Disebuah kantor, tengah malam.
Seorang pegawai wanita sedang asik chat mesum.
“Fotomu sangat cantik, bisa kau kirim foto seksinya?”
Si pegawai wanita lalu membuka bajunya, dan berfoto.
“Hai As, kau lembur? Kau sangat rajin. Kurasa kau akan lewat dari masa percobaan lebih cepat.” Tanya Bump.
As tersenyum.
Bump dan Nging pulang.
“Hei tunggu, satpam itu tidur terus setiap waktu. Aku ingin memggodanya”
Bump mengeluarkan spidol lalu mencoret coret muka si satpam.
Tiba tiba ada suara dentuman. Kepala melayang.
“Aaaa….!!!” Bump dan Nging lari ketakutan. Karena lift tidak kunjung terbuka, mereka lari melalui tangga darurat.
***
As mendengar teriakan mereka, tapi mungkin ia salah dengar. Ia kembali chat mesum lagi.
Tiba tiba terdengar suara orang tertawa. As melihat sekeliling, tapi tidak ada siapa siapa.
Sebuah benda terjatuh, kursi bergerak sendiri.
As ketakutan, ia segera berkemas.
“Aku mau keluar dari sini!!!” Katanya dengan suara pria. (Ternyata dia wariaπ)
Ia berlari pergi.
Ternyata, Karan dan Tee mengerjainya!! Menggunakan balon mirip kepala.
Mereka tertawa terbahak bahak. (Mereka tuh usilnya gak ketulungan ππ)
***
“Apakah mereka masih berani berangkat kerja?” Tanya Tee.
“Mungkin tidak.”
“Orang bodoh itu! Mereka chatting di Facebook seharian. Tapi sekarang, lembur!.” Keluh Tee.
“Siapa yang mati?” Tee melihat dari CCTV. Tapi ia tampak cuek.
Tee dan Karan suka mengerjai karyawan yang lembur.
***
Tee menjatuhkan korek api, ketika ia bangkit, ada hantu didepannya. Ia kaget!.
Ternyata Karan memakai topeng untuk menakutinya.
Karan tertawa.
“Kapan kau akan berhenti merokok? Ayahmu meninggal karena merokok Khan?” Tanya Karan.
“Kau tidak perlu mencemaskan aku.” Jawab Tee.
Karan pergi.
Tee merasakan sakit dijantungnya. Rokoknya ia matikan.
***
Karan berjalan diruangan pegawai, kursi tiba tiba bergerak sendiri,
Karan mengangkat kursi itu, ia tahu seseorang mengerjainya. (Dia Khan raja prank! π)
“Keluar, atau kulempar kursi!”
Nging dan bump merangkak keluar. Ia ingin membalas Karan yang suka mengerjai mereka.
“Kalian harus lebih licik, aku sebenarnya bisa lihat kalian menarik kursinya dengan tali!” Kata Karan.
“Kenapa kalian kembali?”
“Aku ingat harus menyiapkan rapat untuk besok. Jadi aku kembali untuk lembur.
Mereka kembali bekerja.
***
Karan ke lobby, ia melihat satpam sedang tidur, ia ingin mengerjai si satpam.
Ia mencorat-coret wajah satpam lagi. Lalu pergi.
***
Telepon berbunyi,
“Tidak ada orang disini.” Jawab satpam dengan setengah sadar.
(Wajahnya jadi lucuπ)
Entah apa yang mereka bicarakan,
“Tidak pak, aku terjaga sepanjang malam.” Kata satpam itu beralasan.
“Apa??? Aku akan segera turun.” Si satpam kaget dan turun kebawah.
***
“Tee, kami akan kembali sekarang, kerjaan kami sudah selesai.” Kata Bump dan Nging.
“Kalian sudah selesai? Kalian bisa lembur ganda.”
“Kalau lembur ganda, aku bisa dipecat. Ngomong ngomong, dimana Karan?” Tanya bump.
“Mungkin dia merencanakan keusilan lainnya. Ia suka mengerjai kita sejak kuliah!” Jawab Tee.
“Tapi kita tidak bisa menyalahkannya, kita sendiri yang memilih kerja di perusahaan nya.”
Mereka pamitan pulang.
***
Suara pintu digedor, Tee memeriksa nya.
Dipantry ada hantu, ia tersenyum, mungkin ia dikerjai. Tee menyalakan lampu. Tapi hantu itu menghilang.
Tiba tiba pintu kulkas membuka dan menutup sendiri. Ia merasa dikerjain Karan.
Ia menahan pintu kulkas dengan kakinya. Tapi Karan ternyata datang membawa burger dan cola.
“Kenapa kakimu dikulkas?” Tanya Karan.
Tee tertegun.
“Ada apa denganmu?” Karan lalu pergi.
Tiba tiba hantu itu keluar dari kulkas dan mencoba menangkapnya.
Tee lari terbirit-birit.
Ada hantu mata copot menakutinya.
Tee memegang jantungnya dan pingsan.
Ternyata, hantu mata copot itu Karan yang memakai topeng π.
Hantu wanita, itu Nging.
Mereka tertawa terbahak bahak.
“Jika mau mengerjai orang, harus sebagus ini.” Kata Karan.
“Aku bahkan melepaskan bagian belakang kulkas!” Kata Nging.
“Kau hebat.”
(Niat banget mereka nge prank!π)
***
Bump mencoba membangunkan Tee.
“Tee..Tee.. dia tidak bernafas!” Kata Bump.
“Apa?!”
Semua terkejut.
“Kita harus menelepon polisi. Kita tanggung masalah ini sama sama.” Kata Nging panik.
“Kita tidak harus melakukan apapun! Kalian berdua pulanglah! Dan jangan katakan apapun pada orang lain tentang kejadian ini!” Kata Karan lalu pergi keruangan nya.
Karan tampak stress.
“Bump, apakah mata Tee tertutup beberapa menit lalu?” Tanya Nging ketakutan.
Nging mencoba memegang Tee untuk memastikan, tiba tiba tangan Tee memegangnya. “Aaaaaa…!!!” Nging menjerit.
Tee dan Bump tertawa terbahak bahak.
“Kau usil lagi!!” Kata Nging kesal.
***
Ada suara benda terjatuh,
Mereka lari keruangan Karan.
Karan gantung diri.
***
Mereka panik,
“Kenapa kalian melihat ku? Kalian yang mengerjai aku duluan!” Kata Tee.
Mereka mulai saling menyalahkan.
Ternyata Karan cuma pura pura gantung diri! Ada kait dibelakangnya. Jadi ia tidak benar benar tergantung.
Tee tertawa ngakak. Mereka berhasil mengerjai Bump dan Nging lagi.π
“Aku mau pulang!” Kata Nging kesal.
“Nging, sebelum kau pergi, bisa bantu aku turun?” Pinta Karan.
“LAKUKAN SENDIRI!!”
***
Mereka keluar kantor bersama.
“Ini hampir pukul 3. Orang orang bilang, hantu punya kekuatan terkuat pada jam ini.” Kata Karan
“Sudah cukup, aku tidak bisa tahan lagi, kasihanilah kami!” Bump memohon.
“Aku hampir lupa,..” Karan kembali masuk kantor.
“Lupa apa? Apa kau membuat lelucon lagi?” Nging cemberut.
***
Karan menulis tanda ‘Rusak’ untuk kulkas. Ia mau mengerjai pelayan esok hari
“Bump, bisakah kau ambilkan tape?” Bump pergi,
“Aku akan cari lem dimejaku.” Kata Tee.
“Oke.”
***
Bump mengambil tape, tapi ia kaget berteriak.
Karan datang bersama Nging
“Kenapa kau berteriak?” Tanya Karan

Ternyata ada mayat Tee disitu bergelimpang. Keningnya tertusuk paku kertas dan darah berceceran. Tidak bernafas.
Flashback:
Tee berlari dari hantu kulkas, saat melihat hantu mata copot. Jantungnya kambuh. Ia pingsan. Kepalanya mengenai paku kertas.
“Tee… Tee…”
” Apa dia mati?”
” Ada besi tembus dikepalanya. Dia pasti mati.”
“Karan, bagaimana sekarang?” Mereka saling berpandangan.
***
“Aku menemukan lem nya!” Kata Tee dari luar.
Bump dan Nging ketakutan, “jika Tee berbaring disini, lalu siapa yang bicara?”
Hantu Tee berjalan menuju mereka.
Lampu tiba tiba mati.
Mereka menyalakan senter dari HP.
“Nging, apa kau beli hp baru? Kenapa ada dua.”
“Aku hanya punya satu, yang lain pasti punya Karan.” Jawab Nging.
“Ya, aku baru beli kemarin, tapi kupinjamkan pada Tee.” jawab Karan.
Ternyata hantu Tee juga menyalakan senter dari HP.
Mereka lari terbirit-birit menuju pintu, tapi pintu tidak bisa dibuka.
Karena itu pintu otomatis, ketika lampu mati, maka pintu juga terpengaruh.
Mereka tambah panik, “siapa sialan yang beli pintu ini?!”
“Kurasa, pemilik perusahaan!” Jawab Bump
“Itu aku!!” Karan protes.
“Kunci ada diruanganku! Bump kamu ambil.” Perintah Karan.
“Nging, kau ikut denganku!” Pinta Bump.
***
Nging dan Bump keruangan Karan.
Ada mayat Karan tergeletak disana.
Flashback:
Karan mencoba pura pura gantung diri. Tapi kaitnya tidak terpasang dengan benar. Ia tercekik, sampai mati. Tali terputus, jadi mayatnya terjatuh.
Bump dan Nging ketakutan, “bagaimana bisa? Kita bicara pada hantu.”
“Apa kau juga sudah mati?” Tanya Bump, ia lalu dikeplak. “Kau ingin aku mati?!” Nging nyolot.
“Ayo pergi Bump, itu berarti kita yang selamat.”
Hantu Karan mendatangi mereka. Bump dan Nging lari terbirit-birit.
Mereka keluar kantor, tapi lift tak bisa menyala. Mereka memutuskan lewat tangga darurat.
“Tunggu! Ini seperti sepatu ku” Kata Nging
***
Karan dan Tee membereskan boneka mayat mereka.
Mereka tertawa terbahak bahak.
“Aku rasa bonekanya lebih ganteng daripada kamu.”
“Dimana mereka berdua?”
“Aku tidak tahu, mereka ketakutan.”
“Aku pikir kita keterlaluan. Mempermainkan mereka berulang kali.” Kata Tee.
“Mereka pantas mendapatkan nya jika masih malas, lihat saja! Bekerja hanya untuk lembur.” Kata Karan.
(Jadi, karyawan bekerja bermalas malasan dijam kerja supaya bisa lembur… Kalau lembur Khan dibayar lebih banyak… Karan, sengaja mengerjai mereka agar lebih disiplin)
***
Karan dan Tee naik lift, pukul 03:00 tepat.
Ada Bump dan Nging disitu.
“Aku hanya mengerjai kalian, ingat! Dari sekarang, Jangan menunda pekerjaan sampai lembur! Mengerti?!” Kata Karan memperingatkan.
Tee, mengecek ponselnya. Ada puluhan panggilan tak terjawab. Karena mereka menggunakan mode silent sejak jam 10.
“Hallo Tarn, ada apa?” Tanya Tee, lalu hp nya diserobot oleh Karan.
“Mr Karan, ada sesuatu buruk terjadi. Bump dan Nging jatuh dari tangga. Mereka meninggal pada tengah malam.”
Flashback:
“Aaaa…!!!” Bump dan Nging lari melihat kepala melayang (padahal cuma balon dikasi wig)
Mereka ketakutan, mau naik lift, tapi tidak kunjung terbuka. Mereka memutuskan lewat tangga darurat.
Karena terburu buru, mereka terjungkal dan jatuh kebawah.
Polisi berdatangan, menanyai si satpam.
“Biasanya, apa karyawan disini bekerja lembur?”
“Ada beberapa, jika ingin dapat uang lebih.”
“Sekitar jam 11-12 , dimana kamu berada?”
“Ruang pribadiku, aku adalah penjaga keamanan.”
“Apa kau melihat seseorang yang mencurigakan?”
“Tidak. Tapi aku ingin tanya, kenapa kamu tersenyum saat melihat ku?” Tanya satpam dengan lugu.
(Wajahnya penuh coretan!π)
***
“Tuan Karan, apa kau masih disana?” Tanya Tarn sekretaris nya via telepon.
Karan memandang kearah Bump dan Nging.
Bump memegang tangannya. “Sial!!!”
***
End




