perutnya.

***

Diruangan komputer…

Perth konsultasi dengan seorang biksu via internet.

“Apakah bisa sebuah roh menguasai tubuh seseorang?” Tanya Perth.

“Itu bisa saja, tapi itu tergantung pada apa yang mereka inginkan.”

“Rohnya ingin dilahirkan kembali.”

“Apa kamu pernah melakukan aborsi?” Pertanyaan biksu itu membuat Perth lemas.

Tan datang, “Perth, kira kira apa sandi Facebook Ice? Ketika seseorang membuat sandi, mereka akan membuat berdasarkan sesuatu yang pribadi, seperti : alamat, ulang tahun bahkan ulang tahun kekasih mereka…”

“Megapa kamu ingin tahu?”

“Si pria pasti berbicara dengan Ice di Facebook.”

“Kalau begitu kau harus terus mencari tahu.” Kata Perth pura pura.

“Perth, kapan ulang tahunmu?”

Perth terdiam dan langsung pergi.

Perth segera berlari menuju rumah ice… Ia mengendap endap lagi kerumah itu.

Rumah itu sangat gelap, lampu tidak dinyalakan padahal sudah malam. Ia mencari laptop Ice.

***

Tan berusaha membuka password Facebook Ice… Tapi gagal lagi, gagal lagi. Tidak sengaja ia menjatuhkan blackberry milik Ice, digantungan hp (pemberian Perth saat ulang tahun) ada sebuah angka. Ia coba membukanya dengan angka itu… Berhasil! Tapi belum sempat melihatnya, Facebook nya segera tertutup. Rupanya Perth bertindak lebih cepat.

***

Ketika hendak pergi dari rumah Ice, perth menemukan bahwa ibu ice mati gantung diri karena sedih ditinggal Ice.

Tapi ia tidak lapor polisi, dia kabur…

***

Flashback:

Ice mencoba menggugurkan bayinya, ia pendarahan, bayinya seukuran setengah telapak tangan, keluar. Ia menaruh bayi itu dalam jaket.

Lalu ia pergi ke suatu hutan dan menggali lubang untuk menguburkan bayinya.

***

Saat kompetisi, Perth disuruh membuka jaketnya… Ia tidak mau, perutnya yang membuncit akan katahuan.

Ia segera berlari menuju tempat dimana ia menguburkan bayinya. Tapi kuburan itu kosong! Ia frustrasi!!!

***

Perth kembali kerumah seperti kesetanan, bayi yang dalam perut nya menyiksanya.

Ia ingat, bayinya dulu belum mati saat lahir, tapi ia meremas bayi itu sampai mati😱.

Kini, ia mengambil cutter lalu membelah perutnya.

Ibunya yang panik, mendobrak pintu. Perth dibawa kerumah sakit.

“Itu adalah gejala Hepatitis B, remaja biasanya terkena penyakit ini dari hubungan seksual.” Dokter menjelaskan.

Perth sadar, “ibu, aku hamil. Itu ada diperut ku.”

“Tidak ada yang salah denganmu, hanya banyak cairan didalam perutmu.” Ibu menjelaskan.

“Tapi aku merasakannya sendiri…” Ia bingung perutnya sudah kempes.

Dokter memberinya obat penenang.

***

Tengah malam, Perth terbangun. Ada seseorang diruangannya. Itu Tan, membekapnya.

Tan menggendong Perth kekolam renang.

“Apa cukup untuk menakutimu?” Tanya Tan.

Jadi selama ini Tan sudah tahu bahwa kekasih ice adalah Perth, bahkan ia yang memberi Ice uang untuk aborsi.

Tan juga bercerita, malam sebelum ia mati, ia janjian bertemu dengan Tan. “Jadi aku tidak percaya, dia bunuh diri.”

Flashback:

Ice mengatakan pada Perth kalau ia akan kembali pada Tan.

Perth cemburu, ia berusaha memperkosa Ice. Ice tidak sengaja terkena mesin pembersih kolam renang, ia mati.

Perth membawa mayat Ice ke papan peluncur lalu mendorongnya seakan akan Ice mati bunuh diri.

“Maafkan aku…” Perth memohon.

“Hanya karena kau minta maaf, apa kau pikir aku akan melepaskanmu?”

Tan mengikat leher Perth, ia akan menggantung Perth.

Tapi Perth menceburkan diri ke kolam. Terjadilah perkelahian didalam air. Karena Perth lebih kuat menyelam, maka Tan kalah dan mati tenggelam.

***

Keesokan harinya, berita televisi menyiarkan berita kematian tentang Tan. Tan diduga bunuh diri karena merasa bersalah mematahkan hati kekasihnya, ice…

***

6 bulan setelah kematian Tan.

Perth memenangi medali emas untuk berenang. Tapi ia selalu merasa bersalah dan dihantui Ice

***

End

Sinopsis The Swimmers part 1

Dua orang perenang bertaruh, siapa yang bisa menyelam paling lama, maka dinyatakan jadi pemenang. Yang kalah harus membelikan tiket nonton. Mereka adalah dua sahabat. Tan dan Perth.

Ice adalah kekasih Tan, ia sengaja datang ke kolam renang untuk menyemangati Tan.

Saat itulah, Ice dan Perth berkenalan.

“Ini adalah ice kekasihku.” Kata Tan.

“Aku ingat, kau orang yang berlatih dengan Tan, ia pernah bercerita tentangmu.” Ice berbasa basi.

“Sebenarnya, kami disini bukan untuk berenang… Kami adalah kekasih rahasia!!” Perth bercanda.

Perth tampak terpesona oleh kecantikan Ice.

“Kenapa kita tidak coba melompat dari papan itu?” Tantang Ice.

“Sebelum kau melompat, sebaiknya kau harus belajar berenang dulu.” Saran Tan.

“Aku tidak takut, aku punya dua orang perenang universitas disini…” Kata Ice Pe De.

“Ice… Jangan main main ice…” Tan cemas.

Ice menutup mata, ia bersiap siap akan melompat dari papan yang paling tinggi.

Suasana berubah jadi malam. Ice melompat, tapi tidak ada air dikolam. Ia jatuh, kepalanya pecah, darah meluber kemana mana.

*** The Swimmers ***

3 bulan sejak kematian ice…

Perth mengikuti turnamen renang. Ia memenangkan medali emas. Ia menatap kekasihnya dengan tersenyum.

***

Malam hari, Perth berkencan dengan Mint.

“Jika aku tidak memenangkan medali emas, apa kau akan tertarik padaku?” Tanya Perth sangsi.

Kekasihnya lalu menciumnya. Lalu mereka uhuk uhuk …

***

Di Facebook, Perth mendapatkan banyak ucapan selamat. Ia tersenyum senang.

Tapi ada sebuah komentar dari salah seorang temannya. “Kau menang kali ini karena Tan tidak ikut berkompetisi.”

Ia kesal, lalu menghapus komentar itu.

Ia mengecek Wall Facebook Ice. Ia melihat Tan menulis , “Sabtu ini, jangan lupa peringatan ke 100 hari kematian Ice.”

Ia lalu melihat lagi pesan Facebook nya.

Ia dulu pernah mengirim video pada ice saat mereka liburan ke pantai.

Ia melihat nya dengan sedih.

***

Perth belajar bahasa Inggris bersama kekasihnya, Mint. tapi ia tampak melamunkan sesuatu.

“Apa yang kau lamunkan?” Tanya Mint sambil memberikan ice cream, tak disengaja ice cream nya mengotori bajunya.

“Tunggu sebentar.” Perth pergi untuk membersihkan bajunya.

Mint iseng iseng melihat laptop Perth yang belum ia matikan.

“Apa yang kau lakukan Mint?!” Kata Perth kesal lalu segera menutup laptopnya.

“Aku hanya ingin memeriksa Facebook ku.” Mint beralasan.

“Kau harusnya ijin dulu, aku tidak suka orang lain mengacak acak privasiku.”

“Aku minta maaf, sudah mengacak acak privasimu…Aku pergi!!” Kata Mint kesal.

***

Malam hari,

Perth terbangun. Tiba tiba laptopnya menyala sendiri.

Isi Video:

Saat dipantai, Perth menyatakan cinta pada ice.

“Aku menyukai mu ice. Bagaimana denganmu? Apa kau merasakan hal yang sama?”

Ice terdiam, ragu.

Tan tiba tiba datang menggendong ice.

(Wah…teman makan teman 😱)

Perth terbangun. Ia ketakutan.

***

Perth sarapan dengan ibunya,

“Bu, apa tadi malam kau masuk kamarku?”

“Tadi malam aku bekerja menjaga makam, ada apa?”

“Tidak ada.”

***

Perth latihan berenang lagi, pelatihnya kecewa karena Perth kurang cepat. Pelatih juga menyarankannya agar makan telur mentah sekali sehari.

“Jika ini adalah waktu terbaikmu, Tan bisa lebih baik lagi.” Kata pelatih membandingkan.

***

Perth akan pulang sekolah tapi karena ia melihat mobil Tan, ia kembali lagi kekolam renang.

“Kemana saja kau bersembunyi? Seluruh tim khawatir.” Kata Perth perhatian.

Perth memegang pundaknya, “Kau masih memikirkan apa yang terjadi pada ice? Ice sudah damai sekarang.”

“Damai? Kau pikir orang yang bunuh diri akan meninggal dengan tenang?”

“Lalu apa gunanya memikirkan nya? Itu takkan membuatnya kembali!”

“Aku harus menemukan, keparat yang membuat ice bunuh diri.”

“Apa maksudmu?”

“Ice bunuh diri, karena dia hamil.”

“Kau berbicara seolah kalian berdua tidak pernah melakukan itu…”

“Ah, kami tidak pernah berhubungan seks.”

“Bahkan jika kau tau, apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan membunuhnya!”

***

Flashback:

Perth sedang berlatih dikolam renang.

Ice kesana untuk menemui Tan. Tapi Tan tidak ada disana.

Ice, celana dalammu kelihatan!” Goda Perth.

Ice yang lagi minum langsung keselek😂.

“Dasar mesum! Aku pakai celana pendek!”

“Berapa lama kamu akan menunggu Tan?”

“Entahlah, aku telepon tapi tak diangkat… Kenapa kamu latihan sering sekali? Tan tidak berlatih sebanyak dirimu.”

“Tan berbakat, kalau aku tidak, jadi aku harus berlatih lebih keras.”

“Itu tidak benar, Tan tidak bisa menyelam lebih lama dari kamu.”

“Ya, mungkin nanti ada kompetisi menyelam.” Mereka tertawa.

Ponsel ice berbunyi itu dari Tan. Tan bilang kalau ia tidak bisa kesana untuk mengajari ice berenang. Ice kesal.

Perth memberi ice sebuah kado.

“Apa kau tahu hari ini adalah hari ulang tahunku?”

“Tidak, Tan meminta aku untuk memberikan ini untukmu jika dia tidak sempat melakukan nya.”

Kadonya adalah bola kaca.

“Cantik sekali.” Kata ice.

“Tentu saja, aku orang yang memilih nya.”

Ice tersenyum.

“Sedangkan ini dariku.” Kata Perth sambil menyerahkan sebuah gantungan hp, “Aku membuatnya sendiri.”

“Terima kasih, aku harus pergi sekarang.”

“Ice, aku bisa mengajari mu berenang.” Perth menawarkan diri.

Perth mengajari ice berenang. (Ada percikan cinta diantara mereka😍😍😍)

Tiba-tiba Ice kram, jadi Perth memijat kaki Ice.

“Kamu punya tato?”

“Ya, ini tulisannya ‘Ai’, artinya ‘cinta’.”

“Seperti, ‘wo ai ni?’… Ice Wo ai ni.”

“Kita harus latihan lagi.” Ice mencoba mengalihkan pembicaraan, ia lalu melompat ke kolam.

Perth juga mengikuti nya, lalu mencium Ice. Ice tampak ragu.

“Ada apa?”

“Aku masih bersama dengan Tan.” Kata Ice yang meninggalkan Perth dengan kecewa.

***

Perth sedang mengintip dari kejauhan makam Ice. SMS masuk, itu dari Tan.

“Apakah kau di pemakaman ice? Apa sudah hampir selesai?”

“Hampir selesai.” Balas Perth

“Ketika pemakamannya sudah selesai, telepon aku.”

“Dimana kau?”

“Aku berada dirumah Ice.”

Perth melihat keluarga Ice sudah bersiap siap akan pulang.

Perth mencoba menelepon Tan, tapi tak diangkat. Ia segera mengendarai motor nya menuju rumah Ice.

***

Layaknya maling, Perth masuk lewat jendela. “Tan!” Teriaknya, tapi tidak ada siapa siapa disana.

Perth masuk ke kamar Ice.

Lalu terdengar suara tapak kaki, ia langsung berlari sembunyi dikolong ranjang. Seorang wanita masuk ke kamar lalu duduk diranjang. Ia adalah ibu Ice, ibu Ice meratap lalu pergi meninggalkan ruangan.

Lalu ada langkah seorang wanita lagi masuk ke kamar, dia Ice!!!

Ice melompat lompat diranjang. Perth segera keluar dari kolong. Tapi tidak ada siapa siapa, anehnya, ranjang ice tampak berantakan seperti ada seseorang lompat lompat diatasnya.

***

Mint menemui Perth.

“Perth, aku hamil.”

Perth terdiam, hal itu mengingatkan nya pada Ice yang melompat bunuh diri.

“Berhentilah memikirkannya, aku hanya bercanda!” Kata Mint.

“Mint, aku sibuk berlatih akhir akhir ini, aku tidak bisa lagi bertemu denganmu.”

“Apa kau ingin berpisah denganku?”

“Malam itu, aku tidak bermaksud…” Sebelum Perth selesai berkata kata, mint sudah menampar nya.

“Maafkan aku.” Perth pergi meninggalkan Mint yang kecewa.

***

Malam hari,

Perth akan menggoreng telur, tapi gasnya habis. Ia lalu memakan telur itu mentah mentah.

Ia merasa ada orang lain dirumah itu, ia dihantui.

Ibunya datang bersama pelatih karena mobilnya rusak, pelatih memberi nya tumpangan.

Pelatih juga memberitahu manfaat makan telur mentah.

Perth langsung memakan lagi sebutir telur mentah.

***

Dikolam renang, teman teman Perth, mengejeknya yang kini tambah buncit.

Tan datang, ia juga akan berenang.

Perth menghampiri Tan.

“Hei, apa yang kau lakukan dirumah ice?” Tanya Perth.

“Jadi kau tahu dimana IcI tinggal? Itulah caranya kau mengikuti aku kesana.”

“Aku mengantarnya pulang saat kau sibuk dipertemuan renang.” Perth beralasan.

Tan mengeluarkan hp blackberry, “Aku pergi untuk mengambil ponsel nya. Tapi layarnya hancur, tidak mau menyala. Aku mau memperbaiki ponsel ini, aku yakin gambar si keparat itu ada disini.”

“Sebaiknya kau berhenti melakukan ini! Tapi terserah lah! Aku pergi…”

Perth pura pura pergi, padahal ia sedang mengawasi gerak gerik Tan. Ia mau mencuri ponsel itu tapi tidak ketemu… (Ya iyalah, ternyata ponsel itu disembunyikan Tan diatas loker.)

Tan melihat lokernya berantakan.

***

Perth tidak kehabisan akal, ia menelepon Tan.

“Ibuku kebetulan menjatuhkan ponselnya diair. Apa toko servis nya bagus? Ada dimana?”

“Itu di Robinson. Tokonya memiliki tanda kuning besar didepan.”

***

Perth menuju ke Robinson, ke toko servis dengan tanda kuning besar, ‘Mobile Easy’.

“Permisi pak, temanku memintaku untuk mengambil BB-nya.”

“Aku rasa kau salah, tidak ada yang membawa BB manapun untuk diperbaiki.”

“Aku yakin.”

“Mana tanda terima nya?”

“Aku tidak bawa.”

“Kalau tidak bawa, berarti harus pemiliknya yang datang sendiri.” Kata petugas.

Tiba tiba Tan datang mengambil Blackberry nya. Bukan ditoko itu, tapi toko disebelah nya. Toko dengan tanda biru besar

(😯Tan sengaja ngerjain!)

“Jadi kau mau memperbaiki ponsel ibumu? Ngomong ngomong, dimana ponselnya?” Tanya Tan

“Tidak apa apa… Aku hanya mau belanja.” Perth ngeles.

“Ponselmu rusak tidak bisa diperbaiki. Kami tidak bisa memulihkan data apapun.” Kata petugas servis.

Perth menghela nafas lega.

Tan berpamitan pergi.

***

Flashback:

Perth latihan renang, Ice menemuinya. Perth kaget, dipikir ice adalah hantu.

“Jadi kau takut hantu.” Ice tertawa cekikikan.

“Sedang apa kau selarut ini disini?”

“Aku putus dengan Tan.”

“Apa Tan tahu hubungan kita?”

Ice menggeleng, “Aku ingin kau sendiri yang memberitahu Tan. Jadi kapan kau akan memberitahunya?”

“Setelah selesai kompetisi.”

Mereka lalu bermesraan, tapi Tan tiba tiba datang mencari Perth. Mereka langsung bersembunyi.

Perth menemui Tan, “Apa yang kau lakukan disini?”

“Ice putus dengan aku.” Kata Tan curhat.

“Kalau begitu, mari kita minum minum bersama.”

Tan sekilas melihat ada seseorang dipapan peluncur, “Kau bersama kekasihmu? Sudahlah kau tidak perlu bersamaku. Aku tidak mau mengganggumu.”

Tan pergi, Perth merasa lega.

***

Bersambung part 2

Sinopsis Insidious 4 : The Last Key (part 2)

Elise berbicara dengan roh roh dirumah itu.

“Kau disana? Kau bisa dengar aku? Kenapa kau mengambil sesuatu dariku? Kenapa kau bilang, ‘Tolong dia!’?”

Ada sebuah suara peluit, Elise mengikuti sumber suara, ia memasuki sebuah ruangan bawah tanah, ruangan dimana ibunya pernah terbunuh.

Elise marapat Kedinding triplek.

“Apakah itu kau? Siul sekali untuk ‘ya’ , dua kali untuk ‘tidak’. Apa kau wanita yang kulihat semalam?”

Bunyi satu siulan.

“Apa ada roh dirumah ini yang berusaha menyakiti Ted Garza?”

Bunyi satu siulan.

“Apakah kau roh itu?”

Bunyi dua siulan

“Ada sesuatu yang kau ingin tunjukkan padaku?”

Bunyi satu siulan.

“Apa yang mau kau tunjukkan padaku, ada dibalik dinding ini?”

Bunyi satu siulan yang sangat panjang.

Elise mengeruk sesuatu, lubang kunci! Ia mengintip.

Elise ingat, “kunci!” Ia lalu mengambil dari baju dinas ayahnya.

Ia buka ruangan itu.

Ada peluit disana. Dan ada sesosok wanita yang disekap. Lehernya ditali dengan rantai seperti anjing.

Elise mau meniup peluit itu, tiba tiba sesosok hantu wanita mengagetkannya, “Tolong dia!”

Ternyata wanita yang disekap itu bukan hantu, ia masih hidup. Ted Garza menyekapnya!

Ted tiba tiba muncul dan menodongkan pistol.

“Aku menyuruhmu menyingkirkan hantunya! Kenapa kau harus turun kemari?!” Ted kalap.

“Hantu itu menuntun kami kemari.”

Ted lalu mengurung Elise dan Tucker diruangan itu.

Specs yang melihat ada keanehan, ia masuk kedalam rumah.

Terjadi lah perkelahian Specs dan Ted.

Specs menindih Ted dengan lemari sampai mati.

Polisi berdatangan.

“Namanya Mara Jenning, dia perawat dari sebuah kota 16KM dari luar sini. Dia telah hilang sekitar empat bulan. Kalian akan tinggal beberapa hari? Aku butuh pernyataan kalian!” Kata polisi.

***

Specs tampak kacau.

“Ada banyak iblis didunia ini, kau menghentikan salah satunya.” Hibur Elise.

“Terima kasih Elise.”

***

Keesokan harinya, Christian beserta dua putrinya ke rumah Ted Garza. Ia mau mengambil peluit pemberian ibunya.

Melissa pergi keruang bawah tanah, sesosok monster jari kunci menyerangnya. Menusuk tenggorokannya sehingga tidak bisa bersuara, lalu mengambil rohnya.

***

Elise dikantor polisi untuk memberikan kesaksian.

“Kenapa Ted Garza mengundangmu? Apa ia tidak takut tertangkap?”

“Mungkin rasa takutnya pada dunia ghaib mengalahkan rasa takut untuk tertangkap.”

Tiba tiba ada seorang hantu mengagetkannya. Hantu rambut pirang, Melisa.

“Ada apa?”

“Maaf aku melihat sesuatu… Apa kau masih membutuhkanku?”

“Tidak.”

Elise bergegas pergi.

***

Elise datang kerumah itu dan segera mencari Melissa.

Melissa ada diruang bawah tanah tak sadarkan diri, lehernya terikat rantai besi

“Imogen, panggil ambulance!”

Melissa dibawa kerumah sakit.

“Bagaimana kau tau keberadaan nya?” Tanya Imogen pada Melissa.

“Ada sesuatu yang jahat dibangunan itu. Aku yang membiarkannya masuk ke dunia ini… Kurasa, dia yang membuat Ted Garza seperti ini… Dia mengambil roh saudarimu, dan aku akan menemukannya, menyelesaikannya malam ini!”

“Aku juga bisa melihat hal hal ghaib.”

(Ternyata Imogen juga indigo🤔)

Mereka bersiap berburu hantu.

Specs dan Imogen disuruh mengambil Alkitab merah versi Kings James, Alkitab kesayangan Ted Garza.

Elise dan Tucker pergi ke bunker.

Tucker protes, “Aku keruang kematian, sedangkan dia bersama wanita cantik… Ini tidak adil.”

“Hanya kau yang ku percaya untuk turun kesana bersamaku.” Jawab Elise.

***

Imogen sibuk mencari Alkitab nya. Specs sibuk mengajak kencan😪.

***

Elise mendekati cerobong angin. “Ia ingin aku memiliki ini.”

Ia meminta tolong Tucker untuk mengambil sesuatu di balik baling baling kipas.

Sebuah gaun, gaun penuh darah.

Ketika memegang benda itu, Elise mendapat penglihatan:

Ayahnya, Gerald. Menyekap seorang wanita. Wanita itu berusaha kabur. Ia sembunyi diruang cuci.

Saat itu Elise mendengar sesuatu di ruang cuci. Kondisi wanita sangat menyedihkan, sehingga Elise mengira dia hantu.

Gerald datang, Elise mengatakan kalau diruang cuci ada hantu.

Gerald memeriksanya, ia memang melihat wanita yang ia sekap, tapi ia pura pura tidak melihatnya.

Gerald akan memukuli Elise lagi, Elise kabur.

Gerald kembali keruang cuci dan membunuh wanita itu. “Goodbye Anna.”

Elise menangis, ia merasa bersalah pada Anna.

Ayahnya melakukan hal yang persis seperti Ted Garza lakukan.

Benang baju Anna seakan ada yang menariknya. Ia meminta Tucker untuk membuka baling baling.

Didalam cerobong angin itu ada beberapa koper, koper isi tulang belulang manusia.

(Ayahnya banyak melakukan pembunuhan😰)

Koper terakhir, itu berisi tulang belulang hantu jari kunci. Hantu itu membawa Elise ke dalam dunia Lain.

Didalam dunia lain itu, Elise harus menghadapi ketakutan dan kebenciannya yang terbesar yaitu, Ayahnya!

***

Tucker membawa jasad Elise ke ruang tamu. Mereka menghipnotis Imogen agar bisa masuk ke dunia lain menolong Elise…

***

Roh Imogen ada diruangan dunia lain.

Ia bertemu hantu Anna, “Aku akan membantumu!” hantu Anna mengajaknya ke suatu tempat, ada pintu merah. Hantu Anna memberinya lentera dan peluit.

Didalam ruangan itu, ada roh Elise, roh Melissa, roh ayahnya yang dikurung.

Roh Elise gelisah, ia ingat bagaimana ayahnya akan memukulnya.

Ia mengambil tongkat lalu memukuli ayahnya, kebenciannya membuat hantu kunci semakin kuat. Untung ia segera menyadarinya.

Hantu kunci menyandera roh Imogen dan roh Melissa. Ia lalu menyerang Elise, tapi dihalangi roh Gerald, roh Gerald tertusuk “maafkan aku.” Lalu roh Gerald menghilang

Hantu kunci mencekik Elise, menusuk pita suaranya.

Imogen melemparkan peluit pada Elise…

Elise meniup peluit itu. Lentera yang padam langsung menyala, roh Audrey muncul.

“Menjauh dari gadis kecilku!” Roh Audrey langsung menyerang si hantu kunci sampai lenyap.

Audrey dan Elise berpelukan.

Elise dan kedua keponakannya mencari jalan keluar.

Disalah satu pintu merah, dibaliknya, ada anak laki laki sedang memanjat tangga. Pura pura jadi superman.

Elise melanjutkan perjalanannya lagi. Roh Melissa dikembalikan ke raganya. Melissa langsung terbangun di rumah sakit.

Audrey dan Elise berpelukan, “Teruslah menolong orang!” Pesan ibunya lalu menghilang.

Elise dan Imogen kembali keraganya masing masing… Mereka berlari menuju rumah sakit.

Melissa berterima kasih karena sudah ditolong Elise.

Elise menemui Christian dan memberikan peluitnya.

“Kau benar Christian, aku dikutuk. Iblis mengikutiku. Tapi aku tidak mau memberikan apa yang mereka mau, rasa takut dan rasa sakit adalah makanan mereka.”

“Akulah yang telah memberi mereka makan, menolakmu selama ini… Kau mau memaafkan aku?” Kata Christian menyesal

“Seharusnya aku tidak pernah meninggalkan mu.”

Mereka berpelukan.

***

Imogen berterima kasih pada Specs, tapi specs langsung menciumnya 😱😱

Tucker mupeng, ia mendekati Melisa. Karena Melissa sedang sakit, ia jadi cuma memakan jelly disamping nya 😂

***

Mereka kembali, mobilnya kena tilang…

***

Elise bermimpi buruk, ia melihat seorang anak laki laki yang sedang diawasi oleh hantu..!!

Elise terbangun..

Ponselnya berbunyi.

“Maaf sudah menelepon begitu larut, Namaku Lorraine. Kau dulu bantu keluargaku saat putraku masih kecil. Dan kini hal sama terjadi pada cucuku.”

“Dalton?”

“Bagaimana kau tahu namanya?”

“Itulah pekerjaanku. Katakan pada Josh aku akan datang di pagi hari.”

“Terima kasih.”

“Selamat malam”

***

End

***

Sinopsis Insidious 4 : The Last Key (part 1)

Five Keys, New Mexico 1953

Wilayah Koroner.

Seorang pria sedang melihat berita tentang Joseph Stalin di Tv hitam putihnya.

Elise sedang menggambar seorang pria yang duduk di kursi listrik, ia lalu bercerita tentang Wayne Fisher, usia 32 tahun dan dia membunuh seorang wanita memakai palu lalu ia dipenjara selama 3 tahun didewbend untuk hukuman mati.

Christian, adiknya mulai takut. “Kau tau dari mana?”

Ibunya segera menyuruh anak anak tidur.

Ayahnya tampak kaget dan ketakutan.

***

Kamar Elise berantakan, banyak mainan.

“Elise, ibu sudah bilang untuk merapikan semua mainan ini.”

“Bukan aku yang buat berantakan.”

“Lalu siapa? Kau bisa bilang pada ibu.”

“Dia anak laki laki, dia sudah tinggal disini sejak lama, dan dia suka main dengan mainan kami.”

“Ibu percaya, kau telah diberkati sebuah anugerah. Kau istimewa. Beberapa orang takut pada orang istimewa, ayahmu salah satunya. Mulai hari ini, simpan rahasia ini diantara kita saja. Paham?” Kata ibu menyarankan.

“Oke.”

***

Christian takut ditinggal ibunya. Ibunya memberikan sebuah peluit. “Kalau kau benar benar butuh ibu, tiup peluit ini. Ibu akan datang. Paham?”

“Baiklah.”

***

Elise kembali bercerita tentang pria yang duduk di kursi listrik. “Apa kau tahu mereka akan kemana setelah itu?”

“Mereka akan keruang gelap.”

Elise kembali berbicara dengan makhluk makhluk astral. Christian bersembunyi ketakutan, “Hentikan Elise!”

Christian yang ketakutan akhirnya meniup peluit.

Ayahnya terbangun dan marah.

Elise disuruh berdiri menghadap tembok.

“Kau melihat hantu?” Kata Gerald galak.

“Ya”

“Ayah tidak mau melukaimu nak! Cukup kamu bilang ‘tidak’. Hanya itu! Ayah tanya lagi, kau melihat hantu?”

“Ya, mereka ada bersama kita dirumah ini.”

Gerald lalu memukuli Elise. Tangisan Elise tidak digubris. Elise dimasukkan dalam ruangan bawah tanah dan dikunci.

Diruangan gelap itu, Elise menyalakan generator. Tapi tak lama lalu mati.

Ada suara,

“Kau takut gelap?”

“Ya, kau siapa?”

“Jangan takut, aku bisa buat terang.”

Sebuah lubang kunci mengeluarkan sinar. Elise mengintip di lubang kunci.

“Siapa kau?” Tanya Elise.

“Kenapa kau disini?”

“Ayahku yang menempatkan ku disini.”

“Ayahmu tidak memperlakukanmu dengan baik, buka pintu ini! Akan ada banyak cahaya. Ada kunci yang bergantung diatas sana. Aku menunggumu…” Bujuk suara itu

Elise mengambil kunci dan membukanya.

Pintu terbuka, sesosok monster dengan jari mirip kunci membuka pintu merah itu.

Elise kesurupan.

Rumah bergetar, Audrey, ibunya mencari Elise diruang bawah tanah.

“Elise?”

Tiba tiba sebuah kabel mencekik Audrey, ia lalu mati tergantung.

Elise tersadar dan menangis, “Maafkan aku.”

“Tidaakkk….!!” Teriak Gerald

***

Elise terbangun dari mimpinya, itu adalah mimpi masa kanak-kanak nya. Ia kini sudah tua dan menjadi cenayang kondang.

Ia selalu menggambar dan menulis hal hal ghaib yang dilihat nya. Termasuk monster jari kunci. Ia tulis disitu, “Give me the Key.”

***

Spectral Sightings adalah tim cenayang yang dipimpin oleh Elise dan dibantu dua asistennya.

Ada sebuah telepon,

“Halo, Namaku Ted Garza. Aku punya masalah, hal hal aneh terjadi di rumahku dan kata orang kau tahu soal ini. Aku ingin tahu apa kau bisa datang? Aku butuh bantuan.”

“Boleh kutanya tempat tinggalmu?”

“Aku tinggal di 414 jl. Appletree.. five Keys, New Mexico.”

Elise terhenyak, itu adalah rumah masa kecilnya.

Semula ia menolak, lalu ia berfikir kembali, ia harus melawan ketakutannya. Trauma karena dipukuli ayahnya.

Ia memanggil 2 asisten nya.

“Maaf harus membangunkan kalian. Pria tadi menelepon untuk pekerjaan, katanya dia tinggal ditempat aku dibesarkan…ku sebut itu ‘bangunan’ bukan ‘rumah’… Karena aku tak punya kenangan manis disitu, anugrah yang kalian kagumi, ayahku menghajarku karena itu…dan ibuku, terbunuh dibangunan itu, oleh sesuatu yang kubawa kedunia ini. Setan ini memanfaatkan kemampuan ku… Dan dia akan melukai orang yang kusayang demi mendekatiku… Itu sebabnya aku tak ingin pergi ke dunia lain… Kuhabiskan hidupku untuk melawan makhluk makhluk ini, karena aku tidak bisa lupa rupa wajah ibuku ketika dia mati… Jadi aku harus menolong orang ini. Besok pagi pagi, aku harus berangkat sendiri…”

***

Elise bersiap untuk berangkat, dua asistennya tidak mau meninggalkannya. Mereka ngotot mau ikut.

***

New Mexico, Five Keys

Elise sudah datang kerumah itu.

“Hai aku Elise, ini Specs dan Tucker rekan kerjaku.” Elise memperkenalkan diri.

Ted Garza mempersilahkan mereka masuk.

Elise melihat lihat, barang barang lamanya masih ada disitu. Ted sengaja tidak menyingkirkan nya karena masih bagus.

Ia juga melihat banyak roh, ia tidak bisa membedakan mana yang jahat dan mana yang tidak.

“Dimana kejadian aneh itu sering terjadi?”

“Sebagian besar dalam satu ruangan. Sekarang aku kunci dan belum kubuka dalam tiga bulan ini.”

Ada sebuah Alkitab merah terjatuh, segera diambil oleh Ted. 🤔Alkitab kesayangan.

Mereka lalu masuk kedalam kamar Elise waktu kecil. Bekas tapak tangan Elise masih ada.

“Aku sering mendengar suara ‘hentikan! Tolong hentikan!’… semua tabungan hidupku kubayar untuk tempat ini. Kalian harus tolong aku.”

“Itulah yang sedang kami lakukan.”

***

Elise memakai peralatan, Earphone dan kamera.

“Kameranya dipasang agar kita bisa lihat apa yang dilihatnya, dari dalam truk. Kami menyebutnya ‘winneba-ghost’.” Kata Specs menjelaskan pada Ted.

“Kau akan sendirian disini?” Tanya Ted

“Kehadiran ku cenderung menarik roh keluar dari sudut gelap mereka.”

“Kau perlu ini.” Ted memberikan sebuah Alkitab.

“Terima kasih.”

***

Elise mulai menerawang setiap sudut tempat.

Dikolong ranjang, ia menemukan peluit milik Christian. Ia senang, lalu memakainya.

Ia melihat baju baju dinas ayahnya, ada kunci kunci. (Ayahnya adalah seorang sipir penjara🙄)

“Elise, ada seseorang di depanmu, seorang wanita.” Specs mengingat kan

“Aku tidak melihat apa apa.”

Tiba tiba hantu wanita itu mendekap Elise, “TOLONG DIA!!” Teriak hantu itu. Kamera langsung mati.

Specs dan Tucker segera masuk kerumah, untungnya Elise tidak apa apa. “Dia mengambil peluitnya.”

“Kau sedang apa disana? Kukira kau hanya akan kekamar tidur.” Tanya Ted

“Sesuatu menuntunku kesana. Roh seorang wanita. Entah kenapa dia bilang, ‘Tolong dia’… Tapi itu hantu yang pernah kulihat dirumah ini ketika usiaku 16 tahun.”

Flashback:

Elise mendengar suara seseorang diruang cuci baju. Ia lalu memeriksanya.

Christian takut,”jangan Elise!”

“Halo, aku tinggal bersama adikku Christian, siapa namamu?”

“Hentikan! Kau mengada ada!” Christian takut.

“Keluar dan temui saudaraku, dia tidak percaya kau ada.”

Gerald datang, “kau sedang apa nak?”

“Ada seseorang diruang cuci baju.”

Ayahnya memeriksa, “tidak ada siapapun disini, kau melakukannya lagi!”

Gerald membawa tongkat, akan memukul Elise lagi.

“Kau tidak boleh memukulku, anugerah ini aku tidak pernah memintanya. Takkan kubiarkan kau melukaiku lagi!” Elise menangis lalu kabur dari rumah meninggalkan Christian.

“Sejak itu, aku tidak pernah kembali lagi. Kurasa cukup untuk malam ini. Kita akan lanjutkan besok.”

***

Keesokan harinya, mereka makan di kafe BBO

“Aku dan Christian sering datang kesini saat kecil.” Elise bercerita.

Ada dua gadis cantik juga masuk ke situ.

Elise merasa mengenal mereka. Wajahnya tidak asing.

“Maaf, kalian mirip sekali dengan orang yang kukenal. Aku Elise.” Sapa Elise.

“Aku Melissa.”

“Aku Imogen.”

“Kalian kakak beradik?”

“Ya.”

Tucker dan Specs juga ikut memperkenalkan diri. (🙄Ada lope lope dimatanya)

“Kami bertiga adalah pemburu hantu, seperti polisi tapi bukan menangkap manusia.” Kata Tucker membual.

Tak lama kemudian ayah mereka datang, itu Christian!

“Halo Christian, apa aku sudah begitu tua?”

“Aku tidak punya apa apa untuk dikatakan! Anak anak, ayo kita pergi!”

“Dengarkan aku! Aku masih saudarimu…”

“Itu menurutmu, tapi aku tidak!”

“Aku hanya ingin kau tau perjalanan hidupku. Aku juga ingin tau perjalanan hidupmu.”

“Kukira kau bisa melihat masa depan!” Kata Christian sinis.

“Ayah, apa dia saudarimu?” Tanya Imogen dan Melissa

“Tidak! Saat kita kecil, kau membuatku takut dengan kisah monster dibalik pintu merah! Dan kau buka pintunya dan kau pergi!…Kau tinggalkan aku dengan monster yang sesungguhnya, ayah kita!… Aku tidak ingin melukaimu, tapi menjauhlah dari kami Elise.”

Elise menangis…

Melissa mendekati Elise dan meminta maaf atas sikap ayahnya.

“Melihat dia tumbuh seperti itu, aku bisa mengerti. Aku meninggalkannya dan seharusnya aku tidak melakukannya.”

Elise memberikan foto peluit, “Berikan ini pada ayahmu! Dan katakan, foto ini diambil kemarin di tempat tidur kami. Dia akan terkejut melihatnya”

Melissa memeluk Elise, “Aku sangat senang bisa bertemu denganmu!”

Tucker juga mau dipeluk Melisa, tapi diabaikan😯😂

***

Malam hari,

Persiapan untuk mengusir hantu lagi.

“Christian mengingatkan ku tentang ‘pintu merah’. Roh yang membunuh ibuku datang lewat pintu itu.”

Pintu merah adalah pintu metafisik yang bisa membawa lebih dalam ke dunia lain.

***

Bersambung part 2

Sinopsis The Wrath part 2

Gadis budak bermimpi:

Seorang wanita pelacur, selingkuhan Daegam. memberitahu Daegam, kalau ia sedang hamil.

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Daegam

“Aku ingin masuk kerumah Daegam dan diakui sebagai majikan.”

Wanita itu juga mengancam akan membocorkan rencana konspirasinya.

(Ternyata wanita ini juga ambisius 😥)

Daegam marah, ia merasa diperas.

“Asalkan keinginanku terpenuhi, aku akan menyimpan rahasia ini sampai keliang kubur.” Kata wanita itu licik.

Daegam menyuruh orang untuk menghabisi wanita itu, sekaligus menginterogasi, kepada siapa saja rahasia itu sudah dibocorkan.

Gadis budak terbangun, ia kedatangan tamu.

***

Si dukun kembali mengingat kan, “Nanti akan ada kematian ternak tanpa alasan, hantu menyamar jadi manusia, butuh minum darah makhluk hidup. Anda harus pergi dari sini.”

“Aku tidak bisa.”

“Anda tidak bisa melepas ambisimu? Ini menyangkut nyawa.”

Gadis budak tetap keras kepala.

***

Pagi pagi buta, pelayan akan memasak dikuali besar, tapi ia mendengar sesuatu. Ia mencoba mencari asal suara.

Ia melihat, Manim sedang makan ayam mentah mentah!😱 Ia langsung lari ketakutan.

Manim mengikuti pelayan itu dan menenggelamkannya dikuali besar sampai mati.

***

Gadis budak kembali bermimpi:

Wanita pelacur itu disiksa. Anunya ditusuk pakai besi panas.

“Aku mohon, lepaskan aku Daegam, aku janji tidak akan menceritakan ini pada siapapun dan aku akan merawat anak Daegam dengan sepenuh hati.” Kata wanita itu memohon.

“Beraninya kau bilang anak itu, anakku!” Daegam marah lalu mengambil besi panas dan ditusukkan keperutnya.

“Sekarang bayinya sudah mati! Karena tindakan nekatmu, kau mencelakakan dirimu sendiri!” Kata Daegam bengis.

“Orang seperti kau, lebih rendah dari anak haram! Dendam ini pasti akan kubalas! Aku akan menghancurkan anak cucu keturunan keluarga mu! Aku akan mengotori setiap jengkal rumahmu dengan darah!!!” Kata wanita itu penuh dendam.

Daegam lalu menutup muka wanita itu, lalu dia di gantung.

Mayatnya dimasukkan dalam sumur tua lalu ditimbun batu.

***

Pagi hari, keluarga itu heboh karena kematian pelayan.

“Akan ku bunuh hantu wanita itu dengan tanganku sendiri!!” Kata Daegam marah.

Sumur tua itu dibongkar, tapi ada suara tangisan wanita, semakin lama semakin kencang… Bom!!! Sumur itu meledak, sehingga tiga orang pengawal nya mati.

***

Daegam shock, Manim mencoba menghibur nya… Tiba tiba Manim mual, ternyata ia sedang hamil. Daegam senang, karena segera akan mendapatkan anak dan cucu.

Gadis budak tampak tidak senang, jika Manim punya anak, maka ia tidak bisa menguasai keluarga itu.

***

“Buin, aku harap kau melahirkan seorang anak laki laki.” Kata Daegam

“Tentu saja.”

“Sekalipun menantu ketiga sedang hamil, tapi statusnya hanya seorang budak. Jika kau melahirkan putra, aku akan segera mengusirnya dari rumah ini.”

“Jika dia diusir, ada kemungkinan dia akan membocorkan apa yang terjadi di keluarga ini.”

“Lalu bagaimana baiknya?”

“Dia bisa menjadi hantu keluarga kita.” Manim mencoba menghasut.

Ternyata gadis budak menguping pembicaraan mereka.

Ia berpikir keras, sampai sampai ia tidak memperhatikan dua menantu sirik ada disitu.

Mereka marah, karena gadis budak tidak memberi salam.

“Kelakuanmu sekarang menjadi jadi! Kamu pura pura tidak melihat kami?!”

“Maaf, aku sedang banyak pikiran.”

“Kau pasti memikirkan cara cara licik.”

“Kakak ipar, itu seperti paranormal atau apa? Caramu berbicara seakan akan kau memahami ku?! Sebelum mengkritik ku, sebaiknya kakak tunjukkan cara bersikap yang beretika lebih dulu!”

Menantu pertama marah, ia akan menampar gadis budak. Tapi gadis budak berani melawan. “Apa yang kakak lakukan? Ada janin dalam perut ku! Jika kakak terus seperti ini, akan kulaporkan pada Eomonim!”

***

Si dukun kembali menemui digadis budak. Kini situasi nya lebih gawat karena roh jahat sudah memiliki bibitnya.

Kalaupun ingin pergi dari rumah itu, sudah terlambat… Satu satunya cara, roh jahat itu harus dimusnahkan.

Dukun itu memberikan sebuah belati dan jimat.

Belati itu sudah diberi darahnya, digunakan untuk menusuk raga Manim yang sudah kehilangan jiwa.

Dan jimat itu, agar roh jahat tidak bisa melihatnya.

“Dimana aku bisa menemukan raga Manim?”

“Pasti disekitar rumah, getarannya sangat kuat disini.”

***

Menantu pertama menemui seseorang, ia menyuruh orang itu untuk menghabisi Manim dan gadis budak.

Tapi tiba tiba, pembunuh itu tertusuk dan mati. Manim membunuh mereka.

***

Manim membawakan semangkuk Mie untuk Daegam.

“Terimakasih aku juga merasa sedikit lapar.” Kata Daegam langsung menyantap nya dengan lahap. (Padahal itu cacing 🤮… Dan arak nya adalah darah..🤮)

Setelah memakan itu, Daegam seperti kurang waras.

“Rumah diselimuti oleh suasana yang kelam, tampaknya roh jahat muncul lagi.” Hasut Manim.

“Roh jahat?! Akan ku bunuh dengan tanganku sendiri!!” Kata Daegam berapi api.

Ia membawa pedang menuju tempat menantu kedua sedang “uhuk uhuk” dengan Yeon Do.

Menantu kedua dihabisi, Yeon Do juga, serta pelayannya yang lain.

Sesaat kemudian, ia tersadar. “Ada apa sebenarnya ini?” Daegam bingung.

Manim yang ketempelan hantu tertawa menyeramkan, “Bagaimana rasanya ditanganmu berlumuran darah keluarga mu sendiri?”

“Ternyata kau!!!”

Manim mencekik, “kau masih belum sadarkan diri?!”

“Tolong ampuni aku!”

“Aku terus menerus memohon padamu dulu, tapi kau pura pura tidak mendengarnya.”

Manim meremas wajah Daegam sampai kulitnya terkelupas semua🤪.

Gadis budak datang, hantu itu mencarinya.

Gadis budak langsung meniup lentera dan memakai jimatnya.

Hantu tidak bisa melihatnya, tapi ia mengendus endus bau gadis itu.

Saat hampir tertangkap, untunglah, si dukun melakukan ritual, memanggil roh jahat itu.

Si dukun berhadapan dengan roh jahat, sedangkan gadis budak masuk kedalam sumur mencari raga Manim.

Si dukun kalah kuat, roh jahat itu hampir membunuhnya, untungnya gadis budak segera menemukan jasadnya. Ia lalu menusuk tepat dilehernya.

“Beraninya kau!! Kau pikir dengan begini semua akan berakhir? Saat kau memperoleh segalanya, saat itu juga kau harus kehilangan semuanya!” Roh Jahat itu lalu lenyap.

***

Suasana kembali tenang,

“Apa yang akan kau lakukan sekarang? Apa kau berniat meninggalkan rumah ini?” Tanya si dukun

“Setelah upacara berkabung, aku akan mempertimbangkan tempat tujuan ku.” Kata gadis budak sambil membelai perutnya.

Ketika akan pergi, si dukun melihat ada roh anak laki laki sedang membelai perut gadis itu.

Ia teringat pesan terakhir roh jahat. “Saat kau memperoleh segalanya, aku akan kehilangan semuanya.”

***

Sepuluh tahun berikutnya,

Seorang anak laki laki kecil berjalan menuju sumur tua. Ia bertemu dengan roh Manim.

***

End

Sinopsis The Wrath part 1

(Setting Era Joseon)

Seorang tukang daging sedang memotong motong daging, daging yang sangat banyak. Diruangan itu seakan ada sesosok lain… menerornya, sosok hantu wanita. Ia mati secara mengenaskan.

*** The Wrath ***

Seorang gadis dibawa kekediaman keluarga bangsawan oleh seorang pria.
Ditengah jalan, gadis budak itu, melihat mayat wanita tergantung diatas pohon. Tapi hanya dia yang bisa melihatnya.

***

Disebuah kuil, Myeong Go merampas pedang pembunuh hantu dari sebuah kuil.

“Bagi Tuan muda, ini hanya besi rongsokan, tapi bagi Budha, ini tidak diperbolehkan, dan dianjurkan untuk dikembalikan kepada pemilik aslinya.” Kata seorang biksu.

Dengan sombong Tuan muda melemparkan sebundel uang.

***

Gadis itu masuk kerumah bangsawan, ia akan dinikahkan dengan Yeon Do.

“Manim (nyonya), dia sudah datang.”

Manim keluar, ia memandang gadis itu dengan tatapan merendahkan, begitupun dua menantu yang ada disitu.

Tuan muda datang, “Oh, jadi dia budak yang baru?”

“Iya, yang akan dijadikan menantu kecil. Calon pengantin Yeon Do, yang akan dinikahkan hari ini.” Kata si makelar budak.

Tuan muda memandang gadis itu dengan tatapan hina. (Sekeluarga sombong semua😪)

***

Para pelayan membicarakan tentang Yeon Do.
Yeon Do adalah juga seorang pelayan dirumah itu. Tapi karena ia memiliki tanggal lahir yang sama dengan Tuan muda, maka ia dinikahkan sebagai pengganti tuan muda. (Untuk mengecoh hantu yang akan mengacaukan pernikahan 😯)

Sedangkan gadis budak itu, adalah seorang yatim piatu yang tidak memiliki tempat untuk dituju.

***

“Kamar pengantin hari ini, biar aku yang tempati.” Kata Tuan muda, Myeong Gyo.

Manim menolak, ia takut tragedi kakak Myeong Gyo akan terulang lagi.

(Kakak Myeong Gyo mati saat malam pertama)

“Kau takut kalau aku mati maka keluarga ini tidak ada penerus atau kalau aku mati, keluarga kita akan hancur?” Myeong Gyo mendesak. Ia sangat yakin, kali ini ia akan bisa memusnahkan hantu itu.

“Baik, kalau kamu mendesak. Tapi kalian tidak boleh tidur bersama, dia tidak layak.” Kata Manim.

“Jangan kuatir, aku hanya menganggapnya budak untuk dijadikan umpan hantu.”

***

Gadis budak, dimandikan oleh para pelayan. Dibahunya ada sebuah tanda.

“Ini apa?” Tanya pelayan.

“Waktu kecil aku terbakar kompor?” Jawabnya singkat.

“Maafkan aku sudah lancang, nyonya ketiga.”

***

Sang pelayan melaporkan kondisi fisik si gadis budak.

“Tubuhnya kurus, tapi berisi. Aku yakin ketika malam pertama dia akan langsung hamil.”

Dua menantu yang lain tampak tidak senang.

“Siapa yang menyuruhmu untuk mengamati tubuh budak rendahan itu?” Kata menantu pertama dengan nyolot.

“Dia hanya memberi tahu apa yang dia lihat, kenapa kamu semarah itu?” Kata Manim

“Aku rasa dia hanya terlalu mengada ada.”

“Jika dia memang bisa hamil, maka ini hal yang menggembirakan.”

“Kau menyindir kami karena tidak bisa punya anak?” Kata menantu pertama dengan kesal.

***

Myeong Gyo dengan wajah culas nya ia meniduri si gadis.

***

Tepat tengah malam, asap menyelimuti rumah itu.

Myeong Gyo keluar mencari hantu itu. Tapi para pengawal nya sudah mati.

“Dasar siluman, tunjukkan wajahmu!!’

Ia masuk kesebuah ruangan. Dan berusaha menusuk hantu itu, menggunakan pedang pembunuh hantu.

***

Gadis budak mencari cari suaminya yang tidak ada diranjang.

Ia masuk ke sebuah ruangan, suaminya ada disana, tapi sudah mati.

***

Biksu datang untuk memdoakan Myeong Gyo.

“Sudah cukup!kau saja tidak sanggup menyingkirkan roh jahat itu. Jodoh keluarga ini dengan Budha sudah berakhir. Segera tinggalkan rumahku!!” Kata Manim kecewa.

Biksu keluar dan melihat si gadis budak yang sedang berkabung.

“Kamu pergi saja dari rumah ini, jangan menanggung beban lagi. Hidup saja seperti rumput liar. Anggap saja apa yang terjadi dirumah ini adalah karma.” Saran biksu.

***

Si Gadis budak akan diusir oleh Manim setelah 100 hari masa berkabung.

“Sebelum 100 hari, kau tidak boleh pergi dari sini…tapi kalau kau tinggal disini ada 3 hal yang harus kamu perhatikan: 1. Tanpa ijin dariku, kau tidak boleh meninggalkan rumah ini. 2. Rumah ini tidak ada yang meninggal, jadi jangan gunakan kain berkabung (disuruh merahasiakan). 3. Jangan sekali kali mendekati gudang. Jika kau melanggar, kau akan langsung dibunuh!”

“Ya.”

***

Gadis budak membawakan teh untuk tamu, karena ia merasa tidak sehat, ia tidak sengaja menumpahkan teh nya.

Menantu pertama marah besar, “Akan kuberikan kau pelajaran!!!”

Tapi manim melihat gadis budak terlihat sakit, ia segera diperiksa.

Setelah diperiksa tabib, ternyata ia hamil.

“Myeong Gyo sudah memenuhi kewajiban nya sebelum meninggal.” Kata manim lega.

Menantu pertama dan kedua tampak kesal.

Ia takut si gadis budak akan ngelunjak.

***

“Karena kau sedang hamil, kau tidak boleh mengerjakan pekerjaan kasar lagi.”

“Aku tidak apa apa, aku sudah biasa.”

“Kau berani membantah ku?”

“Terima kasih atas kebaikannya, kalau begitu aku akan menerimanya.”

“Bukan karena tubuh hinamu aku bermurah hati, kau hanya budak penghasil anak!” Kata Manim sombong.

***

Gadis budak mulai menikmati hidupnya yang lebih layak.

***

Malam hari, menantu kedua mendatangi Yeon Do. Ia memperkosa Yeon Do!😱

***

Gadis budak mulai dihantui oleh seorang wanita.

***

Manim mendatangi seorang dukun. (🙄Dukunnya ganteng banget 😍😍)

Ia ingin sang dukun menyingkirkan roh jahat yang ada dirumahnya.

***

Keesokan harinya, sang dukun bersama asistennya datang kerumah itu.

Ia melihat, aura dirumah itu sangat gelap. Ia sampai muntah air comberan yang sangat banyak… (Kalo darah Khan merah, kalo ini hitam pekat🙄… Berarti air comberan)

Ia lalu melihat si gadis budak, ia melihat sesuatu pada dirinya.

Ia meminta ijin pada Manim agar bisa menemui si gadis budak.

Si dukun menyentuh bahu si gadis, dan ia bisa melihat masa lalu nya.

Flashback:

Gadis budak bisa melihat hantu. Oleh biksu ia dicap simbol dibahunya agar dilindungi oleh roh jahat.

“Anda harus perhatikan kata kataku, anda sebaiknya pergi dari rumah ini. Keluarga ini bukan orang sembarangan. Cara apapun tidak akan bisa menghilangkan roh jahat. Tujuan roh jahat itu, adalah janin yang dikandung oleh mu.”

“Aku tidak mau meninggalkan rumah ini. Selama ini aku selalu dihina, tapi setelah aku mengandung anak ini, kelak bisa menguasai rumah ini bahkan memerintah dunia.”

“Ambisi anda ternyata sangat besar dibandingkan kelihatannya.”

***

Dukun dan beberapa asistennya mengadakan ritual agar hantu dirumah itu menjadi tenang dan tidak mengganggu lagi.

Tapi semua asistennya mati, hantu itu terlalu kuat. Bahkan sang dukun tertusuk sebuah anak panah kecil, nyaris kena dimata.

***

Manim dihantui, ada seutas tali penuh darah, hantu itu merayap mendekati nya. Ia ketempelan setan.

***

Pagi hari, Manim memasak sarapan. Para pelayan merasa sungkan akan perubahan sikap majikannya itu.

Ia juga jadi lebih lembut pada si gadis budak.

“Suasana hatiku akhir akhir ini sedang buruk, karena roh jahat itu. jadi tolong maafkan aku.”

“Tidak apa Manim.”

“Masa kau panggil mertuamu, Manim? Panggil aku Eomonim (ibu).” Ada sekilas senyum jahat dimukanya.

***

Keesokan hari nya, Manim memberikan gadis budak kunci gudang, ia juga minta diambilkan buah kesemek. (Khan biasanya gak boleh ke gudang, sekarang malah disuruh?😱).

***

Gadis budak penasaran dengan ruangan yang didalam gudang, ia pun membukanya.

Ternyata ada seorang lelaki disitu, sang lelaki berusaha menyerangnya. Tapi ketika ia melihat simbol dibahu gadis itu, ia tertahan.

Tak lama kemudian, Manim datang. Ia terkejut melihat pria itu, “Daegam!”

(Pura pura terkejut 🤨)

“Benarkah ini istriku?”

“Daegam, anda sudah sadar.”

***

Manim bercerita bahwa dulu Daegam menjadi kurang waras, jadi dengan terpaksa ia di sembunyikan diruangan itu. Sekarang Daegam sudah sadar, ia sangat senang.

“Tak kusangka Myeong Gyo juga sudah meninggal. Harusnya tua Bangka dan pendosa seperti aku, yang mati duluan.” Kata Daegam sedih.

“Daegam jangan berkata begitu, Myeong Gyo sekarang ada ditempat yang lebih baik. Untung ada menantu ketiga yang membawa keberuntungan.” Kata Manim mencoba menghibur

“Terima kasih.” Kata Daegam

***

Kedua menantu sirik, mengancam gadis budak.

“Kau pakai cara apa untuk menyadarkan Abeonim (ayah)?”

“Tidak ada.”

“Kau pikir dengan melahirkan seorang anak laki laki, kamu akan bisa menjadi Jeong Buin (Gelar terhormat)?”

“Hyeongnim (kakak ipar)”

Menantu pertama murka, “Beraninya kau memanggilku seperti itu?!! Dengar baik baik, kalau kau berani macam macam, aku tidak akan mengampuni mu, termasuk anak dalam kandunganmu!!”

“Tolong jaga ucapanmu! Siapapun yang berani menyentuh anakku, aku tidak akan berdiam diri! Bukankah ini tugas seorang ibu?” Balas gadis budak.

Kedua menantu itu speachless.

***

Bersambung part 2

Sinopsis Beauty Inside eps 3

Do Jae menutupi Se Kye dengan jas nya untuk menghindari penggemar.

***

“Kau tahu bahwa tidak mungkin orang bisa berubah wajah.” Se Kye berusaha menyangkal.

“Memang…Kau tahu diinternet beredar rumor bahwa kita pacaran.”

“Apa kamu gila?!’

“Itu tidak pantas dikatakan pada orang yang sudah menyelamatkan mu dua kali.”

“Ucapanku memang tidak pantas.”

Do Jae memberikan ponsel milik Se Kye.

“Itu bukan milikku.” Se Kye pura pura.

“Akan lebih baik jika ini milikmu.”

Do Jae mengantarkan Se Kye kerumah Eun Ho, karena rumah Se Kye pasti banyak wartawan.

Eun Ho membuka pintu.

“Oh, jadi kau adalah orang yang mengangkat telepon dan bilang, ‘dia sedang mandi’.” Kata Do Jae tanpa ekspresi.

“Oh, jadi kau penelpon menyebalkan itu.” Balas Eun Ho.

Se Kye mengajak Do Jae kedalam rumah.

“Hei… Ada orang…” Eun Ho telat memperingatkan.

Ada orang tua Eun Ho sedang makan.

Akhirnya mereka makan berlima.

“Boleh aku tahu kamu siapa?” Tanya ayah Eun Ho tapi ditahan oleh istrinya.

“Bagaimana wartawan bisa tahu itu aku?” Tanya Se Kye penasaran.

“Entahlah, sepertinya salah satu staffmu membocorkan informasi. Apa kau sengaja membocorkan rahasia?”

“Apa untungnya bagiku memiliki skandal percintaan denganmu?”

“Itu karena hari itu, hari saat kamu berubah.”

Semua saling memandang tidak mengerti.

“Ikut aku!” Ajak Se Kye

Do Jae mengikuti Se Kye.

“Itu pasti pertengkaran antar pasangan.” Kata ibu Eun Ho.

***

“Bagaimana kau bisa menemukanku, disitu banyak orang?” Tanya Se Kye penasaran. Ia yakin kalau Do Jae tidak bisa membedakan wajah.

“Apa kita perlu membahasnya lagi?”

Flashback:

Se Kye menunjukkan fotonya bersama teman temannya. Do Jae diminta menebak ‘Se Kye’ diantara orang orang itu. Do Jae mampu menebak dengan benar.

“Orang yang di kafe, dilorong dan orang yang kutemui dirumahmu. Apa mereka semua adalah kamu?”

“Berhentilah melantur!”

Do Jae lalu menunjukkan video Se Kye saat berubah menjadi orang lain.

“Aku bertanya tanya tentang ini, dan video ini menjelaskan semuanya.”

“Aku mau bertanya, kenapa kau membantuku?”

“Karena kamu rekan bisnisku.”

“Apa karena kita diposisi yang sama?”

“Kadang aku menolong tanpa tahu itu kamu, aku akan meredam media. Jawab jika aku menelepon mu.” Kata Do Jae.

***

Kakek menelepon Do Jae menyuruhnya lekas menemuinya.

Kakek mengatakan dia merubah surat wasiatnya. (Kakeknya suka plin plan😪)

“Apa kamu mengencani model itu?”

“Ada sedikit masalah, aku sudah menyelesaikan nya.”

“Dasar pecundang! Mengencaninya saja kamu tidak bisa..” Ejek kakek.

Do jae melihat sekitar, ada banyak kue. Ia menebak, ibunya pasti barusan menengoknya.

“Tadi ibu kesini?”

“Tidak, dia bilang dia sibuk.”

(Oh, jadi cuma kirim kue dan bunga tanpa menengok🙄)

“Dia putri yang kurang ajar.” Kata Do Jae santai.

“Jagan menghina putriku!!” Kakek marah.

“Ibu enggan kesini karena kakek terus bicara akan menghapusku dari surat wasiat… Bagaimanapun aku putranya!”

“Diam! Selesaikan saja pekerjaanmu! Jika kamu punya satu celah saja, kakek akan menjatuhkannya sebelum mengusirmu!”

“Baik aku pamit, kakek periksalah dari kepala sampai kaki mumpung ada disini…”

Ketika berjalan di lorong, Sara Kang juga ada disitu, mereka berpapasan tapi Do Jae tidak mengenalinya.

“Apa kamu tidak mau menyapa adikmu?”

Do jae berbalik, “Aku tidak melihatmu.”

“Aku lihat, kamu melihatku sekilas… Apa kamu punya pacar?”

“Ya, aku punya banyak, jadi aku tidak butuh pacar yang kau tawarkan.”

“Aku tidak mengerti maksudmu.”

“Mengecewakan, aku tau pertengkaran kita melelahkan, tapi aku tidak menyangka kamu akan curang… Jangan keterlaluan.”

“Apa maksudmu kamu memaafkanku?”

“Aku hanya membiarkannya kali ini.. mengingat, pria yang dicintai ibuku adalah ayahmu.”

Sara speachless

***

Woo Mi panik mengenai skandal percintaan Se Kye yang beredar.

“Skandal cinta aku dan Do Jae tidak berdampak buatku. Tapi bagi dia, banyak yang akan berubah.” Se Kye tersenyum licik.

“Astaga! Kau merepotkan dirimu sendiri!”

“Teman teman, jika aku dibawa ke laboratorium, apa kalian akan menjengukku?”

“Apa maksudmu? Akan kami runtuhkan lab itu demi menyelamatkan mu!… Tapi bagaimana dia bisa percaya?”

“Aku ketahuan lagi, dia datang ke rumahku dan melihat wajahku berubah lagi, dia juga melihat videoku.”

“Bagaimana ini?” Woo Mi panik, tapi dia dapat ide.

Woo Mi menelepon wartawan dan membenarkan rumor yang beredar, bahwa Se Kye dan Do Jae memang pacaran.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Eun Ho tidak mengerti.

“Pertahanan yang paling baik adalah serangan balik… Jika dia tidak mau bekerja sama, kita juga tidak.” Kata Woo Mi licik.

“Jika dia membocorkan semua…aku kan bilang bahwa dia sudah gila setelah aku putus dengannya.”

“Dengan begitu, bisa lebih meyakinkan.”

“Lagipula tidak ada ruginya digosipkan pacaran dengan orang kaya… Bahkan mungkin bisa menaikkan karirku.”

“Kalian sangat jahat… Sangat jahat…” Keluh Eun Ho.

***

Do Jae membaca berita, bahwa Han Se Kye mengakui hubungannya dengan Do Jae.

Do Jae lemas, “Jadi ini maumu?”

***

Sekretaris Jeong sibuk menyangkal pertanyaan para wartawan mengenai hubungan do Jae dengan Se Kye.

“Ada pesan dari wakil pimpinan, kau harus menyingkirkan wanita itu… Jika tidak, aku yang akan menyingkirkannya.” Kata sekretaris Jeong menirukan gestur ibu Do Jae.

Sekretaris Jeong mendapatkan telepon lagi dari reporter Park, tapi langsung diangkat oleh Do jae, “Ini aku Seo Do Jae, mari kita bertemu pukul 13.00.”

***

Dirumah Eun Ho…

Se Kye, Woo Mi dan ibu Eun Ho asik main kartu.

A Ram datang dengan baju seksinya, ia habis dugem semalam.

(Eun Ho alim🙄, tapi adiknya liar 😏)

Bel rumah berbunyi, Do Jae datang ke situ.

Mereka membahas rumor yang beredar. Lebih tepatnya bernegosiasi. Karena jika sampai T Road air dan grup Sunho rugi, maka akan banyak orang yang kehilangan uangnya. Jadi mereka harus bekerja sama…

***

Publikasi acara amal, untuk menyumbang beras. Mereka mengundang wartawan.

Salah satu wartawan menanyakan kebenaran rumor itu.

Baik Se kye maupun Do Jae, menyangkal hal itu.

Tapi tiba tiba Sara datang, membawa bunga untuk Se Kye, “Han Se Kye ssi, tolong jaga kakakku.” Kata Sara pura pura.

“Presdir Kang, sedang apa kau disini?” Tanya Do Jae.

“Kau kakakku satu satunya, kini kau punya pacar dan melakukan amal bersama sama, mana mungkin aku tidak datang?” Kata Sara.

(Sara tampaknya mau mengacau nih🤔)

Wartawan yang ada disitu segera meliput.

Se Kye yang langsung sadar situasinya langsung tertawa, “Ternyata kalian tidak akrab. Karena kau sudah membawa bunga ini, maka akan kuterima dengan senang hati.”

Ternyata Sara, mewakili One Air, menyumbang pembalut satu truk untuk membantu para wanita yang ada didesa itu.

Tidak mau kalah, Do Jae mewakili T Road Air, juga menyumbang 1000 unit komputer tablet.

(Jadi mereka sama sama pencitraan…🤔)

***

Acara makan bersama,

Se Kye, Do Jae dan Sara melayani makanan warga.

Ada seorang nenek minta tambahan nasi, diberi oleh Se Kye. “Selamat menikmati.”

“Sepertinya hubungan kalian tidak baik.” Tanya Se Kye

“Dia lebih pantas dianggap musuh. Adikku berkhianat.”

“Pertengkaran antar saudara?” Tanya Se Kye lagi.

Mereka berbicara seakan tidak ada Sara disitu

“Aku bisa dengar semuanya.” Sara kesal

“Jadi bagaimana kau menilai keluargamu?” Sindir Se Kye… “Karena kau hidup seperti tidak peduli soal lain.”

“Bagaimana rasanya saat kamu berubah?” Do Jae balas menyindir… “Maksudku, kau harus sering berubah karena tuntutan pekerjaan.”

Nenek yang minta tambahan nasi, datang lagi.

“Nenek, kamu sudah ambil jatah makanmu. Aku memberimu banyak nasi tadi” Kata Se Kye

“Aku belum makan, yang tadi bukan aku.” Jawab nenek

“Yang benar saja, aku jelas mengingat anda. Anda akan sakit jika terlalu banyak makan”

“Berikan saja, dia orang berbeda, berikan saja..” kata Do Jae.

Ternyata nenek itu kembar…

Se Kye kaget, “Maafkan aku, kalian terlihat identik.”

Se Kye memandang Do Jae, ia tampak kagum akan ketelitian nya.

***

Sara menemui Se Kye untuk memastikan hubungan Se Kye dengan Do Jae.

“Apa kau benar ingin menikahi kakakku?”

“Jika kau ingin bicara omong kosong, menyingkirlah! lenganku pegal. Kau pikir aku tidak tahu? Kau berusaha mempermalukan kami! Kalau kalian perang antar saudara, tolong jangan libatkan aku!” Jawab Se Kye ketus.

***

Do Jae mencuci piring, Sara datang memprovokasinya.

“Jadi begini caramu menyelesaikan skandal?” Tanya Sara

“Kamu juga sudah banyak beramal.”

“Han Se Kye, dia wanita yang menarik! Seperti ada ketegangan diantara kalian .. seperti ingin menggenggam kelemahan masing masing.” Sara menganalisa

“Jika tidak ada pekerjaan lain, pergilah!”

“Kau tidak ingin aku membantumu?”

“Jika kau ingin membantuku, cucilah piring ini!”

Dengan sengaja Sara menjatuhkan piringnya, “Tanganku licin.” Katanya beralasan.

“Minta maaf dan bereskan lah..kau harus belajar membereskan masalah yang kau buat sendiri!” Kata Do Jae sambil beranjak pergi

Sara kesal, ia ingin membanting piring piring itu lagi tapi orang orang melihatnya dengan tatapan sinis.

“Ah! Dia benar benar menyebalkan!” Sara kesal

***

Se Kye berpose sedang menjemur baju. Do Jae memandanginya dengan terpesona.

Tapi….

Para wanita mengerumuni Eun Ho yang sedang mencuci baju, Eun Ho Khan ganteng banget.

“Aku benar benar menyesal tidak menjadikannya selebritas.” Kata Woo mi terpesona dengan kegantengan Eun Ho.

“Masih belum terlambat, dia mungkin bisa mencapai Festival film Cannes lebih cepat dari aku.” Kata Se Kye yang juga terpesona.

Se Kye mendekati Eun Ho, “Berhenti lah menebar pesona!”

“Buat apa kau menebar pesona?”

“Kamu lihat wanita itu? Uruslah dia!” Se Kye menunjuk sara yang sedang berjalan.

“Sepertinya dia menakutkan.”

“Jangan khawatir, aku lebih menakutkan daripada dia.”

“Kalau begitu aku lega.”

***

Do Jae menjemur kain, Se Kye dibelakangnya, seakan memeluk.

“Sedang apa kamu?”

“Sekarang aku ingat, kamu beberapa kali mendekati ku seperti ini.. kau pasti melakukan itu untuk memastikan bahwa itu memang aku… Dia pasti belum tahu, kalau kau tidak bisa membedakan wajah.” Kata Se Kye lalu memandang Sara yang sedang menguping pembicaraan mereka.

“Ikut aku!” Ajak Do Jae.

***

Sara mau mengikuti do jae dan Se Kye, tapi ia dihalangi oleh Eun Ho.

“Tolong bantu aku!”

“Aku sibuk, cari orang lain saja.”

“Kumohon tolong aku.” Eun Ho tersenyum manis.

(Sara tak kuasa menolak orang seganteng Eun Ho😂)

Mereka menjemur kain bersama. Sara tidak konsen, ia ingin menguping. Eun Ho berusaha mengalihkan perhatian Sara dengan menghentak kain lebih kencang… Lebih kencang.. sampai mereka bertubrukan sangat dekat…😍😍😍

“Kenapa kamu begitu lemah?” Sara protes

“Aku sengaja.” Eun Ho kembali tebar pesona.

***

Do Jae berusaha meyakinkan Se Kye agar percaya padanya, bukankah Do Jae selama ini selalu menolongnya?.

“Sejak aku bisa berubah, aku selalu hidup dalam ketakutan, sekarang orang sepertimu mengenaliku… Aku semakin takut.”

“Itu hanya sesuatu yang ingin kau yakini.”

***

Seorang anak kecil menangis kencang, karena ibunya sengaja ingin menabrakkan diri kearah mobil yang sedang lewat.

Se Kye berusaha menolong si ibu, do Jae pun sama. Dia mendorong dua wanita itu sehingga menghindari mobil.

Si ibu menangis…

“Apa yang coba kau lakukan dihadapan putramu?” Kata Se Kye menasihati.

Do Jae terbaring, antara sadar dan tidak, ia mengingat kejadian dulu, ia juga pernah mengalami hal seperti ini.

“Pak Seo.. pak Seo… Apa kau tidak apa apa?”

Do Jae memegang tangan Se Kye, “kamu berdarah.”

***

Eun Ho bercerita, wanita yang mau bunuh diri itu kehilangan anak pertamanya karena kecelakaan disitu. Jadi ia selalu kesitu dari pagi sampai petang, ia trauma.

Woo mi mengobati luka Se Kye.

“Dimana pak Seo?”

“Dia sudah pergi. Sekretaris nya yang bilang.”

***

Se Kye mulai terkesan akan kebaikan do Jae, “Kenapa dia baik padaku? Menyebalkan…”

***

Do Jae memperhatikan rekaman CCTV saat dikafe dengan video Se Kye yang berubah.

“Awalnya tidak ada yang masuk akal, baik pada apa yang terjadi pada Han Se Kye, maupun pada Han Se Kye sendiri. Memahami seseorang adalah hal yang berbeda.”

***

Direktur kim komplen, kenapa direktur perencanaan mempertahankan seorang artis yang suka membuat masalah.

“Meski Han Se Kye selalu membuat onar, selalu mendapat komentar buruk… tapi apapun iklan yang dibintanginya pasti laris terjual.” Bela Do Jae.

“Acara peresmian akan segera diadakan, pimpinan, wakil pimpinan dan jajaran eksekutif juga akan datang. Se Kye juga harus hadir, ia adalah model kita. Intinya, banyak mata akan mengawasimu… Jangan membuat kesalahan!”

“Terima kasih atas perhatiannya, tapi akan lebih kuhargai jika kau mengembalikan kartu kreditku.”

“Katamu aku bisa membeli makanan dengan ini, bahkan membeli pesawat juga. Ini aku kembalikan, aku tidak pernah menggunakannya.”

“Terima kasih, sampai jumpa disana.” Do Jae menyalami Direktur Kim.

“Kenapa aku bertindak sejauh ini demi wanita itu.” Gumamnya

***

Eun Ho melayani kopi pelanggan. (Pelanggannya banyak ceweknya… Semua terpesona pada Eun Ho😂)

Sara juga membeli kopi.

“Hai, kau lagi.” Sapa Eun Ho. Tapi sarah acuh tak acuh.

“Kantormu dekat sini?”

“Tidak.”

Sara lalu ngeloyor pergi.

Tapi ketika diluar, ia tersenyum. “Pria jaman sekarang terlalu terang terangan.” Ada gambar hati di tutup kopi. “Dia lumayan manis.”

(Ternyata gambar hati itu untuk membedakan vanilla dan vanilla latte 😂😂… Sara terlanjur ge-er)

***

Se Kye mencari informasi-informasi tentang prospagnosia atau kebutaan wajah. Dikarenakan kerusakan otak, cedera kepala, stroke atau perubahan degeneratif sehingga kesulitan membedakan wajah.

Se Kye mulai merasa kasihan pada Do jae.

***

“Wanita itu, Han Se Kye, apa dia cantik?” Tanya Do Jae.

“Dia cantik.” Jawab sekretaris Jeong.

Do Jae tersenyum.

“Tapi dia bukan tipeku.” Kata sekretaris Jeong lagi.

“Kenapa?!” Do Jae kaget.

“Dia seperti porselen dari jaman Joseon, terlalu putih, bibirnya terlalu merah. Pokoknya dia bukan tipeku.”

“Jadi tipemu seperti apa?”

“Rahasia, lagipula kau tidak tahu.”

***

Do Jae bercermin, dia berkata pada dirinya sendiri, “aku harus terbiasa dengannya. Karena kita akan bertemu untuk waktu yang lama… Mari kita berteman.”

***

Se Kye berdandan tebal

“Kenapa kau berdandan tebal hari ini?”

“Karena ada seseorang yang ingin aku kalahkan.”

***

Acara peresmian jalur penerbangan baru ke Khabarovsk.

Semua pimpinan dan para eksekutif sudah datang dan difoto

Foto itu diserahkan ke do Jae agar diamati tiap ciri cirinya. Juga ada Jang Gyeong Gu, undangan VIP yang suka sekali diperhatikan.

Ada foto Se Kye yang membuat dia terpesona.

Secara tidak sengaja Jang Gyeong Gu terkena tumpahan minum. Jadi ia melepas jasnya.

Ia lalu menyalami do Jae. Do Jae tidak mengenalinya. “Apa kau tidak mengenaliku?” Tanya Jang Gyeong Gu.

Se Kye yang memahami situasinya, segera menyalami orang itu untuk mengalihkan pembicaraan.

“Tidak menyangka bertemu anda disini.” Sapa Se Kye

“Anda adalah… aku selalu seperti ini, tidak bisa mengingat nama.”

“Aku Jang Gyeong Gu.”

“Kalau begitu sekarang aku yakin kalau kita tidak saling mengenal, tapi kenapa wajahmu familier, seperti yang ada di majalah keuangan.”

“Kau membaca majalah keuangan.”

“Tentu saja tidak.”

Merekapun tertawa.

Do Jae lega.

“Han Se Kye ssi…” Bisik Do Jae.

“Tidak perlu berterima kasih, aku akan menolong walaupun itu bukan kamu.”

***

Woo mi harus pergi mengambil dokumennya yang ketinggalan. Ia meninggalkan Se Kye di mobil.

Do Jae tiba tiba datang.

“Pak Seo ada apa?”

“Aku ingin mengenalmu lebih jauh, kau ada waktu malam ini? Tidurlah denganku.”

“Apa?”

“Tidurlah denganku.”

😱😱😱

***

Bersambung episode 4

Sinopsis Beauty Inside eps 2

“Aku mengalami keajaiban sebulan sekali. Bukan seperti pada slogan iklan yang semua orang tahu, tapi keajaiban yang sebenarnya. Sekali dalam sebulan, selama sepekan. Aku hidup sebagai orang lain. Genderku, usiaku, dan tempat kelahiran ku, semuanya berbeda. Pada awalnya aku ingin mati, tapi kemudian aku ingin hidup.”

Se Kye kadang berubah jadi bapak tua, kadang jadi nenek tua, kadang jadi ibu ibu, kadang jadi anak kecil…

Se Kye terburu buru ke toilet, ia akan berubah.

Wajahnya berubah jadi wanita paruh baya dan rambutnya jadi pendek…

Pintu digebrak, ia lalu diselimuti oleh Do Jae, mereka saling beradu pandang.

“Kenapa aku berpaling dan menatapmu saat itu? Mata yang melihatku itu bahkan tidak menunjukkan rasa kaget. Tapi kenapa?…kenapa…”

***

Dibandara,

“Entah apa yang terjadi padamu tadi, tidak perlu bercerita padaku, aku tidak tertarik. Jadi teruslah berjalan, dan percaya padaku…” Do Jae merangkul Se Kye.

Sekretaris Jeong dan Woo Mi menjemput dibandara

Se Kye menjatuhkan kalung nya, dan ditemukan oleh Do Jae.

“Apa yang terjadi pak?”

“Aku juga tidak tahu.”

“Apakah wanita itu Han Se Kye?”

“Entahlah aku juga tidak tahu.”

***

Se Kye lemas, “Aku sudah ketahuan.”

“Apa??” Woo Mi kaget.

“Sepertinya dia sudah tahu.”

***

Pagi hari, di Lift.

Sekretaris Jeong memakai masker dan kacamata, ia sengaja menyapa Do Jae.

“Selamat pagi pak!”

“Selamat pagi Pak Jeong.”

“Darimana anda tahu ini aku? Aku bahkan merubah belahan rambutku”

“Sepatumu!”

***

Ketika Do Jae datang, semua pegawai wajib memakai tanda pengenal.

Ada seorang karyawati yang terlambat dan belum memakai name tag.

“Maaf pak, aku belum memakai tanda pengenal ku.” Kata karyawati itu gugup.

“Soo Jeong, kamu mengubah gaya rambutmu? Aku hampir tidak mengenalimu.”

Semua karyawan terkesan akan ketelitian Do Jae, “Pacar Seo Jeong Bahkan tidak menyadarinya.”

***

Do Jae kembali melatih ketelitiannya memeriksa ikan di aquarium.

“Kapan janji pertemuan ku dengan dokter oh?”

“Pukul 10.00, lima hari lagi di hotel Sunho, ruang 1401.”

Do Jae merasa heran dengan Se Kye, suara Se Kye berubah, tapi ia tidak yakin karena ia juga tidak bisa mengenalinya.

***

Sara Kang mengawasi segala gerak gerik Do Jae. Ia juga mendapat laporan tentang perjalanan dinas Do Jae dengan Se Kye.

“Aku juga mendengar ada kehebohan kecil dipesawat. Selama penerbangan, tiba tiba Han Se Kye tidak mau keluar dari toilet.” Kata sekretaris.

“Mungkin mereka bertengkar layaknya pasangan.”

Sekretaris pergi,

Sara masih memandangi foto Do Jae dengan Se Kye yang ditutupi selimut.

“Apa dia seberharga itu sehingga kamu menyembunyikan nya?”

***

Se Kye memberi uang pada Eun Ho.

“Sampai kapan kau akan menguras uang temanmu?” Woo Mi protes.

“Menguras?? Aku dibayar sebagai pengurus rumah!”

Se Kye gelisah mengenai perubahannya terakhir kali, “kenapa dia diam saja?”

“Manusia biasa pasti akan merasa ada yang aneh dengan penglihatan mereka.”

“Betul, harusnya begitu!”

Tiba tiba ponsel Se Kye berdering, dari ‘Si berengsek Seo Do’

Se Kye panik, akhirnya diangkat oleh Eun Ho.

“Han Se Kye sedang tidak bisa diganggu, dia baru saja mandi. Silahkan hubungi nanti.” Kata Eun Ho.

Se Kye dan Woo Mi tambah kaget! (😂😂😂Lha yang angkat telepon cowok, bilang sedang mandi pula…pasti dipikir abis mesum🤣)

“Apa salahku?” Tanya Eun Ho lugu.

“Kepolosan mu menyebabkan kekacauan!”🤣

***

Do Jae mandi, tapi masih terngiang di telinganya. “Laki laki…sedang mandi!”

ia kembali mengingat bagaimana Se Kye meminta tolong dipesawat, “wanita aneh!

Ketika melihat koper Se Kye, “Dia menggangguku dengan banyak cara! Apa aku harus menyingkirkannya?”

***

Do Jae mengirim pesan, menanyakan keadaan Se Kye dan ia menyuruh Se Kye mengambil kopernya. Seakan tidak terjadi apa apa..

“Jadi dia tahu atau tidak?” Se Kye bingung.

Do Jae mendesak Se Kye agar mengambil kopernya segera, jika tidak, akan dibuang.

Se Kye ingat hadiah dari gadis kecil itu, ia harus mengambilnya!

***

Do Jae membawa koper ke tempat pertemuannya dengan Se Kye.

“Aku tidak menyangka kamu datang sendiri.” Kata Do Jae.

Se Kye bingung dan tertegun, wajahnya Khan berubah, kenapa Do Jae masih mengenalinya

“Apa kau mengenalku?”

Do Jae sangsi akan penilaian nya, “Maafkan aku. Aku pasti salah orang.”

“Aku bekerja untuk Han Se Kye. Aku pengurus rumahnya. Aku datang karena disuruh. Akan ku pastikan koper ini diterima olehnya.”

Seorang anak kecil berlari dan menabrak Do Jae.

“Berbahaya kalau berlarian disini, Dimana ibumu?”

Anak kecil itu menunjuk Se Kye.

“Apakah kamu ibunya?” Tanya Do Jae pada Se Kye.

“Sudah kubilang aku bukan ibu! Aku belum punya anak!” Jawab Se Kye kesal.

Do Jae langsung teringat Se Kye.

“Jin Young…” Ibu si anak datang. Mereka pamitan pergi.

“Sepertinya aku salah lagi.”

“Kau selalu salah!” Kata Se Kye sambil ngeloyor pergi.

“Tunggu! Ini milikmu Khan?” Do Jae mengeluarkan kalung Se Kye.

“Berikan padaku, itu milikku!”

“Ini benar milikmu?”

“Benar!”

“Kamu yakin?”

“Sangat yakin!”

Kalung itu langsung direbut.

Dari kejauhan, Do Jae yakin itu Se Kye.

Tanda tangan tagihan juga sama seperti tanda tangan Se Kye.

***

Pengantar susu bertemu Se Kye yang dalam wujud orang lain, “Apa dia mengganti pelayan lagi?”

“Orang yang tiap hari datang ke rumahku, tidak mengenaliku. Dari semua ini, tidak ada yang mengenaliku. Apapun yang aku lakukan, sekalipun aku mati, tak akan ada yang tahu.”

“Tapi kenapa dia memanggilku Han Se Kye? Kalaupun mengenaliku, dia pasti berpikir ini mustahil” Tanyanya bingung.

***

Se Kye bercerita pada Woo Mi dan Eun Ho bahwa ia bertemu dengan Do Jae untuk mengambil koper.

“Dasar berandal gila?! Apa kau mau ketahuan!”

Seorang pelayan menegur Woo Mi, “Masa kau bicara begitu pada orang yang lebih tua?!”

“Tidak apa apa ahjumma, karena aku dan dia sebetulnya seusia.”

Pelayan itu memandang Se Kye dengan aneh.

“Dia sedang mabuk.” Kata Eun Ho.

Si pelayan mengerti lalu pergi.

“Tuh Khan, kalaupun aku bicara yang sebenarnya, tidak ada orang yang percaya.”

Woo Mi speachless.

“Tapi bagaimana jika ada orang selain kalian yang tahu? Yang memanggilku Se Kye… Sedangkan kalian yang sudah bertahun tahun denganku, masih belum bisa mengenaliku.”

Flashback:

Se Kye berubah jadi nenek nenek, ia menemui Woo Mi. Woo Mi malah ketakutan, ia pikir itu nenek gila .

“Woo Mi ya, ini aku Se Kye..!”

Woo Mi tidak percaya dan langsung menutup pintu.

Se kye menangis didepan kamar Woo Mi.

Woo Mi mengintip dari kamar, nenek itu tiba tiba berubah jadi Se Kye.

Woo Mi dan Se Kye menangis bersama.

***

Flashback:

Saat dirumah, ada Eun Ho dan Woo Mi. Tiba tiba Se Kye merasakan itu lagi, ia segera ketoilet.

Keluar toilet ia sudah jadi laki laki.

Siapa kamu?” Kata Eun Ho tak percaya. Ia bahkan mau melompat dari balkon agar terbangun dari mimpi.😂😂

“Jika ini mimpi, akulah yang ingin bangun.”

***

Do Jae membandingkan ciri ciri Se Kye dengan si pengurus rumah. Ia semakin penasaran.

Ia pergi kerumah Se Kye untuk memastikan.

***

Se Kye berjalan sempoyongan, ia melihat ada Do Jae. “Aku pasti terlalu banyak minum sehingga berhalusinasi.”

Do Jae mendekati nya, Se Kye berusaha menghindar tapi malah terjatuh. Ponselnya terjatuh ketanah.

Se Kye mengambil tasnya dan langsung masuk kerumah. Ponselnya ketinggalan. Ditemukan Do Jae.

“Aku disini karena ada janji dengan nona Se Kye.” Kata Do Jae berbohong.

“Tidak mungkin, karena dia bilang tidak ada janji.”

“Kalau begitu, akan ku hubungi dia sekarang.”

Se Kye panik, “Silahkan masuk!”

***

Se Kye langsung disambut anjing Chihuahua.

“Biasanya anjing hanya dekat dengan pemiliknya.”

“Dia mudah bergaul dengan manusia. Kau mau kopi?”

“Aku kesini bukan untuk kopi.”

Do Jae mengamati gerak gerik si pengurus rumah yang aneh.

Se Kye masuk kekamarnya dan mencari ponselnya.

***

Anjing Chihuahua itu menggonggong pada Do Jae…

(😪katanya pandai bergaul)

Do Jae melihat lihat sebuah kamar ganti, ada banyak jenis baju. Laki laki, perempuan dan anak anak.

Ia ingat baju yang dipakai si pengurus rumah saat ambil kopernya.

“Apa yang kamu lakukan disini?!” Tanya Se Kye, Se Kye berubah jadi dirinya lagi.

“Itu suara Han Se Kye, tapi kalian memakai baju yang sama. Bukankah baju itu terlalu mahal untuk seorang pelayan? Kurasa ini aneh.”

Do Jae mendekatinya, mencium bau rambutnya, sama!

(Kira kira, apa sama sama berketombe ya?🙄)

Ia mencium bau mulutnya, bau alkohol, sama!

(Sama sama bau mulut🤣🤣)

Kalung, sama!

“Siapa kamu?”

“Kamu tidak bisa mengenali wajah Khan?” Tebakan Se Kye hebat!

Se Kye mengambil sebuah foto… Foto itu berisi Se Kye dan teman temannya.

“Diantara semua orang ini, aku yang mana?… Jika aku cerita, apa kau akan percaya?”

***

Do Jae menemui dokter,

“Karena kecelakaan, ada kerusakan otak, aku tak mampu mengingat detail visual wajah. Seperti yang anda bilang, aku mengandalkan latihan dan informasi. Karena sering berlatih, aku bisa membedakan orang… Tapi ada yang membuatku bingung akhir akhir ini, aku terus salah menebak orang, yang tidak mungkin salah. Apa penyakitku tambah parah?”

“Aku tidak tahu, tapi aku akan berikan tips. Jika tidak bisa membedakan mereka dengan melihat, jangan pakai matamu.”

“Apa maksud anda?”

“Bagaimana orang buta bisa jatuh cinta? Bukan dari mata atau otak tapi dari tempat lain, dan lebih akurat.”

***

Do Jae berpapasan dengan ibunya di tengah jalan, tapi ia tidak bisa mengenalinya.

Ibunya memegang lengannya.

“Kamu siapa?” Tanya Do Jae.

“Halo ibu wakil pimpinan.” Sapa sekretaris Jeong.

“Ibu? Ibu potong rambut?”

Ibu Do Jae menyarankan Do Jae kencan buta dengan putri menteri Cho pukul 14.00.

***

Ibu Do Jae menelepon sekretaris Jeong,

“Joo Hwan, semua bergantung padamu, anakku dan seluruh grup… Mereka hanya butuh satu kelemahan, dan semua akan tamat.”

“Baik.”

“Telepon dari siapa?” Tanya Do Jae.

“Hanya urusan pekerjaan.”

(Ada rahasia diantara mereka😎🤔)

***

Se Kye terbangun dari mabuknya. Ada paket datang.

Kurir yang melihat Seorang Kye langsung minta tanda tangan.

***

Eun Ho menelepon Han Se Kye agar dibukakan pintu.

Karena yang mengangkat adalah pria (Do Jae), Eun Ho kaget.

“Siapa ini?”

“Apa kau mandi lagi? Kenapa menelpon ku saat akan mandi? Meski aku tahu kau sangat merindukanku.”

“Apa? Kurasa ada kesalahpahaman.”

“Aku paham, dan aku juga sangat merindukanmu. Aku mencintaimu.” Kata Do Jae yang sengaja mengacaukan kencan buta nya dengan anak menteri.

(🤣🤣🤣Tapi Khan bikin Eun Ho ke ge-er an)

***

Eun Ho memandangi Seorang Kye yang sedang memasak, ia heran.

“Dimana ponselmu?”

“Kemarin aku minum minum, aku menghilangkannya. Jika aku pria, kita bisa kesauna bersama sama… Bagaimana kalau bulan depan?”

“Jangan harap, orang mesum!!” 😂😂😂 Eun Ho Khan polos, calon pastur.

Eun Ho bercerita, tadi ia menelepon Se Kye tapi yang mengangkat telepon adalah seorang pria.

Se Kye menelepon nomornya sendiri pakai hp Eun Ho. Ia kaget karena yang mengangkat adalah do Jae.

“Hei Eun Ho, kamu mau melakukan sesuatu demi uang?”

“Kau menganggap ku apa? ..Apa itu? Akan kulakukan apapun.” (😂Gayanya sok jaim)

“Curi sesuatu untukku.”

“Kau sungguh mengira aku preman? Aku katolik!”

“Karena itulah, kau akan diampuni jika berdoa! Ponselku, ada videoku yang tidak seharusnya”

“Video??? Kamu mesum!!”

“Bodoh! Apa yang kau pikirkan?! Itu video tiap aku berganti wajah!”

Se Kye segera mengajak Eun Ho pergi.

“Jika dia tahu kelemahan ku, aku juga harus tahu kelemahannya.” Se Kye bergumam.

***

Do Jae mencoba meretas password ponsel Se Kye… Password nya cuma ‘1004’🤣🤣

***

Se Kye menuju kantor Do Jae. Ia kebetulan memakai baju putih, ia meminjam name tag karyawan disitu.

Ia pura pura jadi karyawan.

Ia naik dilift yang sama dengan dong Jae. Ia mau mengetes dong jae bisa mengenalinya atau tidak.

“Ada apa tim resepsionis ke sini? Nona Han Se Kye. Berhenti mengetes ku!”

Se Kye speachless…

***

Para karyawan sedang bergosip tentang perjalanan rahasia Do Jae dengan Se Kye.

Do Jae meminta sekretaris Jeong untuk mengatasi media.

***

Se Kye sedang mencari taksi,

beberapa pria membaca gosip tentang se Kye yang mengencani konglomerat.

“Hei, itu Khan Han Se Kye.”

Orang orang mulai mengerumuni Se Kye. Do jae datang bak pangeran , ia menutupi Se Kye dari kejaran kamera..

“Kau bertanya padaku apa aku percaya padamu, aku percaya, walaupun itu mustahil! Dimataku selalu ada kamu …Teruslah berjalan dan percaya padaku.”

😍😍😍

***

Bersambung episode 3

Sinopsis Beauty Inside eps 1

Seorang artis terkenal Han Se Kye menuju tempat penerimaan penghargaan.

Di dalam mobil Van, managernya bingung, karena ini adalah hari ‘H’

***

Han Se Kye mendapatkan penghargaan sebagai artis terbaik. Ia menuju kepanggung. Tapi sesuatu terjadi, ia tiba tiba berlari keluar gedung. Managernya sudah bersiap di mobil Van.

Tak sengaja sepatunya terjatuh, ia terus berlari tak sempat mengambilnya.

***

Didalam Van

Tiba tiba tubuh Han Se Kye yang langsing berubah menjadi pria gendut, “Sial sepatuku ketinggalan, itu edisi terbatas.”

Han Se Kye gendut menangis histeris.

***

“Gejala itu mulai saat usiaku 20tahun. Itu saat perjalananku ke Eropa bersama Woo Mi.”

Flashback:

Se Kye terbangun dari tidurnya ia berubah menjadi nenek nenek. Ia berlari seperti orang gila.

Ia sampai hampir tertabrak mobil, untung ada seorang pria yang menolongnya

***

Berita entertainment heboh karena menghilangnya Se Kye saat menerima penghargaan.

Diberita itu, Se Kye digambarkan sebagai artis yang suka kabur tiba tiba. Bahkan gosip semakin ngaco, Se Kye dikabarkan menjalin hubungan dengan banyak pria, karena itu lah dia suka menghilang.

***

Se Kye dan Woo Mi minum minum. Frustrasi.

“Sebaiknya aku pensiun saja.” Kata Se Kye putus asa.

“Kenapa kau bicara seperti itu lagi?!”

Ryu Eun Ho datang dan mengobrol dengan mereka

***

Berita entertainment lebih ngaco lagi, mereka menggosipkan Se Kye yang sudah punya anak. Karena ada bukti video, seorang anak keluar dari rumahnya.

***

“Ada 2 kabar, baik dan buruk, kamu mau yang mana dulu?” Tanya Woo Mi

“Yang buruk.”

“Kamu kehilangan 13 kontrak iklan.”

“Sebanyak itu? Aku pasti sangat hebat.” Kata Se Kye cuek.

“Berita baiknya?”

“Kita menerima 2 iklan. Diaper dan susu bubuk bayi.”

(😂 Pasti dipikir karena Se Kye sudah punya anak)

***

Seo Do Jae keluar dari mobil mewahnya bersama sekretaris nya.

Sekretaris nya mengingat kan bahwa akan sulit untuk membatalkan kontrak dengan Se Kye saat ini, karena ia sedang menghilang.

Tapi Do Jae lebih tertarik membahas menu makan siang dari pada pekerjaan.

Para dewan direksi membicarakan rencana pembatalan kontrak Se Kye sebagai ikon pesawat penerbangan mereka, mereka juga meremehkan Seo Di Jae sebagai direktur perencanaan dan strategi… Dia bisa ada diposisi itu karena dia anak pemilik perusahaan.

Seo Do Jae datang, para dewan direksi lalu bermanis manis muka😪

Do Jae berusaha mengenali mereka, ia memiliki kesulitan mengenali wajah orang.

Para direktur mengkomplen cara kerja Do Jae, Do Jae mengeluarkan kartu kredit tanpa batas.

“Ini untuk makan siang. Jika sudah selesai, beli pesawat baru dengan kartu ini!” Do Jae pergi dengan santai setelah menyogok mereka.

Direktur yang menekannya jadi speachless, “Dia pribadi yang unik.”

***

Ditengah jalan, Do Jae berpapasan dengan seorang pramugari. Ia membaca name tag nya “Sara Kang”

🙄Sara Kang adalah direktur kepercayaan kakek Do Jae sekaligus saudara tiri Do Jae, ia suka ‘blusukan’ untuk mengontrol perusahaan. Sara dan Do Jae tampak tidak akur.

“Sekretaris Jeong, kau harus menemukan Han Se Kye apapun caranya. Ia harus bertanggung jawab atas semuanya.” Kata Do Jae kesal.

***

Rumah Sakit Seo Dong

Se Kye sedang berpose, ia difoto Woo Mi.

Mereka membuat alibi pada reporter kalau Se Kye sedang sakit.

Woo Mi kesal karena akhir akhir ini Se Kye sering berubah walaupun belum waktunya.

***

Foto foto Se Kye dirumah sakit Seo Dong segera tersebar di internet. Sekretaris Jeong dan Do Jae segera menuju kesana. “Aku harus segera menangkapnya, dia suka sekali melarikan diri.”

***

Orang orang dirumah sakit sedang menyaksikan film yang dibintangi Se Kye.

“Dia memang aktris hebat!”

“Tapi mereka bilang dia agak sinting.”

Seorang dokter dengan nyinyir bilang kalau Se Kye hanya pura pura sakit. Ia juga mulai bergosip tentang payudara Se Kye dan kehidupan pribadi Se Kye yang sudah punya anak.

“Apa kalian tau siapa yang menghamilinya?”

(Dokter ini nyebelin😣)

Kebetulan Se Kye ada disitu, ia mendengar semua nyinyiran si dokter kampret.

Ia mengambil jeruk lalu melemparkannya ke dokter itu.

“Apa urusanmu aku bedah plastik atau tidak?” Kata Se Kye marah.

“Khan kamu yang pura pura kecelakaan dan bersembunyi dirumah sakit! Seharusnya kamu malu!” Tantang si dokter.

Merekapun adu mulut.

Se Kye kesal, ia mengambil seplastik jeruk lalu melempari dokter itu, tepat dikepalanya!

Si dokter lari, “Dia sudah gila!”

Se Kye menelepon Woo Mi agar membawakan jeruk untuk mengganti jeruk yang ia pakai melempar si dokter kampret.

***

Se Kye menangis diatap rumah sakit… Ibunya telepon, menyalahkan Se Kye yang suka kabur.

“Ibu tidak tau apa apa!” Kata Se Kye kesal.

Tak lama kemudian Do Jae datang, sambil bertelepon dengan sekretaris Jeong.

“Kau yakin dia disini?”

Do Jae melihat wanita sedang menangis, ia tidak mengenali itu Se Kye. Ia memberikan sapu tangannya… Lalu bertelepon lagi, “Han Se Kye sudah tidak ada disini, ia melarikan diri!”

Se Kye yang merasa namanya disebut pun menoleh.

“Jika ingin menemukan Han Se Kye harus di klab bukan dirumah sakit, atau hotel. Kudengar dia agak liar. Cari tahu siapa teman kencannya.”

Se Kye kesal, ia merasa disindir terang terangan.

“Apa suaraku terlalu keras? Sehingga bisa membuat seseorang berhenti menangis?” Do Jae bingung.

Se Kye memberi kode ‘aku mengawasi mu’ dengan kedua jarinya.

“Sekretaris Jeong, apa kau tau bahasa isyarat? Seseorang membuat isyarat dua jari dimatanya.” Do Jae tidak mengerti. Ia terus nyerocos tentang anak Se Kye dan mereka harus mengawasinya.

Kesabaran Se Kye habis, “Hei! Kau sudah tidak sopan!”

“Apa kau mengenalku? Aku mudah lupa nama orang.”

“Kamu mudah menyakiti orang!!”

“Maaf, tapi apa kamu gila?”

“Benar aku gila! Karena itu kupikir ini permintaan maafmu.”

Se Kye merebut ponsel Do Jae dan melemparkannya kebawah.

“Berikan nomor rekeningmu, akan ku ganti ponselmu sebagai permintaan maaf ku!” Kata Se Kye galak.

Do Jae tertegun, dia masih gagal paham, kenapa seorang wanita tiba tiba marah dan melempar ponselnya.😂

***

Do Jae berpikir, ia menggabungkan clue clue : wanita, pasien, sapu tangan.

Ia penasaran siapa wanita itu.

Tiba tiba sekretaris Jeong datang membawa sebuah ponsel.

“Apa anda bocah? Kenapa bisa kehilangan ponsel?”

“Aku tidak menghilangkannya, ponsel itu dirampas dariku!”

“Siapa yang merampas?”

“Entahlah.”

Sekretaris Jeong lalu menanyakan tentang ikan ikan di aquarium.

Do Jae bisa menjelaskan dengan tepat.

(🙄Do Jae berlatih menggunakan ikan)

“Apakah anda sudah membatalkan kontrak nya?” Tanya sekretaris Jeong

“Tentu saja.”

“Itulah masalahnya! Mereka mau bekerja sama dengan kita karena Han Se Kye adalah model kita.”

(🙄Anak CEO perusahaan, yang diajak kerja sama oleh Do Jae, adalah penggemar berat Se Kye)

“Demam Korea sangat bodoh! Tapi baiklah kita tak perlu bersusah payah membatalkan kontrak.”

“Tapi tadi manager Se Kye telepon, mereka mau mengakhiri kontrak.”

“Berani sekali dia merendahkan kita! Kalau begitu, tidak ada cara lain” kata Do Jae licik.

***

Woo Mi sangat senang, dia memeluk Se Kye. Karena Se Kye sudah beramal dan itu akan menaikkan citranya.

Se Kye bingung, ia tidak merasa beramal.

“Rumor kamu punya anak sudah hilang, kini kamu dianggap sebagai seorang dermawan!”

“Tapi itu bukan aku.” Se Kye bingung.

***

Se Kye diundang dalam acara amal pemberian beasiswa untuk orang miskin dan akan dipublikasikan.

Seorang siswi mengomel, dia malu jika kemiskinan nya dipublikasikan.

Se Kye yang mendengar Omelan siswi itu menjadi lemas.

***

Se Kye mendapatkan penghargaan karena menjadi donatur.

Selain Se kye, ada juga beberapa donatur lain.

Para siswa penerima beasiswa diminta foto bersama.

Kim Tae Jin, salah seorang donatur, mencari cari kesempatan meraba raba seorang siswi.

Se Kye yang melihat itu merasa kesal, “Astaga aku tidak tahan! Kamu bisa memamerkan perbuatan baikmu, tapi bukankah jahat jika kamu memanfaatkan seorang murid seperti ini!”

Kim Tae Jin dipermalukan didepan umum oleh Se Kye, ia bahkan meremas pantat Kim Tae Jin.

“Ayah kandungpun tidak akan menyentuh putri mereka seperti itu!”

(Sukurin dasar cabul!!😤)

Kim Tae Jin pergi dengan marah.

***

Diluar ruangan, Se Kye dilabrak oleh Kim Tae Jin.

“Beraninya kau mempermalukanku seperti itu!! Kamu tahu siapa aku?! Aku akan menarik semua donasi kami!”

“Bedebah, silahkan saja. Aku akan menyumbang lebih banyak untuk menutupinya!”

Mereka adu mulut, bahkan Kim Tae Jin, hampir memukul Se Kye. Untunglah Do Jae datang, “Aku akan menggantikan mu menyokong yayasan.”

“Beraninya kau lancang padaku! Siapa kamu bocah ingusan!”

“Aku belum memperkenalkan diri? Aku Seo Do Jae, presdir perencanaan strategis di T Road Air.”

Merasa kalah kaya, Kim Tae Jin pergi dengan malu.

Se Kye berterima kasih, tapi setelah Do Jae melepas kacamata nya, ia ingat pria itu waktu dirumah sakit. “Bedebah gila?” Se Kye kaget.

“Tolong persilahkan aku.” Do Jae mendekati Se Kye, lalu mengamatinya sesaat.

***

Do Jae menawarkan kontrak kerja sama tapi ditolak oleh Se Kye.

Ternyata donasi itu adalah ulah Do Jae. Jika Se Kye menolak kerjasama, maka ia akan menyebar kan rumor bahwa Se Kye suka berdonasi palsu hanya untuk menaikkan pamor.

Dengan terpaksa Se Kye pun setuju.

Dalam kontrak itu, Se Kye harus ikut perjalanan dinas dan harus pakai gaun merah selama perjalanan dinas.

***

Se Kye terpaksa memakai baju merah dan pergi ke bandara. “Sepertinya dia pria mesum!” Kata Se Kye curiga.

Dipesawat, Se Kye membaca majalah destinasi wisata di Gyeong Ju.

“Apa kau gugup melihat ku?” Tanya Se Kye ingin memastikan kemesuman Do Jae.

“Kamu mengganggu waktu membaca ku, jadi tolong diam!” Kata Do Jae cuek.

Melihat Do Jae yang cuek, harga dirinya terluka🤭.

***

Do Jae memberikan kunci kamarnya, “jika kau butuh sesuatu, datanglah ke kamarku.”

“Untuk apa aku kekamarmu?” Tanya Se Kye sinis

“Kopermu, akan dibawa ke kamarku.”

“Tadinya aku tak yakin, tapi tampaknya kamu memang mesum.”

“Aku tak mau kamu salah paham, tapi kopermu adalah tawananku. Aku ingin memastikan kamu hadir dipertemuan besok. Karena hobimu adalah melarikan diri”

Se Kye kesal, ia pergi jalan jalan. Ia minta uang transferan dari Eun Ho untuk ongkos taksi.

Tak ia sangka, Do Jae bisa menemukannya

“Darimana kau tau aku disini?”

Ternyata, Do Jae melihat majalah destinasi wisata yang ditandai oleh Se Kye.

“Agak aneh bagi mu menyukai tempat bersejarah.”

“Aku iri, meskipun waktu berlalu, tempat ini akan tetap sama.”

“Waktumu sudah habis, ayo kembali!”

***

Dimobil,.

“Kenapa aku harus memakai baju merah?”

“Karena mencolok. Jadi aku bisa mudah menemukanmu. Wanita keluyuran dengan baju merah, itu penampakan langka”

“Licik sekali.”

“Kamu mau turun.”

“Iya!” Kata Se Kye sombong

😪 Se Kye benar benar diturunkan ditengah jalan. Ia berjalan terus sampai lelah dan putus asa karena tidak ada taksi disitu.

“Aku mau menjemput mu, energimu pasti sudah habis.” Kata Do Jae yang tiba tiba muncul.

“Aku tidak bisa berdiri.” Kata Se Kye lemas.

(Makanya jangan sombong neng!😪😂)

“Kamu mau makan? Aku lapar.” Kata Do Jae

Mereka makan bersama.

“Kalau kamu mau kabur, beritahu aku dulu.”

“Aku tidak bermaksud kabur, tapi itu selalu datang mendadak.”

“Aku ingin kamu berhenti merengek saat kita bekerja, kamu tidak semanis yang kamu kira.” Kata Do Jae galak.

“Aku bisa bertanya satu hal lagi, apa kamu benar benar punya anak?”

“Tidak.”

“Aku tidak bermaksud mencampuri urusanmu, hanya saja kita harus punya rencana jika itu benar, untuk melindungi mu.”

Han Se Kye kesal karena ia tidak dipercayai.

***

Dikamar hotel Se Kye menangis, “Dasar bedebah! Aku seperti ini juga bukan mauku!! Bedebah..”

***

Dibalkon hotel, Do Jae sedang membaca buku.

“Si bedebah itu mendengarmu.” Gumam nya.

***

Saat pertemuan dengan Klien.

CEO datang bersama anaknya. Ternyata anaknya bisu. Se Kye yang bisa berbahasa isyarat, bercakap cakap dengan si anak.

Anak itu memberikan lukisan Se Kye padanya.

Pertemuan berjalan lancar.

***

“Darimana kau belajar bahasa isyarat?”

“Ada kemungkinan aku akan kehilangan kemampuan bicaraku, anggap saja sebagai akting untuk karakter yang akan aku mainkan.”

Do Jae mengucapkan terima kasih karena pertemuannya berjalan lancar. Ia juga minta maaf karena sudah kasar sebelumnya.

***

Tiba tiba Se Kye merasa sesuatu, ia akan berubah!!

Ia segera lari ketoilet.

Wajahnya berubah dan rambutnya berubah jadi pendek. Gawat!!

Pramugari cemas karena Se Kye tak kunjung keluar dari toilet.pintu digebrak.

“Se Kye ssi, apa kau baik baik saja?”

“Aku mohon, tolong aku! tolong tutupi wajahku..”

Kata Se Kye sambil memegang erat tangan Do Jae.

“Tolong ambilkan selimut!”

Do Jae menyelimuti se kye… Mereka beradu pandang…

***

Bersambung episode 2