Edward panik saat melihat Tn.Bermingham datang kerumahnya lagi. Ia mengambil pisau.
Edward menyuruh Tn.Bermingham masuk.
“Anak muda, rumahmu sangat kotor.”
“Kami hidup dalam kesederhanaan.”
“Kesederhanaan? Ini kemelaratan!”
“Kau ingin kami pergi?”
“Kau tidak punya pilihan lain.”
Edward menikam Tn.Bermingham, ia lalu dibuang kedalam pintu bawah tanah tempat the Lodgers berada.
***
Rachel bercerita pada Sean mengenai leluhur mereka.
Leluhur mereka adalah kembar emas (kembar laki laki dan perempuan). Mereka melakukan perkawinan sedarah. Karena malu dengan masyarakat sekitar, mereka mulai menutup diri dari dunia luar. Itu seperti kutukan… Mereka punya anak kembar emas lagi, kawin sedarah lagi… Punya anak kembar emas lagi… Tidak pernah terputus…
“Kau bisa menentukan takdir mu sendiri.” Hibur Sean.
Rachel menangis.
***
Sean dipukuli oleh para berandal saat melewati hutan.
***
Rachel pulang, ia melihat ada noda dilengan baju Edward.
“Kamu melukai dirimu sendiri?”
“Aku tidak apa apa, burung itu mencakarku.”
“Kamu bersama siapa tadi.”
“Besok aku akan pergi, dengan atau tanpamu! Aku tidak mau tinggal disini dan menjadi seperti mereka.”
***
Rachel mengemasi barang barangnya. Tapi ia dihantui the Lodgers. Ia ketakutan.
“Aku mengikuti peraturan nya!!”
***
Rachel bermimpi buruk, ia terbangun. Kamarnya jadi basah semua, seperti kehujanan.
Rachel menyadari kalau Edward mengijinkan Tn.Bermingham masuk dalam rumah dan membunuh Tn.Bermingham. Ia kesal pada Edward.
“Aku harus melakukannya.” Kata Edward membela diri.
***
Sean terbaring penuh luka dirumahnya.
Rachel datang ingin menemui Sean. Tapi ia dimarahi ibu Sean,
“Kamu mau melihat kerusakan yang kau sebabkan?!” Kata ibu Sean nyolot.
“Tolong beritahu dia aku kemari.”
“Aku tidak akan melakukannya! Kamu najis! Kamu dan leluhur mu! Kau pikir aku tidak tahu apa yang terjadi ditempat itu?”
“Aku butuh bantuannya.”
“Hanya satu yang bisa kau lakukan! Bayar hutangmu lalu Jangan menyebabkan masalah lainnya!”
Rachel menyerahkan kalungnya. “Ambil ini!” Ia lalu pergi dengan menangis.
***
Edward berbaring dikamar dengan cemas, ia takut Rachel tidak kembali.
***
Kay menemui Rachel, menyerahkam kalung warisan Rachel.
Para berandal datang mengganggu mereka. Mereka langsung kabur.
Ketika Rachel masuk ke gerbang rumah. Sudah tidak ada yang berani mengejarnya.
***
Rachel duduk merenung ditepi danau, ia melihat penampakan orang tuanya. Ibunya ditenggelamkan oleh ayahnya didanau. Hal itu dilihat oleh Edward.
Sejak saat itu Edward takut keluar rumah.
***
Rachel menemui Edward,
“Aku melihat apa yang kau lihat ditepi danau. Kau pasti ketakutan. Tapi ibu ingin kita bebas. Edward, kita masih punya kesempatan.”
Edward mendekati Rachel dengan ekspresi menyeramkan.
“Kita tau apa yang sudah kau lakukan! Kau menemukan seorang pria, petani desa. Kau melacurkan dirimu! Apa kau pikir kami tidak melihat hanya karena kau diluar? Mungkin kau pikir ini adalah kutukan, tapi ini adalah sebuah anugerah.” Edward lalu mencium Rachel. Rachel langsung mendorongnya.
“Menjauh dariku!”
“Jadilah saudara dan saudari yang baik! Kau tau mereka ingin aku merenggut kesucianmu.”
“Aku sudah serahkan kesucianku pada petani itu dipinggir danau!”
Edward kalap, ia memukuli Rachel sampai pingsan.
Rachel ditaruh diranjang, Edward akan menyembelihnya. Tapi tiba tiba ia mengetahui sesuatu, rumah itu berbicara padanya.
“Kau bohong! Kau masih suci!”
Edward lalu menindih Rachel dan mulai mencumbuinya, “Hadiah pertunangan yang murni.”
Tiba tiba ada suara, Sean datang dan menggedor pintu.
Edward membukakan pintu, ia menyuruh Sean masuk.
Edward mencoba menikam Sean. Tapi Sean tahu, terjadilah perkelahian.
Tak sengaja, Edward tertusuk pisaunya sendiri. Ia mencabut pisau diperutnya dan menusuk tangan Sean.
Edward berlumuran darah, ia masuk kekamarnya dan membaringkan diri.
Rachel mencari Sean.
Dentang jam 12 malam berbunyi.
Pintu bawah tanah terbuka, banyak sosok hantu keluar dari situ, mencoba menangkap mereka.
Rachel diseret masuk kedalam ruang bawah tanah yang penuh air.
Sean berusaha menyelamatkan nya, ia juga ikut menyelam.
Tapi hantu hantu itu menangkap Sean. Sean mati tenggelam.
Rachel berusaha berenang keluar, ia berhasil mencapai permukaan air. Ternyata ia ada didanau. Hari sudah pagi.
(Jadi ruang bawah tanah yang penuh air itu sambungan dari danauπ€)
Rachel kembali ke rumahnya, menemui Edward.
“Rachel, aku minta maaf.”
“Aku tahu.”
“Berarti kita bisa bersama?”
“Tidak, sayang. Aku kembali untuk mengatakan selamat tinggal.”
“Aku takut.” Edward mulai menangis
“Jangan takut. Kau akan segera bebas. Kita berdua akan bebas.”
“Aku mencintaimu.” Kata Edward. Rachel lalu mencium kening Edward.
“Aku juga mencintaimu.”
“Apa ayah dan ibu akan datang?”
“Ya, mereka akan datang. Aku janji.”
***

Rachel membawa kopernya. Meninggalkan rumah itu dan ia menaruh kalung warisan dibatu nisan.
***
End












