Jendral Yang melaporkan bahwa para pembunuh bayaran memilih mati dengan menggigit lidah. Jadi mereka tidak tahu siapa dalangnya.
“Orang yang menggigit lidah, adalah orang yang setia. Aku menghargainya. Berikan mereka pemakaman yang layak.” Kata Qi Shen bijak.
“Tapi mereka berusaha mencelakai kaisar!”
“Saya tidak peduli hal hal kecil itu. Dalangnya sendiri kita sudah tau, bawa dia!”
***
Jiu Wang mengahadap kaisar,
“Aku tidak menyangka kau benar benar akan membunuhku!”
“Tahta, aku sudah tidak menginginkan nya. Aku melakukan ini semua demi Peng Peng, tapi bukan untuk memilikinya. Aku melihat dia tidak bahagia dengan posisi ratu yang kamu berikan. Aku hanya ingin dia bahagia.”
“Zhang Peng Peng, kamu bukan ditakdirkan untuk nya, dia ratuku!”
“Apapun yang ingin kau lakukan padaku, lakukan saja!”
Jiu Wang akhirnya ditangkap.
***
Kaisar sedih, kejadian ini pasti ratu juga terlibat, tapi ia tidak tega mencelakai Peng Peng.
Untuk terakhir kali, Qi Shen bertaruh untuk memenangkan hati Peng Peng.
Ia menyuruh jendral Yang mengantarkan dua surat. Untuk ibu suri dan ratu.
***
Para selir memetik bunga persik, tak disangka selir Huang pingsan.
Ia diperiksa tabib.
***
Peng Peng berlari menuju istana ibu suri. Ada berita dari perbatasan, Qi Shen ditikam, penyusup menggunakan racun.
Peng peng shock, “Apa kaisar masih hidup?”
“Masih, tapi racunnya sangat kuat, jika penawar dikirim esok hari, untuk kesana setidaknya dibutuhkan puluhan hari.”
Peng Peng menangis, “Maksudnya, walaupun penawar dikirim, belum tentu terpakai?”
“Kamu harus tegar! Qi Shen masih menunggumu.” Ibu suri menyerahkan surat Qi Shen untuk Peng Peng.
“Aku pergi!” Peng Peng Ling lung.
***
Tabib Zhang melaporkan bahwa selir Huang hamil 2 bulan. Padahal kaisar sudah pergi 3 bulan lebih.
Ternyata selir Huang berselingkuh. Peng Peng datang memergoki mereka sedang uhuk uhuk. Peng peng menampar selir Huang.
“Demi negara, kaisar mempertaruhkan nyawa.. sedangkan kau disini bersenang senang dengan pria lain!”
Selingkuhan selir Huang dihukum mati. Selir Huang di turunkan menjadi rakyat biasa.

Peng Peng mengajak Liu Li pergi ke gurun mengantar penawar.
Ia menyesal sudah kejam pada kaisar.
“Nyonya, apa kau tidak berpikir kalau kaisar memancingmu kesana untuk membunuhmu?”
“Apapun yang terjadi, aku harus pergi ke gurun.”
***
Peng peng berpamitan dengan ibu suri.
***
Peng Peng terburu buru naik kuda. Siang malam tidak istirahat.
“Kaisar menunggu kita menolongnya.” Kata Peng Peng cemas
“Tapi kalau dipaksakan selama 8hari, kuda tidak akan bertahan.”
“Baiklah, kita istirahat disini dulu.”
Mereka beristirahat, Peng Peng memandang obat penawar itu. Ia berharap Qi Shen selamat.
Tengah malam, Yang Yan muncul. Ia melempar obat bius, dan menculik Peng Peng.
Yang Yan sengaja menghalangi Peng Peng menemui Qi Shen. Ia takut itu hanya jebakan Qi Shen untuk membunuh ratu.
***
Bersambung episode 31












