Kaisar datang menemui Peng Peng, bermaksud agar Peng Peng cemburu.
“Setiap aku kesini, aku merasa selalu ada yang kurang. Setelah aku ke youlandian, barulah aku sadar. Youlandian selalu wangi sedangkan disini selain bau daging, bau durian.
“Kamu hanya ingin bilang kalau kau ketempat adik Khan?”
“Dia bercahaya, membuat perasaanku jadi lebih nyaman.”
“Qi Shen, siasat serendah ini, anak SD mengejar wanita saja sudah tidak menggunakannya, kekanakan!” Kata Peng Peng dalam hati. (Dia Khan playboy sejatiπ)
“Kau pakai siasat ala sehingga Zhao Wang mau menikahi Liu Li?”
“Liu Li cantik dan baik, tentu saja Zhao Wang menyukainya.”
“Apa nyawa Liu Li lebih penting sehingga kau melawanku?”
“Penting! Aku tidak hanya melindungi nyawanya, tapi juga hati nurani ku.”
“Hati nurani? Apa kau pernah tulus padaku? Jangankan ketulusan, peduli pun tidak.”
“Aku baik pada orang yang baik padaku.”
“Jadi maksudmu, aku tidak baik padamu? Lihat saja, kau akan menyesal, aku akan membuat mu menderita setengah mati!” Qi Shen marah besar.
***
Peng Peng berfikir, kaisar mengatakan kalau dia pergi ke youlandian. Itu berarti, posisi ratu, mungkin akan digantikan Jiang shi.
Untuk menghibur diri, Peng Peng memanggil para selir untuk bermain.
Selembar kertas dipindah kan dari mulut ke mulut. Kalau jatuh berarti kalah.
“Akhirnya giliranku” pikir Peng Peng senang. Selir Huang menyodorkan kertas dengan mulutnya, Peng Peng mengambilnya dengan posisi mencium… Hueks!!! Peng Peng jijik. Ia muntah. Ia sudah sedikit berubah.

***
Peng Peng punya ide, dia akan mengajak Zhao Wang untuk bersekutu.
Zhao Wang datang ke istana Xingsheng, ratu menyuruh nya untuk sering mengunjungi Liu Li.
“Aku sudah tidak memiliki perasaan pada Jiang Ying Yue.” Kata Zhao Wang
“Jangankan punya perasaan, ada hubungan juga tidak apa apa… Yang penting, jangan sampai Liu Li tahu, nanti ia sedih.” Kata Peng Peng pengertian.
“Yang mulia, kau pikir siapa aku?”
Peng Peng menggerutu, karena Qi Shen sekarang lebih dekat ke Jiang shi.
Peng Peng mengajak Zhao Wang bersekutu. Zhao Wang merasa senang, ternyata ia masih diperhitungkan. Ia setuju
Zhao Wang menyarankan agar Peng Peng lebih menurut pada kaisar. Supaya jalan mereka lebih mulus.
***
Kasim Qiang membawa tumpukan jingge keistana. Sebagai kerja sambilan.
***
Peng Peng mengajak Zhao Wang menemui Jiu Wang dan Yang Yan.
Mereka kembali mengatur siasat. Sebelumnya mereka pikir kaisar akan mengutus jendral Zhang untuk perang, tapi ternyata yang diutus adalah jendral Yang.
***
Zhao Wang menyarankan Peng Peng agar ‘berjalan di dua kaki’.
Peng Peng pikir itu ide yang baik.
***
Peng Peng menemui kaisar. Peng Peng menggunakan Hao er sebagai alasan.
Peng Peng juga meminta maaf karena kasus Liu Li.
“Aku tidak tau kamu tulus atau tidak, tapi karena kamu sudah bersusah payah, aku akan memberimu 1 kesempatan lagi.”
“Terima kasih kaisar.” Peng Peng langsung memeluk kaisar.
***
Liu Li memberi kabar, kalau Jiang shi ada diistana Daming.
Peng Peng dan Liu Li datang untuk mengecek kebenaran.
Rupanya, Jiang shi diberi marga baru oleh kaisar, marga Su.
Karena Peng Peng harus berbaik baik pada kaisar, jadi ia tidak bisa berbuat apa apa pada Jiang shi. Tapi ia menyuruh Liu Li memberi pelajaran pada Jiang shi.
***
“Liu Li, kau disini ajari nona Su baik baik ” kata Peng Peng.










