Sinopsis The Lodgers part 2

Edward panik saat melihat Tn.Bermingham datang kerumahnya lagi. Ia mengambil pisau.

Edward menyuruh Tn.Bermingham masuk.

“Anak muda, rumahmu sangat kotor.”

“Kami hidup dalam kesederhanaan.”

“Kesederhanaan? Ini kemelaratan!”

“Kau ingin kami pergi?”

“Kau tidak punya pilihan lain.”

Edward menikam Tn.Bermingham, ia lalu dibuang kedalam pintu bawah tanah tempat the Lodgers berada.

***

Rachel bercerita pada Sean mengenai leluhur mereka.

Leluhur mereka adalah kembar emas (kembar laki laki dan perempuan). Mereka melakukan perkawinan sedarah. Karena malu dengan masyarakat sekitar, mereka mulai menutup diri dari dunia luar. Itu seperti kutukan… Mereka punya anak kembar emas lagi, kawin sedarah lagi… Punya anak kembar emas lagi… Tidak pernah terputus…

“Kau bisa menentukan takdir mu sendiri.” Hibur Sean.

Rachel menangis.

***

Sean dipukuli oleh para berandal saat melewati hutan.

***

Rachel pulang, ia melihat ada noda dilengan baju Edward.

“Kamu melukai dirimu sendiri?”

“Aku tidak apa apa, burung itu mencakarku.”

“Kamu bersama siapa tadi.”

“Besok aku akan pergi, dengan atau tanpamu! Aku tidak mau tinggal disini dan menjadi seperti mereka.”

***

Rachel mengemasi barang barangnya. Tapi ia dihantui the Lodgers. Ia ketakutan.

“Aku mengikuti peraturan nya!!”

***

Rachel bermimpi buruk, ia terbangun. Kamarnya jadi basah semua, seperti kehujanan.

Rachel menyadari kalau Edward mengijinkan Tn.Bermingham masuk dalam rumah dan membunuh Tn.Bermingham. Ia kesal pada Edward.

“Aku harus melakukannya.” Kata Edward membela diri.

***

Sean terbaring penuh luka dirumahnya.

Rachel datang ingin menemui Sean. Tapi ia dimarahi ibu Sean,

“Kamu mau melihat kerusakan yang kau sebabkan?!” Kata ibu Sean nyolot.

“Tolong beritahu dia aku kemari.”

“Aku tidak akan melakukannya! Kamu najis! Kamu dan leluhur mu! Kau pikir aku tidak tahu apa yang terjadi ditempat itu?”

“Aku butuh bantuannya.”

“Hanya satu yang bisa kau lakukan! Bayar hutangmu lalu Jangan menyebabkan masalah lainnya!”

Rachel menyerahkan kalungnya. “Ambil ini!” Ia lalu pergi dengan menangis.

***

Edward berbaring dikamar dengan cemas, ia takut Rachel tidak kembali.

***

Kay menemui Rachel, menyerahkam kalung warisan Rachel.

Para berandal datang mengganggu mereka. Mereka langsung kabur.

Ketika Rachel masuk ke gerbang rumah. Sudah tidak ada yang berani mengejarnya.

***

Rachel duduk merenung ditepi danau, ia melihat penampakan orang tuanya. Ibunya ditenggelamkan oleh ayahnya didanau. Hal itu dilihat oleh Edward.

Sejak saat itu Edward takut keluar rumah.

***

Rachel menemui Edward,

“Aku melihat apa yang kau lihat ditepi danau. Kau pasti ketakutan. Tapi ibu ingin kita bebas. Edward, kita masih punya kesempatan.”

Edward mendekati Rachel dengan ekspresi menyeramkan.

“Kita tau apa yang sudah kau lakukan! Kau menemukan seorang pria, petani desa. Kau melacurkan dirimu! Apa kau pikir kami tidak melihat hanya karena kau diluar? Mungkin kau pikir ini adalah kutukan, tapi ini adalah sebuah anugerah.” Edward lalu mencium Rachel. Rachel langsung mendorongnya.

“Menjauh dariku!”

“Jadilah saudara dan saudari yang baik! Kau tau mereka ingin aku merenggut kesucianmu.”

“Aku sudah serahkan kesucianku pada petani itu dipinggir danau!”

Edward kalap, ia memukuli Rachel sampai pingsan.

Rachel ditaruh diranjang, Edward akan menyembelihnya. Tapi tiba tiba ia mengetahui sesuatu, rumah itu berbicara padanya.

“Kau bohong! Kau masih suci!”

Edward lalu menindih Rachel dan mulai mencumbuinya, “Hadiah pertunangan yang murni.”

Tiba tiba ada suara, Sean datang dan menggedor pintu.

Edward membukakan pintu, ia menyuruh Sean masuk.

Edward mencoba menikam Sean. Tapi Sean tahu, terjadilah perkelahian.

Tak sengaja, Edward tertusuk pisaunya sendiri. Ia mencabut pisau diperutnya dan menusuk tangan Sean.

Edward berlumuran darah, ia masuk kekamarnya dan membaringkan diri.

Rachel mencari Sean.

Dentang jam 12 malam berbunyi.

Pintu bawah tanah terbuka, banyak sosok hantu keluar dari situ, mencoba menangkap mereka.

Rachel diseret masuk kedalam ruang bawah tanah yang penuh air.

Sean berusaha menyelamatkan nya, ia juga ikut menyelam.

Tapi hantu hantu itu menangkap Sean. Sean mati tenggelam.

Rachel berusaha berenang keluar, ia berhasil mencapai permukaan air. Ternyata ia ada didanau. Hari sudah pagi.

(Jadi ruang bawah tanah yang penuh air itu sambungan dari danauπŸ€”)

Rachel kembali ke rumahnya, menemui Edward.

“Rachel, aku minta maaf.”

“Aku tahu.”

“Berarti kita bisa bersama?”

“Tidak, sayang. Aku kembali untuk mengatakan selamat tinggal.”

“Aku takut.” Edward mulai menangis

“Jangan takut. Kau akan segera bebas. Kita berdua akan bebas.”

“Aku mencintaimu.” Kata Edward. Rachel lalu mencium kening Edward.

“Aku juga mencintaimu.”

“Apa ayah dan ibu akan datang?”

“Ya, mereka akan datang. Aku janji.”

***

Rachel membawa kopernya. Meninggalkan rumah itu dan ia menaruh kalung warisan dibatu nisan.

***

End

Sinopsis The Lodgers part 1

Suasana pedesaan Irlandia.

(Visualnya bagus banget 😍)

Seorang gadis, Rachel tertidur ditepi danau. Ia buru buru terbangun dan lari kerumahnya.

Ia tidak boleh telat pulang malam. Sebelum jam 12 malam ia harus ada dirumah.

“Rachel! Ini tengah malam. Mereka datang!” Edward, saudara kembarnya mengingatkan.

Mereka masuk dalam kamar.

Lantai bawah ada sebuah pintu kotak bawah tanah, mulai mengeluarkan air.

*** The Lodgers ***

Sebuah nyanyian:

Putra dan Puteri dengarkan baik baik.

Tidurlah saat lonceng tengah malam.

Jangan pernah biarkan. Orang asing memasuki pintumu.

Jangan pernah saling meninggalkan.

Saudara laki laki dan perempuan, ikuti baik baik ketiga peringatan ini.

Selama darahmu masih sama dengan kami.

Kami akan selalu mengawasinya dari bawah.

Keesokan hari,

“Selamat ulang tahun Edward.” Kata Rachel sambil membuka gorden rumah. Saat ini mereka sudah 18tahun.

“Stop! Itu menyakiti mataku.”

“Kita hari ini akan jalan jalan Khan? Untuk merayakan.”

“Merayakan? Kita sudah tidak ada harapan!”

“Edward aku tahu kau marah.”

“Bukan kemarahan ku yang harus kau takutkan! Mereka menjaga kita tetap aman, kenapa kau tak mau melakukan apa yang mereka minta?”

(Edward takut sekali keluar rumah karena ada roh Lodgers yang mengawasi mereka, sebaliknya Rachel lebih pemberani, cenderung suka dengan dunia luar. Tapi ia tetap berusaha mematuhi 3 perintah dari orang tuanya. Perintah turun temurun. Jika tidak, mereka akan mati! 😱)

Edward menarik Rachel ke pintu kotak bawah tanah, ia dipaksa untuk minta maaf dengan menyanyikan lagi lagu 3 perintah.

Edward marah karena Rachel suka menghabiskan waktu didanau sampai nyaris telat pulang kerumah.

(πŸ™„ Edward seperti agak gangguan jiwa)

***

Rachel pergi ke pemukiman penduduk untuk membeli bahan makanan.

Ditengah jalan, ia melihat berandal sedang melecehkan seorang gadis, Kay.

Ia ketakutan, kay bersembunyi. Si berandal merasa ada yang mengawasi, ia mencoba mencarinya.

Kay langsung melarikan diri.

***

Sean, anak pemilik toko, pulang kerumah setelah perang yang membuat kakinya diamputasi.

Ternyata Kay adalah adik Sean. Kay tidak berani menceritakan pada siapa siapa mengenai pelecehan itu.

***

Sean terpesona dengan Rachel saat membeli bahan makanan. “Itu siapa?”

“Itu gadis yang tinggal dirumah besar.” Jawab Kay.

***

Rachel membeli makanan dengan berhutang.

“Aku beri kau waktu 1 Minggu.” Jawab ibu Sean.

Ibu Sean lalu memberikan sebuah surat pada Rachel, “Kami tidak bisa mengantar nya karena kekurangan tukang pos.” Ibu Sean beralasan.

(Tidak ada yang berani kerumah besar ituπŸ™„)

Si berandal mengganggu Rachel, Sean mencoba menolong. Akhirnya terjadi lah perkelahian.

Untung nya ada beberapa polisi yang melerai mereka.

Sean mengikuti Rachel, “Apa kau diganggu mereka?

“Justru kau yang menggangguku pak!”

“Aku hanya ingin memastikan kau baik baik saja.”

“Apa aku mengenalmu?”

“Namaku Sean Nally, ibuku dulu tukang cuci dirumahmu.” Katanya sambil mengulurkan tangan tapi tak dibalas

“Kau masih kecil saat aku pergi berperang.”

“Oh jadi kau anak yang suka mengintip dipintu gerbang? Kau tidak akan mengikuti ku pulang dengan kaki pincang mu itu Khan?” kata Rachel ketus.

“Aku akan melakukannya jika kau memintaku.”

“Jika tidak?”

“Aku akan menanyakanmu!”

Rachel tampak terkesan, “Aku harus pergi, aku sudah ditunggu.”

***

Edward menemukan seekor burung gagak dicerobong asap. Ia menaruhnya didalam sangkar.

Ia juga menaruh untaian bulu disebuah kotak.

***

Rachel duduk ditepi danau sambil membaca suratnya.

Surat itu dari Tn.Bermingham, Pengacara yang akan menyita rumahnya, karena hutang mereka sudah sangat banyak.

Rachel melihat penampakan 2 orang, laki laki dan perempuan yang telanjang, didanau.

(Bukan orang, tapi hantuπŸ™„)

Ia lalu kembali kerumah.

“Rachel, aku takut. Kenapa kau sangat lama?”

“Sebetulnya aku tidak ingin kembali kesini!”

“Apa itu surat?”

“Ini dari Bermingham. Pengacara. Dia bilang tidak ada sisa dana dari perwalian. Dia ingin kita menjual rumah.”

“Tidak boleh!” Edward ketakutan.

“Tidak ada pilihan, usia kita sudah cukup dan kita punya hak.”

***

Rachel membayangkan pertemuannya dengan Sean. Ia merasa bergairah.

Edward datang mengganggu fantasinya.

“Itu baju tidur ibu.” Kata Edward.

“Kamu juga pakai baju ayah.”

Rachel mengungkapkan kekecewaannya karena Edward tidak mau keluar rumah.

Ibu mereka mencoba melanggar aturan turun temurun itu, tapi berakhir kematian.

“Mereka mengajarkan kita untuk hidup sesuai peraturan.” Jawab Edward.

“Ini bukan kehidupan! Tidak pernah pergi, tidak kenal orang lain. Mengurung dirimu disetiap malam. Kita tidak boleh seperti ini terus.” Kata Rachel yang muak akan kehidupannya.

“Aku akan mati jika kau meninggalkan aku.” Edward memelas.

“Ini bukan salah kita!”

Edward mencoba mencium Rachel, tapi ditolak oleh Rachel.

“Aku mau mandi.”

“Mandi bersama denganku?”

“Tidak Edward! Kita sudah dewasa untuk itu sekarang! Pergilah!”

***

Rachel membuka bajunya, ia merasa bergairah.

Disisi lain, Edward juga merasa bergairah.

***

Pintu bawah tanah keluar air lagi, padahal itu masih belum jam 12 malam.

Rachel dihantui dikamar mandi, teriakan Rachel membuat Edward masuk ke kamar mandi.

***

Tn. Bermingham mengetuk pintu. Ia mau masuk kerumah untuk menaksir harganya.

Edward sudah ketakutan, Rachel yang menemui Tn.Bermingham

“Aku bersikeras untuk masuk kedalam rumah.”

“Kami tidak menerima tamu, keluarga ku sangat tegas dalam hal itu.”

“Aku kemari karena urusan mendesak. Harta warisanmu benar benar sudah habis! Utangnya terlalu besar.”

“Tunggu disini!” Rachel pergi ke kamar dan mengambil sebuah perhiasan, kalung mutiara.

Ia menyerahkan kalung itu pada Tn.Bermingham.

“Ini sangat cantik, tapi hutangmu terlalu besar.”

“Situasinya bagaimana?”

“Aku takut, penjualan rumahmu takkan cukup menutupi.”

“Berapa lama kau bekerja untuk kami Tn.Bermingham?”

“Keluarga kami mengurusi keluargamu, dari generasi ke generasi.”

“Tapi selama ini, kalian tidak pernah kesini.”

“Situasinya benar benar sangat buruk. Aku harus masuk ke dalam rumah dan membawa juru taksir. Penjualan mutiara hanya bisa bertahan untuk beberapa saat, bagaimana dengan ini?” Tn.Bermingham menginginkan kalung yang dipakai Rachel.

“Tidak, tidak yang ini.”

“Sebentar lagi kamu tidak bisa memilih. Tapi dengan kelebihanmu, kamu bisa menikah.” Tim.Berkingham memegang tangan Rachel dengan genit.

Tn.Bermingham diantar keluar pintu gerbang.

Sean memperhatikan mereka dari jauh.

Ternyata, Rachel tahu Sean ada disitu. Kali ini dia lebih ramah, “Kembalilah besok pagi.”

***

Edward didalam rumah, sosok yang dibawah tanah itu memberitahunya tentang fantasi seks Rachel.

***

Malam hari, diruang makan.

“Kau sudah mengusir Tn.bermingham?”

“Ya.”

“Apa dia sendiri?”

“Ya.”

“Kau tidak merasa ada yang berubah akhir akhir ini? Kehadiran mereka lebih intens. Mereka mendengar semua yang terjadi dirumah ini. Mereka memberitahuku. Mereka tidak akan menunggu lagi, saat ini sudah waktunya! Semalam, mereka ingin aku melihat mu.”

Ketika Rachel membuka tudung sajinya, ada ikan besar yang masih hidup disitu.

“Aku tidak bisa menolongmu!” Rachel pergi dengan kesal.

(πŸ€”The Lodgers, menginginkan perkawinan sedarah Rachel dan Edward)

***

Pagi hari, Sean menemui Rachel, ia melewati kuburan leluhur Keluarga Rachel.

Dibeberapa batu nisan, 1 kuburan untuk sepasang suami istri, dan memiliki tanggal lahir dan tanggal kematian yang sama.

Rachel datang, ia mengajak Sean memakan buah berry. Mereka lalu mengobrol ditepi danau.

Rachel bercerita, bahwa orang tuanya, kakek dan neneknya, buyut buyutnya, mereka semua mati bunuh diri. Tenggelam didanau itu.

Air seperti simbol penyucian diri.

Rachel ingin menyerahkan keperawanannya pada Sean untuk mematahkan kutukan keluarga mereka.

Tapi ketika mereka sedang ber uhuk uhuk ria, ada sesosok hantu yang mengawasi mereka. Rachel jadi ketakutan.

***

Tn.Bermingham datang lagi kerumah Rachel, ia merasa ditipu. Kalung mutiara itu berubah menjadi untaian bulu.

***

Bersambung part 2

Sinopsis Gisaeng Ghost part 2

Seo Ni mendapatkan telepon dari sekolah.

“Hey bin, kau kenal teman sekelasmu, namanya Chang Gi?”

(Jadi si pembully gendut namanya Chang GiπŸ™„)

Bin cuek, ia asik nonton TV.

Yeo Rin kesal karena sikap Bin yang kurang sopan pada kakaknya.

Bin lalu memandang Yeo Rin tajam.

***

Malam hari, Yeo Rin terbangun, ia bermimpi ditusuk Bin sampai mati

Ia langsung mengunci pintu kamar.

***

Detektif memperbesar foto Ga Hee. Dimata Ga Hee, ada pantulan gambar hantu.

Detektif mengikuti Bin pulang sekolah.

“Hay Bin, aku ingin bertanya sesuatu ”

Bin tersenyum.

***

Seo Ni tersenyum melihat bin sedang bermain dengan capung, ketika didekati, ternyata capungnya dipotong potong.😨

***

Ketika membersihkan kamar bin, Seo Ni menemukan buku gambar bin.

Gambar seseorang membawa pedang dan ada guci didepannya.

Seo Ni ingat sesuatu, gambarnya sama dengan gambar di buku ritual dukun, yang pernah ia lihat digudang.

Ia pergi kegudang dan melihat buku itu lagi, kini ia mengerti.

Flashback:

Mertua Ga Hee mendesak Ga Hee agar punya anak.

Kemudian,

Ga Hee membawa seorang anak kecil, Gi jin. Ia memungut Gi Jin dari tengah jalan.

Bukan untuk dirawat, tapi untuk dipersembahkan kepada dewa agar mendapatkan anak.

Bin ada disitu, “Aku sudah bilang, kau seharusnya tidak kemari.”

***

Seo Ni bermimpi buruk.

Bin membangunkannya, ia minta dibuatkan sarapan. Bin sangat manja tidak seperti biasanya.

***

Bin mengajak Yeo Rin main petak umpet.

“1…2…3…25…29…” Bin akan mendorong Yeo Rin dari balkon. Tapi tidak jadi karena Seo Ni melihat nya.

***

Chocho, hamster kesayangan Yeo Rin mati.

Yeo Rin memukuli Bin, “Kenapa kau melakukan ini? kenapa?!”

“Yeo Rin, kenapa kau memukulnya?”

“Dia membunuh Chocho.”

“Kau punya bukti?” Tanya kakak iparnya.

“Bin juga tidak punya bukti, kalau dia tidak melakukannya.
Kau dan aku tidak melakukan nya, tersangka terakhir adalah bin!” Seo Ni membela Yeo Rin.

“Kau tidak suka tinggal dengan keponakanku? Sama, aku juga tidak suka tinggal dengan adikmu.”

“Apa karena itu kau mengintip tubuhku?” Yeo Rin nyolot. Ia langsung ditampar.

Ditengah kerusuhan itu, Gui Ok Jeong datang, ia menyeret Bin kedalam gudang.

Lalu ditutup.

“Kau membunuh Putri ku, sekarang aku akan ambil cucuku kembali ”

Bin diikat, akan dipersembahkan. Tapi tiba tiba nenek berdarah.

“Ga Hee membawanya kemari, dia membawa Gi Jin.”

“Siapa itu Gi Jin?”

“Ingatan akan kematian yang buruk, tidak hilang begitu saja. Tubuh anak itu harus dibakar!”

***

Bin kembali ke gudang, ia membekap Gui Ok Jeong sampai mati. Yeo Rin disana, ia melihat nya.

Bin mendekati nya, lalu menaruh jarinya dibibir, kode ‘jangan bilang siapa siapa’.

***

Yeo Rin jadi pendiam. Ia tidak mau makan.

***

Suami Seo Ni berjanji akan mencari rumah lain, dalam waktu beberapa hari lagi.

Ketika Bin sudah pergi kesekolah, Seo Ni menggeledah kamar Bin.

Ia menemukan selebaran Chang Gi dilemari, juga ada jam tangan yang bernoda darah.

***

Seo Ni mendatangi lokasi konstruksi. Ada bin keluar dari sana, ia sembunyi.

Ia mengecek ruangan itu, ada banyak mayat!!😰

Ada seseorang yang sudah sekarat, “Bin yang membunuh mereka semua, kau harus memanggil polisi!”

***

Bin bermain pisau.

“Bin, apa yang kau lakukan? Itu berbahaya.” Kata Pamannya.

“Aku tidak mau pindah.”

***

Seo Ni menelepon Yeo Rin, ia ingin memperingatkan Yeo Rin, tapi terlambat. Yeo Rin sudah mati.

***

Seo Ni sampai dirumah.

“Kenapa kau terlambat? Aku sudah menunggumu!” Kata bin dengan baju penuh darah ia membawa pisau.

“Mengapa kau melakukannya?”

“Kita akan bermain dan bersenang senang.”

Bin mencoba membacok Seo Ni. Seo Ni memukulnya dengan stick golf.

Bin menarik kaki Seo Ni lalu membacoknya.

Terjadi perkelahian yang sengit.

Seo Ni berhasil lari, tapi dari dalam gudang, ada suara Yeo Rin, “Kak, tolong aku.”

Seo Ni masuk gudang, suara itu dari dalam lemari pemujaan.

Seo Ni membuka lemarinya, ada sebuah kendi besar.

Didalam kendi bukan ada Yeo Rin, tapi mayat anak laki laki.

Flashback:

Gi jin duduk di halte bus. “Mau aku antar pulang?” Tanya Ga Hee. Gi jin menurut.

Ternyata Gi jin dibuat persembahan pada dewa agar ia memiliki anak.

Kedua kaki Gunung Jin dipotong. Ia dimasukkan dalam kendi yang diisi air. Ia ditenggelamkan hidup hidup.

Ga Hee berhasil punya anak. Bin. Tapi rohnya Gi Jin menempel pada Bin.

***

Bin mendatangi Seorang Ni digudang,

“Mereka semua orang jahat, aku tidak nakal tapi kenapa mereka memotong kakiku lalu membunuhku?” Kata Bin yang ketempelan Gi Jin.

Gi Jin akan menusuk Seo Ni. Tapi roh bin menghalanginya.

Seo Ni membakar mayat Gi Jin yang didalam kendi.

Seo Ni memeluk bin.

Setelah mayat Gi Jin terbakar, bin jadi lebih tenang.

***

Seo Ni terbangun dirumah sakit, ia memimpikan Gi Jin.

Dokter bilang, Seo Ni sedang hamil.

Bin menemani Seo Ni pemeriksaan USG.

“Dokter, perutku sakit.”

“Kenapa sakit? Bayinya sehat.” Kata dokter.

Saat USG, orok bayi tampak aktif, dia Gi Jin!!!😰😱😱😱

***

End

SinopsisGisaeng Ghost part 1

Dimalam yang mencekam, seorang anak menyaksikan ibunya memotong kaki ayahnya dan membunuhnya. Lalu ia juga memotong kakinya sendiri lalu bunuh diri.

***

Polisi di TKP sedang memfoto foto korban.

“Anaknya bagaimana?”

“Dia kejang kejang, dia memiliki sindrom hiperventilasi yang membuatnya kejang kejang.”

“Bagaimana keluarganya?”

“Ga Hee Choi punya seorang orang tua, Gui Ok Jeong. Ia dikabarkan hilang sejak 2 bulan lalu.”

***

Seorang pria sedang dikantor. Ia ditelepon penagih hutang, ia tampak stress.

Ia lalu ditelepon polisi, polisi ingin, ia merawat keponakannya, karena ayah dan ibunya sudah tewas.

***

“Seo Ni Kim” panggil seorang perawat.

Ia konsultasi dengan psikiater, mengenai kecemasannya, karena ia harus pindah kerumah orang yang sudah meninggal.

***

Mereka pindah rumah baru.

Bersama suami dan Yeo Rin, adik Seo Ni Kim.

Rumah itu ada sebuah gudang yang terkunci.

***

Mereka makan malam bersama, Seo Ni tampak perhatian pada keponakan suaminya itu. Sehingga membuat Yeo Rin cemburu.

Bin tampak dingin, ia tak banyak bicara, mungkin masih trauma mengenai kematian orang tuanya.

***

Yeo Rin merajuk, “kakak, ini adalah hari pertama tinggal disini, bolehkah aku tidur denganmu?”

Seo Ni tersenyum.

“Kau biasanya memperhatikanku, tapi setelah menikah, kau berubah.”

Merekapun bercanda bersama.

***

Seo Ni bermimpi buruk, ada seorang yang mencoba memotong kedua kakinya.

***

Bin diantar pamannya ke sekolah. Sampai sekolah, ia dibully temannya yang lebih besar.

***

Seo Ni menyuruh tukang membuka gudang yang terkunci.

Disana ia melihat buku buku tentang ritual perdukunan.

***

Bin membeli tiga ekor anak ayam.

Ia berjalan terpincang-pincang, pergelangan kakinya sakit.

***

“Kau tahu ibuku dan kakakku seorang dukun sejak lama, jadi tak perlu terkejut.”

“Tapi aku tidak suka menyimpan barang barang itu dirumah.”

“Lalu apa yang mau kamu lakukan?”

“Tidak bisakah kau membuangnya?”

“Ibu menghilang, bagaimana jika ia kembali dan mencari barang barang itu?”

***

Bin pulang terlambat, pamannya memarahinya.

Tapi Seo Ni dengan lembut bertanya, “Apa kau sudah makan? Ganti baju, cuci tangan, aku akan menyiapkan makan malammu.”

***

“Apa kau tau tentang gudang disebelah?” Tanya Seo Ni pada Bin.

“Kau harusnya tidak membukanya.”

***

Seo Ni dikutekin suaminya. Mereka sangat mesra.😍😍😍

***

Malam hari, Yeo Rin sedang belajar. Tapi terdengar sesuatu, ia mencari sumber suara.

Ternyata ada bin didalam kolong meja.ia menggebrak meja dari kolong. Tatapan matanya aneh, seperti bukan dirinya sendiri.

“Hei, aku ada ujian besok, aku tidak bisa belajar kalau kamu begini.”

Yeo Rin merasa seakan ada yang menariknya, memotong kakinya, lalu menenggelamkannya dalam air.

“Aaaa….!!!”

Ternyata itu hanya mimpi buruk.

***

Yeo Rin memasuki gudang, ia melihat Bin disana, seperti kerasukan.

***

Seorang Polisi masih mencari Gui ok Jeong yang menghilang.

Ia juga merasa aneh akan tatapan mata Ga Hee Choi difoto, ia merasa ada yang janggal. Ga Hee Choi seakan melihat ada orang lain disana.

***

Bin kembali di-bully. Buku gambarnya direbut. Ia diejek sebagai cucu dukun.

Bin menggaruk kakinya. Ia seakan kerasukan, ia mengambil pensil lalu menusuk si pembully. Tepat dileher, sampai berdarah darah.

“Sang Wook, kau tidak apa apa? Bisa kau mendengar ku?” Semua orang berkerumun.

***

Seo Ni menanyakan, kenapa Bin menusuk temannya.

“Bukan aku yang melakukannya.”

“Jangan bohong! Semua orang melihat nya!” Pamannya murka.

Bin kejang kejang.

Seo Ni berusaha memberikan pertolongan pertama.

“Apa kau baik baik saja?”

Bin langsung memeluk Seo Ni.

***

Seo Ni menidurkan Bin.

“Boleh aku tidur denganmu?” Pinta bin.

Ia tampak ketakutan.

***

Yeo Rin datang, ia senang mendapat nilai bagus disekolah.

“Sstttt… Bin sedang tidur, sesuatu terjadi, aku ingin menjaga agar dia tetap stabil. Kurasa aku harus menemani nya malam ini.”

Yeo Rin kecewa karena diabaikan kakaknya.

***

Bin tidur dengan gelisah, Seo Ni memeluknya.

“Tidak apa apa, jangan cemas.”

“Gi Jin yang melakukan nya.” Kata bin.

“Gi Jin?”

“Dia juga membunuh ayah dan ibu.”

Seo Ni tersenyum, “itu hanya mimpi.”

Tiba tiba bin menjauh.

“Ada apa?”

“Gi Jin sedang melihat mu.”

***

Yeo Rin dihantui.

***

Kaki bin ada bekas luka melingkar.

Bin sedang makan,

“Apa kau ingat apa yang kau bicarakan kemarin? Tentang Gi Jin.”

“Aku tidak ingat apapun.”

Biasanya bin makan dengan tenang, tapi kali ini ia makan dengan lahap, sampai keselek.

Ia memberi bin minum, tapi langsung direbut oleh Yeo Rin, “ini gelasku!”

“Kenapa kamu mempermasalahkan itu?” Tanya Seo Ni tidak mengerti.

Gelas langsung dibanting Yeo Rin

***

Seo Ni mengantar bin sekolah.

Si pembully gendut tampak dendam karena tamannya ditusuk pensil.

Ia mengikuti bin, sampai ke gudang. Ia dihantui. “Aaaaaaa!!!”

***

Seo Ni membeli kue. Si penjual mulai bergosip.

Gui Ok Jeong seorang dukun. Sebelum menghilang ia melakukan ritual aneh. Katanya ia harus menenangkan arwah yang ia sembah.

Tapi putrinya malu, dan melarangnya. Tak lama setelah Gui Ok Jeong menghilang, putrinya jadi gila, ia bunuh diri setelah membunuh suaminya.

***

“Kenapa kau tidak bilang kalau mereka mati bunuh diri?” Tanya Seo Ni pada suaminya.

“Aku sudah bilang, mereka mati kecelakaan.”

“Kau bilang sebuah kecelakaan mobil. Kecelakaan dengan pembunuhan itu hal yang berbeda, bagaimana kau bisa menyeret ku dan Yeo Rin kerumah mengerikan ini?”

“Sudah, hentikan! Itu bukan masalah besar.”

“Adik ipar membunuh suaminya sendiri, kau bilang bukan masalah besar?”

“Aku sudah menjual rumah tua itu untuk membayar hutang.”

“Kau menjebak kami! Rumah ini dikutuk!” Kata Seo Ni marah.

Si suami melihat paha Yeo Rin.

“Cabul!!” Kata Yeo Rin kesal.

***

“Aku juga tidak menyukai rumah ini kak. Bin juga aneh.” Kata Yeo Rin.

“Kenapa kau menyeretnya dalam percakapan ini?” Bela Seo Ni.

Bin datang dengan ceria, “apakah kita akan makan bawang putih? Aku sangat suka bawang putih.”

“Kamu bermain dimana sampai kakimu kotor begitu?”

“Dilokasi konstruksi.”

“Hey, bukan kah itu darah?” Kata Yeo Rin ketika melihat dibajunya bin ada bercak darah.

“Aku membantu temanku saat terpeleset dan terluka dilengan dan lututnya.” Bin beralasan.

“Seharusnya kau hati hati.”

***

Polisi mendapat informasi dari rumah sakit mengenai Gui Ok Jeong.

“Dia tidak memiliki tanda pengenal apapun, jadi aku kaget waktu tahu dia salah satu orang hilang.” Dokter menjelaskan.

“Sudah berapa lama dia disini?”

“Sekitar sebulan lebih. Seorang pendaki menemukannya pingsan digunung lalu membawanya kesini.”

“Sebuah gunung?”

“Iya, semacam ritual digunung.”

***

Gui ok Jeong melukai dirinya sendiri karena ia mendengar suara suara.

“Nyonya Jeong, apa kau mengetahui kematian Ga Hee Choi?” Tanya detektif.

“Aku sudah bilang untuk tidak melakukannya, aku sudah memperingatinya beberapa kali. Tapi Ga Hee tidak mau mendengarkan. Itu membuat cucuku celaka!!” Kata Gui Ok Jeong, ia lalu melihat detektif seperti hantu anak kecil.

Ia mencekik detektif, “Beraninya kau membunuh putriku! Iblis kau!!”

Ditengah shocknya , detektif itu juga melihat anak kecil.

***

Bin menyobek selebaran untuk orang hilang, si pembully gendut.

***

Bersambung part 2

Sinopsis Go Princess Go eps 35 (end)

Hasil tulisan Peng Peng dijadikan koleksi.

Qi Shen datang menemui Peng Peng.

Mereka saling bercerita sejak kapan mereka jatuh cinta dan harapan akan hidup lebih baik kedepannya.

“Yang aku inginkan bukanlah permaisuri, tapi istri yang selalu bersamaku dan saling mendukung.”

“Kita tidak boleh melibatkan perasaan. Istana ini bukan milik kita berdua saja!”

***

Kaisar membubarkan istana. Para selir disuruh meninggalkan istana

“Qi Shen, apa yang kau lakukan?” Tanya Peng Peng.

“Dengan begini aku mengungkapkan perasaan ku, istana sekarang adalah milik kita berdua.”

“Asalkan kamu adalah kaisar, maka kamu adalah majikan ku. Kecuali kamu bukan kaisar, apa kamu bisa?”

Qi Shen terdiam.

***

Lima tahun kemudian…

Hao er bermain dengan para dayang kecil.

Lalu ada perkelahian kecil yang membuat pangeran terjatuh.

Kasim Qiang memarahi dayang dayang kecil itu.

Tapi Hao er tidak marah, ia mengurut kaki dayang yang terkilir, “Saat permaisuri terkilir, kaisar mengurutnya begini Permaisuri berkata, seorang pria sejati harus sopan terhadap wanita.”

Peng Peng datang, ia menasihati Hao er agar ia bersikap seperti ayahanda nya.

Hao er sangat cerdas, ia bisa mengerjakan tugas dengan cepat dan tepat.

***

Tengah malam, Qi Shen memakai baju ninja menculik Peng Peng. Peng Peng diam saja, ia pikir itu Yang Yan.

Ketika terbangun, ternyata itu bukan Yang Yan tapi Qi Shen.

“Kenapa kamu menebak aku Yang Yan? Apa dia sering melakukan ini?”

“Ah, tentu tidak, hanya Yang Yan yang bisa melakukan hal konyol dan naif seperti ini ”

“Naif?”

“Ya naif, tapi kalau kamu yang melakukan nya, ini disebut romantis.”

“Aku butuh 1 tahun untuk membuat tempat ini, apa kamu suka?”

“Suka, sangat indah, kita akan berlibur berapa lama?”

“Kita tidak akan kembali. Yang kamu katakan benar, kita tidak sederajat, kamu hanya bisa jadi Permaisuri yang baik, tapi bukan istri yang baik.

Lima tahun lalu, aku memang masih belum bisa, tapi sekarang aku sudah mempersiapkan nya. Qi Hao sangat pintar, ini adalah keuntungan ku.”

Peng Peng terharu, Qi Shen merelakan semua demi dirinya.

“Peng Peng, apa kini kau mau menjadi istri ku?”

“I do” Peng Peng langsung memeluk Qi Shen.

***

Peng Peng dan Qi Shen hidup sangat bahagia.

Bermain bersama, menari bersama.

Mereka menerima kekurangan dan kelebihan masing masing.

Peng Peng juga mengajari Qi Shen alphabet.πŸ˜‚

Mereka punya anak lagi, perempuan.

Ulang tahun Peng Peng, diberi kejutan oleh Qi Shen berupa bunga disusun membentuk hati

Peng Peng sangat bahagia.

Tapi tiba tiba sekumpulan pembunuh datang, membunuh Peng Peng dan Qi Shen.

Mereka berdua mati di tengah bunga bentuk hati

Ending 1 :

Zhang Peng terbangun dari rumah sakit.

Ia mencari cari Qi Shen, tapi tidak menemukannya.

Ia hidup kesepian. Ia selalu mengenang Qi Shen.

Ending 2:

Zhang Peng terbangun dari rumah sakit. Ia mencari cari Qi Shen.

Akhirnya ia menemukan, Qi Shen adalah dokter yang menyelamatkan nya.

(πŸ™„Masa mereka akan jadi homo?)

Ending 3:

Peng Peng mencari cari Qi Shen. Ia akhirnya menemukannya. Lalu mereka berciuman… Sampai akhirnya sutradara bilang “Cut!!”

(Endingnya lebih aneh lagiπŸ™„πŸ˜‚).

***

End

Sinopsis Go Princess Go eps 34

Para selir wajahnya pada kucel. Mereka bersantai dan tidak berdandan.

Ketika dayang memberi kabar bahwa kaisar sudah digerbang, mereka langsung dandan kilat

***

Kaisar datang dengan Peng Peng disambut oleh seluruh rakyat.

Peng Peng bergaya bak model catwalk…πŸ˜‚

***

Jendral Yang Yu meminta maaf pada kaisar karena kelakuan Yang Yan.

Barusan Yang Yan mengiriminya surat, mengatakan kalau ia ada di gunung guanwai bersama Jiu Wang.

(πŸ™„ Kebodohan yang mutlak… Kabur kok malah ngasih tau lokasinya)

Jendral Yang Yu akan menyuruh orang menangkap mereka

“Tidak perlu.” Kata kaisar.

“Kaisar, kamu punya rencana lain?”

“Jika ditangkap, pejabat lain pasti akan meminta mereka dihukum mati. Aku mempertimbangkan nenek, dan kamu. Nenek sudah tua sedangkan keluarga Yang sudah setia sejak dulu… Sekarang mereka sudah kabur dan tidak kembali ke Shengdu… Mereka juga sudah tidak mengancam kerajaan.. ini lebih baik.” Kata Qi Shen bijak.

Jendral Yang merasa sangat berterima kasih.

***

πŸ˜‚πŸ˜‚Yang Yan dan Jiu Wang kayak Ipin Upin.

Mereka jadi gelandangan, tidak ada uang buat makan. Jiu Wang merasa bersalah karena membuat Yang Yan kesulitan.

Mereka memutuskan untuk menyerahkan diri.

Jiu Wang menanggung semua kesalahan sendiri.

***

Peng Peng merasa bersalah pada Jiu Wang. Ia berharap Jiu Wang akan hidup lebih baik.

***

Peng Peng mendapatkan kabar kalau Jiu Wang dan Yang Yan menyerahkan diri

Ia segera menuju ke penjara membawa makanan enak untuk Yang Yan.

Yang Yan sangat senang makan enak. Ia makan sambil menangis. Ia kecewa karena ayahnya, Zhao Wang dan Peng Peng tidak memihak pada Jiu Wang lagi.

Yang Yan meminta agar Peng Peng menemui Jiu Wang. Tapi Peng Peng terlalu malu untuk menemuinya.

***

Kaisar ada dikamar Peng Peng. Peng Peng kembali dengan mabuk.

Ia sangat sedih melihat kondisi Yang Yan. Tapi ia tidak berani meminta kaisar untuk memaafkannya.

“Kamu tidak tanya bagaimana aku akan menangani dia?”

“Aku tahu kaisar sudah ada keputusan. Semua yang aku katakan itu percuma”

***

Kasim Qiang membacakan keputusan kaisar.

Karena bersekongkol dengan musuh, maka Jiu Wang akan dicabut gelar bangsawannya dan diasingkan ke luar kota.

Sedangkan Yang Yan dianggap masih muda dan dimanfaatkan, ia dihukum berat menjadi jenderal digurun, ia tidak boleh kembali sebelum 5 tahun.

“Terima kasih kaisar tidak membunuh.”

***

Peng Peng menemui Jiu Wang.

“Aku terus menunggumu, aku tau kau akan datang menemuiku.” Kata Jiu Wang.

“Aku mau mengembalikan ini.” Peng Peng menyerahkan tongxinjie milik Jiu Wang.

“Barang yang aku berikan tidak aku tarik kembali.”

“Kata kata yang sudah diucap bisa ditarik, kenapa barang tidak?”

“Apa kamu kesal dan benci padaku? Aku hanya gegabah.”

“Aku tidak menyalahkanmu. Mulai sekarang kita tidak saling berhutang.”

“Jika dulu, aku yang menikahimu, apakah semua akan berubah?”

“Menurut ku hasilnya sama, karena semua sudah ditakdirkan.”

“Peng Peng, sekarang kita akan sulit untuk bertemu lagi.”

“Kali ini, kaisar bermurah hati mengirimmu ke Linan. Kelak, kau harus jaga diri.”

Peng Peng menaruh tongxinjie dan ia pergi.

Jiu Wang menangis…

***

“Nyonya, Jiu Wang sudah akan pergi, apa kau tidak mengantarnya?” Tanya Liu Li.

Peng Peng menggeleng. Liu Li membawa tongxinjie milik Jiu Wang. Tapi Peng Peng tetap tidak mau menemui Jiu Wang.

***

Jiu Wang menunggu Peng Peng, tapi Peng Peng tak muncul juga… Ia memandang Hae Bo buatan Peng Peng lalu pergi.

(😭😭😭Jiu Wang…!!)

***

Bersambung episode 35

Sinopsis Go Princess Go eps 33

Qi Shen berangkat berperang, Peng Peng mau ikut.

“Aku mencemaskan mu!” Kata Peng Peng

“Pingning sudah kalah, harapan terakhir adalah aku yang maju.”

“Aku mau ikut, kita bisa saling menjaga.”

“Jangan bergurau! Cepat kembali!”

Kaisar memerintahkan agar menghalangi ratu ikut. Bahkan jika harus mati, ratu harus dilindungi.

Dari kejauhan Qi Shen berkata, “Tetaplah hidup.”

***

Peng peng berusaha keluar dari penjagaan Yang Su.

Yang Su tetap tidak mengijinkan. Liu Li datang dan menghalangi Yang Su. Peng Peng berhasil keluar.

***

Peng Peng menemui Qi Shen. Qi Shen tidak bisa berbuat apa apa selain memakaikan topi perang untuk Peng Peng.

(πŸ™„Peng Peng nya manyun manyun minta cium, Qi Shen Khan jadi malu, jadi yang dicium kening aja).

Pasukan tidak bisa konsentrasi, “ini Khan perang, masa pacaran.”

***

Bandit gurun menyandera Jiang shi.

Qi Shen merasa kasihan pada Jiang shi.

πŸ™„ Peng Peng dan raja bandit adu mulut.

Raja bandit memanah Peng Peng tapi dilindungi oleh Qi Shen, jadi Qi Shen yang terpanah.

“Qi Shen…!!”

Peng Peng segera mengambil alih kendali kendali pasukan. Ia menusuk dirinya sendiri agar dipikir dialah yang kena panah, bukan kaisar.

Perang pun tak terelakkan.

***

Qi Shen terluka parah.

“Peng Peng, aku sudah terluka parah, ketika panah dicabut, belum tentu aku bisa selamat. Nanti, kalau tentara Zhao Wang datang, kalian kembali lah ke Nanxia, tutup semua gerbang agar bandit tidak masuk. Kamu dan Hao er akan naik tahta…”

“Aku tidak tau, yang aku tahu kau harus kembali bersamaku!” Peng peng menangis.

“Qi Shen, aku mencintaimu!” Akhirnya Peng Peng mengatakannya. Qi Shen menangis.

Tabib akhirnya mencabut panahnya.

Peng Peng pingsan.

😭😭😭

***

Peng Peng terbangun dari pingsannya, Qi Shen ada disebelahnya.

“Aku yang terluka, kenapa kamu yang pingsan?”

Peng Peng berbaring lagi disamping kaisar.😍😍😍

Mereka saling menyatakan cinta.

***

Pingning sudah aman, Zhao Wang sangat berjasa.

Zhao Wang saat menyerang bandit, dia bertemu Jiang shi. Dari Jiang shi lah ia tahu bahwa, siasat ‘kota kosong’ sudah bocor. Dan yang membocorkan adalah Jiu Wang.

“Kesalahan karena akan membunuhku belum aku maafkan, sekarang malah bersekongkol dengan musuh. Dia sangat bodoh!” Kata Qi Shen sedih.

***

Jiu Wang dan Yang Yan tidur dikandang kambing.

Jiu Wang terbangun, ia mengambil pedang ingin bunuh diri. Yang Yan segera menghalangi nya.

“Harapan ku sudah hancur, hidup ku tidak berarti lagi!”

“Kalau kakak mati, aku juga mati!”

Mereka menangis berpelukan.

***

Peng Peng merasa sedih dan kecewa untuk Jiu Wang. Ia tidak menyangka Jiu Wang akan bersekongkol dengan musuh.

***

Bersambung episode 34

Sinopsis Go Princess Go eps 32

Qi Shen merawat luka Peng Peng penuh kasih sayang siang dan malam.

“Kenapa ratu belum juga bangun?”

“Ratu berhari hari tidak istirahat, jadi sekarang perlu waktu untuk memulihkan tenaga.”

Peng Peng mulai membuka matanya, ia minta air.

“Kamu kenapa membohongiku?”

“kamu baru bangun, jangan habiskan tenaga untuk bicara.”

“Jawab aku!”

“Apa kau berharap aku mati?”

“Aku tidak berharap! Tapi aku tak menyangka, kamu mempermainkan ku lagi!”

“Aku tidak mempermainkan cintamu, aku sedang bertaruh dengan diriku sendiri.”

“Kau bertaruh apa?”

“Aku bertaruh, kau akan disisiku.”

“Pertaruhan juga adalah permainan. Kamu selalu mempermainkan nyawa orang!”

“Aku tidak mungkin bisa melukaimu.”

“Kamu menyampaikan cinta seperti ini, aku tidak bisa terima.”

“Yang lalu biar berlalu, kamu datang, aku sudah sangat senang. Kelak, aku tidak akan membohongimu lagi.”

Qi Shen lalu memeluk Peng Peng.

***

Yang Yan menyamar jadi Yang Su, kakaknya. Untuk menemui Jiu Wang dipenjara.

Yang Yan mengajak Jiu Wang melarikan diri.

***

Liu Li menangisi Peng Peng yang tak kunjung bangun.

“Kenapa kamu menangis? Aku belum mati.” Peng Peng terbangun karena tangisan Liu Li yang berisik.

Liu Li bercerita sekarang mereka ada di kota Pingning dan kaisar sedang sibuk berperang.

***

Kaisar mendapat laporan jika Jiu Wang sudah melarikan diri.

“Aku akan menyuruh orang menangkap mereka secepatnya.” Kata Jendral Yang.

Kaisar menggeleng, mereka membiarkan Jiu Wang dan Yang Yan lolos.

***

Jiu Wang dan Yang Yan bersembunyi dikandang kambingπŸ˜‚πŸ˜‚

Jiu Wang mengkhawatirkan Peng Peng, “jika dia tahu saya gagal, dia pasti akan sangat kecewa.”

(πŸ˜“Padahal Peng Peng sudah mengkhianati Jiu Wang)

“Kakak, keadaan sudah seperti ini, sebaiknya kamu mengkhawatirkan dirimu sendiri.”

Yang Yan akhirnya bercerita kalau Peng Peng sudah mengkhianati mereka.

“Tidak mungkin, ini pasti salah paham. Aku harus menemuinya.”

“Kalau kau kembali, kau akan mati!”

***

Zhao Wang berhasil menguasai kota.

Jendral Yang akhirnya mengakui kemampuan Zhao Wang.

Zhao Wang sangat bersemangat. Ia merasa dihargai.

Yang Yan ada disitu, menyamar jadi Yang Su.

Ia mendengar semua taktik kaisar. Kaisar akan menggunakan siasat ‘kota kosong’ untuk menyerang bandit gurun.

(πŸ™„Jadi semua pasukan dikerahkan untuk berperang, sedangkan ibu kota dibiarkan. Tanpa penjagaan)

***

Yang Yan melaporkan pada Jiu Wang bahwa kaisar menggunakan siasat, ‘kota kosong’.

Jiu Wang dan Yang Yan menggunakan kesempatan ini. Ia pergi ke kemah musuh dan membocorkan informasi.

***

Jiang shi ditangkap bandit gurun. Semua terpana kecantikan nya.

Jiang shi mengaku jika dia adalah selir kesayangan kaisar.

Mereka akan menggunakan Jiang shi sebagai umpan agar Qi Shen menyerah.

Tak lama kemudian, Yang Yan dan Jiu Wang menghadap.

Mereka terpesona akan kegantengan Jiu Wang.

Jiu Wang bersekongkol dengan musuh..

***

Bersambung episode 33

Sinopsis Go Princess Go eps 31

Yang Yan menculik Peng Peng.

“Kenapa kamu mengangkut saya kemari?” Peng Peng protes.

“Tentu untuk menolongmu.”

“Aku sudah menyuruhmu menemui Jiu Wang agar tidak bertindak apa apa, kenapa masih ada masalah?”

“Aku belum bertemu Jiu Wang tapi sudah dengar berita kalau kaisar keracunan. Dan ratu pergi ke gurun.”

“Apa Jiu Wang sudah berhasil menikam kaisar?”

“Mana aku tahu! Aku takut ini hanya jebakan jadi membawamu kemari.”

Peng Peng kesal, karena ia sengaja datang ke gurun.

“Kau sudah jatuh cinta pada Qi Shen!”

“Kau bicara apa?”

“Jika tidak, kenapa kau kehutan belantara seperti ini sedangkan istana lebih nyaman.”

“Benar. Aku memang mencemaskan nya dan kesini untuk melihat situasi.”

“Aku pikir kau dengan kakak Jiu Wang akan menjadi pasangan yang serasi.”

“Kuberi tahu, aku tidak cinta pria manapun dan tidak akan. Ayo kita kembali!”

***

Peng Peng dan Yang Yan tersesat.

Yang Yan akan mengambil penawar dibajunya Peng Peng. Peng Peng sadar, “kau mau mengambil kesempatan dariku?”

“Bukan begitu, kalau Qi Shen mendapatkan penawar nya, kita semua akan mati!”

“Asal dia tidak mati, apapun boleh. Setelah aku mendengar dia akan mati, aku sangat menyesal, aku tidak ingin dia mati.”

“Kau bodoh! Demi kakak Jiu Wang, aku tidak akan membiarkanmu melakukan ini!”

Obat penawar direbut yang Yan dan melemparkannya ke sungai.

“Yang Yan, apa yang kau lakukan!!”

Peng Peng melompat ke sungai untuk mencari obatnya sambil menangis.

“Akhirnya ketemu, Qi Shen selamat.”

***

Kaisar mendapat kabar bahwa ratus diculik orang ditengah jalan.

“Apa?” Qi Shen cemas. Lalu mengerahkan orang untuk mencarinya.

***

Mendengar ada derap kaki kuda, yang Yan memanjat pohon.

“Ratu, ada 3 hal yang ingin kuberitahukan. 1, ada pasukan datang kesini. 2, yang memimpin adalah Qi Shen.”

“Qi Shen? Benarkah? Aku ingin melihat nya.”

“3. Aku berencana kabur sendirian.” Kata yang Yan dan dengan terpaksa meninggalkan Peng Peng sendiri.

Para prajurit datang.

Mereka melihat sesosok wanita berlumuran tinja

“Itu pasti ratu.”

Qi Shen mendatangi ratu, “kamu sudah susah.” Kata Qi Shen sedih.

Peng Peng melihat Qi Shen sambil menangis.

Antara senang karena Qi Shen masih hidup, dan kesal karena ditipu.

“Ini penawar berengsek untukmu!”

Peng Peng berjalan pergi dengan lemas, ia lalu pingsan.

Qi Shen segera menangkapnya, tidak peduli Peng Peng yang sangat kotor, ia memeluknya dengan erat.

(😭😭😭 Romantis abis)

***

Bersambung episode 32