Sinopsis Go Princess Go eps 18

Yang Yan jatuh cinta pada pandangan pertama pada Zhang Ling Ling.

***

Peng Peng mengajak ngobrol Ling Ling.

“Bagaimana menurutmu tentang Yang Yan?”

Ling Ling tersenyum malu.

“Yang Yan terlihat baik, tapi bila mau membahas pernikahan, masih butuh waktu untuk memperhatikan.”

“Kau suka pria seperti apa?”

“Tidak terlalu muluk, asal berpendidikan, bisa kungfu dan kuat.”

“Kriteria ini, Yang Yan tidak ada satupun!πŸ˜ͺ” Kata Peng Peng bergumam.

“Kriteria mu ini, Yang Yan punya semua. Kalaupun tidak ada, aku akan usahakan.”

***

Peng Peng menyiapkan tumpukan buku dan tumpukan batu bata.

Ia mau melatih Yang Yan agar kuat dan pintar.

Demi Ling Ling, Yang Yan sangat berusaha keras.

***

Beberapa hari kemudian, Yang Yan berubah menjadi orang yang kuat. Ia bahkan bisa menggendong Liu Li dengan mudah.

“Baiklah, besok kita pergi ke suatu tempat.” Kata Peng Peng

***

Mereka pergi kekediaman Zhang untuk minta restu.

Karena keluarga Zhang terkenal kuat minum, merekapun menantang Yang Yan minum.

Tapi Yang Yan tidak bisa minum. Tapi demi Ling Ling ia memaksakan diri. Ia mabuk berat.

Dalam kondisi teler, dia sempoyongan masuk kedalam kendi besar, “Tolong… Tolong… Aku tenggelam…”

Peng Peng dan Fan shi mencemaskan keadaan Yang Yan. Karena merasa bersalah, Fan shi pun merestui mereka.

Tapi tiba tiba Yang Yan muntah, tepat dimuka Fan shi πŸ˜‚πŸ˜‚

***

Kaisar menemui Peng Peng, ia komplen karena Peng Peng sibuk jadi Mak comblang. Kaisar takut Peng Peng kelelahan dan mengganggu janin.

Qi Shen membawakan Peng Peng setumpuk buku, agar Peng Peng belajar. Membaca puisi an sastra, baik buat janin.

Peng Peng merajuk, ia malas belajar.

“Kalau begitu, buatkan Akau Hae Bao (dompet). 5 hari lagi, aku datang mengambil dompetnya.”

Peng Peng frustrasi, “aku laki laki bagaimana bisa menjahit dompet?”

***

Peng Peng menemui Ling Ling, untuk memberitahukan bahwa pernikahan mereka sudah disetujui. Tinggal minta ijin pada kaisar.

Ling Ling berterima kasih atas jasa Peng Peng, sehingga ia bisa mendapatkan suami yang ia sukai.

Peng Peng memberikan durian kesukaannya pada Ling Ling, tapi ditolak, bau sihπŸ˜….

***

Peng Peng minta restu dari kaisar untuk Yang Yan dan Ling Ling, tak dia sangka, kaisar langsung setuju. Asal Peng Peng tidak keluar keluar rumah lagi.

Peng Peng merasa dipenjaraπŸ˜‚

***

Bersambung episode 19

Sinopsis 3 AM : Overtime

Disebuah kantor, tengah malam.
Seorang pegawai wanita sedang asik chat mesum.

“Fotomu sangat cantik, bisa kau kirim foto seksinya?”

Si pegawai wanita lalu membuka bajunya, dan berfoto.

“Hai As, kau lembur? Kau sangat rajin. Kurasa kau akan lewat dari masa percobaan lebih cepat.” Tanya Bump.

As tersenyum.

Bump dan Nging pulang.

“Hei tunggu, satpam itu tidur terus setiap waktu. Aku ingin memggodanya”

Bump mengeluarkan spidol lalu mencoret coret muka si satpam.

Tiba tiba ada suara dentuman. Kepala melayang.

“Aaaa….!!!” Bump dan Nging lari ketakutan. Karena lift tidak kunjung terbuka, mereka lari melalui tangga darurat.

***

As mendengar teriakan mereka, tapi mungkin ia salah dengar. Ia kembali chat mesum lagi.

Tiba tiba terdengar suara orang tertawa. As melihat sekeliling, tapi tidak ada siapa siapa.

Sebuah benda terjatuh, kursi bergerak sendiri.

As ketakutan, ia segera berkemas.

“Aku mau keluar dari sini!!!” Katanya dengan suara pria. (Ternyata dia waria😜)

Ia berlari pergi.

Ternyata, Karan dan Tee mengerjainya!! Menggunakan balon mirip kepala.

Mereka tertawa terbahak bahak. (Mereka tuh usilnya gak ketulungan πŸ˜œπŸ˜‚)

***

“Apakah mereka masih berani berangkat kerja?” Tanya Tee.

“Mungkin tidak.”

“Orang bodoh itu! Mereka chatting di Facebook seharian. Tapi sekarang, lembur!.” Keluh Tee.

“Siapa yang mati?” Tee melihat dari CCTV. Tapi ia tampak cuek.

Tee dan Karan suka mengerjai karyawan yang lembur.

***

Tee menjatuhkan korek api, ketika ia bangkit, ada hantu didepannya. Ia kaget!.

Ternyata Karan memakai topeng untuk menakutinya.

Karan tertawa.

“Kapan kau akan berhenti merokok? Ayahmu meninggal karena merokok Khan?” Tanya Karan.

“Kau tidak perlu mencemaskan aku.” Jawab Tee.

Karan pergi.

Tee merasakan sakit dijantungnya. Rokoknya ia matikan.

***

Karan berjalan diruangan pegawai, kursi tiba tiba bergerak sendiri,

Karan mengangkat kursi itu, ia tahu seseorang mengerjainya. (Dia Khan raja prank! πŸ˜‚)

“Keluar, atau kulempar kursi!”

Nging dan bump merangkak keluar. Ia ingin membalas Karan yang suka mengerjai mereka.

“Kalian harus lebih licik, aku sebenarnya bisa lihat kalian menarik kursinya dengan tali!” Kata Karan.

“Kenapa kalian kembali?”

“Aku ingat harus menyiapkan rapat untuk besok. Jadi aku kembali untuk lembur.

Mereka kembali bekerja.

***

Karan ke lobby, ia melihat satpam sedang tidur, ia ingin mengerjai si satpam.

Ia mencorat-coret wajah satpam lagi. Lalu pergi.

***

Telepon berbunyi,

“Tidak ada orang disini.” Jawab satpam dengan setengah sadar.

(Wajahnya jadi lucuπŸ˜‚)

Entah apa yang mereka bicarakan,

“Tidak pak, aku terjaga sepanjang malam.” Kata satpam itu beralasan.

“Apa??? Aku akan segera turun.” Si satpam kaget dan turun kebawah.

***

“Tee, kami akan kembali sekarang, kerjaan kami sudah selesai.” Kata Bump dan Nging.

“Kalian sudah selesai? Kalian bisa lembur ganda.”

“Kalau lembur ganda, aku bisa dipecat. Ngomong ngomong, dimana Karan?” Tanya bump.

“Mungkin dia merencanakan keusilan lainnya. Ia suka mengerjai kita sejak kuliah!” Jawab Tee.

“Tapi kita tidak bisa menyalahkannya, kita sendiri yang memilih kerja di perusahaan nya.”

Mereka pamitan pulang.

***

Suara pintu digedor, Tee memeriksa nya.

Dipantry ada hantu, ia tersenyum, mungkin ia dikerjai. Tee menyalakan lampu. Tapi hantu itu menghilang.

Tiba tiba pintu kulkas membuka dan menutup sendiri. Ia merasa dikerjain Karan.

Ia menahan pintu kulkas dengan kakinya. Tapi Karan ternyata datang membawa burger dan cola.

“Kenapa kakimu dikulkas?” Tanya Karan.

Tee tertegun.

“Ada apa denganmu?” Karan lalu pergi.

Tiba tiba hantu itu keluar dari kulkas dan mencoba menangkapnya.

Tee lari terbirit-birit.

Ada hantu mata copot menakutinya.

Tee memegang jantungnya dan pingsan.

Ternyata, hantu mata copot itu Karan yang memakai topeng πŸ˜‚.

Hantu wanita, itu Nging.

Mereka tertawa terbahak bahak.

“Jika mau mengerjai orang, harus sebagus ini.” Kata Karan.

“Aku bahkan melepaskan bagian belakang kulkas!” Kata Nging.

“Kau hebat.”

(Niat banget mereka nge prank!πŸ˜‚)

***

Bump mencoba membangunkan Tee.

“Tee..Tee.. dia tidak bernafas!” Kata Bump.

“Apa?!”

Semua terkejut.

“Kita harus menelepon polisi. Kita tanggung masalah ini sama sama.” Kata Nging panik.

“Kita tidak harus melakukan apapun! Kalian berdua pulanglah! Dan jangan katakan apapun pada orang lain tentang kejadian ini!” Kata Karan lalu pergi keruangan nya.

Karan tampak stress.

“Bump, apakah mata Tee tertutup beberapa menit lalu?” Tanya Nging ketakutan.

Nging mencoba memegang Tee untuk memastikan, tiba tiba tangan Tee memegangnya. “Aaaaaa…!!!” Nging menjerit.

Tee dan Bump tertawa terbahak bahak.

“Kau usil lagi!!” Kata Nging kesal.

***

Ada suara benda terjatuh,

Mereka lari keruangan Karan.

Karan gantung diri.

***

Mereka panik,

“Kenapa kalian melihat ku? Kalian yang mengerjai aku duluan!” Kata Tee.

Mereka mulai saling menyalahkan.

Ternyata Karan cuma pura pura gantung diri! Ada kait dibelakangnya. Jadi ia tidak benar benar tergantung.

Tee tertawa ngakak. Mereka berhasil mengerjai Bump dan Nging lagi.πŸ˜‚

“Aku mau pulang!” Kata Nging kesal.

“Nging, sebelum kau pergi, bisa bantu aku turun?” Pinta Karan.

“LAKUKAN SENDIRI!!”

***

Mereka keluar kantor bersama.

“Ini hampir pukul 3. Orang orang bilang, hantu punya kekuatan terkuat pada jam ini.” Kata Karan

“Sudah cukup, aku tidak bisa tahan lagi, kasihanilah kami!” Bump memohon.

“Aku hampir lupa,..” Karan kembali masuk kantor.

“Lupa apa? Apa kau membuat lelucon lagi?” Nging cemberut.

***

Karan menulis tanda ‘Rusak’ untuk kulkas. Ia mau mengerjai pelayan esok hari

“Bump, bisakah kau ambilkan tape?” Bump pergi,

“Aku akan cari lem dimejaku.” Kata Tee.

“Oke.”

***

Bump mengambil tape, tapi ia kaget berteriak.

Karan datang bersama Nging

“Kenapa kau berteriak?” Tanya Karan

Ternyata ada mayat Tee disitu bergelimpang. Keningnya tertusuk paku kertas dan darah berceceran. Tidak bernafas.

Flashback:

Tee berlari dari hantu kulkas, saat melihat hantu mata copot. Jantungnya kambuh. Ia pingsan. Kepalanya mengenai paku kertas.

“Tee… Tee…”

” Apa dia mati?”

” Ada besi tembus dikepalanya. Dia pasti mati.”

“Karan, bagaimana sekarang?” Mereka saling berpandangan.

***

“Aku menemukan lem nya!” Kata Tee dari luar.

Bump dan Nging ketakutan, “jika Tee berbaring disini, lalu siapa yang bicara?”

Hantu Tee berjalan menuju mereka.

Lampu tiba tiba mati.

Mereka menyalakan senter dari HP.

“Nging, apa kau beli hp baru? Kenapa ada dua.”

“Aku hanya punya satu, yang lain pasti punya Karan.” Jawab Nging.

“Ya, aku baru beli kemarin, tapi kupinjamkan pada Tee.” jawab Karan.

Ternyata hantu Tee juga menyalakan senter dari HP.

Mereka lari terbirit-birit menuju pintu, tapi pintu tidak bisa dibuka.

Karena itu pintu otomatis, ketika lampu mati, maka pintu juga terpengaruh.

Mereka tambah panik, “siapa sialan yang beli pintu ini?!”

“Kurasa, pemilik perusahaan!” Jawab Bump

“Itu aku!!” Karan protes.

“Kunci ada diruanganku! Bump kamu ambil.” Perintah Karan.

“Nging, kau ikut denganku!” Pinta Bump.

***

Nging dan Bump keruangan Karan.

Ada mayat Karan tergeletak disana.

Flashback:

Karan mencoba pura pura gantung diri. Tapi kaitnya tidak terpasang dengan benar. Ia tercekik, sampai mati. Tali terputus, jadi mayatnya terjatuh.

Bump dan Nging ketakutan, “bagaimana bisa? Kita bicara pada hantu.”

“Apa kau juga sudah mati?” Tanya Bump, ia lalu dikeplak. “Kau ingin aku mati?!” Nging nyolot.

“Ayo pergi Bump, itu berarti kita yang selamat.”

Hantu Karan mendatangi mereka. Bump dan Nging lari terbirit-birit.

Mereka keluar kantor, tapi lift tak bisa menyala. Mereka memutuskan lewat tangga darurat.

“Tunggu! Ini seperti sepatu ku” Kata Nging

***

Karan dan Tee membereskan boneka mayat mereka.

Mereka tertawa terbahak bahak.

“Aku rasa bonekanya lebih ganteng daripada kamu.”

“Dimana mereka berdua?”

“Aku tidak tahu, mereka ketakutan.”

“Aku pikir kita keterlaluan. Mempermainkan mereka berulang kali.” Kata Tee.

“Mereka pantas mendapatkan nya jika masih malas, lihat saja! Bekerja hanya untuk lembur.” Kata Karan.

(Jadi, karyawan bekerja bermalas malasan dijam kerja supaya bisa lembur… Kalau lembur Khan dibayar lebih banyak… Karan, sengaja mengerjai mereka agar lebih disiplin)

***

Karan dan Tee naik lift, pukul 03:00 tepat.

Ada Bump dan Nging disitu.

“Aku hanya mengerjai kalian, ingat! Dari sekarang, Jangan menunda pekerjaan sampai lembur! Mengerti?!” Kata Karan memperingatkan.

Tee, mengecek ponselnya. Ada puluhan panggilan tak terjawab. Karena mereka menggunakan mode silent sejak jam 10.

“Hallo Tarn, ada apa?” Tanya Tee, lalu hp nya diserobot oleh Karan.

“Mr Karan, ada sesuatu buruk terjadi. Bump dan Nging jatuh dari tangga. Mereka meninggal pada tengah malam.”

Flashback:

“Aaaa…!!!” Bump dan Nging lari melihat kepala melayang (padahal cuma balon dikasi wig)

Mereka ketakutan, mau naik lift, tapi tidak kunjung terbuka. Mereka memutuskan lewat tangga darurat.

Karena terburu buru, mereka terjungkal dan jatuh kebawah.

Polisi berdatangan, menanyai si satpam.

“Biasanya, apa karyawan disini bekerja lembur?”

“Ada beberapa, jika ingin dapat uang lebih.”

“Sekitar jam 11-12 , dimana kamu berada?”

“Ruang pribadiku, aku adalah penjaga keamanan.”

“Apa kau melihat seseorang yang mencurigakan?”

“Tidak. Tapi aku ingin tanya, kenapa kamu tersenyum saat melihat ku?” Tanya satpam dengan lugu.

(Wajahnya penuh coretan!πŸ˜‚)

***

“Tuan Karan, apa kau masih disana?” Tanya Tarn sekretaris nya via telepon.

Karan memandang kearah Bump dan Nging.

Bump memegang tangannya. “Sial!!!”

***

End

Sinopsis Terius Behind Me eps 1

Film diawali dari mimpi buruk Kim Bon (So Ji Sub), sepertinya ia tidak bisa tidur dengan nyenyak (pingin nemenin jadinya hehehe..). Ia terjaga dan mulai mengawasi daerah sekitarnya dengan teleskop.

***

Go Ae Rin, seorang wanita depan rumah Kim Bon dengan sepasang anak kembar, Joon Hee dan Joon So. Rumah berantakan dengan segala keribetan khas ibu rumah tangga.

Pagi itu Ae Rin sedang membongkar kantung belanja depan pintunya. Si kembar dengan jail nya menusuk pantat Ae Rin.. kaget sekaligus sakit, ia menabrak tetangga depan rumahnya, Kim Bon.

Sebagai permintaan maaf, Ae Rin memberikan yogurt pada Kim Bon, sayangnya yogurt nya bocor.

***

Setelah mengantar si kembar sekolah, Ae Rin bersiap-siap berangkat untuk melamar pekerjaan. Ia membuka ramalan zodiak hari ini dan berharap hari ini ia akan beruntung.

Disisi lain, Kim Bon juga melihat ramalan Zodiak Aries. Ia pergi tergesa-gesa seakan sesuatu menggelisahkan nya.

Didalam lift, ia bertemu lagi dengan Go Ae Rin.

“Hidungmu sudah tidak apa-apa?”. Kata Ae Rin membuka percakapan, tapi Kim Bon tampak malas beramah tamah. Ae Rin tampak cuek dan terus nyerocos.

“Kamu jarang keluar disiang hari, kamu mau pergi kemana sekarang?”

Kim Bon merasa gerak geriknya diawasi oleh Ae Rin.

Ae Rin juga menyarankan agar Kim Bon mampir ke Bojour Bakery, karena hari ini akan ada promo roti tawar gratis bagi 200 pelanggan pertama.

“Kamu hanya membeli roti tawar Khan?”

Kim Bon keheranan, bahkan tetangganya itu tau bahwa dia hanya makan roti tawar.

Sebelum pergi, Ae Rin memberi nya hadiah, yaitu permen sapi yang bertuliskan, ‘aku mengawasi mu’. Moooo…

******** Saksi. ********

Seorang pria membawa sebuah tas hitam mahal dengan wajah gelisah. Dia adalah Moon Sung So, seorang kepala kemananan nasional. Dia berjalan menuju loker di stasiun kereta. Sesaat melihat kode tas lalu membuka lokernya. Dalam loker itu ada tas berisi uang, ia menukar tas mahalnya dengan tas uang tersebut.

Dari kejauhan, seorang pria melaporkan kejadian itu pada atasan nya, Jin Yong Tae.

Jin Yong Tae sinis, menganggap Moon Sung So adalah seorang munafik karena mau menerima suap.

Ternyata Jin Yong Tae adalah CEO J internasional, suatu perusahaan dimana Ae Rin melamar kerja di sana.

Ae Rin penasaran kenapa sekretaris J internasional itu keluar.

“Aku memberinya undangan pernikahan ku”. Kata sang sekretaris.

Ooo, jadi sekretaris itu dipecat karena akan menikah.

Setelah membaca resume Ae Rin, Jin Yong Tae tampak kesal.

“Kamu sudah menikah?”

“Ya”

“Kamu juga punya 2anak?”

“Kembar usia 6 tahun”

“Hei Bu, kamu tidak baca persyaratan nya? Aku mencari orang yang belum menikah!”, Kata Yong Tae ketus

“Tapi disana tertulis mencari orang yang sudah menikah, banyak anak lebih baik”.

Yong Tae kaget lalu melihat ke arah Sekretaris nya. (Ha..ha.. ternyata si sekretaris sengaja ngerjain bos nya).

Dengan ketus, Yong Tae mengusir Ae Rin. Ae Rin tidak terima karena Yong Tae hanya menanyakan status nya tanpa melihat kompetensi nya.(Ae Rin neh pemberani banget he.he..) mereka pun adu mulut.

Merasa terpojok, “J internasional berkecimpung di bidang apa? Karena informasinya tidak ada di daring”

“Kami mengimpor tas, puas?!”

Ae Rin pergi dengan kecewa. Ketika keluar dari kantor, ia bertabrakan dengan Moon Sung So.

Moon Sung So masuk ke kantor J Internasional untuk mengembalikan tas berisi uang tersebut. Sepertinya Moon Sung So adalah seorang yang jujur dan berintegritas. Ia tidak mau menandatangani pembelian jet tempur model lama dengan harga yang tidak masuk akal.

Sebelum meninggalkan ruangan, Yong Tae mengingatkan, “Jaga kesehatan anda”

***

Seorang pria misterius (ganteenggg…) Memasuki menara Star, ia diberitahu agar menjalankan rencana B. Diatas gedung Kim Bon mengawasi kedatangan pria itu. (Pria misterius itu seorang pembunuh, inisialnya K).

Kim Bon mengikuti K hingga masuk ke menara Star, ia kehilangan jejak K namun ia melihat Ae Rin sedang menelepon ibunya.

“Jika datang ke Seoul, akan ku traktir minum mojito di menara Namsan”

Kata-kata Ae Rin mengingatkannya pada seorang wanita yang istimewa dihatinya. Saat itu ia berjanji akan mentraktir Mojito dimenara Namsan.

***

Didalam ruangan, Yong Tae memberikan sebuah peralatan (sepertinya alat untuk pembunuhan) pada K.

***

Di Bonjour Bakery, para tetangga Ae Rin sudah ada disana, menikmati kopi dan membicarakan tentang Ae Rin, bagaimana Ae Rin merawat keluarga nya dengan baik. Ia berhemat dan melakukan semuanya sendirian.

Tak lama kemudian Ae Rin datang membawa si kembar. Ketika asik mengobrol, si kembar berulah. Mereka mencabuti hiasan kue-kue yang ada disitu (oh no..!). Terpaksa Ae Rin harus membeli semuanya (Haha..)

***

Suami Ae Rin, Cha Jung Il, menerima laporan penggunaan kartu kredit, dia marah karena Ae Rin seperti orang kerasukan yang tidak pernah makan roti, hingga ia harus membeli roti sebanyak itu.

Cha Jung Il dimarahi oleh bosnya. Bosnya ingin agar Cha Jung Il lebih pro aktif kepada penulis.

“Dia (penulis) tinggal di Meta Palace, bukan?”

“Iya.”

“Ada toko tar enak didekat sana. Belikan dia itu. Jika kamu tidak menerbitkan buku bagus kali ini. Pekerjaan mu akan menjadi taruhan. Paham?”

***

Dirumah, si kembar sedang menikmati kue nya.

“Enak kah?”

Si kembar mengangguk, Ae Rin kembali menaruh kue dipiting Joon So.

“Nanti, kita makan malam apa?”

“Kamu sedang memakannya. Kue.”

“Kalau sarapan?”

“Kue”

“Lalu, makan malam besok?”

“Tentu saja kue lagi. Ini..ini..ini.. sampai habis!” (Wkwkwk ngakak liat adegan ini. Saya suka cara Ae Rin mendidik anak-anak nya)

***

Di apartemen, Kim Bon memandangi sebuah diagram informasi tentang orang orang yang berkaitan dalam suatu kejahatan. Dia ingat, setiap kali kartu pesulap muncul setelah Aries, maka seseorang akan tewas. Tapi kali ini, siapa target nya?

***

Bersambung episode 2